Advertisement
Advertisement

Seong Yeol memergoki Woo Hyeon da Seul Bi sedang berciuman, dia merasa sedih orang yang ia cintai bermesraan dengan temannya sendiri Tiba-tiba mama dan papanya datang minta Seong Yeol untuk menggosok punggung papanya namun Seong Yeol tidak menanggapinya ia terus melamun dan meninggalkan mereka, papa dan mamanya terus memanggil Seong Yeol mereka pun heran melihat Seong Yeol seperti itu.


Mama tiri Seong Yeol membeli minuman dan ia pun langsung menghampiri Seul Bi yang sedang duduk dia langsung memberikan minuman itu pada Seul Bi sambil mengobrol dengannya. Dia menanyakan kedekatan mereka bertiga (Seong Yeol, Woo Hyeon dan Seul Bi).
Bu Ahn : kamu tak punya orang tua ? kenapa kamu tinggal dengan Woo Hyeon?
Seul Bi : saya tak punya orang tua, ada alasan yang tak bisa saya katakan kenapa kami tinggal bersama.
Mama tiri Seong Yeol merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Seul Bi.


Woo Hyeon dan Seul Bi pulang berdua, mereka terlihat kaku melihat satu sama lain tapi mereka malu, Seong Yeol mencoba mau memegang tangan Seul Bi namun ia tidak percaya diri ketika ia mencobanya lagi Seul Bi menyadarinya dia pun langsung naik keatas dan berjalan disana dengan muka yang kaku, Woo Hyeon mengingatkannya “berjalan diatas sana berbahaya” namun Seul Bi mengatakan “lebih berbahaya dirimu” eits tiba-tiba Seul Bi terpeleset Woo Hyeon pun menangkapnya dan berkata “aku tak berbahaya, aku orang baik” Seul BI pun langsung melepaskan pegangannya dan melanjutkan perjalan. Woo Hyeon curi-curi kesempatan dalam kesempitan dia akhirnya berani memegang tangan Seul Bi walaupun masih kaku dan ternyata Seul Bi senang tangannya di pegang Woo Hyeon.


Woo Hyeon memegang sebuat toples berisi permen karet “aku tahu suatu hari aku bisa berterima kasih padamu, Makasih!” sambil mencium toples itu (aneh ya toples kok dicium) setelah itu dia langsung memberikan tanda lingkaran di tanggal 3 hari sabtu sambil berkata “sekarang ada hal yang harus diingat, aku tak menyangka akan jadi sangat berbahaya” tiba-tiba dia merasa ketakutan dan langsung menghalangi pintu kamar dengan ranjang temapt tidurnya “aku bahkan tak mempercayai diriku sendiri” eits tiba-tiba Woo Hyeon sakit perut dia pun terpaksa mendorong tempat tidurnya kembali karena dia sudah tidak kuat menahan sakit perutnya.


Seong Yeol masuk kamar, ketika dia tiba depan meja belajarnya dia melamun teringat kejadian tadi siang yang melihat Woo Hyeon dan Seul Bi berciuman. Dia memegang benda pemberian dari Seul Bi sambil berkata “harapan bisa jadi kenyataan?” langsung melempar benda itu dan langsung pergi tiduran.


Seul Bi merasa tidak nyaman dengan sikap Seong Yeol yang tampak berbeda, Seul Bi pun langsung menanyakn keadaan Seong Yeol dan ternyata Woo Hyeon memperhatikan Seul Bi yang berusaha mencairkan suasana deng Seong Yeol namun Seong Yeol menghiraukannya dia tak berkata sedikitpun, Seul Bi terus bertanya pada Seong Yeol dan merasa kalau Seong Yeol marah padanya, Seong Yeol langsung memakai EarPhone-nya Seul Bi sedih dan merasa bersalah. Woo Hyeon menanyakan Seong Yeol pada Seul Bi.


Jam olahraga pun tiba para murid sudah berkumpul di lapang, pak Han memberikan intrupsi pada para murid “pelajaran olahraga bisa mengubah musuh jadi teman. Taruh kebencianmu pada bola ini. Terus lempar atau tangkap” sambil memperagakannya. Melempar bola pun dimulai mereka semua berpasangan untuk lawan lempar-lempar bolanya dengan awasan pak Han. Jae Seok terlihat kesal melemparkan bolanya pada Tae Wook sampai dia kesakitan saat mengakap bola dari Jae Seok, Jae Seok terus melempar bola dengan keras Tae Wook Pun kesal sampai-sampai dia mau membalas lemparannya namun Byung Hoo mengingatkannya. Begitu pun dengan Seong Yeol yang berpasangan dengan Woo Hyeon dia sama seperti Jae Seok melemparkan bola dengan sangat keras sampai Woo Hyeon kesakitan saat menangkap bolanya, dia kesal dngan sikap Seong Yeol padanya.
Woo Hyeon : apa-apaan ini? Kau melawanku gara-gara Seul Bi? Pengecut (langsung melawan lemparannya dengan sangat keras)
Seong Yeol terus melemparkan bolanya, Woo Hyeon berkata “kalau mau berantem ya berantem saja”dan meminta dia untuk menjauhi Seul BI kalau sikapnya terus seperti itu. Seong Yeol merasa tak pernah meminta untuk berantem (beuuuukkkkk) lemparannya mengenai perut Woo Hyeon dia kesakitan Seul Bi pun langsung berlari melihat Woo Hyeon kena lemparan bola. Gi Soo pun juga ikut membantu mengecek kondisi Woo Hyeon, Seul Bi melihat Seong Yeol dengan pandangan aneh dan mereka pun membawa Woo Hyeo keruang kesehatan.


Seul BI dan Gi Soo membantu Woo Hyeon berjalan karena perutnya kesakitan namun Seong Yeol berjalan dibelakang mengikuti mereka tanpa membantu apapun, tiba-tiba guru etika melihat mereka memboyong Woo Hyeon dan bertanya “kenapa?” Gi Soo pun menjelaskan semuanya “Seong Yeol melemparkan bola ke perutnya Woo Hyeon” guru etika pun panik lalu menanyakan keadaan Woo Hyeon, dia langsung memarahi anak tirinya Seong Yeol
Guru etika : harusnya kamu berhati-hati, kenapa keterlaluan begini?
Seong yeol hanya diam tak ada pembelaan, Seul Bi heran kenapa guru etika bersikap seperti itu pada anaknya (Seong Yeol) Woo Hyeon langsung membela Seong Yeol “saya yang tak menghindar, ini bukan salahnya” denagn sikapnya yang kaku guru etika langsung menanyakan keadaan Seong Yeol “kamu baik-baik saja?” dia menjawab “ia” dengan simple nya (iiiii dingin banget Seong Yeol) guru etika langsung pamit pegi.
Gi Soo : aku gak pernah lihat dia segitu khawatirnya.
Woo Hyeon : Hwang Seong Yeol! Karenamu aku bisa tidur siang!
Seul Bi merasa kalau Woo Hyeon berpura-pura sakit sambil memukul perutnya (aaaawwww Woo Hyeon kesakitan) Woo Hyeon benar-benar kesakitan, mereka pun langsung membawanya ke ruang keksehatan.


Guru etika (mama kandung Woo Hyeon) melihat Woo Hyeon dari pintu smapai akhirnya dia masuk dan melihat keadaannya, dengan raut muka yang penuh dengan kekhawatiran dia memegang tangan Woo Hyeon sambil meneteskan air mata tiba-tiba Woo Hyeon terbangan ia kaget melihat Guru Etika ada di sampingnya, guru etika sangat kaku dan langung menanyakan keadaan Woo Hyeon dan meminta maaf. Woo Hyeon heran kenapa bu guru meminta maaf, bur guru pun menjelaskannya dengan sangat tegang tak tahu harus bilang apa.
Guru Etika : karena Seong Yeol yang melakukannya. Jangan sungkan bilang kalau memang sakit. Kita bisa kerumah sakit.
Woo Hyeon : saya tidak apa-apa. Apa anda kurang enak badan? Anda terlihat.... (bu guru tidak menjawabnya)


Tiba-tiba Seong Yeol masuk, Woo Hyeon memanggilnya guru etika pun langsung bertingkah aneh karena kaget Seong Yeol masuk.
Guru etika : Seong Yeol kamu sakit juga?
Seong Yeol : kepalaku sakit
Dia langsung tiduran disamping Woo Hyeon, guru etika pun menyuruh mereka untuk beristirahat dan langsung pergi.
Woo Hyeon : kau juga bolos pelajaran?
Seong Yeol : kupikir kau ingin sendirian (sambil membelakangi Woo Hyeon)
Woo Hyeon : meneurutku guru etika baik. Kebanyakan orang akan berpihak pada anaknya sendiri, entah siapa anaknya
Seong Yeol : aku bukan anak kandungnya.
Woo Hyeon merasa kalau Seong Yeol bertingkah seperti anak kecil lagi dan memberitahu dia kalau guru etika datang minta maaf atas kesalahan anaknya (Seong yeol)
Woo Hyeon : kau sudah terlalu tua untuk merengek pada mamamu. Miss Gong bilang tak ada orang sebaik mamamu di dunia ini. Aku gak tahu karena aku tak punya mama. Jadi kau harus baik.


Seul Bi sednag membasuh muka dengan rambut yang tidak dia ikat (ramutnya jadi basah) tiba-tiab Woo Hyeon datang memegang rambut Seul Bi dan berkata “kurasa kamu tidak bissa melakukan apa-apa tanpa aku” Seul Bi hanya tersenyum dan langsung menanyakan keadaannya “perutmu sudah merasa baikan?” Woo Hyeon berkata “duh masih sakit” Seul Bi makin panik eits ternyata Woo Hyeon pura-pura, Seul Bi pun menjipratkan air padanya sampai akhirnya mereka permain air berduaan, tiba-tiba Seong Yeol datang Seul Bi pun bersembunyi dibelakangnya dengan tidak sengaja Seong yeol pun ikut bermain air dengan mereka Seul Bi masih bersembunyi diablik Seong Yeol, Seul Bi menghampiri Woo Hyeon dan mebalas percikan air yang dia semprot mereka terlihat bahagia, namun Seong Yeol sakit melihat kedekatan mereka dia berdiri tak berdaya.


Setelah asyik bermain air mereka mengeringkan rambut dan bajunya, Seong yeol melihat Seul BI yang kesulitan mengeringkan rambut dan pakaiannya Woo Hyeon pun menyadari kalau Seong Yeol memperhatikan Seul Bi, dia pun menutupi badan Seul Bi dengan jacketnya dan berkata “harussnya kuberikan baju yang bisa menutupi wajahmu. Lebih bagus lagi pake topeng” Seul Bi kesal Woo Hyeon pun menarik Seul Bi, Seong yeol iri dengan kedekatan mereka.


Ye Na berjalan sendirian di lapang olahraga, tiba-tiba Ye Na melihat Woo Hyeon dan Seul Bi sedang berjalan berdua dengan keadaan basah kuyup, Woo Hyeon pun berhenti sejenak melihat Ye Na ia pun langsung berjalan lagi dan menarik tangan Seul Bi (duuuu Ye Na pasti sangat sedih  ).


Di kantin para murid sedang makan siang, Ye Na pun juga makan ssiang di kantin dia menghamipri teman sekelasnya untuk makan bersama tiba-tiba Young Eun melihat Ye Na duduk di depannya ia pun berseru memberikan Klu papa temannya yang lain untuk pindah kursi, akhirnya mereka pindah mengikuti Young Eun. Ye Na akhirnya makan sediri sambil menangis (kasihan ya dia).


Ye Na mengejar Young Eun yang sedang berjalan sendirian, ye Na pun menghalangi perjalanan Young Eun namun Young Eun berusaha menghindar darinya Ye Na terus berusaha sampai akhirnya Young Eun mengeluarkan kata-kata berbisanya “kamu mau mati ya? Pergi sana!” 
Ye Na : aku harus bagaimana?
Namun Young Eun terus menyuruh Ye Na untuk pergi dari hadapannya, Ye Na akan melakukan apapun agar dia bisa berteman deng Young Eun lagi. Young Eun heran Ye Na tiba-tiba bersikap aneh seperti ini, Ye Na merasa kesulitan dengan kesendiriannya tanpa seorang teman apalagi pacar.
Ye Na : akan kulakukan apapun. Bilang saja!
Young Eun : (tersenyum) lakuka saja sendiri. Aku selalu melakukan semuanya sendirian (langsung pergi meninggalkan Ye Na)
Ye Na berteriak “kalau kutunjukkan mau kan?” sayangnya Young Eun tidak menghiraukan teriakan Ye Na.


Wakil ketua kelas sedang berjalan sendirian sambil membaca buku tiba-tiba Tae Wook datang merebut buku yang sedang dibacanya “jatuh cinta pada malaikat! Kamu pernah jatuh cinta pada manusia?” wakil ketua kelas berusaha mengambil bukunya karena Tae Wook tinggi jadi dia kesulitan mengambil bukunya sampai akhirnya dia memukul perut Tae Wook (beukkkk sakiiittt) buku itu pun berhasil dia rebut namun bukunya sobek karena dia tarik dengan keras. Tae Wook tidak merasa bersalah akrena wakil ketua kelas yang menarik bukunya, wakil ketua kelas maeah dia langsung melemparkan buku pada Tae Wook dan pergi. Tae Wook kesal karena bukan hal itu yang dia mau darinya.


Tae Wook pun berdiri depan pagar, dia melihat Ye Na sedang mengikuti Seul Bi yang berjalan di tangga Young Eun juga melihatnya ternyata Ye Na berusaha mendorong Seul Bi dia sednag mencari waktu yang tepat, Woo Hyeon melihat Seul Bi berjalan di tangga.Ye Na pun mendorong Seul Bi dia langsung membelakangi Seul Bi begitupun dengan Young Eun langsung memejamkan matanya, Woo Hyeon berlari sambil berteriak “Seul Biiiiiiiii ......” Seong Yeol panik melihat Seul Bi. Akhirnya Woo Hyeon berhasil menangkap Seul Bi walaupun mereka terjatuh Dia mengingat kejadian terjatuh dari gedung sekolah kalau Seul Bi yang menolongnya dan berkata “kejadian ini seperti....” Seul Bi langsung berusaha berdiri namun ia kesusahan. 


Seong Yeol berlari mengejar Ye Na lalu menarik tanagnnya namun Ye Na melepaskan pegangan Seong Yeol dan langsung berlari dengan sanagt kencang, sementara Woo Hyeon dan Seul Bi masih mengingat masa lalu dan aneh karena kejadian ini sama seperti Seul Bi menyelamatkannya tapi sekarang perbedaannya Woo Hyeon yang menyelamatkan Seul Bi, Ye Na semapt berhenti di depan Young Eun namun Seong Yeol tidak lagi mengejar Ye Na dia menghampiri Young Eun.
Seong Yeol : apa ini yang kau bisa? Kau mau rendah seperti apa? (marah-marah)
Young Eun : bukan aku! Tentu saja bukan aku!
Seong Yeol : kau suruh orang lain melakuaknnya untukmu? Itu sebabnya malah tambah buruk. (langsung pergi)
Seong Yeol jadi menyalahkan Young Eun karena tidak tau apa yang terjadi dengan mereka sekarang ini, Young Eun tidak menerima dikatakan seperti itu oleh Seong Yeol dia langsung pergi.
Ternyata disana ada pak Choi Gung Soo, dia berembunyi dan diam-diam memperhatikan mereka ia khawatir takut terjadi apa-apa dengan Seul Bi dan berpikir “mereka hanya ingin aku menggunakan kekuatanku.


Young Eun menemui Ye Na dan membawanya kebelakang sekolah dia mengintrogasi  Ye Na.
Young Eun : aku kan tak menyuruhmu melakukannya.
Ye Na : kau bilang mau bukti. Karena Seong yeol aku tahu dia menyusahkanmu. Aku jadi tahu rasanya saat Woo Hyeon tak mau malihatku. 
Woo Hyeon menghampiri mereka dan memberi peringatan “akan kukatakan satu kali. Jadi dengarkan! Aku tak akan tertarik apdamu tak akan pernah” dia pun langsung pergi, Ye Na berteriak “Woo Hyeon!”
Young Eun : aku juga akan bilang satu kali. Jangan pernah mendekatiku lagi! (langsung pergi)
Ye Na menagisi kesendiriannya tanpa ada yang menemaninya (kasiaaann).


Seul Bi duduk sendirian dibangkunya dia terlihat cemas dan merasa aneh, tiba-tiba Tae Wook berdiri depan pintu memperhatikan Seul Bi Byung Hoo datang dan mengira kalau teamnnya jatuh cinta pada Seul Bi.
Tae Wook : aku yakin lihat dia teleportasi saat di tangga. Luar biasa (masih terus memikirkan kejadian waktu di tangga)


Si gendut teman dekat Da Ye Ri masuk kelas membawa banyak makanan, Byung Hoo mengomentarinya “kamu makan lagi? Lagi? Kupikir kamu ikut audisi? Si Gendut itu asyik makan sambil meuju bangkunya dan berteriak “bukan untuk akting! Untuk jadi komedian!
Woo Hyeon masuk kelas dan meyakinkan kalau Seul Bi tidak apa-apa, Seul Bi merasa baik-baik saja dan bertanaya balik soal Woo Hyeon.
Woo Hyeon : aki ini aku yang menagkapmu, bukan Seong yeol seperti takdir.
Tae Woo masih membicarakan kejadian waktu di tangga apda Byung Hoo, Seul Bi berterima kasih pada Woo Hyeon dan dia merasa tida nyaman dengan tingkah Tae Woo dan Byung Hoo yang selalu memperhatikannya. Woo Hyeon melihat kebelakang dan benar apa yang dikatakan oleh raut wajh Seul Bi.


Seong Yeol masih memikirkan soal Seul Bi yang di dorong Ye Na dan dia merasa aneh dengan kejadian itu dan yakin kalau Seul Bi .... terpotong dengan tingkah Jae Seok CS yang sedang membuli temannya, dia pun menghampiri mereka.
Jae Seok : Hwang Seong yeol disini menggantikan Chun Shik
Oarng yang dibuli akan menjual game online-nya dan memberikan semua uang hasil penjualannya pada mereka dan meminta ijin kalau dia harus pergi, Byung Hoo menahannya “ngomong apa kau? Kau boleh pergi kalau Chun Shik ada disini” 
Seong Yeol : kau boleh pergi
Dia pun langsung bergegas untuk pergi namun Byung Hoo menahannya dan meminta dia untuk ikut dengannya, Seong yeol mem-video mereka dan berkata “video ini akan jadi bukti terbbaik kekerasan disekolah ini” Jae Seok marah lalu menghampirinya dan dia langsung menyuruh Byung Hoo untuk melepaskan orang itu.
Seong Yeol : pikirkan bagaimana kau saat itu (menarik ponselnya lalu pergi).
Jae Seok ingin bersenang-senang karena kekesalannya, Tae Wook langsung merangkul Byung Hoo dan berkata “kau gak ngerasa aneh? Dia selalu membiarkan Seong Yeol pergi? Kupikir mereka pergi”
Byung Hoo : saat itu? Ayo kita cari bagaimana dia saat itu.


Kedai Miss Gong Ddeokibokki ramai di kunjungi banyak pengunjung, tiba-tiba diluar berisik banyak orang bermain basket depan kedai, ternyata Jae Seok yang membawa teman-temannya untuk bermain basket depan kedai ulahnya membuat para pelanggan ketakutan, Woo Hyeon dan Seul Bi keluar “kalian ngapain?”
Jae Seok : moodku lagi jelek tapi tak ada temapt untuk latihan.
Byung Hoo : temanmu Seong Yeol tetap menyakiti temanku.
Seul Bi mulai kesal, tiba-tiba Tae Wook mengungkit kejadian tadi di sekolah “kau! Tadi aku meloihatmu. Tunjukkan kekuatanmu!” sambil melemparkan bola kearahnya namun Woo Hyeon langsung menangkap bola tersebut.


Gi Soo mengantarkan pesanan Ddeokibokki ke sebuah toko, habis itu dia langsung pergi eits tiba-tiba ada adik Young Eun menghampirinya, Gi Soo melihat ke sekitarnya dia takut ada Young Eun dan memarahinya “dimana Eonnie-mu?” adik kecil “belum pulang”  ia pun merasa lega mendengarnya. Mereka makan eskrim bersama depan toko.
Gi Soo : apa eonnie-mu menakutkan dirumah ?
Adik Young Eun : dia lucu! Dia selalu bertingkah komedian dirumah. Dia menari, sungguh lucu.
Gi Soo : tak mungkin, kamu pasti mimpi. Mamamu bagaimana?
Adik Young Eun : dia selalu pulang larut malam, kudengar papa pergi dengan wanita lain.
Gi Soo merasa prihatin anak sekecil dia sudah mengetahui permasalahan keluarganya. Adaik Young Eun melihat kakanya Gi Soo pun langsung berdiri dan menengok kebelakang (huh) dia terkejut melihat Young Eun, Yeoung Eun menarik adiknya dan memberikan uang pada Gi Soo. Gi Soo tidak mau menerima uang itu dia membelikan eskrim karena adiknya imut seklai.
Young Eun : karena kamu imut, ini untukmu. Ambil dan cepat pergi.


Seul Bi dan Woo Hyeon taruhan bermain basket dengan Jae Seok CS, Woo Hyeon meminta mereka untuk membuktikan janjinya kalau dia menang lepaskan Seul Bi.
Jae Seok : kalau kau kalah? Kau mau bertaruh Seul Bi?
Woo Hyeon : akan kupertaruhkan hidupku. Hidupku tak ada artinya tanpa dia.
Seul Bi kagum akan Woo Hyeon, namun dia masih merasa takut karena pertandingannya belum dimulai, pertandingan pun dimulai Woo Hyeon yang pertama memasukan bola. Seul Bi bahagia karena Woo Hyeon terus memasukan bola dan akhirnya dia yang memenangkan pertaruhan itu, Jae Seok CS kelelahan dan kalah dari Woo Hyeon.


Seul Bi sedang mencatat pembukuan kedai tiba-tiba ia melamun, Woo Hyeon datang dan melihat Seul Bi sedang melamun ia bilang “apa teman-teman curiga?” Seul Bi pura-pura tak khawatir karena dia tak melakukan apa-apa.
Woo Hyeon : mereka lagi bosan, dan memilih membulimu.
Seul Bi : jangan khawatir, aku tak takut sama anak kayak Jae Seok.
Dia pun lanjut menghitung uang kedai, ujar Woo Hyeon “bisa kusut sebelum kita membelanjakannya” Seul Bi bilang “kau pikir kita bisa bayar dengan mendapatkan uang sebanyak ini?” Woo Hyeon memujinya “Seul Bi. Sejak kapan kau jadi istri yang baik” (sambil mengelus-elus rambutnya Seul Bi) Seul Bi pun membalas pujiannya “sejak kapan kamu begitu murahan?” Woo Hyeon tersenyum mendengar perkataan Seul Bi.


Setiap guru etika (mama tiri Seong Yeol) berada dikamar sendirian dia selalu melihat kalungnya sambil melamun, setiap mendengar ada suara yang dia langsung menyembunyikan kalungnya kedalam laci.


Seong Yeol sedang memikirkan Seul Bi dan Woo Hyeon menyikat gigi bersama, makan bersama dan amsih banyak hal lainnya yang dia pikierkan tentang mereka, dia tersadar dari lamunannya dan ketakutan terjadi apa-apa dengan mereka, dia langsung mengambil tas dari lemarinya dan memasukan baju-bajunya. Mama tirinya masuk memabawa makanan dan minuman untuknya dan bertanya “kamu mau pergi?”
Seong Yeol : aku mau tinggal di tempat Woo Hyeon beberapa hari ini.
Mama tiri : kenapa ?
Seong Yeol memberikan alasan yang lumayan bagus dan dapat dipercayai mama tirinya “tidak ada orang dewasa disana, kalau ada maling bagimana?” mama tirinya terkejut dengan alasan putranya dan berkata “kau suka Seul Bi?” dan meminta maaf atas kejadian disekolah karena telah memarahinya. Seong yeol tak berkata lagi dia langsung mengambil air dan meminumnya, mama tirinya kaget karena tak seperti biasanya dia meminum yang mama tirinya bawa, setelah minum dia meminta mama tirinya untuk tidak meminta maaf lagi, mama tirinya merasa bahagia. Seong Yeol meminta mamanya untuk membungkuskan makanan untukku “Woo Hyeon menyukainya” mamanya kaget mendnegar kata-katanya apalagi dia berterima kasih tak seperti biasanya.


Seong Yeol tiba dirumah Woo Hyeon dengan barang-barangnya, dia langsung berjalan dan bertanya “aku dikamar yang mana?” Woo Hyeon mencegahnya dan menyuruh dia untuk keluar, Seong Yeol tetap tidak mau keluar mereka malah saling mnearik tasnya, Seul Bi menghentikan mereka dan berkata “ini pertalian!”.
Woo Hyeon : gak ada tali-talian! Ini kan rumahku
Sebagai biaya sewa Seong Yeol memberikan makanan yang dia bawa, Woo Hyeon bilang “sejak kapan kau jadi kuarng ajar begini?” dia bilang sejak berteman dengan Woo Hyeon. Woo Hyeon sudah menebak kedatangan Seon Yeol “untuk mengawasinya dengan Seul Bi” Woo Hyeon mencubit pipinya Seong Yeol “kau berpikiran kotor” Seul Bi menyuruh mereka untuk tidur bersama lalu mendorong mereka dan akhirnya mereka berpelukan lagi (hahaha).


Seong Yeol pergi ke kamar mandi dan dia melihat sikat gigi mereka di tempat yang sama, dia pun langsung menggantika posisi sikat giginya dengan punya Seong Yeol, dia pun melanjutkan tujuan utamanya pergi ke kamar mandi. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 11 PART 2