Advertisement
Advertisement
May Who Part 3


Pong menggambar Kartun May yang sedang memeluknya, lalu ia membuka tiap halaman yang berisi gambar May saat sedagn berlari. Dan menyimpan ke tumpakan buku-buku gambar miliknya.


May sedang berdiri dimading sambil melihat foto lalu ia menemukan foto dirinya saat hidung nya berdarah lalu ia segera mencabut fotonya dan memasukan ke saku lalu ia melihat Foto Fame saat berlari lalu May melihat sekeliling takut ada orang melihatnya ketika May Hendak mencabut foto Fame tiba-tiba Fame muncul dari belakang sambil berkata “May?” May yang kaget pura-pura bilang pakunya sedikit melonggar. lalu Fame berkata “Apakah kau tidak ada kegiatan Malam Minggu ini?


Ketika Pong Sedang berada di kantin May menelpon Pong, pong berlari ketempat May berada lalu May berkata “Fame mengajak Jalan Malam Minggu ini berdua saking gembiranya May memukul loker. Pong berkata “Bola Kak Fame nanti Gosong.


Pong sedang berbicara dengan seseorang “sudah selesai kak? Kau sungguh hebat kak. lalu Pong menghampiri orang itu dan memberikan segelas air dingin dan berkata lagi “Aku serius, sangat mengagumi kak, Lalu pong memegang tangan. May sedang berlari menggunakan sarung tangan yang Pong pinjam dari seseorang lalu pong berkata pada May “ Dengan ini, walaupun kau sedang dalam kapasitas listrik yang tinggi kau bisa menyentuh fame. May menjawab “kau yakin ingin aku memakainya  saat aku jalan dengannya? Pong pun menjawab lagi itu terlihat sangat aneh juga sih, lalu May memberikan sarung nya pada pong. Pong berkata lagi jika kau tidak memakai sarung tangannya kau harus mengubah tongkat estafet sambil menyentuhkan tongkat pada May. Lalu May berkata semua orang tau ini dari plastik kami tidak boleh menggunakan tongkat Plastik. Sambil memasukan tongkatnya “aturan atlet sungguh rumit” ujar Pong.


Pong berkata pasti ada cara mengapa kita tidak membahas selain menyetrum May menjawab aku tidak tahu cara berdandan yang benar, lalu Pong berkata kau harus berdandan untuk lari? May pun menjawab apa ia akan berpikir aku gemuk? Tiba-tiba May lari ditempat sambil berkata apakah aku jelek ketika berlari ?? Pong menyuruh May berlari paling cepat yang ia pernah lakukan, May berlari di tempat dengan cepat pong pun berkata “ya, ya sekarang kau jelek (sambil tersenyum) kak fame tidak akan berfikir seperti itu tersenyum lah dan kau akan terlihat manis. Ketika itu mereka saling bertatapan lalu May pun mendekat pada pong lalu mengulurkan tangannya ke hidung pong karena ada lalat, May berkata semanis apapun tidak sebanding dengan kekuatan ini (sambil tersenyum).


Pong mengantar barang ke tempat ayah May duduk sambil berjalan ia berkata “aku suka Ming, aku suka Ming, aku suka Ming, aku suka Ming”, lalu saat pulang dari rumah May dan juga saat berada dikamarnya berkata lagi “aku suka Ming, aku suka Ming, aku suka Ming, aku suka Ming” sambil melihat gambar didindingnya.


Ketika May sedang berdandan ponselnya berdering ketika ia melihat ponsel nya ternyata ada pesan dari Fame bahwa ia sudah berada di depan rumahnya May pun segera keluar melihatnya, May sedang menaiki motor bersama Fame lalu Fame bertanya “May Kau berdandan? May pun menjawab iya sedikit apa terlihat terlalu banyak? Sambil mengusap mukanya dan Fame berkata “tampak alami” may tersenyum saat mendengarnya. Tiba-tiba jam di rangan nya menujukan akan 121 dan May pun jadi panik lalu ketika lampu Fame mengerem motornya kepala May malah Menyandung Punggung Fame.


Fame berkata latihan tanpa penonton terlihat sangat nyaman kan? Bagaimana pendanpatmu tentang ini? Lalu jam tangan May berbunyi  lalu May sambil menutup mata berkata “Tenang lah, kau pasti bisa bersikap lebih tenang. Lalu ketika May membuka matanya Fame sudah ada didepannya May pun kaget. Fame bertanya Jammu berbunyi keras sekali , May berkata “ sebenarnya ini menunjukan detak jantungku” lalu fame meminjam jam tangannya dan berkata “ bagaimana ini bisa berbunyi” May pun menjawab “pertama kau harus lelah” Fame pun membuat dirinya lelah dengan melakukan pemanasan tiba Jam tangan May terlempar mereka pun mencarinya ketika mereka menemukan ada orang yang merusaknya. Fame berkata “maaf nanti aku belikan yang baru, kita sudahi latihannya. Lalu May mencari barang dari Pong di tasya dan May pun berkata “Mari kita teruskan latihannya.


Ming sedang membaca buku-buku dari Pong, Pong melihatya dari kejauhan.


Ketika Fame dan May latihan estafet May mencoba berhitung agak ia tidak panik tiba hitungan jadi kacau karena Fame mendekat sambil membawa tongkat estafetnya tapi untung saja May bisa Memegang tongkatnya dan ia pun heran lalu ia pun terus berlari.


Pong terus melihat Ming yang sedang membaca bukunya lalu Melihat Pong yang sedang memandanginya pong yang telah ketahuan langsung membalikan mukanya, Ming mendekati Pong. Pong pun jadi panik lalu Ming berkata ku pikir kau hanya menggambar hal-hal porno, kau menggambarnya lebih cantik dari pada aslinnya aku merasa seseorang menulis buku harianku. Lalu Ming meminta maaf tentang kemarin bagaimana pendapatmu aku sangat menyukainya, tiba-tiba Pong berkata dengan keras “Aku sangat mencintaimu Ming lalu siswa lain mendengarnya, Ming Pun langsung terdiam sejenak lalu ia berkata “aku tahu dari siswa yang kau rekrut juga terima kasih banyak aku juga suka kartunmu tapi aku bukan Ming seperti yang kau gambar maafkan aku tolong hentikan menggambarku.


Bon datang dan mengusap kepala Pong “Jangan bersedih”  lalu Pong menjawab “Kenapa aku tidak boleh bersedih Bon? Lalu Bon bertanya “Kau berani padaku” lalu Bon mengambil koas yang bercat bertanya pada Pong untuk berbica serius lalu Pong berkata aku tahu dengan nada yang marah Bon berkata Tahu apa Sialan, Pong pun menjawab Bon, sialan aku tahu mengapa.


May bertanya mengapa Fame tidak mengajak orang lain berlatih lalu Fame menjawab sebenarnya jika aku memenangkan juara 1 aku akan mengajak mu kencan May pun tersenyum-senyum tiba Ming datang membawakan payung dan bertanya kemana yang lain Ming berkata lagi ia pikir Fame tidak bisa pulang sambil memberikan payungnya. Fame memberikan payungnya pada May dan May berkata aku sebaiknya menunggu hujan reda karena ia tidak mau pulang sekarang lalu Fame pun berkata pada Ming Aku juga akan pulang nanti .


Setelah Ming pergi Fame berkata pada May “ sebenarnya aku tidak ingin pulang juga”, sementara itu Pong berlari sambil membawa Buku-buku ditangannya untuk menemui May. Fame bertanya apakah ada orang yang sedang di sukai May dan May menjawab Belum mendengar itu Fame merasa lega sambil mendekati May ia berkata boleh aku bertanya sesuatu dan tiba-tiba Fame kejang-kejang dan terpental karena air yang ia injak ada listrik May yang mebuat seperti itu. Pong pun datang dan melihat Fame tergeletak lalu May pun pergi, Pong menghampiri Fame dengan muka yang penuh cat fame pun kaget melihatnya, setelah itu Pong berlari mengejar May


Ketika Pong Mengikut May dan menyuruhnya untuk tidak lari May berkata “jangan mendekat, ingin aku setrum? Dan May Pun lari pong langsung mengejarnya.


Pong tiba dirumah May ia pun menekan bel ayah May pun datang membukakan pintunya pong pun langsung masuk kedalam rumah  ia pun bertemu dengan ibunya May mengatakan May ada dalam kamar Pong Mengetuk Pintu mencoba berbicara pada May. Lalu Pong bertanya apakah Fame sudah bilang ia menyukaimu? Lalu May menjawab aku tidak bisa bersamanya, kau telah menggambar tentang hal ini sebelumnya bukan? Pong pun meminta maaf pada May karena waktu itu ia belum saling kenal .


May menulis dalam kertas menyuruh Pong untuk pulang tapi pong pun tidak pulang ia malah menggambar untuk menghibur May Pong memberikan sebuah kertas dari bawah pintu lalu May mengabil kertas itu melihat gambar kartun dirinya sedang menyetrum fame ia malah tambah sedih dan merusak kertasnya. Pong terus menggambar lalu Ibu dan ayah May memberikan lampu dan meja agar Pong mudah menggambar pong pun memberikan lagi gambarnya pada May.


Dalam kertas itu bercerita May sedang bersedih sambil duduk lalu datang Fame mendobrak pintu berkata sekarang aku tahu yang sebenarnya  tapi itu bukan masalah May Menyetrum Fame sampai terpental dan keluar lewat jendala dan berkata menjadi aku adalah masalah.


Gambar kartun Fame sedang memegang tangan May ia berkata “walau berbahaya aku pun menyukainya wajah May pun jadi memerah. May ketika ia berangkat sekolah dan ketika ia membuka pintu Fame berada di depannya “May jangan lari kau akan menyetrum” dan mengantarkan May ke sekolah saat tiba di sekolah ia bertemu pak guru, ia berkata terlamabat lagi lakukan 50 kali lalu Fame berkata jangan lakukan May kau akan menyetrum lalu guru itu berkata jika tidak maka kau akan melakukan sendiri sebanyak 100 kali. May melihat Fame sedang melakukan hukuman karena dirinya.


Fame sedang mengajak pulang bersama pada May, May berkatidak bisa lalu Fame menanykan alasannya dan May menjawab karena kau terlalu tampan aku mejadi terlalu semangat. Lalu Fame memasang muka jeleknya May pun melihatnya tertawa. Fame pun melambaikan tangannya mengajak May untuk pulang. Sambil berjalan pulang Fame berkata ketika kau tersenyum , kau menjadi orang yang berbeda dan May menanyakan apakah itu baik atau buruk lalu Fame menjawab itu adalah hal terbaik yang pernah aku lihat di dunia fame pun memegang tangan May sambil memasang muka jelek.


Setelah melihat gambar pong May pun keluar dari kamarnya lalu melihat pong sedang menggambar, dan ketika May keluar Pong berkata “Jika ia sungguh  menyukaimu, Fame bisa menemukan cara mengatasinya atau aku akan terus bersamamu. Mendengar itu May menghampiri Pong, lalu pong berkata “orang tua mu saja bisa membesarkanmu hingga dewasa” setelah mendengar itu May malah memperagakan muka jelek di gambar Pong. Pong pun berkata sambil tertawa sudah cukup.


Ketika May sedang Memandangi Fame tiba Ming berkata kau sedang tidak ada kerjaan kan? Ikutlah bantu aku May Pun mengikuti Ming, Pong Pun  melihat May sedang mengikuti Ming. Ming berkata pada May “Aku belum pernah melihatmu berlari di lapangan” May menjawab karena mereka butuh pelari” Ming berkata lagi “Kau berlari sangat cepat” May pun menjawab “tidak juga aku hanya mencoba yang terbaik” lalu tiba-tiba Ming menutup pintu dan menguncinya sambil berkata kenapa kau hanya berdua saja dan lalu kelompok Cheerleader pun datang mereka mendekati May. Mei(Anggota Cheerleader) menanyakan siapa kau aku belum pernah melihatnya , lalu seseorang dari kelompok itu berkata ia adalah orang yang tidak punya kelompok. May pun bertanya ada urusan apa? Lalu mereka bilang kau tidak tau diri karena tidak tau tempat.


Kelompok Cheerleader akan mengeroyok May tiba-tiba Pong datang dengan membawa alat pemadam api lalu menyemprotkan pada kelompok Cheerleader. Lalu pong mencoba untuk mengeluarkan May tapi ia salah menarik orang Malah menarik Mei anggota Cheerleader. Mei (Anggota Cheerleader) . Mei berkata aku Mei anggota cheerlear dan lalu menampar Pong dan menahanya, ketika mereka akan menyerang May tiba-tiba Fame datang dengan menembakan Panah. SELANJUTNYA || Sinopsis May Who? PART 4 END