SINOPSIS Someone Like You Episode 3 PART 2

1/14/2016
Yu Xi yang mendengar pembicaraan mereka meminta Zhan Cheng mengajarinya berdansa. Dia membujuk Zhan Cheng. Bukankah dirinya pernah menyelamatkan Zhan Cheng, jadi ini balasannya. Zhan Cheng tetap tidak mau.

Presdir Gao Dong, ibu Vanessa, menyesalkan keputusan Vanessa yang ingin mengambil alih toko merek-merek ternama Ju Cheng. Ia ingin Vanessa membuat keputusan yang benar, bukan seperti ini. kemudian Bo Yan datang dan Presdir Gao Dong menanyakan tentang ini pada Bo Yan. Bo Yan setuju dengan keputusan Vanessa. Ia mengatakan jika semuanya berjalan tidak lancar, maka ia yang akan bertanggung jawab sepenuhnya. Tapi ketika diluar ia juga sepertinya cemas dengan apa yang dikatakannya tadi.
Bo Yan mengajak Yu Xi untuk bertemu. Yu Xi senang Bo Yan punya waktu bertemu dengannya. Ternyata Bo Yan mengajak Yu Xi bertemu hanya untuk mengorek informasi tentang Zhan Cheng. Ia heran Zhan Cheng yang tampak biasa saja kenapa membutuhkan pengurus 24 jam. Tapi Yu Xi tak bisa memberitahu alasannya bukan karena ada rahasia, tapi ia sudah berjanji di surat kontraknya. Bo Yan berkata ia takkan bertanya itu lagi dan sebenarnya ia hanya mencemaskan Yu Xi saja.
Keesokan paginya Yu Xi menghampiri Zhan Cheng dan menghidupkan musik. “Boss. Bukankah kau berjanji padaku, kalau kau akan mengajariku Tango? Aku memilih lagu yang tidak terlalu jelek. Yang kurang hanyalah guru ini. Ayo mulai!” “Aku tidak ingat kalau aku berjanji padamu.” Ucap Zhan Cheng. Yu Xi terus berusaha membujuk Zhan Cheng. Kemanapun Zhan Cheng pergi dia mengikutinya. “Pada saat hari pernikahan, aku sangat ingin berdansa dengan pengantin prianya. Tapi, kau tidak mengajariku. Jadi aku tak bisa berdansa. Karena itu aku tidak mungkin menikah. Bisakah kau melihatku tidak menikah?”
“Apakah sudah cukup. Lihat aku sekarang, apakah aku kelihatan seperti bisa berdansa?” kata Zhan Cheng kesal. Tapi Yu Xi tetap memaksa. Zhan Cheng lalu menyuruhnya menutup mata dan berputar tiga kali. Yu Xi menurutinya dan mulai berputar. Pusing, Yu Xi hampir jatuh ke kolam. Zhan Cheng menarik tangannya dan Yu Xi berputar-putar seperti gerakan dansa dalam pelukan Zhan Cheng. “Kau lihat. Aku sudah katakan padamu untuk menutup mata dan berputar tiga kali. Kau hampir jatuh. Aku tidak bisa melihat jadi bagaimana bisa aku mengajarimu berdansa?” Yu Xi jadi kikuk dengan kedekatan mereka. Ia mengatakan bukankah Zhan Cheng barusan mengajarinya berdansa? Zhan Cheng melepaskannya dan berkata itu tidak sama. Yu Xi mengatakan apa bedanya? Pertama kali berputar, memang akan jatuh. Ke-2, ke-3, bahkan yang ke-30 kali. Zhan Cheng pergi, malas mendengar omelan Yu Xi. Yu Xi menghentikannya.
“Fang Zhan Cheng. Apakah ini caramu melakukan sesuatu? Sebenarnya kau lari dari apa?” “Kau pikir aku tidak mau? Kau pikir aku tidak ingin berdansa dengan ibuku? Kau pikir aku tidak ingin memenuhi impiannya?” Yu Xi berkata yang perlu Zhan Cheng lakukan hanyalah latihan. Jika tidak berlatih, apa gunanya? Ibunya sangat berharap Zhan Cheng berdansa dengannya. Cukup itu yang Zhan Cheng lakukan. “Untuk orang yang kau cintai, kau hanya membutuhkan sedikit kerja keras. Apakah itu begitu sulit?” “Baik. Aku akan berdansa.” Jawab Zhan Cheng.
Besoknya mereka latihan bersama. Yu Xi hanya mengikuti apa yang Zhan Cheng instruksikan. Yu Xi rela kesakitan demi membantu Zhan Cheng. Mulai dari tangan siku ZhanCheng yang kena kepalanya sampai terbentur pintu. Zhan Cheng tak mau latihan lagi. Yu Xi berkata ia tak apa-apa dan mengajak Zhan Cheng terus latihan. 
Setelah berhari hari keduanya mulai ada peningkatan. Tapi masalahnya selalu dibagian yang berputar-putar. Yu Xi selalu terjatuh karena Zhan Cheng tidak bisa menangkap tangannya. Zhan Cheng pasrah. Yu Xi menyemangatinya untuk terus mencoba. Pasti mereka akan berhasil. Zhan Cheng berkata bahwa mereka sudah berusaha keras sekian lama. Dia yang sekarang tidak bisa melakukannya. Jadi mereka menyerah saja. 
Yu Xi tidak ingin Zhan Cheng menyerah begitu saja. Dia mengingatkan bagaimana Zhan Cheng berdiri tegak dan penuh percaya diri saat di mall waktu itu. Tidak ada yang tahu kalau Zhan Cheng buta. Yu Xi meyakinkanya bahwa kali ini Zhan Cheng pasti bisa melakukannya juga. 
Zhan Cheng bertanya apa Yu Xi tahu berapa lama dia menghabiskan waktu untuk mencari konternya? Setengah tahun. Selama setengah tahun setiap hari setelah mall tutup dia kan latihan arah jalan. Hal yang mudah seperti itu saja dia menghabiskan waktu yang lama. Apalagi berdansa? Yu Xi tetap menyemangatinya. Mereka sudah mengalami banyak kemajuan. Jika mereka berusaha keras, mereka akan berhasil. Tiba-tiba Zhan Cheng menarik lengan baju Yu Xi. Menunjukkan luka yang didapatnya. “Meskipun aku tidak bisa melihat, tanganmu terluka, benarkan?” “Tidak.” Zhan Cheng tahu kalau Yu Xi bohong karena dia juga terluka seperti Yu Xi. Zhan Cheng mengatakan kadang hal tertentu memang tidak bisa dilakukan. Bukan hanya melalui kerja keras agar bisa berhasil. 
Mama Chen mengendap-endap ingin memukul seorang pencuri yang masuk rumahnya. Mama Chen kaget mengetahui kalau itu Yu Xi. Ia bertanya kenapa Yu Xi pulang. Apa Zhan Cheng mengganggunya? Yu Xi kemudian makan dengan sangat lahap. Mama Chen heran melihat Yu Xi yang sangat kelaparan seperti itu. Apa Zhan Cheng tak memberinya makan? Yu Xi menjawab dengan mulutnya yang penuh kalau tidak ada makanan yang sebanding dengan masakan ibunya. Mama Chen tanya kenapa Yu Xi pulang. 
Diapun langsung ingat kalau dia membawa hadiah untuk mama Chen. Yu Xi memakaikannya. Mama Chen sangat senang. “Ibu! Saat kau memakainya, kau kelihatan sangat elegan, seperti wanita kaya!” “Benarkah?” tanya mama Chen.
Mama Chen mengatakan ini pasti mahal. Dia menasihatinya untuk tidak membuang-buang uang. Yu Xi harus menabung untuk baju, kosmetik, bahkan mas kawin nanti. Yu memakaikan syalnya lagi. Ia mengatakan tak perlu khawatir, karena ini dari bossnya. Gratis! Setelah berinteraksi dengannya, ia tahu kalau Zhan Cheng bukan orang yang jahat. Itu semua karena dia sangat terluka hingga menjadi seperti ini. Yu Xi mengatakan setelah ia mengenal Zhan Cheng, ia ingin lebih menghargai orang-orang yang ada di sekitarnya. Maka saat dia merindukan ibunya, dia harus lebih sering memeluknya. “Kau manis sekali!” kata mama Chen bahagia. 
