High School Love On Episode 1 PART 2

5/06/2016
Kita mulai yuuuks part 2 nya ... 
   


Eits eits eits ibu Ji Young berteriak-teriak (baru mulai udah bikin kaget ya dengan teriakannya hihi) karena melihat mobilnya dipenuhi coretan-coretan “Bodoh, pembohong, wanita jahat, waanita jelek ” dia terus berteriak dan berkata “siapa yang melakukan ini” teriakannya semakin histeris karena kata-kata yang di coret-coret di mobilnya. Eits muka Seul Bi ada corengan cat dan ternyata Seul bi yang mencoret-coret mobil ibu Ji Young tersebut. 
   


Shin Woo Hyun dan Lee Seul bi sudah berada di toko neneknya ia melihat dan memperhatikan  Ki Soo sedang makan dengan lahapnya dan ia bergumam dalam hatinya “masukan kemulut, dikunyah lalu ditelan” kemudian Lee Seul Bi mencobanya tapi sayangnya ia belum bisa menggunakan sumpit dan kesulitan untuk menggunakannya  dan terus memainkan sumpitnya dan Shin Woo Hyun kena jipratan makanan karena Seul bi memainkan sumpitnya, lalu Shin Woo Hyun memberikan garpu padanya agar lebih mudah untuk memakannya ( aaammm ia pun mulai memakannya) seul bi merasa aneh dengan makanannya (mungkin karena dia baru pertama kali makan ya ) Ki Soo menganggapnnya kalo Seul Bi mencari perhatian, ternyata Seul Bi kepedesan.


neneknya pun memberikan segelas air padanya, nenek menanyakan “berapa umur mu” kepada Seul Bi dia bilang “aku gak pernah menghitungnya” mereka pun saling bertatapan heran Seul Bi pun megatakan “sama dengannya” sambil menunjuk ke arah Shin Woo Hyun, nenek “18th juga” ia menganggukan kepalanya “ya 18 tahun” sambil tersenyum dan muncul suara kucing (meeeeong) Shin Woo Hyun berkata “apa kau bohong menyembunyikan bahwa kau lebih muda dari ku ?” 
  


Seul Bi tidak mendengarkannya ia hanya meliat papan informasi yang bertuliskan “Dicari Karyawan” dan berkata “aku akan melakukannya yang lain pada bengong dan nenek pun bertanya “kau punya pengalaman kerja ?” Shin Woo Hyun melihat Seuli Bi dan berkata “jangan berfikir untuk meminta-minta kepada kami” iapun terbengong nenek bertanya lagi “diman keluargamu ?” dia tak menjawab Shin Woo Hyun berkata “kau tak ingat” dia menganggukan kepalanya lagi karena gak tau apa yang harus dijawab, 
  


si nenek membenlanya “kau akan mengingat kalau kau sudah makan dan beristirahat” nenek memperbolehkan Lee Seul Bi tinggal dirumahnya selama ia mau namun Shin Woo Hyun menyanggahnya neneknya bilang “dia sudah menyelamatkan hidupmu” nenek mengatakan pada Seul Bi “kau bisa ganti baju di lanta dua” Seul Bi tersenyum dan berterima kasih kepada nenek. Shin Woo Hyun terdiam dan kesal karena neneknya mengijinkan Seul Bi tinggal dirumahnya selama ia mau.
  


Malam pun tiba Shin Woo Hyun pergi ke pinggir pantai menegndarai motor berwarna biru putih bersama Ki Soo, Shin Woo Hyun masih mersasa kesal dan melemparkan batu ke laut sambil berbincang-bincang mengenai kejadian terjatuh dari gedung Ki Soo Kaget ketika mendengar Shin Woo Hyun tidak terluka sedikitpun sewaktu tejatuh  Ki Soo berkata “oooh sangat misterius” 
  

Shin Woo Hyun juga menceritakan bahwa mobil yang terkena jatuhan dia tidak apa-apa dan tak lecet sedikitpun, Ki Soo langsung mengalihkan pembicaraan dan menanyakan “kapan kau akan pindah sekolah?” ia mengajak untuk sekolah bersama disekolahnya sambil mempromosikan cewek-cewek di sekolahnya pada cantik-cantik (bisa aja yah promosinya si Ki Soo haha) Shin Woo Hyun merasa gak ada yang bisa ia lakukan dan menyuruh Ki Soo untuk tidak membahas masalah sekolah, Ki Soo berkata “Berhentilah keras kepala dan pindahlah” Ki Soo terus menyorotkan lampu motornya ke muka Shin Woo Hyun (jail amat ya dia) sambil terus mengoceh ternyata dia ingin terkenal seperti Shin Woo Hyun, lalu Shin Woo Hyun menghampiri Ki Soo dan menjatuhkan dia dari motornya Shin Woo Hyun memakai helm daaaaaaaaannn dia pergi meninggalkan Ki Soo sendirian di tepi pantai, Ki Soo terus berteriak “ Hei Hei jangan pergi tanpa aku, bantu lah temanmu” 



Lee Seul Bi berada di kamar nenek dan dia masih tetap seperti yang dia lakukan sebelumnya yaitu melihat setiap sudut ruangan jika berada di suatu tempat yang baru ia kunjungi si nenek sibuk menghitung uang, kemudian ia menghampiri nenek dan duduk di sampingnya dan melihat yang dilakukan nenek, 
  
tiba-tiba Shin Woo Hyun datang tanpa mengetuk pintu dan menghampiri nenek sambil berkata “nenek sudah menghasilkan banyak uang, Miss Gong!” dan duduk di ssamping neneknya, nenek bertanya “apa ada ynag ingin kau katakan?” ternyata dia mau minta uang dengan basa basi nya yang tak akan mempan pada neneknya eh eh maha di marahin (kasian) “kenapa malah menyentuh uang yang kotor setelah mandi Shin Woo Hyun menyanggahnya “kenapa kau selalu bilang kotor, padahal ini barng favoritmu” dan nenek menasehatinya Lee Seul Bi hanya melihat dan mendengarkan apa yang nenek dan Shin Woo Hyun diperbincangkan 

tengtereeeeeng nenek mengeluarkan sebuah kado berwarna merah muda dan itu adalah sebuah kado ulang tahun untuk Shin Woo Hyun, ia bertanya “apa ayah yang mengirimnya?” neneknya mengatakan bahwa ayahnya tidak mempunyai kepekaan terhadap anaknya “bagaimana bisa dia mengirimkan sepatu dengan ukuran yang sama setiap tahun” 
  
Shin Woo Hyun membuka kadonya dan melihat sepatu yang ada di dalamnya dia meminta neneknya untuk menyuruh sang ayah mengirimkan uang seperti ibunya, Shin Woo Hyun melemparkan kadonya ke depan Lee seul Bi. ia pun melihat kado itu Shin Woo Hyun mengatakan “kau bisa memilikinya” seul bi menjawab “benarkah ? makasih” nenek hanya melihat saja dan tak berkata sedikitpun, 


Lee Seul Bi melihat-lihat sepatunya dan bertanya “Ayah mu mengirimkan sepatu dari amerika, lalu kemana ibumu ?” nenek dan Shin Woo Hyun terdiam nenek langsung mengalihkan pembicaraan dengan meyuruh Shin Woo Hyun untuk segera tidur, Shin Woo Hyun mengatakan “aku tak akan pindah sekolah aku akan tetap disana”setelah itu ia pergi ke kamarnya, 
  


eh Seul Bi bergegas membawa bantal lalu dan mengikuti Shin Woo Hyun, Shin Woo Hyun bertanya “apa kau akan tidur bersamaku?” Seul bI menjawab “ kenapa? Tidak boleh ?” ia selalu mengatakan tentang apa yang dilakukan di drama Shin Woo Hyun mengatakan “tidak kah kau berfikir apa yang kau katakan sungguh berbahaya” dan bertanya “apa yang terjadi selanjutnya?” Seul Bi Berfikir seolah-olah mengingat apa yang terjadi di drama yang selalu di tontonnya dan ia mengatakan “Gelap” Shin Woo Hyun mengatakan bahwa kau harus memperhatikan ketika nonton drama dan Shin Woo Hyun mengatakan kepada neneknya “ tidur yang nyenyak ya nek” Seul Bi tetap mau mengikutinya nenek pun mecegahnya dan berkata “kau jangan mengatakan soal ibunya di depannya lagi, jika kau mengatakannya lagi kau akan di usir, mengerti?” eits malah menjawab Seul Bi “kenapa?” nenek pun terdiam dan Seul Bi berkata “Ya...” dengan muka asem (hihi kaya buah aja asem) 
   


Suasana di kamar Shin Woo Hyun penuh dengan robot-robot mainannya sejak kecil dan ada sebuah komputer untuk belejar Shin Woo Hyun, Shin Woo Hyun pun masuk ke kamarnya dan duduk di depan meja belajarnya dan membawa sebuah kotak berwarna ungu dan ternya kotak itu berisi banyak uang bisa disebut celengan juga, 
   


lalu ia menyimpan uang dari sakunya kedalam kotak itu lalu menutupnya kembali, ternyata Shin Woo Hyun selalu minta uang tiap hari pada neneknya bukan untuk di hambur-hamburkan tapi untuk di masukin ke dalam celengannya (rajin banget ya Shin Woo Hyun) Setelah itu Shin Woo Hyun membuka sebuah tempat permen dan mengambilnya satu lalu di makan dan disimpan lagi dengan rapih, kemudian pergi ketempat tidurnya dan berbaring melamun sambil memegang kalung dengan gantungan kunci dan berkata “diman ibuku sekarang?” ia terus melamun dan meniupkan permen karetnya tiba-tiba ponselnya bunyi dan ternyata itu Jin Young yang menelpon.
  


Tiba-tiba Seul Bi turun kebawah dan membuka kulkas (mungkin dia kehausan yaa) kemudian ia mengambil minuman dan meminumnya ternyata yang pertama kali ia minum rasanya tidak enak menurut dia lalu mengambila minuman yang lain dan mencoba meminumnya alhasil minuman yang sekarang rasanya enak dan cocok  untuk Lee Seul Bi ia mencoba minuman yang lainnya dan rasanya terlalu menyengat, 
  
Tiba-tiba Shin Woo Hyun turun dan mau keluar dan ia melihat Lee Seul Bi dan berkata “kau mengagetkanku” Seul Bi hanya tersenyum Shin Woo Hyun pergi keluar.
  


Diam-diam Seul Bi mengikutinya, ternyata Shin Woo Hyun menemui Jin Young yang tadi menelponya, Jin Young sudah berada di taman dan Duduk disebuah kursi setibanya di taman Shin Woo Hyun terdiam sejenak dan duduk di sebuah kursi di samping Jin Young , Jin Young meminta maaf dan Shin Woo Hyun mengatakan “jangan melihatku lagi” karena ia tidak ingin dipaksa keluar Shin Woo Hyun meminta Jin Young untuk tidak bunuh diri tak peduli seberapa sulitnya situasu yang ia hadapi, Shin Woo Hyun pun pergi dan Jin Young menghentikannya dan memegang tangan Shin Woo Hyun dan berkata “ini terjadi karena kau menyelamatkanku” dan menurut dia ini bisa di diskusikan dengan ibunya Shin Woo Hyun berkata “kau ingin aku mengmis?” Shin Woo Hyun melepaskan tangan Ji Young Dan pergi
   



eits ketika Shin Woo Hyun berbalik arah melihat  Lee Seul Bi ada di belakang pohon pura-pura sedang olah raga Shin Woo Hyun terus melihat ke arahnya. Jin Young memeluk Shin Woo Hyun sambil berkata “aku tak akan membiarkan mu di pindahkan dan akan menghentikannya bagaimanapun caranya” tapi Shin Woo Hyun terus melihat ke arah Seul Bi, Shin Woo Hyun berkata “kepindahanku tergantung kau dan ibumu” Ji Young mengatakan juga “kau tidak akan dipindahkan jika kau ikut denganku” sambil terus memeluknya. Shin Woo Hyun meminta Seul Bi menghampirinya Seul Bi menunjuk mukanya dengan tangannya sendiri (hihi lucu) 
  


Shin Woo Hyun melepaskan pelukan Jin Young dan berkata “maaf aku harus pergi pacarku ada disini” Seul Bi menghampirinya dan Shin Woo Hyun melepaskan jaketnya dan dikenakan pada Seul Bi agar tidak kedinginan Jin Young pun terdiam kaget. Shin Woo Hyun pun pergi bersama Seul Bi dan mengatakan “jangan menengok kebelakang” dan menghiraukan Jin Young yang terus-terusan berteriak gak jelas.
  


Shin Woo Hyun dan Seul Bi pulang jalan kaki berdua, eits kenapa Seul Bi jalannya jingjit ya, mereka terus berjalan kemudian Shin Woo Hyun meliat ke arah kakinya Seul Bi dan ternyata tali sepatunya Seul Bi terlepas (mungkin karena dia tak bisa membetulkannya jadi dia jalannya jingjit) Shin Woo Hyun berkata “kikuk sekali kau” dan membetulkan tali sepatunya yang terlepas Seul Bi berkata “waw kau sangat pandai sekali dalam hal ini” sambil tersenyum Shin Woo Hyun sambil mengatakan “ketika aku bilang kau kekasihku” 
  


eh Seul Bi memotong pembicaraannya dan berkata “tak apa-apa” (tersenyum malu) dan bilang “aku sering menontonnya di drama” waaaah itu menyenangkan, talinya pu sudah selesai di ikat Shin Woo Hyun tersenyum ketika mendengar kata-kata Seul Bi dan berkata lagi “aku bukan teman priamu tapi akuakan jadi teman wanitamu” “kurasa aku tidak salah sama sekali” sambil tersenyum, Shin Woo Hyun berkata “akan lebih mudah jika kau itu lahi-laki” sambil mendegungkan jidatnya, 


mereka meneruskan jalan kakinya Seul Bi menyakan tentang kepindahan sekolahnya  dan berfikir kalo itu hal yang buruk, perjalanan berhenti sejenak Shin Woo Hyun mengatakan “itu bukan hal yang buruk hanya tentang menghilangkan kenangan tai ia ingin menghapus beberapa kenangan mereka terus berbincang dan Seul Bi mengataka “manusia itu rumit” ambil menggelengkan kepalanya. Shin Woo Hyun berkata “kau bicara seperti bukan manusia saja”  


mereka melihat ke langit Seul Bi pun berkata “kapan aku bisa kembali dan Eul Bi ragu jika ia bisa kembali dan berkata “aku sini” sambil melambaikan tangannya ke langit Shin Woo Hyun pun ikut-ikutan brerkata “aku juga disini” sambil tersenyum melihat ke atas langit mereka berdua pun tertawa bahagia, kemudain Shin Woo Hyun bertanya “siapa yang kau ajak bicara” Seul Bi hanya tersenyum sambil berjalan dan Shin Woo Hyun berkata “dasar gadis gila” mereka melanjutkan perjalanannya sambil pegangan tangan



Di pagi hari Seul Bi sudah berada di Toko sambil belajar mengungakan sumpit yaitu memindahkan kacang hitam dari dalam mangkuk ke sebuah tisu (kebayang sulitnya ya kalo bagi orang awam) disana ada Senior malaikat yang menghampirinya dan sedang berbincang dengan Seul Bi, ia menanyakan seberapa lama ia akan hidup sebagai manusia senior menjwab “sampai akiu menemukan jawabannya” Seul Bi bertanya lagi “apa jika tidak menemukan solusinya aku akan mati?” Seul Bi terkejut ketika mendengar jawaban Seul Bi akan mati Jika Senior tidak menemukan solusinya dan dia memaksa senior untuk menemukan solusinya, senior pun terdiam dang bertanya “kenapa kau melakukan ini” ini adalah hal yang harus ketahui begitu ia menjawabnya sambil terus belajar memindahkan kacang hitam dari dalam mangkuk ke sebuah tisu dengan sumpitnya, mengetahui cara bagaimana menggunakan sumpit adalah dasar menjadi manusia dan ia harus mengetahui supaya ia bisa makan, apa yang manusi  makan itu enak. Dia harap seniorna itu bisa makan dengannya seniornya itu mengembalikan kacang hitam iitu ke mangkuk lagi Seul Bi pun bengong Seniornya berkata “kau itu bukan manusia, jangan lupa” Lalu malaikat itu pergi, tapi Seul Bi memanggilnya lagi dan berkata “maaf” untuk semua hal.
  


 Shin Woo Hyun keluar berpapasan dengan senior tapi tetap tidak akan melihat senior itu karna ia adalah malaikat, Seul Bi berkata “tidak, menghindar” Shin Woo Hyun pun menengok kesana kemari dan bertanya “apa yang kau lakukan” Senior itu terus melihat Shin Woo Hyun, Mereka pun duduk di kursi dan Shin Woo Hyun menayakan “apa kau bicara dengan seseorang” dia menjawab “aku disini sendirian” Shin Woo Hyun terus menayakan pada Shin Woo Hyun apa semua ini karena kejadian kemarin lalu ia memegang jidat Seul Bi dan berkata “apa kau sakit?” 
  


nenek pun keluar dan berkata “jangan membawa nasib malang”  dan memanggil seul bi dan mengajarkan Seul Bi memotong bawang dan yang lainnya. Ada yang menelpon ke DdokboKki Miss Gong dan memesan DdokbokKi satu porsi dan minta di antar kerumahnya Shin Woo Hyun mencatat alamat rumahnya, ia pun menyiapkan pesanan dan bersiap untunk mengantrakrkan peasanan.
Situasi di Rumah polisi
     




Di rumah polisi yang kemaren, ada seorang pria yang kemaren mendengarkan musik yang lagi belajar kemudian ada seorang wanita yang mengajaknya untuk segera makan dan itu adal ibunya, pria itu pun  membuka head phonenya dan memnggunakannya lagi tanpa menghiraukan perkataan ibunya, ibunya pun menghampiri anaknya dan menuliskan kata “ayo makan” di buku anaknya, lalu anaknya menyobekan kertas yang barusaan ibunya tulis kata “ayo makan” dan membuangnya dan berkata “ kenapa kita tak makan terpisah ibnya pun menghembuskan nafasnya dan berkata “aku pun gak mau makan dengan mu” sambil melihat anaknya yang sibuk sendiri, ayahnya pun menyusul ke kamar dan mengajak ayo segera keluar makan supnya sudah dingin, ibunya menjawab “kita akan kesana” sambil tersenyum anaknya itu hanya menoleh saja, 
  


eits tiba-tiba ada yang menyalakan bel dan mungkin diluar ada tamu ibu dan ayahnya pu segara keluar untuk membuka pintunya tararaaaaaa pintunya pun terbuka ternyata ada Shin Woo Hyun mengantarkan pesanan yang tadi dipesan dari rumah ini ibunya pun mengatakan “bahwa kami tidak memesan” dan balik bertanya “bukankah ini unit 104” iya ini benar tapi ibu itu tetep tidak mau menerimanya karena tidak merasa memesan apapun, ibunya pun menutup pintu dan ditahan oleh Shin Woo Hyun “tunggu sebentar” ini benar disini “apa anda yakin tidak memesan?” pemilik rumah (istri polisi) mengeluarkan raut wajah yang kesal “aku bilang tidak” sambil menoleh ke ruang makan, polisi itu bertanya pada anaknya “apa kau yang memesannya ?” dia hanya “bilang aku lapar” 
  


ayahnya pun menghampiri pintu dan mengatakan “Seong Youl yang memesan” ternyata nama anak itu (Seong Youl) Shin Woo Hyun pun langsung melihat ke arah polisi yang kemaren, ibunya pun salah tingkah dan berkata “aku lupa kalo aku yang memesannya (dengan nada yang gelagapan) sambil memberikan uangnya dan berkata “kau tidak seharusnya datang terlambat” Shin Woo Hyun meminta maaf dan mengatakan tidak ada kembalian, ibunya malah menawarkan “apa kau menerima kartu kredit” ia pun tersenyum dan berkata “kalau kartu kredit kau harus memberitahukan sebelumnya dan kami akan membawanya “ia meminta maaf karena tidak membawa kembalian lebih dan ini kesalahan kami maaf” ayahnya mengeluarkan uang dan memberikannya sambil berkata “ini ambil kembaliannya” di malah mempromosikan tokonya sambil trsenyum dan ibunya pun berkata “kami akan memesannya lagi di tempat lain” dia terus mempromosikannya dan ibu itu pun masuk kedalam sambil teriak “ayo makan nak” polisi itu pun tersenyumdan melihat kearahnya sambil berterima kasih, 


Shin Woo Hyun pun pamitan untuk pergi dan mengendarai motornya disela itu ponselnya bunyi ada yang menelpon dan ia bergegas pergi.
   


Masih dirumah Seong Yeol. Ibunya mengatakan “bahwa ia harus menulis daftar makanan setiap minggunya” sambil mengusap kepala Seong Youl dan ia pun mengelaknya ayahnya terus menasehati Seong Youl dan berkata “aku lebih penasaran mengenai ibu” lalu ia pergi ke kamar, orang tuanya merasa kesal ibu dan ayahnya terus memperbincangkannya, Seong Youl pergi ke kamarnya dan memainkan alat musiknya, 
   


ibunya masuk ke kamar dan membawakan makanan Seong Youl berkata “aktingmu akan memenangkan banyak penghargaan” ibunya mengatakan hal yang sama pada Seong Youl, Seorang guru etika menghancurkan rumah tangga orang Seong berkata seperti itu sambil melemparkan stik drumnya dengan kesal ibunya menjawab “ orang itu juga ibu tirimu” ibunya mengatakan bahwa ia tak menghancurkan keluarganya tapi iad tang untuk menyelamatkan kehancuran keluarganya, Seong Young mengatakan “ayahku tidak akan meninggalkan ibu jika kau tidak datang” ibunya merasadi diremehkan oleh anak tirinya dan memberitahu ia harus fokus belajar karena minggu ini akan sibuk Seong Yong membanting-bantingkan stik drumnya.
   


Ibu Jin Young datang ke toko nenek Shin Woo Hyun untuk meminta ganti rugi katas kerusakan mobilnya seharga 10 juta Won nenek terkejut dan mengatakan “mobil macam apa ini” Seul Bi hanya terdiam dan nenek bertanya kepadanya, Ibu Jin Young terus saja mengomel kemudian Shin Woo Hyun datang dan melihat surat yang dibawa ibu Jin Young sambil melihat ke arah Seul Bi dan berkata pada ibu itu “kau melakukan ini supaya aku pindah sekolah kan” ibu Jin Young menjawab “ya tampaknya kau lebih pintar memahaminya”dan ibu itu terus mengatakan kau akan dipaksa keluar kalau kau bertemu dengan Jin Young,  Shin Woo Hyun tetap tidak mau pindah, ibu itu berkata “kau akan menerima kadilan dan aku mendapatkan 10 juta won dan kau akan menerima pengusiran” Shin Woo Hyun mengatakan “ ini akan lebih cepat dan mudah kalau kau memindahkan Jin Young ke sekolah lain” 
   


Seul Bi dan neneknya hanya melihat Shin Woo Hyun yang sedang bicara pada ibu Jin Young, ibu Jin Young terus saja ngomel mengenai hal Shin Woo Hyun harus pindah dan uang 10 juta won (aneh orang kaya tapi memeras orang tak berada beuh) nenek Shin Woo Hyun berdiri sambil mendobrak meja di depannya dan mengatakan “jangan pindahkan Shin Woo Hyun aku akan membayarnya” dengan matanya yang melotot dan sambil mendobrak-dobrak meja dan berkata lagi “tapi kalau kau muncul depan Shin Woo Hyun-ku lagi maka akan jadi hari pemakamanmu” ibu Jin young menjawab “apa pemakaman ku? Lihatlah apa yang kau bilang“ sambil gelagapan, si nenek pun mengambil alat penggorengan dan berkata “apa kau ingin diusir” Seul Bi pun ikut-ikutan si nenek membawa peralatan dapur dan mengusirnya, Ibu Jin Young terus mengoceh dan Shin Woo Hyun mengatakan kepdanya “keluarlah” sambil pergi ke luar. 
  


 Seul Bi pun mengikutinya dan tangannya ditarik Shin Woo Hyun lalu melepaskannya dan berkata “kau benar melakukannya” dengan marah mengatakannya, Seul Bi menjawab “aku ingin balas dendam kepada wanita jahat itu” Shin Woo Hyun berkata “kalau kau hanya memperburuk masalah saja” Seul Bi janya ingin membantunya, Shin Woo Hyun mengatakan “siapa membantu siapa, bahkan kau tak tau dimana rumahmu” Seul Bi pun terdiam dan Shin Woo Hyun mengatakan “aku tak mengenalmu lagi” Seul Bi “Tapi aku hanya mengenalmu” dengan muka yang memelas, Shin Woo Hyun tetap mengatakan dia tak akan mengenalnya lagi dan berkata “kau tak akan pergi, pergilah” Shin Woo Hyun pun pergi dan Seul Bi memanggilnya “Woo Hyun” ia pun terdiam Seul Bi mengatakan “kau satu-satunya manusia yang ku kenal di dunia ini” “biarkan aku denganmu” Shin Woo Hyun menoleh ke belakang dan berkata “kenapa harus aku, aku sudah punya banyak gambaran, tak ada yang baik-baik saja sejak aku betemu dengan mu” 
  


“jangan ikuti aku” Shin Woo Hyun  terus berlari menghindari Seul Bi dan berjalan lagi Seul Bi terdiam dengan mukanya yang polos (kasiat banget Seul Bi), 
   


Seul Bi pun bersedih dan berjalan sendirian ditengah-tengah jalan yang dihiasi pohon, malaikat senior pun terus mengikutinya di seberang jalan Seul Bi tanpa diketahuinya. Malaikat senior itu terus melihatnya tiba-tiba buku catatan hitamnya menyala dan begegas pergi.
   


Shin Woo Hyun tiba dirumahnya lalu pergi keruangan tengah dan melihat baju hitam Seul Bi yang pertama kali dipakainya dan membuangnya ketempat sampah dengan sangat kesal dan penuh amarah


     
Seul Bi pun berjalan dan menemukan sebuah toko buku dan memasuki toko buku tersebut sambil tersenyum ia berlari kearah tangga lalu melihat-lihat dan mencari buku (mungkin ia mencari buku catatan hitamnya yang telah hilang) ia pun mebuka buku-buku yang ada disana dan buku yang sudah dibuka dan dibacanya itu ia lempar begitu aja, ternyata disana ada Seong Young dan ia pun melihat tingkah aneh Seul Bi dan melanjutkan membacanya Seul Bi pun terus mencari bukunya.



Shin Woo Hyun   berada di kamarnya sambil melamun dan memainkan membongkar pasang mainan robotnya dengan muka menyesal dan ia terus mondar mandir di kamarnya dan bergegas pergi menggunakan motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi sambil melamun.
     


Seul Bi berada di sebuah tempat pembuangan sampah sedang mencari buku catatn hitamnya  sambil mengobrak-abrik kantong kresek dan barang barang yang ada disana, tiba-tiba ia melihat sebuah boneka putih diatas roda belanjaan dan mengambilnya sambil berkata “kau berada diposisi yang sama dengaku” sambil memelunya dan tiba-tiba turun hujan, 
  

lalu ia pun berlari mencari tempat teduh dan berteduh di depan sebuah toko, ia pun melihat yang berjalan menggunakan payung lalu ia merapihkan pakainannya,  
     


dan Seul Bi menoleh kebelakang dan ada Yong Seol yang sedang makan ramen iapun terus melihatnya, iapun terus melihat kearah ramen (mungkin ia kelaparan kali ya) tiba-tiba Yong Seol melihat kearah Seul Bi dan melanjutkan makannya, seul bi pun terus mellihatnya Yong Seol juga melihat mereka pun saling bertatapan dan ia pun berhenti makan membereskan makanannya dan dia pergi tuk membayarnya, Seol Bi duduk di depan toko dan berkata “inilah perasaan dikhianati” “akupun menyelamatkan hidupnya, dan seperti ini balasannya” dengan kesalnya ia berkata seperti itu dan berkata “Dasar” Young Seol keluar sambil memnggunakan payung berwarna hijau dan menoleh kearah Seul Bi, Seul Bi berkata “ bukan kau ini manusia jahat yang lain” ia pun terdiam dan terus melihat seul bi,
     



tiba-tiba seul bi maju kearah yong Seol dan ikut berteduh dipayungnya sambil tersenyum ia pun hanya terdiam dan terus memegang payungnya dan menggerak-gerakan payungnya Seul Bi pun mengikuti arah pergerakan payung itu Yong Seol pun heran dan terus memainkan payungnya kemudain menarik baju Seul Bi lalu pergi seul bi berteriak “kau sama buruknya dengan Shin Woo Hyun” lalu Yong Seol pun menoleh kearahnya kemudian menghampiri Seul Bi dan memberikan payungnya, ia pun pergi tanpa menggunakan payun walau disituasi hujan seperti itu dia hanya menutup kepalanya dengan jaketnya lalu pergi 
     



Seul Bi pun tersenyum dan berterima kasih kepadanya ia pun memaikan payungnya dan melihat sepatunya yang basah kena hujan dan ia pun menari-nari di tengah hujan-hujan seperti itu sambil tersenyum menikmati hujan yang turun kebumi, 
    




ia pun berjalan sambil membawa boneka yang ditemukannya di tempat pembuangan sampah tadi sambil menggunakan payung pemberian Yong Seol ia berkata “tak ada catatan hitam dan tak ada tempat untuk pergi” sambil menggigil kedinginan dan berfikir apakah ia akan mati setelah hidup dalam situsi seperti ini “bagaimana aku bisa kembali ke duniaku” dia melihat sebuah mobil berjalan kencang dan berkata “aku ingin kembali, aku harus kembali” ia pun menjatuhkan payungnya dan pergi ketengah jalan untuk menabrakkan dirinya, karena ia fikir jika ia tertabrak bisa kembali ke dunianya lagi deng deng deeeeeeeeeng apa yang akan terjadi dengan Seul Bi apakah ia akan tertabrak atu tidak
Giman seru kaaaan ceritanyaaaa sob ..... Untuk menetahuai apa yang terjadi dengan Lee Seul Bi dan apa cerita selanjutnya, saya lanjutkan di waktu berikutnya ya sob, udah dulu yaaaaa ane udah ngantuk ni bye bye ...... SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 2 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »