Advertisement
Advertisement

Seong Yeol pulang dari rumah Woo Hyeon dia lari sangat kencang tanpa mengenal lelah, dia teriak-teriak “kenapa harus kau! Dari sekian banyak orang kenapa kau!” dia bingung apa yang harus dia laukan saat ini.


Mama tiri Seong Yeol membuka lacinya untuk melihat kalung gembonya, namun kalung tersebut tidak ada dia khawatir karena takut kalungnya hilang dia mencari kesemua tempat namun tak dia temukan. Dia takut ada yang menemukan kalung itu.


Woo Hyeon selalu memakai kalung pemberian mamanya itu, dia merasa bingung dengan tingkah Seong Yeol yang belakangan ini selalu aneh “harusnya aku baik-baikin dia” dia juga penasaran Seul Bi sedang apa dan apa dia akan merasakan puber. 


Seul Bi asyik bermain dengan boneka-bonekanya, tiba-tiba Woo Hyeon menelpon dia pun mengangkat telpon dari Woo Hyeon, Woo Hyeon tidak basa-basi atau apapun terlebih dahulu dia langsung menanyikan lagu yang berisikan tentang perasaannya pada Seul Bi, Seul Bi pun asyik mendengarkan suaranya yang merdu sambil memahami kata-katanya tersebut sampai Woo Hyeon selesai bernyanyi dan mengucapkan “selamat malam” pada Seul Bi. Woo Hyeon bingung kenapa dia bisa sangat canggung pada Seul Bi.


Seperti biasa pak Han sedang menghukum ana-anak yang membuat onar, pakaian terlalu ngetat, pendek kesiangan dan massih banyak yang lainnya, namun Tae Wook ngoceh selagi di push-up sama pak Han “ini semua gara-gara Seul Bi” Byung Hoo merasa aneh ketika Tae Wook ilang teleportasi. Tae Woo menegaskannya kalau dia benar-benar melihatnya dan akan membuktikannya pada Byung Hoo, Gi Soo diam-daim mendengarkan pembicaraan mereka tiba-tiba Byung Hoo meledek Jae Seok.
Byung Hoo : kau tahu ada kalanya Jae Seok seperti kecebong. Dia dikeroyok oleh anak-anak disekolah.
Tae Wook : tidak mungkin.
Byung Hoo : Seong Yeol yang menyelamatkan dia tadi malam, dia hampir mati dipukuli. Seong Yeol lantas melatihnya tiap hari di gym setelah kejadian.
Tae Wook tidak menyangka dengan Jae Seok, tiba-tiba Jae Seok datang dan memperingatkan mereka “kayaknya pukulanku kurang!” eits ternyata pak Han baru menyadari Jae Seok datang, dia pun langsung menahannya sambil berkata “orang terakhir yang kabur! Sekarang kalian masih bisa ngobrol!” dan nampaknya mereka dihukum lebih berat oleh pak Han.


Gi Soo mengagetkan Woo Hyeon sambil menanyakn “apa Seul Bi punya kekuatan super? Tae Wook dan Byung Hoo ngomongin soal kekuatannya” Woo Hyeon menyuruhnya untuk memberhentikan bicara soal itu.
Gi Soo : ada kabar terbaru! Jae Seok dikeroyok anak-anak disekolah dan Seong Yeol-lah yang menyelamatkannya.
Woo Hyeon : sudah kuduga Seong Yeol pantas menjadi temanku, tuh anak sama kerennya denganku
Ternyata Seong Yeol tak masuk sekolah, Woo Hyeon sudah menghubunginya tapi tak menjawabnya dan berpikiran kalo Seong Yeol sakit. Gi Soo heran kenpa dia tak tahu toh mereka teman baik, Woo Hyeon mengolok-ngoloknya “kamu cemburu ya?” Gi Soo marah karena dia benar-benar cemburu “kau bilang cuman aku temanmu!” dia pun langsung pergi dengan wajah yang kesal.


Woo Hyeon dan Seul Bi masih berusaha menghubungi Seong Yeol namun tak dijawabnya, Woo Hyeon pun bertanya pada guru etika karena dia tak sengaja lewat “apa Seong Yeol sakit?” bu guru berkata tidak dan bertanya “kenapa?” Seul Bi pun memberutahunya “Seong yeol tak masuk sekolah” bu guru makin  aneh karena Seong Yeol berangkat dari rumah tadi pagi.
Woo Hyeon : dia juga tidak mengangkat telponnya. Kami akan mencarinya nanti dan akan mengabari anda (langsung pergi).
Namun guru etika memanggilnya seperti ada yang ingin dia bicarakan.


Guru etika menceritakan soal Seong Yeol yang minta pendapat kalau dia mau pindah sekolah pada Seul Bi, Seul Bi kaget mendengarnya “pindah?”
Guru etika : kurasa perasaannya padamu terlalu menyakitkan untuknya. Tapi Seul Bi tetaplah bersama Woo Hyeon. Apapun yang terjadi jangan melirik Seong Yeol. Dengan begitu Seong Yeol bisa cepat menyelesaikan masalah ini.
Seul Bi mengerti apa yang diharapkan mamanya Seong Yeol namun dia kebingungan apa yang harus dia lakukan di situasi yang seperti ini.


Di dalam pelajaran Seul Bi terus memperhatikan bangku Seong Yeol dia merasa kehilangan, merasa bersalah dan masih terpikir yang guru etika katakan padanya, Woo Hyoen dan Young Eun juga melihat bangku Seong Yeol yang kosong mereka juga merasa kehilangan walaupun cuman satu hari mereka tak melihat Seong Yeol tapi mereka terlihat sedih. Namun berbeda dengan Jae Seok dia sedang memperhatikan teman dekatnya (Byung Hoo dan Tae Wook) sepertinya dia ingin memberi peringatan pada mereka entah apa yang telah mereka perbuat.


Pulang sekolah Woo Hyeon mencari Seong Yeol dan telponnya pun masih belum di angkat juga, Woo Hyeon ingin tahu kenapa Seong Yeol tadi malam marah?”
Woo Hyeon : menurutmu telah terjadi sesuatu? Apa Kamu khawatir karena dia memintamu keluar?
Seul Bi heran kenapa Woo Hyeon tahu segalanya, Woo Hyeon menegaskannya “pengakuan, dia boleh saja, tapi penolakan harusnya tegas dan jelas, itu saat sakitnya tak berasa”
Seul Bi : menurutmu hal itu melukainya?
Tiba-tiba Woo Hyeon dan Seul Bi melihat ke sebelah mereka ada seseorang yang sedak meledakkan sesuatu, Woo Hyeon pun menutup telingan Seul Bi sambil berkata “aku juga takut terluka” setelah melepaskan telinga Seul Bi dan tatapannya pada Seul Bi mereka menikmati bunga yang sedang berguguran tanpa memikirkan hal buruk yang sedang mereka hadapi.


Teman bulian Jae Seok pergi ke tempat game online, dia kaget melihat Seong Yeol yang sedang melamun disana, tiba-tiba Chun Shik pun datang dan duduk disebelahnya, teman bulian Jae Seok bertanya “ngapain kamu kesini?” Chun Shik ingin maen game dan sampai level sebelum Jae Seok datang, dia heran kenapa Chun Shik membantunya padahal dia ChunShik yang membuatnya seperti ini. Chun Shik meminta maaf “maaf hanya ini yang bisa kulakukan” dia juga minta maaf karena pas Chun Shik mempunya maslaah yang sama dia tak bisa membantu apa-apa. Chun Shik melihat kesana kemari sampai akhirnya dia juga melihat Seong Yeol dan langsung memberitahu Woo Hyeon kalau Seong Yeol ada di warnet.


Woo Hyeon menerima telpon dari Chun Shik kalau Seong Yeol ada di warnet, dia pun bersiap pergi kesana namun Seul Bi mau ikut, tapi dia halangi dan merasa kalau Seul Bi merasa bersalah pada Seong Yeol, Woo Hyeon menyuruh Seul Bi untuk membersihkan dapur, merapikan bembukuan kedai dan semua hal yang ada di kedai harus dibersihkan olehnya, Seul Bi kesal namun Woo Hyeon tetap pergi sambil menelpon guru etika kalau Seong Yeol ada di warnet.


Byung Hoo dan Tae Wook sedang membicarakan Jae Seok “Seong Yeol kan membantunya, kenpaa dia benci sekali padanya” mereka tidak mengetahui kalao ada Jae Seok dibelakang.
Byung Hoo : kalau dia berani buka mulut dia akan dibuli lagi.
Tae Wook : kalau begitu seharusnya Seong Yeol peringkat satu disekolah. Harusnya kuhajar dia.
Tiba-tiba Jae Seok menghampiri mereka, Byung Hoo memanggilnya “Jae Seok” Byung Hoo kaget sampai dia menyemburkan minumannya dan mengenai muka Jae Seok. Jae Seok menarik Byung Hoo “kau mau mati?”
Byung Hoo : hanya soal waktu untuk membuktikan apda semua orang kalau kau nomor 1.
Jae Seok menyuruhnya untuk membawa Seong Yeol kehadapannya (teriak-teriak) dia makin kesal dengan tingkah teman-temannya.


Chun Shik dan temannya keluar dari warnet, tiba-tiba Byung Hoo dan Tae Wook datang “oh couple! Kalian berdua cocok” Byung Hoo langsung meminta uang teman Chun Shik pun langsung memberikan uang padanya. Mereka menanyakan Seong Yeol pada Chun Shik dan temannya namun mereka tak memberitahu Byung Hoo kalo Seong Yeol ada di warnet,  Byung Hoo menyuruh mereka untuk segera mencari Seong Yeol akhirnya teman Chun Shik memberitahu mereka tentang keberadaan Seong Yeol. Dan akhirnya mereka pun menemukan Seong Yeol.


Ketika Seul Bi sedang mengelap meja dia ngomel-ngomel sendiri “aku benci apcarku! Dia kayak ibu tirinya ciderella” namun dia juga mengkhawatirkan Woo Hyeon karena dia belum menelponnya sejak pergi tadi dan berpikiran “apa dia belum menemukan Seong Yeol?”


Woo Hyeon mencari Seong Yeol ke warnet namun Seong Yeol sudah tidak ada, guru etika pun juga mencarinya ke warnet dan bertemu Woo Hyeon, Woo Hyeon meminta maaf karena Seong Yeol sudah tidak ada disini “Chun Shik yang memberitahu kalau Seong Yeol ada di warnet” guru etika bilang “kenpa minta maaf? Harusnya saya yang berterima kasih” Woo Hyeon pun pamitan untuk mencari Seong Yeol lagi namun guru etika menghalanginya dengan memegang tangan Woo Hyeon, Woo Hyeon heran guru etika bersikap seperti itu padanya.


Akhirnya Seul Bi juga ikut mencari Seong Yeol, tiba-tiba dia melihat Woo Hyeon berjalan bersama guru etika. Guru etika menyuruh Woo Hyeon untuk kembali ke kedai “kerja itu susah kan?” Woo Hyeon mengatakan kalau hidup itu tidak mudah.
Guru etika : apa benar-benar susah?
Woo Hyeon : terkadang memang susah, tapi tidak apa-apa. Seong Yeol juga banyak membantu. Kurasa Seong yeol tak membenci mama tieinya. Dengan menyayangi anda, miungkin dia takiut kehilangan mama kandungnya. (guru etika terkejut mendengar semua itu) kalau saya punya mainan baru, saya selalu memeluk mainan lama, dan baru semalam dia butuh waktu untuk terbiasa dengan yang baru (pamitan untuk mencari lagi).
Guru etika mencoba menghalanginya namun Woo Hyeon keburu pergi.


Jae Seok dan temannya sedang memukuli Seong Yeol, Seong Yeol sudah tidak berdaya lagi mukanya penuh dengan luka dan darah, mereka masih belum puas menghajar Seong Yeol.
Jae Seok : sekarang kalian tahu siapa yang terkuat. Aku akan membunuhmu!
Tiba-tiba Seul Bi datang dan menghentikan mereka, Jae Seok makin kesal dengan kedatangan Seul Bi dia pun hampir memukul Seul BI namun Byung Hoo menghalanginya.
Tae Wook : baiklah kita mengakuinya. Sudah cukup kita memukulinya.
Jae Seok : kapan aku minta kau mengakuinya?
Byung Hoo : kita gak akan mengusik cewek dan anak-anak. Ingat? (melepaskan tangan Jae Seok)
Tae Wook pergi menyusul Byung Hoo, Jae Seok menarik Seul Bi “mau kau telppon Shin Woo Hyeon?” Seul Bi hanya terdiam, karena Seong Yeol tidak tega melihat Seul Bi diperlakukan seperti itu oleh Jae Seok dia memaksakan dirinya untuk berdiri dan memukul Jae Seok (beuuuukkk) Seul Bi pun menahannya. Jae Seok merekam Seul Bi yang sedang menahan Seong Yeol agar tidak memukuli Jae Seok lagi.


Woo Hyeon masih terus mencari Seong Yeol ke semua tempat, tiba-tiba dia menerima foto Seul BI sedang memeluk Seong Yeol dari Jae Seok “pacarmu terlihat cantik bersama Seong Yeol ditaman” dia terlihat begitu kesal setelah melihat foto tersebut.


Seul Bi sedang mengobati Seong Yeol yang terluka dan bertanya “kamu pindah gara-gara aku? Tak bisakah kau tetap disini?” Seong Yeol masih belum bicara apapun.
Seong Yeol : apa kamu akan memberikan kesempatan? Kau hanya melirik Shin Woo Hyeon, tapi kau ingin aku tetap bersamamu (Seul Bi bilang “bukan begitu” langsung memegang tangan Seul BI) Woo Hyeon punya segalanya, sedangkan aku tidak!
Seul Bi menghentikan Seong Yeol terus bicara seperti itu, tiba-tiba Woo Hyoen datang dan Seong Yeol melihatnya, dia pun langsung memeluk Seul Bi namun Seul Bi tidak mau dan melepaskan pelukannya.
Seul BI : aku gak ingin kamu begini! Bersamamu justru makin membuatku memikirkan Woo Hyeon dan kamu gak sendirian. Kau punya aku dan Woo Hyeon


Ketika Seul Bi mau pulang dia melihat Woo Hyeon ada di depannya, Woo Hyeon langsung menghampiri Seong Yeol dan hampir memukulnya namun Seong Yeol malah tersenyum (tapi senyuman yang menyakitkan) dia pun mendorong Seong Yeol dan membawa Seul Bi pulang, Seul Bi melihat Seong Yeol namun Woo Hyeon melarangnya, tapi Seul Bi merasa kasihan karena Seong Yeol terluka, Woo Hyeon menegaskannya lagi “jangan melihat cowok lain” Seong Yeol sendirian merasakan sakitnya bekas pukulan Jae Seok.


Ketika Jae Seok sedang berjalan tiba-tiba Woo Hyeon datang memanggilnya “Choi Jae Seok!” dia pun langsung meliriknya daaaaannnn Woo Hyeon langsung menghampiri Jae Seok lalu memukulnya (beuuukk).
Woo Hyeon : kau membuat temanku yang cakep menjadi jelek sepertimu (ketika pukulan kedua) ingat pukulanku sia-sia saja yang kulayangkan padamu.
Namun Woo Hyeon tak mengeluarkan pukulan keduanya itu dan langsung pergi, tiba-tiba Jae Seok terbangun dan dia ingin memukul Woo Hyeon namun Woo Hyeon menangkasnhya duluan (beuukk, inilah pukulan keduanya) “ini untuk temanku.
Jae Seok : Hei! Lee Seul Bi sebenarnya siapa dia? Pelacur? Cewek yang punya kekuatan? Banyak sekali ruumor yang beredar.
Woo Hyeon makin kesal, dia hanya melirik Jae Seok “kau ingin tahu? Dia adalah pacarku” langsung pergi melanjutkan perjalanannya.


Seong Yeol akhirnya pulang kerumah dengan keadaan babak belur, mama tirinya langsung menyalakan lampu dan menghampirinya dia sangat khawatir takut terjadi apa-apa, apalagi aps lihat muka Seong Yeol yang sudah babak belur dia semakin panik dan terus bertanya-tanya, Seong Yeol tak menjawab apa-apa dia langsung menarik tangan mama tirinya yang sedang mengelus lukanya dan bilang “jangan sentuh aku!” langsung pergi ke kamarnya. Mama tirinya aneh dengan sikap Seong Yeol yang kembali lagi seperti dulu dan tangan dia juga kesakitan akibat pegangan Seong Yeolyang sangat keras.


Woo Hyeon memikirkan perkataan Jae Seok “Lee Seul Bi siapa dia sebenarnya?” dia langsung terbangun dan berkata “aku yakin dia bialng sesuatu. Kenapa Seong Yeol?” dan Woo Hyeon terlihat tampak lelah karena kejadian hari ini.


Para murid memperbincangakan kedekatan Seul Bi dan Seong Yeol selama ini, Young Eun pun penasaran dengan apa yang di bicarakan anak-anak dan akhirnya dia membuka ponsel, dia melihat kabar bahwa Seul Bi dan Seong Yeol sedang pelukan “Hwang Seong Yeol dan Seul Bi, silahkan ditonton!” rupanya dia terlihat kesal campur sedih setelah melihat itu.


Ye Na sendirian dikelas, rupanya dia membuat coretan di papan tulis “Cewek aneh! Lee Seul Bi! Woo Hyeon atau Seong Yeol” tiba-tiba Young Eun masuk dan membentak Ye Na “Hei!” karena melihat semua coretan di papan tulis, dia pun langsung menghapus coretan di papan tulis tersebut. Eits Seong Yeol datang (kena batunya lagi Young Eun dan semakin jelek saja dimata Seong Yeol).
Young Eun : wajahmu kenapa? Ini bukan aku
Seong Yeol : hapus semuanya.
Young Eun kesal dan marah “baiklah, aku yang menulisnya. PUAS!” Gi Soo masuk kelas dan melihat Young Eun sedang menghapus papan tulis, dia tak tega melihatnya ketika Young Eun keluar dia langsung membantunya menghapus coretan itu.


Young Eun menghampiri Ye Na depan loket, dia langsung memukul kepala Ye Na dengan penghapus sambil teriak-teriak “kenapa aku harus mengalami ini semua karenamu?”
Ye Na : harusnya kau berterima kasih padaku.
Young Eun berteriak makin kencang “tutup mulutmu!” ulahnya menjadi pusat perhatian banyak murid, tiba-tiba Seong Yeol menghentikannya.
Young eun : hentikan apa? Berapa lama aku bisa bertahan? Akan kutunjukkan padamu hari ini, kau mau lihat?
Seul Bi menghampiri mereka dan mencoba menenagkan Ye Na, Namun Ye Na malah membentaknya “ini semua gara-gara kau!” langsung pergi Young Eun juga pergi, Woo Hyeon menghampiri mereka dia menatap mata Seong Yeol dengan tajam begitupun dengan Seong Yeol.


Woo Hyeon dan Sul Bi masuk kelas, mereka melihat Go Soo mengahpus coretan di papan tulis dan Woo Hyeon pun menyuruh Gi Soo mebersihkan coretan yang ada di papan tulis dan di kaca jendela.
Gi Soo : kenapa aku harus mengalami ini semua untuk sekandalmu ?
Woo Hyeon : kita kan teman!
Gi Soo : telepon temanmu! Dasar plin plan! Aku cuman teman biasa kan? (melemparkan lap pada Woo Hyeon)
Seul Bi masih merasa bersalah pada Seong Yeol dia teruss memperhatikannya disamping Woo Hyeon sedang membersihkan kaca.


Young Eun sedang menangis tersedu-sedu di gudang pikirannya saat ini sangat kacau namun tak ada tempat untuk curhat jadi dia bersembunyi menangis agar tidak ada yang mengetahuinya, tiba-tiba Gi Soo lewat dan mendengar suara tangisan dia pun langsung mendekati pintu gudang dan dia tak menyangka kalau Young Eun yang menangis, dia langssung menutup pintu gudang tersebut agar tidak ada orang lain yang melihat Young Eun menangis.


Tae Wook mengagetkan wakil ketua kelas (orang yang dia sukai) yang sedang mengambil buku di lokernya “ini benar-benar keren, sikuelnya baru saja keluar. Aku satukan lagi halaman yang sobek” dengan juteknya cewek itu bilang “kembalikan saja bukuku”
Ta Wook : kau gak tahu aku gak membacanya ? akan kubuang?
Dia marah “kenapa bukunya akan dibuang” dan memperingatkan Tae Wookk “mulai sekarang jangan sentuh barang-barang milikku”.
Tae Wook : oke oke! Itu Lee Seul Bi, Akan kutunjukkan sesusatu yang keren padamu (langsung pergi)


Tae Wook mengikuti Seul Bi entah apa yang akan dia lakukan pada Seul Bi, ternyata dia mau mendorong Seul Bi (itu kali ya yang ingin dia tunjukkan pada wakil ketua kelas, konyol banget ya) untungnya Woo Hyeon melihatnya dan meberitahu Seul Bi “Seul Bi, awas!” Seul Bi pun mengindar daaaannnn Tae Wook pun kena batunya dia sediri yang jatuh akhirnya. Woo Hyeon memerikssa keadaannya.
Woo Hyeon : ini percobaan pembunuhan. Masa kamu gak tahu.
Tae Wook : aaahhh lurasa aku salah.
Wakil ketua kelas juga melihat aksi Tae Wook yang tadinya mau menunjukkan sesuatu yang kereh eh malah terjatuh dia.


Tiba-tiba pak Han datang “oke! Kena kau sekarang!” dia juga melihat Jae Seok lewat “Hei Jae Seok wajahmu kenapa?” pak Han juga melihat Seong Yeol yang baru datang “Seong Yeo! Memangnya wajah kalian itu kanvas?” pak Han menyuruh mereka kerauang GYM (seperti biasa dapet hukuman dari pak Han).


Mereka dihukum mengepel ruang GYM sama pak Han, mereka seperti membuat pormasi saja mengepelnya namun Jae Seok malah berdiam diri memperhatikan teman-temannya sedah menjalani hukuman, dia malah meperhatikan Seong Yeol dan Woo Hyeon “siapa yang akan ddipilih Seul Bi? Ternyata lap yang dia pegang jatuh pada Seong yeol, dia ngomel “ternyata Seong Yeol! Aku kasihan apda Woo Hyeon.
Tae Wook : cinta segitiga sepertinya keren. Kalian bertiga terlihat keren.


Woo Hyeon dan Seong yeol meneruskan hukumannya, eits tiba-tiba lapnya bertabrakan entah disengaja atau gimana.
Woo Hyeon : ada yang ingin kau bicarakan? Yang tak seharusnya kulihat kemarin. Kenapa ikut campur dan jadi begini? Ada apa? Guru etika sangat mengkhawatirkanmu.
Seong Yeol : (tertawa asem) dia mengkhawatirkanku? 
Woo Hyeon : Memangnya dia akan mengkhawatirkanku?
Seong Yeol : apa kau ingin tahu mamamu?
Woo Hyeon : kalau iya kenapa? Kau mau membantuku menemukannya? Berhentilah pamer mamamu. Dasar
Seong Yeol : pamer? 
Woo Hyeon mulai kesal dia melemparkan lap pelnya pada Seong yeol “kau tak boleh langsung ditonjok” dia memperingatkan Seong Yeol untuk tidak datang ke kedai atau pun kerumahnya lagi karena Woo Hyeon sudah merasa tidak nyaman dekat dengan Seong Yeol (langsung pergi) Seong Yoel masih merenung sendirian diruang GYM.


Seul Bi dirempug para murid perempuan, mereka menghakimi Seul Bi “kau punya 2 cowo terkeren disekolah?” “kau akan dirobek-robek memangnya kau siapa” ketika Ye Na meu menghakiminya juga wakil ketua kelas membawa Seul Bi, Young Eun pun datang memperhatikan ulah Ye Na.


Wakil ketua kelas meneceritakan tentang para mudrid disekolahnya “gara-gara mereka telah dikurung dipenjara ini sudah terlalu lama” Seul Bi kageet mendengar kata “penjara?” dia bilang sekolah sama halnya seperti penjara.
Wakil ketua kelas : tempat dimana kau membuat sesuatu yang menyenangkan tapi sama sekali tidak menyenangkan.
Seul Bi : kesedihan
Wakil ketua kelas : apa yang asyik hari ini? Siapa ayng akan jadi pemandangan? Teman-teman ingin melihatnya. Semakin kau bereaksi rumornya akan semakin lama.
Seul Bi berterima kasih karena dia sudah memahami dan mengertinya, wakil ketua kelas memberi pinjam Seul Bi sebuah buku untuk Seul Bi lagi tentang “malaikat dalam bahaya” Seul Bi kaget tiba-tiba dia memberi buku dan menyuruhnya untuk dibaca, tapi dia mengingatkan Seul Bi kembali “kamu kan pernah tanya apa ada kisah malaikat yang lain. Ngomong-ngomong...” sebelum dia memberitahukan kembali kalu pinjam bukunya Seul Bi sudah menghafal dan menyebutkannya “tak boleh makan, tak boleh tidur dan jangan dilipat halamannya”.
Seul Bi : seandainya aku punya kekuatan super, kalau aku berbeda dengan manusia bagaimana menurutmu?
Wakil ketua kelas : kalau kamu punya kekuatan super, kamu harus bantu aku kerja.
Penasaran kaaaann apa yang akan diceritakan Seul Bi pada wakil ketua kelas? SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 12 PART 2