SINOPSIS Someone Like You Episode 2 PART 1

1/13/2016

Yu Xi kaget mengetahui orang yang akan diurusnya 24 jam adalah Zhan Cheng. Wei Lian memberitahu kalau Zhan Cheng itu tidak bisa melihat tapi Yu Xi kembali marah-marah mengatainya cabul. Sadar dengan apa yang Wei Lian katakan, dia langsung minta maaf karena sudah salah paham dan memperkenalkan dirinya pada Zhan Cheng.



Zhan Cheng tanya kenapa Wei Lian memilih Yu Xi. Wei Lian berkata kalau Yu Xi itu punya latar belakang perawat dan lagi pula tidak mudah untuk mencari seorang pengurus untuknya. Wei Lian menjelaskan apa yang harus Yu Xi lakukan sebagai pengurus Zhan Cheng yaitu tidak boleh pergi dari sisi Zhan Cheng, memastikan keselamatannya, dan apapun yang yang Zhan Cheng perintahkan Yu Xi harus melakukannya. 


Di sebuah gereja, seorang wanita mengadu ke pendeta (gak tahu namanya apa). Dia adalah Xie Fei Fei (Katie Chen), adik Zhan Cheng. Dia bercerita tentang hubungannya dengan Zhan Cheng, dan bagaimana Zhang Cheng tidak bisa melupakan tunangannya (Luo Han) yang sudah meninggal. Dia mengaku kalau sebenarnya dia menyukai Zhan Cheng. 
“Sesama saudara tidak boleh jatuh cinta.” Kata pendeta 
“Kami tidak memiliki hubungan darah. Itu karena ibunya menikah dengan ayahku, sehingga kami jadi kakak adik.” Keluh Fei Fei 
Pendeta menjelaskan meskipun tanpa hubungan darah, mereka tetaplah saudara. “Aku mengerti. Jadi taka apa-apa mencintai dia didalam hatiku, kan?” ucap Fei Fei


Yu Xi tertidur dengan snack yang berantakan di meja dan TV yang masih menyala. Zhan Cheng datang menanyakan koran. Mendengar suara Yu Xi yang baru bangun tidur, Zhan Cheng menyuruhnya pergi kalau ia tak ingin jadi pengurusnya. 


Sambil ngantuk Yu Xi mengambil Koran itu. Zhan Cheng hendak duduk tapi ia menabrak meja dan kesal dengan barang yang berserakan dan memarahi Yu Xi. Kemudian Zhan Cheng menyuruh Yu Xi membacakan koran untuknya. Saat di bagian dirinya yang dituduh mengintip, ia minta Yu Xi membaca yang lain. Yu Xi mensejajarkan wajah Zhan Cheng dengan fotonya yang di koran dan berkata kalau Zhan Cheng cukup fotogenik. Membaca berita tentang Zhan Cheng Yu Xi menjadi curiga kalau mereka telah berbohong pada media tentang kondisi Zhan Cheng yang sebenarnya. Malas mendengar ocehan Yu Xi, Zhan Cheng pun pergi.


Fei Fei datang dan sedikit kaget melihat Yu Xi. Ia bertanya siapa Yu Xi. Mendengar Yu Xi adalah seorang pengurus baru, ia langsung menyuruhnya ini dan itu. Yu Xi sangat kesal “Maaf, aku seorang pengurus. Bukan seorang pelayan. Kecuali itu permintaan tuan Fang Zhan Cheng. Tolong lakukan sendiri”. Fei Fei tak menyangka Yu Xi berani melawannya. Mereka pun adu mulut. 


Zhan Cheng keluar mendengar ribut-ribut. Fei Fei mengampirinya dan mengajaknya makan sushi bersama. Zhan Cheng menolak karena ia sudah makan. “Aku sudah antri sangat panjang hanya membeli ini untukmu. Aku antri lebih dari satu jam. Aku tidak peduli, makanlah denganku”. Ajaknya sambil bersender manja pada Zhan Cheng. Yu Xi sangat kesal melihatnya.


Fei Fei mengadu kalau jendela kakaknya itu sangat kotor. Mendengar itu Yu Xi emosi dan mulai membersihkan jendela asal-asalan. Zhan Cheng menyuruh Fei Fei cepat pulang kalau ia sudah selesai. Ia menurut dan sebelum pulang ia memanggil Yu Xi. Yu Xi datang dan Fei Fei langsung menginjak kakinya, ia mengancam kalau sampai Yu Xi berani mencelakai Zhan Cheng, ia takkan pernah melepaskannya.Yu Xi yang sudah sangat kesal dari tadi merobek lap yang dipegangnya sebagai pelampiasan. Kemudian ia melihat artikel di koran tentang seorang kekasih yang membunuh pacarnya dan bilang gadis itu kasihan sekali bertemu pacar yang buruk sampai kehilangan nyawanya. 


Zhan Cheng terdiam mendengar kata-kata Yu Xi yang seperti menjurus padanya. Ia tanya apa yang katakan. “Aku bilang, seorang gadis jatuh cinta pada pria yang salah. Nyawanya melayang.”
Zhan Cheng terlihat marah dan menyuruh Yu Xi pergi. Yu Xi bertanya kemana dan menyuruh Zhan Cheng mengatakan dengan jelas apa maksudnya. “Keluar dari sini!” teriak Zhan Cheng. Yu Xi marah dan balas berteriak ke Zhan Cheng kalau dia itu sudah cukup sabar menghadapi orang aneh seperti Zhan Cheng. Ia pun pergi.


Di kamar Zhan Cheng merasa bersalah dan menangis mengingat ucapan Yu Xi “Pria macam apa dia? Dia menyebabkan kematian pacarnya dan dia masih punya muka hidup di dunia ini?”
Zhan Cheng kembali teringat saat Luo Han memberikan kue yang dibuatnya untuk Zhan Cheng. Zhan Cheng ingin mematahkan kue itu tapi Luo Han mencegahnya “Hati ini melambangkan hati kita, jika kau membelahnya aku tidak akan izinkan kau memakannya”. Dan saat Zhang Cheng memberikan Liontin untuk Luo Han. Zhang Cheng terus merasa bersalah atas kepergian Luo Han. Saat itu Luo Han bertanya bisakah mereka datang tepat waktu untuk foto pernikahan, atau di hari lain saja. Tapi Zhan Cheng tidak mau di hari lain, karena tak mudah untuk bisa libur. Zhan Cheng menyesalinya.


Tiba-tiba alarm berbunyi pukul 08.10 pm menandakan waktu meninggalnya Luo Han. Zhan Cheng mengobrik-abrik buku-bukunya seperti mencari sesuatu. Ternyata ia mencari kunci mobilnya. Ia mulai menyetir “Luo Han, aku akan bersamamu” (Zhan Cheng mau bunuh diri?). Mobil sudah keluar rumah tapi bannya masuk ke lumpur. Zhan Cheng mencoba terus menerus tapi tetap tak bisa. Ia menyerah dan menangis, tak kuasa menahan kepedihan kehilangan orang yang dicintai. Ia terus merasa bersalah kenapa dia yang selamat bukan Luo Han. “Itu sudah 2 tahun. Luo Han, aku rindu padamu setiap saat. Luo Han, aku masih.. aku masih merindukanmu. Aku sangat merindukanmu.” Untunglah Fei Fei datang dan mengentikan Zhan Cheng.


Yu Xi sudah ada di depan rumah pacarnya, Li Bo Yan (Sean Lee). “Sayang, aku rindu padamu”. Bo Yan pulang. Yu Xi sangat senang dan berlari memeluknya. “Kenapa kau duduk disini? Bagaimana kalau kau kena flu?” “Aku memberimu sebuah kejutan.” Ucap Yu Xi senang. Bo Yan memegang pipi Yu Xi dan terasa sangat dingin. Bo Yan mengajaknya masuk ke dalam.


Yu Xi membuatkan susu panas untuk Bo Yan. Selagi Bo Yan sibuk dengan urusannya, Yu Xi pun sibuk membersihkan rumah Bo Yan seperti yang dia lakukan di rumah Zhan Cheng. Saat Bo Yan memintanya mengambilkan air, Yu Xi langsung mengambilkannya (efek Zhan Cheng). Hahaha. Bo Yan bertanya tentang kerjaan baru Yu Xi. Yu Xi menjelaskan kalau ia menjadi pengurus 24 jam. Yu Xi ingin melanjutkan ceritanya, tapi Bo Yan sibuk dengan urusannya sendiri. Saat Bo Yan tengah menelpon Yu Xi asyik memandangi pacarnya itu.


Keesokan harinya Zhan Cheng pergi ke padang rumput bersama Fei Fei. Ia bediri merasakan tempat itu, ia mendengar suara Luo Han yang mengajaknya mengambil foto pernikahan disini. Zhan Cheng membuka kacamatanya dan ia melihat Luo Han tersenyum padanya. “Luo Han, jangan pergi. Jangan pergi.” Ucap Zhan Cheng 
“Wanita itu tidak disini. Dia sudah tidak ada lagi.” Kata Fei Fei kesal
“Dia masih disini. Aku bisa mendengarnya. Sejak aku buta, aku bisa mendengar suaranya.”
“Hanya ada suara angin disini. Tidak ada suara yang lain!” ucap Fei Fei sedikit berteriak
“Kau tidak dapat mendengarnya, tapi aku benar-benar dapat mendengar suaranya.” Balas Zhan Cheng.


Fei Fei mengerti, Zhan Cheng tak bisa melihat Luo Han tapi bisa mendengar suaranya. Ia bertanya itukah alasan kenapa Zhan Cheng tak ingin menyembuhkan matanya? Zhan Cheng menjawab kalaupun matanya sembuh dia tetap tidak akan bisa melihat Luo Han. Bahkan jika dia tidak bisa mendengar suaranya lagi, Dia lebih suka tetap dalam kegelapan selamanya.


Artikel Terkait

Previous
Next Post »