Advertisement
Advertisement

Gi Soo Woo Hyeon dan Seul Bi merapikan semua pesanan dan memastikan tidak ada yang ketinggalan, tiba-tiba Seong Yeol datang Woo Hyeon dan Gi Soo terkejut “kenapa dia bisa datang?” Seul Bi memberitahu mereka bahwa dia yang telah mnelpon Seong yeol untuk datang membantu mereka. Woo Hyeon dan Seong Yeol bertengkar, Gi Soo berkata “kalian seperti Tom and Jerry saja” dia mengajak mereka untuk segera berangkat mengantarkan pesanan sebelum nasinya dingin dan ini penjualan pertama kita. Tiba-tiba Chun Shik dan wakil ketua sekelas mereka datang ke kedai dan mereka pun heran kenapa orang-orang berdatangan.


Akhirnya mereka pergi ke suatu taman untuk memeberikan pesanannya, mereka semua melihat semua sudut tempat itu karena tidak ada orang satupun disekitarnya, Gi Soo berteriak “ada yang pesan Ddeokibokki?” Seul Bi yakin sekali kalau orang yang pesan tadi minta untuk di antar ke taman, tiba-tiba Jae Seok dan temannya datang sambil asyik memainkan ponsel seolah-olah tidak mengetahui ada Seul Bi dan yang lainnya. Woo Hyeon dan yang lain akhirnya menyadari dan mereka kesal dengan tingkah Jae Seok.


Jae Seok dan temanya menghampiri mereka “apa yang kalian lakukan disini?” (dengan sombong bertanya seperti itu) Woo Hyeon menyanggahnya “kau menelpon kedai?” Tae Wook merasa kalau mereka boleh-boleh saja bertingkah seperti itu, Woo Hyeon semakin kesal dan ingin menghajar mereka namun Seul Bi menahannya dan mengingatkan “Halmeoni bilang jangan berkelahi”
Jae Seok : kau bisa dihukum karena menyisakan makanan, kau akan dapat banyak hukuman.
Woo Hyeon : kau akan dihukum, aku tidak akan membuangnya.
Byung Ho : kau pikir akan dapat untung besar, tapi rugi besar yang kau dapat. Aku merasa sangat kasihan.
Woo Hyeon : aku merasa kasihan, karena kau bercanda seperti pengecut.
Jae Seok mulai kesal dia pun menarik kerah bajunya Woo Hyeon sambil mengancam “kau mau benar-benar menyesal?” eits tiba-tiba Chun Shik melemparkan makanan pada Tae Wook dan Byung Ho “ini sangat kelewatan!” mereka pun merasa sangat kesal dengan perlakuan Chun Shik, Jae Seok melepaskan kerah Woo Hyeon dan menghampiri Chun Shik namun Woo Hyeon menahannya, ketika mereka akan berkelahi Seul Bi datang menahan mereka namun Jae Seok menyuruhnya untuk minggir tapi Seul Bi tidak minggir juga dia malah menunjuk Jae Seok dan berkata “Jae Seok, kau...” perkataannya terpotong karena Woo Hyeon menahannya dan membawanya kebelakang. 


Jae Seok kesal dan memanggil Seul Bi namun Seong Yeol menghadapinya “kau tak malu karena selalu kalah?” dia langsung pergi dan mengajak yang lainnya juga. Tae Woo kesal “kenapa kita selalu kalah?” sambil membersihkan seragamnnya, tiba-tiba Jae Seok menghajar Tae Wook (beuukkk) dan langsung pergi Byung Ho hanya melihatnya dan merasa heran Jae Seok bertingkah seperti itu, Tae Wook bilang “apa aku barusan ditonjok?” Byung Ho membantunya untuk bangun sambil terus melihat Jae Seok dari kejauhan.


Woo Hyeon dan Chun  Shik mebagiakan Ddeokibokki pada orang-orang yang sedang berjalan sambil mempromosikan kedainya banyak orang yang menolak makanan tersebut namun Woo Hyeon tak pantang menyerah sampai akhirnya ada orang yang mau menerima Woo Hyeon pun langsung memberikan kartunamanya  sambil mempromosikan kedainya. Woo Hyeon berterima kasih pada Chun Shik karena sudah membantunya Chun Shik pun juga berterima kasih pada Woo Hyeon.
Woo Hyeon : kau sungguh sudah dewasa, kau bahkan membantuku, dia langsung mencari Seul Bi. Chun Shik merasa senang dengan keadaannya sekarang dikelilingi dengan orang-orang baik.


Seul Bi dan wakil ketua kelas jga sedang mebagikan makanan pada orang-orang disekitarnya, mereka juga mengalami hal yang sama dengan Woo Hyeon samapi akhirnya ada orang yang mau menerima makanan dan mendengarkannya, Seul Bi berterimakasih pada wakil ketua kelas dia menjawab “aku membayar hutang untuk membersihkan kelas sendirian, Seul Bi terus memujinya sampai wakil ketua kelas tersipu malu dan akhirnya mengalihkan pembicaraan “aku akan bagikan kesebelah sana”.


Tiba-tiba Seul Bi melihat Seong Yeol yang sedang dikerubuti banyak gadis sampai akhirnya Seong Yeol pun melihatnya juga sambil tersenyum, para gadis terpesona dengan ketampanan Seong Yeol. Mereka terus bertatapan dari jarak jauh sambil tersenyum manis.


Young Eun dan Ye Na sedang berbicara disebuah lorong, Ye Na menanyakan “kenapa kau lakukan ini padaku?” Young Eun tersenyum dan berkata “kenapa kulakukan padamu? Karena kau memanfaatkanku” Ye Na merasa kalau dirinya di khianati oleh Young Eun karena hal seperti itu.
Young Eun : karena hal itu ? kenapa aku harus jadi Seong yeol karenamu? Kau pikir hanya kau saja yang ingin membuat semua orang terkesan? Aku juga ingin .... sudah lah.
Young Eun memperingatkan Ye Na untuk tidak menghitung tindakan kebaikanmu, Ye Na hanya terdiam sampai Yuong Eun pergi meninggalkannya, tiba-tiba Ye Na angkat bicara “kau tahu sudah berapa banyak yang kulakukan untukmu? Tahu berapa banyak yang sudah kuhabiskan untukmu?” Young Eun kembali lagi dan menyuruh Ye Na untuk mengulangi perkataannya lagi (marah) Ye Na menyepeleekan Young Eun “apa yang akan kau makan tanpa aku?” eits Young Eun semakin kesal.
Young Eun : aku ini apa? Gelandangan? Lihat kebawah! Hampir menampar Ye Na.


Namun Seong Yeol dan Seul Bi menghentikannya, Young Eun kaget melihat kedatangan mereka, Seul Bi mencoba menenangkan Ye Na namun Ye Na langsung pergi tanpa menghiraukan perkataan Seul Bi, Seong Yeol tidak menyangka kalau Young Eun lebih jahat dari yang dia kira, Seul Bi menghentikan omongan Seong Yeol dan Seong Yeol pun mengjak Seul Bi untuk pergi. Young Eun menangis dia sedih orang yang dia cintai berbicara seperti itu padanya.


Ketika Gi Soo makan Ddeokibokki depan sebuah toko  tiba-tiba seorang gadis kecil melihat-lihat kedalam toko tersebut Gi Soo pun melihat gadiss kecil itu, sampai akhirnya gadis kecil itu duduk di samping Gi Soo, Gi Soo pun menawarkan minuman yang barusan dia minum dan menanyakan berapa umurnya tapi gadis kecil itu tidak menjawab dia hanya terdiam dan melihat Gi Soo yang sedang bicara, Gi Soo bilang “oppa bukan orang jahat” tiba-tiba gadis kecil itu melihat Ddeokibokki Gi Soo akhirnya mengerti apa yang diinginkan gadis itu, dia pun memberi ddeokibokki pada gadis itu, gadis kecil itu pun mencicipinya dan berkata “enak” Gi Soo menceritakan kalau dia punya adik seumurannya, ternyata gadis kecil itu sedang menunggu kakaknya Gi Soo berpikiran kalau kakaknya sangat cantik sama sepertinya dan bertanya2 mengenai kakaknya dan ternyata kakak gadis kecil itu seumuran dengan Gi Soo. 


Tiba-tiba orang memanggil gadis kecil itu “Na Ye Eun” Gi Soo sepertinya mengenali suara orang itu gadis itu pun langsung terdiam, Gi Soo kaget melihat Young Eun dan menanyakan “sedang apa kau disini?” gadis kecil itu (Na Ye Eun) bilang kalau Gi Soo memberi ddeokibokki padanya namun Young Eun mengingatkan “jangan terima apapun dari orang asing”.
Na Ye Eun : tapi aku lapar! Aku ingin makan. Tak masalah kan kalau aku makan.
Gi Soo memuji adiknya “adikmu pintar” Gi Soo melihat Young Eun habis menangis namun Young Eun bersikap seilah-olah tidak terjdi apa-apa dan langssung membawa adiknya pulang, tapi Gi Soo yakin kalau Young Eun habis menangis.


Woo Hyeon turun dari kamarnya sambil membawa kalender, dia langsung menghampiri Seul Bi yang sedang belajar di taman. Woo Hyeon memberi tanda di tanggal 11 hari sabtu Seul Bi menanyakan apa yang sedang dilakukannya, Woo Hyeon bilang “kapan ulang tahunmu?” Seul Bi kaget “ulang tahun?” karena dia tak tahu kapan ulang tahunnya.
Woo Hyeon : kalau begitu anggap saja hari saat pertama datang kesini sebagai hari ulang tahunmu, kita ingat tanggal itu untuk dirayakan disini
Dia memperlihatkan kalender yang sudah di tandai pada Seul Bi, Seul Bi belum mengerti apa maksudnya.Woo Hyeon ingin merekam semua kejadian-kejadian bersamanya dan menjadi kenangan. Seul Bi masih belum mengerti namun Woo Hyeon langssung mengalihkan pembicaraannya “kamu bilang kalaau merasa tidak enak badan atau sakita apapun” Seul Bi memahaminya, Woo Hyeon menyuruh Seul Bi untuk pergi beristirhata dan jangan tewrus belajar karena dia sudah rangking satu dikelas. Seul Bi masih belum mengerti dengan sikap Woo Hyeon saat ini.


Woo Hyeon pergi ke kamar Seul Bi diam-diam, dia membuka lemarinya entah apa yang dia cari ternyata Woo Hyeon mencari baju hitam Seul Bi yang pertama kali dia gunakan selama menjadi manusia. Woo Hyeon terkejut Seul Bi tiba-tiba masuk kamar dan menanyakan “kamu mau ambil selimutnya? Kamu tahu kan kalau aku bisa” Woo Hyeon berusaha menyembunyikan baju itu dan berpura-pura kalau dia takut Seul Bi kelelahan dan menyuruh Seul Bi untuk beristirahat karena sudah bekerja keras. Woo Hyeon pun langsung pergi Seul Bi tak lupa mengucapkan “selamat malam” dengan gelagapan Woo Hyeon mengucapkan kembali pada Seul Bi “selamat malam” Seul Bi semakin penasaran dengan keanehan Woo Hyeon dan berpikir “apa Woo Hyeon tahu?” dan merasa apa dia harus jujur pada Woo Hyeon yang sebenarnya.


Woo Hyeon pergi ke kamarnya dan langsung mengambil sebuah kotak yang berisi barang-barangnya, di mengeluarkan semua barang-barang yang ada di kotak tersebut dan memasukan baju Seul Bi kedalam kotak itu, dia berpikiran kalau bajunya tidak ada Seul Bi tidak bisa kembali menjadi malaikat lagi dia pun langsung menaruh kotak itu dibawa kasurnya, seperti biasa dia selalu menciun kalung kunci pemberian ibunya dan berharap Seul Bi gak akan kembali.


Seomg Yeol menerima pesan dari mama kandungnya “mama akan menikah” mama kandungnya sangat berharap kalau Seong Yeol merestui pernikahannya. Tiba-tiba papanya masuk kamar dan memberitahu juga kalau mamanya akan menikah lagi dan meminta Seong Yeol untuk memberikan selamat pada mamanya.
Seong Yeol : kurasa bagi papa, karena papa melakukan hal yang sama.
Papa Seong Yeol meminta maaf padanya namun Seong Yeol terus berbicara dan papanya pun berusaha membela diri, tapi Seong Yeol berkomitmen “akau tak akan hidup seperti papa atau wanita seperti mama!” dia langsung pergi. Papa Seong Yeol semakin merasa bersalah.


Seong Yeol pergi ke tempat pernikahan mamanya “aku taka bisa memberi mama selamat, mama jangan minta” “tapi aku masih ingin mama bahagia” dia tak masuk ke gedung pernikahan dia hanya melihat tulisan mamanya. Dia langsung pergi berlari dengan kesedihannya.


Woo Hyeon dan Seul Bi sedang berjalan, tiba-tiba Seul Bi melihat Song Yeol terlihat sedih Seul Bi pun langsung menghampirinya dan menanyakan “apa terjadi sesuatu?” Seong Yeol berkata “tidak terjadi apa-apa” Seul Bi masih penasaran dan berpikir kalau Seong Yeol sedang sakit. Woo Hyeon pun menghampirinya “kau merindukanku? Kenapa aku sering melihatmu?” Seong Yeol menegaskan “aku sednag tidak mood becanda” tiba-tiba Seul Bi melihat selogan “lomba makan Jjangmyeon, juara pertama 200.000 Won!” dia langsung mengajak Woo Hyeon dan Seong Yeol untuk mengikuti lomba tersebut.


Woo Hyeon, Seul Bi dan Seong Yeol akhirnya mengikuti lomba makan Jjangmyeon, kebanyakan dari yang mengikuti lomba tersebut badannya besar-besar, Seul Bi terlihat sangat lahap Woo Hyeon heran melihatnya, Seong Yeol terlihat sudah kenyang dan tak sanggup untuk menghabiskannya sampai-sampai dia kesakitan, orang gendut pinggir Seul Bi makan dengan sangaaaaattt lahap eits dia kaget melihat Seul Bi sudah habis duluan (orang gendut kalah sama yang kecil haha).


Seul Bi asyik menghitung uang hasil perlombaan itu namun Seong Yeol juga asyik melihat Seul Bi yang sedang menghitung uang, tapiiiii Woo Hyeon sedang makan sendirian dibelakang. Seul Bi berharap mereka mengadakan lomba setiap hari “kalau begitu kan aku bisa makan sekaligus dapat uang.
Seong Yeol : kau benar-benar unik, kebanyakan cewek cuman lihat...
Woo Hyeon : Seul Bi sangat suka Jjangmyeon ini lagu favoritnya “mama bilang dia tak suka jjangmyeon”
Seul BI : kenapa kau gak makan ? enak loh
Woo Hyeon : aku lebih suka yang ini. Hwang Seong Yeol, apa kau makan yang seperti ini tiap hari? Mamamu pandai amsak, enak sekali.
Seong yeol tidak menjawabnya dia hanya melihat Woo Hyeon yang sedang lahap menyantap makanannya,  mendengar kata “enak” Seul Bi langsung menghampiri makanan itu dan ingin memakannya namun Woo Hyeon melarangnya karena Seul Bi sudah makan banyak tadi “ini punyaku” Seul Bi pun terdiam dak berbuat apa-apa Seong Yeol hanya melihat kekonyuolan mereka.


Woo Hyeon masuk kamar dengan membawa banyak bantal, eits tiba-tiba ada Seong Yeol dikamarnya sedang rebahan, Woo Hyeon kira dia salah masuk kamar karena ada Seong Yeol.
Woo Hyeon : kubiarkan kau tidur diranjangku. Seharusnya kau tersanjung sambil merapikan untuk tidurnya. Kalau kau tak punya tempat untuk tidur, kau haruss pergi ke tempat lain.
Woo Hyeon baru ingat kalau Seong Yeol tak punya teman selain dirinya, dia terus bertanya2 kenapa Seong Yeol kabur dari rumah.
Seong Yeol : aku hanya menghabiskan malam diluar rumah, bukan kabur. 
Woo Hyeon : Orang tuamu sudah kau hubungi?
Seong Yeol : yang mana? Papa? Atau papa tiri? Mama? Atau mama tiri? Aku gak tau mesti nelpon yang mana.
Woo Hyeon : terkejut mendengarnya. Kau bahkan punya mama papa lebih, aku gak punya satupun.
Menurut Seong Yeol, Woo Hyeon hanya tak bisa menghubungi orang tuanya, Woo Hyeon mengatakan ada 300 no telepn lebih tapi tak ada satupun nomor orang tuanya “mereka seperti tak ada di dunia ini” dia melemparkan ponsel pada Seong Yeol supaya menghubungi orang tuanya dan mengancam “kalau tidak menghubungi orang tuamu kau pergi saja”
Seong Yeol : aku ingin membuat mereka menunggu sekali saja, karena selama ini aku yang selalu menunggu, aku yang selalu menunggu. Aku 
Woo Hyeon merasa aneh Seong yeol berbicara begitu serius, Seong yeol memberitahunya kalau ibu kanddungnya menikah lagi dia pun langsung meminta Woo Hyeon untuk mematikana lampunya dan langsung tidur, Woo Hyeon pun mematikan lampu kamarnya namun ia langsung pergi keluar.


Woo Hyeon merapikan tempat makanan punya Seong Yeol dan berkata “aduh sakit” dia ingat apa yang diajarkan Halmeoni “tak boleh mngembalikan hantaran kosong”.


Woo Hyeon menemui papa Seong Yeol di kantor polisi, dia memberikan hantarannya dan meminta “tolong berikan pada mamanya Seong Yeol, sampaikan rasa terima kasihku” dan memberikan Ddeokibokki buatannya sendiri, papa Seong Yeol berterima kasih dan menanyakan Seong Yeol, Woo Hyeon langsung memberitahunya kalau Seong Yeol menginap dirumahnya, papa Seong Yeol memintanya untuk menjaga Seong yeol denga baik.


Seong Yeol sakit, Seul Bi membawakan obat-obatan untuknya dia menepuk-nepuk punggung dan memijat Seong Yeol, Seul Bi melilitkan benang di ibu jari tangan Seong Yeol, Seong Yeol berkata “seperti metode kuno saja” Seul Bi bilang kalau dia sudah hidup lama eits Seul Bi keceplosan, dia mengalihkan pembicaraan “sudahlah, percaya padaku” dia menusuk jari Seong yeol dengan jarum oooowww Seong Yeol kesakitan, Seul Bi pun langsung mengelap darah yang keluar dan meminta maaf “karena makan Jjangmyeon denganku” “jangan sakit”  Seong Yeol ingin sakit lebih lama karena ingin selalu diperhatikan oleh Seul Bi.
Seong Yeol : Seul Bi. Akankah kamu memperhatikanku saat waktumu habis? Aku tertidur setelah tanpa lelah menunggu orang tuaku tiap malam, aku juga menunggu mama hingga hari ini. Aku lumayan bagus untuk hal menunggu.
Seul Bi hanya terdiam dan langsung berdiri untuk pergi namun Seong Yeol menahannya dan berkata “aku berusaha tak terssenyum, meski saat kamu tersenyum padaku. Aku berusaha tak menjawab ketika kau bicara padaku, selalu kukatakan pada diri sendiri untuk melakukan hal itu. Tapi ... tak pernah kulakukan hanya satu kali, jadi aku akan menunggu mu.” Seul Bi terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.


Seul Bi keluar rumah, dia sangat kebingungan sampai mondar mandir depan kedai, eits tiba-tiba Woo Hyeon datang dan tertabrak oleh Seul Bi dia pun terkejut, Woo Hyeon bilang “raut wajashmu mengatakan kalau kau menunguku” Seul Bi mengangguk “memangnya menunggu itu bagus?”.
Woo Hyeon : sulit menunggu seseorang yang tak akan pernah kembali, namun menunggu seseorang yang akan datang untukmu pasti menyenangkan, kenapa?
Seul Bi ingat perkataan Seong Yeol “aku akan menunggumu” dia menggelengkan kepala seolah-olah tidak ada apa-apa.


Mama tiri Seong Yeol sedang merapikan tempat makanan yang dikembalikan Woo Hyeon, dia melihat pesan diatas kertas “terima kasih! Kekuatanku telah kembali. Mamanya Seong yeol kau koki paling hebat” dia merasa lemas setelah membaca pesan itu “mamanya Seong Yeol” seolah-olah tidak menerima dipanggil mamanya Seong Yeol. “Woo Hyeon. Kalau bisa, biarkan kita hidup tanpa saling mengenal. Maafkan aku” dia menagis sambil terus berkata “maafkan aku”.


Suasana di bawah masih sepi belum ada satupun yang turun, aaaaaaaa .... Woo Hyeon dan Seong Yeol tidur berpelukan tanpa mengenakan baju, Woo Hyeon pun terbangun dan kaget melihat Seong yeol ada didepannya dia langsunng berteriak dan saling menarik selimut yang dikenakannya, Seul Bi pun masuk ke kamarnya dan memastikan apa yang terjadi.


Woo Hyeon mengintrogasi Seong Yeol “kau boleh tidur dikamarku, tapi tidak tubuhku!” Seong yeol yakin pasti Woo Hyeon yang menariknya, mereka masih memeprmasalahkannya, Seul Bi membawa makanan pada mereka dan bertanya “tadi malam apa terjadi sesuatu pada kalian” mereka pun saling tak menghiraukan, tiba-tiba Woo Hyeon bilang “kenapa kalian terlihat canggung” Seul Bi langsung terdiam begitupun dengan Seong Yeol, namun Seong Yeol langsung mengalihkan pembicaraan “Ddeokibokki lagi” langsung menyantapnya, Woo Hyeon bilang kalau mereka makan Ddeokibokki 3x sehari “sudah makan saja apa yang kuberi, jangan menyentuhku lagi!” ammmm Seong Yeol menyuapi Woo Hyeon.
Seul Bi : kalian berdua imut kalau bersama” 
Mereka berdua berkata dengan serentaka “eeiiiiii” mereka tidak mau dibilang seperti itu. Seul Bi “apa ini yang dikatakan sahabat sejati?” ooiiiiii barengan lagi, Seul Bi mengajak berlibur akhir pekan ini ke suatu tempat yang ingin dia kunjungi.


Woo Hyeon dan Seong Yeol sedang mengganti pakaian. Woo Hyeon membuka kalungnya Seong Yeol melihat kalungnya dan berkata “kalung itu” ternyata Woo Hyeon mendengar jelas “kalung” “baguskan? Kau boleh minta apa saja dariku, kecuali kalung ini dan Seul Bi, karena hanya ada satu di dunia”.
Seong Yeol : kapan kau akna membiarkan Seul Bi pulang ke tempat asalnya.
Woo Hyeon tergantung Seul Bi nya saja, Seong menawarkan agar papanya menyelidiki tentang keluarga Seul Bi, namun Woo Hyeon melarangnya karena dia sudah menyelidikinya “orang tuanya meninggal. Sepertinya dia memiliki masa kecil yang sulit, lebih baik dia disini” Seyul Bi sudah menunggu ayo cepat, mereka pun terbru-buru mengganti pakaian.


Ternyata mereka pergi ke sauna, Seul Bi memulai permainannya namun Woo Hyeon dan Seong Yeol tidak kuat dengan panasnya mereka pun alngssung berlarian meninggalkan Seul Bi, namun Seul Bi masih berdiam di dalam dan heran melihat mereka pergi berlari, Seul Bi sering melihat tempat seperti itu  drama, Seong yeol terkajut “baru pertama kali kamu kesini?” Seul Bi mengangguk namun Woo Hyeon berkata lain “kamu ssuka pasti karena makanannya” eits Seul Bi memecahkan telor ke kepala mereka, samapi akhirnya mereka ssaling berkejaran untuk memecahkan telor di kepala satu sama lain, 


eits tiba-tiba Seul Bi menabrak guru etika dan papanya Seong yeol, guru etika terkejut melihat mereka, Seong yeol langsung pergi menghindari mereka namun papanya menahan Seong yeol. Papa Seong yeol mengenalkan guru etika bahwa dia adalah mamanya Seong Yeol, Seul Bi dan Woo Hyeon terkejut mengetahui soal itu, mereka akhirnya saling berbincang-bincang dan papa Seong Yeol mengajak mereka untuk makan rumput laut, Seul Bi menata makanan yang ingin dimakan olehnya, Woo Hyeon dan Seong Yeol terkejut mendengar Seul Bi ingin makan semua makanan yanga da disana.


Woo Hyeon dan Seul Bii sedang berada di sebuah ruangan, Seul Bi melihat Seong yeol dan orang tuanya sedang berkumpul lewat jendela kecil namun Woo Hyeon sedang tiduran sambil memainkan permen karetnya, Woo Hyeon terbangun dan bertanya “sedang melihat apa?” Seul Bi bilang “Seong yeol terlihat bahagia”
Seul Bi : guru etika adalah mamanya, kenapa dia tak bilang pada kita?
Woo Hyeon : tidak wajar aklau ada orang yang bilang “oh iya, dia mamaku” knapa wajah pilu itu?
Seul Bi : alangkah bagusnya punya sebuah keluarga.
Woo Hyeon : tergantung keluarga yang kayak gimana.
Seul bi menenyakan Soal orang Tua Woo Hyeon, namaun Woo Hyeon bilang dia taidak punya orang tua. Seul Bi mau mengatakan sesuatu namun Woo Hyeon memotong pembicaraannya “kamu seperti mau membuat pengakuan cinta padaku”.


Seul Bi : ada yang belum sempat ku katakan padamu. Kamu akan percaya padaku entah apapun yang kukatakan, ataupun yang kulakukan, begitu kan? Kmau tahu aku .....
Woo Hyeon asyik memaikan permen karetnya, eitsssss tiba-tiba Woo Hyeon mencium Seul Bi lewat gelembungnya itu “jangan bilang apa-apa. aku tak peduli siapa dirimu dan darimana kamu. Tetaplah disisiku” Seong Yeol melihat mereka sedang berciuman (ooooowwww sakiiiiiiiitttt)
Apa yang akan Seong Yeol lakukan setelah melihat semua itu ??? SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 11 PART 1