Advertisement
Advertisement

Woo Hyeon pergi ke rumah Seong Yeol sambil membawa boneka untuk menemui Seul Bi, dia berusaha melihat Seul Bi sampe loncat-loncat namun tak ada hasil yang dia dapatkan, ternyata Seul Bi nya sedang pergi keluar dan berusaha menemui Woo Hyeon namun Seul Bi tak melihat Woo Hyeon dan kedainya pun terkunci, Seul BI pun duduk sambil melihat gembok yang tadi siang ia kunci di pagar depan kedai dan berharap Woo Hyeon datang.


Pak Kim kembali lagi dan sekarang penampilannya sangat berubah, dia tampak lebih gagah dari sebelumnya, pak Kim sedang patroli malam dan ia melihat para murid SMA masih berkeliaran diluar, dia menyuruh anak-anak untuk segera pulang karena tidak baik untuk anak-anak pulang larut malam. Anak-anak sekolah pun menuruti apa perkataan pak Kim dan langsung pamitan pulang.


Jae Seok menelpon Tae Wook dan menyuruhnya untuk tidak mengantar Byung Hoo pulang dan tidur dirumahnya, ternyata Jae Seok sedang mengawasi Da Ye Ri, ketika Da Ye Ri keluar bersama dua orang om-om dari klub malam dia langsung menghampirinya dan mencoba menarik Da Ye Ri, namun Da Ye Ri menolaknya. Om-om itu pun menanyakan “apa dia temanmu? Pacarmu?” namun Da Ye Ri pura-pura tidak mengenali Jae Seok, mereka pun membawa pergi Da Ye Ri, Jae Seok masih berusaha membawa Da Ye Ri pulang namun om-om itu kesal dan akhirnya menghajar Jae Seok (beuukkkk). Ketika Jae Seok sedang dipukuli tiba-tiba Pak Kim datang menolongnya dan menghalangi om-om tersebut yang terus memukuli Jae Seok. Sebelum kelihatan Pak Kim, Da Ye Ri langsung melarikan diri.


Pak Kim membelikan obat untuk Jae Seok dan memperhatikannya “jangan sampai wajahmu yang tampan itu terluka” Jae Seok menerima obat pemberian Pak Kim, pak Kim sangat peduli dengan muridnya padahal dia juga terluka namun dia tak memperhatikan dirinya sendiri. Sebelum Pak Kim pulang dia memberi jae Seok minuman dan menyuruhnya untuk segera pulang dan beristirahat.


Gi Soo asyik jalan-jalan malam sendirian, ditengah-tengah perjalanan dia melihat seseorang tergeletak di pinggir tiang listrik, Gi Soo terus memperhatika orang itu dan ternyata orang itu adalah Byung Hoo, dia terkejut dan langsung membawa Byung Hoo.


Gi Soo membawa Byung Hoo ke rumah Woo Hyeon, dia menyuruh Byung Hoo untuk menunggunya sebentar, sementara Gi Soo berusaha memanggil Woo Hyeon untuk membuka pintunya. Akhirnya Woo Hyeo pulang, dia terkejut melihat Byung Hoo dalam kondisi babak belur dan tidak berdaya, Gi Soo meberitahu Woo Hyeon kalo dia menemuka Byung Hoo sudah tergeletak dijalan, mereka pun langsung membawa Byung Hoo masuk ke dalam rumah. 


Woo Hyeon dan Gi Soo membawa Byung Hoo ke ruang tengah dan langsung mengobatinya luka-luka di wajah Byung Hoo, Gi Soo malah ketakutan sendiri saat mengobati luka Byung Hoo. Akhirnya pengobatan luka Byung Hoo selesai, Gi Soo langsung berbaring di kursi dan akan tidur disana juga bersama Byung Hoo tapi Woo Hyeon malah menyuruh Gi Soo untuk pulang, Gi Soo Heran mendengarnya padahal dia ingin menemani Woo Hyeon yang kesepian karena tidak ada Seul Bi.
Woo Hyeon : Hei! Aku bahkan tidak punya waktu untuk kesepian. Kau pikir dia tidak seharusnya pergi kerumah sakit?
Gi Soo : sebaiknya kita membertiahu orang tuanya.
Akhirnya Byung Hoo sadarkan diri, dia meminta mereka untuk tidak menghubungi orang tuanya karena kalau orang tuanya tahu akan menimbulkan masalah yang besar, Gi Soo dan Woo Hyeon malah saling bertatapan setelah mendengar permintaan Byung Hoo.


Saat Seong Yeol pulang dia melihat boneka milik Seul Bi di depan pintu, dia mengambil boneka itu dan membuat surat yang dari Woo Hyeon yang menempel untuk Seul Bi, ketika Seong Yeol mau mebawa boneka itu tiba-tiba Seul Bi pulang dan melihat Seong Yeol membawa bonekanya, dia langsung menanyakan Woo Hyeon “Woo Hyeon kesini? Dimana dia?” Seong Yeol tidak menjawab apapun dia hanya menatap Seul Bi, Seul Bi sangat merindukan Woo Hyeon. Tiba-tiba Seong Yeol menarik tangan Seul Bi namun Seul Bi menariknya kembali dan mengatakan “kenapa kau ingin tahu?”
Seong Yeol : karena tidak mungkin ada apa-apa, aku tidak tahu tentangmu (membentak Seul Bi) karena aku perlu tahu segala sesuatu tentangmu! (terus memaksa Seul Bi untuk menunjukkan pergelangan tangannya).


Tiba-tiba guru etika keluar dan menghentikan ulah mereka, Seul Bi langsung menghampirinya dan menawarkan diri untuk membantu guru etika membawa barang-barangnya, Seong Yeol pun langsung masuk. Guru etika memarahi Seul Bi “kenapa kau pulang larut malam? Apa kau menemui Woo Hyeon? Seul Bi mengangguk bahwa telah mengunjungi Woo Hyeon. Guru etika memperingatinya untuk tidak menemui Woo Hyeon dan mengunjungi tokonya mulai sekarang dan menjauhi Woo Hyeon saat di sekolah.
Seul BI : pasti sulit bagi Woo Hyeon bekerjadi di kedai sendirian
Guru etika : jangan membuat Woo Hyeon lebih sulit lagi dengan memperparah Seong Yoel. Mari kita hidup tenang seolah-olah aku tidak ada.
Seul Bi mengerti dengan apa yang guru etika tekankan padanyna, guru etika juga meminta ponsel Seul Bi karena dia tidak ingin Seul Bi menghubungi Woo Hyeon saat diluar sekolah, Seul Bi tidak mau kalo ponselnya dijabel karena dia kasihan kalo Woo Hyeon akan menunggunya.
Guru etika : apa kau tidak mengerti apa yang saya katakan?
Seul Bi pun langsung memberikan ponselnya, setelah guru etika mengambil ponsel Seul Bi dia langsung pergi. Seul Bi merasa sangat kesepian dan merasa takut kalu Woo Hyeon akan megkhawatirkannya.


Woo Hyeon menunggu balasan dari Seul Bi, dia terus menghubunginya namun tak ada jawaban dari Seul Bi, apa yang dikhawatirkan Seul Bi benar terjadi, Woo Hyeon sangat khawatir dan takut terjadi apa-apa dengan Seul Bi.


Seul BI dan Seong Yeol sama-sama melihat ke jendela dan mengkhawatirkan sesuatu, Seong Yeol dan Seul Bi juga bersamaan berhenti melihat kejendela, Seul Bi duduk diatas kasur sambil memeluk lututnya dia sangat kebingungan dan khawatir terjadi apa-apa dengan Woo Hyeon. Disamping itu Seong Yeol mengkhawatirkan Seul Bi dan meraba diding kamar yang bersebelahan dengan Seul Bi, mereka bedua sama-sama sedang memikirkan sesuatu.


Seul Bi terus memikirkan Woo Hyeon begitupun dengan Woo Hyeon yang sedang memikirkan Seul Bi, mereka tidak bisa tidur  dan terus bberganti posisi, Seong Yeol juga sangat mengkhawatirkan Seul Bi karena ulah dan keegoisannya selama ini, dia merasa bersalah pada Seul Bi tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, dan akhirnya mereka bertiga saling mengkhawatirkan satu sama lain.


Woo Hyeon sedang membetulkan jam dindingnya yang rusak dan menyuruh Byung Hoo dan Gi Soo, sementara Byung Hoo dan Gi Soo masih tertidur lelap, sama seperti Woo Hyeon kalau tidur sekamar dengan Seong Yeol passti ujung-ujungnya pelukan tanpa mereka sadari, mereka juga melakukan hal yang sama dengan Woo Hyeon dan ketika mereka terbangun langsung teriak-teriak (padahal kan gak ada yang tau dan sia[a juga yang mau berpelukan dengan sesama jenis haha) mereka malah saling menyalahkan. Woo Hyeon menghampiri mereka dan pamitan untuk pergi suluan ke sekolah. Gi Soo teriak-teriak kalah Woo Hyeon tidak menyiapkan ssarapan untuk mereka.


Seul Bi terbangun dalam keadaan pucat dan sepertinya dia sakit, karena terbiasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk Woo Hyeon, dia juga melakukan hal yang sama dirumah Seong Yeol, dia menyiapkan sarapan untuk orang-orang rumah walaupun keadaan Seul BI sedang tidak sehat. Makanan pun siap untuk di santap.


Guru etika akhirnya keluar kamar, tapi dia tidak menerima masakan Seul Bi karena dia tidak terbiasa sarapan yang berlebihan, dia selalu sarapan makanan yang sederhana hanya roti dan susu, Seul Bi pun mengatakan kalau besok dia akan meembuatkan sarapan sederhana, menurutnya masakan Seul Bi itu pemborosan dan akan merasa tidak enak dengan sikap Seul Bi yang seperti itu, tanpa melihat keadaan Seul Bi guru etika hanya meminum segelas susu dari kulkas. Seong yeol pun keluar kamar dan langsung sarapan buatan Seul Bi, Seong Yeol menarik Seul Bi duduk untuk sarapan bersamanya.
Seong Yeol : ayo makan, anggap saa dirumah sendiri. Yang bersalah pasti membuat dirinya seperti dirumah, kenapa harus kamu?
Karena tersindir dengan perkataan Seong Yeol guru etika langsung pindah dari tempat makan, sementara Seul Bi terus mengelap keringatnya. Saat menyadari kalau guru etika sudah tidak ada di tempat makan dia mengatakan sesuatu “jangan membuang makanan, ayo makan” Seul BI pun langsung memegang sumpitnya, sebelum makan Seul Bi meminta ijin untuk pergi sebentar. Ketika Seul Bi berdiri dia hampir terjatuh, untungnya Seong Yeol langsung menahannyanya, Seong Yeol baru menyadari kalau Seul Bi demam, dia langsung menanyakan “sudah berapa lama kamu demam?” Seul Bi tidak menjawabnya karena sudah tidak berdaya lagi.


Seul BI bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, Seong Yeol terus mengawasi Seul Bi dan membiarkannya, Seul Bi mengajak Seong Yeol untuk segera berangkat karena takut kesiangan, namun Seong Yeol menghalangi Seul Bi untuk pergi ke sekolah karena keadaan Seul Bi yang sedang deman, Seul Bi bilang akan minum obat dan dia takut kalau Woo Hyeon mengkhawatirkannya karena tidak ada kabar darinya. Seong Yeol menyuruh Seul Bi untuk untuk tidak masuk sekolah dan beristirahat. Seul Bi tetap ingin ke sekolah karena khawatir dengan Woo Hyeon bahkan dia tidak bisa menghubungi Woo Hyeon karena sekarang dia tidak mempunyai ponsel. Seong Yeol marah dan membentaknya “ Woo Hyeon lagi! Woo Hyeon lagi! Apa dia yang bisa kau lihat?” (langsung pergi keluar dan mengunci Seul Bi di kamar).


Seul Bi tidak menyangka kalau Seong Yeol bisa melakukan hal seperti itu padanya, SeUl Bi berusaha membuka pintu dan membujuk Seong Yeol untuk membukakan pintunya, namun Seong Yeol tidak mengijinkannya dan bahkan kalau Seul Bi pergi ke sekolah dia tidak akan membiarkan Seul Bi menemui Woo Hyeon, Seul Bi terus memohon agar Seong Yeol membuka pintu dan menginjinkannya untuk pergi ke sekolah dan bisa menemui Woo Hyeon. Seong Yeol menekankannya lagi untuk diam dan kalau Seul Bi terus beringkah Woo Hyeon akan terluka, Seul Bi pun berhenti memohon pada Seong Yeol.
Seul Bi tidak akan pergi ke sekolah, tapi dia meminta Seong Yeol untuk memberitahu Woo Hyeon kalau dirinya baik-baik saja, Seong Yeol akan mengijinkannya untuk menemui Woo Hyeon dengan syarat Seul Bi harus sembuh. Seong Yeol langsung berangkat sekolah.


Woo Hyeon berangkat ke sekolah pag-pagi ternyata dia menunggu Seul Bi, tapi dia belum menemukan Seul Bi, namun Woo Hyeon hanya melihat Seong Yeol sendirian, Woo Hyeon pun langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan Seul Bi, Seong Yeol tidak menjawabnya, dia berusaha menghindari dari Woo Hyeon, Woo makin khawatir takut terjadi apa-apa dengan Seul Bi.


Da Ye Ri, ye Na dan Si gendut membicarakan soal Seul BI yang tinggal dengan guru etika, Ye Na malah senang karena dia mempunyai pelluang besar untuk mendekati Woo Hyeon, pas lihat jae Seok Da Ye Ri langsung menghindar dan mengajak Si gendut pergi ke kantin namun Si gendut menghalanginya karena Da Ye Ri salah arah untuk pergi ke kantin, ternyata Jae Seok hanya lewat saja dan tidak mempedulikan Da Ye Ri, Ye Na bertanya-tanay kenapa Jae Seok terluka dan kenapa Da ye Ri bisa tahu soal itu, Ye Na terus membuat Da Ye Ri emosi.


Woo Hyeon menemui guru etika di depan tangga, dia menanyakan keadaan Seul Bi, Woo Hyeon memarahinya karena dia telah membawa Seul Bi tapi tidak tahu keadaan Seul Bi dan menanyakan “kenapa aku tidak bisa menelponnya?” guru etika memberitahunya kalau dia yang memegang ponsel Seul Bi, Woo Hyeon meminta ponsel Seul Bi namun guru etika tidak langsung meberikan ponselnya, dia mengecek keadaan sekitarnya dan memberitahunya kalau Seul Bi tadi siap-siap berangkat sekolah dengan Seong Yeol.
Woo Hyeon terus meminta ponsel Seul Bi, guru etika pun memberikan ponsel Seul Bi, Woo Hyeon langsung pergi namun guru etika menahannya “mau kemana?”
Woo Hyeon : aku harus pergi memeriksa Seul Bi, apakah keadaannya baik-baik saja.
Guru etika mencegahnya dan bilang kalu dia yang akan pergi dan mengecek keadaan Seul Bi, dia bilang kalau suaminya yang akan mengambil baju Seul Bi dan memberitahu Woo Hyeon kalau dia belum memberitahu yang sebenarnya pada Suaminya.
Woo Hyeon : pertahankan sampai ke liang lahat dan jangan membuat saya merasa buruk bagi anda. Dia tampak baik (langsunh pergi)
Guru etika bingung harus menghadapi Woo Hyeon seperti apa, ternyata Jae Seok dan Tae Wook diam-diam mendengarkan percakapan mereka.


Polisi sedang membagikan brosur di depan sekolah Seong Yeol, tiba-tiba Woo Hyeon menghampiri Seong Yeol dan memintanya untuk memberikan ponselnya pada Seul Bi karena dia tidak bisa menghubunginya.
Seong Yeol : jika kau ingin tahu, kau harus datang langsung ke rumahku.
Woo Hyeon : berhenti bersikap anarkis.
Seong Yeol : bukankah kau ingin hidup dengan ibumu? Ibumu dirumahku?
Woo Hyeon : haruskah aku? Mungkin aku harus mencoba hidup bersama ibu kandungku. Bahkan Seul Bi disana, hal ini bisa lebih baik.
Seong Yeol tak menjawab lagi dan langsung pergi, badut polisi itu terus memperhatikan mereka, eits ternyata badut itu adalah papa Seong Yeol, papa Seong Yeol terkejut mendengar perbincangan mereka dan tidak menyangka kalau istrinya bisa membohonginya selama ini, dia langsung membuka kepala badutnya dan terdiam lemas.


Woo Hyeon dan Gi Soo membereskan kedai, namun Woo Hyeon terlihat begitu lemas seolah-olah tidak mempunyai semngat untuk hidup, Gi Soo mencoba menghiburnya namun tidak berhasil. Tiba-tiba Chun Shik datang untuk membantu mereka, byung Hoo juga datang ke kedai untuk membantu mereka, namun Gi Soo tidak akan membiarkan Byung Hoo tidur bersamanya lagi, dia memberitahu Woo Hyeon ada seseorang yang menunggunya diluar.


Woo Hyeon pergi keluar menemui seseorang, ternyata prang itu adalah Ye Na, dia merengek-rengek pada Woo Hyeon dan pura-pura kabur adri rumahnya karena bertengkar dengan mamanya, sebelum Ye Na menjelaskan semua rencananya Woo Hyeon sudah mengetahui apa yang direcanakan dan apa yang Ye Na inginkan saat ini.
Woo Hyeon : jadi aku ingin tidur nyenyak di tempatku malam ini?
Ye Na : (langsung mengangguk) aku telah melakukan banyak kesalahan padamu dan Seul Bi, jadi saya akan membantu di restoran dan membayarmu.
Woo Hyeon mengijinkan apa yang Ye Na ingin lakukan dan menyuruhnya untuk masuk ke dedai, dengan senang hati Ye Na langsung masuk.


Woo Hyeon memberitahu Ye Na kalau Byung Hoo, Gi Soo dan Chun Shik akan tidur bersama dirumahnya malam ini, Ye Na langsung menekuk mukanya dan membawa kopernya untuk pulang lagi, reancana Ye Na gagal lagi (hahaha puass).


Woo Hyeon melemparkan tas Byung Hoo, Gi Soo dan Chun Shik, dia menyuruhb mereka untuk pulang karena rumahnya bukan penginapan yang bebas dimasuki oleh siapapun, dia langsung masuk dan mengunci pintu rumahnya, Gi Soo hanya ingin menemani Woo Hyeon saat dia kesepian tanpa Seul Bi, Gi Soo terus ngomel-ngomel. Begitupun dengan Byung Hoo dia juga ngomel-ngomel dan hanya ingin tinggal sampai lukanya hilang karena takut dibantai oleh orang tuanya.
Alasan chun Shik ingin tinggal bersama Woo Hyeon, dia tidak bisa tinggal sendirian dirumah karena orang tuanya lagi pergi liburan(hahaha ternyata dia penakut). Akhirnya mereka duduk di tangga dpan pintu sambil melamun


Guru etika baru pulang, ketika dia mau membuka pintu Seong Yeol lebih dulu membuka pintu, dia sangat buru-buru, guru etika pun khawatir dan menanyakannya “mau kemana?” Seong Yeol tidak menjaawabnya dan langsung pergi. Seperti biasa Jae Seok selalu mengintai dan memuaskan keinginannya, entah apa dan siapa yang dia intai, dia makin penasaran kalau guru etika dan Seong Yeol tinggal dirumah yang sama.


Seul Bi masih terbaring lemas, tiba-tiba guru etika masuk mengecek keadaan Seul Bi, Seul Bi pun langsung bangun dan memberitahunya kalau dia sudah baikan, Seong Yeol pun sedang mncari obat untuknya, guru etika pun langsung pergi saat mendengar Seul Bi sudah baikan. Seul Bi menahan guru etika dan meminta ijin untuk menelpon Woo Hyeon karena takut Woo Hyeon khawatir.
Guru etika : Woo Hyeon sudah mengambilnya, pergilah ke sekolah besok dan minta padanya.
Seul Bi : terima kasih telah membiarkan saya tinggal disini. Anda tidak bisa melupakan keluarga, bahkan jika anda tinggal berpissah dengan mereka. Woo Hyeon mengetakan, cara memikirkan tentang ibunya dengan cara melihat kalungnya setiap hari.
Guru etika terharu dengan apa yang Seul Bi beritahukan dan menyuruh Seul Bi untuk istirahat. Guru etika masih merenungi perkataan Seul Bi dan tidak menyangka perasaan Woo Hyeon yang sebenarnya ternyata sanagt menyayangi mamanya.


Jae Seok menemui Woo Hyeon di kedai sambil menunjukkan foto di ponselnya, di meberitahu Woo Hyeon kalau Seong Yeol tinggal di apartemen yang sama dengan guru etika dan bahkan Seul Bi juga tinggal disana “apa guru etika mama Seong Yeol). Woo Hyeon menyuruhnya untuk bertanya langsung pada Seong Yeol, Jae Seok juga penasaran dengan hubungan Woo Hyeon dan guru etika. Woo Hyeon mengalihkan pembicaraan dengan persoalan hati Jae Seok dan kejombloannya.
Jae Seok mulai emosi dengan perkataan Woo Hyeon, dia langsung menarik kerah Woo Hyeon dan memperintinya “jika kau masih membiarkan Byung Hoo tonggal disini, aku akan menghancurkan toko ini seperti aku menghancurkan dia” mereka terus beradu mulut tentang Byung Hoo dan rasa ingin tahu Jae Seok terhdap urusan orang lain.


Woo Hyeon pergi ke balkon atas, dia merasa kehilangan biasanya pergi duduk di balkon bersama Seul Bi namun sekarang hanya sendirian, dia tiduran sambil melihat ke atas langit dan memikirkan saat Seul Bi mengeluarkan kekuatannya dan kelihatan oleh Seong Yeol, saat Seong Yeol menanyakan sesuatu tentang Seul Bi, semua hal tentang Seul Bi dia pikirkan. Woo Hyeon bangun, saat Woo Hyeon mau masuk tiba-tiba bajunya bergerak, kerarah manapun Woo Hyeon melangkah baju itu mengikutinya, ternyata semua itu ulah Seonbae. Sampai-sampai Woo Hyeon ketakutan setengah mati.


Guru etika sedang mkinum obat diruang makan, tiba-tiba suaminya datang tanpa mengetuk pintu, dia pikir suaminya akan mengambil pakaiannya karena ketinggalan atau ada perlu lain saat dinasnya.


Suaminya memngajak guru etika ke kamar, dengan muka kesal suaminya menanyakan soal Woo Hyeon “anak itu membayar hutang papanya sendirian? Dan ibu yang mengerikan dan meninggalkannya adalah kamu” guru etika terkejut saat mendengar kalau suaminya sudah mengetahui persoalan itu, suaminya marah karena tidak diberitahu dan merasa tidak dihargai sebagai seorang kepala keluarga, bahkan hanya dia yang belum mengetahuinya, guru etika mncoba menjelaskan semuanya.
Namun suaminya tetap merasa kesal karena dia sudah jujur dalam hal sekecil apapun tapi istrinya malah membohonginya.
Guru etika : bagiku apa yang kau pikir tentangku adalah lebih penting daripada apa yang anakku pikir.
Suami : kau benar-benar ibu yang mengerikan, apa yang akan kau lakukan? Apa yang akan kau sembunyikan sekarang, katakan padaku!.


Seul Bi terbangun karena mendengar teriakan, ternyata itu semua pertengkaran papa dan mama Seong Yeol, ketika Seul Bi mendengar semua pertengkaran mereka tiba-tiba bel berbunyi, Seul Bi pun membukanya dan mengira Seong Yeol yang datang, ternyata Woo Hyeon yang datang, Seul Bi terkejut melihatnya “kenapa kau datang kesini?” langsung membawa Seul Bi ke depan pagar
Woo Hyeon : apa kau athua da lima pohon di depan ruanganmu? Kau tahu kamarmu memliki pemandangan yang bagus diwaktu senja? 
Seul Bi tersenyum mendengarnya, Woo Hyeon mengepalkan kedua tangannya dan menyuruh Seul Bi untuk memilihnya, Seul Bi pun memilih kepalan tanagn yang sebelah kanan, dan disana tertulis “merindukanku?” Seul Bi mengangguk, Woo Hyeon membuka kepalan tangan sebelah kirinya dan tertulis “sangat merindukanmu” Seul Bi langsung memegang tangan Woo Hyeon dan menguatkannya “ini tidak akan sulit lagi” mereka sangat bahagia. 


Tiba-tiba Seong Yeol datang dengan dengan nada keras dia mengatakan “apa yang kamu lakukan disini?” mereka terkejut melihat Seong Yeol mengatakan begitu kerasnya.
Woo Hyeon : aku tidak akan mengijinkan apa yang menjadi milikku diambil lagi.
Pensaran kaaaannn apa yang akan terjadi deng mereka? Apakah suami guru etika menceraikannya atau memaafkannya? SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 15 PART 1