Advertisement
Advertisement
Ep 6 !!


Oh Ha Na mendapat dua ajakan sekaligus, yg di kertas adalahajakan dari Seo Hoo dan yang satunya ajakan dari won. Seo Hoo mengatakan akan menjemput  Oh Ha Na dan ingin mengatakan sesuatu yang penting sedangkan Won mengajak Oh Ha Na menonton film. 

Namun Seo Hoo bilang bahwa dia akan terlambat terpaksa membuat Oh Ha Na menunggu sampai dia datang,dan tidak datang  ke ajakannya Won.

Won yang menunggu Oh Ha Na yang tidak kunjung datang akhirnya menonton film sendirian,NamunTak lama kemudian dia pergi meningglakan bioskop tersebut karena tidak nyaman dan langsung pergi ke tempat kerja Oh Ha Na.


Setelah Choi Won datang dia langsung bertanya kepada Oh Ha Na “Apa Yang Kau Lakukan?,Kau Bilang Kau Akan Datang Tapi,Kenapa Kau Tidak Datang?”. Oh Ha Na hanya terdiam kemudian Won melanjutkan pertanyaannya.  


“Apa kau sedang menunggu Seo Hoo? Oh Ha Na menjawab bahwa ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Seo Hoo, Oh Ha Na ingin mengetahui apa alasan Seo Hoo memberikan Boneka Kelinci kepadanya dan ingin mendengarakan kata maaf atau penjelasan Seo Hoo,tapi Won mengajak Oh Ha Na pergi dan ingin menyingkirkan Boneka Pemberian dari Seo Hoo.  


Setelah sampai dirumah Oh Ha Na, mereka berdua bertemu dengan Seo Hoo dan mereka sedikit berbincang tapi tak lama Oh Ha Na diajak masuk oleh Won namun sempat dihambat oleh perkataannya Seo Hoo,begini katanya “Bukankah Kau sedang menungguku?” dan mereka berdua berhenti sejenakdan dijawab oleh Oh Ha Na. Dengan jawaban yang amat sangat pedas dan menusuk di hati “memangnya kau ini siapa seo hoo? Memangnya kau siapa aku buat aku menunggumu ”. Begitu jawabnya sambil sedikit agak kesal,”jangan temui aku lagi“ ucap Oh Ha Na sambil masuk ke dalam rumah,tapi lagi-lagi Seo Hoo menghetikan Oh Ha Na dengan memegang tangannya. Sambil bertatapan muka Seo Hoo bertanya, “Apa Kau Lama Menungguku?”seperti ingin membuat hati Oh Ha Na goyah, namun Oh Ha Na melepaskan Tangannya dan kembali mengeluarkan kata-kata pedas terhadap Seo Hoo. 


Dia Berkata “Seperti Biasa kau hanya mengatakan apa yang ingin kaukatakan dan hanyamendengar apa yang ingin kaudengar”. Seo Hoo hanya bisa terdiam mendengarkankata-kata yang dilontarkan oleh Oh Ha Na. Tak Lama Won ikut bicara “apa yang kau lakukan?masuklah”. Seo Hoo hanya diam melihat mereka masuk ke dalam rumah dan menahan air mata nya sambil memegang dadanya mungkin sambil bilang “sakitnya tuh disini :v” mungkin sambil rumah dia setel lagu galau :D... tapi Seo Hoo berkata “Kau sudah semakin hebat Oh Ha Na.” 


Sesampainya dikamar mereka berdua melepaskan genggaman tangan mereka dan Oh Ha Na menanyakan tentang film yang ditonton oleh won kemudian masuk ke kamar mandi, “Aku tidak sempat menontonnya. Karena dirimu,akumenyia-nyiakan tiket filmnya” begitu ujar Won.. 


Oh Ha Na menjawab dengan sebuah alasan “Tidak,Hari ini tim pemasaran membuat kesepakatan besar yang menyita waktuku, itu sebabnya”. Namun Won yang tidak mengerti apa yang dikatakan Oh Ha Na menyuruh menyikat giginya dulu lalu bicara lagi.Oh Ha Na pun membersihkan mulut nya dan keluar dari kamar mandi dankemudian berkata bahwa boneka kelinci itu bukan miliknya, Won kemudian membawa boneka kelinci itu dan melihat ke arah yg hijau itu,*maaf saya gatau namanya:v 


Dan berkata “HaNa,Apakah aku harus membuangnya juga?” dan Ha Na pun teringat saat dahulu benda hijau itu dipasang oleh won. Oh Ha Na terlihat depresi sudah 3hari dia tidak beranjak dari tempat tidur, kemudian won yang diberi tahu oleh ibunya Ha Na datang membawa benda hijau itu dan langsung memasang nya di sela-sela pintu. Oh Ha Na yang terbangun oleh suara bor yang digunakan oleh won langsung melihat kearah won. Won berkata “Aku suka rasanya,Tentu saja pukulan yang hebat adalah pukulan disaat kau sedang marah” sambil memukul benda yang digantung itu “Aku akan memberimu waktu seminggu Oh Ha Na, ayo kita melakukan 3x pukulan terkuat kita ke mesin permainan pukulan, yang kalah akan mentraktir 3 tahun ceker ayam,setuju? ”. sambil pergi meninggalakan kamar Oh Ha Na dia memberitahukan nilai nya dalam permainan pukul tersebut. “Hanya ingin menunjukan padamu,nilai pukulan ku adalah 178,bersiaplah untuk kalah” dan yang menang adalah tidak tahu,karena tidak diceritakan lebih lanjut.. mungkin tidak jadi bertanding karena hujan. Entahlah saya tidak hadir :3

Flasback nya sudahan,,, kini mereka pergi  ketempat game pemukul dan yang kalah harus mentraktir,,     

Dan yang menang adalah Won dan tentu saja yang mentraktir adalah Ha Na..namun Ha Na protes karenan yang dibeli oleh won terlalu mahal,mereka pun bertengkal kecil kemudian pergi dari toko tersebut.sembari jalan mereka berbincang tentang gam pemukul tersebut “tidak mungkin kalau pukulanmu bertambah kuat karenakau semakin tua,apa kau akhir-akhir ini merasakesal?”. Tanya Oh Ha Na sambil heran... Won teringat ucapan Seo Hoo yang mengucapkan “Menggetarkan Dia adalah keputusanku,jika dia bimbang,maka bukankah itu keputusannya?”.  Dan Won mengucapkan dengan percaya diri “Hei ! Rasa marah atau apapun yang kau rasakan,usia yang mengendalikan ekspresi emosimu...” namun Ha Na memotong perkataan won dan berkata “Mesinnya Pasti Rusak,Tidak Heran,Karena Kau Sudah Tua”. Sambil tersenyum ..

“Pasti Kau yang sudah bertambah tua”. Jawab won,dan Ha Na mengarahkan tinjunya kepada won kemudian berkata “mengapa aku bahakan tidak mendapat nilai diatas 100?”sambil keheranan ..

“Besok kita akan mulai berolah raga,di usia kita sekarang ini,kita perlu berkonsentrasi dalam membangun stamina, bukan tinju yang kuat” won berkata sambil melakukan pemanasan kecil.

“Meraka bilang kau harus memiliki kekuatan fisik pada tubuh baian bawahmu,sehingga,kau akan memiliki keseimbangan tubuh”. Ujar Oh Ha Na sembari mengikuti gerakan nya won.

“mulai besok kita harus berolah raga,besok jam 6 pagi yang telat bangun dia harus mentraktir ceker ayam,setuju?” “setuju!”sambil mereka masuk kedalam rumah masing-masing. Tapi Ha Na menatap kepembuangan sampahdidepan rumah, disanaada boneka kelinci pemberian dari SeoHoo dan benda hijau yang dipukul-pukul tadiitu loh..  sambilmenaikitangga oh ha na bergumamdi dalam hati “Alasan mengapa kau berulang kali melihat kemasalah yang sudah kau lupakan,bukan karena kau tidak tahu cara melupakannya. Itu karena kauberpikirmungkin suatu saat nanti, kau akanmembutuhkannya. Kau tidak akan pernahtahu ketika harinya itu datang”. 


Keesokan harinya won keluar dari rumah dan melihat truk pengangkut sampah telah selesai mengangkut  barang yang dibuang oleh oh ha na. Dan won melanjutkan lari pagi dengan oh ha na namun oh ha na sangat tampak lelah baru berlari beberapa Kilometer dari rumah nya. Dan won mengejek oh ha na begini katanya “kemana kekuatan yang kau dapat dari makanan yang kau makan 3x sehari selama 34 tahun itukau simpan??” won pergi meninggalkan oh ha na dan pergi menaiki sebuah tangga untuk menunju puncak di ikuti oleh oh ha na,namun karena terlalu lama won kembali dan  membantu oh ha na manaiki tangga itu. Sesampainya di puncak mereka berdua beristirahat dan berbincang tentang perkerjaan.. “Sunguh menyegrakan! Beristirahat benar-benar mengasikan” ucap oh ha na “kaudari awal benar-benar sudah berlebihan pada dirimu sendiri oh ha na ! apa kau mau berkerja sampai ketiduran di kantor?” tanya won kepada ha na..

Dengan santainya ha na menjawab pertanyaan won “Di usia seperti ini, aku membutuhkan ruangan sendiri dikantor,bukan sebuah lagu dan tarian,ini adalah seperti sepotong kue”.

“oh begitu, ok, ok” Jawab won sambil menggangukan kepala.

“Aku mulai dengan projek baru hari ini, aku sudah mengerjakannya sendiri selama satu tahun kali ini akuakan membuat si direktur “sampah” itu menelannya.. direktur sampah..” ujar ha na sambil sedikit kesal..

Sambil ingin menenagkan ha na,Won berkata  “yaa,sepertinya aku akan segera melihat wajahmu di majalah Time” ..

“oh,hei..” jawabhana sambil menyenggol  bahu won, “ahh,sungguh menyegarkan” sambil tersenyum mengatakannya.


Sesampainya di kantor won bertemu dengan rekan kerjanya so eun lalu bertanya “sepertinya hari ini susasana hati mu sedang bagus” dan won pun menjawab “uhh? Ada apa?” so eun kembali membalas ucapanwon “sepertinya kau sedang bahagia karena sesuatu” won menjawab sambil memegang bahu so eun “mungkin karena cuacanya sedang bagus”.. dan merekapun langsung menuju pesawat yang akan dinaiki.. disana ada penumpang yang melepaskan sepatu sebelum duduk dipesawatdanwon pun meletakannyadibawahkursi penumpang tersebut. Soeun hanya tersenyum melihatnya.. 


Ha na  yang mengadakan rapat dengan para bawahan nya sedang mencari rekan kerja demi target perusahaan nya, dan yang dipilih adalah jumei global. Seorang karyawan berkata kepada orangdisebelah nyadengan berbisik ”kapan dia mempersiapkan ini?”  teman sebelahnya menjawab “itu yang seang aku katakan,aku merasa takut setiap kali dia melakukannya”. Ha na bilang bahwa jumei global memiliki 2 juta pelanggan yang melihat situs mereka setiap hari, bukan hanya produk mewah dari luar negri, tapi mereka juga penjual produk kecantikan dari korea,melalui acara ini, kami mengantisipasi hasil yang baik. Dan mulai malam hari mereka akan akan bekerja lembur.jika tidak bisa mendapat kontrak dengan perusahaan ini,bersiap-siaplah untuk keluar dari meja kalian jadi kerjakanlah dengan benar.. mendengar kata “lembur” yang diucapkan Ha Na para karyawan seperti tidak suka salah seorang karyawan mengerutkan dahi dan ada juga yang memegang kepala mereka..

Dan disaat jam istirahat tiba Ha Na melihat seorang pasangan yang sedang bermeseraan dengan pasangan nya.disana Ha Na merasa sedih.. karena teringat kembali kepada Seo Hoo.. ketika dalam toilet pesawat terbang Ha Na sedang berdandan dan disaat dia mau keluar Seo Hoo tiba-tiba masuk kedalam toilet tersebut. Berduaan bersama Ha Na ditoilet tesbut Seo Hoo memeluk erat tubuh Oh Ha Na.

Ha Na hanya  tersenyum mengingat kejadian itu .. mengeleng-gelengkan kepala lalu menghela nafas..


Ketika so eun sedang melihat-lihat musik klasik tiba-tiba seseorang berkata “sekarang ini orang-orang tidak mendengarkan musik klasik lagi karena membosankan,ya kan?”

“daripada sesuatu yang baru aku lebih menyukai sesuatu yang lama” jawab so eun sambil melihat cover cd tersebut.

“Yaa, belakangan ini aku mengalami hal itu, aku memiliki dengan penggemar yang memiliki selera yang sama”. Jawab orang itu sambil memasukan tangan ke saku celananya..

Ketika so eun melihat kearah orang itu dan ternyata orang itu adalah Seo Hoo dan So Eun berkata “Wah.. Aku tidak mengenalmu saat terakir aku melihatmu, tapi kau ini benar-benar orang yang terkenal”.

“kau tahu aku?” jawab Seo Hoo...

“Tidak, waktu itu ketika kau datang ke kantor kami aku melihatmu, saat kau keluar dari ruang kerja Sunbae Won” basalasan pertanyaan yang dilontarkan kepada so eun

“ahh...” seo hoo mengangguk..

Kemudian mereka berdua berjalan-jalan disekitar toko sambil berjalan dan so eun menanyakan apa hubungan seo hoo dengan won. “hubungan kami agak dekat,lalu apa hubungan apa yang ada pada kalian berdua?”.  Seo hoo menjawabsambil membalikan badan kepada so eun..

“Aku seorang Hoobae. Seorang hoobae perusahaan..” jawab so eun..

“seorang hoobae di perusahaan.seperti itu?” seo hoo balik bertanya..

“iya..”kembali jawab so eun.. tidak selang beberapa waktu so eun kemali berkata “Hhm..tidak, sebenarya aku tidak yakin, aku rasa sunbae lebih memilih untuk berteman daripada menjadi kekasih”. 

“Oh Ha Na..” kata yang keluar dari mulut seo hoo.

“kau juga mengenal Unni Ha Na?” tanya so eun..

“aku mengenalnya,mereka berdua adalah satu kesatuan kemanapun mereka pergi,bisakah aku minta bantuanmu??”.. ujar seo hoo..
  

Oh Ha Na yang sedang lembur dikantor ditanya oleh bawahan nya “oh ha na bukankah kau akan pulang??” 
“tidak aku akan menyelasaikan tugas ku dulu” jawab nya sambil menerpa layar laptop nya..

“kalau begitu aku pulang dulu “ jawab bawahan nya sambilmeninggal kan oh ha na sendirian..

Oh ha na mengeluarkan Handphone nya dan mengirimkan sms kepadawon bahwa ia tidak dapat berolah raga besok pagi dikarenakan kerjaan nya yang sangat banyak hingga membuat dia lembur di kantor hingga larut malam dan mempersiapkan presentasi untuk besok..

Dengan cepat won membalas sms dari Ha Na “tidak perlu minta maaf. Yang tidak hadir akan mentraktir ceker ayam 2x,aku harus bilang apa ya .. aku sangat bersukur” kemudian memasukan handphine nya kedalam saku celana, namun Ha na langsung membalsa sms tersebut dan eon membacanya “kamu memang jenius disaat mengingat kenangan semacam itu, dasar manusia berdarah dingin.”..

“hei won !” saudari nya won memanggil.. “aku rasa wajahku sudah kelebihan lemak.persediaan timun di kulkas tidak banyak,biasanya betisku tidak bengkak bahkan setelah melakukanh penerbangann yang lama tapi,sekarang menjadi bengkak.” Sambil berbaring disofa dengan wajah dipenuhi dengan timun yang di iuris tipis..

“kau juga membutuhkan sebotok bir” jawab won samil semangat..

Mereka berdua berbaring disofa dengan kaki membentang ke atas meja danmengobrolkan susana hati won yang sedang bagus,dia minta diceritakan kebahagiaan apa yang sedang di dapat oleh won.kcuali soal ha na, tapi di berubah pikiran dan ceritakan soal ha na juga. Won berkata “belakangan ini akumerasa bangg terhadap Ha Na” sambl tersenyum..

“kenapa kau menjadi picisan seperti ini ??” tanya saudarinya won

“ada beberapa masalah yang cukup mengkhawatirkan tapi dia lebih baik dari yang aku pikirkan dan sepertinya hidupnya sekarang ini teratur dengan baik” won menjawab dengan bangga.

“itu saja?” sambil keheranan.

“iya”..

“kapan dia hidup tidak pernah teratur dan baik?”

“benar juga ya..” jawab won

“ok. Kalian lanjutkan pertemanan kalian seperti anak kecil yang sedang main rumah-rumahan.lalu menikah ketika kalian semakin tua ” kata saudarinya..

“harus sepeti itukah??” jawab won..

Waktu dipagi hari ibu ha na pergi untuk membangunkan ha na di kamarnya nya namun ha nasudah tidak ada ha lagi disana, ternyata hana sudah sberdandan dengan rapih dan siap untuk berangkat ntuk persentasi di kantornya,ibunya yang heran langsung pergi kebawah untuk membuatkan sarapan untuk ha na, sesampainya dibawah ha na bertemu dengan ayah nya dan ayah nya berkata “kau langsng pergi? Bagaimana dengan sarapan mu??”

“tidak apa-apa. Aku akan sarapan begitu sampai dikantor” sambil tersenyum Ha Na mnejawab

“Kauharus makan.jika berat bandan mu turun di usiamu itu kau akan kelihatahn lebih tua”ujar ayahnya seperti memberi nasihat..

“ah,,aku mengerti..” sambil keluar pintu rumah..

“Ha Na! Tunggu sbentar,buah,buah,buah!! Bilang ibunya sambil berlari mengejar ha na.. SELANJUTNYA || Sinopsis The Time We Were Not In Love Episode 6 PART 2