SINOPSIS Someone Like You Episode 1 PART 2

1/13/2016

Zhan Cheng dan Wei Lian ada di pemakaman. “Luo Han. Maafkan aku.” Ucap Zhan Cheng sedih. Wei Lian berkata kalau kematian Luo Han tidak ada hubungannya dengan Zhan Cheng, jadi jangan menganggap semua ini salahnya. Zhan Cheng terus menyalahkan dirinya, andai saja ia tidak terlambat dan tidak melewati jalan itu. “Itu semua bukan salahmu. Aku mengerti bahwa kehilangan Luo Han membuatmu sangat sedih. Meskipun kau terus menyiksa dirimu sendiri, Luo Han tetap tidak akan kembali.” Kata Wei Lian.



Zhan Cheng menjatuhkan liontin yang ia letakkan diatas makam Luo Han. “Wei Lian, dimana kalungnya?” tanya Zhang Cheng. Dia terus berteriak memanaggil Wei Lian. Wei Lian menahan tangisnya. Ia mengambil kalung itu dan berteriak ke Zhan Cheng “Luo Han! Luo Han itu ada di depanmu! Namun kau tidak dapat melihatnya. Aku mohon, dapatkan pengobatan untuk matamu.” Zhan Cheng melepaskan tangannya. Wei Lian pergi membiarkan Zhan Cheng untuk tenang.



2 tahun kemudian. 

Di rumahnya Zhan Cheng sedang bersiap. Wei Lian gelisah “Kau tahu hari ini sangat penting. Banyak orang mengharapkan kita gagal! Apa kau baik-baik saja?” tanyanya. We Lian memberitahu nya semenjak ia dirawat, harga saham terus turun. “Belakangan ini, gossip mengatakan kalau matamu sembuh adalah bohong. Jika kita ketahuan hari ini, maka kita hancur. Memikirkannya membuatku sakit perut.” Ucap Wei Lian takut. “Santai. Bukankah kita sudah berlatih berkali-kali? Tidak aka nada maslah.” Kata Zhan Cheng menenangkan.



Mereka sudah ada di department store. Wei Lian berusaha menghalangi wartawan yang ingin bertanya. Zhan Cheng berjalan menuju tempat konferensi pers dengan santai, seakan-akan dia bisa melihat. Wartawan yang dari tadi memotret Zhan Cheng berdiri di hadapannya. Mengetes apakah Zhan Cheng bisa melihat atau tidak. Wartawan itu mengulurkan kakinya. Wei Lian yang takut segera menjentikan jarinya. Zhan Cheng langsung berhenti tepat didepan wartawan itu “Maaf, silahkan pindah!” katanya.



Wei Lian datang menghentikan wartawan itu. “Sebagai seorang wartawan kami harus mencari kebenarannya” ucapnya. Wei Lian khawatir dan bertanya apa Zhan Cheng baik-baik saja. Tapi yang ditanya malah sangat santai. Zhan Cheng berjalan ke salah satu pegawai dan mengucapkan terima kasih atas kinerja pegawai itu. Zhan Cheng sangat sempurna melakukannya.



Yu Xi dan Xiao Lin ada di Mall itu. Yu Xi curhat kalau ibunya tidak tidur 2 hari . Xiao Lin berkata dia tahu itu tapi kan mereka masih punya waktu. Yu Xi bilang kalau dia juga ingin tidur. Xiao Lin menujukkan sebuah kupon spa yang baru dibuka di lantai atas mall itu. “Sayang sekali aku sedang haid sekarang, dan kupon ini hampir kadaluarsa. Aku sungguh tak ingin memberikannya padamu.” Kata Xiao Lin.



Xiao Lin ingin memberikannya pada orang lain. “Hei! Aku mau, aku mau!” kata Yu Xi dan mengambil kuponnya. Yu Xi sangat senang mendengar kalau kupon spa itu sangat mahal dan tempatnya berkualitas. Ia langsung memberitahu mama Chen kalau dia akan pulang telat karena Xiao Lin memberikannya kupon spa. Yu Xi sangat senang. Ia memeluk Xiao Lin, mengucapkan terima kasih dan berkata “bertemu denganmu adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku”. Kata-kata itu didengar oleh Zhan Cheng yang ada disitu. Dia kembali mengingat saat Luo Han mengucapkannya dulu. Zhan Cheng mengikuti Yu Xi.


Yu Xi sudah ditempat spa. Pelayan memberikan handuk dan jubbah mandinya. Yu Xi bersikap biasa saja tapi setelah pelayannya pergi barulah dia kegirangan, mengagumi semua yang ada disitu. hahaha



Yu Xi mandi sambil bernyanyi lagu yang sama dengan yang dinyanyikan Luo Han. Zhan Cheng sampai ketempat spa itu. Ia hendak berbalik, tapi kemudian ia mendengar nyayian Yu Xi dan mencari arah suara itu. Yu Xi terus bernyanyi tanpa sadar melihat Zhan Cheng ada didepannya. Ia membuka matanya dan kaget melihat Zhan Cheng. Yu Xi yang tidak tahu kalau Zhan Cheng tidak bisa melihat, ia betreiak-teriak mengatainya cabul dan tak tahu malu. “Luo Han tidak akan berbicara seperti itu.” Kata Zhan Cheng beranjak pergi.



Yu Xi menghentikan Zhang Cheng. “Kau tidak boleh pergi. Kalau kau berani mengintip, maka jangan melarikan diri! Kau sebaiknya menjelaskan padaku.” Kata Yu Xi. Karena Yu Xi menarik-narik Zhan Cheng terus, Zhan Cheng melepaskan pegangannya dan membuat Yu Xi tertarik ke dalam pelukannya. Yu Xi terdiam kemudian sadar dengan posisi nya dan melepaskan Zhan Cheng.



Yu Xi berteriak-teriak minta tolong. Pelayan datang dan kaget General Manajer mereka ada disitu. “General Manejer? Kau adalah general manajer? Apa bagusnya? Bolehkah General Manajer mengendap-endap seperti ini.?” Omel Yu Xi. Pelayan berkata kalau ini hanya salah paham. Yu Xi tidak terima dan terus marah-marah ke Zhan Cheng.


Zhan Cheng ada di tempat konferensi pers, Yu Xi mengampirinya. Satpam berusaha menghentikan Yu Xi. Yu Xi melemparkan satpam itu, hingga membuat kaca dibelakangnya jatuh nyaris mengenai Zhan Cheng.



Wartawan yang masih berada disitu, bertanya-tanya kenapa Zhan Cheng tidak menunduk, apakah Zhan Cheng tidak bisa melihat? “Dia buta! Dia buta!” teriak wartawan. Yu Xi yang kesal dengan Zhan Cheng berkata kalau Zhan Cheng itu pura-pura buta. “Luo Han” ucap Wei Lian kaget saat melihat Yu Xi. Ia menahan Yu Xi yang ingin balas dendam.



Yu Xi diseret keluar oleh satpam. Wartawan datang dan mewawancarainya tentang insiden pengintipan Zhan Cheng. Yu Xi bersandiwara “Aku tidak akan pernah bisa melupakan luka ini selama hidupku. Dia mengintipku dan menyangkalnya. Dia melihatku tanpa busana. Bagaimana kalian berharap aku bisa menikah sekarang? Aku harus bagaimana? Bagaimana aku bisa menghadapi penderitaan macam ini?” kata Yu Xi



Di rumah, Wei Lian bingung kenapa Yu Xi dan Luo Han sangat mirip. “Mereka kemungkinan bersaudara, iyakan? Tidak mungkin.” Kata Wei Lian. “Apa yang sedang kau bicarakan?” 
“Luo Han adalah anak adopsi. Apakah dia punya saudara laki-laki atau perempuan?” tanya Wei Lian. “Kenapa tiba-tiba kau menanyakan itu?” balas Zhan Cheng. “Tidak ada.” Jawab Wei Lian. Wei Lian berkata kalau Zhan Cheng membuatnya takut. Tadi itu dia nyaris kena sedikit lagi. “Kau tahu apa yang aku takutkan? Aku takut kalau kita akan ketahuan, kita akan hancur.” Kata Wei Lian. Tapi dia bersyukur karena ada Yu Xi disana dan mereka bisa pergi dengan aman. 


Wei lian menggodanya, “Hei. Wanita itu, kenapa dia mengatakan kalau kau menyelinap?” “Itu hanya kesalahpahaman, hadapilah.” Jawabnya dingin. Wei Lian bertanya tentang penjaga rumahnya Zhan Cheng. “Pergi.” Jawab Zhan Cheng. “Pergi? Tapi.. selama ini sudah berapa banyak?” keluh Wei Lian



Wei Lian ada dirumah Yu Xi. Mama Chen mengira ia datang untuk bertanya tentang pekerjaannya. “Saya datang bukan untuk itu. Bolehkah saya bertanya berapa jumlah anak perempuan anda?” tanya Wei Lian. Mama Chen kaget. Ia bertanya apa itu penting. Wei Lian bilang itu penting. Mama Chen memberitahu dia punya satu anak perempuan dan satu anak laki-laki. Mama Chen tidak mengerti apa yang Wei Lian bicarakan. Wei Lian menjelaskan kalau tadi saat anak perempuan mama Chen (Yu Xi) ke mall terjadi sedikit kesalahpahaman.



Mama Chen berdoa lalu mengambil kayu dan memukul Wei Lian. “Kau cabul! Mesum! Pergi!” kata mama Chen. Yu Xi pulang dan menghentikan ibunya. Dia berkata kalau bukan dia orangnya.Yu Xi tanya apa Wei Lian datang untuk menyelesaikan masalah tadi. “Nona Chen Yu Xi, semua hanya kesalahpahaman. Saya datang untuk menjelaskannya.” Kata Wei Lian. Tapi Yu Xi dan mama Chen tak percaya.


Wei Lian bersumpah di depan gambar dewa “ Aku, Shen Wei Lian, bersumpah jika General Manajer mengganggu nona Chen Yu Xi aku akan disambar petir, jiwaku akan terbang dan aku takkan pernah reinkarnasi.” Wei Lian berniat memberikan kompensasi, tapi mama Chen tidak mau. Ia bertanya apa yang mereka inginkan. Mama Chen berkata uang itu juga perlu dan dia harus membicarakannya. Dia mengomel panjang lebar.


Wei Lian kemudian tahu kalau Yu Xi lulusan sekolah keperawatan. Dia menawarkan sebuah pekerjaan dengan gaji tinggi. “Mengurus selama 24 jam, libur satu hari dalam seminggu. Jadi dia dapat bekerja di bidangnya. Apakah itu oke?” tanya Wei Lian. Mereka bernegoisasi gaji dan akhirnya setuju.



Keesokan harinya Yu Xi sudah ada didepan rumah Zhan Cheng. Yu Xi takjub melihat rumah Zhan Cheng. Ia kegirangan dan berkata dia kaya sekarang. Wei Lian datang, Yu Xi berubah menjadi cool. LOL



Wei Lian mengenalkan Zhan Cheng ke Yu Xi. Yu Xi shock melihatnya.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »