Sinopsis May Who? PART 4

1/09/2016
May Who Part 4


Fame Bertanya Pada Mei apa yang kelompoknya lakukan lalu Mei menjawab “Ming mengatakan Kau menyukainya jadi aku membantu mengerjainya Fame pun berkata “Benarkah Ming? Mengapa Kau melakukan Ini? Ada banyak orang yang menyukaimu ” Lalu Ming menjawab “Aku tidak menyukainya” Fame Pun menanyakan alasannya. Lalu Ming menjawab “ sekarang kau bertanya padaku mengapa, pernah kau bertanya jika aku lelah? Ketika aku sakit tenggorokan? Pernahkah kau perhatian? Kau hanya tertarik pada seseorang yang tidak melakukan apapun untukmu. Lalu Mei berkata “ oh, ternyata Ming juga mencintai Fame?”  lalu ia bertanya pada kelompoknya mengapa kita tidak mengetahuinya ? Ming pun berkata Lagi “Jika kalian tau, aku akan ditampar” Lalu dengan nada Marah Mei berkata “kau sungguh berani memanfaatkan kami” lalu Mei dan kelompoknya pun marah dan ingin memberi pelajarang pada Ming. Dan ketika mereka ingin Memukul Ming Fame menghadang mereka fame pun malah terkena tamparan mereka.


Fame yang terjatuh setelah ditampar Mei dan Kawan-kawanya berkata “ Nona-nona Jangan Lakuka ini lagi” sambil menangis Mei berkata “Kami ingin Kau bersama dengan orang yang pantas” Fame pun menjawab “tentang itu biarkan aku yang memilih” fame menayakan apakah ini pakaian yang akan di pakai besok? Sungguh cantik jadi besok melihatnya. Mei dan kawan-kawannya pun pergi lalu tidak lama kemudian Ming pun pergi sambil berkata “Semoga kau besok menang. Ketika fame akan mengejar Ming Pong bahwa ada yang ingin May katakan, mendengar itu pun kaget Pong sambil tersenyum berlari meninggalkan mereka.


Pong mengejar Ming sambil berkata “aku tidak percaya kalian itu untuk mencari perhatian Fame, kepribadaiam telah berubah kau biasa khawatir jika orang lain jatuh sakit dan bagaimana kau ingat nama orang-orang di bangku pendukung? Ming kau dapat mengingat sesuatu denga baik orang sepertiku bahkan tidak bisa membedakan” sambil menangis Ming berkata “mengapa kau masih baik padaku? Lalu Pong menjawab karena aku menggambarmu adalah orang paling bahagia di bangku pendukung . mendengar itu Ming hanya terus menangis.


May merikan Fame sebuah Ponsel dan charger ia pun berkata “ini agak aneh” setelah itu May membuat dirinya agar lelah, Fame pun hanya diam bingung apa yang dilakukan May. Lalu May mengatakan ia bisa mengeluarkan listrik jika jantungnya berdetak cepat ia pun mebuktikan pada Fame akan hal itu ia berkata lagi tentang penyebab ia bisa seperti itu dan salah satunya saat ia sedang dekat dengan Fame. Fame mencoba memegang tangan May lalu ia malah terkena listrik May dan terjatuh dan May sambil menangis mengatakan bahwa ia tidak bisa bersama Fame, Fame berkata Bahwa May tidak perlu menjauh sambil mendekat ke arah May ia mengatakan lihat kita bisa berdekatan aku senang karena tidak membenciku Fame pun mendekatkan wajahnya berkata lagi “tentang kesepakatan itu aku berubah pikiran, jika menang besok kau akan jadi pacarku kan? May pun hanya diam karena kaget mendengarnya.


May mengatakan apa yang Fame katakan tadi lalu Pong menanyakan mengapa May memberitahunya lalu May menjawab aku berkata langsung padanya” . May menanyakan apakah Pong dengan Ming Baik-Baik saja lalu Pong berkata baik–baik saja, aku sudah memberikan semua gambarku Pada Ming, ia menyukai kartun yang aku gambar tapi dia tidak menyukaiku” setelah memberitahu May ia pun diam dan menangis. May pun mencoba memberi semangat pada Pong. Pong berkata pada May untuk tidak kalah besok.


Pong sedang berbaring di kamarnya sambil berkata dalam hatinya hanya berada di bangku penonton tidak ada yang tahu tentangku” setelah itu Pong mengambil bukunya dan duduk di meja belajarnya dan berkata lagi sambil melihat isi bukunya “Tapi ada satu gadis tidak ada yang tahu dengannya ketika aku menyebutkan namanya, Hanya karena tidak masuk dalam kelompok, karena bukan lah pemimpin karena dia bukan atlet karena dia bukanlah penggangu ia bukanlah seseorang yang populer jika kau mengurutkannya kupikir dia lah yang terakhir bersamaku tapi ia sudah bersama superstar seperti  Fame jika seperti itu seseorang serendahku, harus bisa menyimpan perasaan


Pong sedang menggambar Kartun May  berkata “Menggambar sudah membuanya cukup bahagia ia pun tersenyum-senyum lalu tiba-tiba berkata lagi dasar sial, apanya yang bahagia dan meninggalkan tempat duduknya..


Saat pertanding estafet berlangsung fame sendang menunggu tongkat dari temannya Gu Ying lalu tiba Pong berdiri disampingnya May pun kaget melihatnya. Pong membuang yang membawa botol air membuangan sebagian air di depan Fame, Lalu Pong berkata “Tidak peduli seberapa hebat dirimu, kau akan bersaing melawanku” lalu Fame pun merasa kesal ia pun bersiap meneriam tongkat dari Gu Ying Pong pun beteriak “aku tidak akan memberikannya padamu pong pun melempar botol tadi lalu berlari dan Fame pun langsung ikut lari tapi tak lama kemudian fame pun memimpin. Sambil berlari Pong berkata pada May “ May kau pasti akan membaca kartun terbaruku kan?  Pong pun sambil menunjukan Bukunya.  Fame yang memimpin memberikan tongkatnya tiba terkena listrik dari May semua orang kaget melihat fame yang terjatuh.


May terus berlari lalu Pong yang mengikuti pun berhenti dan berkata “Jangan Menang May mendengar itu May pun tiba berhenti dan melihat ke arah Pong, pendukung, dan temanya khawatir Fame Pun berteriak menyebutkan namanya setelah May berhenti sejenak pun langsung berlari lagi dan memenangkan pertandingannya.


Ekpresi Pong ketika May Memenangkan Pertandingan


Tiba-tiba ada guru berkata pada pong sambil menghampirinya “Bagaimana kau bisa memasuki lapangan? Sambil menggendong pong guru itu berkata “Perbanyak latihan dan jangan sering bolos.


Juri menyebutkan Pemenang perunggu jatuh pada Tim Biru, sementara itu May Menghampiri Fame berkata “tentang kesepakatan itu boleh aku mengubahnya ? sambil tersenyum Fame menjawab “Aku sekarang mengerti  ketika kau menyetrumku itu bukan karena aku  tapi karena Pong berlari ke arah mu, bukan kah aku pernah bilang padamu untuk melihat orang yang akan memberikanmu tongkat? May pun langsung meminta maaf pada Fame sambil berkata “Kau bukanlah yang hatiku inginkan lalu Fame menjawablagi “ tentang itu ikutilah kata hatimu, setidaknya hatimu tidak akan berbohong padamu Fame pun mengusap kepala May sambil berkata “lihat? Jika tidak, aku sudah tersetrum pemenang  adalah tim Emas.
Pak Guru berkata bahwa menang atau kalah mendapatkan mendali atau tidak kita telah melakukan yang terbaik dan saya mengajak kalian semua untuk menutup perlombaan ini


Semua orang berkumpul di lapangan mereka saling berpengan tangan, Pong berkata dalam hatinya di dunia ini tidak ada yang sama, apapun yang terjadi fame tetap lah fame bagi aku tetap lah aku. Ketika Pong berbicara dalam hatinya ada orang tak sengaja menabraknya dan tiba ia mengakat kepala May sudah berada di depannya lalu berkata dalam hatinya lagi gadis yang berkapasitas tinggi sepertinya membuatku sadar jangan mudah menyerah.


May Berkata pada Pong “Jika kau ingin aku membaca itu kau tidak perlu berlari dan memberitahuku seperti itu” Pong pun mengeluarkan bukunya tiba-tiba orang pada mendorong mereka sehingga mereka jadi saling berdekatan mereka pun saling berpegangan tangan Pong yang melihat itu merasa heran lalu ia melihat ke arah May ternyata May sedang berhitung agar detak jatungnya tidak meningkat melihat pong pun tersenyum lalu berkata “jadi sekarang namu bukan lagi May siapa” melain May-Pong


Mendengar itu May tersenyum dan Menyetrum Pong dan orang-orang, May yang kaget langsung melepas pegangannya dari pong dan semua orang pun terjatuh akibat listriknya


Pong berkata lagi hal tentang tingkatan apapun itu aku tidak tertarik lagi yang harus aku pikirkan sekarang adalah bagaimana bisa bersama seorang  gadis yang mengeluarkan kekuatan listrik. SELESAI

Artikel Terkait

Previous
Next Post »