High School Love On Episode 13 PART 2

5/11/2016

Gi Soo terlihat sedang menunggi seseorang dan dia juga membawa 2 bungkus ddeokbokki, pas Young Eun lewat ternyata dia memberikan ddeokbokki itu padanya, Young Eun aneh karena tiba-tiba Gi Soo memberikan ddeokbokkinya, eh ternyata ddeokbokki itu bukan Young Eun tapi untuk adiknya. Gi Soo memberitahu dia kalau Ye Na hari ini ulang tahun dan merayakannya di kedai ddeobokki Woo Hyeon “kenapa kau gak datang?” Gi Soo pikir Young Eun tidak mengetahui soal itu, Young Eun memperingatinya
Young Eun : jika aku melihatmu lewat sini lagi, kau akan mampus (pergi dan melempar ddeokbokki).
Gi Soo : (mulai kesal dan teriak-teriak) memangnya ini lingkunganmu saja? Aku juga tinggal disini!


Seperti biasa Seong Yeol melampiaskan kekesalannya dengan pergi ke warnet maen game atau mendengarkan musik, namun sekarang dia melamun di warnet entah apa yang sedang dia pikirkan. Tiba-tiba Jae Seok ke warnet dan melihat Seong Yeol sedang melamun, akhirnya dia menghampiri Seong Yeol dan duduk disampingnya “aku terus berlari ke arahmu, ini tempatku!”
Seong Yeol : kau saja yang ke tempat lain!
Jae Seok : akan kupertimbangkan kalau kau jawab pertanyaanku. (Seong Yeol langsung terarah padanya) Guru etika menangis di depan kedai Shin Woo Hyeon, ada apa diantara mereka? (Seong Yeol langsung melepakan pandangannya dari Jae Seok) harusnya kau lihat wajhmu sekarang ini, jelas terlihat kalau kau mengetahuinya.
Seong Yeol : memangnya kalau aku tahu, kau pikir aku akan memberitahumu? Mulai besok, sana pergi ke tempat lain (langsung pergi).
Jae Seok mulai kesal dan benar-benar ingin mengetahui hubungan Woo Hyeon dengan guru etika.


Seul Bi dan Woo Hyeon sedang melakukan pembukuan kedainya, Seul Bi mengatakan “kalao kita sabar akan menghasilkan banyak uang seperti ini”.
Woo Hyeon : kau lebih suka uang daripada pacarmu?
Seul BI : karena uang adalah hal penting bagi manusia. Kurasa aku suka pacarku menghasilkan banyak uang.
Woo Hyeon : kau memang cerdas! Tapi Ye Na lebih baik kau jauhi
Menurut Seul Bi karena Woo Hyeon begitu populer jadi seperti ini, tapi Woo Hyeon merasa lelah dengan kepopulerannya itu (pede banget ya hehe).
Seul Bi : menyukai seseorang bukanlah hal buruk, tapi kalau berlebihan bisa menyakiti yang lain meskipun mereka tak bermaksud begitu.
Woo Hyeon : ada hal yang tak bisa begitu aja kau terima, hanya karena seseorang meberikannya padamu, yaitu hati seseorang.
Seul Bi langsung terdiam dan merenungi perkataan Woo Hyeon “hati” tiba-tiba ponsel Woo Hyeon bunyi, ternyata seseorang mengajak dia bertemu. Woo Hyeon pun pamitan pada Seul Bi dan langsung berangkat.


Papa Seong Yeol mengajak putranya makan diluar, namun Seong Yeol hanya terdiam dan tak menyentuh makanannya sedikitpun.
Papa : aku tak mau makan sendirian, ayolah makan bersama papa!
Seong Yeol pun mulai makan, eits tiba-tiba ada Woo Hyeon (ternyata papa Seong Yeol yang minta ketemuan) papa Seong yeol melihatnya dan langsung mengajaknya untuk makan bersama. Woo Hyeon kaget ternyata papanya juga mengajak Woo Hyeon untuk makan bersama, begitupun dengan Woo Hyeon dia juga kaget. Maksud papa Seong Yeol mempertemukan mereka pun dimulai.
Papa : kudengar kalin berkelahi, kalian ini! Aku baru mau meninggalkan kalian berdua. Soal mendamaikan dan mediasi itu adalah keahlianku, tunggu! Kalian berkelahi gara-gara Seul Bi kan?
Seong Yeol langsung mengalihkan pembicaraan papnya “sudah, ayo makan”
Papa : lihat kalian berdua membuatku kenyang! Kamu sudah seperti putraku Woo Hyeon! Persahabatan itu sama pentingnya dengan cinta (mulai membahas orang tua Woo Heon) kurasa papamu masih di amerika.
Papa Seong Yeol meminta maaf karena tak bisa menemukan papa Woo Hyeon, namun dia punya alternatif lain untuk mencari mamanya dan karena Woo Hyeon dan Seul Bi tinggal bersama itu akan menimbulkan maslah, ujarnya. Woo Hyeon bertrus terang kalau dia sudah menemukan mamanya, papa Seong Yeol terkejut “menemukannya? Diaman?”
Woo Hyeon : hari ini saya bertemu dia dan saya ditinggalkan lagi. Kami memutuskan untuk hidup berpisah.
Papa Seong Yeol merasa kasihan dengan kondisi Woo Hyeon, dia pun menyemangati Woo Hyeon untuk selalu kuat menghadapi semuanya, Woo Hyeon pun pamitan pulang pada papa dan Seong Yeol dengan alasan “Seul Bi sendirian dirumah”,
Papa : hati-hati! Kalau kamu butuh bantuanku, kau hubungi aku saja (bertanya pada putranya) Woo Hyeon menemukan mamanya, apa kau mengetahuinya?
Seong Yeol pura-pura tak mengetahuia soal itu, papa Seong Yeol merasa kasihan pada Woo Hyeon “sekarang pasti dia membutuhkan seorang teman, kau harusnya menjadi teman yang baik” dia meminta putranya untuk selalu menjaga Woo Hyeon. Namun Woo Hyeon tak menjawwab permintaan papanya, dia hanya terdiam dan meneruskan makan.


Seul Bi keluar mencari Woo Hyeon karena dia belum pulang juga, Seul Bi terus melihat ponselnya dan berharap Woo Hyeon ngasih kabar, namun Seul Bi tak menerima telpon atau sms dari Woo Hyeon.


Woo Hyeon duduk ditaman sendirian sambil memperhatikan orang-orang yang sedang bermain dan berjalan bersama orang tua mereka, mungkin dia iri pada orang-orang yang mempunyai orang tua dan bisa merasakan kasih sayangnya.


Seul Bi menunggu Woo Hyeon sampai kketiduran ditangga, akhirnya Woo Hyeon pun pulang dan melihat Seul Bi yang tertidur ditangga karena menunggunya, Woo Hyeon pun langssung menghampiri Seul Bi dan melepaskan Headsetnya lalu dia pakai, ternyata Seul Bi tertidur gara-gara mendengar nyanyain Woo Hyeon yang setiap malam menyanyikan untuk menemani Seul Bi tidur “lumayan juga nyanyian nina boboku”
Seul Bi pun terbangun, dia kaget tiba-tiba sudah ada Woo Hyeon disampingnya, eh Seul Bi melanjutkan tidurnya. Woo Hyeon bertanya “keluarga itu apa?
Seul Bi : orang yang selalu ada disisimu.
Woo Hyeon : kalau begitu aku tak memiliki satupun? Bahkan aku tak memiliki Miss Gong .
Seul Bi : kamu masih punya aku (entah sadar atau tida menjawab pertanyaan Woo Hyeon).
Woo Hyeon : kau dan aku belum jadi keluarga.
Seul Bi langsung terbangun sambil mengatakan “tapi aku akan selalu ada disisimu, kamu gak percaya?” Woo Hyeon mengatakan “kalau sekarang tidak, dan gak pernah” Seul Bi terus bertanya-tanya.
Woo Hyeon : kamu bilang sering lihat di drama! Kalau mulai sekaranng akmu dan aku jadi keluarga, nanti ujung-ujungnya kita bukan keluarga.
Seul BI : cinta yang tak mungkin, seperti itukah?
Woo Hyeon memastikannya untuk selalu berada disinya dan membuat janji dengan Seul BI “siapa yang menyanyikan lagu ini? Membuatku tidur” menyuruh Seul Bi untuk tidur dibahunya lagi.


Papa Seong Yeol pulang disambut istrinya, dia langsung memberitahu istrinya kalau Woo Hyeon sudah menemukan mamanya “namun sepertinya mereka memutuskan untuk hidup berpisah” istrinya kaget kalau suaminya sudah mengetahui dan takut mengetahui semua rahasianya, dia sangat kaku setelah mendengar semua perkataan suaminya.
Papa : mana bisa mamanya tidur, kalaiu tahu putranya membayar hutang papanya. Mana bisa dia makan? (uuuhhh) aku tahu mama jaman sekarang lebih mementingkan hidupnya sendiri daripada anak-anaknya, ini sangat keterlaluan hatiku bahkan ikut sulit.
Suaminya merasa kalau Woo Hyeon seperti putranya dan dia sangat menyukai Woo Hyeon, dia ningin Seong Yeol dan Woo Hyeon seperti keluarga dan langsung meminta pendapat istrinya, tapi istrinya tidak memberikan jawaban sedikitpun.


Mama tiri Seong Yeol sedang minum air di meja makan sendirian sambil memikirkan kejadian tadi, tiba-tiba Seong Yeol keluar kamar dan menghampiri mama tirinya.
Mama tiri : kenapa kamu tak mengatakan pada papamu.
Seong Yeol : untuk kebaikan siapa? Aku ingin melihatmu tenggelam perlahan-lahan
Mama tiri : kamu berbeda dengan Woo Hyeon.
Seong Yeol merasa kalau dia dibanding-bandingkan dengan Woo Hyeon. Mama tirinya bilang kalau Woo Hyeon tak ada tandingannya “kamu putraku secara hukum, tapi Woo Hyeon adalah orang lain”
Seong Yeol : tapi kurasa hanya dengan melihatnya akan berlinang air mata. Bisakah anda membuat semuanya menjadi jelas? Papa sedang mencari tahu.
Mama tirinya sudah berencana untuk mengatakan pada suaminya, tapi Seong yeol menghalanginya karena Seong Yeol ingin dirinya sendiri yang meberi tahu semuanya.
Mama tiri : maukah kamu melakukannya untukku? Karena aku tak bisa melakukannya sendiri (terus minum minuman beralkohol).


Woo Hyeon memikirkan pertemuannya tadi dengan Seong Yeol dan papanya, dia juga memikirkan tentang mamanya, Woo Hyeon merasa kehilangan kalunya yang selalu dia pakai tiap hari kemanapun dia pergi.


Woo Hyeon membaca semua tempelan yang ada di kaca jendela kamarnya “kalau kamu sakit aku juga sakit, aku ada didalam dirimu, kehidupan sedih sesungguhnya adalah hidup tanpa terjadi apa-apa, pertama tapi bukan yang pertama” Woo Hyeon tidak mengerti dengan kata “pertama tapi bukan yang pertama” dia langsung menanyakannya pada Seul Bi.
Seul Bi : yang ini, kupikirkan (sambil menunjuk pada note-nya)
Woo Hyeon : semua ini, kata-kata yang ada di drama.
Seul Bi memujinya “kamu pintar!” Woo Hyeon pun mengajak Seul Bi untuk berangkat sekolah agar tidak terlambat.


Semua murid mendapat informasi kalau Woo Hyeon dan Seul Bi hidup bersama, semuanya pun memperbicangkannya dan banyak bertanya-tanya “memangnya boleh murid SMA hidup bersama tanpa ada ikatan saudara?”.


Ye Na melaporkan gosip yang menyebar disekolahan mengenai Woo Hyeon dan Seul Bi yang hidup bersama dan bahkan mereka bukan sepupu, memberitahu pak Han kalau Seul Bi dulunya hanya sebatas bekerja di kedai ddeokbokki.
Pak Han : Halmeoninya Shin Woo Hyeon meninggal dunia, jadi aku bisa mengerti kenapa dia hidup sendirian (mengecek identitas Seul Bi) tapi Seul Bi tak mempunyai orang tua. Terus kenapa mereka hidup bersama (pak Han pusing dengan semua maslah muridnya). 
Pak Han pun bertanay lagi pad Ye Na “apa ada yang lain?” tapi Ye Na tidak mengetahui informasi yang lain. Pak Han sedikit lega karena tidak ada masalah yang lain.


Ketika Seul Bi menuju lokernya semua murid terpaku padanya, Seul Bi merasa aneh dengan tingkah teman-temannya, ternyata Ye Na dan teman-temannya sudah menunggu Seul Bi dari tadi, Ye Na terus mengusik Da Ye Ri untuk mengintrogasi Seul Bi.
Da Ye Ri : kau pasti sudah tahu. Sekarang kau tinggal bersama Woo Heyon ?
Seul Bi semakin bingung dengan perkataan mereka dan penasaran apa yang mereka inginkan darinya.
Ye Na : Siapa? Woo Hyeon atau Seong Yeo? Kau belum memutsukannya.
Seul Bi : apa kau ? semua ini akan membuatmu semakin jauh dengan Woo Hyeon dan membuatku lebih dekat dengannya (langsung pergi).


Ye Na kesal dengan perkataan Seul Bi, Young Eun datang dan mengatakan pada Ye Na “bisa lebih keras lagi?” tiba-tiba Si gendut ngomong “Young Eun, kemarin kenapa kau tak datang?” Ye Na langssung mengalihkan pembicaraan Si Gendut “Da Ye Ri mempunyai hape baru” Da Ye Ri pun langsung menyembunyikan ponselnya (karena masih hape yang lama).
Young Eun : aku gak pergi karena kau gak mau ada yang amti dihari ultahnya.
Ye Na : akan ada model terbaru untuk pesta natal, kamu datang ya. (langsung pergi dengan rombongan barunya).


Ternyata Gi Soo memperhatikan ulah mereka, Young Eun makin kesal dengan ulah Ye Na yang semakin membuatnya pusing “kampret tuh anak! (menyusul mereka) tiba-tiba Gi Soo datang menghalanginya “jangan! Jangn berusan denga mereka” “berurusan dengan sampah hanya akan mebuatmu kotor” dengan pedenya dan tanpa rasa takut dia menawarkan diri untuk menjadi pelampiasan Young Eun “pukul saja aku”. Gi Soo pun kena pukulan Young Eun sampai hidungnya ditutup tisu karena terud berdarah.


Semua guru, kepala sekolah dan ketua yayasan masuk ruang rapat, eh ketika guru kesehatan mau duduk pak Choi mempersilahkan duduk dan membantunya menarik kursi, guru kesehatan pun heran dan tidak mengenali apk Choi. Bu kepsek pun memberitahunya kalau dia adalah ketua dewan baru.
Pak Han : aahhh aku sudah tahu banyak tentangmu, anda pasti yang sudah meraih sukses sejak muda. Kupikir tadi dia bintang film yang masuk, kuharap bisa memiliki wajah seperti anda dengan begitu saya bisa menikah lagi.
Guru etika dan guru yang lainnya merasa malu dengan perilaku pak Han yang terus ngoceh hal-hal tak peting. Pak Coi menghentikan ocehan pak han “aku sudah tahu” pak Choi pun memulai meetingnnya dan ternyata mereka membahas soal Lee Seul Bi yang hidup dengan Woo Hyeon tanpa seorang wali.
Pak Choi : Lee Seul Bi dan Woo Hyeon, kedua siswa ini tinggal serumah, kenapa ini jadi masalah?
Semua guru terdiam tak ada yang menjawab pertanyaanya, bu kepsek pun menjawab heran “kenapa anda bisa tahu?” pak Han mulai mengeluarkan pujiannya lagi “anda sudah tahu soal meetingnya, padahal jadwal anda sangat padat.


Pak guru : anak-anak tak boleh tinggal bersama, kita harus memisahkan mereka.
Pak Choi : sejauh yang kutahu, mereka tak mempunyai orang tua. Aku tanya apa ada masalah hukum?
Guru etika : tak ada masalah hukum.
Pak Choi : begitukah? Kalau beegitu semuanya selesai, kenapa meeting ini harus dijadwalkan, 
Bu kepsek : kau punya banyak waktu luang? Kalau orang tua pada tahu akan ajdi masalah. Dan kami tak ingin memberi contoh buruk untuk anak-anak. Reputasi sekolah kita jadi jelek.
Banyak guru yang tidak menyetujui kalau muris SMA tinggal serumah, mereka berpikiran sangat jauh “bagaimana kalau dia hamil, siapa yanga akn beranggung jawab?” Pak Han langsung berdiri mengelilingi para guru “aku tak melihat ada yang mau bertanggung jawab atas mereka. Menurut kalian mereka hanya ingin tinggal berdua saja? Kalian tertarik  kenapa mereka tinggal bisa bersama, dan sekarang kalian ingin tahu siapa yang akan bertanggung jawab?” semua guru terdiam tak ada yang menyanggah perkataan pak Choi (ketua dewan).


Pak Choi menghampiri guru kesehatan “kau guru kesehatan? Kau bertanggung jawab atas pendidikan seks kan?” dan meminta pendapatnya mengenai permasalahan tersebut. Guru kesehatan terkejut “a aku?” dia menjawab sambil cegukan “begini, anak jaman skearang lebih dulu berinteraksi dengan hal yang berbau porno. Tak masalah kalau mereka meneriama pendidikan seks yang baik” guru kesehatan memberikan banyak pendapat, pak Han kasihan pada guru kesehatan karena terus cegukan (pasti capek) pak han menyukai pendapat gutu kesehatan “tadi sangat mengesankan” pak Han kegeeran “terima kasih” namun pak Han bermaksud pada guru kesehatan, guru kesehatan tersipu malu.
Pak Choi : ini ynag kupikirkan. Jangan hakimi anak-anak dengan penilaian dewasa, begini saja. Buat saran yang bagus untuk mereka, atau terima saja cinta mereka. Meeting selesai.
Pak Han sepertinya ingin memuji ketua dewan lagi, tapi pak Choi mengingatkan para guru untuk mencari pak Kim “kenapa kalaina bisa begitu tega pada rekan kalian, kalian mengajarkan anak-anak untuk menjadi penyanyang. Kalian harus berubah”.
Pah Han terus memperhatikan ketua dewan, pak Choi pun melihat keanehan pak Han dan langsung memberikan pujian “kau terlihat berbakat. Tolong perlihatka bakat anda saya akan melihatnya”.
Pak Han : iya, tolong perhatikan aku, aku akan cari pak Kim (langsung membukakan pintu untuk ketua dewan (pak Choi).


Tae Woo dan Jae Seok mengolok-ngolok Seul Bi dan Woo Hyeon “Hei! Kudengar kalian tinggal bersama, aku cemburu pada kalian!” Woo Hyeon melawan perkataan mereka.
Woo Hyeon : apa masalah buat kalian? (sambil melihat semua siswa dikelasnya) jangan urusi urusan orang lain, urus saja masalah kalian masing-masing.
Jae Seok : aaa,,, saat Halmeonimu meninggal pastimkau bhagia sekali, karena kau bisa berduaan dengan Seul Bi.
Woo Hyeon kesal dengan perkataan itu dan langsung mendorong Jae Seok “keparat kau!” Seong Yeol masuk kelas dan melihat Woo Hyeon sedang berantem dengan Jae Seok.
Jae Seok : Halmeonimu sudah meninggal dan tak bisa datang ke sekolah untukmu. Kau sungguh akan memukulku?
Seul Bi tak diam saja “hentikan! Sudah kukatakan aku akan menghukummu” (mendekati Jae Seok) Woo Hyeon langsung menarik tangan Seul Bi dan menyembunyikannya (takut tangannya bercahaya dan akan ketahuan sama anak-anak) “Halmeoni mungkin tak akan datang, tapi Seul Bi akan pergi bersamaku.
Jae Seok : ini juga yang kalian lakukan dirumah?
Woo Hyeon : kau penasaran? Bahkan lebih menyenangkan.
Semua murid bersorak ria mendengar perkataan Woo Hyeon, Seong Yeol masih memperhatikan mereka, dia terlihat ingin mencampuri urusan Woo Hyeon namun dia masih kesal dengan kenyataan kalau mama tirinya adalah mama kandung Woo Hyeon.


Pak Han masuk keruangan guru, dia sangat kelelahan dan ingin istirahat. Dia membicarakan soal Woo Hyeon dan Seul Bi pada guru etika “akan kita apakan Shin Woo Hyeon dan Lee Seul Bi? Kita tak bisa mengirim mereka ke panti asuhan. Presdir Lee ingin melihat bakatku, aaah.
Guru etika : masalahnya apa yang mereka mau ditempatkan di panti asuhan?.
Pak Han : bukan berarti aku bisa bertanggung jawab atas Lee Seul Bi (mulai pelan-pelan dan membicarakan yang intinya) apa bu Ahn dan pak Choi bisa membawa anak-anak itu kerumah?
Guru etika belum memberikan jawabannya, dia terlihat sedah memikirkan permintaan pak Han, pak Han meminta guru etika untuk berhenti memikirkan apa yang dia bicarakan barusan karena dia naggap guru etika tak akan bisa melakukan semua itu. Pak Han terus membicarakan mereka dan mempunya ide untuk mencari mama kandungnya Woo Hyeon, guru etika terlihat ketakutan.
Guru etika : dia pasti akan melakukannya kalau situasinya mengharusskan begitu.
Pak Han : tapi dia kan anaknya! Dia tak akan pergi begitu saja, hanya itu satu-satunya cara. Mencari mamanya!.


Guru etika membahas “nilai-nilai etika mencakup cinta” dalam materinya tersirat mengenai nilai-nilai cinta dalam keluarga, Seul Bi melamun sambil memainkan pensilnya tanpa memperhatikan materi yang bu guru berikan, Seong Yeol menghentikan Seul Bi yang sedang memainkan pensilnya dan Seul Bi pun langsung menarik tangannya. Ternyata Woo Hyeon memperhatikan Seul Bi dan Seong Yeol sampai akhirnya mereka saling bertatapan penuh dengan pertanyaan. Bel berakhirnya pelajaran pun bunyi.


guru etika memberi kesempatan pada para muridnya untuk bertanya, Seong Yeol pun bertanya.
Seong Yeol : kita belajar tentang nilai kekeluargaan. Bagaimana menurut anda seorang ibu meninggalkan putranya?.
Semua murid tertuju pada Seong Yeol termasuk Woo Hyeon dan Seul Bi, guru etika gugup entah apa yang harus dia jawab, dia mengatakan tergantung situasinya bagaimana.
Seong Yeol : inikah yang dinamakan kompensasi kompleks, membesarkan anak orang lain dan meninggalkan putranya sendiri? Atau sebuah masalah mental?
Anak-anak kesal pada Seong Yeol karena terus mengajukan pertanyaan yang menghambat jam istirahat mereka. Guru etika pun menghentikan pertanyaan SeonG Yeol “kau bisa menemuiku di kantor untuk menyampaikan pertanyaan yang lain” dan mengakhiri kelas. Seong Yeol terlihat sangat senang telah melontarkan semua pertanyaannya namun berbeda denag Woo Hyeon dia terlihat sangat kesal dengan ulah Seong Yeol saat ini.


Gi Soo, Woo Hyeon dan Seul Bi pulang bersama, Gi Soo heran dengan pertanyaan yang Seong Yeol lontarkan pada guru etika “Seong Yeol bilang apa pada guru epnyihir?” Namun Seul Bi dan Woo Hyeon tak menjawab pertanyaan Gi Soo. Gi Soo terus ngomel “nilai kekeluargaan? Anak orang lain? Dia sudah bikin smuanya susah sekali” mereka masih belum menanggapi perkataan Gi Soo.
Gi Soo : aku tidak mengerti sebenarnya Seong Yeol suka atau benci terhadap guru penyihir.
Woo Hyeon terlihat khawatir, dia pun menyuruh Gi Soo dan Seul Bi untuk pulang duluan, Seul Bi memanggil Woo Hyeon dan akhirnya Seul Bi pun menuysul Woo Hyeon. Goi Soo kesal karena selalu ditinggal sendirian oleh mereka.


Ternyata Woo Hyeon menemui Seong Yeol di atas gedung sekolah, dia memberitahu Seong Yeol kalau yang dia perbuat sangat kekanak-kanakan.
Seong Yeol : apa? Kau Khawatir karena dia mamamu?
Woo Hyeon : hentikan! (makin kesal pada Seong Yeol)
Seong Yeol : induk anjing yang ditinggalkan anaknya masih berusaha mencari anaknya. Kau bahagia menemkannya?
Woo Hyeon semakin kesal dan mencoba untuk memukulnya, Seong Yeol menyuruh Woo Hyeon untuk memukulnya sekeras mungkin, Woo Hyeon pun melepaskan kerah baju Seong Yeol dan berjanji “tak akan berkelahi pada Halmeoni dan Seul Bi”


Seong yeol : bagaimana ya? Kau tak akan bisa menepati janjimu (beuuuukkkk)
Woo Hyeon tak melakukan perlawanan, dia malah menyuruh SeonG yeol untuk memukulnya lagi kalau bisa membuatnya lebih baik, (beuuukkk) Seong Yeol memukul Woo Hyeon lagi. Mereka pun saling bertatapan dan Seong Yeol kesal dengan Woo Hyeon “kau gila! Aku.... aku....” (dengan hembusan nafas yang sangat cepat dan tak teratur).
Woo Hyeon : kau tahu? Aku mulai belajar supaya bisa kuliah denganmu. Aku ingin mendaftar denganmu dan ingin minum soju pertamaku denganmu. Masa depanku bukan hanya memiliki Seul Bi saja kau juga harus ada didalamnya.
Seong Yeol : sekarang dia bukan lagi guruku tapi beliau adalah wakilku!
Woo Hyeon : (menekankan) aku juga! Aku mulai melihatmu sebagai seorang teman yang lebih pendting daripada mama kandungku, makin menyakitkan karena itu kau.
Seong Yeol menarik kerah Woo Hyeon dan menyuruhnya untuk berhenti mengatakan hal itu karena menurutnya itu menjijikan. Namun Woo Hyeon tetap tak akan pernah membenci Seong Yeol walau apapun yang dia lakukan (sambil menangis) Seong Yeol semakin keras menarik kerahnya namun Woo Hyeon tetap tidak akan membencinya.


Seul Bi pergi mencari Woo Hyeon, dia berpapasan deng guru etika nmaun tak dia spaa karena Seul Bi sangat terburu-buru takut terjadi apa-apa dengan Woo Hyeon dan Seong Yeol, Seul Bi pun sampai di atas gedung dan langsung menghentikan perkelahiaan mereka begitupun dengan guru etika, dia juga menghentikan aksi putra-putranya. Guru etika menghampiri mereka dan memisahkannya “sedang apa kau” (menarik tangan Seong Yeol).
Seong Yeol : jawab pertanyaanku!
Guru etika : aku mama mengerikan yang membesarkan anak orang lian, kau pikir akan membuatku lebih sakit?
Seong Yeol menarik Woo Hyeon dan mendorongnya pada guru etika “lihat ini?” “aku yakin kau sangat merindukannya”.
Guru etika : (kesal dengan tingkah anak tirinya) aku berharap kamu tak melakukan hal yang sama seperti Seong yeol.
Woo Hyeon : yang menyebabkan semua ini adalah bu guru. Sudah ssaya buang seperti halnya kau yang telah membuangku. Kau rawat saja ank ini. (menunjuk Seong Yeol).
Seong Yeol : kita lihatv apa kau benar sudah membuangnya? (naik ke pagar dan mencoba bunuh diri).


Guru etika khawatir “Seong Yeol! Apa yang kau lakukan” begitupun dengan Woo Hyeon dia sangat khawatir dengan Seong Yeol, Seong yeol menyuruh Woo Hyeon untuk bertingkah sama sepertinya.
Seong Yeol : aku ingin lihat siapa yang akan diselamatkannya.
Guru etika terus berteriak “Hwang Seong Yeol!” Woo Hyeon berusaha menghentikan ulahnya yang kekanak-kanakan, Seul Bi begitu khawatir dan takut terjadi apa-apa dengan Seong Yeol. Namun Seong Yeol masih penasaran siapa yang akan guru etika selamatkan “Seong Yeol atau anak kandungnya” (perlahan mundur dan semakin membuat mereka tegang) Seul Bi berlari untuk menahan Seong Yeol namun kursi yang di depannya terus menghalanginya seolah-olah bergerak sendiri, ternyata Seonbae yang menghalangi semua itu, dia terus menghentikan semua yang dilakuakn Seul Bi dan Seonbae juga berusaha untuk menjatruhkan Seong Yeol, dngan sangat terpaksa Seul Bi emnggunakan kekuatannya karena takut terjadi apa-apa dengan Seong Yeol. Seong Yeol melihat cahaya dipergelangan tangan Seul Bi.
Semakin penasaran Seong Yeol dengan cahaya pada pergelangan Seul Bi, Woo Hyeon berusaha mengehntikan Seul Bi namun Seonbae terus menghalanginya, tapi pada akhirnya Woo Hyeon bisa melindungi Seul Bi dan menyembunyikan tangannya.
Guru etika pun langsung menarik Seong Seong Yeol sampai terjatuh dan langsung pingsan.
Penasaran kaaaann apa yang akan terjadi dengan guru etika, apa dia akan selamat? SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 14 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »