Advertisement
Advertisement


Sesampainya dikantor Ha Na mendapat telpon dari Won..
“Jadi kau akan melakukannya hari ini juga?”. Tanya Won..
“Ya, begitu aku menyelesaikan presentasi ini,Aku butuh tempat untuk bernafas”. Ha Na berjalan menuju kantor nya..
“Semangat Oh Ha Na..”. Ujar Won..
“Apa kita harus perginonton malam ini?”. Tanya Ha Na kepada Won..
Terjadi beberapa tanya jawab  antara mereka berdua untuk pergi.. Oh Ha Na berencana menonton 3 film sekaligus mulai tengah malam sampai pagi, namun won tidak menyetujuinya karenan mengingat usia Ha Na yang sudah berusia 34 tahun katanya mungkin Ha Na akan tertidur pulas sebelum film pertama habis. Won mengajak menonton 1 film lalu kemudian mengajak minum bir dan Ha Na pun setuju..
Dan waktu mereka pun untuk pergi menonton sudah tiba, disaat mereka sedang pergi berdua tiba-tiba Seo Hoo pergi ke rumah Oh Ha Na an mengirim Pesan lewat Handphone untuk keluar rumah menemuinya namun tidak dijawab oleh Ha Na karena sedang asik bersama Won..
Mereka pergi karena sambil merayakan kenaikan pangkat nya Oh Ha Na, disana mereka mengobrol tentang mantan kekasih nya won dan kehidupan won disebelumnya.
Seo Hoo yang telah lama menunggu didepan rumah Ha Na akhirnya pergidan mengirim pesan kepada Ha Na “Aku akan menemuimu besok”. Dan kemudian pergi dari rumah Ha Na..


Keesokan hari nya Won dengan rekan kerja nya sedang berbicara mengenai cincin yang terjatuh waktu itu ke selokan, namun So Eun bertanya kepada won tentang kriteria wanita ideal nya Sunbae Won. Dan rekan kerja nya ikut memberikan pertanyaan.
“Apakah tubuh yang langsing?muka yang mungil?” tanya nya sambil menggoda.
Won menendang bawah kursinya karena mereka duduk bersebrangan.
“Kau sedang bergurau lagi”. Jawab Won.
So Eun kembali memberikan pertanyaankali ini ia menanyakan soalkriteria pria nya Oh Ha Na dan flashback pun kemabli terjadi sodara-sodara~...
Disebuah perpustakaan Oh Ha Na sedang membaca buku novel sendirian dan datang won dari belakang mengabil buku yang seang dibaca oleh Oh Ha Na dan mengajak nya pergi dari situ. Won mengajak Ha Na ke tempat lorong-lorong buku dan mereka berbincang tentang pria idaman nya Ha Na.. 
“Won,Pria idaman ku... Aku akan menemukan pria ideal bagiku dengan sebuah ciuman.” Kata Ha Na sambil menyender di rak buku.
“Ciuman?,Pria yang ideal biasanya digambarkan dari tinggi badannya dan bagaimana rupanya. Bukankah itu semuabiasanya??” Won terlihat seperti kebingungan mendengar perkataan nya Ha Na..
“Aku akan memikirkannya pada kencan pertama, Apa aku berhasrat untuk menciumnya atau tidak. Jika akutidak berhasrat, maka dia akan aku coret dari daftar pria idamanku. Ujar Ha Na sambil melihat kearah lain.
“ckckck...Lupakan soal novel percintaan. Masalah mu benar-benar serius saat ini.” Sambil mengacung-ngacung novel yang sedang dibaca oleh Ha Na tadi..
“Di antara sekelompok pria yang sudah gagal di putaran pertama. Aku akan berkencan dengan pria yang membuat hatiku tergetar dan membuat aku jadi mabuk tuak *eh.. mabuk kepayang.” Kata Ha Na sambil tersenyum manis... manis seperti kamu yang sedang baca ... :v
“Cinta seperti itu... Apa kau bahkan tahu kalau itu mengacaukan kehidupan manusia? Itu juga membuat hati orang-orang yang ada disekitarmu kacau.” Won berkata ndengan tatapan kosong seperti ada yang sedang dipikirkan olehnya.
“meski begitu, suatu hari nanti.. aku ingin mengalami cinta seperti itu. Cinta gila...” Ha Na kembali mempalingkan wajah nya dari Won.. dan Flashback pun berakhir..

Dikantornya Ha Na sedang mengcek kerjaan nya dan tiba-tida mendapat pesan dari Seo Hoo yang ingin bertemu dengan nya namun Ha Na tidak menghiraukan nya dan langsung menghapus Pesan tersebut. Disaat Ha Na menyimpan Handphone nya tiba-tiba dia mendapat telepon dari So Eeun untuk bertemu disebuah tempat. Setelah sampai ditempat So Eun berkata ingin melakukan Kencan Buta, katanya jika dia mengatakan kencan buta itu,dia khawatir kalau Ha Na tidak akan kesini dan merasa tidak nyaman,itu sebab nya dia tidak mengatakan nya lewat telepon., namun Ha Na menolak kencan buta tersebut dan begini katanya..
“So Eun, terimakasih tapi aku tidak ingin kencan buta, aku tidak punya waktu untuk memikirkannya maafkan aku. Aku pergi dulu.” Setelah mengucapkan nya dia langsung berdiri. 
Namun So Eun menghetikan nya dan dia bilang bahwa yang ingin di kencan butakan dengan Ha Nabahwa mereka saling kenal. Dia juga berkata bahwa dia penasaran hubungan apa yang mereka berdua miliki..
“Dia mengenalku?.” Jawan Ha Nasambil heran..
Tak lama orang itu datang dan So Eun melambaikan tangan kepada orang itu..
Dan orang itu pun menghampiri Ha Na dan ternyata orang itu adalah Seo Hoo. 
“Aku yang memintanya, Aku ingin bertemu denganmu dan harus bertemu dengan mu”. Akir perkataan itu diakhiri dengan senyuman oleh Seo Hoo.
Dan So Eun pergi meningalkan mereka berdua dan bergumamdalam hati “hubungan apa yang mereka miliki?”...
Ditengah keheningan antara Ha Na dan Seo Hoo berkata.
“Kau sudah membangun tembok yang besar sehingga aku bahkan tidak bisa mendekatimu, apa Choi Won yang menyuruhmu?” tanya Seo Hoo.
“Apa So Eun yang merencanakan pertemuan ini?”. Ha Na tidak memperdulikan pertanyaan Seo Hoo.kaya dikacangin gitu ..
Tiba-tiba Seo Hoo mengeluarkan album piano nya..
“Aku bilang, Aku akan memberikan ini langsung kepadamu, lalu dia bilang dia akan mempertemukan kita, aku rasa dia benar-benar menyukai Choi Won.”
“Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?? Tiba-tiba saja kau muncul setelah bertahun-tahun lamanya. Apa yang kau mau??”. Sambil menghela nafas Ha na menjawab. Tampak sedikit kesal dari raut wajahnya.
“Apa akhirnya temboknya sudah mulai retak?”dengan Percaya dirinya dia berkata..
“Kau masih sama saja. Kau selalu membuat penelian sendiri dan mencari tahu sendiri”. Wajahnya masih tampak kesal seperti tak suka dengan pertemuan yang sedang berlangsung.
“Aku menyadari ada sesuatu yang tidak aku ketahui, Kalau aku tidak henti-hentinya memikirkanmu, Disaat aku berjalan sendiri, mengendarai sendiri, disaat salju turun dengan lebatnya atau matahari yang bersinar terang, aku memikirkan mu, bahkan jika aku mendengar seseorang bicara bahasa korea di jantung kota new york, karena aku ingin mendengarkan suaramu,aku rasa aku sudah gila..” dan perkataan nya masih berlanjut .. kaya bikin puisi aja nih si Seo Hoo.. :3 
“Aku menyadari alasanya, kau adalah satu-satunya wanita yang paling aku sayangi di kehidupanku.. saat kebersamaan kita sungguh hangat dan mendalam, wanita manapunn yang aku kencani tidak sebanding dengan semua itu.. aku ingin bersama Oh Ha Na lagi. Aku harus bertemu dengannyaitu sebabnya aku kembali kesini..” dan itulah akhir kata-kata mutiaranya nya Seo Hoo .. :v Oh Ha Na hanya diam terpaku mendengarkan kata kata mutiaranya Seo Hoo...

“Apa?Siapa?Cha Seo Hoo? Ha Na sedang bersama Cha Seo Hoo saat ini? Dimana tempatnya?Dimana Tempatnya !!?” Won bertanya sembari membentak So Eun..
Tak lama Oh Ha Na keluar dari cafe dan Sae Hoo mengikuti dari belakang mengejar Ha Na dan mengahadang Ha Na dan berkata.
“Aku tahu ini sulit bagimu, tapi apakah kau yakin kalau dirimu lebih merasa sakit dari apa yang aku rasakan?” namun Ha Na tidak memperdulikan perkataanya dan kembili Sae Hoo dikacangin, Ha Na pun pergi namun tangan nya dipegang oleh Seo Hoo seperti tidak ingin membiarkannya pergi.
“Katakan Seuatu, entah kau ingin mengutukku atau membenciku, katakan apapun. Didepanku !!!”. kata Seo Hoo..
“AKU TIDAK INGIN BICARA PADAMU !!”. sambil melepaskan tangan dari Seo Hoo.
“Kenapa? Apa kau takut pendirianmu mulai goyah?kau mengunakan seluruh kemampuanmu untuk menjauhiku,aku bisa melihat semuanya, Ha Na.” Seo Hoo berkata sambil memamndang kedua bola mata Ha Na.
“Kau.. Benar-benar..” Namun ucapan Ha Na terpotong oleh teriakan Won yang mencari-cari Ha Na ”Oh Ha Na ! Dimana Kau, Oh Ha Na?”terdengar dari sabang sampai merauke.. :v
“Akhirnya datang, Choi Won “ ucap Seo Ho.. beberapa kali terdengar teriakan Won..
“Kemanapun Oh Ha Na pergi, Choi Won selalu datang mencarimu” Seo Hoo masih melanjutkan kalimatnya..
“Aku Pergi” Ucap Ha Na sambil meninggalakan  Seo Hoo..
“Jangan kaupikir kau tahu segalanya”  Seo Hoo berteriak dibelakang Ha Na, namun Ha Na masih tidak memperdulikan ucapakn yang dilontarkan Seo Hoo... “sakit eak jadi dia” :v 

Setelah lama mencari Won mengeluarkan Handphone yang disimpan disaku belakangnya dan menelpon Oh Ha Na namun nomer Ha Na  tidak dapat dihubungindan dia pun menguhungi Seo Hoo “Ini Aku, Choi Won. Dimana kau?” ucap Won berbicara melalui telepon..
Setelah menemukan Seo Hoo tiba-tiba Won menarik kerah baju Seo Hoo dan berkata..
 “Apa yang sekarang lakukan sekarang? Aku sudah katakan kalau njanagn pernah muncul dihadapannyan,KAN !?” sambil memperlihatkan raut wajah yang kesal..
“Apa kaupernah berpikir kalau tindakanmu ini seharusnya tidak kau lakukan demi Ha Na?” ucap Seo Hoo.
“Apa?” sambil melepaskan tangan dari kerah bajunya Seo Hoo..
“Jika Bukan Karena dirimu, Ha Na dan Aku tidak menjadi seperti ini, Apa kaupernah memikirkan hal itu?” Seo Hoo berkata seperti ini semua salah nya Won.
“Jika kau tidak menyakiti Ha Na, pasti tidak akan seperti ini”. Won membalikan perkataan Seo Hoo..
“Itu Tidak benar. Kau mengambil kesempatan dariku agar Ha Na tidak tersakiti.”
“Jangan membuatku tertawa. Kau sudah meninggalkan Ha Nan !” sekarang Won yang menyalahkan Seo Hoo..
“Tidak! Aku tidak meninggalkan Ha Na !, dan kau masi sama seperti dulu,ikut campur dalam hubungan kami, aku katakan padamu sekali lagi, Choi Won. Kau bukan orang yang berhak untuk mecegahku.” Dengan nada kesal dia berkata.
“Kau salah, kau tidak akan pernah bisa mendekati Ha Na, Aku pastiakan mencegah semuaitu terjadi.” Ujar Won..
Mereka berdua pun saling berpandang satu sama lain (awas bahaya :v) dan kemudia pergi saling berlawanan arah won ke garut dan seo hoo ke bandung.. :v

So Eun datang kerumah Won dan berbincang dengan saudarinya won.
“Ini pertamakalinya aku melihat dia begitu marah,apa yang harus aku lakukan?”kata So Eun bertanya..
Dan saudari nyapun menjelaskan hubungan antara mereka berdua.. antara Ha Na dan Won..

Ha Na yang baru saja sampai dirumah teringat dirinya yang memakai gaun saat dulu dan membuka bungkusankado yang isinya adalah sepatu berwarna putih. Dia membayangkannya sampai akhirnya dia ketiduran dan ibunya membangunkan Ha Na bahwa sekarang sudah hampir jam delapan. Ha Na bergegas bangun dari tempat tidur dan melihat handphone nya banyakl sekali misscall ari asistennya dan memceritan kan apa yang terjadi diperusahaan nya dan dia pun berangkat ke kantor.. *ga mandi dulu apah? :3

Di pagi hari menceritakan Seo Hoo yang sedang belari pagi.. sambil membayangkan perkataan yang diucapkan oleh Won yang berkata bahwa won tidak akan membiarkanya mendekati Ha Na. Itu seperti kata yang HORROR yang terngiang dikepalanya nya seo hoo.. 
Ternyata seo hoo lari pagi sambil diikuti oleh manager nya dengan mobil dan seohoo mendekati mobil danmengambil alih kemudi mobil tersebut dan manager nyamenjadi penumpang..
“Aku yang akan mengemudi..Kemana aku harus membawamu?. Ujar seo hoo..
“Hee?” Manager tersebut terkejut dan berpindah ke sisi bagian mobil..
“Aku akan menemanimu kemanapun kau pergi” si manager melanjutkan kalimat nya..
Dan merekapun pergi tak tahu kemana...

Sesampainya DikantorHa Na meminta maaf kepada atasan nya karena jumei Global tiba-tiba saja meminta ketentuan tambahan dan Ha Na saat itu masih tidur dan tidak bisa dihubungi...
Dan malam pun tiba Ha Nabeserta teman nya pergi kesbuah bar untuk merayakan 17 tahun persahabatan mereka namun seiring waktu berlalu mereka berdua terus minum dan akhirnya pun mabuk . teman nya Ha Na menanyakan apa yang dilakukan cinta pertamanya, Choi Won. Dan dia meminta Ha Na untuk menyuruh Won datang kesini karenaia ingin melihat wajahnya, dan Ha Na pun mengeluarkan Handphone nya namu entah siapa yang ia telepon.. 

Dikantor So Eun memintamaaf kepada won karena kejadian sebelumnya tapi malah won yang berbalik meminta maaf karena sudah membentak So Eun kemarin, So Eun bertanya kenapaWon begitu marah, dan menayakan siapaitu seo hoo. Dia rasa dia tidak boleh tahu semua yang ada hubungannya antara won dan ha na. Hal yang paling penting bagi so eun adalah cara agar bisa lebih dekat dengan won, dan won pun bertanya..
“bagaimana kau selalu bisa menunjukan seluruh perasaanmu?”
“karena jika mmenyembunyikan perasaanku,maka orang orang lain tidak akan tahu isi hatiku.. karena, Ada kesempatan kalau akau mungkin bisa kehilangan orang itu”.. ucap So Eun dengan polosnya..

Seseorang membuka pintu bar dan Ha Na melambaikan tangan dan sambil berkata “Won..” dan teman nya pun ikut berkata “Hei, Won sudah banyak berubah.” Namun setelah orang itu mendekat ternyata orang ituy adalah Chang Soo yang ingin meminta maaf kepada jeong mi. Ha Na mendengarkan percakapan Chang Soo dengan Jeong Mii.. mungkin Ha Na iri kepada hubungan mereka berdua.. teman Ha Na yang satu lagi mencoba mempersatukan Jeong Mii dengan Chang Soo. Meraka pun saling berpelukan, Ha Na hanya melihat mereka dengan ekspresi yang agak sedikit “envy”. Namun dia menupitnya dengan senyuman maniss.. maniss.. maniss......
Ha Na pun pulang menggunakan taksi dan bergumam di dalam hatinya “Jika Kau menyadari sesuatu yang kau tidak tahu, bisakah cinta menjadi bertolak belakang..” dan Ha Na pun teringat kata-kata Seo Hoo “jagan berpikir kalau apa yang kau tahu adalah segalanya.” Ha Na membandingkan permintaan Seo Hoo dan Chang Soo hampir mirip dan membuat hati oh ha na menjadi sedikit goyah”kayaknya sih :v” namun Ha Na hanya mengelengkan kepala..

Dikantor nya Ha Na sedang terjadi rapat tentang menjadi sebuah sponsor di sebuah acara,diproyeksikan menjadi 3 bulan kdepan yang akan membawa keuntungan bagi perusahaannya. Namun ada satu masalah yaitu program yang akan disponsori oleh perusahaan Oh Ha Na adalah acaranya Seo Hoo, dan yang bertanggung jawab adalah Oh Ha Na, dia pun begitu terkejut, namu atasannya berkata bahwa Seo Hoo sendiri yang memintanya. Oh Ha Na berusaha menolak dengan alasan sibuk dengan projek cina dan dia bilang tidak bisa pergi untuk projek ini, namun dia tidak bisa menolknya dan terpaksa menyetujui..
Di depan rumah Ha Na ada adiknya Ha na sedang berdiri seorang diri dan daang Won bertanya ada masalah apa. Dan dia menjawab..
“Masalahnya adalah... ada hal yang ingin aku tanyakan”
“Ada apa? Katakan padaku?” hawab Won
Dia menanyakan soal hari jadi pernikahan orang tuanya minggu depan, dan dia ingin mereka berlibur namun dia tahu kalu dia tidak punya biaya untuk itu..
Won bilang akan memberikan tiket pesawat. Dan bilang berikan pada mereka sebagai hadiah darimu. Namun dia menolak. Dia berharap kakanya (Ha Na) mengubah kepribadiannya dan berkencan dengan won. 
Ha Na yang mendapat kabar kalau dirinya di dalam projek cina digantikanoleh rekannya dan dia pun pergi ke tempat rekannya itu untuk menanyakan pa benar tentang hal itu, dan dia menjawab bahwa itu benardan atasan nya sendiri yang meminta hal itu, Ha Na yang terlihat seperti tak percaya langsung di ajak bicara di temoat lain oleh rekannya.
“kau akhir-akhir ini sedang berkencan kan?”. Tanya nya..
“mengapa tiba-tiba saja kau membicarakan hal itu?” Ha Na balik bertanya..  
“kau terkenal suka lemah ditempat kerja setiap kali kau ada masalah dengan pria”. Dengan polos dia berkata..
“apa kau bilang?” 
“sepertinya hanya kau yang tidak tahu, kekasihmu membuat kekacauan di pernikahan anak buahmu, kjau memiliki scandal dengan pegawai magan yang jauh lebih muda, dan kekasihmu yang terkenal itu selalu saja ingin tahu soal ruang kerjamu, perusahaan dan pekerjaanmu, semua karyawan di perusahaan tahu kalu kau tidak bisa memilah antara pekerjaan dan masalah pribadi”.. ujar nya seperti orang berpidato .. -__-
Oh Ha Na hanya menghela nafas Dan kalimat wanita itu masih berlanjut.. 

“Sejak PPT terakhir,apa kau tidak sadar apa yang sedang terjadi di perusahaan?bagaimana kau tahu, sementara kau selalu saja disebukkandengan hal yang lain?INI KANTOR !. Kau tahu itu bahkan jika kau bertahan dengan seluruh tenagamu, itu bisa saja berakhir dengan sekejap, kan.? Berhenti melebih-lebihkan karena masalah kencanmu dan pikirlah kembali, ketua tim Oh Ha Na... dan mengenai pekerjaan kami akan langusng meneruskan masalahanya dengan direktur Byeon. Untuk itu, kau sudah bekerja keras samapai hari ini” sambil mengakhiri kalimat nya wanita itu pergi meninggalkan Oh Ha Na.

Oh Ha Na hanya menahan air matanya, matanya yang berkaca-kaca memperlihatkan bahwa ia terluka oleh perkataan tersebut..  sungguh wanita yang jahat.. :v 

Ha Na pun kembali ke meja kerjanya dan dia sambil berkata disalam hati..
“Itu bukan karena aku tidak tahu, tapi aku lupa. Bahkan melalui celah-celah yang tak terlihat, angin yang bisa menelan segalanaya. Apa Oh Ha Na yang berusia 34 tahun harus menanganinya sendiri. Bukan hanya cinta yang penuh bekas luka.”

Dan malam pun tiba. Won bertemu dengan ayah nya Ha Na dijalan ayahnya Ha Na mengjak Won untuk Minum-minum.danmereka bercerita tentang hubungan nya dengan istrinya. Beberapa percakapan berlalu dan mereka pun pulang. Won pergike tempat biasa iya makan ceker ayam bersama Ha Na. Won membayangkan beberapaucapan ayahnya Ha Na.,mengapa mereka berdua tidak pernahberubah mash seperti saat kalian di bangku sekolah. Dan terjadi lah flashback.. di flashback itu ndiceritakan tentang hadiah yang diberikan dulu dari teman nya Ha Na yang saya lupa lagi namanya dan ingin melakukan 3 pertemuan digereja.. oh iya namanya Na Yeong.. di flashback nya Ha Na bilang bahwa Won akan menjadiorang yang jauh lebih penting dari kekasihnya,suami, atau keluarga... bisa kek gitu ya si Won -_- dan Ha Na bilang bahwa dia berharap mereka berdua akan terus seperti itu, dan dia bilang dia mengatakannya dengan tulus.. tulus yg nyanyi gajah itu loh gais. :v

Ke flashback selanjutnya.. won teringat saat dia berkelahi tentang memperebutkan Ha Na disaat won di pukuli pleh 4 orang temannya dia berteriak kepada salah satu teman yang memukulinya nya “KENAPA AKU TIDAK BOLEH MENCINTAI HA NA !!” dia berkata seperti itu sambil diseret oleh orang yang memukulinya.dan kemudian di esoknya dia jalan brsama dengan Ha Na dan dia bertanya siapa yang memukulimu biar Ha Na yang balaskan, tapi Won menjawab “Ini semua salahmu” dan Ha Na pun berhenti berjalandan bertanya kenapa ini semua salahnya.. dia menanyakan apa mereka memilih dirimu untuk dipukuli karena dia bertemanan dengan Ha Na, dan mereka pun saling bertatapan dan ha na berkata “aku juga tidak akan mencintai mu,jangan khawatir, choi won”. Setelah beberapa detik bertatapan mungkin sekitar setengah detik.. won pun melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Ha Na dibelakang..  dan Won bertanya pada dirinya sendiri jika dia memberi tahu rahasia yang Ha Na tidak tahu, apakahHa Na akan lebih bahagia sekarang.. bahkan disaat terluka karena cinta apakah won  bisa menghentikan semua itu. Apakah dia mampu melindungi Ha Na, bolehkah saat ini dia mencintai Ha Na..

Ke flashback selanjutnya lagi... hobi amat flashback ini si won -_-.. won sedang melihat Ha Na membaca buku di sela-sela buku yang ada di rak lemari di perpustakaan namun tiba-tiba mati lampu dan Ha Namemnaggil nama Won dan Won pergi menghampiri Ha Na dan menyuruh jangan pergi kemana-mana. Won meraba-raba rak buka dan sudah dekat dengan Ha Na tiba-tiba H Na berbalik Badan dan tidak sengaja mencium bibir Won.. Dan itulah AKHIR dari Episode 6 ... nantikan episode selanjutnya ya kak... :v SELANJUTNYA || Sinopsis The Time We Were Not In Love Episode 7 PART 1