High School Love On Episode 2 PART 2

5/07/2016
    


Dilkelas dan Shin Woo Hyun masih bernyanyi tak lama dari itu nyanyi nya pun selesai anak-anak bertepuk tangan ria dan pak guru menghampirinya dan menyuruhnya duduk disebelah “Chun Shik” dan menunjukkan bangkunya Shin Woo Hyun pun pergi ke arah tempat duduknya dan menyapa Chun Shik tapi Chun Shik terdiam ketakutan  Shin Woo Hyun pun di acuhkan (kasiaaaaan) kemudian duduk disampingnya. Guru itu memandu para murid bernyanyi lalu keluar (menurut Shin Woo Hyun itu sangat aneh) mungkin jauh berbeda dengan sekolahnya yang dulu. 
  


Tiba-tiba gadis headband putih itu meghampirinya dan berkata “kau sungguh disini” sambil tersenyum mala dan menutup mulutnya, gadis yang rambutnya di ikat pun tak mau kalah ia mengedipkan matanya, mengangkat tangan ke bibirnya dan meniupkannya pada Shin Woo Hyun lalu pergi keluar hanya tersenyum menanggapi gadis-gadis itu. 
   



Murid yang duduk di belakang bangku Chun Shik menghampirinya lalu menekukkan kepala Chun Shik dan mengajaknya ke toilet dan menariknya keluar, Si gadis HeadBand itu mengoceh “lagi? Dia lagi”. Shin Woo Hyun menanyakan pada Ki Soo “ada apa?” dan menjawab “orientasi pendatang baru” dan murid yang baru datang ke sekolah ini harus mengalami orientasi terlebih dahulu Shin Woo Hyun menjawab “itu keputusan yang bagus” gadis itu terus memotret Shin Woo Hyun dan ia tak menghiraukannya.
   


Para murid itu mambawa Chun Shik ke toilet disana ada murid-murid yang sedang buang air kecil ketika mereka datang bergegas keluar cepat-cepat, mereka memasukan Chun Shik kedalam ruang toilet dang menguncinya, tiba-tiba Seong Yeol Kelaur dari kamar toilet mereka hanya melihatnya sambil ketawa, mereka sangat menyukai Chun Shik dan terus berbincang-bincang sementara Chun Shik ketakutan di dalam toilet dan menaiki kloset lalu duduk di atasnya sambil gemetar ketakutan, 
   



mereka mendobrak semua pintu toilet dan berkata “bukan disini, bukan disini juga” Chun Shik menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara dan tidak terdengar oleh mereka, mereka akan mendobrak pintu toilet yang terakhir dan berkata “jika kau keluar aku hanya akan mengambil uangmu” terus menendang-nendang pintu tersebut sambil mengatakan “tapi jika aku menemukanmu, aku akan mengambil uang dan hidupmu Chun Shik semakin ketakutan, trnyata Yeong Seol masih berada di toilet ia sedang mencuci tangan dan mendengarkan mereka tapi ia tidak melakukan hal apapun ataupun membantu ChunShik, 
   


eits eits eits mereka malah buang air kecil di depan pintu toilet yang diisi Chun Shik eh ternyata bukan itu yang mereka lakukan tapi menumpahkan air dari ember merah dan brerkata “berjalanlah di air urinku dan aku akan membiarkanmu pergi” sambil tertawa lebar “apa kau gak mau keluar” dan terus menendangnya, dan akhirnya ChunShik turun dari atas kloset dan bersiap untuk membuka pintunya dan membuka pintu toilet tersebut, 
    


tiba-tiba Shin Woo Hyun datang terburu-buru dan berakata “perutku! Ya ampun” dan masuk kedalam toiket itu, iapun berada di dalam toilet bersama ChunShik dan pura-pura membuang air besar dengan suara buatannya dan mereka mengatakan uh ini menjijikan dengan muka kesal lalu menyuruh ChunShik keluar dan terus menendang-nendang pintu itu, Shin Woo Hyun berkata “uh enak sekali” seolah-olah ia buang air besar beneran, ketua dari mereka mengatakan “hentikan BAB-mu dan  keluarlah!” sambil teriak, 
   


Seong Yeol menghampiri dan mengatakan “hentikan dan kembali ke kelas” diantara mereka ada yang mengataka “kau yang harusnya kembali Seong Yeol menjawab “ini kelas etika, kalau kalian melewatkan kelas ini lagi kalian harus membawa orang tua kalian kemari” Shin Woo Hyun menguping dari dalam toilet Chun Shik masih berdiam diri ketakutan, mereka hanya melihat Seong Yeol yang sedang berbicara Seong Yeol berkata lagi “bukankah orang kalian sibuk?” mereka terdiam lalu ketua dari mereka menghampirinya dan menepuk tunggak Seong Yeol dan berkata “terima kasih untuk informasinya” dan mereka pun bergegas pergi ke kelas asmbil berkata “kelas etika menyelamatkanmu” Shin Woo Hyun keluar dari toilet dan Chun Shik pun ikut keluar toilet dan melihat Seong Yeol dan menunjuk ke arahnya dan berkata “siapa anak itu, siapa yang tak bisa mengingat penampilan sombong itu?” Shun Chik mengatakan “ Dia murid paling cerdas di kelas kita” Shin Woo Hyun mengajak “ayo cepat pergi ke kelas” dan berterima kasih pada Shin Woo Hyun mereka pun pergi ke kelas juga.
    


Guru etika pun masuk kelas  para murid langsung merapikan tempat duduknya lalu pada diam dan menyimpan buku, laptopnya pelajarannya di atas meja guru dan berkata “jika kalian belajar mapel lain dikelasku, nilai kalian akan terluka” suasana dikelas pun menjadi sangat hening dan guru etika itu tersu menasehati para muridnya sebelum mulai pelajaran, para murid menyimpan buku mapel lain dan membuka buku mapel etika, guru etika itu menyalakan media pembelajarannya dan memulai pelajaran, Shin Woo Hyun, Shun Chik dan Seong Yeol belum pada masuk kelas gadis head band putih itu melihat terus ke arah pintu (mungkin karena Shin Woo Hyun belum masuk kelas kali ya).Shun Chik pun masuk kelas dengan tergesa-gesa dan berusaha menutup pintu dan bergegas duduk guru etika hanya melihatnya dan meneruskan mengajarnya. 
  


Seong Yeol dan Shin Woo Hyun berjalan menuju kelas, Shin Woo Hyun pun merangkulnya dan berkata “ayo masuk bersama, jadi ini gak akan memalukan” ia menjawab “masuk bersamamu bahkan akan lebih memalukan” sambil melepaskan tangan Shin Woo Hyun dari pundaknya, Shin Woo Hyun berkata juga “tentu, wajahku lebih menonjol dari pada kau, kalau begitu ambilah” dan pergi duluan ke arah kelas, 
   


Seong Yeol menerima message “putraku, aku gak bisa menepati janjiku karena sesuatu hal yang lain, maafkan aku, aku mengirimkan beberapa uang ke rekeningmu” “dan belilah beberapa makanan bersama temanmu” selamat ulang tahun!” ia membacanya dengan muka kesal lalu memasukkan hpnya kembali ke saku celananya dan pergi menyusul kearah kelas, suasana dikelas masih belajar dan sangat hening eits tiba-tiba Shin Woo Hyun masuk ke kelas dan berkata “maafkan aku” Seong Yeol pun menyusul masuk dan langsung menghampiri bangkunya guru etika pun berkata “apa yang kau lakukan ? “Shin Woo Hyun menjawabnya “ada banyak antrian di toilet?” dan bu guru menyuruh mereka untuk keluar kelas, 
  


Seong Seol pun langsung pergi keluar kelas namun Shin Woo Hyun berkata dan membela diri “aku akan berhati-hati mulai...” bu guru “keluar, kalian mengganggu yang lain” ia pun pergi keluar dan merasa ia pernah melihatnya tapi entah dimana, murid yang dibelakang menyuruh temannya untuk mencari tahu profil Shin Woo Hyun. Shin Woo Hyun mengatakan “dia pandai sekali, dia gak bicara waktu mengajar” sambil melihat pelajaran dari depan pintu kelas dan Seong Yeol hanya berdiam diri Shin Woo Hyun berkata banyak hal di depan pintu sambil terus melihat ke ruangan kelas, 
 


lalu ia melihat Seong Seol dan menanyakan “apa kau sudah mengembalikan tas kepada pemiliknya?” Seong Yeol melihat ke arah kelas dan menjawab “maaf tapi aku perlu memukulmu”  beukkkk ia memukul Shin Woo Hyun sampai terlempar ke pojok pintu ketika Shin Woo Hyun akan memukul balik guru etika keluar kelas dan berkata sambil teriak “apa yang kau lakukan?” mereka terus bertatapan kesal dan mencoba untuk membalas pukulannya tapi ibu guru itu menghentikannya dan melepaskan tangan Shin Woo Hyun dan berkata “aku ingin kalian diam, akankah kalian berhenti?” bu guru menghampiri Seong Yeol dan berkata “kau tahu apa yang terjadi ketika kalian bertengkar di sekolah?” menjawab “bawa ibumu kesini?” dan mengatakan “ibuku sibuk gak tau berapa lama dia akan kesini” wooooowww ibu guru itu menamparnya dan Shin Woo Hyun hanya melihatnya.
 


Shin Woo Hyun dan Seol Yeong dihukum berlari mengelilingi lapangan, Shin Woo Hyun menghampiri Seong Yeol dan bertanya “apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?” dia mengatakannya sambil belari “maaf” Shin Woo Hyun mengatakan “itu gak akan impas, lihat wajahku” sambil menunjukkan luka di wajahnya yang tadi di tonjok, mereka pun berhenti berlari Seong Yeol pun berkata “pukul aku!” apah ? “kau boleh memukulku” lalu Shin Woo Hyun membalas pukulannya dengan keras dan berkata “aku akan menyisakan pukulan yang satunya, aku akan menggunakan kalau aku membutuhkannya” sambil menatap Seong Yeol, Seong Yeol malah tertawa sambil memegang luka tonjokkannya dan terus melihat Shin Woo Hyun. Shin Woo Hyun mengatakan “kau tak akan bisa tertawa, kau bahkan tak punya waktu untuk terkejut. Cukup itu saja” dan meneruskan mengelilingi lapangan nya.
 


Ditengah-tengah perjuangan mengelilingi lapangannya Shin Woo Hyun menanyakan sesuatu “apa kau punya perasa ke gutu itu atau yang lain?” menjawab “apa aku harus memukulmu lebih keras?” “aku pikir aku belum memukulmu begitu keras jadi aku perlu memukulmu lagi” mereka terus membicarakan soal pukulan, tiba-tiba Seong Yeol menanyakan keadaan Seul Bi “apa dia baik-baik saja?” Siapa ? “oh si mesum gila itu?” dia merasa kalau Seul Bi tidak baik-baik saja Shin Woo Hyun menjawab “itu bukan kesehatan fisiknya yang tidak baik, tapi kesehatan mentalya” “kau tertarik dengannya?” dia tak menjawab dan malah terdiam dan lari lebih kencang sehingga mendahului Shin Woo Hyun, Shin Woo Hyun mengatakan kalau dia mendadak naif sambil berjalan pelan, kemudian terus berlari dan menyusulnya.
 



Setelah berlari mereka rebahan di tengan lapang, Shin Woo Hyun mleihat Seong Yeol eits tiba-tiba kakinya Shin Woo Hyun di taruh diatas kakinya Seong Yeol mereka pun saling berbalas dan memainkan kaki mereka dan saling menarik tangan mereka dan mereka pun merasa kesakitan, setelah itu mereka tertawa bareng.


Eits tiba-tiba ada pria bertiga yang selalu menjahati orang-orang yang tak berdaya dan melihat Shin Woo Hyun dan Seong Yeol yang sedang rebahan dan tertawa ria.
 


Di ruang kesehatan para siswi sedang beristirahat dan asyik mengobrol sambil ketawa-ketiwi, tiba-tiba guru etika datang an masuk ke ruangan tersebut para siswi pun bergegas keluar dari ruang kesehatannya, guru etika itu pun beristirahat dan tiduran di atas kasur yang ada disana dia sangat kelelahan.



Di restoran nenek ( Miss Gong ) dipenuhi pengunjung, Seul Bi pun membantu nenek melayani pelanggan, disana ada temennya Shin Woo Hyun dari sekolah barunya datang untuk makan disana Seul Bi juga yang melayaninya, namun ia bertanya pada nenek “nenek apa yang ank ini lakukan?” dan terus melihat seragam yang dipakainya karena sama dengan yang ia pakai tapi dia belum pernah melihatnya disekolahan, Seul Bi mengatakan “kau maksud biji ek?” lalu menghampiri si nenek, nenek mengatakan “dia pekerja paruh waktu, jangan khawatirkan dia dan makanlah” mereka pun terus melihat kearah nenek, gadis itu berkata “aku memperingatkanmu, kau jangan pernah menggoda bahkan menatap Shin Woo Hyun, Seul Bi memberikan makanan yang dipesannya “aku akan membunuhmu, mengerti?” 
 


berita di televisi membahas mengenai bencana alam dan Seul Bi menjawab apa yang di ucapkan di Tv dengan benar mereka pun heran dan si nenek mengatakan “apa kau pintar ?” Seul BI menjawab “entahlah, aku gak pernah belajar” gadis itu berkata “kau mungkin beruntung dan menunjukkan soal sekolahnya yang sangat sulit dan menyuruh Seul Bi mengerjakannya “kau bisa mengrjakannya?” sambil membuka buku pelajaran dan mengeluarkan pensilnya, teman gadis itu berkata “hari ini satu saja, lalu besok dua” dan Seul Bi pun mengerjakannya tanpa kesulitan gdis itu pun menyamakan jawabannya dengan yang ada di buku dan ternyata benar semua mereka terkejut, 
 


kemudian Shin Woo Hyun dan Ki Soo baru pulang dari sekolah dan menyapa neneknya “ Hai Miss Gong” lalu Ki Soo melihat gadis gendut temen sekelas nya dan menyapanya “hai” dan Shin Woo Hyun melihat ke arah Seul Bi gadis itu pun berpura-pura mengatakan “kenapa kau mengerjakan PR-ku?” kepada Seul Bi dan Seul Bi berkata “aku hampir menyelesaikannya sambil tersenyum, gadis itu pun tersenyum ke arah Shin Woo Hyun lalu pergi, si gadis gendut berkata pada Seul Bi “selesaikan ini besok, OKE?” lalu pergi si nenek berkata “terima kasih sudah makan disini” dan Shin Woo Hyun terus melihat Seul Bi.
 


Nenek membawa Shin Woo Hyun ke ruangan tengah rumahnya dan mengajaknya duduk berdua nenek mengatakan “aku mencari tahu dan tak ada orang yang melaporkan kehilangan” dan memperbincangkan mengenai Seul Bi, Shin Woo Hyun yakin kalo Seul Bi pasti akan mengingat semua tentangnya, nenek bertanya “haruskah dia besok masuk sekolah juga?” Shin Woo Hyun “sekolah dimana “ nenek “ Di sekolahmu” Shin Woo Hyun melarangnya karena itu tak akan bagus dan itu terlalu berlebihan, si nenek mengatakan “dia punya seragam dia juga kelihatan pintar” dan nenek nya yakin dia akan mengingatnya kambali lebih cepat kalau ia masuk sekolah dan dia perlu menggunakan otaknya, Shin Woo Hyun tetep tidak setuju kalau Seul Bi satu sekolah dengannya malah menyuruh masukkan Seul Bi ke sekolah yang lain lalu ia pun pergi dan neneknya pun melamun.



Guru etika sedang berada di depan cermin kamarnya dan melihat kalung gemboknya ia melamun sambil melihat sebuah box dan berkata “sebentar lagi hari ulang tahunmu” ia terus melihat kalung itu (mungkin guru etika itu sedang kangen seseorang).
 


Seong Yeol sedang membaca buku di atas kassur kamarnya, lalu ada yang mengetuk pintu ternyata dibunya (guru etika) masuk membawa kue ulang  tahun dan sebuah kado ia menyimpan kue di mejanya lalu menghampiri Seong Yeol dan berkata “EarPhone-mu kelihatannya sudah rusak jadi aku membeliaknnya yang baru” ia mengacuhkan ibunya dan terus membaca, ibunya berterimakasih karena sudah mendapatkan tasnya Seong Yeol berkata “jangan salah paham, ayahku mempertaruhkan segala sesusatu untuk suatu hal yang bodoh, mereka pun terus memperbincangkan mengenai masalah mereka yang tak ada ujungnya karena belum ada yang mengalah di antara mereka, ibunya mengatakan “tetaplah di sekolah, kau tak ingin ayahmu di panggil ke kantor kan” Seong Yeol pun membukakan pintunya dan menyuruh ibunya keluar dan membawa lagi kue ulang tahunnya, ibunya pun membawa kue dan keluar dari kamarnya.



Ibunya berdiri di depan pintu kamar Sseong Yeol dan berdiam diri sambil liatin kue ulang tahunnya kemudian ia meniup lilin nya sendiri dengan muka yang sedih.
 


Di kelas, gadis yang kemarin menghampirinya Shin Woo Hyun sekarang menghampirinya lagi sambil dudu di atas meja Shin Woo Hyun dan bertanya “kau bisa bernyanyi” dan menawarkan untuk bergabung di klub-nya, pria yang selalu menganianya para murid pun menengok ke arah mereka Shin Woo Hyun pun menolaknya dan berkata “apalagi kalau ini caramu merekrut dengan biasanya” gadis itu pun mengatakan kalau ia bisa membuat kehidupan sekolahnya menjadi surga atau neraka dan berkata “ini sudah cukup menjadi neraka” pria itu terus melihat kearah mereka, gadis itupun pergi keluar tapi pria itu terus saja melihat Shin Woo Hyun lalu pergi, Shin Woo Hyun berkata “hidup ini sepertiku melemparkan ke ring bola”.
 


Di ruang ganti ketika Shin Woo Hyun sedang melipat baju dan memasukkannya ke loker miliknya ia mendengar orang mengatakan “berapa banyak guru les kali ini?” lalu ia melihatnya dan ternyata itu si pria yang selalu menindas orang-orang lemah yang sedang telponan dan membahas mengenai keluarganya ia menghadap ke depan loker lalu mematikan telponnya dan memasukkan ponselnya lalu pergi dan melihat Shin Woo Hyun berada di depannya, ia pun menghampirinya dan berkata “berapa lama kau menguping?” Shin Woo Hyun menjawab “aku tak menguping, aku hanya punya telinga” lalu menutup lokernya dan pergi, pria itu terdiam dan mengoceh “bocah itu”
 


Suasana di kolam renang yang sedang melakukan pemanasan, guru olah raga menunjuk Seong Yeol untuk menunjukan gaya bebas 50m mulai! Seong Yeol maju ke depan dan bersiap-siap kemudian mulai renang, murid yang lain pada mengambil papan pelampung dan Ki soo bertanya kepada Shin Woo Hyun “kenapa kau takut berenang” menjawab “dingin, aku itu anjing laut yang berada di kolam hangat” pria itu terus melihat Shin Woo Hyun ia pun melihat balik pria itu, pria itu meniup pluit pertanda para murida harus segera turun renang, sekarng giliran barisan Shin Woo Hyun yang maju berenang, 
 


Shin Woo Hyun mencelupkan kakinya ke kolam renang dan mengangkatnya lagi karena takut pluit pun bunyi tapi Shin Woo Hyun tidak turun berenang guru olah raga itu bertannya kenapa kau tak renang Shin Woo Hyun pun pura-pura batuk dan mengatakan “aku deman” guru “oke baiklah, nanti kau membereskan tempat ini, Ki Soo merangkulnya dan berkata bahwa ia akan membantunya setelah kelas selesai.



Para murid berada di ruang ganti, mereka pun mengganti pakaiannya., ketua dari pria yang kmaren memanggil temannya yang sedang mengeringkan rambut dan mengajak mereka tuntuk menjahili Shin Woo Hyun lalu mengambil seragam Shin Woo Hyun dari lokernya lalu membawanya dan menaruhnya tempat cuci tangan dan membiarkan kerannya terbuka pakaiannya pun basah, 
 



setelah itu mereka pergi dan menghampiri Shin Woo Hyun di tengah-tengah perjalanannya, Shin Woo Hyun pun masuk dan membuka lokernya melihat seragmnya tidak ada dan hanya ada kalungnya, ia pun mencarinya dan melihat seragamnya diguyur air keran lalu melihat dan mengangkat seragamnya.



Nenek menerima telpon dari seseorang dan orang itu selalu saja menggangu dan berkata “aku sibuk sampai aku sekarat” nenek pun menutup telponnya, Seul Bi yang sedang melayani pelanggan pun menghampiri nenek dan mengatakan “kenapa manusi selalu menyalahgunakan kata sekarat?” dan meminta Miss Gong untuk untuk tidak menggunakan kata itu lagi, 
 



tiba-tiba telpon berdering lagi sekarang Seul Bi yang mengangkatnya dan ternyata Shin Woo Hyun yang menelpon ia menyuruh Seul Bi untuk membawakan seragam di kamarnya tanpa harus diketahui neneknya dan menyuruh membawanya ke kolam renang sekolah ia pun menutup telpon dang memakai kalungnya kembali dan berkata “aku gak bisa ke sekolah”.
 


Seul Bi pun berangkat membawa seragamnya Shin Woo Hyun dan Seul Bi melirik ke arah samping melihat sepeda lalu ia menaiki sepedah itu ia terus menggoesnya tapi gak maju-maju karena Seul Bi gak menarik standarnya karena ia gak tau bagaimana memperbaiki standarnya, dia merasa kalo meliahat di tv kelihatannya gampang ia pun marah-marh apda sepedanya, eits tiba-tiba ada orang bersepead lewat ia pun mengejar dan melihatnya dan teeeeeerruuuuuss berlari mengejarnya.



Shin Woo Hyun pergi ke kolam renang untuk membereskan papan pelampung bekas tadi para murid renang tiba-tiba pria yang selalu menindas itu da berkata “kau butuh bantuan anak baru?” anak itu mengikuti Shin Woo Hyun dan berkata “kau tau aku tak bisa hidup dengan hutang” ia merasa akan mendapatkan hal buruk dengan Shin Woo Hyun, Shin Woo Hyun angkat bicara “kalau begitu jangan mengganggu satu asma lain” ia menyuruh anak itu keluar dan dia bisa mengunci pintunya setelah anak itu keluar, 



Shin Woo Hyun mencoba mengambil papan renang warna merah di kolam reanang ia pun mendapatkannya daaaaaaaaaaaannnn anak itu menendang Shin Woo Hyun ke kolam renang  ia pun tenggelam karena tak bisa berenang.



dan teringat sewaktu kecilnya ia pernah tenggelam juga itu penyebab ia tak bisa berenang karena trauma, anak itu pun tersenyum melihat Shin Woo Hyun  terjatuh lalu pergi dan Shin Woo Hyun brusaha naik tapi ia atak mampu dan akhirnya Shin Woo Hyun terapung,
kasian ya Shin Woo Hyun tak ada yang menolongnya, apakah akan ada yang menolong nya ... ? kita lihat di episode berikutnya yuks tapi sekarang sampe sini dulu ya udah malem nih bye bye ....... SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 3 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »