Advertisement
Advertisement

Woo Hyeon sedang mengobati luka di tanagannya Seul Bi, Seul Bi bersyukur Woo Hyeon tidak terluka dan merasa senang tidak terjadi apa2 dengannya, Woo Hyeon bilang “kau gak lihat kamu sendiri sakit? Dan menawarkan Seul Bi pergi ke Rumah Sakit tapi dia merasa tak perlu pergi ke rumah sakit sambil  tersenyum.
Woo Hyeon : jangan senyum toh tak ada untungnya senyum.
Seul Bi : akhirnya aku merasa hidup karena kamu bicara padaku.
Woo Hyeon mau menanyakan kejadian soal pot bunga yang terjatuh dan hempir melukainya sambil mengingat kembali kejadian itu, dia tak melanjutkan pertanyaannya dia pun menyuruh Seul Bi untuk istirahat.


Seul Bi memikirkan kejadian tadi “kamukah itu Seonbae? Mungkin bukan” dia berfikir positif mengenai Seonbae padahal yang melakukan itu semua adalah Seonbae, Seul Bi pun merapikan P3K-nya kembali.
Woo Hyeon masih memikirkan kejadian itu dan merasa kalau dia lagi bermimpi tapi dia yakin melihat pot bunga-nya dan Seul Bi terluka dan berpikir apakah yang melakukan itu hantu? Oh tidaaaaakkk dia ketakutan.


Seong Yeol sedang membicarakan ide-nya “investasi proposisi Miss Gong Ddeokbokki” Seong Yeol menjelaskan ide-nya tersebu “ini riset pemasaran untuk pelanggan dan persaingan, kedainya sudah lama berdiri pelanggannya pasti banyak, aku yakin bisa menghasilkan lebih banyak dari bunga bank” papanya mengatakan kalau ini ide yang lumayan bagus dan menanyakan kapan dia melakukannya.
Seong Yeol : jadi serius kalau masalah uang, karena tak ada yang mau kehilangan uang.
Namun untuk saat ini papa Seong Yeol sedang tak mempunyai uang, Seong Yeol pun terdiam sejenak dan berkata “apa papa tak ada jalan yang lain?” papanya pun bingung dengan kondisi yang sekarang, Seong Yeol pun berangkat sekolah.
Papa Seong Yeol menanyakan pada istrinya “tunggu! Menurutmu dia akan tanda tangan untuk hutang dan urusan temannya” istrinya hanya tediam dan terus membaca koran, papa Seong Yeol berharap bisa membantu menjalankan kedainya tapi disisi lain papa Sseong Yeol memikirkan kalau mereka masih terlalu muda untuk mengelola kedai-nya “bagaimana ya, tak bisa membantu bukan berarti kita boleh diam saja” Istrinya masih belum menanggapi pembicaraan papa Seong Yeol.


Seul Bi sudah siap berangkat sekolah eits dia melihat ada suara di dapur, Seul Bi pun pergi ke dapur pelan-pelan daaaaannnn apa yang dai lihat? Ternyata Woo Hyeon sedang mengecek kulkas dan semua yang ada di dapur dan dia sudah berseragam rapi siap untuk pergi ke sekolah, Seul Bi terkejut melihatnya dan langsung menghampiri Woo Hyeon sambil berkata “terima kasih, sudah kembali” (memegang tangan Woo Hyeon) dengan sombongnya dia bilang tanganku ini mahal! Dia mencium bau koyo di badan Seul Bi, Seul Bi melepaskan tanagnnya dan mau menonjok Dia, dengan senang hati Woo Hyeon bersedia untuk di tonjok namun Seul Bi mengusap-ngusap kepalanya dan berkata “mulai sekarang kerjalah dengan baik, sudah lama aku tak melihatmu tersenyum”.
Seul Bi : apa yang akan kau lakukan dengan kedainya?
Woo Hyeon : kita akan cari jalan keluarnya.
Seul Bi : tak akan sulit kalau kita lakukan bersama. (Seul Bi terus menyela Wooo Hyeon).
Woo Hyeon : kau terus menyela dan mengambil kesempatanku.
Seul Bi  tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya, Woo Hyeon pun bilang “kesempatan melindungimu, aku tak bisa berbuat apa-apa untukmu” mereka terus memperbincangkan hal itu, Woo Hyeon mengalihkan pembicaraannya “kita terlambat, ayo! Anak-anak pasti pasti merindukanku” mereka pergi ke sekolah untuk pertama kalinya setelah Halmeoni meninggal.


Chun Shik keluar dari ruang guru dia telah menceritakan semua kebenaran tentang Seul Bi yang mengambil ponselnya, Ye Na menghampirinya menanyakan “kau bilang pak guru kalau kau yang meletakan Hpnya di tas Seul Bi? Dia ketakutan kalau dirinya di laporkan juga, namun Chun Shik hanya menceritakan dirinya saja. Ye Na bilang “apa kamu gak takut Jae Seok?” dia memang takit sama Jae Seok tapi dia tak mau jadi pengecut terus-menerus Chun Shik langsung pergi. Ye Na masih memikirkan tentang dirinya dan bingung harus bagaimana.


Woo Hyeon dan Seul Bi tiba di kelas semua anak-anak melihatnya, Woo Hyeon dan Seul Bi pun duduk di kursi mereka yang sudah lama tak mereka duduki, Seul Bi mnyapa Seong Yeol dengan tangannya yang diperban, Seong Yeong pun tersenyum dan melihat tangannya Seul Bi dan terus memperhatikannya. Woo Hyeon melihta Ye Na dan Ye Na pun menyapanya tapi Woo Hyeon acuhkan (kasiaaannn), Ye Na pun menulis pesan untuk Woo Hyeon dia mengakui kalau dia yang telah meletakan Hp-nya di tas Seul Bi, pas mau di kirim eits Young Eun merebut ponsel Ye Na dan memarahinya “kau mau mati!”.


Pak guru masuk kelas dan bersyukur kalau hari ini semua murid masuk sekolah, dia memotivasi anak-anak “kita lupakan luka masa lalu dan mengenang kegembiraan selamanya”.
Tiba-tiba Young Eun berdiri dan menceritakan kalau Ye Na yang memasukan ponselnya di tass Seul Bi, Ye Na berusaha mencegahnya tapi Young Eun terus menceritakan semuanya kalau Ye Na melakukan semua itu untk menjebak Seul Bi. Anak-anak tidak menyangka kalau Ye na melakukan semua itu, pak guru menyuruh anak-anak untuk diam dan tas mereka di simpan di atas meja Ye Na merasa sedih Young Eun tega menceritakan semua tentangnya. 
Eits apa yang dilakukan guru olahraga (walikelas semetara) mereka ?. dia memecah pasanagn duduk anak-anak dan membuat peraturan baru “1. Tak boleh pacaran di dalam kelas 2. Tak boleh menggerutu!” Woo Hyeon dipasangkan dengan Ye Na, Seong Yeol bersama Seul Bi, Gi Soo dengan Young Eun dan Jae Seok dengan Da Ye Ri orang yang dia sukai. Seong Yeol menanykan luka di tangannya Seul Bi, Seul Bi bilang dia jatuh Seong yeol Pun memberitahunya untuk berhati-hati, Woo Hyeon melihat dari sampingnya (cie cembru dia).


Pak guru membawa Ye Na  ke kantor kedisiplinan, dia pun mengakui keslahannya dan pak guru akan memberikan hukuman dia salah mengucapkan kata malah tugas Ye Na bertanya padanya dan pak guru itu menyedari apa yang dia ucapkan barusan, dia langsung marah-marah (tanggung malu kali ya hehe) pak guru membisikkan hukuman yang akan diberikan pada Ye Na.


Seong Yeol sedang mencuci tangan Woo Hyeon pun datang ke toilet juga dan bilang “kau merindukanku” tapi Seong Yeol malah menanyakan tangan Seul Bi yang terluka, Woo Hyeon “biasa saja, kenapa kau peduli dengan pacarku?”.
Seong yeol : sudah kubilang bissa jadi kalau kau tak bisa melindunginya. Kau barusan bangkit dan aku menunggumu, awal yang adil untuk kita berdua.
Woo Hyeon : apa maksudnya?
Seong Yeol : aku akan mengejar Seul Bi. (langsung pergi)


Para murid perempuan menghampiri Seul Bi yang sedang berdiri sendirian depan jendela sekolah, mereka memperhatikan Seul Bi yang sedang sakit dan meminta maaf kalau mereka sudah salah paham apda Seul Bi, diantara mereka ada yang bilang “sejak awal aku mempercayaimu” dan menanykan pada Young Eun “Lee Ye Na selalalu seperti itu kan?” dia mengatkan “iya”.
Seong Yeol memanggil Seul Bi tiba-tiba Woo Hyeon datang dan memanggilnya juga, anak-anak pun melihat kearah mereka.
Woo Hyeon: inilah bedanya, kau memanggil Lee Seul BI aku memanggilnya Seul Bi, tangkap kalau kau bisa. (langsung menghampiri Seul Bi)
Woo Hyeon bilang kalau waktunya habis Seul Bi tak mengerti apa maksudnya, Woo Hyeon pun menejlaskannya “waktunya melihat wajahku) dan langsung membawa Seul Bi pergi, anak-anak bersorak padanya. Seong Yeol pun pergi dan berhenti sebentar depan apra murid perempuan itu. Yeong Eun sedih karena Seong Yeol mengacuhkannya.


Ye Na menghampiri mereka dan menawarkan untuk pergi ke kantin dia yang membayar semua makananya, mereka meledeknya “supaya kau bisa menaruh hpnya di tas kami?” Ye Na berusaha menjelaskannya.
Da Ye Ri : aku tahu, kamu dibutakan oleh cinta. Tapi tindakanmu itu bodoh!
Young Eun mengajak anak-anak untuk makan bersamanya dan dia yang akan mentraktir semuanya, mereka berjalan menabrak Ye Na sampai matanya berkaca-kaca tanpa ada perlawanan apapun.


Chun Shik memasukan koin untuk mengambil minuman, tibatiba Jae Seok CS datang mengambil minumannya, Tae Woo menyuruhnya untuk memasukan koin lagi akhirnya sekarang Chun Shik angkat bicara “bayar saja sendiri!” mereka aneh mendengarnya dan terus memaksanya untuk mengeluarkan koin utuk mereka, Chun Shik terus melawan perkataan mereka lalu pergi. Jae Seok marah pada anak buahnya karena tidak memberi pelajaran pada Chun Shik, dengan gelagapan mereka menjawabnya. Tiba-tiba pak guru datang memergoki mereka.


Suasana jam istirahat anak-anak tidak pergi keluar seperti biasanya, ada yang menulis melamun bahkan ada yang sedang tidur termasuk Seul Bi dan Woo Hyeon juga tidur dalam kelas. Seong Yeol memperhatikan Seul Bi yang sedang tidur dan mengahalangai sinar matahari yang memancar diwajah Seul Bi dengan tangannya namun Seul Bi langsung berbalik ke arah Woo Hyeon yang sedang tertidur juga, Seong Yeol pun percuma menghalangi matahati dengan tangannya kalau toh Seul Bi berbalik arah dan melamun “dia menayakitimu tiap hari, apa yang kamu ssuka darinya? Meski aku membuatmu terluka apa kau akan menyukaiku” tiba-tiba Woo Hyeon terbangun dan langusng melihat pemandangan yang sangat indah (melihat Seul Bi).


Jae Seok CS mendapatkan mangsa baru sebagi pengganti Chun Shik, mereka mengambil uang memukulinya dan banyak lagi yang mereka lakukan pada orang-orang tak berdosa itu, mereka memberitahu kalau dia pengganti Chun Shik.


Bulian baru Jae Seok menghampiri Chun Shik datang-datang dia langssung merobek buku Chun Shik dan memarahinya “gara-gara kau, masih mending daripada kau yang dianiaya” Chun Shik terkkejut melihat wajahnya dan langsung berpikir kalau Jae Seok yang melakukannya, dia bilang “kalau kau tak keluar hal ini akan menimpa siapa saja dikelas kita dan terus melontarkan pertanyaan pada Chun Shik.


Wakil ketua kelas menghampiri Seul Bi dan memberi selamat atas pemulihan namanya, Seul Bi langsung mengembalikan buku yang dipinjamnya dulu dan berkata “terima kasih, buku ini mengatakan kebenaran” dia bilang “kamu ssuka buku ini?” Seul Bi bilang semua yang tertulis di buku itu benar adanya, wakil ketua kelas merasa aneh dengan Seul Bi seolah-olah Seul Bi muncul dari bukunya, Seul Bi tak mengerti dengan apa yang dia bicarakan dan terus membicarakan sesuatu dengannya. Seul Bi pun pamitan untuk pergi duluan.


Seul Bi mencari buku di perpustakaan tapi dia kesulitan mengambilnya karena buku itu ada di bagian paling atas, tiba-tiba ada yang membantu mengambil buku tersebut (siapakah itu?) ternyata itu Woo Hyeon dia sempat membaca judul buku itu “semua hal tentang malaikat yang telah menjadi manusia dan memberikan buku itu pada Seul Bi (terima kasih).
Woo Hyeon : kenapa kau terus ketawa ketiwi di dalam kelas.
Seul Bi merasa aneh dengan yang dikatakan Woo Hyeon, Woo Hyeon pun menjelaskan “kau selalu ketawa setiap kali lihat Seong Yeol. Terlihat begonya tahu!.
Seul Bi : kamu cemburu ya
Woo Hyeon : apa ? cemburu? Itu terjadi kalau aku kalah, aku menang dari segala aspek.
Seul Bi : menang juga cemburu (tiba-tiba buku-buku di atas lemari bergerak akan terjatuh, Seul Bi melihatnya).
Woo Hyeon : kalau kamu ketawa ketiwi di dekat Seong Yeol lagi ....
Eits buku-buku itu berjatuhan dan Seul Bi menarik Woo Hyeon, Seul Bi langsunng berlari, Woo Hyeon juga merasa aneh hal-hal seperti ini sering terjadi.


Seul Bi pergi kelauar mencari Seonbae sampai akhirnya ketemu dan menghamiri Seonbae tapi Seonbae menghindari Seul Bi.
Seul Bi : sebenarnya ada apa? Pot yang jatuh, kamu kan ?
Seonbae : kamu selalu terluka menyelamatkannya, kamu yang kenapa?
Seul Bi : menyelamatkan manusia adalah tugas malaikat.
Seonbae : kamu salah! Kamu bukan lagi malaikat.
Seul Bi merasa kalau Seonbae tidak pantas menjadi malaikat “malaikat macam apa yang membuat manusia celaka” Seonbae langsung menghilang. Woo Hyeon ternyata mengikuti Seul BI dan mendengarkan percakapannya dia terkejut “malaikat?”.


Woo Hyeon kembali ke perpustakaan mengambil buku yang dicari Seul Bi tadi, dia membaca buku tentang malaikat tiba-tiba Seonbae muncul, ditengah-tengah membaca buku itu Woo Hyeon mengingat kembali kejadian terjatuh dari atas gedung dan Seul Bi memanggil-manggil ke atsa langit. Seonbae terus memperhatikan Woo Hyeon.
Woo Hyeon : mereka pergi begitu ketahuan kalau mereka malaikat? Maksudnya aku harus pura-pura gak tahu.


Tiba-tiba seseorang datang membawa banyak buku dan bukunya terjatuh, Woo Hyeon melihat buku-buku yang dibawanya ternyata buku yang dibawa seseorang itu tentang malaikat semua. Orang itu menyuruh Woo Hyeon untuk tidak bicara apapun “diammu akan melindungi kekasihmu” eits tiba-tiba ada buku yang jatuh menimpa kepalanya. 


Ternyata Seonbae akan menjatuhkan buku-buku itu pada Woo Hyeon, namun orang itu menghalangi Seonbae melakukannya dan dia membawa Seonbae karena dia mengalami masalah, Woo Hyeon semakin aneh melihat orang-orang disekelilingnya berbicara sendiri.


Malaikat yang telah menjadi manusia membawa Seonbae ke balkon atas sekolah, orang itu memberitahu Seonbae “aku malaikat pertama yang jadi manusia. Namaku Choi Sung Goo. Aku yakin kau pernah dengar namaku, aku lumayan terkenal disini” Seonbae hanya diam saja “tak dengar ? apa aku harus menceritakan pengalamanku?” akhirnya Seonbae bicara “tak usah, maaf saya tak mengenali anda” Choi Sung Goo memulai pembicaraannya.
Choi Sung Goo : kau mau jadi manusia? Kalau begitu jadilah pria sejati!
Seonbae : aku tak tertarik jadi manusia rendahan.
Choi Sung Goo : oh ya? Kau tahu bagaimana malaikat harus kembali begitu identitasnya terungkap?. Jadi kau mau menggunakan itu? Kau tahu itu murahan. Aku tahu kau sangat merindukan Seul Bi.
Seonbae : aku tak merindukan manusia! (marah)
Choi Sung Goo menyimpulkan kalau Seonbae cemburu terhadap Seul Bi dan dia ingin melihatnya “semua ini perasaan manusia, kenapa kau memilikinya?” Seonbae bilang kalau dia tak memilikinya. Choi Sung Goo bilang “dan sekarang kau berbohong seperti manusia, kau pantas di jepret sekarang” dia menyuruh Seonbae untuk membuka jidatnya anehnya Seonbae menurut saja pada dia eits dan apa yang terjadi? Karet itu menimpa dirinya sendri (tak ingat kali ya kalau Seonbae massih menjadi malaikat) ia pun memberitahu “ini rasanya cinta” dan langsung pergi. Seonabe meratapi karet itu.


Da Ye Ri dan yang lainnya sedang menggunakan lotion baru, Ye Na masuk kelas dan menghampiri mereka “apaan tuh boleh aku mencobanya?” Young Eun bilang “tak ada sisa untukmu” tiba-tiba Da Ye Ri menawari Seul Bi menggunakan lotionnya, Seul Bi pun menghampiri mereka dan menggunakan lotion itu, dipakai untuk apa lotion itu ? eits Seul Bi menggunakan lotion itu di mukanya anak-anak aneh melihatnya.
Young Eun : bukan untuk wajah. Mungkin dia ingin tampil cantik untuk seseorang.
Seul Bi : ini bisa membuatku cantik? (ia mau meberikannya pada Ye Na).
Ketika Ye Na mau mengambil lotion itu Young Eun langsung mengambil lotionnya. Ye Na langsung berkata “berapa harganya? Akan kubelikan untuk kalian juga” Young Eun memberikan lotion ketangan Ye Na sambil berkata “pakai yang banyak untuk membersihkan pikiranmu”.


Pak guru masuk kelas dan langsung menyuruh anak-anak kembali ke bangkunya masing-masih, dia memberitahu anak-anak kalau peringkat kelas sudah muncul, pak guru langsung menghampiri Chun Sook karena peringkatnya menurun dia langsung merobek hasil ujiannya. Anak-anak sibuk membicarakannya, Hwang Seong Yeol peringkat pertama dia menghadapinya dengan senyuman walaupun peringkatnya menurun. Anak-anak yang lain terkejut dan menanyakan siapa peringkat pertamanya.
Pak Han : jangan ributkan peringkat temanmu. Pedulikan peringkatmu sendiri. Peringkat pertama ... jeng jeng jeeeeennnng Lee Seul Bi!
Anak-anak langsung bersorakan dan Seul Bi pun tidak menyangka, Seong Yeol memberinya Selamat sedangkan Chun Sook melihatnya dengan penuh amarah Woo Hyeon pun tak  menyangka kalau Seul Bi mendapatkan peringkat pertama.


Woo Hyeon pulang sendirian dan masih memikirkan Seul Bi “dia benar-benar pandai atau kemampuan malaikatnya?” eits ternyata dia pulang brsama Seul Bi namun dia jalannya lambat karena melamunkan Seul Bi. Seul Bi memanggilnya untuk cepat dan dia pun menghampirinya. Gi Soo bertanya sesuatu “seberapa besar kekuatanmu? Misterius” Woo Hyeon menanggapinya “tak segitu misteriusnya! Karena beruntung saja” dan meyakinkan pada Seul Bi kalau dia hanya beruntung.
Seong Yeol : meski hanya beruntung kau tetap harus pandai.
Seul Bi : aku punya keduanya, Woo Hyeon lah yang butuk keberuntungan (langsung lari)
Woo Hyeon mengejarnya. Gi Soo “bukankah itu yang seharusnya dilakukan seorang pasangan?” dia mencoba beranda dengan Seong Yeol tapiiiii dia acuhkan.


Woo Hyeon dan Seul Bi keluar dari bank, Woo Hyeon merasa kalau dirinya sudah bangkrut, Seul Bi bilang “kau selalu dapakan uang”
Woo Hyeon : gaji minimumnya 5,210 Won, akan butuh waktu lama.
Seul Bi : para preman jahat itu tak kembali kesini lagi ?
Woo Hyeon : untuk sementara tidak, apa aku haru lempar uang tunai ke muka mereka?
Seul Bi mengulurkan tangannya sambil berkata “kamu bisa lempar uang tunai ke wajahku” Woo Hyeon “kamu sudah mulai suka uang” 
Seul Bi : tak bisakah kita lanjutkan buka kedainya? Mau aku suruh Se Joon.


Mereka sampai di kedai, Seul Bi berkata “bukannya kau menyesal melepaskannya? Tapi setidaknya kita bisa dapatkan rumahnya.
Woo Hyeon : sementara kita bisa buka kedai. Ayo kerja kerasdan dapatkan kembali tempat ini.
Seul Bi menyetujuinya tapi dia masih memikirkan sesuatu, Woo Hyeon bilang “jangan bicarakan soal orang tuaku” Seul Bi merasa kalau dia bisa membaca pikirannya tapi itu tidak benar karena sudah kelihatan dari raut mukanya Seul Bi, Seul Bi mengajak dia untuk mencari orang tuanya.
Woo Hyeon : aku gak butuh mereka. Mereka lah yang meninggalkanku, aku gak mau melihat mereka
Seul Bi terdiam dan mengatakan kalau dia berbohong mengatakan itu semua, Woo Hyeon menekankan kalau dia tak akan mencari orang tuanya, Seul Bi terus berkata “kenapa kamu terus berbohong?” Woo Hyeon bilang “yang kubutuhkan hanya kamu” Seul Bi hanya terdiam.


Seul Bi mengangkat telpon yang masuk, ada seseorang yang memesan 100 paket Ddeokibokki dan minta dikirim ke Hanbit Park, Woo Hyeon memarahinya karena Seul Bi menerima pesanan. Akhirnya Seul Bi membuat Ddeokibokki untuk pesanan pertamanya. sementara Woo Hyeon dan Gi Soo menbungkus Ddeokibokki yang sudah matang, 


Seul Bi menghampiri mereka dan membatu membungkus Ddeokibokki Woo Hyeon berharap kalau Seul Bi tak meembuat ulah lagi dengan menerima pesanan 100 paket tanpa berpikir panjang.
Gi Soo : kita asti bisa, Woo Hyeon bisa di andalkan, kamu belajar non formal 
Seul Bi : belajar non formal?
Gi Soo : Lee Seul Bi kau belajar di LN ? kau tak mengeerti, bagaimana bissa kau dapat peringkat bagus. Aneh banget.
Woo Hyeon : anak seperti dia bukan pintar dari praktek.
Gi Soo : benar juga, itulah yang membuat mereka mudah disukai. Tahu gak ? rasanya persis seperti buatan Halmeoni.
Woo Hyeon : Halmeoni meninggalkan resepnya untukku, aku sayang beliau.
Tiba-tiba GI Soo terdiam dia merindukan Halmeoni dan Seul Bi menegurnya. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 10 PART 2