SINOPSIS Someone Like You Episode 1 PART 1

1/13/2016

Terlihat dua orang yang sudah siap untuk balapan. Dia adalah Fang Zhan Cheng (Kingone Wang) dan seorang pria. Mereka bertaruh, siapa yang kalah akan menjual 10% sahamnya.


Di sebuah kantor sedang diadakan rapat. Seseorang menyela, berkata kalau dia keberatan. Dia adalah direktur Shen Wei Lian. Presiden Gu bertanya alasan kenapa ia keberatan. Wei Lian berkata selalu ada alasan untuk keberatan. Ia bertanya pada seseorang yang terhubung dengan alat pendengar di telinganya, apa alasan nya. Orang itu adalah Zhan Cheng. “Tentu saja, aku memiliki alasan. Presiden Gu telah mengelola Crystal Department Store selama lebih dari 10 tahun. Gaya pengelolaannya ketinggalan jaman. Presiden Gu sama sekali tidak berkembang, tapi dia terus ingin direksi menaikkan investasi mereka. Metode ini eperti minum racun untuk melepaskan dahaga.” Kata Zhan Cheng


“Bagaimanapun, saya ingin mengangkat topik pergantian Presiden. Dengan memilih pemimpin baru yang dapat meningkatkan laba Crystal Department Store.” Kata Wei Lian pada Presiden Gu. Presiden Gu berkata kalau itu sia-sia, karena Wei Lian hanya memegang 35% saham dan tidak akan menang.



“Presiden Gu, apakah Anda ingin mencobanya?” tanya Wei Lian menantang. Presiden Gu tertawa meremehkan. Dia berkata meskipun seluruh saham akan digabungkan, jumlahnya hanya 45%. Tidak lebih dari 50%. Wei Lian berpura-pura meminta waktu sebentar untuk bertanya pada akuntannya. Padahal dia bertanya ke Zhan Cheng berapa lama lagi balapannya berakhir. “Ini yang terakhir.” Kata Zhan Cheng hampir finish. Zhan Cheng memenangkan balapan dan bilang ke Wei Lian “Selesai”sebagai tanda dialah yang menang.


“Yes!” ucap Wei Lian. “Maaf, saya lupa saya ada disini. Presiden Gu, akuntan saya memberitahu bahwa kami saat ini memegang 55% saham Crystal Department Store. Saya rasa itu sudah lebih dari 50%. Maaf, saya rasa kita harus mengganti Presiden kita.” Kata Wei Lian


Presiden Gu tertawa. Ia berkata itu tidak mungkin. Wei Lian mendekat dan berbisik pada Presiden Gu “Apabila Anda tidak percaya, Anda dapat menghubungi putra kesayangan Anda.” Presiden Gu kaget. Ternyata anak presiden Gu yang balapan sama Zhan Cheng. Zhan Cheng memberikan check nya dan berkata kalau Crystal Department Store sekarang adalah miliknya. “Itu bukanlah masalah yang besar.” Kata anak Presiden Gu. Tiba-tiba Presdien Gu menelepon, barulah ia tahu apa yang terjadi.


Di sebuah tempat wisata, seorang gadis menawarkan dagangannya. Ia adalah Chen Yu Xi (Kirsten Ren). Ada seorang ibu yang terburu-buru. Anaknya bilang kalau mereka sudah kesini lima kali. Yu Xi menguping dan saat ibu itu hendak pergi Yu Xi menghampirinya.


“apa kau membawa mereka untuk bermain?” tanya Yu Xi
“Apa aku punya waktu untuk bermain? Aku beritahu kau! Aku datang kesini untuk mencari peri langit ke-9 untuk urusan penting!” jawab ibu itu



Yu Xi memastikan apakah yang dicari ibu itu murid peri langit ke-9, Guru Wang. Ibu itu heran kenapa Yu Xi tahu. Yu Xi berkata semua orang tahu itu dan dia sangat ampuh. Ibu itu cepat-cepat pergi.



Yu Xi berbicara di alat yang tersembunyi di bajunya “Lebah kecil memanggil nona naga kecil. Ganti.” Seseorang menanggapi “Nona naga kecil disini, silakan bicara. Ganti”
Yu Xi menyampaikan informasi tentang ibu tadi dan bilang akan terus mengawasi yang lainnya. Ternyata peri langit ke-9 atau Guru Wang itu adalah mama Chen, ibu Yu Xi yang berprofesi sebagai dukun gadungan.


Orang-orang sudah berdatangan ke rumah Ibu Yu Xi, termasuk ibu gendut tadi. Ibu Yu Xi keluar dan memanggil ibu gendut. “Kau dari Nanbu. Ini kelima kalinya kau kesini. Kau kesini untuk menanyakan tetang perselingkuhan suamimu.” Kata ibu Yu Xi
“Niang-niang tolong bantu aku.”kata nya sambil berlutut. Niang-niang artinya nona muda/ibu.


Di ruang operasi, seorang dokter terus melakukan CPR pada pasiennya. Ia adalah Liang Luo Han.
“Dr. Liang ini sudah lebih dari 30 menit.” Kata salah satu perawat. Luo Han menyerah, pasien itu meninggal.


Luo Han menemui keluarga pasien. Ia membuka maskernya dan nampaklah ia memiliki wajah yang sama dengan Yu Xi. Luo Han memberitahu keluarga pasien (Tuan Li) kalau Tuan Li sudah meninggal pukul 1.25 siang ini. Luo Han meminta maaf. Keluarga pasien shock. Luo Han berkata kalau organ Tuan Li sangat sehat, kalau mereka tidak keberatan, dia berharap mereka setuju untuk mendonorkan organnya. Adik si pasien marah dan menampar Luo Han. “Kakakku baru saja meninggal! Dan kau ingin organnya didonorkan? Apa kau gila?”
“Saya benar-benar minta maaf, tapi kami sangat membutuhkannya!” kata Luo Han memohon.


Perawat menariknya pergi. Di toilet, Luo Han memegang pipinya yang ditampar, perawat masuk dan bertanya apa dia baik-baik saja. “Aku baik-baik saja. Jika mereka setuju mendonorkan organnya, mungkin kita bisa menyelamatkan banyak nyawa.”

“saya mengerti. Tapi anda tidak dapat memaksakan hal semcam itu.” Kata si perawat. Dia mengingatkan Luo Han untuk mengambil foto pernikahannya.


Di butik, Luo Han mengenakan gaunnya. Pelayan memuji nya sangat cantik dan gaun yang dikenakan sangat cocok untuknya. Pelayan bertanya apakah Tuan Fang datang. Luo Han menjawab kalau tuan Fang masih di jalan. Luo Han melihat majalah dan tertarik dengan tempat yang ada di majalah itu. Zhan Cheng datang dengan terburu-buru dan minta maaf karena terlambat. Dia terpesona melihat Luo Han. 


Zhan Cheng memuji kalau Luo Han sangat cantik hari ini. “Hanya hari ini?” “Tentu tidak.” Kata zhan cheng. Luo Han menyandarkan kepalanya ke bahu Zhan Cheng dan betanya apakah Zhan Cheng ingat saat hari pertama mereka masuk SMA. “Maksudmu pertama kali kita jatuh cinta?” tanya Zhan Cheng


“Pada hari itu, jika kau lebih awal atau terlambat sedetik, dan kita tidak antri berurutan, maka kita tidak akan memiliki hari ini.” Kata Luo Han. Dia menunjukkan apa yang dibacanya di majalah tadi tentang Butterfly effect (Butterfly effect adalah “Teori Chaos” dimana perubahan kecil pada suatu tempat dapat mengakibatkan perbedaan besar kemudian). Zhan Cheng meletakkan majalah itu dan berkata kalau itu tidak penting, yang terpenting adalah hasilnya, kita bertemu, jatuh cinta, dan akan segera menikah. “Percayalah padaku, aku akan memberikanmu kebahagiaan.” Luo Han tersenyum dan mencium Zhan Cheng, Dia berkata dia tentu akan percaya.





Di rumah, mama Chen sedang menghitung berapa banyak angpao yang diterimanya. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh orang-orang yang datang. “Maaf, tempat kami sekarang sudah tutup. Silahkan besok datang lebih awal.” Pria berjas hitam itu berkata kalau dia kesini bukan untuk menanyakan sesuatu. Ia menyuruh anak buahnya mengatakan tujuan mereka. Anak buahnya langsung mengobrak-abrik barang yang ada disitu. Mama Chen berteriak untuk tidak menyentuh barang-barangnya dan meminta si pria membicarakan apa yang terjadi. Si pria marah, dia berkata kalau dia telah menghabiskan uang puluhan ribu dollar. “Aku menanyakan nomor lotere padamu, dan tidak satupun yang menang!” teriak si pria. Mama Chen berkilah, itu pasti karena waktu yang tepat belum datang. Si pria sangat marah dan meminta anak buahnya menghancurkan semua barang.


Tiba-tiba Yu Xi datang dan menghentikan mereka. Si pria ingat kalau Yu Xi adalah gadis penjual souvenir. “Kalian ibu dan anak, ha? Apakah kalian berbohong bersama?” tanya si pria. Si pria menyuruh anak buahnya untuk melanjutkan tugas mereka. Yu Xi berusaha membujuk si pria. Dia berkata kalau kekalahan si pria karena kehendak yang diatas dan si pria disuruh beramal dan berbuat kebaikan. Pria itu tertawa, lalu dia meminta uang pada mama Chen sebagai perbuatan baik. Mama Chen berusaha membujuk si pria dengan berkata selama ini dia menabung untuk membayar biaya perawatan rumah sakit anak laki-laki nya yang sakit-sakitan sejak kecil. Yu Xi ikutan membujuk.


Hp mama Chen berbunyi, dia hendak mengangkat tapi langsung diambil oleh si pria. Awalnya si pria berkata kalau mereka (mama chen) tidak bisa menerima panggilan saat ini tapi saat si penelpon mengabarkan tentang anak laki-laki mama Chen, wajahnya berubah kasihan. Ia memberitahu Yu Xi dan ibunya kalau itu panggilan dari rumah sakit, “Putramu dalam keadaan kritis.” katanya


Mereka sampai dirumah sakit dan melihat Chen Yu An (adik Yu Xi). Yu Xi dan temanya, Xiao Lin menghitung uang untuk membayar biaya perawatan. Xioa Lin bertanya apakah Yu Xi baik-baik saja. Yu Xi bilang ia baik-baik saja. “Apakah kau tahu apa yang paling aku takutkan? Dalam perjalanan kesini, sebenarnya aku tidak takut sedikitpun. Tidak gugup. Aku merasa seperti sedang makan. Aku sangat benci diriku yang seperti ini.” Ucap Yu Xi


Xiao Lin menghiburnya. “Kau tidak boleh membenci dirimu sendiri, karena tidak ada yang begitu berusaha dibandingkan kau. Oke?” Yu Xi berusaha menguatkan dirinya.


Mama Chen sedang makan. Yu An berkata kalau sebenarnya makanan rumah sakit tidak buruk dan ibunya tak perlu repot-repot membawa makanan untuknya. Mama Chen menyuruhnya cepat makan. Yu Xi masuk, Yu An mengajaknya makan bersama. Mama Chen tak kuasa membendung kesedihannya lagi, air matanya menetes. Ia berkata baik-baik saja dan terus menangis.


Luo Han dan Zhan Cheng berada dalam perjalanan. Luo han bernyanyi sambil melihat keluar jendela. Zhan Cheng berkata kalau wajah Luo Han sembab. “Gara-gara donor organ itu kau ditampar lagi, benarkan?” tanyanya. 

“Itu bukan apa-apa. Kau juga tahu kalau anggota keluarga sangat emosi saat mendengar donor organ.”
“Karena kau mengerti perasaan keluarganya, mengapa kau harus menyebutkannya dalam keadaan seperti itu?” tanya Zhan Cheng lagi. Luo Han berkata kalau donor organ ada batas waktunya dan dia harus berjuang untuk itu. Jika ia ditampar tapi bisa membantu lebih banyak orang untuk mendapatkan kesempatan hidup, ia pikir itu sepadan. 


Mereka berhenti. Zhan Cheng menggenggam tangan Luo Han dan berkata kalau ia akan mendaftar untuk donor organ. Luo Han senang. Zhan Cheng mengambil sesuatu dan menyembunyikannya di tangannya. Ternyata itu adalah liontin yang juga sama dengan miliknya. Luo Han terharu dan memeluk Zhan Cheng. Mereka berciuman


Dalam perjalanan Luo Han berkata pada Zhan Cheng “Bisa bertemu denganmu adalah peruntungan terbesar yang pernah aku miliki dalam hidup.” Keduanya tersenyum sangat bahagia. Tiba-tiba Zhan Cheng melihat sebuah truk yang melintas kearah mereka. Kecelakaan pun terjadi. Mereka dibawa kerumah sakit dan langsung dilarikan ke ruang operasi. Luo Han diberikan pertolongan. Ia mulai menutup matanya.


Flashback
Di sebuah padang rumput yang sangat indah, Luo Han meminta Zhan Cheng mengambil foto pernikahan mereka disini.


Di rumah sakit, Luo Han terbaring koma. Hari hari berlalu, Zhan Cheng selalu menemaninya. Akibat kecelakaan itu Zhan Cheng kehilangan penglihatannya. Ia datang kerumah sakit dan tidak menemukan Luo Han disana. Seorang perawat memberitahu kalau Luo Han telah tiada. Ia menangis.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »