High School Love On Episode 14 PART 1

5/11/2016

Woo Hyeon dan Seul Bi mengecek keadaan guru etika diruang kesehatan, guru etika terlihat sangat kelelahan atas kejadian tadi di atas gedung (menolong Seong Yeol). Seul Bi memberitahu Woo Hyeon untuk tidak khawatir karena perawat sudah memberitahunya kalau guru etika akan baik-baik saja. Guru etika mengigau dan memanggil-manggil nama “Seong Yeol” berulang kali, Seul Bi dan Woo Hyeon terkejut mendengarnya, Woo Hyeon pun langsung pergi keluar. Guru etika pun sadarkan diri dan melihat Woo Hyeon keluar. 


Sementara Seong Yeol sedang menunggu di depan pintu ruang kesehatan, Woo Hyeon keluar dari ruang kesehatan dan langssung menghampiri Seong Yeol, dia bertanya pada Seong Yeol “apa kau harus pergi sejauh ini?”.
Seong Yeol : kau bissa melihat wajah mamamu karena aku.
Woo Hyeon menekankannya kalau dia tak ingin melihat mama kandungnya, namun Seong Yeol malah menyuruhnya untuk pergi bersama mamanya dan menghilang dari kehidupan Seong Yeol.
Woo Hyeon : jika kau tidak ingin melihat ku, maka kau bisa pergi.
Seong Yeol : kau tahu tentang Seul Bi bukan? (mengalihkan pembicaraan) apa yang kau sembunyikan?
Woo Hyeon juga mengalihkan pembicaraan Seong Yeol “Mrs. Ahn mmencarimu, masuk kedalam untuk melihatnya dan langsung pergi, Seong Yeol terdiam sambil memikirkan perbincangan mereka.


Seol Bi mengobati luka Woo Hyeon, Woo Hyeon sangat kesakitan saat Seul Bi berusaha mengobatinya, Seul Bi tak tega melihat Woo Hyeon kesakitan seperti itu, dia mengingatkannya kembali untuk tidak berkelahi.
Woo Hyeon : aku tidak berkelahi, aku pergi untuk meminta maaf.
Seul Bi langsung menekuk mukanya dan berkata “itu bukan salahmu” 
Woo Hyeon : bagiku, mamaku datang entah dari mana, tapi dia mulai percaya padanya. Dia pasti merasa kalau mamanya dicuri olehku.
Seul Bi : tapi dia menyakiti wajah lucumu. Kau ingin aku memukulinya?
Woo Hyeon berpura-pura tidak merasa kesakitan dan bilang kalau dia baik-baik saja, Seul Bi pun senang mendengarnya, namun Seul Bi masih memikirkan sesuatu.


Seul Bi pergi ke balkon atas mencari Seonbae, ternyata Seonbae sudah ada dibelakangnya dan berkata “kau mencariku?” Seul Bi langsung menghampirinya sambil marah-marah dan merasa kalau hal yang dilakuakan Seonbae kemarin sangat keterlaluan “apa yang kau inginkan?”
Seonbae : semua harus kembali pada tempatnya.
Seul Bi  memperingatinya “semakin banyak yang kau lakukan semakin aku ingin tinggal dengan Woo Hyeon” Seonbae tak menjawab sedikitpun dan langsung menghilang. Tiba-tiba Seonbae ada dibelakang Seul Bi dan berkata “diam dan lihat apa yang terjadi dengannya. Ini akan menjadi sangat mengerikan yang tak ada bandingannya” Seul Bi merasa kalau Seonbae sekarang seperti setan.
Seonbae menyalahkan Seul Bi kalau dirinya sekarang berubah, Seul Bi tetap tidak ingin kembali menjadi malaikat dan berharap tidak bisa melihat Seonbae lagi (minta maaf dan langsung pergi).
Seonbae : kau tidak tahu. Itu adalah hal yang paling menyedihkan yang pernah kau katakan.


Jae Seok dan teman sekelasnya makan di kedai ddeokbokki, mereka terus memperhatikan Seul Bi dan Woo Hyeon. Sekumpulan siswi membicarakan kedekatan Seul Bi dengan Woo Hyeon dan merasa kalau Seul Bi merayu Woo Hyeon, Seul Bi mendengar pembicaraan mereka dan langsung menengok kebelakang.
Tae Wook : seseorang sedang dalam masa bulan madu, baunya seperti madu.
Jae Seok : kau hidup bersama saat SMA. Apa yang akan kau lakukan nanti jika sudah besar?
Woo Hyeon langsung menghampiri Jae Seok sambil merangkul Seul Bi (memamerkan kemesraan mereka) “kau tidak akan pernah dewasa, jai kau tidak akan bisa melakukan hal ini. Aku merasa kasihan padamu”  semua murid fokus memvideo kemesraan Woo Hyeon yang dipamerkan pada mereka, Jae Seok hanya tersenyum kesal saat Woo Hyeon mengomelinya. 
Woo Hyeon tak berhenti melontarkan kata-katanya, Woo Hyeon mengatakan dalam hubungan mereka semuanya dibuat asyik dan tak membosankan, mungkin Woo Hyeon kesal melihat anak-anak mengambil gambarnya, akhirnya Woo Hyeon mengatakan “jika kalian mengambil gambar, cari seseorangn yang kalian sukai” dan malah membuat lelucon “jika ingin mengambil gambar kami, ambil gambar yangn lucu” (langsung berfose yang lucu hehe) anak-anak kesal dengan tingkah Woo Hyeon dan langsung melanjutkan makannya.
Tiba-tiba Jae Seok berdiri dan berkata “Lee Seul Bi, teleportassi dan cinta segitiga, sekarang kau tinggal bersama anak laki-laki kau punya banyak kemampuan” Seul Bi ketakutan tanda yang di tangannya pun mulai bercahaya, Seul Bi langsung menyembunyikannya dan Jae Seok melihatnya dan berkata “kau tampak berbeda dari yang lain. Woo Hyeon langsung menanggapi perkataan Jae Seok.
Wo Hyeon : tentu saja karena dia adalah pacarku.
Jae Seok terus mengungkit hubungan Seul Bi dengan Seong Yeol, Woo Hyeon merasa kalau Jae Seok terlalu banyak ikut campur masalah orang lain. Woo Hyeon memegang dagu Jae Seok dan memperingatinya untuk memperhatikan dirinya sendiri dan mencari apa yang Jae Seok sukai pada dirinya sendiri, tapi Woo Hyeon tidak yakin kalau Jae Seok menyukai dirinya sendiri. Jae Seok tak membantah perlakuan Woo Hyeon, Woo Hyeon mengatakan sesuatu yang membuat Jae Seok semakin kesal “jika kau ingin tinggal lebih lama, kau bisa bisa membersihkan meja” (melempar lap dan memberikan petunjuknya).
Jae Seok makin kesal dan langsung melempar kembali lapnya pada Tae Wook, semua anak-anak terpaku pada Jae Seok dan Tae Wook pun langsung membersihkan mejanya.


Guru etika mau pergi kesuatu tempat, tiba-tiba Seong Yeol pulang dan berpapasan dengannya, guru etika langsung memberitahunya untuk berhenti memlakukan hal-hal yang berbahaya baginya. Seong Yeol memberitahunya juga “anda dapat berharap untuk lebih, ini hanya permulaan” Seong Yeol langsung masuk ke rumah, namun guru etika masih memikirkan perkataan Seong Yeol dan langsung melanjutkan perjalanannya


Guru etika menemui Seul Bi disebuah cafe, Seul Bi menanyakan keadaan guru etika karena dia terlihat sangat lelah dan banyak pikiran, guru etika menanyakan rencana Seul Bi dan Woo Hyeon kedepannya. Guru etika berkata jujur kalau dia tidak menyukai Seul Bi karena dia telah membuat situasi semakin buruk dan bahkan dia tak mengetahui darimana assal Seul Bi.
Guru etika : terburuk dari semua ini, aku tidak ingin melihat Woo Hyeon atau Seong Yeol terluka.
Seul Bi hanya terdiam dan meminta maaf atas semua yang telah terjadi, guru etika meminta Seul Bi untuk tinggal bersamanya, Seul Bi kaget mendengar permintaan guru etika. Guru etika meminta Seul Bi untuk berhenti membuat hidup Woo Hyeon semakin sulit dan tinggal dirumahnya, guuru etika tidak menemukan cara lain untuk menyelesaikan masalahnya.
Seul BI : saya tidak mengerti kenapa hal itu menjadi masalah bagi saya untuk hidup bersama Woo Hyeon 
Guru etika : dunia itu tidak begitu pengertian. Kalian berdua hidup bersama bahkan menyusahkanku untuk jujur.
Seul Bi berjanji untuk hidup bersama Woo Hyeon tak peduli apapun yang akan terjadi, guru etika beranggapan kalau Seul Bi ingin Woo Hyeon menjalani kehidupan yang begitu keras dan memberitahunya kalau Seong Yeol kan membuat hidup Woo Hyeon semakin sulit, guru etika hanya ingin Seul Bi berpikir tentang apa yang telah dia ceritakan, Seul Bi bingung entah apa yang harus dia lakukan.


Tae Wook sedang menelpon Byung Hoo, namun Byung Hoo tak menjawab telponnya sekalipun, Jae Seok menyuruhnya untuk terus menghubungi Byung Hoo sampai dia menjawab telponnya, Tae Woo meberitahunya “mungkin Byung Hoo kehabisan batre” Jae Seok mengeluarkan tatapan matanya yang menakutkan sampai akhirnya Tae Wook menghubungi Byung Hoo lagi walaupun kesal. Tiba-tiba Tae Wook melihat Da Ye Ri (orang disukai Jae Seok) masuk ke club malam dengan penampilan yang tidak biasa digunakan oleh siswi SMA “bukankah itu Da Ye RI?”.
Tae Wook penasaran apa yang dilakukan Da YE Ri di klub, Jae Seok langsung menghentikan rasa penassaran Tae Wook dengan menyuruhnya untuk mencari Byung Hoo, Tae Wook kaget kalau harus mencari byung Hoo malam-malam begini dan mungkin dia sedang tidak dirumah. Namun Jae Seok terus menekankan dia untuk mencari dan membawa Byung Hoo kehadapannya. Tae Wook pun mengikuti perintah Jae Seok, Jae Seok memperhatikan klub tersebut dan terlihat sedang memikirkan rencana.


Guru etika masuk ke kamar Seong Yeol untuk mencari kalungnya, dia mencari disemua laci buku dan semua sudut yang ada dikamar Seong Yeol, tiba-tiba Seong Yeol masuk dan marah ketika melihat mama tirinya masuk tanpa ijin, guru etika meminta Seong Yeol untuk mengembalikan kalungnya namun sayangnya kalung tersebut telah Seong Yeol.
Guru etika langsung memukul-mukul Seong Yeol sambil menangis “apa yang kau lakukan?” Seong Yeol menahan tangan mama tirinya dan menanyakan “apa yang sebenarnya?”. Guru etika berusaha melepaskan pegangan Seong Yeol dan berterika “seberapa rendah kau melakukan itu terhadapku?” Seong Yeol semakin kencang memegang tangan mama tirinya dan mencoba menjawab “serendah anda akan...” namun keburu papanya masuk dan melihat apa yang Seong Yeol lakukan terhadap istrinya “apa yang kau lakukan?” langssung menghampiri Seong Yeol daaaaaannn mengeluarkan tamparannya (beeuuukkkk) Seong Yeol tak melakukan pembelaan sedikitpun, guru etika langsung menahan suaminya dan membawanya keluar. Seong Yeol kesakitan bekas tamparan papanya dan entah apa yang dia pikirkan.


Papa Seong Yeol menyesali apa yang telah dia lakukan terhadap putranya, istinya membawakan air minum dan mencoba menenangkan suaminya. Suaminya menanyakan apa selalu seperti itu jika dia tak ada dirumah, namun guru etika mengatakan tidak selalu terjadi hal seperti tadi karena itu semaua kesalahannya hari ini.
Suami : hari ini? Lalu bagaimana dengan hari-hari yang lain?
Istrinya tak bisa menjawab pertanyaan suaminya, akhirnya dia menjawab pertanyaan dengan gelagapan “aku sedang mencari sesuatu dikamarnya, tapi dia tidak suka aku masuk begitu saja” suaminya semakin emosi dan langsung berdiri untuk memberi peringatan pada Seong Yeol, namun istrinya bisa menahan suaminya dan terus memberitahunya kalau itu semua adalah salahnya. Suaminya menanyakan hal penting “apakah kau masih memikirkan dia adalah anak orang lain?” guru etika tidak mengerti dengan apa yang suaminya katakan “apa maksudmu?”
Suami : akankah kau melakukan hal yang sama seandainya dia putra kandungmu?
Guru etika : aku minta maaf, aku akan bicara dengan Seong Yeol. Kita perlu waktu untuk membiasakan diri. Tiba-tiba dia kepikiran perkataan Woo Hyeon “aku yakin dia membutuhkan waktu untuk terbiasa denganmu”.
Guru etika mengalihkan pembicaraannya dengan membahas kalau ibu kandungnya baru saja menikah dan dia hanya membuat keadaan Seong Yeol menjadi lebih buruk, tapi dia akan tetap mengurusnya dan menyakinkan suaminya kalau dia hanya mempercayai istrinya untuk mengurus hal yang satu ini. Suaminya kebingungan dan merasa kalau mengasuh itu benar-benar sulit.


Setelah keluar dari kamar mandi dengan rambut terurai yang masih basah tiba-tiba Woo Hyeon datang dan berpapasan dengannya, tapi mereka terlihat begitu kaku dan tidak melakukan percakapan sedikitpun.


Woo Hyeon dan Seul Bi menonton drama bersama, mereka terlihat sangat kaku dan tidak seperti biasanya, dalam drama tersebut membahas penilaian terhadap pasangannya. Mereka begitu fokus melihat drama tersebut sampai ada adegan ciuman, tingkah mereka pun semakin aneh Woo Hyeon pura-pura ngantuk Seul Bi pura-pura baca buku, Woo Hyeon pun pamitan untuk tidur duluan dan Seul Bi masih memegang bukunya dan terlihat senang saat Woo Hyeon pergi ke kamarnya.


Setelah masuk kamar Woo Hyeon seperti telah melihat sesuatu dan mengelus dadanya ssambil beekata “apa yang telah kulakukan?” (padahal tidak melakukan apa-apa hanya menonton drama saja) sementara Seul Bi tersenyum senang (entah apa yang membuatnya senang begitu) dan melanjutkan nonton dramanya sendirian. Tiba-tiba Seul Bi melihat bonekanya yang duduk berjauhan kemudian dia rapikan dan membuat boneka-nya duduk berdekatan. Seul Bi bicara dengan bonekanya “apakah tinggal dengan Woo Hyeon membuat lebih sulit Woo Hyeon dan Seong Yeol?” dan Seul Bi berharap kalau Woo Hyeon bisa hidup bersama mamanya. Seul Bi kembali bersedih dan menekuk mukanya.


Sebelum aktivitas Seong Yeol dan keluarganya duduk diruang keluarga, mereka terlihat sangat kaku dan tidak ada yang memulai percakapan, akhirnya Seong Yeol membuka percakapannya dengan meminta papa mamanya untuk membawa Seul Bi tinggal dirumahnya. Papanya angkat bicara “bukannya kau akan minta maaf pada mamamu? Kenapa tiba-tiba Seul Bi?” Seong Yeol menjelaskannya.
Seong Yeol : ada banyak rumor tentang Seul Bi hidup bersama Woo Hyeon tanpa wali, kita tidak bisa meminta Woo Hyeon untuk tinggal disini.
Papa : pertama kau minta maaf pada ibumu! Minta maaf lebih dulu!
Guru etika mencoba menghentikan suaminya yang terus memarahi Seong Yeol, papanya sangat kecewa pada Seong Yeol yang semakin hari ulah terhadap mamanya semakin keterlaluan (langsung berdiri dan bersiap untuk pergi) akhirnya Seong Yeol mau meminta maaf pada mama tirinya, guru etika pun juga minta maaf.
Papa Seong Yeol membiarkannya untuk sekarang ini, tapi jika Seong yeol melakukannya lagi papa Seong yeol tidak akan memaafkannya, papa Seong Yeol mengijinkan Seong Yeol untuk berbicara tentang Seul Bi bersama mamanya dan memutuskan apa yang terbaik karena papanya mau berangkat bekerja. Guru etika mengantarkan suaminya berangkat kerja, sementara Seong Yeol masih berdiam dan tak berkata-kata lagi.


Seong Yeol membereskan buku-bukunya untuk dibawa ke sekolah dan bersiap-siap untuk berangkat, tiba-tiba mamanya masuk dan menanyakan apa yang dipikirkan Seong Yeol. Seong YEol hanya berpikit tentang apa yang akan menyakitkan Woo Hyeon.
Guru etika : aku ibu yang kejam terlepas dari pilihanku antara kau dan Woo Hyeon. Tapi kau juga sangat kejam.
Seong Yeol beranggapan aklau mamatirinya membuang Seong Yeol (putra tirinya) dan Woo Hyeon (putra kandungnya) tapi guru etika sangat membenci kalau sampai menyakiti Woo Hyeon (putra kandungnya).
Seong Yeol : anda akhirnya jujur. Aku tidak akan terluka. Saya hanya akan menyakitai anak anda (langsung berangkat ke sekolah).
Guru etika mencoba menahannya untuk melanjutkan perbicangan mereka namun di tak bisa menahan air matanya.


Semua murid membicarakan Seul BI yang hidup bersama Woo Hyeon tanpa wali, mereka terus mengolok-ngolok Seul Bi dan Woo Hyeon, tapi Seul BI dan Woo Hyeon tak menghiraukan pembicaraan mereka. Woo Hyeon pun mengeluarkan headsetnya dan memansangkan pada telinga Seul Bi, Seul Bi terkesan dengan sikap Woo Hyeon. Woo Hyeon mencoba menenangkan Seul Bi “cuaca yang ssangat bagus dan lagu bahkan lebih baik” Seul Bi menyukai lagu yang di dengarnya, dengan pedenya Woo Hyeon bilang “tentu saja, akn aku yang memilihnya” Seul Bi merasa kalau Woo Hyeon semakin kekanak-kanakan. Teryata Seong Yeol ada dibelakang mereka dan terus memperhatikannya.


Jae Seok dan Tae Woo membereskan ruang basket, mereka terus mengoceh “kenapa kita selalu membereskan tempat ini” tiba-tiba Jae Seok memperhatika Woo Hyeon dan Seong Yeol yang sedang membereskan bola yang ada di ruang basket dan mengolok-ngoloknya.
Jae Seok : hei kalian berdua masih belum berdamai? Pertarungan cinta kalian berlangsung lebih lama dari yang kupikirkan.
Seong Yeol dan Woo Hyeon membiarkan mereka yang terus mengoceh, Jae Seok pun menurunkan kasur lipat dan menyuruh mereka untuk memperjuangkan cintanya dengan fisik dan Tae Wook menawarkan diri untuk menjadi wasit, sayangnya Woo Hyeon tak mempedulikannya dan malah menyuruhnya untuk memasukan bola kedalam keranjang.
Tiba-tiba Seul Bi datang dan memberitahu Jae Seok dan Tae Wook kalau guru PE mencari mereka, Tae Woo bertanya pada Seul Bi namun Seul Bi menyuruh mereka untuk mencaritahu sendiri (langsung membantu Woo Hyeon membereskan bola).
Tae Wook : apa karena Byung Hoo boloss sekolah? Oh ya soal Da Ye Ri tadi malam ... (si kepo mulai beraksi).
Beukkk.... Jae Seok memukulnya dan menyuruh Tae Wook untuk tutup mulut soal Da Ye Ri.


Seul Bi khawatir dengan Seong Yeol, dia terus memperhatikannya namun Woo Hyeon menghentikannya dan menyuruh Seul Bi untuk fokus membantunya, Seul Bi pun membatu Seong Yeol mengangkat keranjang bola tanpa mendengar perkataan Woo Hyeon, dan ternyata Seong Yeol malah menjatuhkan bola yang ada dikeranjangnya sampai Seul Bi terjatuh, Woo Hyeon pun langsung membantu Seul Bi untuk bangun. Berbeda dengan Seong Yeol, dia malah menganggap Seul Bi mengganggunya, padahal Seul Bi hanya ingin membantu Seong Yeol.
Woo Hyeon langsung menghampirinya dan memberitahunya “kau bena-benar sudah kehilangan penglihatan.
Seong Yeol : tidak. Aku melihatnya dengan jelas, kau dan pacarmu hidup bersama (langsung pergi).
Woo Hyeon memikirkan perkataan Seong Yeol dengan berkaca-kaca, Seul Bi pun terdiam dan meminta maaf “maaf ini semua karena aku” Woo Hyeon mencoba mencairkan suasana agar Seul Bi tidak terus merasa bersalah.


Seul Bi menghampiri Seong Yeol depan loket, dia bilang “sangat aneh mendengar kau mengatakan ‘pacarmu yang hidup bersama’” Seul Bi pikir Seong Yeol bisa bertahan dengan perkataan orangorang dibelakangnya dan Seul Bi merasa sangat sedih mendengar perkataan Seong Yeol tadi.
Seong Yeol : jika kau tidak ingin mendengarnya, tinggalkan tempat itu.
Seul Bi : kau lebih tau dari siapapun tentang situasi kita.
Seong Yeol : dan kau tahu tentang Woo Hyeon dan aku. Jika kau tinggal disana maka aku akan mengungkap semuanya. Tentang Woo Hyeon dan guru etika.
Setelah Seong Yeol mengancamnya Seul Bi memberitahunya “tidak bisakah kau melihat mengapa dia menyembunyikannya? Hal ini demi kamu, dia tak ingin mengambil semuanya darimu. Dia telah berpisah dengan ibunya begitu lama, tapi dia tidak melakukan apa-apa, itu semua karena kamu”
Seong Yeol mengancamnya lagi kalau Seul Bi adalah senjatanya dan menyuruh Seul Bi untuk memikirkannya jika ingin melindungi Woo Hyeon (sebenarnya sulit bagi Seong Yeol untuk bersikap keras terhadap Woo Hyeon dan Seul Bi) Seul Bi sangat sedih dan tersu memikirkan semuanya.


Guru etika dan Woo Hyeon membicarakan sesuatu tentang Seul Bi diruang rapat, Woo Hyeon heran kenapa tiba-tiba guru etika peduli terhadap Woo Hyeon dan Seul Bi, guru etika menjelaskan alasannya “ini bukan masalah sekolah, lingkunganmu telah menelpon kantor lokal”.
Woo Hyoen : apakah anda harus mengambil Seul Bi dari saya dan menempatkannya disamping Seong Yeol?
Guru etika meemberitahunya kalau dia terus hidup bersama itu akan semakin berbahaya, Woo Hyeon menjelaskan alasan kenapa dia bisa hidup bersama “kami hanya memiliki satu sama lain untuk saling bergantung, apa yang berbahaya?”
Guru etika : menurutmu apa yang akan terjadi jika seorang gadis hidup bersama beberapa pria?
Woo Hyeon hanya terdiam dan tak bisa menjawab pertanyaan guru etika, guru etika meminta Woo Hyeon agar bisa menerima Seul BI tinggal bersama guru etika dan Seong Yeol.


Woo Hyeon keluar dari ruang guru etika dengan keadaan lemas dan banyak pikiran, dia tak tahu apa yang harus dia lakukan dalam situasi seperti itu, disamping itu Seul Bi juga kebingungan entah apa yang harus dia perbuat setelah melakukan perbincangan dengan Seong Yeol, mereka sama-sama menuju tempat yang sama dengan situasi yang sama-sama bingung. Akhirnya mereka berpapasan dan terlihat senang tanpa ada beban apapun, mereka berusaha menyembunyikan apa yang mereka khawatirkan tentang dirinya masing-masing.


Seul Bi memasang gembok di pagar depan kedai, Seul Bi memberikan kuncinya pada  Woo Hyeon, namun Woo Hyeon tak mengerti dengan apa yang dilakukan Seul Bi, Seul Bi menjelaskan semuanya.
Seul BI : hatiku dan hatimu semua terkunci disini sehingga mereka semua tidak dapat pergi.
Seul Bi memberitahunya kalau dia harus pergi ke rumah guru etika karena Seul Bi tidak ingin Woo Hyeon pergi dari kedai karena Seul Bi. Woo Hyeon menekankan Seul Bi kalau dia tidak akan meninggalkan kedai dan Seul Bi juga tidak harus pergi.
Seul Bi : hanya untuk sementara waktu, hatiku hanya melihat perasaanmu, tidak apa-apa kalau kau berpura-pura semuanya baik-baik saja, aku mengunci hatiku disini, hanya tubuhku saja yang pergi.
Woo Hyeon menahan Seul Bi untuk tidak pergi meninggalkannya, dan akan merasa sakit kalau Seul Bi meinggalkan hatinya disini. Seul Bi hanya ingin melindungi Woo Hyeon dari rumor yang tidak berdasar. Woo Hyeon pun merenungi permintaan Seul Bi untuk melindunginya.


Dengan berat hati Woo Hyeon mengantar Seul Bi kerumah guru etika, sedikit lagi menuju pintu tiba-tiba Woo Hyeon berhenti dan meminta Seul Bi untuk memikirkan lagi keputusannya, Seul Bi pun langsung mengambil tasnya dan menyuruh Woo Hyeon pergi dan bisa ketemu besok disekolah.
Woo Hyeon : jangan pernah ragu untuk datang kembali dan memegang tanganku saat terasa sulit.
Seul Bi pun langsung memencet bel rumah Seong Yeol, dan ternyata yang membuka pintu adalah Seong Yeol, dia langsung mempersilahkan Seul Bi masuk tanpa meminta Woo Hyeon untuk masuk dulu, dia hanya melihat Woo Hyeon tanpa berkata sedikitpun.


Woo Hyeon berusaha mencari kamar yang di tempati Seul Bi, dia pergi ke  halaman belakang rumah Seong Yeol samapi berjinjit-jinjit mencari Seul Bi namun belum dia temukan, ternyata Seong Yeol memperhatikan Woo Hyeon yang sedang mencari Seul Bi, tiba-tiba Seul Bi datang, Woo Hyeon pun langsung menutup gordennya dan langsung pergi. Dimata Seul Bi penuh dengan pertanyaan terhadap tingkah Seong Yeol.


Jae Seok dan Tae Wook membuli Si gendut, mereka menyuruh si gendut untuk bernyanyai smabil menari, Si gendut memperagakannya sambil menangis namun mereka terus membulinya, tiba-tiba Byung Hoo datang dan menyuruh si gendut untuk berhenti menari lalu pergi.
Tae Wook : kenapa kau datang setelah kelas berakhir?
Byung Hoo terus menyuruh Si gendut pergi karena dia belum pergi juga, akhirnya si gendut pun pergi namun Jae Seok menghalanginya karena dia belum puas dengan pertunjukan yang Si Gendut lakukan, setelah si gendut pergi Jae Seok menghampiri Byung Hoo dan menghajarnya (beuukkkk).


Woo Hyeon akhirnya pulang, setiba di kedai dia melihat gembok yang Seul Bi pasang, Woo Hyeon sangat kehilangan Seul Bi walaupun ditinggalkan untuk sementara, dia melihat boneka Seul Bi dan berkata “aku buntuh bantuan kalian”. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 14 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »