Advertisement
Advertisement

Ye Na datang ke kedai untuk menemui Woo Hyeon namun dia tak memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu dia hanya terdian di depan pintu kedai. Sementara Seul Bi sedang menemani Seong Yeol membeli sesuatu.
Seong Yeol : kupikir aku tadi memasukan semuanya, ternyata ada yang kelupaan.
Seul Bi : kamu lapar? Mau kumasakkan Ddeokbokki supaya kau merasa baikan? Pedas? Manis? Manis dan pedas?
Seong Yeol : kau mengkhawatirkanku?
Seul Bi : tentu saja! Kau kan teman. Woo Hyeon akan mengomel kalau kita kelamaan.
Seong Yeol hanya terdiam mendengar perkataan Seul Bi yang hanya menganggapnya sebatas teman, mereka pun melanjutkan perjalanannya karena Woo Hyeon sendiri dirumah.


Ketika Woo Hyeon sedang merapikan meja di kedai tiba-tiba ada ynag mengetuk pintu ia pun bilang “kami sudah tutup!” ternyata Ye Na yang mengetuk pintu akhirnya dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan masuk menemui Woo Hyeon, Ye Na memanggil Woo Hyeon dan dia pun langsung menoleh kebelakang sambil berkata “tidak lihat lampunya mati?”
Ye Na : ada yang ingin aku katakan padamu
Woo Hyeon tidak mau mendengar perkataan apapun dari Ye Na dan meminta Ye Na untuk pergi. Ye Na datang untuk meminta maaf namun Woo Hyeon tidak menerima permintaan maafnya karena Seul Bi yang berhak menerima permintaan maaf dari Ye Na, Ye Na mencoba menjelaskannya namun Woo Hyeon memotong pembicaraa Ye Na “aku tak peduli yang kau lakukan padaku selama itu bukan Seul BI” dia langsung pergi, Ye Na menahanya dengan memeluk Woo Hyeon dari belakang “maaf, memang salahku!” Woo Hyeon langsung melepaskan pelukan Ye Na dengan keras.
Ye Na : aku juga gak suka. Tak ada yang bisa ku lakuakn. Tapi aku tak bisa menyerah entah apapun aka kucoba.


Woo Hyeon berusaha melarikan diri lagi namun Ye Na terus menghalanginya dengan memeluk Woo Hyeon sambil menangis. Seong Yeol datang bersama Seul Bi, Seong Yeol berhenti depan pintu karena melihat Ye Na sedang memeluk Woo Hyeon, tiba-tiba Seul Bi berkata “kenapa enggak masuk?” Seong Yeol tidak menjawab apapun dia hanya menghalangi pintunya aga Seul Bi tidak melihat mereka, namun Seul Bi melihat mereka dari bagian kaca yang tidak tertutup Seong Yeol dia terlihat sedih saat melihat Woo Hyeon.
Seong Yeol : jangan lihat apa-apa. Lihat saja aku (langsung menarik Seul Bi untuk pergi menghindari mereka).
Woo Hyeon melihat Seul Bi dan Seong yeol pergi berlari melapaskan pelukan Ye Na dan berteriak “Lee Seul Bi!” Ye Na menahannya dengan ancaman “kalau kamu pergi, aku akan bunuh diri” sambil berteriak menangis namun Woo Hyeon tidak mempedulikannya “selakan saja! Jangan memohon nyawamu dariku” langsung mencari Seul Bi sementara Ye Na terus meneteskan air mata.


Woo Hyeon berlari mencari Seul Bi kemana-mana, Seong Yeol membawa Seul Bi kesuatu tempat dan bilang “aku yakin pasti ada kesalahpahaman.
Seul Bi : benar. Di drama kesalahpahaman selalu jadi masalahnya. Aku juga gak ingin hal itu terjadi (langsung pergi meninggalkan Seong Yeol sendirian).
Seong Yeol : segitunya kamu percaya Woo Hyeon? Tak ada ruang tersisa untukku?.


Ye Na baru pulang dari rumah Woo Hyeon dia masih terlihat sedih, eits tiba-tiba dia melihat Yi Da Yool masuk ke tempat Karoke, dia msih belum yakin kalau dia Yi Da Yoo teman sekelasnya.


Woo Hyeon mencoba menjelaskan kejadian tadi namun Seul Bi masih belum tersenyum juga. Dia mengingatkan Seul Bi kembali “bukannya kita akan saling percaya apapun yang terjadi?” Seul bi mengelaknya “memangnya kau bilang apa?” Woo Hyeon yakin kalau tatapan Seul Bi bukan tidak percaya, Seul Bi tetap mengelaknya dan langsung pergi. Woo Hyeon merasa kalau Seul Bi cemburu.


Woo Hyeon pergi ke kamar mandi, dia melihat sikat giginya tidak bersama punya Seul Bi sikat gigi miliknya berada di tempat lain karena Seong Yeol yang memindahkannya tadi siang, dia sudah mengira kalau Sseong Yeol yang memindahkannya “kekanak-kanakan sekali. Beraninya dia!” langsunng memindahkan sikatnya kembali, Woo Hyeon mau membuang milik Seong Yeol kedalam kloset namun dia berubah pikiran dan memnbiarkannya dan menaruhnya diatas kaca.
Woo Hyeon : dia tidak tahu mengenai Seusuatu tentang Seul Bi kan?


Woo Hyeon sudah selesai mandinya dan pergi ke kamarnya untuk istirahat, dia melihat Seong Yeol sudah tiduran dikasurnya “tidur dengan musuh. Kenpa kau kemari?” Seong Yeol mengatakan “supaya aku punya kesempatan yang sama”
Woo Hyeon : kau pikir Seul Bi akan menyukaimu, hanya karena kau...
Seong Yeol : (memotong pembicaraannya) kau gak akan pernah tahu kalau belum mencoba.
Woo Hyeon : sudah jelas-jelas kau gak cocok denganku (sambil tiduran, tiba-tiba dia terbangun kembali) kau enggak sedang membuat pengakuan kan? Kenapa Seul Bi ? ada banyak cewek yang suka padamu.
Seong Yeol merasa hanya Seul Bi satu-satunya yang dia suka, Woo Hyeon terus menjelek-jelekan Seul Bi, Seong Yeol bilang “kalau begitu aku menyerah?” Woo Hyeon merasa kalau Seul Bi akan tetap jadi miliknya walau apapun yang terjadi dan dia menyuruh Seong Yeol untuk menyerah mendapakan Seul Bi. 


Woo Hyeon membahas kembali soal orang tua dia hanya punya Seul Bi dan meminta Seong yeol untuk tetap menjadi temannya. Seong Yeol terbangun melihat kalung yang dipakai Woo Hyeon “apa Seul Bi memberikan kalung itu padamu?”
Woo Hyeon : iya. Seul Bi yang menemukan kalung ini pemberian mamaku.
Seong yeol : bukan punya Seul Bi? Itu kalungmu?
Woo Hyeon : aku bawa kuncinya dan mama punya gemboknya. Mama bilang suatu saat kami bisa bersama meskipun kami berpisah. Konyol kan? Semuanya bohong. (mematikan lampu)
Seong yeol menyalakn kembali karena dia masih ingin belajar, Woo Hyeon mematikan lampunya lagi Seong Yeol menyalakan kembali dan berkata “kusarankan kau datang kerumahku”
Woo Hyeon : kau benar-benatr punya pikiran kotor. Kupikir kau temanku
Woo Hyeon sudah tertidur lelap namun Seong yeol masih belum tidur juga dia melihat Woo Hyeon tertidur tanpa selimut, dia pun menyelimutinya dan mematikan lampu kamar.


Seong Yeol turun kebawa dan duduk di kursi sambil melihat-lihat sekelilingnya, tiba-tiba Seul Bi muncul dia berusaha menghindari Seong Yeol saat melihatnya, dia langsung mengalihkan pandangannya dengan mengambil air minum sambil berkata “Seong Yeol” 
Seong Yeol : (memotong pembicaraannya) sungguh hari yang berat untukku. Aku harus pura-pura tak melihatmu, tak tersenyum saat akmu tersenyum padaku. Kupikir tubuhku akan lunglai. Tak semudah yang kupikirkan memalingkan pandangan jauh darimu.
Seul Bi : yang kudengar cinta manusia selalu berubah. Tapi aku tak berubah jadi jangan menungguku. Kamu adalh teman baikku dan Woo Hyeon.
Seong Yeol : teman.... aku gak tahu kalau kata itu ternyata menyakitkan.


Guru etika memberikan surat pengunduran diri pada Pak Han, namun pak han tidak menerima semua itu dia pun langsung merobek surat pengeunduran diri guru etika “ada apa dengan anada? Kenapa tiba-tiba sekali? Pindah?” guru etika meminta pak han untuk tidak keras-keras membicarakan soal ini.
Pak Han : kenapa semua orang tak bertanggung jawab. Lumayan susah tanpa Kwang Shik disini! Siapa yang akan mendisiplinkan anak-anak? Oh ya ya.... (lanjut memuji dirinya dan masuk ke ruang guru). 
Ketika guru etika mau pergi dia melihat Seong Yeol sudah ada di depannya.


Guru etika bersama Seong Yeol di taman sekolah, Seong Yeol terlihat malu dan emang sikapnya pendiam juga dia seperti itu, guru etika (mama tirinya) bertanya “kamu tidak bisa tidur? Kamu tampak lelah sekali” Seong Yeol merasa kalau dia yang menyebabkan mamanya tak nyaman memutuskan untuk pindah sekolah.
Guru etika : tidak. Pastinya kamu yang tak nyaman karena aku.
Seong Yeol : kalau memang karena aku, jangan pindah. Sebaliknya... aku saja yang pindah.
Mama tirinya terkejut mendengar putranya tiba-tiba minta pindah sekolah, dengan alasan dia tak menyukai sekolanya lagi. Mamanya sudah mengira “apa karena Seul Bi?”
Seog Yeol : karena aku menyesal sudah menyukai seseorang. Karena terlalu berat beban bagi orang tak bisa balik menyukai.
Mama tirinya memegang tangan Seong Yeol dan berharap putraya baik-baik saja, namun Seong Yeol hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun lagi.


Seperti biasa Jae Seok CS sedang membuli temannya, sekarang dia membuli di dalam kelas menyuruh buliannya untuk ng’dance, karena teman buliannya tidak ng’dance dengan baik Byung Ho mememukulnya, Tae Wook berteriak “Chun Shik, dengarkan!” Chun Shik langsung menghampiri mereka dan ikut dance dengan temannya, Jae Seok marah “sedang apa kau?” Da Ye Ri memperhatikan mereka “memalukan sekali” Jae Seok merasa malu karena orang yang dia sukai berkata seprti itu. 


Tiba-tiba Woo Hyeon dan Seul Bi masuk kelas “apa? Waktunya ng’dance?” Seul Bi terlihat menykai dance. Woo Hyeon mencontohkan ng’dance yang baik dan memanggil Gi Soo dan selanjutnya Shun Hook mereka pun meng-estafet temannya satu persatu sampai akhirnya semua murida yang ada dikelas ikut ng’dance dngan gembira, Seong Yeol dan Ye Na datang mereka melihat teman-temannya sedang asyik ng’dance bersama.


Byung Hoo dan Tae Wook ke toilet sambil teriak “Woo Hyeon bisa ng’dance? Darimna dia belajar?” mereka membahas Woo Hyeon dan Seul Bi.
Byung Hoo : Seul Bi adalah cara mengacaukan Woo Hyeon.
Tae Wook : Lee Seul Bi! Lee Seul Bi! Apa itu tidak mencurigakan? Aku yakin lihat dia teleportasi
Byung Hoo kkesal karena Tae Wook selalu bicara soal itu, tapi dia sekarang merasa kalau tatapan Seul Bi selalu berasa aneh. Jae Seok datang dan meminta mereka untuk memastikan mengenai Seul Bi


Ye Na menghampiri Da Ye Ri depan loket dia menanyakan “apa audisinya lancar?” Da Ye Ri merasa kalau Ye Na menganggapnya payah dan tak mampu untuk lolos audisi.
Da Ye Ri : teman-teman apda menjauhimu sekarang. Kalau kau bicara denganku, kau membuat situasinya jadi canggung.
Ye Na : (tersenyum sambil menunjukkan foto di ponselnya) akubgak tahu kalau kamu ikut audisi di tempat ini.
Da YE Ri berusaha mengambil ponsselnya dan menghapus foto itu namun Ye Na mencegahnya dan langsung pamitan untuk pergi ke klub buku. Da Ye Ri mencegahnya “apa ini yang kau inginka?” Ye Na hanya tersenyum.


Ye Na menemui Pak Han dan melaporkan sesuatu, Pak Han meminta informasi lebih lanjut kalau  semuanya sudah terbukti “apa ada yang berkelahi?” Ye Na berkata tidak “terus,a pa ada yang pacaran selain Woo Hyeon dan Lee Seul Bi?” Ye Na emosi mendengar itu “mereka bukan pacaran!” pak Han menegaskan kalau mereka benar-benar pacaran, mereka malah memperbincangkan hal yang tak penting.
Ye Na : ada rumor kalau ada anak yang pergi ke tempat aneh.
Pak Han : aneh? Seperti apa?
Namun Ye Na belum bisa memberikan informasi lebih lanjut, pak Han semakin kesal “tempat aneh? Lebih baik mereka tak membiarkanku menangkapnya”.


Seul Bi, Woo Hyeon dan Seong Yeol pulang bersama, Jae Seok CS ternyata mengikuti mereka dari kejauhan. Ditengah perjalanan Seul Bi memerima pesan “hari ini rapat anak baru! Absen akan dikenakan denda! Tak apa terlambar di Haneul Hall jam 6” Seul Bi pun langsung berlari dan minta ijin pada Woo Hyeon dan Seong Yeol kalau hari ini dia ada acara di suatu tempat, Woo Hyeon ingin ikut namun Seul Bi melarangnya karena dia akan pergi sendirian dan langsung pulang nanti. Woo Hyeon bosan selalu berdua dengan Seong Yeol, Jae Seok CS terus memperhatikan Seul Bi.


Woo Hyeon berharap Seul Bi menelponnya, tiba-tiba Seong Yeol turun membawa semua tas dan barang-barangnya, Woo Hyeon  terlihat senang Seong Yeol akan pergi.
Woo Hyeon : pemikiran bagus. Miss Gong selalu bilang aku harus tidur dirumah.
SeonG yeol : akua kan sering datang untuk makan dan tidur kapanpun aku mau. Tetap waspada.
Woo Hyeon : memangnya ini penginapan? 
Seong Yeol : memangnya Lee Seul Bi belum pulang?
Woo Hyeon : aku kan kasih dia yang terbaik. Leluar! (sambil menorok Seong yeol untuk cepat keluar)


Seul Bi sedang mencari alamat tujuannya di GPS, ternyata Jae Seok CS masih mengikutinya, Seul Bi merasakan ada yang mengikutinya dia pun menoleh kebelakang tapi tidak ada orang yang mengikutinya karena Jae Seok CS bergegas bersembunyi sanat cepat, Seul Bi pun melanjutkan perjalanannya.


Akhirya Seul Bi sampai ke tempat yang dituju, ternyata Seul Bi bertemu dengan Pak Choi Gung Soo dia bilang “aku harus berganti-ganti tempat tiba-tiba karena banyak orang yang mengikutimu. Anggap saja seperti agen 007” Seul Bi mengerti maskudnya.
Seul Bi : beberapa manusia bisa mengenali kita?
Pak Choi Gung Soo : tak bisa kutegaskan, tapi ini lebih dari cukup. Kau tak boleh ketahuan, jangan pernah mengaku. Pura-puralah bodoh kalau memang harus.
Seul Bi : anda yang menyelamatkanku saat disekolah?
Pak Choi melakukan semua itu karena darurat karena kaku masih dalam pengawasan khusus, Seul Bi melihat orang-orang disekelilingnya, pak Choi memberitahunya kalau semua orang yang disini adalah malaikat yang berubah seperti kita “tanda dipergelangan menunjukkan tanda dia di dunia” Seul Bi terus memperhatikan tanda tersebut.
Pak Choi : tanda ini hanya terlihat olehmu. Namun yang kau miliki akan terlihat berbeda, manusia akna bisa melihat tandamu.
Seul Bi : (kaget) aku juga akan mempunya tanda seperti itu? Tapi kenapa punyaku beda?
Pak choi : karena kau berubah0ubah kau sudah bersumpah. Lantas kau mengembalikan Black-Note mu pasti bikin bingung karena kau terus berubah, anggap hal ini sebagai hukuman (mengeluarkan amplop berwarna coklat).


Jae Seok masih mengikuti Seul Bi mereka semakin bingung dan penasaran soal Seul Bi, pak Choi mengingatkannya “semuanya akan diuji” Seul Bi mengecek amplop tersebut.
Pak Choi : dunia manusia penuh dengan ujian, anggap sebagai latihan.
Jae Seok CS penasaran dengan orang yang ditemui Seul Bi dan mengira kalau orang itu memberi Seul Bi uang.
Tae Wook : apa ini prostitusi. Daebakk! Hal ini lebih baik daripada kekuatannya atau dia jadi alien.
Mereka mengintip lagi, Seul Bi sedang dalam proses pemberian tanda dari pak Choi dia akhirnya mempunyai tanda seperti yang lainnya, Seul Bi harus bersembunya selama satu tahun untuk jadi manusia.
Pak Choi : akan terlihat jelas saat manusia curiga. Akan berkilau akalu kau hampir ketahuan. Kau harus menahannya untuk jadi seorang manusia.


Woo Hyeon keluar dari sebuah toko mebagikan brosur kedai ddeokbokkia pada setiap orang yang lewat, tiba-tiba ponselnya bunyi ternyata Jae Seok yang menelponnya dia pun mengangkatnya “kau bosan lagi? Tidur sana!”
Jae Seok : Kudengar pacarmu punya kekuatan super jadi aku mengawasinya. Tapi dia juga punya hal yang lain.
Woo Hyeon mulai kesal, dia langsung lari mencari Jae Seok.


Pak Han sedang patroli malam dia berteriak kangen rekannya “kwang Shik aku kesepian tanpamu, apa ini ? dimana kau?” dia makin bertingkah aneh dijalanan tanpa rasa malu dan tak mempedulikan orang-orang disekitarnya.


Seul Bi dan Pak Choi keluar dari sebuah restoran, tiba-tiba Jae Seok CS menghampirinya dan merebut amplop coklat milik Seul Bi, mereka meminta Seul Bi untuk menunjukkan kemampuannya berteleportasi dan akan mengembalikannya. Seul bi terus berusaha mengambil amplopnya, mereka terus memaksa untuk melihatnya pak Choi angkat bicara “aku juga mau lihat, tele apa ...”
Jae Seok : bagaimana kau kenal Seul Bi ?
Pak Choi pura-pura gak ngerti maksud mereka, tiba-tiba Woo Hyeon datang mengambil amplop Seul Bi dan menahan Byung Hoo “beraninya kau menyentuh barang pacarku” Jae Seok terkejut Woo Hyeon tiba-tiba datang.
Pak Choi : dasar anak nakal! Kalian inilah yang bisa memperpendek umurku. Kalian menghalangiku menjalankan hidup sepenuhnya.
Woo Hyeon mengingat orang itu (pak Choi) yang waktu itu berpapasan di perpustakaan sekolah yang meminta untuk menjaga Seul Bi dan diam, tiba-tiba pak Han datang meniup pluitnya (pliiiiiiiiiiittt) “hentikan!” Pak Choi meminta Woo Hyeon untuk menyelesaikannya di tempat lain dan langsung pergi berlari. Pak han mengampiri anak-anak namun Jae Seok CS langsung kabur ketika Woo Hyeon didorong Byung Hoo tiba-tiba dia terjatuh dan akhirnya memeluk pak Han (tidak sengaja) pak Han aneh “apa yang kau lakukan?” Woo Hyeon bilang “aku mencintaimu pak” pak Han melihat brosur yang dia bawa “apa ini?”
Woo Hyeon : telepon aku kalau kau lapar.
Pak Han terus berteriak karena Woo Hyeon dan Seul Bi pergi kabur juga. Setelah anak-anak pada kabur dia merasa sedih lagi karena masih kangen rekanya itu.


Woo Hyeon bilang pada Seul Bi “pria yang tadi, pria yang baik” Seul Bi dengan kakunya dia menjawab “iya” Woo Hyeon berharap kalau Seul Bi selalu dikelilingi orang-orang baik.
Seul Bi : Woo Hyeon kamu tahu aku berbeda, iya kan?
Woo Hyeon belum menjawab pertanyaan dan malah melihat ke atas langit “aku takut kau akan berkilau dsan menghilang seperti cahaya. Itu sebabnya kau akan pura-pura tak tahu” tanda ditangan Seul Bi bersinar karena Woo Hyeon mengetahui soal Seul Bi yang sebenarnya.


Papa dan mama Seong Yeol sedang makan malam disebuah restoran, papa Seong Yeol merasa kalau belakangan ini dia tak banyak meluangkan waktu untuk istrinya, istrinya bilang “kenapa kau tak mengajak Seong Yeol?” ternyata papanya sudah berencana dan menaruh dompetnya dilaci sehingga dia meminta Seong Yeol untuk membawakannya. Seong Yeol mencari dompet papanya disetiap laci yang ada dirumah, namun papanya memberitahu dia dilaci yang ada dikamar papanya, Seong Yeol pun langsung mencari ke kamar papanya. Istrinya terlihat sedih saat menceritakan Seong Yeol ingin pindah sekolah, suaminya terkejut mendengarnya.
Papa Seong Yeol : kupikir dia senang bergaul dengan Woo Hyeon, mungkin dia hanya gertak sambal. Aku tak bisa menghubungi papanya Woo Hyeon kurasa aku harus mencari mamanya.
Mendengar kata “kurasa aku harus mencari mamanya” istrinya langsung parno dan menumpahkan air minumnya “mencari mamanya mungkin malah membuuat hidupnya makin susah. Sudah biarkan saja” suaminya sudah menganggap Woo Hyeon sepertia putranya, istrinya marah “kenapa putramu?” mengalihkan pembicaraan saat suaminya terlihat aneh dengan tingkahnya “hari ini sangat berat bagiku”.
Papa Seong Yeol : kau memikirkan putramu yang di amerika kan? Maaf. Menegnai hal itu tak banyak yang bisa kulakukan, kenapa kamu tak memintanya ke korea?
Istrinya selalu mengalihkan pembicaraan saat membahas mengenai Woo Hyeon, dia pun mengajak suaminya pulang dengan alesan dia kelelahan. 


Seong Yeol mencari disemua laci ayng ada dikamar papanya sampai akhirnya dia menemukan dompet papanya, tiba-tiba dia melihat kalung gembok dan dilihat olehnya, dia mengingat perkataan Woo Hyeon “aku bawa kuncinya dan mama punya gemboknya” Seong Yeol penasaran dengan apa yang dikatakan Woo Hyeon dan ingin membuktikannya.


Seong Yeol berlari angat kencang dengan ingatan ketika mama tirinya mengambil kalung kunci yang dia cari untuk Seul Bi, mamanya tiba-tiba mengikutinya saat mengembalikan kalungnya pada Seul Bi, pikiran dia makin kacau entah apa yang harus dia lakukan menghadapi semua ini.


Seul Bi melamun di kedai sendirian dia masih kepikiran soal kejadian yang tadi, Seul Bi membuka amplop coklatnya ternyata isinya adalah sebuah surat “saat manusia yang curiga menyentuh tandanya, akan menghilang dari dunia, dan dari ingatan manusia” Seul Bi takut kalau Woo Hyeon tak akan mengingtanya lagi dia langsung melihat tanda di tangannya. 


Tiba-tiba Seong Yeol datang menanyakan Woo Hyeon tapi Woo Hyeon sedang mandi, karena Woo Hyeon masih mandi dia langsung masuk ke kamarnya mencari kalungnya dan langsung mencocokkan kalung nya dan ternyata kalung itu benar berpasangan, Seong Yeol terkejut rahasia dari kalung itu pun terbongkar. Woo Hyeon selesai mandi, ketika masuk kamar dia melihat sudah ada Seong Yeol “ngapain kau dikamarku?” Seong Yeol langsung menyembunyikan kalung gemboknya itu.
Woo Hyeon : kau seperti ketahuan mau mencuri (langsung menahannya) apa yang kau curi? Katakan padaku?
Seong Yeol melepaskan tahanan Woo Hyeon dengan kencang, Woo Hyeon heran dengan keanehan Seong Yeol dia pun mendekatinya tapi Seong Yeol melarangnya dan menyuruh Woo Hyeon untuk menjauh “jangan mendekat!” (sambil teriak). SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 12 PART 1