Mama Chen pun memberikan syalnya untuk Yu Xi, karena ia pikir Yu Xi yang lebih pantas memakainya. Yu Xi lalu mengajak mama Chen menari Tango. Yu Xi senang karena mama Chen mencontoh gerakannya dengan baik. Mama Chen merasa bahagia melihat Yu Xi juga bahagia seperti sekarang.
Ibu Zhan Cheng, Juan Jie, tampak gelisah. Ia bertanya apa dia kelihatan oke hari ini? Paman Qian Jing menenangkannya bahwa dia yang paling cantik. Ia cemas Zhan Cheng yang belum juga sampai. Ia sudah mengatakan akan menjemputnya, tapi Zhan cheng bersikeras datang sendiri. “Kau tidak memahami sifat anakmu sendiri? Kalau dia sudah membuat keputusan , tidak ada yang dapat merubahnya.” “Dia hebat dalam segal hal. Hanya saja dia agak keras kepala. Aku sudah katakan padanya untuk operasi, tapi dia menolak.” Kata ibu Zhan Cheng sedih. “Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Berbahagialah dan berhenti khawatir!” paman Qian Jing menyemangati.
Fei Fei kemudian datang dan tak lama Zhan Cheng juga. Ibu Zhan Cheng sangat perhatian sekali padanya. Paman Qian Jing memberikan istrinya itu kado. Ia mendapatkan kalung mutiara yang indah. Fei Fei juga memberikan kado yaitu kartu masuk tempat spa. Zhan Cheng mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan kado untuk ibunya. Ibunya sangat senang mendapat syal dari Zhan Cheng.
Pelayan datang memberikan alat pendengar untuk Zhan Cheng. Itu dari Yu Xi yang berada tidak jauh dari sana. Ia menyuruh Zhan Cheng mencoba lagi. Dia akan menggunakan suaranya sebagai pengganti mata Zhan Cheng. “Kita pasti bisa mewujudkannya. Percayalah padaku dan pada dirimu sendiri. Untuk orang yang kau kasihi, beranilah sekali lagi!” ucap Yu Xi
Zhan Cheng meyakinkan dirinya sendiri. Ia mengajak ibunya berdansa dengan instruksi Yu Xi. Ibunya sangat senang. Zhan Cheng mengikuti semua perintah Yu Xi dengan sangat baik. Saat di bagian berputar-putar Yu Xi menyemangatinya pasti bisa. Dan.. akhirnya “Selamat Boss. Kau berhasil!” ucap Yu Xi gembira. Zhan Cheng berhasil melakukannya bahkan paman Qian Jing merasa seolah-olah Zhan Cheng dapat melihat semuanya. Mama Chen terharu. Ia berkata ini adalah hadiahulang tahun terbaik yang pernah diterimanya.
Diluar sana Yu Xi juga ikut terharu merasakan kebahagian yang Zhan Cheng dan keluarganya alami. Fei Fei bertanya bagaimana bisa Zhan Cheng melakukannya. Zhan Cheng mengatakan kalau mereka harus berterima kasih pada pengurus barunya. Karena dia, Zhan Cheng bisa memberikan kejutan tak terlupakan ini. Tepat saat itu Yu Xi datang membawa kue ulang tahun. Ibu Zhan cheng dan paman Qian Jing terkejut melihat Yu Xi. “Luo han?” ucap mereka bersamaan.





Komentar:

Entah kenapa aku ngerasa kalau Bo Yan itu gak tulus mencintai Yu Xi. Waktu Vanessa tanya, dia juga bilang Yu Xi bukan pacarnya..
Yu Xi yang ceria cocok banget dengan kepribadian Zhan Cheng. Yu Xi sudah mulai mengerti tentang keadaannya dia juga selalu punya cara gokil untuk meyakinkan Zhan Cheng. Waktu dia minta diajari dansa itu sebenarnya akal-akalan Yu Xi aja, supaya Zhan Cheng percaya sama dirinya sendiri dan bisa mewujudkan kenginanan ibunya.

SELANJUTNYA || SINOPSIS Someone Like You Episode 4 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »