SINOPSIS Jang Yeong Sil Episode 1 PART 1

1/14/2016
Jang Yeong Sil Episode 1
Jang yeong sil dikisahkan pada jaman kerajaan Taejong tahun 1401 ada seorang anak yang terlahir dengan nama Eun Bok, dia sangat menyukai dan berbakat dalam memahat. Dia mampu mengingat suatu bentuk apapun secara detail apa yang dia lihat.


Ketika sedang asyik bermain ibu Eun Bok memanggilnya untuk bersiap-siap, 
Eun Bok : Apakah kita akan pergi ke upacara peringatan di kediaman guru Hee Jee lagi? Bisakah kita tidak pergi sekarang?
Ibu : tuan hari ini akan datang
Ibunya menceritakan bahwa dia bermimpi tuannya pasti sangat menyukai Eun bok 


Eunbok : dia belum pernah bertemu denganku sebelumnya, jadi bagaimana mungkin dia bisa mengenali aku
Ibu : Itu karena kau begitu mirip dengannya, senyummu, sangat mirip sekali.
Eunbok : benarkah
Ibu : yaa
Mereka berdua akhirnya pergi ke istana Dongrae-Hyun busan, ketika sampai disana mereka tidak diterima. Ibunya menjelaskan bahwa anaknya layak tinggal disana 
Ibu Eun Bok : Lihat lah dahinya telinganya terlihat seperti anak bangsawan (senyum membujuk)


 Ibu eun Bok pergi membantu pelayan lain mengangkat bahan masakan dan meninggalkan Eun Bok untuk melihat lihat lingkungan sana.
EunBok sangan tertarik melihat jam batu dan mendengar salah satu anak bangsawan sedang belajar bersama pamannya 


Sayang sekali Eun Bok disana diperlakukan menjadi budak dia diajak bermain anak-anak kecil bangsawan lain untuk menjadi kuda-kudaan, salah sau anak bangsawan yang paling besar menyuruhnya untuk menjadi kuda-kudaan dari jam 9 sampai jam 10


Eun Bok : baik, tapi bagaimana aku bisa tahu kapan jam 10?
Anak Bangsawan (Hee Jee) : Dasar kau bodoh sekali
Kemudian anak bangsawan tersebut menunjukan jam batu kepada Eun Bok
Anak Bangsawan (Hee Jee) : sekararang jam ini menunjukkan jam 9, satu jam dari sekarang akan menunjukkan jam 10. disini sudah terbaca jelas. masa Kau tidak tau?
Eun Bok : aku tau saat ini pukul ular tapi aku tidak bisa membaca kata-katanya, tolong simpan batu kerikil pada jam 10 sehingga aku tahu.
Anak bangsawan tersebut masih menghina Eun Bok yang masih tdk malu bertanya padanya. (dia menaruh kerikil di atas batu.
Anak Bangsawan (Hee Jee) : ini pukul 10, jadi sekarang bermain lah, dan berlari secepatnya (menjadi kuda).


Eun Bok amat sangat kelelahan dia tidak sadar bahwa waktu telah melewati jam 10, namun anak bangsawan tidak memberitahunya. bahkan anak bangsawan tersebut menyuruhnya lebih cepat lagi menjadi kuda. Sampai Ga Hyun datang bersama tuan Lee (mereka adalah tamu di rumah tersebut) kemudian mengajak anak bangsawan lainnya untuk bermain petak umpet 


Anak Bangsawan (Hee Jee) : Ga Hyun ingin bermain petak umpet 
Anak bangswan tersebut mengajak anak bangsawan kecil lainnya, Eun Bokpun terbebas menjadi kuda dan melihat jam batu tersebut
Eun Bok : ini sudah lewat tanda 10, pantas saja aku sangat begitu lelah dia tidak menepati janjinya


Ketika Eun Bok ingin melempar batu kerikilnya namun ketika ia hendak melempar batunya ia teringat sesuatu tentang  jam batu tetsebut, ia membayangkan perputaran bayangan jam batu tersebut.
Eun Bok : posisi matahari pada saat tengah hari sama, tapi matahari terbit lebih tinggi di musim panas, dan lebih rendah di musim dingin. Sehingga panjang bayangan akan berubah bahkan jika itu pada jam yang sama. Ada sesuatu lain jam ini bisa memberitahu kita.
Dia mempunyai ide dan mengambil alat pahat nya.


Pada saat itu juga terjadi perbincangan antar bangsawan..


Lee : termakasih telah mengijinkanku tinggal di rumahmu
Sung Bae : jangan seperti itu, kau tahu bahwa keluarga kita sudah sangat dekat, sejak jaman kerajaan Goryeo.
Jang : tolong jangan bicarakan kerajaan Goryeo, Tuan Lee dan aku pengikut setia Joseon, itu membuat kami merasa tidak nyaman.
Sung Bae : apa aku membuatmu tidak nyaman?
Lee : tidak, hanya saja bukankah tuan Jang sekarang sudah menjadi seorang Gubernur dan dia sangat setia kepada yang Mulia (Raja), itu bisa saja membuatnya tidak nyaman. (nada Tuan Lee tampak menyindir Tuang Jang sambil tersenyum menatapnya).
Sung Bae : jika yang Mulia di Kaesong tidak ingin mendengar tentang kerajaan Goryeo, dia harus pergi meninggalkan Kaesong. Dia harus memindahkan Ibu kota Hanyang lagi, bukankah kau setuju??
Lee : (tertawa menatap tuan Sung Bae) aku hanya seorang perwira rendahan, jika aku tidak berhak bicara mengenai hal itu.
Jang : posisimu memang tidak penting tapi aku mendengar bahwa kau bisa berbicara secara langsung dengan yang Mulia.
Lee : (tertawa lebih keras) aku mendengar ttg kabar itu juga, aku tidak merasa terganggu dengan kabar tersebut
Tuan Lee menceritakan dia pernah bermain polo dengan yang Mulia (raja).
Sung Bae : apakah kau bisa mengatur pertemuan dengan Sung Hwee dan yang Mulia. 
(Tuan Jang memperingatkan Tuan sung Bae)
Tuan Lee kembali bertanya mengenai keberadaan tuan Jang (Jang Sung Hwee), Sung Bae menjamin keluarganya akan mencari Jang asal Lee mau mensepakati pertemuan tersebut.
Dilain tempat Jang Sung Hwee telah siap untuk pulang..


Ternyata ide yang dibayangkan oleh Eun Bok adalah membuat patung dari semua nama waktu jam yang tertera di jam batu yang dia lihat..


dia juga membuat sebuah bentuk patung kecil Ga Hyun, ketika membuat patung tersebut..
Eun Bok : termakasih Ga Hyun, bagaimana kau tahu aku sudah lelah tadi? Aku akan pingsan jika kau tak mengajak berhenti bermain kuda-kudaan (dia berbicara pada patung kecil yang ia pahat)
Tanpa di sadari Eun Bok, Ga Hyun sedang bersembunyi di bawah rumah yang berada di belakangnya..
Ga Hyun : Hei, Kemarilah di luar sangatlah panas (Ga Hyun mengajak Eun Bok untuk berteduh bersamanya, sekaligus Ga Hyun sedang bersembunyi dari permain petak umpetnya).


Eun Bok kaget melihat Ga Hyun berada dibelakangnya dan memanggilnya, dengan malu ia menghampiri Ga Hyun dan ikut berteduh bersamanya..
Dilain tempat anak bangsawan paling besar mencari-cari Ga Hyun dari permainan petak umpet mereka,
Anak Bangsawan (Hee Jee) : Dimana nyonya Ga Hyun??
Dia bertanya pada anak bangsawan lainnya, namun mereka tidak bisa menemukannya.
Eun Bok masih bersama Ga Hyun, ia memberikan parung kecil mirip Ga Hyun ke padanya
Ga Hyun : kenapa kau memberikan ini padaku? (wajahnya tampak begitu senang).
Eun Bok : Aku membuatkannya untukmu Nyonya Ga Hyun
Ga Hyun : benarkah? Aku memang sangat menginginkannya, bernarkah kau yang membuatnya untukku? Aigooo Ini sangat mirip sekali denganku. Aku akan menyimpannya terimakasih
Eun Bok : (malu dengan senyuman) terimakasih sudah mau menghentikan permainan kuda-kudaannya tadi. Aku sangat lelah, kau sudah menolongku Nyonya Ga Hyun. (tertawa menatap Ga Hyun) 


Ketika mereka sedang asyik berbincang, anak bangsawan mengawasi mereka dan menatapnya, Eun Bok kaget ketika melihat anak bangsawan menemukannya. Anak bangsawan tersebut memanggil Eun Bok dan menunjuk kepada jam batu yang di atasnya terdapat ular yang sudah dipahat Eun Bok. 
Anak Bangsawan (Hee Jee) : apa kau yang melakukan ini?
Eun Bok hanya bisa mengangguk sambil menunduk..
Anak Bangsawan (Hee Jee) : kurang ajar!! Beraninya kau menyentuk milik tuanmu, mendapatkan izin pamanku untuk membuat jam matahari ini sangatlah sulit. 
Ga Hyun : Hee Jee, lihat ini. Bukankah ini mirip denganku? Eun Bok yang membuatnya kenapa kita tidak menyuruh Eun Bok membuat ukiran binatang saja? Di zodiak Cina untuk apa jam matahari ini? (Ga Hyun mencoba membela perbuatan Eun Bok)
Anak Bangsawan (Hee Jee) : Aigoo Nyonya Ga hyun kenapa kita melakukan hal yang tidak berguna ini?
Ga Hyun : ini akan bermanfaat bagi orang yang buta huruf sehingga mereka bisa membaca jam matahari juga.(maksud Ga Hyun adalah seperti Eun Bok yang belum bisa membaca huruf)
Anak Bangsawan (Hee Jee) : Eun Bok akan menjadi budak di pengadilan (disana). Dia hanya perlu melakukan apa yang diperintahkan. Kenapa dia harus mengetahui mengenai waktu?
Ga Hyun : menurutku ini bagus bukan hanya Eun Bok, jika banyak orang yang bisa menggunakan jam matahari buatanmu. Adikmu juhga belum bisa baca kan? Dia pasti sangat senang jika bisa menggunakan jam matahari ini. 
Anak Bangsawan (Hee Jee) hanya bisa diam, kemudian ian membiarkan Eun Bok memahat lebih banyak lagi patung hewan untuk jam batu tersebut, dan meninggalkan Eun Bok sendiri.


Eun Bok akhirnya mahat sendirian dengan begitu senang ketika sedang asyiik memahat Hee Jee, Ga Hyun, dan anak bangsawan lainnyapun menghampirinya..
Eun Bok : tunggu sebentar yaa, aku akan mencarikan teman untukmu. Maka kau tidak akan merasa bosan lagi (Eun Bok berbicara pada pahatannya).
Anak Bangsawan lainnya : wooh hebat sekalii..
Hee Jee : mengapa mereka begitu banyak?, kenapa kau mebuat 4 ular?
Eun Bok : yaa, aku melihat bayangan matahari dan keluarlah ide tersebut. Jam matahari ini kau buat untuk memberitahu waktu sesuai dengan arah bayangan matahari, aku sudah mengamati bayangan matahari selama beberapa tahun, panjang bayangan berubah menurut musim. Sekarang sedang musim dingin dan lebih pendek di musim panas padahal itu adalah pada waktu jam yang sama. 


Eun Bok : jika kita menambahkan ukiran tambahan ini untuk bayangan terpanjang, terpendek dan di tengah-tengah...
Ga Hyun : maka ini akan memberitahukan pada kita mengenai musim! (Ga hyun memotong penjelasan Eun Bok dengan semangat)
Eun Bok : yaa Nyonya Ga Hyun, itu benar.
Ga Hyun : waah aigoo Eun Bok, ide yang bagus bagaimana kau punya ide seperti itu?
EunBok : (tersenyum bahagia) Hee Jee kau senang kan?
Hee Jee menatap Eun bok dengan tidak suka dan kebencian 


Hee Jee merasa tersindir dengan ide brilian Eun Bok, ia mendorong kepala Eun Bok dengan tangannya, ia hanya diam maraah sambil melempari ukiran patung pahatan Eun Bok kemudian menginjaknya sampai hancur..
Hee Jee : (nada emosi) apa yang harus kulakukan dengan panjang bayangan? Kenapa kau melakukan sesuatu yang belum diperintahkan!!!!


Eun Bok : (memohon) maafkan aku, aku hanya ingin menyempurnakan jam matahari ini, agar bermanfaat bagi banyak orang. Seandainya aku tahu bahwa itu akan membuatmu marah aku tidak akan menambahkan ukurannya, pukul saja aku jika itu yang kau inginkan. Tolong jangan merusak ukiran binatang ini..
Hee Jee : ukiran ini tidak berguna (Hee Jee masih tetap marah ia malah terus melempar uliran lainya ke tanah dan menginkanya terus-terusan)
Eun Bok berusaha memohon kepada Hee Jee bahkan ian bersujud kepada kakinya untuk menghentikan perbuatannya.. 


Hee Jee terjatuh ke tanah, Eun Bok kaget permohonan sujudnya malah membuat Hee Jee terjatuh ke tanah ia benar-benar tidak sengaja ia hanya berusaha menghentikan Hee Jee.
Hee Jee berfikir ian punya ide untuk membuat Eun Bok menderita.. ia tersenyum
Hee Jee : Pelayaaaan!! Pelayaaan!! Seorang budak menentang yang Mulia!! Pelayaaan!! 
Pelayan : apa yang sedang terjadi (sambil menghampiri Hee Jee yang berpura-pura masih terjatuh)
Seluruh isi rumah menghampiri mereka termasuk tuan Jang, Sung Bae dan tamu mereka Lee 
Dilain tempat..
Jang Sung Hwee telah pulang setelah 10 tahunnya, ibu En Bok melihatnya dan langsung menghampiri tuannya tersebut 


Ibu Eun Bok : Tuanku!! Tuanku!!
Jang Sung Hwee  berhenti dan membalikan badan, ia begitu kaget melihat seseorang yang telah memanggilnya adalaah..
Jang Sung Hwee : Eun Wol!!
Ibu Eun Bok : Tuangku.. tuanku.. (ia menangis sambil terjatuh ke tanah)  Akhirnya kau disini tuanku.. 
Jang Sung Hwee : kenapaa..? apa yang sedang kau lakukan disini? 
Ibu Eun Bok menceritakan semuanya kepad Jang Sung Hwee mengenai putranya Eun Bok.. dan ternyatata...

Di tempat Eun Bok.. 
Eun Bok dihukum oleh tuannya, ia dimasukan kedalam karpet keras dan diputar sampai ke ujung menutupi badannya..


Sung Bae : dia harus diberi pelajaraan! Mengalahkan dia sulit, agar dia bahwa dia tidak akan berani lagi melawan yang Mulia.
Pelayan : Ya Tuanku.. aku akan mengajarinya 


Satu pelayang memegangi karpet yang didalamnya berada Eun Bok, dan 2 pelayan lainnya mempukuli karpet tersebut dengan tongkat kayu yang sangat besar, kasian Eun Bok tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa meringis menahan sakitnya pukulan-pukulan dari pelayan lain.


Hee Jee tersenyum melihat hukuman yang diberikan pamannya kepad Eun Bok, dia merasa begitu menang terhadap Eun Bok.
Lee : (membujuk) Tuanku..
 Sung Bae : kau seorang tamu, diamlah..
Ketika masa hukuman sedang dilaksanakan Jang Sung Hwee datang bersama Ibunya Eun Bok 
Lee : Sung Hwee..?? (kaget melihat Sung Hwee telah pulang)
Sung Bae dan Jang menatapnya kaget.. 


Ibu Eun Bok : Eun.. Eun Bok.... (kaget menghampiri Eun Bok) Eun Bok Eun Bok (ibunya membuka karpet gulungan tersebut dan menyelamatkan Eun Bok yang sudah begitu kesakitan)


Ibu Eun Bok terus memanggil nama anaknya sambil menangis..
Ibu Eun Bok : Anak ku yang malang.. anakku..
Jang Sung Hwee kesal menatap semua orang termasuk keluarga Jang lainnya..
Ibu Eun Bok : (memeluk anaknya) Eun Bok, Eun Bok ayahmu.. ayahmu ada disini..
Jang Sung Hwee menatap Eun Bok, ternyata Eun Bok adalah anaknya selama ini. Ian belum pernah bertemu dengan Eun Bok sama sekali bahkan ia tidak tahu ia mempunyai anak dari Eun Wol..
Eun Bok mulai sadar ia menatap Jang Sung Hwee dengan senyuman sambil menahan sakit di tubuhnya..


Di Rumah..
Jan Sung Hwee : mungkin dia memang sudah keterlaluan, tapi kau tidak bisa menghukumnya seperti itu. (menatap Sung Bae)
Jang : dia layak menerimanya, kalau tidak ian akan melawan para bangsawan. Jika dia sudah dewasa, ia akan menjadi gangguan.
Jang Sung Hwee : jika dia memiliki alasan yang kuat, maka dia akan melawan yang Mulia.
Jang : kenapa kau bisa berfikir seperti itu?
Sung Bae : sudahlah.. kita baru saja bertemu setelah berpisah selama 10 tahun. Janganlah kita merebutkan seorang anak yang terlahir dari seorang gisaeng, sekarang kau sudah kembali. Beritahu mereka suruh mereka pergi dari sini. Bersikaplah tegas!
Jang Sung Bae : dia tidak akan mengatakannya kecuali dia percaya.
Sung Bae : Apa!!
Jang : kau menghabiskan satu malam dengannya. Eun Wol (Ibu Eun Bok) memanfaatkan kecantikannya agar terkenal. Kenapa kau bisa yakin bahwa dia adalah anakmu?
Jang Sung Hwee : jangalah cara bisacaramu!!(ia mulai emosi)
Jang : kau yang harus berhati-hati, cobalah untuk tidak menyebabkan perselisihan dalam keluarga.
Jang Sung Hwee : (menatap Jung) apa maksudmu??!
Jang : apa kau pikir aku tidak tahu jika kau bertemu dengan rakyat dari pemerintahan terdahulu kan?
  

Jang Sung Hwee : aku hanya menyuarakan pendapatmu bahwa Lee Seong Gye dan Lee Bang Won ingin merebut tanta, tidak pernah ku katakan apapun untuk melemahkan dukungamu untuk keluarga Lee. Jangan menilai pandangan pribadiku (nada ketus).


Jang : Kau tidak bisa berpura-pura posisimu karena kekuasaanku. Kita punya budak yang menegaskan dia memiliki darah keluarga Jang, dan kau pergi dan katakan apapun yang kau inginkan.... (nada lebih emosi)
Jang Sung Hwee : aku!!(memotong pembicaraan Jang) melihat lidahmu.
Tuan Jang marah ia langsung berdiri, ia berkata sambil menunjuk Jang Sung Hwee..
Jang : kenapa aku harus melihat apa yang aku katakan ketika aku membalasnya.. kau bilang apa!!!(Berteriak)... SELANJUTNYA || SINOPSIS Jang Yeong Sil Episode 1 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »