Advertisement
Advertisement
May Who Part 1


Pong berkata bahwa didunia ini tidak ada kesetaraan, semua miliki standar masing-masing seperti beberapa tinggi, beberapa rendah dan ada banyak nilai, pejelasan tadi karena di  sekolah Pong hal-hal tersebut sama. Karena di sekolahnya memiliki kelompok tersendiri.


Pong berkata bahwa ada 6 kelompok di sekolahnya ia menyebut kan dari posisi terakhir  kelompok ke 6  mereka tidak ada yang istimewa, yang kelima ada kelompok penggangu kelompok tersebut sehari-hari tidak melakukan apa-apa mereka hanya membuat masalah dengan siswa lain.


Yang ke 4 ada kelompok kutu buku, mereka hanya berbicara bahasa yang mereka mengerti  sendiri tidak adayang bisa memahaminya. Yang ke 3 kelompok atlet katanya mereka punya kekuatan super. Yang ke 2 kelompok cantik katanya setiap anggota memiliki banyak pengikut di instagramnya intinya mereka banyak yang meminta jadi pacar.


Yang ke 1 mereka memiliki karakter yang unik, siswa yang terkenal disekolah  Jika kau menyebutkan namanya, maka semua orang pun pasti akan tau dia


Dan orang yang paling-paling populer di sekolah adalah “Kak, Fame”  dari kelas 11 Ruang 1, ia seperti SuperStar dari sekolah kami karena ia tampan dan memiliki banyak bakat siswa paling pintar di sekolah. Termasuk dalam Olahraga. Pong merasa aneh kenapa orang tidak menyadari bahwa fame tidak memiliki puting, orang-orang hanya berteriak ketika melihatnya


Saat Fame membuka baju ada seorang penonton yang melihatnya langsung sesak nafas


Pong berkata “siswa yang tidak mempunyai bakat tidak memiliki tempat di sekolah, itu adalah kelompok untuk orang sepertiku” dan Ketika Fame memblok bola voly, bolanya memantul ke kepala Pong ia pun ber kata “sungguh memalukan”


Ketika Jam pelajaran usai teman sekelas pong sebagian meninggal kan kelas, tapi  pong hanya duduk sambil menulis. Lalu tiba ada temannya yang duduk di atas mejanya menduduki snack miliknya Dan “Darrr” snack itu berhamburan tepat ke arah wajah Pong. Pong pun berkata dalam hatinya“ tentu saja orang tidak ,menganggapku ada”.


Ketika Pong hendak mengambil bungkus Snack di yang diduduki temannya itu, sambil berkata kelompok yang hanya melihatku hanya kelompok ini. Lalu kak Bon datang dan berkata “Hey Pong, bantu aku mendaftar untuk main sepak bola” dalam hati Pong Berkata berhati-hati lah kau, suatu hari nanti aku akan balas dendam”. Kak Bon berkata lagi Bisa kau membantuku? Sambil menekan bola ke arah wajah Pong, Pong sambil menganggukan kepala berkata “Bisa Kak Bon”.


Ketika Pong berjongkok dilapang bola ia melihat ke arah belakangnya ia melihat ada kelompok paduan sedang berlatih dan di situ juga ia melihat Ming. Pong pun tersenyum-senyum ketika ia melihat Ming yang sedang berlatih.


tanpa sadar bola yang di pegang Pong di ambil oleh orang lain, ketika itu ia bingung bolanya tidak ada lalu mencarinya. Lalu ia tidak sengaja melihat orang yang sedang bermain bola dan menghampirinya sambil menepuk pundak orang itu ia berkata “Hey, Kawan boleh aku ambil bolanya”. Orang itu pun berbalik sambil memasang muka yang seram Pong pun merasa kaget, lalu teman-teman orang itu datang menghampiri Pong. Sambil merasa takut Pong berkata “ Boleh aku mengambil bolaku kembali” orang itu pun mendeng bola pong ke arah pong dan untung tidak mengenainya tapi bola itu menuju kaki Ming


Pong terlihat kaget bolanya mengenai kaki Ming


Ming Bertanya Pada Pong “Apakah ini Bolamu” Pong Hanya menganggukan kepalanya, lalu Ming memberikan bolanya dengan cara menendangnya. Pong pun kaget ketika Ming Menedang bolanya ia hanya terdiam.


Saat berada di rumah Pong berada di meja belajarnya  ia berkata sambil menggambar wajah Kartun Ming “Setiap hari aku hanya bisa melihat Ming dari ke jauhan, tapi dalam dunia imajinasiku semua bisa dapat menjadi nyata”



Gambar kartun imajinasi Pong ketika kejadian dilapang tadi ketika bola mengenai Ming, Ming berkata  “Apakah ini bolamu” Pong berkata “iya” ketika Ming menendang bola tapi bola itu mengenai wajah Pong, Ming langsung merasa malu saat ia menendang bola roknya tersingkap ke  atas Ming pun bertanya pada Pong sambil Merasa malu “apakah kau melihatnya” lalu pong hanya tersenyum sambil hidungnya mengeluarkan darah”


Pong ketika mengkhayal ia tersenyum-senyum.


Ke esokan harinya Pong kaget ketika ia mendengar ada suara paduan suara, ia segera membuka jendela lalu ada seseorang yang sedang memperbaiki tiang listrik berkata pada pong “hey nak, anak-anak disekolah sudah pada menyanyikan lagu kebangsaan. Pong pun buru-buru mengambil buku di mejanya , 


Pong sedang berlari menuju sekolah


Pong melihat murid-murid sedang berkumpul di mading karena ada yang mengabil foto Fame.


Ketika Bu Guru hendak menutup Pintu ruanganya Pong berlari untuk menyerahkan PR-nya bu guru itu lalu membuka lagi pintunya sambil merasa agak kesal. Tapi ternyata Pong salah menyerahkan buku PR-nya melainkan buku Gambarnya karena warnanya sama dengan buku PR-nya.


Ketika Pong sedang berbaris karena ia kesiangan, Bon pun datang menghampiri Pong dan berkata “Pong, aku ingin menyalin PR-mu sambil membuka tas Pong”, Pong berkata ia ia sudah mengumpulkannya tapi Bon menemukan buku Pong Masih ada di tasnya dan berkata “ Sialan kau mau membohongiku” lalu memukulkan buku pada kepala Pong.


Pong kaget melihat buku PR-nya berada di tangan Bon  ia pun segera membuka tasnya, Bon berkata “Apa yang kau cari”. Pong menyadari buku yang di kumpulkan adalah buku gambarnya.


Pak guru melihat Pong mencoba untuk kabur dari barisan murid yang kesiangan dan berkata “ Mau Pergi kemana Kau?, dasar anak nakal cepat masuk barisan. Lalu pak guru menghukum Pong dan murid-murid yang kesiangan.


Ada seorang murid yang memasuki ruangan guru dan mengabil buku yang di situ terdapat buku gambar milik Pong.


Pong masuk keruangan guru dan mencari buku miliknya tapi ia tidak menemukan bukunya, bu guru memberitahu Pong bahwa ada seseorang telah mengambil buku tersebut.


Murid yang mengambil buku membagikan buku di kelas


Tanpa sengaja ia gadis itu menemukan buku milik Pong ia pun melihat isi dari buku milik Pong.


Setelah itu Buku milik Pong sedang dibaca oleh Ming dan teman-temannya di kelas


Sementara itu Pong berlari terburu untuk mencari bukunya sebelum ada yang membaca dan melihat isi bukunya


Ekspresi Ming yang kaget melihat isi dari buku gambar milik Pong, bahwa dalam buku tersebut imajinasi Pong pada saat ia sedang bersama dengan Ming dalam versi kartun.


Lanjutan dari Imajinasi Gambar Pong saat itu adalah Ming Berkata “Apakah Kau Melihatnya?”  dan Pong pun menjawab bahwa celana dalam milikmu memiliki motif yang lucu, Ming Pun menjawab “Kau Bodooh” sambil tersipu malu. Dan Pong pun mengatakan “bisakah ia melihatnya sekali lagi? Ming pun berkata “Pong  kau bisa melihat lagi dan kau pun bisa menyimpannya.”


Ekpresi gambar Pong sedang merasa bahagia ketika Ming berkata bahwa ia Ingin memberikan Celana Dalamnya. dan ekpresi Ming yang malu-malu saat memberikan celana dalam miliknya pada pong


Saat pong memasuki kelas  ternyata Ming Sudah melihat buku milik Pong, dengan ekspresi yang marah ia melempar buku tersebut pada Pong. Pong pun berlari keluar dari kelas sambil memegang kepala nya karena malu.


Pong dan teman sedang berbicara masalah siapa yang memberikan buku Pong pada Ming , teman mengatakan bahwa mei yang suka diam tidak berbicara dengan orang lain adalah yang memberikan buku Pong pada Ming


Pong berada di depan Pintu kamar mandi wanita lalu May keluar dari pintu tersebut lalu Pong bertanya apakah kau yang membiarkan Ming membaca buku gambar itu? May pun menjawab karena Ming tidak memiliki buku di sekitarnya. Pong terus menanyakan kenapa kau melakukan itu. May menjawab kan tadi aku sudah menjawabnya kenpa tanya lagi” May berjalan menuju pintu keluar” Pong pun berkata Tunggu dengan nada yang keras ia pun berjalan menuju arah May dan memegang tangan May. Ketika Pong memegang tangan May ia pun seakan terkena setrum dari May dan ia Pun terlempar. May yang kaget  segera lari keluar menuju pintu tapi sebuah Foto Fame terjatuh dari tas May 


Ketika Pong berada di rumah ia merasa aneh akan kejadian di Toilet tadi sambil memikirkan menyalakan lampu kamarnya dan terus mematikan berulang –ulang. Setelah iatu Pong mendapat ide Pong lekas duduk di depan meja dan langsug menggambar sebuah kartun.


Ke esokan harinya ia meletakan gambarkan kartun yang di buatnya di setiap tempat bahkan di dalam Toilet sekali pun.


Saat May menuju kelas ia tanpa sengaja menginjak sebuah kertas, dan ia pun mengambil kertas tersebut lalu membacanya. Ia pun tersadar bahwa didalam kertas tersebut menceritakan tentang dirinya dalam versi kartun bahwa ia mempunyai kekuatan Listrik. 


Ketika May keluar dari kelas ia melihat Pong sedang berada dalam ruang pencetakan ia pun masuk kedalam ruangan tersebut ia melihat gambar kartun dirinya sedang di cetak oleh Pong . Pong pun kaget melihat May sedang berada di sebalahny, May Pun berkata “Hentikan” sambil tersenyum Pong berkata “sekarang kau tau rasanya” May meminta maaf pada Pong, Pong mengatakan bawa senjata kejut listrik yang kemarin, may pun bingung apa yang dikatakan Pong. Pong pun ingin memberitahu guru bahwa May Membawa Senjata Kejut Lisrtik dan menyerang Pong, May dengan tenangnya berkata “lakukan lah”  Pong mengatakan bahwa ia serius akan mengatakannya pada guru.


Ketika May pergi meninggalkan Pong, Pong nunjukan kertas yang ada foto Fame sambil berkata bagaimana dengan ini”


May pun kaget melihat foto Fame berada di tangan Pong, May menghampiri Pong untuk mengambil Foto tersebut tiba suara Jam Tangan May berbunyi. Pong berkata “ suara apa itu? Tapi May tidak menjawabnya malah menyembunyikan tangannya. Pong pun penasaran dan mencoba memegang tangan May. Dan lalu Pong pun terlempar lagi  dan ia pun tertimpa dus-dus.


May saking kaget ia langsung mengambil cetakan gambar kartun miliknya tapi ketika menyentuh mesin fotocopy, mesin nya lasung rusak. Pong heran melihat kejadian itu, May bingung dan  Segera meninggalkan Pong sambil berkata “Jangan Ragu jika kau ingin melaporkan pada guru, tidak apa-apa walau aku tidak bisa sekolah lagi.


Ekpresi Pong saat May meninggalkannya


May sedang duduk tiba lampu di rumah nya mati, lalu pintu kamar pun terbuka may pun hanya diam saja dan tiba-tiba ada tangan dari bawah kursi memegang tangan May. Ternya itu adalah ayahnya yang sedang mengerjai May, Ayah May berkata “Kau tidak sedikitpun takut?” tapi mengelengkan kepalanya ibu May pun keluar dari kamar sambil berkata “trik itu sudah lama tidak akan mempan lagi. Setelah itu May berkata bahwa ada seseorang di sekolahnya  yang tau rahasianya. ibu May Pun berkata apakah May Sudah Yakin?


Sambil berkata dalam hati May pun mengatakan bahwa ia tau apa yang akan ayahnya katakan. Dan May berkata lagi Deja vu.


May Pun mengingat sewaktu ia masih kecil ketika ia hendak mengambil Es krim di dalam kulkas lalu la mengeluarkan lidahnya untuk menjilat Es Krim tiba lidahnya menempel pada Es Krim itu, May pun kaget ia mencoba memukul-mukul kulkasnya dan kulkasnya pun jadi rusak.


Karena dokter telah memberitahu ayah bahwa ketika hatinya berdetak cepat maka kekuatan listrik dalam tubuhku akan meningkat jadi ia bisa mengeluarkan listrik, dan semua barang yang di pegang olehnya menjadi rusak.


Ayah May memberitahu jika jam ditangan nya menujukan 120 maka jam itu itu akan menguluarkan suara , maka ia harus jauh dari segala sesuatu. dan membuat May agar terlilat seperti anak normal lain.


May melihat temannya menangkap ikan ia pun ingin menangkapnya juga tapi melah membuat ikan di kolam malah mati semua dengan kekuatan listrik nya.


Ke esokan harinya Setelah kejadian di kolam itu semua teman di kelasnya malah mengejeknya dengan sebutan dewi listrik dan menulisnya di papan tulis.


May sedang menangis dan orang tuanya menghibur dirinya. Dan mengatakan tenang saja ini adalah masalah kecil.


Saat May dan teman-teman nya sedang berdoa di dalam kuil ibu guru meminta may saling memegang pudak yang lain saat May memegang tangan temannya ada cicak yang jatuh di kepala temannya dan May pun kaget lalu kekuatan listrik nya keluar, teman-temannya pun semua terkena listrik dari May termasuk ibu gurunya juga.


May memandangi Fame yang sedang bermain Volly.


May melihat Pong sedang meminta Gambar kantun yang dibuatnya untuk di kembalikan.


Pong sedang meminta gambar kartunnya untuk di kembalikan tetapi orang itu tidak memberikannya katanya Pong harus membayar 20 bath agar bisa dikembalikan, ketika ia memberikan uangnya gambar kartun malah di lempar dan Pong pun mengambil gambar tersebut.


Pong sedang membakar kertas-kertas kartun tadi, lalu May pun datang memberikan kertas-kertas yang ia dapatkan dan berkata “kau tidak mengambil semuanya dari mereka”, Pong kaget melihat May memberikan kertas-kertas itu.


May bertanya pada Pong kenapa gambar-gambar itu ia bakar dan Pong pun menjawab karena gambarnya kurang bagus.


Pong memberikan foto Fame yang di tempelkan di kertas, May Pun kaget langsung mengambilnya dan menyimpannya di tas. Dan langsung pergi, tiba-tiba Pong berkata “Tunggu” May Pun langsung berbalik lalu Pong bertanya apa Ming mengatakan sesuatu tentangku? Tapi May malah menjawab “Sialan”, benarkah ujar Pong? May pun berkata bukan itu, lihat lah ke belakang. Ketika Pong melihat ke belakang ada api semakin membesar  Pong pun berkata “Sial”


May pun lari dan Pong berkata” mau kemana kau”


Fame melihat May sedang berlalri dan mengambil Alat Pemadam Api.


Semetara itu Pong sedang memadamkan api dengan alat penyiram tanaman, May Pun datang tanpa pikir panjang ia pun langsung memakai alat pemadam api itu dan ketika ia hendak memadamkan asap dari alat pemadam itu menganai Pong yang berdiri di depannya.


Pong bertanya pada May” Suara apa itu” dan May menjawab itu adalh suara hati, lalu pong bertanya kau mempunyai kekuatan listrik dan May menjawab “ aku bukanlah super hero” dan Pong bertanya seberapa kuat kekuatannya May pun menjawab lagi  ini hanya bisa membuat pisan saja, kau ingin mencoba? 


Pong bertanya apakah may bisa mengisi batre dengan kekuatannya, may yang merasa kesal karena terus ditanyai ia pun menyemprotkan alat pemadam api ke arah Pong.


Ketika Fame sedang latihan sepak bola bolanya terpental menuju arah May, may pun mengambil bola lalu Fame menghampirinya. May melihat angka di jam tangannya terus bertambah, Fame berbicara May pun berlari seperti orang ketakutan Fame pun mengejarnya sambil berlari mengejar May  ia bertanya apakah May tertarik bergabung di kelompoknya? May berkata tidak,tidak,tidak
Fame merasa aneh melihat May berlari.


Saking berlari tidak tau arah May pun ia menemui jalan buntu, Fame puun menghampirinya berkata kau berlari sangat cepat sekali, May pun berterik aku tidak bisa berlari kau tidak mengerti. Fame berkata bahwa ia ingin mengambil kembali bolanya.


May pun kaget langsung melempar bola nya dan Fame berkata jika May berubah pikiran ia bisa datang besok malam untuk berlatih. SELANJUTNYA || Sinopsis May Who? PART 2