Advertisement
Advertisement

Sinopsis The Man in the Mask (Masked Prosecutor) Episode 1 (Bagian 2)

Akhirnya Ha Dae-Cheol pun mengantarkan ayahnya pulang dan berkata aku menyelamatkan orang yang hampir mati dan membawamu pulang aku bahkan membelikanmu obat aku anggap ini cukup untuk membayar hutang karena sudah memberikan kontribusi untuk kelahiranku,dengan ini nasib kita sudah berakhir aku akan pergi sekarang. Saat Ha Dae-Cheol akan keluar dari rumah tiba-tiba ayahnya memanggil Dae Choel, apa kau tidak penasaran? Ia mengatakan dengan raut muka yang menahan rasa sakit di pelipisnya. Dengan berani Ha Dae-Cheol mengatakan aku sedikitpun tidak penasaran. Saat ayahnya mengatakan kenapa ibumu meninggalkanmu Ha Dae-Cheol pun mendadak terdiam dengan penuh rasa penasaran di dalam benaknya.
Im Ji-Sook sedang duduk sambil meminum secangkir teh di ruang tunggu, Tiba-tiba seorang anak kecil datang menghampirinya dan bermain di hadapannya kemudian anak kecil itu kembali ke ibunya dan merengek karena merasa bosan dan ingin segera pulang. Dengan raut wajah yang kesal Im Ji-Sook mengatakan Tidak bisakah kau diam? Jangan terlalu mengganggu berisik, karena merasa ketakutan anak kecil itu pun menagis tetapi tetap saja ia memarahi anak tersebut kau adalah orang yang salah dan kenapa kau menangis tidak bisakah kau hentikannya? Sangat memusingkan.


Jo Sang-Taek sedang berbincang-bincang dengan presiden kim, dengan raut wajahnya yang santai ia mengatakan presiden kim mari kita mengakhiri dengan wajah tersenyum dalam dunia yang keras ini apa yang akan membuat satu sama lain marah?. Presiden kim pun menjawab dengan penuh kekesalan apa hubungan yang kau miliki dengan YK elektronics? Jenis hubungan apa yang kau miliki hingga kau memaksakan kontrak yang tidak masuk akal? Aku tidak bisa melakukannya ini adalah kontrak yang tidak ada yang bisa disetujui, jika kau melakukan hal ini sekali lagi aku akan mengajukan gugatan. Saat presiden kim berdiri untuk meninggalkan ruangan tiba-tiba Jo Sang Taek menyalakan televisi untuk menunjukan kamera cctv yang ia pasang di tempat latihan golf, kamera cctv itu menampilkan seorang wanita yang sedang berlatih golf presiden kim pun langsung terkejut dan terdiam melihat hasil kamera cctv tersebut. Presiden Kim pun menanyakan apa yang kau lakukan?. Dengan wajah Jo Sang-Taek yang santai oh bukankah itu seseorang yang kau kenal? Nah jika kau mengatakan bahwa itu adalah seseorang yang kau kenal coba telepon dia. Presiden Kim pun langsung mengambil ponsel dari dalam jasnya, ia pun langsung menelpon dan ternyata wanita yang terdapat pada kamera cctv itu adalah anak presiden kim, ia pun menyuruh putrinya untuk pergi dari tempat latihan golf tetapi ponsel Presiden Kim dengan cepat di ambil oleh Jo Sang-Taek dan dimatikan dengan alasan Presiden Kim tidak boleh menganggu putrinya yang sedang serius berlatih golf.
Jo Sang-Taek pun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang ternyata ia menelpon salah satu anak buahnya yang sedang berada di tempat latihan golf, ia pun meminta anak buahnya untuk mengayunkan stik golf sekali di belakang kepala putri Presiden Kim, ternyata Jo Sang-Taek sedang mengancam Presiden Kim sehingga akhirnya presiden kim pun menyerah dan mengikuti keinginannya. Kang Joong-Ho, Jo sang-Taek dan hyungnim sedang berada di dalam ruangan untuk merayakan keberhasilan Jo Sang Taek, tidak lama kemudian ponsel Kang Joong-Ho pun berbunyi ternyata itu telepon dari istrinya Kang Joong-Ho pun meminta izin keluar untuk mengangkat telepon dari istrinya. Di dalam ruangan hanya ada Jo Sang-Taek dan Hyungnim mereka terlihat sedang berbincang-bincang membicarakan tentang bisnisnya untuk berbagi keuntungan tetapi Hyungnim menanggapi pembicaran Jo Sang-Taek dengan raut wajah yang kesal kau preman dengan memberiku sedikit uang kau ingin menjadi rekan kerjaku? Presiden Jo, alasan kenapa aku mengawasimu dari belakang itu karena anjing kampung di dekatku akan mecoba menggitku untuk merawat mereka dengan memberi mereka makan aku tidak ingin memakannya sendiri, Seorang jaksa korea tidak bisa makan makanan anjing kan?. Jo Sang-Taek tampak tersenyum aku mengerti aku melampaui batasa ku, tapi aku menemukan kata-katamu agak terlalu keras kita sudah membangun hubungan selama bertahun-tahun ini sudah lama.


Ha Dae-Cheol pun membaca sebuah kertas yang berisi berita tentang ayahnya, dan alasan mengapa ia meninggalkan Ha Dae-Cheol di korea serta menjelaskan bahwa ayah tiri Ha Dae-Cheol adalah temannya sendiri. Ha Dae-Cheol  pun tampak sedih mendengarnya Haruskah aku jujur padamu? Ini terasa tidak benar kisah itu tampaknya terlalu dramatis dan tampaknya seolah-olah itu tidak ada hubungannya denganku sepertinya kau mengarangnaya. Ayahnya pun meyakinkan Ha Dae-Cheol. Ha Dae-Cheol dengan berani mengatakan jadi apa? Bagaimana aku ingin bertindak sebagai anakmu ahjussi? Kau menyembunyikan pisau di dalam mobil apa kau menggunakannya untuk menusukmu di tempatmu?. Ayahnya pun menjawab tidak aku tidak harus melakukan itu kau tidak bisa membunuh mereka dengan mudah meskipun mereka akan terbakar dineraka ketika mereka mati, aku harus membuat hidup mereka seperti neraka sebuah neraka bagi mereka untuk menjadi bahagia sekarang dan tidak tahu kenapa mereka di bunuh aku tidak bisa membiarkan mereka mati dengan mudah, TIDAK AKAN! Ayah Ha Dae-Cheol pun berdiri dan menghampiri Ha Dae-Cheol berbicara sambil memegang tangannya Dae Choel lakukan ini untuk ayahmu seekor binatang seharusnya bertemu kematian yang mengerikan, seekor binatang seharusnya tidak diperbolehkan untuk hidup sebagai manusia.
Ha Dae-Cheol pun melepaskan tangan dari genggaman ayahnya, Ajussi ibu itu meninggalkanku atau orang yang mencoba untuk memanfaatkanku untuk membalas seseorang seperti Ajussi tidak banyak perbedaan, apa kau menyadarinya? Ayah jika aku jadi kau hal pertama yang akan aku tanya pada anakku adalah apakah kau bahagia? Apa kau bahagia tanpa aku?.


Ha Dae-Cheol pun pergi ke tempat latihan gulat, ia melampiaskan kekesalannya dengan berlatih gulat sendirian ia pun melihat poster dan terpikir untuk menggunakan topeng yang pelatih berikan kepadanya. Terlihat ibu Ha Dae-Cheol sedang berdiri di luar gedung menunggu jemputan suaminya, suaminya pun menjemput dan ibu Ha Dae-Cheol masuk ke dalam mobil tidak lama kemudian muncullah Ha Dae-Cheol  meloncat  dari semak-semak dengan menggunakan topeng untuk menghentikan mobil yang dinaiki ibunya. Ha Dae-Cheol pun membuka pintu mobil dan menarik ibunya untuk keluar, tapi ibu Ha Dae-Cheol tetap tidak mau keluar padahal Ha Dae-Cheol hanya ingin berbicara dengan ibunya supirnya pun keluar untuk mengusir Ha Dae-Cheol dengan segera ibunya pun mengunci mobil pintu karena merasa sangat ketakutan Ha Dae-Cheol pun akhirnya kabur karena di kejar oleh penjaga keamanan.
Ha Dae-Cheol pun bersembunyi di belakang gedung ia terlihat sangat sedih sampai meneteskan air mata kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau meninggalkan aku? Kenapa?. Akhirnya Ha Dae-Cheol pun pulang ke rumah ayahnya, ayahnya pun merasa senang dengan kedatangan Ha Dae-Cheol dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah. Ha Dae-Cheol pun menuangkan minuman ke gelas ayahnya kau mengatakan bahwa kau menderita diabetes bukankah kau tidak seharusnya minum alkohol?. Dengan wajah tampak bahagia ayah Ha Dae-Cheol mengatakan tidak apa-apa jika aku minum ketika aku dalam suasana hati yang baik, apakah kau mau minum juga? Benar kau masih SMA kan? , ternyata bukan itu alasan mengapa Ha Dae-Cheol tidak ingin minum tetapi jika aku minum ketika aku dalam suasana hati yang buruk aku akan menyebabkan kecelakaan, ayahnya pun hanya bisa tertawa menjawabnya.


Ayah Ha Dae-Cheol pun tampak terlihat mabuk karena minuman dan saat ia menyuruh Ha Dae-Cheol untuk melihat jam ternyata baru pukul 08.00 ia pun menyuruh Ha Dae-Cheol untuk membangunkannya pukul 10.00. Ha Dae-Cheol pun terlihat bosan dan berjalan-jalan ternyata ia melihat pintu kamar yang terbuka di atas meja terlihat sebuah foto dan tas, ia pun mengambil foto itu ternyata foto saat ia kecil yang sedang di gendong ayahnya ia pun melihat foto sambil berbaring di atas kasur tiba-tiba ayahnya pun berada di pinggir Ha Dae-Cheol dengan penuh rasa kasih sayang ayah Ha Dae-Cheol pun memegang wajah Yoo dae choel sambil menangis dan mengatakan Ha Dae-Cheol anakku, sampai akhirnya Ha Dae-Cheol pun tertidur bersama ayahnya.
Pada keesokan paginya Yoo Dae Choel dan ayahnya pun sedang sarapan, Ha Dae-Cheol bertanya ayah apa yang harus aku lakukan?. Ayahnya pun menjawab kau harus belajar dan menjadi jaksa, jaksa paling kuat di dunia. Ha Dae-Cheol pun terlihat bingung dengan yang diucapkan ayahnya hingga akhirnya ia pun tertawa ayah kau pasti tidak tahu banyak tentang aku.
Ayah Ha Dae-Cheol pun mendatangi sekolah dan berbincang bersama guru Ha Dae-Cheol membicarakan tentang Ha Dae-Cheol yang harus belajar dan pergi ke sekolah hukum ia harus lulus tes dan menjadi jaksa, tapi guru Ha Dae-Cheol tidak dapat menuruti semua keinginan ayahnya karena bila ia ingin berhasil ia harus bekerja keras untuk mencapainya.Setelah selesai berbincang dengan guru Ha Dae-Cheol, ayahnya pun bertemu dengan Ha Dae-Cheol dan bertanya apa aku harus menjadi seorang jaksa? Aku tidak punya kemampuan dalam belajar?. Ayahnya pun menjelaskan apa kau tahu kenapa aku ingin kau menjadi jaksa? Dibalik seorang jaksa ada kekuatan yang disebut pemerintah kau harus memiliki kekuatan untuk menangkap orang-orang bajingan itu, sekarang aku tidak bisa menangani mereka karena mereka terlalu tinggi. Ha Dae-Cheol pun merasa pesimis karena ia merasa tidak bisa mewujudkan apa yang ayahnya inginkan, tetapi ayah Yoo Dae Choel pun memberikan semangat percayalah pada otakmu itu DNA Jeong Do Seong di sini tak peduli apa. Di Malam harinya Ha Dae-Cheol terlihat sedang membereskan buku sedangkan ayahnya sedang menepelkan kertas di dingding kamar Ha Dae-Cheol tentang masa lalu ayah dan ibunya. Ha Dae-Cheol terlihat bingung kenapa kau meletakkan itu di sini?. Ayahnya pun menjawab bukankah itu akan merangsangmu ketika kau belajar? Ketika kau melihat ini darahku berjalan mundur.


Yoo Min Hee terlihat sedang mengisi aplikasi Polisi Universitas Nasional Korea di komputernya. Paman Min Hee pun muncul turun dari tangga dan menghampirinya apa yang kau lakukan? Kau sudah menulisnya?. Dengan nada santainya Yoo Min Hee pun menjawab orang harus menyerahkan lebih awal untuk Universitas Polisi Nasional Korea dari pada perguruan tinggi lainnya. Paman Min Hee pun terlihat terkejut mendengarnya Universitas polisi nasional korea? Apa kau akan menjadi seorang polisi setelah pergi ke Universitas Polisi Nasional Korea? Apakah seorang gadis melakukan itu? Jika kau tertarik dalam hal itu bukankah lebih baik untuk menjadi hakim. Yoo Min Hee pun menjawab dengan serius seorang hakim harus mengikuti hukum orang yang ingin aku tangkap tidak dapat dihukum oleh hukum karena pembatasan waktu, Aku ingin menjadi orang seperti itu bukan menjadi seorang polisi yang patuh hukum aku ingin menjadi polisi yang mematahkan hukum yang tidak adil. Paman Min Hee pun mendekatinya dan berkata bukan berarti bahwa aku tidak mengerti tentangmu tapi apa hidup seorang remaja sekejam itu? Kau hanya harus berjuang dan hidup nyaman juga dengan wajahmu kau bisa menikah dengan orang yang baik dan hidup nyaman sebagai contoh kau bisa menikah dengan Dae Choel. Yoo Min Hee terlihat kaget mendengar ucapan pamannya benar-benar apa kau gila? Kenapa kau terus memaksaku pada gangster itu? Aku tidak memiliki ketertarikan dengan kepala batu yang tidak memiliki tujuan masa depan.
Tiba-tiba muncullah Ha Dae-Cheol dan Yoo Min Hee pun langsung pergi. Ha Dae-Cheol pun berbincang-bincang dengan  paman Min Hee , ia pun memberikan semangat kepada Ha Dae-Cheol agar dia bisa mewujudkan keinginan ayahnya untuk menjadi seorang jaksa bila ia tak berhasil ia bisa kembali menjadi pegulat. Saat Ha Dae-Cheol berjalan keluar tiba-tiba muncul Yoo Min Hee dari dalam pintu dan ia pun hanya melihat tanpa menyampaikan sepatah kata pun, saat Yoo Min Hee sampai di pintu keluar ia kembali lagi ke arah Ha Dae-Cheol dan berkata apa kau benar-benar berpikir kau bisa menjadi seorang jaksa? Bicara denganku dan tatap mataku apa kau benar-benar berpikir bahwa kau bisa? Kau harus berfikir begitu baiklah delusion adalah jenis mimpi. Ha Dae-Cheol pun bertanya jika bisa mewujudkannya apa yang akan kau lakukan?.Yoo Min Hee pun menjawab jika kau menjadi jaksa itu kemungkinan dari 1/1.000.000 kesempatan tapi aku akan memikirkan kembali tentang berkencan denganmu, semoga berhasil. Ha Dae-Cheol pun meminta sebuah permintaan yaitu mengambil foto Yoo Min Hee untuk diletakan dikamarnya.


Ha Dae-Cheol pun pergi bersama ayahnya ke tempat pemandian air panas, saat Ha Dae-Cheol akan menggosok punggung ayahnya ia melihat banyak goresan luka apa itu sakit? Ayahnya menjawab aku tidak punya waktu untuk merasakan sakit aku harus bertahan hidup aku harus bertahan dan melihatmu. Setelah selesai mandi pada saat ayahnya akan menggunakan baju Ha Dae-Cheol meminta sesuatu kepada ayahnya yaitu meminta izin untuk mengambil foto punggung ayahnya yang penuh dengan goresan luka. Setelah sampai di rumah ia pun menempelkan foto punggung ayahnya dan foto Yoo Min Hee di dingding kamarnya.
Setelah Yoo Min Hee dan Yoo Dae Choel mengingat masa lalunya, Ha Dae-Cheol pun bertanya katakan apa tujuanmu untuk bertemu?. Dengan wajah yang tampak kesal Yoo Min Hee mengatakan apa alasan untuk tidak menahannya? Ini adalah kasus yang harus didakwa dengan penahanan sesuai dengan prioritas tersebut jadi itu dapat di introgasi dengan tepat. Ha Dae-Cheol pun mengelak dengan yang dikatakan oleh Ha Dae-Cheol dan meminta ia membuktikan kesalahannya maka Ha Dae-Cheol akan menjeblosan laki-laki itu ke dalam penjara. Ha Dae-Cheol pun akhirnya keluar dari dalam ruangan karena merasa kesal dengan kelakuan Ha Dae-Cheol ,Tetapi ia teringat akan janji saat ia masih remaja tiba-tiba Ha Dae-Cheol memanggil Ketua Tim Joo baik-baik saja kan? Senang bisa bertemu denganmu, hanya tinggi badanmu yang tidak tumbuh jaga ucapanmu didepan seorang jaksa.


Ha Dae-Cheol pun kembali ke ruangan kerjanya ia membaca laporan sebuah kasus tentang seorang wanita di sebuah kamar hotel yang dipukul di daerah wajah sekitar 3 kali hingga pada saat siang hari sampai tulang hidungnya patah ke titik itu dan membutuhkan operasi, dia pun di pukul di daerah dada tanpa ampun bahkan setelah itu diduga ada kerusakan organ, pada saat penangkapan tersangka berada di bawah sedasi berat kenyataannya dia mabuk membuatnya tidak sengaja identitasnya yang pasti dan keterangannya jelas lalu itu tidak memberikan alasan penangkapan. Ha Dae-Cheol pun terlihat sedang merencanakan sebuah ide untuk melakukan sesuatu kepada laki-laki itu, Ha Dae-Cheol pun menggunakan topengnya dan menghampiri laki-laki itu lalu menghajarnya sampai berdarah. Laki-laki itu pun bertanya mengapa kau melakukan ini padaku?. Ha Dae-Cheol pun menjawab karena aku marah, Jika hukum tidak bisa menangkap pelakunya aku akan mendapatkan dia denga tinjuku. SELANJUTNYA || Sinopsis Masked Prosecutor Episode 2 PART 1