High School Love On Episode 2 PART 1

5/07/2016
   


Ditengah-tengah Hujan deras Lee Seul Bi sedikit lagi tertabrak tiba-tiba Shin Woo Hyun datang dan membawa Seul Bi ke pinggir jalan boneka putihnya pun jatoh ketika Seul Bi ditarik Shin Woo Hyun setelah tiba di pinggir jalan dan terselamatkan Shin Woo Hyun memeluknya dan mereka terdiam 
  


Shin Woo Hyun mendorong Seul Bi dan berkata “hei! Apa kau tidak waras?” “apa kau ingin mati?” Seul Bi menajwab “kau menghancurkannya (dengan nada yang kecil) apah ? Shin Woo Hyun mengatakannya Seul Bi pun mengucapkan perkataan yang sama seperti tadi dengan nada yang keras sambil menangis dan terus melontarkan perkataannya “kau menyuruhku untuk pergi, sehingga aku berhenti mengikutimu” “kau yang bilang bukankah begitu!” Shin Woo Hyun pun mengajak dia untuk pergi sambil berjalan Seul Bi masih tetap berdiam diri dan belum mengikutinya 
   



Shin Woo Hyun menoleh kebelakang dan berkata “kenapa?” Seul Bi menjawab “keu menyuruhku untuk berhenti mengikuti mu” Shin Woo Hyun kembali kearahnya dan mendorong ia tuk berjalan Seul Bi pun berjalan dan tertawa ria dan balik lagi ke belakang sambil membawa payung berwarna biru dan boneka putihnya, Shin Woo Hyun berjalan dan Seul Bi berlari mengikutinya dengan senyumannya yang manis.



Ibu Seong Youl bersantai dengan alusnan musik yang sangat merdu sambil telponan “duh senangnyaaaa” tiba-tiba Yeong Seol datang lalu terdiam sejenak kemudian ia membawa gelas dari meja dan mengambil air minum. Orang yang di telpon menanyakan putranya lalu iapun melihat ke arah Seong Youl dan Seong Youl pun melihat ibunya dengan sangat tajam dan ibunya pun menjawab “ia tipeku” “dia mendapatkan nilai yang bagus, dia baik suka diam dirumah” 
   

Seong Youl jalan perlahan dengan memegang segelas air putih dan diam sambil terus melihat ibunya, ibunya terus asyik telponan tiba-tiba apa yang terjadi terereeeeeeng ow ow ow Seong Youl menjatuhkan gelas yang dibawanya ibunya pun melihat dan bergegas mengakhiri pembicaraan dengan alasan-alasannya. Lalu menghampiri Seong Youl dan menyuruh membersihkannya, Seong Yeol tak mempedulikannya dan berjalan kearah kamarnya kemudian ibunya menghentikannya dengan memegang tangan Seong Youl, mereka terus melakukan perbincangan persoalan yang tak ujung usai. Seong Youl melepaskan tangan ibunya dengan keras ibunya pun terjatuh ke lantai dan Seong Youl pergi ke kamarnya, tangan ibunya pun terkena pecahan gelas yang tadi di pecahkan oleh Seong Youl dan berdarah lalu menghembuskan nafas dengan raut muka yang kesal.
   


Di rumah Shin Woo Hyun, ponselnya Shin Woo Hyun bunyi dan Seul Bi mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon sementara Shin Woo Hyun sedang asyik mandi, Seul Bi pun berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa ponselnya eits Seul Bi langsung membuka pintu kamar madi tanpa mengetuk atau memanggil Shin Woo Hyun terlebih dahulu (dasar manusia baru hehe jadi gak tau apa yang harus dan gak boleh dilakuin) dan berkata “Hei” dengan senyuman manisnya itu sambil menerahkan ponselnya, Shin Woo Hyun mengumpat dan berkata “apa yang sedang kau lakukan? Keluar!” Seul Bi terus aja tersenyum tanpa berkaka apapun dengan tangannya yang sedang memegang ponsel yang di arahkan kepada Shin Woo Hyun, Shin Woo Hyun terus mengatakan “ keluar! Keluar! Keluar!” dan berkata “aaaaaaaaaaahhh” dengan nada kesal.
   


Mandinya pun selesai ia pun sudah berpakaian untuk tidur sambil membawa handuk kecil lalu pergi ke ruangan terus mondar-mandir di ruangan itu dan Seoul Bi ada di hadapannya, Shin Woo Hyun menghampirinya dan Seul Bi pun berkata “aku gak melihat apa-apa! Aku gak menemukan sesuatu yang bagus” Shin Woo Hyun  mengatakan “sesuatu yang bagus” dengan tegasnya eits Seol Bi menyanggahnya “kau tak pernah bilang aku tak boleh melihatnya” (eits eits eits jangan berfikiran negatif dulu yaaaa hehe) “ini gak adil” Shin Woo Hyun mengulangi perkataan Seul Bi dangan nada yang keras sambil terus melihat Seul Bi eits tiba-tiba Shin Woo Hyun mengatakan “aku akan melihat sesuatu yang bagus itu kalau kau sedang mandi” “lalu apa itu tak adil?” dan mengatai Seul Bi “Dasar Mesum!” Seul Bi pun melihat kearahnya Shin Woo Hyun malah kegeeran dan berkata “apa yang kau lihat?” dan menyuruh Seul Bi tuk menjauh Seul Bi berkata “kau juga memilikinya! Aku yakin kau melihatnya” dan menunjuk tangannya ke arah badan Shin Woo Hyun dan Seul Bi ingin Shin Woo Hyun memperlihatkan ABS yang dia lihat di TV dan memaksa untuk memperlihatkannya lagi sambil tersenyum dan lompat-lompat kecil, 
  


Shin Woo Hyun kesal dan melemparkan handuknya eits si nenek pun datang daaaaaannn handuk itu mengenai muka si nenek, nenek menghampiri Shin Woo Hyun sambil memukulnya Seul Bi berkata “apa yang kalian lakukan?” mereka tak menjawabnya  Shin Woo Hyun pun curhat kepada neneknya “Nenek dia menyelinap ketika aku sedang mandi, lalu dia mengintip aku, itu menjengkelkan” neneknya pun tersenyum sambil menepuk-nepuk punggungnya dan berkata “kau marah sayang?” Seul Bi hanya terdiam dan melihat perbincangan mereka Shin Woo Hyun mengatakan “ini kesalahan membawanya” “kita usir dia besok pagi!” Seul Bi mengatakan “ia tak akan melihatnya lagi mulai sekarang” dan meminta untuk tak mengusirnya dengan muka yang memelas, 
  


eits tiba-tiba perut seul Bi bunyi iapun memegang perutnya dangan raut muka kaget lalu mengatakan “whoa! Aku bisa mengeluarkan suara seperti ini” Shin Woo Hyun menbgatakan “kau itu paket kumplit ya! Kenapa tidak makan sesuatu saja ?” nenek pun mengatakan “kenapa kau tidak makan?” lalu ia pun pergi Seul Bi mengatak “kenapa makan menjadi paling baik” “kenapa aku sering lapar ya?” sambil memukul-mukul perutnya lalu mengatakan “siapa yang membuat peraturan kalau kita cuman bisa makan 3 kali sehari?” dengan kesalnya dan ia pun pergi, tinggal Shin Woo Hyun yang berada di ruangan itu dan berkata “aku harus tinggal dengn si mesum gila ini?” sambil memegang kepalanya “ini bahaya” sambil terus memegang kepalanya dan mengacak-ngacak rambutnya.
  


Shin Woo Hyun dan Seul Bi berada di Ruang makan, Seul Bi berusaha mengambil kacang hitam dengan sumpit tapi blm ada satu pun yang terambil, akhirnya Seul Bi pun bisa mengambilnya lalu memakannya dan berkata “ini enak sekali, aku harap seniorku bisa memakannya juga” Shin Woo Hyun bertanya “Senior? Siapa?” “kau ingat seseorang?” dia hanya mengatakan “aku sangat jelek kalau hanya aku yang makan” dengan muka yang memurung. 
   



Seul Bi pun berkata “beritahu aku kalo kaku ingat seseorang” dan dia akan menemukannya Shin Woo Hyun mengatakan “dia bukan manusia” Shin Woo Hyun “ kau bisa melihat hantu?” sambil menengok ke belakang depan samping Seul Bi menakutinya dan Shin Woo Hyun sangat ketakutan (haha Shin Woo Hyun penakut) dan berkata “kau takut ya?” sambil ketawa Shin Woo Hyun mengatakan “aku seharusnya tak mencoba bicara dengan mu” mereka pun melanjutkan makannya dan Seul Bi mengatakan “ini enak.
  


Shin Woo Hyun masuk ke kamarnya dan terdiam di depan cermin kemudian mengambil jaketnya dan pergi keluar mengambil Baju Seul Bi yang berwarna hitam dari tempat sampah yang kemarin dibuang olehnya dan membuang bajunya di tempat yang sama. 
    


Tiba-tiba Shin Woo Hyun mengintip dan mendengar percakapan Seul Bi dan nenek lalu terdiam mendengarkan percakapan mereka. Ternyata sedang memijat punggung nenek sambil berbincang dan nenek berkata “ini enak, Seul Bi bertanya “ini gak sakit, ini sungguh enak? “ Seul Bi pun berkata “apa kau busa melakukannya padaku?” nenek menjawabnya “apa kau benar-benar menyuruh wanita tua untuk memijatmu?” Seul Bi pun tersenyum Si nenek pun berbalik arah dan memijat punggung Seul Bi eits Seul Bi malah kesakitan nenek menanyakan “enak” ia pun menjawab “ini gak enak” Shin Woo Hyun mengintip sambil tersenyum lalu pergi ke kamarnya untuk tidur.
  


Di pagi hari nenek sudah berada di dapur dan memasak Shin Woo Hyun datang menghampiri neneknya kemudian Seuk Bi pun juga menghampiri mereka dan mengataka “selamat pagi semua” dengan nada yang semangat, Seul Bi menggunakan seragam sekolah Shin Woo Hyun sambil melambaikan tangannya (aduh memakai pakaiannya berantakan sekali) dan Shin Woo Hyun memarahinya dan menyuruhnya untuk melepaskan pakaiannya dan jangan memakan sesuatu yang sudah aku buang ia bercakap seperti itu. 
  


Seul Bi pergi neneknya dengan maksud minta bantuan si nenek dan berkata “aku yang menemukannya, jadi ini milikku” si nenek memarahi meraka “apa yang kalian lakukan di pagi-pagi begini?” Shin Woo Hyun mengatakan “aku membuangnya ke tempat sampah bukan supaya kau mengambilnya” “berika itu” si nenek mengalihkan pembicaraan dan berkata “jadi kau berubah pikiran untuk pindah sekolah?” “kau gak usah pergi kalau itu sulit” Shin Woo Hyun mengatakan “aku gak ingin jadi pengecut dengan uang” dan mengatakan “nenek sudah bekerja keras untuk menghasilkan uang” si nenek hanya melihat Shin Woo Hyun dan memanggil Seul Bi “kesini” Seul Bi mengatakan baju yang dipakainya lebih baik daripada baju nenek sambil memeluk nenek si nenek pun tersenyum, Shin Woo Hyun “itu baju laki-laki kau saja tak bisa memakai dasi” “aku akan membenarkannya kesinilah” Seul Bi berkata “benarkah ? kemudian menghampirinya dan Shin Woo Hyun pun membetulkan dasinya.
  


saat Shin Woo Hyun menarik dasinya Seul Bi menatap Shin Woo Hyun yang sedang merapiakn dasi Shin Woo Hyun pun menatap balik Seul Bi dan menariknya dan berkata “kesini hayo, lepaskan” meminta untuk melepaskan bajunya lagi, Si nenek menghentikannya dan menyusuk Shin Woo Hyun untuk membelikan pakaian seragam untuknya 
   


dan mengelurkan sejumlah uang dan seul bi pun mengambilnya dan berkata “kay benar-benar wanita tua yang baik” Shin Woo Hyun menyuruh Seul Bi membuang bajunya dan jika tidak ia tidak akan membelikan baju untuknya Seul Bi bertanya “kenapa kau mau membuang segala sesuatu?” “ini pemborosan kalau dibuang” sambil tersenyum dan memegang bajunya itu Shin Woo Hyun menyuruhnya untuk memekainya terus “banyak gadis yang mengenakan pakaian musim panas” “mereka tampak seperti malaikat” Seul Bi bertanya “malaikat?” benarkah?”.
   


Mereka sudah berada di sebuah toko pakaian disana banyak pelajar juga yang sedang memilih pakaian, Seul Bi melihat siswi sekolah berseragam sedangkan Shin Woo Hyun sedang asyik memilih pakaian. Shin Woo Hyun menunjukkan pakaian berwarna kuning dan seul bi mengatakan “ini panas” ia pun mengembalikannyaa lagi dan memilih pakaian yang lain menunjukkan lagi Seul bi menjawan “semangka” dan menyimpannya lagi dengan muka yang kesal dan memilihkan nya lagi dan sekarang langsung menunjukkan  dua pakaian sekaligus sambil berkata “ini orange ini terong” “lakuakn saja yang kau mau kau tetap saja tak bisa mendandani dirimu”
   


Shin Woo Hyun mencoba seragam barunya pelayan merapikhannya, Seul Bi menghampirinya dan berkata “kekasihku lucu sekali” pelayan itu pun menyebutnya juga kekasih Shin Woo Hyun mengatakan “dia bukan kekasihku” “menjauhlah” sambil mendorongnya. Tiba-tiba Seul Bi menunjuk ke arah seragam yang di pampang sepeti yang dikenakan Shin Woo Hyun. Pelayan mengatakan “cobalah ini desain baru ini bahkan lebih baik” Shin Woo Hyun mengatakan “tdak, terimakasih” Seul Bi tetap menunjuk ke arah seragam itu Shin Woo Hyun tetap mengatakan “tidak” dan dia akan memelikannya yang lain tapi Seul Bi ingin seragam itu dan mengatakan “aku akan menahanmu samapai kau membelikanku baju ini. Pelayan pun menyuruh Seul Bi untuk mencobanya sambil menyerahkan baju tersebut Shin Woo Hyun hanya terdiam dan melihat pelayan itu, Seul Bi pun masuk ruang ganti Shin Woo Hyun terus memanggil Seul Bi dan berkata “aku akan membeliaknmu” yang lain namun Seul Bi tidak keluar dan terus mencoba baju itu, Shin Woo Hyun mondar-mandir sambil menunggu Seul Bi keluar, 
   


tararaaaaaaaanggg Seul Bi pun keluar dengan menggunakan pakaian seragam yang ia inginkan (cantik nyaaaa) Shin Woo Hyun melihatnya dan terkejut Seul Bi terus tersenyum dan menghampirunya lalu menggandengnya dan memaksa untuk membelikannya, tapi Shin Woo Hyun tetap tidak membolehkannya dan akan membelikan yang lain Seul Bi tetap ingin yang itu dan menarik-narik tangannya Shin Woo Hyun mengtakan “bahkan kau tidak sekolah, kenapa kau pakai seragam?” Seul Bi mengatakan “kau tak harus pergi kesekolah untuk mengenakan seragam” dan “aku hanya perlu pergi kesekolah” sambil tersenyum Shin Woo Hyun mengatakan “gila”
  


Di sebuah cafe ada polisi dan keluarganya sedang membicarakan besok polisi itu tak bisa meluangkan waktu, jadi ia merayakan ulang tahun Yeong Seul sekarang disana sudah ada kue ulang tahunnya juga beserta lilinnya dan mengucapkan “selamat ulang tahun putraku” 
    


Yeong Seul juga mengatakan “aku juga tak punya watu besok” ia melihat ke arah ibunya dan mengatakan “aku punya rencana bersama ibu” ayah nya terdiam dan melihatnya lalu melihat istrinya, istrinya pun terseyum bingung dan berkata “aku ingin mengambil hadiahmu, tapi aku memutuskan tidak membeli apa yang kau tidak suka” sambil melihat Yeong Seul, ayah mengatakan “kita hanya perlu membelinya bersama” Yeong Seul melihat keluar dan orangtuanya heran dan terus memperhatikannya.
   


Seul Bi dan Shin Woo Hyun jadi membeli pakaian mereka dan mereka pun jalan pulang Shin Woo Hyun membawa barang belanjaannya dengan muka yang menekuk namun sebaliknya dengan Seul Bi ia berjalan dengn menggunakan pakaian barunya dengan mimik muka gembira. Mereka melewati sebuah cafe dengan kaca yang lebar lalu Seul Bi berkaca disana dan merapiakn seragam barunya Shin Woo Hyun terus berjalan tak tau kalo Seul Bi berhenti, Yeong Seul melihat Seul Bi yang seang berkaca ibu dan ayah nya pun melihat ke arah kaca dan ayah nya bertanya “itu dari sekolahmu ya, apa kau mengenalnya?” Yeong Seul tak menjawab hanya terdiam saja sambil melihat keluar Shin Woo Hyun menarik Seul Bi dan mengajaknya untuk pulang, ibunya bersikap seolah-olah malu dan sudah merasa tak nyaman berada disana dan mungkin juga takut ketahuan lagi makan bersama dengan Seong Yeul anak tiri sekaligus muridnya. Polisi dan keluarganya pun meneruskan pembicaraannya dan Seong Yeul pergi duluan tidak bareng dengan orang tua nya. Ibunya pun menyusul dan berkata pada suaminya “bayar tagihan dan pergilah”
   


Ibunya menghampiri Seong Yeul yang baru saja keluar dari cafe dan memanggilnya “Seong Yeol tunggu aku” Seong Yeol terdiam dan melihatnya “siapa yang peduli jika anak-anak melihat kita” “dan terlihat mempunya rahasia” Seong Yeol mengataka “tetu kita punya rahasia. Tiba-tiba ada penjambret dan mengambil tas ibunya sampai ibunya terjatuh, Seong Yeol berdiam diri kemudian ayahnya keluar dan mengejar penjambret itu Seong Yeol disuruh untuk menjaga ibunya.
   


Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyun melihat penjambret itu berlari lalu mereka mengejar penjambret, ditengah-tengah perjalanan penjambret menabrak orang-orang dan terus berlari polisi itu menolong orang yang tertabrak dan Yeong Seol pun ikut mengejar penjambret itu juga, 
   


si penjambret terjebak di jalan buntu lalu Shin Woo Hyun menghampirinya dan penjambret itu menaroh tas curiannya dan mereka berkelahi, ditengah-tengah perkelahiannya Seul BI muncul dan mengeluarkan kekuatannya agar penjambret itu tidak mencelakai Shin Woo Hyun, ketika penjambret itu membawa kayu Shin Woo Hyun berkata “tunggu sebentar, ada hal yang perlu aku lakukan” kayu yang dibawanya terjatuh dan mereka meneruskan perkelahiannya 
   


Seul Bi pun melemah dan terjatuh eits tiba-tiba ada Seong Yeol dan menahannya Seol Bi Pun berkata padanya “Si Payung” dan pingsan. Shin Woo Hyun melemahkan penjahat itu dan polisi memborgolnya. Shin Woo Hyun menghampiri Seul Bi dan menyadarkannya Seul Bi berkata “aku sangat lelah” Shin Woo Hyun membawanya pulang.
   

Polisi menghampiri istrinya dan ia pun memeluknya, dan Seong Yeol pun datang dan membawa tas ibunya lalu memberikannya, ia memeriksa kondisi tasynya barang nya tidak ada yang hilang dan berterimaksaih pada Seong Yeol karena sudah membawakan tasnya, kemudian ayah nya mengatakan “putraku pemberani, kau menangkap duluan sebelum aku” Seong Yeol pun terdiam.
   


Shin Woo Hyun menggendong Seul Bi dan berkata “kau bebas tidur diman saja” “kau punya bakat menakuti orang lain” “kenapa ikut campur ketika orang lain berbahaya” “orang yang aku kenal berlari dari ketidak adilan dan melukai yang lain hanya melindungi dirinya” “tapi kau berbeda dari orang yanga ku kenal” Seul Bi pun sadarkan diri dan mendengarkan apa yang Shin Woo Hyun  katakan Shin Woo Hyun belum mengetahuinya bahwa Seul Bi Sudah sadar “aku pasti jadi orang yang paling buruk yang kau kenal” “aku selalu menyuruhmu pulang dan pergi” Seul Bi menjawab “jadi jangan tinggalkan aku, aku tak punya tempat untuk ppergi tanpamu” ia pun terdiam dan menurun kan Seul Bi, Seul Bi mengatakan “aku masih pusing” “dunia masih berputar kaki ku masih lelah” Lalu Shin Woo Hyun menggendongnya kembali (Seul BI pun tersenyum gembira) dan berkata “akankah kau berhenti makan?” Seul Bi menanyakan tentang “kenapa kau terus menyebuut nenekmu ‘Miss kong?” dan menjawab “kau bodoh? Ayah ku adalah anaknya” Seul Bi “Lalu kenapa ? Restorannya juga Miss Kong” Shin Woo Hyun  “Dia akan berumur panjang seperti gadis-gadis dan bersamaku” “Kau lebih baik tak meludah di punggungku” Seul Bi melamun dan berkata dalam hatinya “beruntung aku bertemu dengan mu setelah aku menjadi seorang manusia”
   


Di balkon atas Rumah Shin Woo Hyun, Seol Bi sedang rebahan diatas bangku kayu cokelat dengan jemuran pakaian hitam dan boneka putihnya sambil tersenyum melihat keatas langit. Senior pun datang dan berkata “apa yang kau lakuakn disini ketika kau tak membutuhkan beristirahat lagi“ Seul Bi mengatakan “kenapa kau pergi sejauh ini ketika aku membutuhkanmu” malaikat itu pun melihat seul Bi dan bertanya “ tak ada yang terjadi” Seul Bi menjawab “ini sedikit aneh aku masih memiliki kekuatanku” “tapi aku tak bisa menggunakannya kapan pun aku mau” senior menanyakan apa yang terjadi setelah menggunaka kekuatanmu? “aku merasa lelah dan ngantuk” “aku bisa bangun setelah beristirahat” Senior melarang menggunakan kekuatannya untuk urusan manusia untuk sementara waktu, 
  


senior memberikan berkas berwarna coklat dan mengatakan “kau akan membutuhkan dokumen ini untuk hidup sebagai manusia” dan kau juga mempunyai nomor kependudukan kau harus jaga baik-baik, Seul Bi melihat dokumennya dan senior itu menanyakan Shin Woo Hyun dan Seul Bi mengatakan kalau dia rendah hati “dia selalu mengomel dan mengejekku” Dia pikir mencari tahu tentang Shin Woo Hyun akan menuntunku menemukan jawabannya. Senior itu meminta Seul Bi memberitahunya jika ia menemukan jawannya sambil berdiri dan mengatakan “aku tak punya banyak waktu untuk ngobrolbersama manusia” lalu pergi menghilang. Dia menyebutku manusia Seul Bi sambil melamun mengatakannya.
   

Nenek sedang minum obat sendirian, tiba-tiba Seul Bi datang memnghampirinya nenek pun buru-buru membereskan dan menyembunyikan obatnya dan kembali menyetrika seragam Shin Woo Hyun, Seul Bi bertanya kenapa harus disetrika nenek menjawab aku ingin ia punya kehidupan sekolahnya yang bagus lalu menyetrika bajunya yang rapi, Seul Bi juga ingin bajunya disetrika nenek bertanya “kenapa kau membeli ini ?” “apa kau ingin sekolah?” ia menjawabnya sejak Shin Woo Hyun sekolah, neneknya mengatakan jika kau pergi akan buruk dia yakin ada jalan lain untuk Seul Bi dan bertanya “apa kau suka Shin Woo Hyun” menjawab tidak eits tapi ia pikir nenek gak akan percaya lalu mengatakan iya menyukainya si nenek pun tertawa. 
   

Shin Woo Hyun datang menghampiri nenek dan Seul Bi lalu duduk, nenek mengatakan “kau beruntung” sambil tertawa ria dan mejawab “nek aku tak segampang itu? Dan apa itu pengakuanmu ? kalu begitu aku akan mengatakan tidak dengan sopan sambil melihat Seul Bi “lalu untuk apa memilihku” Seul Bi hanya menatap dan memegang hidungnya di depan Shin Woo Hyun dan bertanya apa itu ia menjawab “Psycho” sambil tertawa.
   

Yeong Seol sedang memainkan alat musiknya sendirian di kamar, tiba-tiba melamun dan mengingat ketika menahan Seul Bi yang akan pingsan dan berkata (si payung) ia pun terus memikirkannya dan membanting alat musiknya dengan drum stiknya.
  

Shin Woo Hyun mengenakan seragam sekolah barunya sambil bercermin dan bersiap-siap berangkat ke sekolah barunya, lalu Shin Woo Hyun turun kebawah untuk sarapan pagi bersama-sama nenek dan Seul BI sudah berada di bawah juga eits Shin Woo Hyun melihat boneka putih yang dibawa Seul Bi dan menanyakan “apa itu” ia menjawab “saudara perempuanku” sambil tersenyum, Shin Woo Hyun pun mulai sarapannya. 
   

Nenek mengatakan pada Seul Bi turunlah dan bereskan restoran setelah sarapan dan memberitahu apa yang harus ia kerjakan setelah sarapan, Seul Bi pun mengulangi apa yang harus ia kerjakan dan ia pun bersiap mengerjakan semuanya “OK” Shin Woo Hyun berkata “Miss Gong ! ku seperti ibu tiri cinderella” 
  

nenek memarahinya “makanlah dan cepat pergi sekolah ini hari pertamamu kan?” lalu Shin Woo Hyun melihat jam dan berkata “masih banyak waktu ko” Seul Bi mengatakan “burung itu terus mengoceh jadi aku memukulnya” sambil tersenyum “dan dia tak akan membuat bising lagi” nenek dan Shin Woo Hyun bengong dan mengatakan “apa yang kau bilang barusan”
   

Sekolah baru Shin Woo Hyun, Shin Woo Hyun berlari dan belum mengancingkan seragamnya eits tiba-tiba ia terdiam sejenak lalu ketempat yang tersembunyi dan mengancingkan seragamnya sambil mengoceh “ash dasar si mesum gila” dan berkata “apakah dia akan membiarkanku karena hari ini adalah hari pertamaku?” dia pun bersikap alami seolah-olah tidak tau apa-apa (ternyata tadi melihat para murid yang sedang dihukum karena kesiangan) 
  

kemudian berjalan dan melewati guru yang sedang menghukum para murid eits guru itu melihat dan memberhentikannya lalu bertanya “siapa kau?” menjawab “murid pindahan” guru “pindahan?” guru itu pun merangkulnya kemudain melepaskan rangkulannya dan menyuruh Shin Woo Hyun mengambil posisi push-up Shin Woo Hyun pun bergabung dengan murid lainnya, 
   

eh eh eh ternyata disampingnya itu adalah Ki Soo temannya. Ki Soo mengatakan jangan membuat kontak mata dengan dia, dia murit terkuat disekolah ini, ternyata barusan dia melihat anak yang terkuat disekolah itu (katanya sih) Kii Soo aku tak mengenalmu sekarang lalu Shin Woo Hyun mendorong Ki Soo sampai terjatuh semua temannya pun ikut terjatuh kecuali dia sendiri para murid marah dan Guru itu menyuruh ambil posisi siap dan lari 100 putaran “cepaaaaaaaaaaaaaaaaattt” Shin Woo Hyun tidak berlari guru pun menayakannya dan berkata “aku murid pindahan, merangkul lagi dan tetep menyuruhnya untuk berlari “CEPAT!!!” ia pun berlari dengan murid yang lain.
   

Ruang 203, itu adalah kelas murid-murid yang tadi dihukum termasuk kelas barunya Shin Woo Hyun, suasana diruangan kelas sangat ramai eits ternyata itu kelasnya Yeong Seol juga seperti biasa ia selalu menyendiri pendiam dan selalu menggunkan head phonenya. Siswa-siswi yang kesiangan mulai berdatangan masuk kelas dan duduk di bangkunya masing-masing, ada murid perempuan yang sedang memperhatikan Yeong Seol dan memotertnya diam-diam,
   


tiba-tiba seorang guru masuk beserta Shin Woo Hyun (murid baru dikelas itu) para murid bergegas merapihkan tempat duduknya masing-masing dengan tertib, pak guru menyuruh Shin Woo Hyun untuk memperkenalkan diri para murid melihat kearahnya dan Seong Yeol pun membuka Head Phonenya, seorang murid perempuan ber head band putih tersenyum senang melihat Shin Woo Hyun berdiri depan anak-anak, pak guru pun berkata “perhatian!” “ini teman baru kalian” sambil menepuk punggungnya dan menyuruh memperkenalkan dirinya. Shin Woo Hyun menyapa para para murid yang lain dan memperkenalkan dirinya dan mengatakan “semoga kita bisa jadi teman” para murid bertepuk tangan dan perenpuan yang memakai head band putih berdiri dengan raut muka yang begembira dan berkata “ya tuhan” teman sebangkunya menarik tangannya dan menyuruhnya duduk kembali dan berkata “ini sangat memalukan”, 
  


Seorang murid yang duduk dibelakang dan katanya ia murid paling kuat di sekolahan (katanyaaaaa) dan berkata “perayaan hari pertama!) dan murid yang lain pun bersorakan sambil menepuk tangan mereka “perayaan hari pertama” dan menyuruhnya bernyanyi.
   


pak guru pun mengamankannya “baiklah” lakukan apa yang kau suka berkata kearah Shin Woo Hyun, dan ia pun bernyanyi para murid melihatnya dan ada yang sambil bercermin macem-macem perilaku mereka Ki Soo mengacungkan jempol padanya, murid ber head band putih itu mengechat pada semua murid “suami masa depanku tak ada yang boleh menyentuh dan menatapnya” “aku akan membunuhmu”
Part 1 nya kita udahan dulu yaaaaa ... kita lanjutkan di part berikutnya ya bye bye ....... SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 2 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »