SINOPSIS Jang Yeong Sil Episode 1 PART 2

1/23/2016
Part II


Ditengah perdebatan Jang dan Jang Sung Hwee, Eun Wol memanggil tuannya Jang Sung Hwee..
Eun Wol (Ibu Eun Bok) : Tuanku.. Tuanku apakah kau memanggil kami?
Jang Sung Hwee menemui mereka bertiga berada di suatu ruangan Jang Sung Hwee (Eun Bok, Wun Wol, Jang Sung Hwee)..
Eun Bok berlutut menghorhmati Jang Sung Hwee yang ternyata adalah ayah biologisnya selama ini.. mereka duduk bertiga sambil berhadapan
Jang Sung Hwee: Siapa namamu? (bertanya menatap Eun Bok)
Eun Bok : Eun Bok.. Tuanku.

Eun Wol: aku yang memberi nama itu, berarti berkat Eun Wol itulah artinya..
Jang Sung Hwee: mulai sekarang kau bernama Yeong Sil, Jang Yeong Sil.. apa kau bisa menulis? (menghela napas menatap Eun Bok)
Eun Bok: tidak, tuanku..
Eun Wol: maafkan Tuanku..
Jang Sung Hwee: kau tidak bisa tahu apa yang pernah kau pelajari..
Eun Wol: Eun Bok, tidaak.. Yeong Sil ayoo berterimakasih padanya..
Eun Bok: terimakasih sudah memberiku nama, Tuanku..
Setelah sedikit berbincang, mereka berdua Jang Sung Hwee dan anaknya Jang Yeong Sil (eun bok yang telah berganti nama) makan siang hasil buatan ibunya Eun Wol.. ditengah mereka makan..

Ketika Yeong Sil dan Sung Hwee menikmati semangkok bihun kulit wajah mereka berubah bintik kecoklatan, yang tampak membuat mereka gatal menggaruknya.. mereka terus menggaruknya sampai kesakitan dan memerah..


Eun Wol: aku memasak semuanya dengan hati-hati.. aku tidak tahu apa yang menyebabkan begini..
Yeong Sil hanya tersenyum melihat ayahnyapun sama mengalami alergi seperti dia..
Jang Sung Hwee: apakah kau menambahkan akar angelica? 
Eun Wol: bagaimana kau tahu? Mie ini terbuat dari tepung langka, jadi aku menambahkan beberapa akar angelica sebagai penambah rasa..
Sung Hwee dan Yeong Sil masih saja terus menggaruk wajah mereka, ternyata mereka berdua sama-sama mempunyai alergi terhadap bumbu akar angelica. Ini menambah keyakinan Jang Sung Hwee bahwa Yeong Sil (Eun Bok) adalah anak kandungnya selama ini.. Sung Hwee menapat Yeong Sil yang sama-sama masih menggaruk wajahnya..
Jang Sung Hwee: aku alergi terhadap akar angelica, jadii Yeong Sil..
Yeong Sil tertawa menatap ayahnya..
Eun Wol menatap mereka berdua, kemudian tersedu menangis..
Eun Wol: Ibumu (Jang Sung Hwee) bilang tidak mirip denganmu, aku bisa langsung tahu bahwa dia melakukannya tapii dia tidak setuju.. heu heu heu (masih menangis terisak) dia (Yeong Sil) adalah tenang.. dan sangat bijaksana. Ketika diberi pertanyaan ian menjawabnya dengan hati-hati.. dia sama sekali tidak sepertiku, seorang budak yang bodoh.. dia Yeong Sil mengingatkanmu padamu.. (sambil tersenyum menatap Sung Hwee)..
Eun Wol: sekarang aku mengerti kenapa orang bilang.. apel tidak jatuh jauh dari pohonnya. 
Sung Hwee menampakkan wajah bingung kepada Yeong Sil..
Jang Yeong Sil: bagaimana menurutmu? Yeong Sil.. apa kau mirip dengankku? (masih menggaruk wajahnya)
Yeong Sil hanya tersenyum menatap ayahnya dan masih  menggaruki wajahnya..
Eun Wol: Bintang.. mirip denganmu, dia suka melihat bintang-bintang..
Jang sung Hwee: apa?dia? (tampak kaget) apa kau ingin melihat bintang-bintang?
Yeong Sil: yaa (tersenyum bahagia) aku suka semua.. yang ada dilangit. 
Jang Sung Hwee: apa? Kau? Kau sangat mirip denganku!(tertawa)
Jang Sung Hwee sangat semakin yakin bahwa Jang Yeong Sil benar-benar darah dagingnya sendiri. Jang Yeong Sil ikut tertawa bersama ayahnya.. Eun Wol menatap berdua tampak terharu bahagia.
Lain waktu..
Setelah makan Jang Sung Hwee pergi didampingi Lee melihat-lihat suasana rumah..
Lee : kau kesini untuk melihat gerhana matahari? Bukahkan kau kesini untuk mendoakan leluhur keluarga kami?
Gerhana Matahari = Bulan menghalangi Matahari
Lee: ketika kantor Astrologi mengumumunkan gerhana matahari 3 bulan lalu, raja bilang bahwa.. jika kau masih ada disini, dia mau berdiskusi denganmu..
Kerajaan mengadakan upacara karena mereka percaya bahwa gerhana matahari berarti jahat. 
Jang Sung Hwee masih menatap lamunannya, iya hanya menganggukan kepala..
Lee: istana akan sibuk mempersiapkan upacara itu raja mengeluarkan banyak uang untuk upacara tersebut..
Jang Sung Hwee: kenapa istana harus melaksanakan upacara tersebut? Ini upaca pertama sejak ia menjadi seorang raja.. dia akan melaksanakan seperti yang ia rencanakan, jika dia bisa meyakinkan orang-orang.. bahwa dia tidak bermaksud membunuh suadara-saudaranya agar menjadi raja.. heem (tersenyum menyindir)
Lee: kenapa kau berkata seperti itu? Seharusnya kau tidak berbicara seperti itu.. 
Jang Sung Hwee: maafkan aku tapii.. Gerhana Matahari tidak akan terlihat dari istana.. karena raja hanya diam dikediamannya.
Lee: apa maksudmu?? (kaget menatap Sung Hwee)


Di tempat lain.. di sebuah kerajaan..
Tahun 1399, kantor Astrologi mengatakan bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk menghindari pertanda jahat yang akan datang. Raja Jeongjong melakukan dengar pendapat dengan para bawahannya.. dan memindahkan ibukota ke Kaesong Pada bula November 1400, Raja Jeongjon turun tahta, dan Raja Taejong duduk di tahta Kaesong. 
Pelayan: Yang Mulia Raja telah tiba!!..
Raja Taejong: lanjutkan saja, aku bilang lanjutkan saja (sambil jalan di podium menatap pelayan-pelayan yang sedang mempersiapkan upacara besok)
Pelayan-pelayan: Ya Baginda..
Raja Taejong melihat-lihat suasana persiapan upacara, dan menatap langit.. 
Raja Taeong: kenapa kepala astrologi belum datang? 
Kepala Pelayan: saya sudah memanggilnya, dia akan segera tiba.
Raja Taejong menatap kepala Pelayan dan mengisyaratkan tangannya kemari.
Raja Taejong: ayoo.. naiklah. Ada apa? Kau seperti seorang pengantin, (Raja Taejong menyindirnya dengan candaan)
Kepala Pelayan: yang Mulia sesuai dengan yang anda perintahkan.
Raja Taejong: jangan mencoba untuk berbasa-basi di depanku.
Kepala Pelayan: Yang Mulia, jangan mengatakan seperti itu.
Raja Taejong sedikit kesal dengan kepala pelayan yang tidak mau naik ke podium, akhirnya Raja taejong turun dan menghampiri Kepala pelayan tsb. Raja merangkul Kepala Pelayan dan mengajaknya berbicara ke pinggir bawah podium, dan berbicara berbisik meminta bantuan padanya. Kepala Pelayan hanya terlihat mengangguk angguk saja.. setelah berbincang pelan, Raja tampak menundukan sedikit kepalanya tanda memohon bantuan tersebut. Kepala pelayan tampak bingung dan menunduk. Raja Taejong menatap seseorang yang baru datang dan sedikit terburu-buru ke tempat persiapan peringatan upacara. Dia adalah Yu Taek Sang..
Yu Taek Sang: Yang Mulia, apa yang anda inginkan dari hamba? 
Raja Taejong: Aku mendengar bahwa kau bekerja di kantor Astrologi.. sejak pemerintahan terdahulu. 
Yu Taek Sang: ya, yang Mulia.. setelah ayahhanda berkuasa, beliau mau menerima apa saja yang saya tawarkan, dan beliau dihormati dan melayani keluarga hamba. 
Raja Taejong: kau menyadari bahwa.. Gerhana matahari ini dan Upacara ini adalah baru pertamakali di kepemerintahanku dan karena sebab itu upacara ini sangatlah penting.
Yu Taek Sang: Ya, Yang Mulia.. setiap orang dari kantor Astrologi bekerja keras untuk memastikan bahwa.. Upacara tersebut akan berjalan dengan lancar. 
Raja Taejong: Upacara ini adalah tentang menyelamatkan matahari dari bulan, suatu gerhana matahari disebabkan oleh kelemahan seorang raja. Aku akan menyiapkan upacara dengan segenap hatiku, aku akan memohon pengampunan atas dosa-dosaku di masa lalu.. daan memulai semuanya dari awal. (Jelas sang Raja kepada kepala Astrologi tersebut).


Pelayan & Yu Taek Sang: Yang Mulia..
Sang raja sangat berharap kelancaran upacara gerhana matahari tersebut terhadap seluruh bawahannya..
Raja Taejong: apa kau yakin  jika gerhana matahari akan terjadi besok?
Yu Taek Sang: ya Yang Mulia.. anak buah hamba sudah menghitung waktunya dan sebaik-baiknya.. kami tidak pernah meleset. Gerhana Matahari akan terjadi pada waktunya kami akan mengumumkannya.
Raja Taejong: Jam 10:30.. itu yang kau sampaikan padaku.. 
Yu Taek Sang: ya Yang Mulia! Menurut kalender Astrologi cina pasti akan tejadi Gerana Matahari, kami harus menghitung mengenai waktu dan lokasinya. Atas perintah Anda kami membuat perhitungan beberapa kali.
Raja Taejong: baiklah kau sudah melakukan pekerjaan dengan sangat baik..(tersenyum kepada kepala Astrologi)
Pelayan: Ya Yang Mulia, setiap kantor Polisi dan Kantor daerah tidak akan ada acara menari ataupun bermain musik, dari subuh sampai akhir acara diumumkan. Sebaliknya mereka akan berdoa agar upacara diadakan sebagai suatu penghormatan.. 
Raja Taejong mengangguk sambil tersenyum pada Kepala Pelayan, lalu ia menatap langit di balik penggunangan..Yu Taek Sang hanya bisa menunduk, dan menatap Raja Taejong dengan perasaan khawatir.


Di Kantor Astrologi..
2 prtugas teruburu-buru mengikuti satu teman petugasnya dan kemudian menunjukan suatu keganjalan pada buku..
Petugas Kantor 1: apa maksudmu? Apa perhitungan kita salah?(dengan wajah kaget)
Petugas Kantor 2: aku menemukan buku ini, buku ini berisi.. (tak sempat menjelaskan detail, petugas lain memotong pembicaraannya)
Petugas Kantor 1: *bahasa lain* (yang menujukan ketidak percayaan kepada petugas 1)
Petugas kantor 3: sudahlah.. biarkan dia menjelaskannya dulu. 
Petugas Kantor 1: ini ditulis oleh jang Sung Hwee.. di zaman dinasti Goryeo.
Petugas Kantor 2: apa?(sangat-sangat kaget)
Petugas Kantor 1: aku slalu menghormatinya daan.. 
Petugas Kantor 3: diamlah dan dengarkan saja.. apa kau mau bilang terjadinya gerhana matahari punya waktu yang berbeda?? 
Petugas Kantor 1: bukan hanya mengenai waktu sajaa (saling menatap dan mulai berfikir)
Petugas 2: jika itu bukan mengenai waktuuu.. lalu apaa?(melotot seolah menemukan jawaban yang kaget dan menatap petugas 1) haaah, ituuu tidak mungkiin.. 
Petugas 1: (terbata-bata menatap pertugas 2) yaa mu mungkin tidak akan terjadinya gerhana matahari sama sekali..
Petugas 2: apa kau ingin kita semua mati?!!aku sudah melaporkan bahwa akan ada terjadi gerhana matahari paertama sejak pemerintahan raja kita ini. Upacara tersebut memegang peranan pentingnya sebagai suatu pengesahan, jika tidak terjadi gerhana matahari, bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkan laporanku??


Ketika Petugas 2 masih tetap panjang lebar menjelaskannya pada petugas satu dengan rasa takut, petugas 3 hanya melamun dan berfikir tentang sesuatu.. setelah petugas 2 berhenti berbicara petugas 3 merebut buku yang sedang dipegang petugas 1 dan membuka isi buku tersebut dengan tergesa-gesa. Ketika salah satu halaman ditemukan iapun meyobeknya dan membuangnya..
Petugas 3: siapa lagi yang tahu tentang hal ini? 
Petugas 1: apa lagi yang perlu kujelaskan lagi? Kalian berdua harus percaya padaku..
Petugas 2: haruskah kita menyarankan agar membatalkan upacara tersebut? (tampak yang lebih ketakutan sambil menatap petugas 3)
Petugas 3: berbicaralah..
Petugas 2: apa kau ingin agar kita harus membiarkan raja berdiri di podium? Dan itu bisa menjadi aib baginya, iy kaan? 
Petugas 3: bagaimana jika kita membatalkan upacara.. dan gerhana matahari terjadi??
Petugas 2 tampak lebih sangat kaget, begitupun petugas 1 kemudian menunduk ketakuta..
Petugas 2: itu akan menjadi lebih buruk lagii.. kita sepeti berhadapan dengan buah simalakama. Lalu bagaimana?
Ketika petugas 2 masih tampak dengan wajah kagek dan rasa takutnya petugas 3 masih berfikir dan melamunkan sesuatu seperti ada sebuah rencana rahasia.. 


Dilain tempat dan waktu
Petugas 3 menghadap ke Kepala Astrologi ia membisikan sesuatu mengeenai kejadian yang barusan ia ketahui, dan tampak tersenyum berbeda.. 
Kepala Astrologi: dia akan terlihat seperti orang bodoh, iya kan? (tertawa kecil)
Mereka berdua terlihat merencanakan sesuatu yang tidak sepaham dengan ketakutan petugas lain, justru mereka berdua tamak lebih tenang dan senang..
Kepala Astrologi: itu cukup menarik.. 
Petugas 3 : aku siap diasingkan jika aku salah, tapi apa kau percaya mengenai perhitungan Jang Sung Hwee ini..? bisakah perhitungannya tepat?
Kepala Astrologi: karena dia Jang Sung Hwee..ketika jaman Goryeo dulu dia hampir tidak salah mengitung tentang kapan terjadinya gerhana matahari.. (tertawa kecil)

Dilain Tempat di Rumah Kepala Pelayan
Kepala Pelayan (Hwang Hui) tampak sibuk memprsiapkan upacara besok.. dia sedang menulis hal-hal penting di tengah tulisannya ia mengingat kejadian ketika Raja Taejong membisikan permohonan sesuatu padanya..


Flashback..
Raja Taejong: aku tahu bahwa orang-orang membicarakanku, mereka berkata “Dia membunuh saudara-saudaranya agar menjadi Raja, dia menggulingkan ayahnya”
Hwang Hui:  Yang Mulia..
Raja masih merangkul Kepala Pelayan (Hwang Hui), dia melanjutkan ceritanyaa..
Raja Taejong: jika kau berada diposisiku..
Hwang Hui: hamba percaya karena anda tidak punya pilihan lain.. anda berada dalam posisi sulit untuk membuat keputusan, terutama untuk kesejahteraan istana.
Raja Taejong: aku melakukannya untuk bertahan hidup 
Hwang Hui tampak kaget namun tak begitu terlihat sang Raja, ia hanya menunduk mendengar penjelasan sang Raja..
Raja taejong: aku hanya tidak ingin mati, selama saudaraku masih hidup Jeong Do Jeon tidak akan membiarkanku hidup. Aku hanya bisa melindungi orang-orangku ketika aku masih hidup (meyakinkan Hwang Hui)
Hwang Hui: Yang Mulia.. 
Raja Taejong: pada upacara besok aku akan meminta ampunan atas semua dosa-dosaku. Ayo, kita tunjukkan kepada semua orang.. apa arti upacara tersebut. Aku akan menunjukan kepada mereka bahwa tuhan telah memaafkanku, dan tuhan memberiku takdir yang baru. Ayo, kita tunjukan kepada mereka.. (Jelas raja)
Hwang Hui: ya, yang Mulia. Itu akan terjadi seperti yang anda inginkan..
Raja Taejong: itulah alsannya.. (raja kemudian menunduk memohon bantuan kepada kepala pelayan)

Kembali ke waktu kini..
 Hwang Hui menghela nafas mengingat peintah Raja Taejong,, kemudian ia melanjutkan tulisannya. Sambil menulis ia mmengingat-ingat jelas ucapan Raja.
“kau menyadari apa yang sudah kulalui, kau juga tahu betapa aku mencintai istana dan pengikutku. Tulis semuanya dengan jelas dan bacakan sebelum upacara dilaksanakan. Dibandingkan dosaku kepada tuhan dan dunia ini.. Tolong lakukan ini untukku” suara Raja teringat Hwang Hui..

Ditempat lain, kediaman keluarga Jang..


Jang Sung Hwee masih bersama dengan tamunya yaitu tuan Lee, mereka sedang asyik duduk menikmati suasana siang dengan nuansa pantai dilantai atas, Lee mengutak atik buku yang ia pegang sedangkan Jang Sung Hwee sedang menikmati secangkir tehnya.. seletah memeriksa buku Lee menghela nafas menampakkan wajah tidak percaya.,
Lee: ini sangat sulit dimengerti olehku, ini membuatku pusing (mengger buku diatas meja kepada Jang Sung Hwee)
Jang Sung Hwee hanya tertawa..
Lee: perhitungan ini sangat sulit dipahami.. bisakah kau tak melakukan kesalahan?
Jang Sung Hwee: Yaa.. tapii menurut perhitunganku gerhana matahari itu hampir tidak terlihat dari Dongrae-hyun. Jika kau pergi ke pulau jeju maka kau akan bisa melihat gerhana matahari..
Lee: kami percaya perhitunganmu sudah benar, lalu kenapa kantor Astrologi menyimpulkan bahwa gerhana matahari akan terlihat jelas di Kaesong?
Jang Sung Hwee: karena mereka salah perhitungan mengenai garis lintang Kaesong, aku takut tidak ada yang bisa menghitung garis lintang dengan tepat didunia ini. 
Lee kagek kemudian ia membayangkan perhitungannya sambil berfikir dalam benaknya..
“mungkinkan untuk mengamati gerhana matahari tergantung pada garis lintang?” ia masih terlihat bingung..
Jang Sung Hwee: aku tahu.. kau berharap aku salah perhitungan..
Lee: Yaa.. aku ingin kau salah, Raja sudah mempersiapkan ini. Kami menginginkan untuk bisa melihat gerhana matahari di Kaesong sementara yang kau butuhkan adalah tontonan kecil di Dongrae-Hyun. Demikian kau dan kantor Astrologi akan puas
Jang Sung Hwee sedikit kaget dengan apa yang di katakan Lee padanya ia kemudian tersenyum dan meminum tehnya.
Lee: ayoo, besok kita ke gunung Geumjungsan, kita berdoa disana..
Jang Sung Hwee: (tertawa keras) itu seperti lelucon.. 
Lee: (kaget dan meyakinkan) aku tidak bercanda.. aku hanya mau bertanya saja apa kau punya alasan kenapa gerhana matahari akan terjadi disini?kau bilang tidak akan terjadi gerhana matahari total. 
Jang Sung Hwee: ini akan menjadi gerhana matahari terakhir, aku pernah melihatnya.. 
Ditengah perbincangan Lee dan Jang Sung Hwee, Tuan Jang (kakak Jang Sung Hwee) datang dengan wajah sangat seius..
Jang: aku sudah datang.. aku memperingatkanmu, ini seperti mimpi. Kau membawa anak Gisaeng itu di upacara leluhur kami. (menatap Jang Sung Hwee kesal)
Lee:  kenapa kau membicarakan hal itu? 
Jang Sung Hwee hanya diam dan menatap kakaknya tsb..

Di upacara leluhur kediaman keluarga Jang..
Semua orang telah berkumpul dan siap mengikuti upaca tersebut, namu Jang Sung Hwee dan putranya Jang Yeong Sil (Eun Bok) kemudian ibunya (Eun Wol) baru datang, mereka dapat tatapan aneh dari semua orang.. 


Pelayan-pelayan: apa ada yang salah?? (berbisik-bisik)
Jang kaget, kemudia menghampiri mereka, ibu Jang ingin menahannya namun apa dayaa.. Jang menghentikan jalan Jang Sung Hwee dan anaknya..
Jang: jika kau memaksa membawa anak ini.. aku tidak akan membiarkanmu berada disini..
Jang Sung Hwee tidak menghiraukan ucapan kakaknya ia tetap ingin melaksanakan upacaranya.. 
Jang: Sung Hwee (menghalangi jalan mereka)
Sung Bae: minggirlah.. (menatap Jang)
Jang Sung Hwee menepis tangan Jang yang menghalanginya ian tetap menuntun anaknya yeong Sil.. Jang sung Hwee mnyuruh anaknya berdiri di pinggir anak bangsawan lainnya dan kebetulan ia berada tepat di pinggir Hee Jee. Hee Jee tampak terlihat jelas tidak suka pada Yeong Sil ia bersingkap angkuh padanya. Eun wol (Ibu Yeong Sil) tampak haru melihat putranya, ia melihat bersama jajaran pelayan lainnya..
Upacar pun dimulai..


Dalam Hati Eun woll: “Bulan yang agung, bintang yang agung dan matahari yang tidur.. Terimakasih jika anakku menghindari sebutan anak budak selama dia.. tak bekerja sebagai budak di pengadilan sipil.. maka, aku akan bisa mati bahagia sekarang..”
Jang Sung Hwee menatap Yeong Sil dengan senyuman begitupun Yeong Sil ia tampak begitu bahagia..

Setelah upaca leluhur, di ruangan Jang Sung hwee..
Jang Sung Hwee memprlihatkan gambar letak bintang-bintang pada Yeong Sil, Yeong Sil sangat terkagum..”waaah”
Jang Sung Hwee: jauh sebelum Goryeo adaa.. sudah ada goguryeo (zaman kerajaan) terlebih dahulu. Pada saai itu di benteng Pyeongyang, dimana ada lempengan batu.. ada gambar bintang yang dipahat, dan inii salinan ukiran itu. Bintang ini sudah berusia lebih dari 1000 tahun..
Yeong Sil lebih terpukau mendengar penjelasan ayahnya..
Yeong Sil: kemudian yang ini.. bintang yang berusia 1000 tahun yang di langit di atas benteng Pyeongyang kan?
Sung Hwee mengangguk tersenyum..
Yeong Sil: woooow..


Diluar ruangan Hee Jee sedang melamu dan mendengar pembicaraan mereka..
Jang Sung Hwee: sayangnya.. ukirannya.. jatuh ke sungai daehong dan hilang. 
Yeong Sil: sayang sekali..
Hee Jee diluar tampak murung dan menunduk seolah begitu iri melihat kedekatan ayah anak didalam ruangan tersebut..
Jang Sung Hwee menutup kembali gambar letak bintang tersebut, daaan.. menyerahkannya pada Yeong Sil..
Jang Sung Hwee: sekarang ini milimu (tersenyum)
Yeong Sil: Apaa??
Sung Hwee: aku senang.. kau menyukai bintang 
Yeong Sil: tuanku.. Terimakasiih!! Terimakasih banyak tuangku.. (sangat senang)
Sung Hwee meletakkan kotak didepannya dan mengeluarkan semua isinya.. daan ternyata kotak tersebut berisi buku-buku dari kantor astrologi.
Sung Hwee: ini buku di tempak aku bekerja dulu.. Kantor Astrologi. Buku-buku ini sulit ditulis tangan oleh penulis aslinya. Dengan buku ini kau bisa belakjar membacanya..
Yeong Sil sangat senang ini mengluarkan seluruh buku yang ada dikotak tersebut.. ia membuka seluruh buku tersebut dan melihat-lihat sedikit didalamnya.. seluruh bentuk tulisannya cepat terbayang dibayang Yeong Sil. Sung Hwee sangat bangga melihat anaknya memiliki hobi yang sangat sama dengannya.. semua buku Yeon Sil lihat bentuk tulisannya. Setelah semua buku dia lihat-lihat akhirnya dia memisahkan 2 buku dari buku yang lain..
Sung Hwee: kenapa kau memisahkan kedua buku ini? 
Yeong Sil: karena aku pikir buku ini ditulis oleh penulis yang sama.
Sung Hwee: kenapa kau bisa tahu? Kau tidak bisa membecakan? (kagek tidak menyangka)
Yeong Sil: aku mungkin tidak bisa membaca, tapi aku tahu dari cara penulisannya.. (Yeong Sil menujukkan salah 2 buku tsb)
Yeong Sil: ini.. gaya tulisannya sama ke bawah, dan disini lekukannya sama..
Sung Hwee kagek tak menyangka ia mentap anaknya..


Yeong Sil: apa aku mengatakan sesuatu yang salaaah..?(berubah ekspresi)
Sung Hwee: tidaaak.. kau benar 
Yeong Sil: apaa?apaa aku benar?
Sung Hwee: kau punya mata yang bisa melihat dan menngingat suatu bentuk, itu suatu bakaaat yang luar biasa.. 
Yeong Sil tersenyum. Sung Hwee menutup kedua buku tersebut..
Sung Hwee: ke 2 buku ini.. ditulis oleh temanku. Sekarang kami tidak bisa lagi bertemu.
Yeong Sil: apaaa.. dia sudah meninggal?
Sung Hwee: tidaak jugaa..
Jang Sung Hwee mengingat ketika dulu zaman Goryeo..


Flashback Tahun 1387...
Jang Sung hwee sedang duduk bersama kawan lamanya di jama Goryeo.. kawan Sung Hwee terlihat seperti Raja Taejong..
Jang Sung Hwee: semua bangsawan Goryeo, tidak peduli terhadap apa yang kau lakukan. Cintamu pada mereka seperti cinta seorang pemuda terhadap kekasihnya.. 
Kawan Sung Hwee (Raja Taejong): ha.. haa.. haa. (tertawa)

Di tempat lain, di tempat persiapan upacara..
Tengah malah, Raja Taejong bersama pengawal lainnya berada di lapangan. Ketika Raja Taejong menatap lagit, anak-anaknya datang bersama pengasun dan pelayan..
Raja Taejong: kenapa kau tak mengajak mereka tidur?
Pengasuh: pangeran memaksa, pangeran membawa sesuatu tuk diserahkan kepada anda. Mereka keras Kepala dan hamba tidak punya pilihan selain menurutinya, Yang Mulia. 
Raja Taejong: apa kau membawa sesuatu untukku?
Pangeran 1: Ya, Ayahanda.. (Sambil menmegang panci besar)
Raja Taejong membuka panci besar tersebut, di dalamnya terdapat kue Bulan..
Raja Taejong: ini kue Bulan, kan?
Pangeran 1: Ya, ayahanda.. ini kue bulan. Hamba ingin kau berdoa pada bulan agar gerhana matahari bisa terjadi seperti yang ayahanda inginkan, sehingga acara upacara yang sudah anda persiapkan bisa berjalan dengan lancar. 
Raja Taejong: kenapa aku harus berdoa’a dengan kue bulan? Setiap doa harus dikatakan ke bulan.. kau benar.. (tersenyum mengerti) pada saat bulan terakhir. Apa karena hal itu? Kau mebawa kue bulan ini padaku? 
Keduapangeran: Yaa
Pengasuh membawa panci yang dipegang pangeran..
Raja Taejong: dari mana kau mendapat ide tersebut? Itu ide siapa?
Pangeran 1: itu bukan ideku.. itu ide adikku ini
Raja Tejong: benarkah??
Pangeran 2: iya ayahanda..
Raja Taejong: lalu kenapa kau mengajak saudaraku untuk menemuiku?


Pangeran 2: keinginan ayahanda adalah keinginan kakakku juga.. kakakku akan segera menjadi putra mahkota.. dan akan mengikuti jejakmu.
Raja Tejong terkesima mendengar perkataan pangeran ke 2, Raja tersenyum dan menunduk menghadap anak-anaknya.
Raja Taejong: pangeran.. kau benar, kakakmu akan segera diberi gelar putra mahkota, dan akan menjadi Raja selanjutnya.. setelah dia menjadi putra mahkota, kau harus selalu mencintainya seperti sekarang. Ketika dia menjadi raja kau harus melayaninya sepenuh hati, apa kau mengerti??
Sang adik (pangeran 2) menatap kakaknya 
Pangeran 2: yaa ayahanda aku mengerti..
Pengasuh membawakan panci kue bulan tersebut kepada raja, kemudia Raja mengambil salah satu kue tersebut dan..
Raja Taejong: ayoo sekarang kita berdoa agar upacara besok bisa terlaksana dengan lancar.. 
Mereka bertiga berdoa sambil memenag satu kue bulan tsb. 
Ditepi pantai, Jang Sung Hwee bersama anaknya Jang Yeong Sil..
Yeong Sil menatap bintang-bintang malam dan menyamakan dengan gambar letak bintak yang telah diberikan oleh ayahnya.. Sung Hwee duduk disampinya dengan hangat suasana api unggun..
Yeong Sil tersenyum sambil menunjuk pada bintang-bintang 
Yeong Sil: jika kau menghubungkan bintang seperti ini.. maka akan menjadi usu (menatap ayahnya)
Usu: sebuah Konstelasi timur 28 rumah mewah
Sung Hwee: ini termasuk bintang altair, bintang kesukaanku. Kau benar itulah usu.. bisakah kau menyebutkan konstelasi sebelah usu?? 
Yeong Sil: terhubung seperti ini.. (menghubungkan bintang-bintang) itu disebut dengan Yeosu..
Sung Hwee: aku akan manarik Heosu.. (menhubungkan bintang-bintang) 
Yeong Sil: apakah semudah itu kah?(menyindir ayahnya yang hanya menyambungkan 2 bintang)
Sung Hwee tertawa menatap anaknya, mereka tertawa bersamaa.. Yeong Sil berlari berpindah tempat untuk menghubungkan bintang lain..
Yeong Sil: aku bisa menggambar weesu..


Sung Hwee: Yeong Sil.. pada hari dan tahun yang sama.. rasi ini akan muncul di tempat yang sama..

Istana Suchang, Kaesong. Upacara Gerhana Matahari
Bunyi pukulan pertanda upacara gerhana matahari akan dimulai, Raja Taejong sudah siap dan duduk di podium ditemani keluarganya.. seluruh pelayan, pengawal dan aparat aparat kerajaan lainnya telah siap berdiri melaksanak upacara..


Ditempat lain waktu yang samaa..
Jang Sung Hwee, Yeong Sil, tuan Lee, nona Ga Hyun, dan Jee Hee berada di atas geumjungsan (Busan). Sung Hwee menuangkan air ke dalam panci kecil.. 
Lee: dia akan melihat gerhana matahari meskipun hanya melalui bayangan di air, jika kau melihat matahari secara langsung maka matamu bisa sakit..


Yeong Sil mengangguk..
Jee Hee: aku tahu..
Mereka semua melihat bayangan matahari melalui panci yang sudah diisi air..

Kembali ke Istana
Hwang Hui: (berpidato dalam upacara) Raja terdahulu mengangkatku keluar dari penderitaanku, dan memberikan kedudukan padaku.. dimanaa akku bisa melayani mereka, akhirnya sekarang kami mampu berbicara langsung dengan para dewa, untuk mengucapkan terimakasih raja kami dan ayahnya sudah berjuang untuk Goryeo. Saling bekerjasama, untuk membangun dinasti baru yang diberi nama Joseon. Raja kami yang baik hati dan bijaksana, meskipun dia menyadari hal itu membutuhkan suatu perjuangan dengan senang hati beliau mau mengambil tanggungjawabyang berat untuk melayani rakyatnya.. bukan untuk dirinya sendiri. Dia tidak punya pilihan lain selain menerima nasibnya dan membunuh siapapun yang menentangnya.. tak peduli dengan apapun, Raja kami beliau tak peduli dengan segala bentuk hujatandan ancaman. Orang yang iri terhadap posisinya dan menganggap beliau tidak layak, dengan hati yang terbuka beliau akan menyambut matahari seperti lepas dari cengkraman bulan.. (berdiri menatap langit). Membersihkan hati dan jiwanya beliau bisa bermimpi dengan hati nurani yang tulus.. 


Kemudian Hwang Hui membakar kertas pidatonya, pertanda gerhana matahari akan dimulai.. namun wajah petugas-petugas kantor Astrologi tampak tegang dan cemas, terutama kepala Astrologi ia merasa aneh dengan isi pidato Hwang Hui..
Petugas kantor 1 (Ji Kyoung Chan): ini saatnya.. (menatap cemas petugas kantor 2 yaitu Choi Bok)
Waktu telah dimulai, Raja berdiri di podium dan maju berdiri di depan panci besar berisi air, kemudian ia dudu tepat didepannya. Namuun.. 
Raja Taejong menunggu, dan semua yang mengikuti upacara terus menunggu. Namun matahari tampak tidak menunjukan terjadinya gerhana sedikitpun..
Petugas kantor Astrologi mulai cemas termasuk petugas 1 dan 2 yang telah mengetahui salah perhitungan mereka, keringatdingin membasahi tubuh mereka. Yang telihat hanya matahari yang menyengat begitu panaas. Beberapakali Choi Bok melihat matahari namun tidak terlihat sedikit gejala gerhana..
Raja Taejong masih menunggu..
Seluruh pengikut upacara mulai penasaran apa yang terjadi mereka satu persatu melihat matahari langsung, namun belum adanya gerhana..

Diatas Gunung Geumjungsan Busan


Sung Hwee melihat matahari melalui kain hitam, begitupun Yeong Sil, Ga Hyun, Lee dan Hee Jee melihat matahari yang mulai terhalangi bulan melalui bayangan di air..

Sedangkan di Istana..
Sama sekali tidak terjadi gerhana matahari.. perhitungan Jang Sung Hwee tepat bahwa gerhana matahari tidak akan terlihat di Istana Suchang, Kaesong..
Hwang Hui mulai cemas, Raja Taejong terdiam, menatap semua petugas Astrologi. Raja tampak kesal, Choi Bok terasa berat menalan ludahnya sendiri.. Raja menatap langit ketika raja melihat bayangan di dalam air panci hujan mulai turun.. Raja diam ia terlihat sangat kecewa. Hujan deras turun di istana, pelayan langsung mempayungi Raja yang kehujanan, anak bungsunya menatap sang ayah yang menunduk kecewa dan maraah. Raja berdiri, mengambil payung dari pelayan dan melemparnya ke depan podium.. ia begitu sangat marah.. 


Raja Taejong: seret mereka semua!!! Mereka yang telah meprediksi mengenai terjadinya Gerhana matahari!! (teriak Raja)
Pengawal: Ya, Yang Mulia!!


Seluruh pengikut upacara menunduk memohon ampunan : yang Mulia..
Pengawal menyeret keempat petugas kantor Astrologi (petugas 1,2, 3 dan kepala Astrologi). 
Semua pelayan bersujud kepada Raja Taejong, termasuk petugas2 Astrologi, raja sangat malu dan begitu maraah, ia menghampiri petugas dan mengibaskan pedang pengawal.. Raja siap dengan pedang..
Semua orang bersedih dan ketakutan..
Namun.. ketika sang raja masih memegang pedang diudara ketiga anaknya datang membawa payung yang telah raja lempar tadi.. 
Pangeran bungsu: ayahanda.. ayahanda.. (menangis)
Raja taejong menangis menatap putranya, hatinya luluh pedangnya ia turunkan.. pangeran bungsu masih memanggil ayahnya..


Kembali ke Gunung Geumjungsan Busan
Mereka semua bersujud menghadap matahari.. 
Lee: prediksimu mengenai Gerhana matahari di Dongrae-Hyun terbukti benar.. itu sangat luar biasa.
Sung Hwee: tidak. Prediksiku.. lewat dari satu jam
Ga Hyun (menunduk): terimaksih sudah mau menemui ayahku lagii.. 
Sung Hwee: kau bilang dia keponakanmu istrimu.. apa dia putri Lee Bang Won?
Lee: (tertawa) aku tahu jika satu hari kau akan mengungkapkan suatu kebenaran, putri So Hyun..
Perjalanan pulan ke kediaman keluarga Jang..


Yeong Sill: Tuanku.. ketika aku bisa melihat gerhana matahari lagi..
Sung Hwee: tidak akan ada lagi gerhana matahari untuk sementara waktu. Aku memprediksi akan segera terjadi gerhana bulan.. itu akan terjadi pada saat perayaan ThanksGiving.
Yeong Sil: Tuanku.. sepertimu aku ingin bisa memprediksi gerhana matahari dan bulan..
Jee Hee menatap mereka..
Sung Hwee: belajar memprediksi itu sangat sulit, benarkah kau ingin memperlajarinyaa??
Yeong Sil: Yaa.. aku sangat ingin mempelajarinya. 
Sung hwee mengeluarkan buku dari tasnya..
Sung Hwee: ambillah.. dalam kitab matahari dan bulan ilmuku dan temuanku tentang matahari dan bulan sudah kucatat semuanya di buku ini. 
Yeong Sil:kitab.. matahari.. dan bulan.. (Yeong Sill mulai bisa membaca)
Sung hwee: untuk mengadakan pengamatan, aku mepelajari apa yang tertulis dalam buku ini.. matahari dan gerakan bulan di saat Thankgiving nanti jadi, jika prediksiku benar. Gerhana bulan akan terjadi.. bacalah buku ini, dan lihat apa kau bisa mengetahuinya? Prediksiku benar..
Yeong Sil: apaa? Bolehkah aku memiliki buku yang berharga ini, tuanku??
Sung Hwee: itu sebabnya aku mau memberikannya padamu. Kau bisa memilikinya karna bagiku kau pantas memilikinya..
Yeong Sil: (tidak percaya) apa kau berpikir aku orang yang pantas memilikinya, tuanku? 
Sung Hwee: yaa..


Yeong Sill terharu menangis, saking senangnya. Sung hwee menghapus air mata putranya itu dan memeluknya.. SELANJUTNYA || SINOPSIS Jang Yeong Sil Episode 2 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »