High School Love On Episode 3 PART 1

5/08/2016
  


Sekumpulan murid yang selalu memperbudak dan menganiaya para murid yang lemah sedang menunggu temannya yang sedang memberi peringatan kepada Shin Woo Hyun, ketua dari mereka pun datang, mereka pun bergegas pergi smentara Seong Yeol sedang berjalan dan melihat merega pergi terburu-buru ia pun terdiam melihat ke arah tangga dan ke mereka. 
    


Seul Bi datang menolong Shin Woo Hyun dan berusaha membawa Shin Woo Hyun ke darat namun ia kesulitan untuk membawanya tiba-tiba ada seseorang yang turun berenang ke kolam dan menolong Shin Woo Hyun (ternyata dia adalah Seong Yeol) ia pun berkata “buka matamu, kakimu bisa menyentuh dasar”Seul Bi hanya melihatnya dan Shin Woo Hyun tetap berusaha mengangkat badannya seolah-olah kolam itu dalam dan akhirnya kaki Shin Woo Hyun bisa menyentuh dasar kolam sambil terus batuk-batuk Seong Yeol pun kembali dan meninggalkan mereka, Seul Ni menyuruhnya untuk menarik nafas sambil memperagakannya Shin Woo Hyun mengatakan “tapi air sudah melebihi kepalaku barusan” Seul Bi “itu karena kau duduk di dalam air” “bahkan kau tak bisa berenang” Shin Woo Hyun mengatakan kalau orang-orang menyebutku anjing laut Seul Bi berfikir “tapi anjing laut bisa berenang” “guk guk guk” Shin Woo Hyun berkata “kau pandai sekali mengejek orang” ini memalukan! Mereka pun pergi ke dasar kolam.
    


 Seong Yeol, Seul Bi dan Shin Woo Hyun masuk kedalam kelas kedinginan dan membuka lokernya masing-masing Seong Yeol mengambil Seragam olahraganya dan menyuruh Seul Bi untuk memakainya ia pun berkata “kau bagaimana?” Seong Yeol hanya berdiam saja tiba-tiba Shin Woo Hyun memberikan seragamnya juga pada Seul Bi dan mengataka “ini masih baru” sambil melemparkan seragam ke Seong Yeol dan berkata “kau gak bisa keluar sperti ini” Seul Bi hanya melihatnya Seong Yeol pun menjawab “berhentilah bertingkah sok keren” mereka berdua pergi ke ruang ganti baju dan Seul Bi berganti di Kelas mereka ketika Seong Yeol melewat Seul Bi berterima kasih padanya.


Suasana dikolam renang yang sangat hening dan di dasar kolam ada sebuah kalung dekat pembuangan air kolam.



Guru etika sedang berada di kamarnya sambil menatapi dan memegang kalungnya itu suaminya pun masuk ke kamar ia pun cepat-cepat memasukan kalungnya kedalam laci, suaminya duduk di kasur menanyakan keadaan di sekolahnya tadi dan menawarkan untuk mendidik anak-anak nakal di sekolah istrinya pun tersenyum dan berkata “mereka baik-baik saja” suaminya mengajak ia duduk di samping nya dan memperbincangkan mengenai Seong Yeol anaknya dan berfikir ia sudah tumbuh dewasa dan ia kira sudah tak merindukan ibu kandungnya lagi, istrinya menjawab “ibunya, pasti ia merindukan ibunya, dia akan seperti itu sepanjang hidupnya” dan ia pun yakin kalo ibu kandungnya sangat merindukan Seong Yeol jua dan meminta “biarkan ia sering menemui ibu kandungnya” mereka berpelukan dan suaminya berkata “maaf, dan terima kasih”
  


Seong Yeol, Seul Bi dan berjalan menuju sebuah toko dan Seong Yeol bertanya pada Seul Bi “kau ingat tempat ini?” ia pun masih mengingatnya dan berkata “oh ya! Payung, waktu itu sangat dingin” Seong Yeol bertanya lagi “dimana kau tinggal?” Seul Bi menunjuk ke arah Shin Woo Hyun dan berkata “aku tinggal disekitar sana bersama dia” Shin Woo Hyun mengajak Seul Bi pergi dan berkata “kita berada di kompleks yang sama” Seong Yeol hanya melihatnya, Seul Bi berkata sambil berjalan di tarik Shin Woo Hyun “ya, aku Cuma perlu pergi dengannya” “aku akan sering-sering menemuimu payung, daaaah” sambil melambaikan tanagnnya, ia pun melambaikan tangannya juga.
  


Seul Bi berjalan berdua dengan Shin Woo Hyun, eits tiba-tiab Shin Woo Hyun berbalik arah tanpa memberitahu kepada Seul Bi dan akhirnya menabrak Seul Bi eh ia malah menekan jidatnya Seul Bi dan berkata “ lihat kau!” Seul Bi mengatakan “aku suka baju ini, dimana kau mendapatkannya?” ia merasa banju itu nyaman dan bagus sambil tersenyum dan memegang baju yang dipakainya. Shin Woo Hyun mengatakan kau tidak akan mampu membelinya, Seul Bi lagi-lagi mengatakan kata-kata manusia “kenapa manusia selalu membeli baju yang sangat mahal?” Seong Yeol “kau gak melompat untuk menyelamatkan aku kan?” Seul Bi menjawab “tentu, menyelamatkan anjing laut yang tak bisa berenang” setelah itu ia pergi mendahuluinya Shin Woo Hyun menyusul.
   


Seul Bi bertanya “apa kau benar tidak bisa berenang?” ia menjawab “aku tidak berenang, karena males saja” Seul Bi menyuruhnya untuk berenang seperti yang si payung (Seong Yeol) lakukan jika sedang malas, ia pun menjawab “aku jago berenang kalo lagi gak malas, aku cuman lagi gak enak badan aja hari ini” sambil menatap ke arah Seul Bi ia pun berpura-pura batuk lagi, Seul BI bertanya “apa kau sakit ?” sambil merabak jidatnya, Shin Woo Hyun bilang “jangan sekali-kali kau melompat dalam situasi itu lagi” Seul Bi menyanggahnya “tapi kalau kau dalam bahaya ?” Shin Woo Hyun bertanya “tapi kenapa kau tetap tersenyum di depan Seong Yeol (dia cemburu kali ya hehe) Seul BI malah menjawab “Seong Yeol ? itukah namanya ? aku suka namanya, keren!” Shin Woo Hyun mengatakan “bagaimana bisa sebuah nama kelihatan keren?” Seu BI menjawab “kau juga, apling tidak namamu keren” Shin Woo Hyun “paling tidak? Namaku lebih keren daripada kau” Seul Bi mengatakan”wajahmu juga pas” sambil memegang hidungnya lagi lalu pergi.
   


Shin Woo Hyun bersiap-siap untuk berangkat sekolah sambil bercermin sok keren gitu hihi, eits ia melihat kalung yang selalu ia pakai gak ada dari lehernya ia panik dan mencarinya ke dalam tas yang selalu diapakinya seklah, sebuah kotak, kasur samapi ke bawah risbang.
  

Shin Woo Hyun pergi ke bawah, Seul Bi menyapanya “selamat pagi” Shin Woo Hyun berkata “berhentilah!” sambil berjalan ke sekitar dapur dan semua yang ada di sekitar toko lalu mencari kalungnya, nenek bertanya “ menacri apa kau?” ia pun menjawab sambil terus mencarinya “kalungku” nenek “kalung? Kau menghilangkannya? Diman ? Gimana ini?” ia menjawab “entahlah! Dimana hilangnya” 
  

nenek menyuruhnya berhenti mencarinya dan terus makan, ia akan membelikan yang sama persis” Shin Woo Hyun “ sama persis ? gimana caranya ? itu cuman ada satu di dunia!” “bukan karena sama, itu kalung yang sama” sambil melihat ke arah neneknya dan tak henti mencarinya, ia terus berdebat dengan neneknya soal kalung itu dan berkata “apa nenek akan mendapatkan lebih dariku ketika aku hilang?” nenek dan nenek langsung berdiri ketika mendengar kata-kata itu, nenek “bagaimana bisa kau bilang begitu?” Shin Woo Hyun “kau bilang gak akan pernah kehilangan keluargamu sekalipun kau gak bisa tinggal bersamanya” dan langsung pergi setelah berkata seperti itu dengan kesalnya.
   


Seul Bi memanggilnya “Shin Woo Hyun” si nenek pun berkata “dimana sopan santunmu” setelah itu nenek langsung batuk-batuk dan berkata “itu benda yang sangat penting baginya, karena itu dari ibunya” Seul Bi bertanya “ibunya memberikannya?” nenek hampir jatuh dan kesakitan sambil memegang dadanya namun tertahan kursi Seul Bi pun menolong nenek.
   


Shin Woo Hyun datang ke sekolah dan langsung pergi ke ruang ganti lalu membuka loker miliknya mencari kalung tapi disana tidak ada, ke twallet yang ada di ruang ganti, ke ruang ganti baju, ke area kolam sambil melihat-lihat ke dasr kolam  ia tidak berani mencarinya ke dasar kolam karena ia takut, tapi tidak ada ia pun pergi ke kelas dan mencari di dalam lokernya yang di kelas tak ditemukan juga dan berkata “dimana benda itu hilang?” dengan muka yang kesal ia pun pergi keluar kelas.
   

Nenek sedang minum obat Seul Bi menemaninya dan berkata “kau sakit” sambil mereba jidatnya, nenek menjawab sambil tersenyum “aku baik-baik saja” Seul Bi mengatakan “jangan sakit, Shin Woo Hyun akan khawatir” nenek menjawab “jangan khawatir” dan menyuruh Seul Bi istirahat karena akan lelah kalau kau terus bekerja. 
   

Seul BI menjawab “aku harus mengerjakan ini dulu” ternyata itu PR si gendut yang kemaren makan ke restorannya nenek pun bengong melihatnya, Seul Bi terus mengerjakan soal itu tanpa ada hambatan atau kesulitan apapun, si nenek bertanya “kau bisa membantu mengerjakan PR-nya Woo Hyun ? Seul Bi berkata “Woo Hyun sangat buruk di sekolah?” nenek mengatakan dia hanya tak pernah mencobanya “aku tahu dia pandai” dan bertanya lagi “apa kau ingin pergi ke sekolah juga?” “kau akan bisa mendapatkan ingatanmu lebih cepat kalau punya banyak teman Seul Bi pun hanya melihat dan mendengarkan si nenek sedang berbicara padanya, ia pun mengatakannya dengan gembira sambil langsung berdiri “aku ingin ke sekolah!”.
  

Seul Bi membawa dokumen berwarna coklat dan pergi ke sebuah departement, tiba-tiba ada seseorang datang ia Seul Bi pun menghampiri dan orang iitu mengatakan “ini dokumen sekolahmu semuanya sudah selesai” ia menjawab “bagaimana kalau kau tahu aku akan pergi ke sekolah?” ia memberitahu Seul Bi “selain hal-hal kecil yanga ku gak tahu, aku sangat tahu segalanya” ia menyuruh Seul Bi mempercyainya kalau ia mengetahui segalanya. Dan berkata “kau cuman perlu menukarnya dengan ini” Seul Bi menyembnyikan dokumen yang dibawanya kebelakang pria itu bertanya “kau gak percaya?” sambil ketawa terbahak-bahak dan terus mengatakan “dia gak percaya! Kau berlagak seperti manusia asli, jadi ragu” dan ia menunjukan dokumen itu dan di dalamnya sudah tertulis nama Seul Bi, Seul Bi pun mempercayainya dan mau menukarkan dokumennya lalu bertanya “tapi bagaiman kau bisa .... ?” ia pun memotong pembicaraan Seul Bi “berhentilah bertanya dan anggap saja kalau aku tahu segalanya” “kalau begitu, semoga beruntung disekolah” ia terus memberitahu semua hal kepada Seul Bi, 
   

dan juga mengatakan “jauhi anak lak-laki” Seul Bi bertanya “kenapa?” ia menjawab “aku juga laki-laki, tapi anak laki-laki kan selalu menjadi anak laki-laki atau anjing” “Jangan Lupa a” Seul Bi bertanya-tanya soal “anak laki-laki atau anjing? Seperti anak anjing?” pria itu berkata “tidak, anak laki-laki atau anjing, seperti bayi” sambil memperagakannya, Seul Bi pun pergi karena gak tahan melihat tingkah laku orang itu yang sangat aneh, 
   

Seul Bi tiba diluar dan melihat senior lalu menghampirinya dan berkata “senior! Kau datang menemuiku?” senior itu tersenyum, pria yang tadi tiba-tiba datang dan menghampiri mereka dan berkata “lihat! Aku sudah bilang untuk menjauhi anak laki-laki” senior dan pria itu saling beratatapan dan berkata lagi “kalau kau terus berbicara dengan udara, mereka akan membawamu ke RSJ” dan menakuti Seul Bi “mereka akan mengikat tangan dan kakimu” dan pura-pura seolah-olah tidak melihat senior, Seul Bi berkata “apa yang ia bicarakan?” sambil bengong.
   

Seul Bi dan Senior itu duduk di suatu tempat, Senoir mengatakan “kau kelihatannya baik-baik saja hidup sebagai manusia” Seul Bi berkata “terima kasih, dokumen yang sudah kau berikan” senior itu berkata juga “kalau begitu kau harus tetap sebagai manusia sepanjang hidupmu” mereka terus berbincang-bincang samapi senior itu berkata “kau mau kembali?” bertanya “apa kau bisa melihatku dengan jelas?” Seul Bi terus menjawab pertanyaan seniornya ia pun sebaliknya, Seul Bi “aku jadi manusia karena telah menyelamatkan manusia” Senior bertanya “manusia, atau kau mau jadi seperti mereka” dengan tatapan yang tajam, senior itu berdiri dan mau pergi Seul Bi mencoba menghalanginya dengau memegang tangannya lalu menariknya tapi ia tak bisa karena itu tembus. Seul Bi mencarinya dengan melihat-lihat diarea sekelilingnya tapi tak menemukannya dan Senior itu berada dia di atas balkon sedang melihat Seul Bi.
  

Berada di ruangan kelas, para murid sedang sibuk dengan aktifitasnya masing, tiba-tiba pria yang kemarin mendorong menghampiri Woo Hyun yang sedang tiduran dia atas bangkunya dan berkata “aku seharusnya menyelamatkanmu kemarin, tapi aku terlambat” sambil meletakan minuman dia atas mejanya, sebagian orang pada melihatnya, Woo Hyun berkata “kelihatannya kau sanagt suka mengenaliku lebih, entahlah kalau akan ada yang tersisa untuku” Seong Yeol pun melihat mereka, 
   


eits tiba-tiba pria itu mengangkat rambutnya Woo Hyun sampai ia berdiri dengan mngocok minuman itu dan berkata “apa aku harus menggigitmu?” Woo Hyun mengambil minuman yang di taroh di bangkunya kemudian ia buka daaaaaaaaaannn di semprotkan ke muka pria songong itu ia pun kepedihan Woo Hyun berkata “makanlah, sentuh aku lagi, dan ini gak akan berakhir baik” pria itu kembali mengangkat kerah seragamnya Woo Hyun dan berkata “kau tau apah” kau pikir aku menyukaimu” mereka terus beradu omongannya karena merasa mereka semua itu yang paling benar.
   

Guru nyanyi masuk kelas dan membawa murid baru (Seul Bi) dan berkata “semua duduk!” para murid melihat ke arahnya termasuk Woo Hyun dan Seong Yeol pun melihatnya, Woo Hyun kaget melihat Seul Bi masuk kelas, Seul Bi melihat ke arah Woo Hyun dan langsung lompat ke arah Woo Hyun yang sedang di tari kerahnya oleh pria itu da mengigit tangan pria itu ia pun kesakitan dan mendorong kepala Seul Bi, Seong Yeol yang pendiam dan jarang ketawa ketika melihat Seul Bi menggitnya ia tersenyum, Woo Hyun bertanya “apa yang kau lakukan disini?” tiba-tiba pak guru mengataka “itu cara yang aneh untuk memperkenalkan dirimu” dan menyuruh Seul Bi kembali kedepan untuk memberikan salam, 
   


Woo Hyun membawa Seul Bi untuk keluar kelas, pak guru memanggil Woo Hyun ia pun menjawab dan melihat kearah pak guru dan bertanya “kau kenal Lee Seul Bi?” ia pun melepaskan tangan Seul Bi dan berkata sambil gelagapan “umm... aku...” Seul Bi menjawab “ya, aku tinggal bersama Woo Hyun, tiba-tiba ada seorang murid yang berkata “astaga! Kalian kembar?” Woo Hyun menjawab “tidak” gadis headband putih itu juga berkata “astaga!” dan melihatnya, si gendut dan gadi itu terus mengoceh, pak guru menanyakan Woo Hyun, Seul Bi kalian punya marga yang berbeda, “apa kalian sepupu?” Woo Hyun “tidak, ada beberapa kondisi keluarga” para murid bersorak, 
  


Seul Bi pun kembali kedepan dan memperkenalkan dirinya eits-eits tiba-tiba Seul Bi menunjuk pria yang tadi dan berkata “kau!, kau tidak perlu datang, kami berhak menolak pelanggan” Woo Hyun sangat kesal dengan Tingah laku Seul Bi dan memegang kepalanya guru itu pun berkata “aku sangat suka Ddokbokki” Seul Bi “pastikan kalian datang ya” sambil tersenyum manis “bolehkan aku duduk disebelah Woo Hyun sambil menunjuk ke arahnya, pak guru mengatakan Woo Hyun sudah punya teman sebangku sambil melihat-lihat bangku yang kosong, 
    

tiba-tiba Chun Shik angkat tangan memanggil pak guru dan berkata “pak, aku ingin pindah bangku” karena diseuru oleh anak-anak so berkuasa itu Woo Hyun menarik tangannya tapi Chun Shik terus membereskan buku-bukunya dan pindah ke bangku yang kosong di samping Seong Yeol, Seul Bi pun duduk disebelah Woo Hyun, anak yang tadi mengtakan “ori-en-tasi”kepada Woo Hyun, ia pun menggelengkan kepala sambil mengacak-acak rambutnya dan berkata “dasar gila”
   

Guru etika sedang berada diruang kesehatan bersama guru kesehatan, guru kesehatan itu memberikan obat kepadanya lalu bertanya “apa kau begitu stress, tak baik hanya minum obat saja sambil menyiapkan dua gelas kopi lalu membawanya dan menghampiri guru etika dan berkata “kau gak akan tahu, mengobrol adalah obat yang paling baik”, guru etika langsung pergi keluar tanpa membawa gelas kopi yang dibawa oleh guru kesehatan ia pun berkata “aku akan meminum keduanya kalau begitu” “bagaimana bisa dia menikah dua kali kalau sedingin ini” dengan muka kesal ia melontarkan kata-kata itu.
  

Tiba-tiba ada seorang guru laki-laki masuk keruangan kesehatan dan berkata “perawat!, mereka menyuruhmu menyiapkan P3K sebelum berangkat menjadi relawan hari ini” perawat iru pun melihatnya sambil tersenyum malu dan menawarkan kopi yang tadinya akan diminum kedua-duanya karena kesal dan berkata “aku sudah menyiapkannya” guru itu mengatakan “lain kali kopinya gratis ya” lalu pergi perawat itupun mengoceh sendirian di dalam ruangan.
  


Si gendut menghampiri Seul Bi dan meminta PR-nya yang sudah diselesaikan olehnya kemarin, Seul Bi pun mengambilnay dan memberikan kepada si gendut ia pun memeriksanya tanpa berterimaksaih, anak-anak yang berembu di sebelah kiri mengatakan pada temannya “apa dia sudah menjasi penjilat? Apa dia tahu kelompok kita?” Ki Soo berkata pada si gendut itu “kau tidak bisa membiarkan Seul Bi” Si gendut membalas perkataan KI Soo, 
    


Seul Bi memanggil Seong Yeol “si Payung!” dan menghampirinya sambil berkata “kita dikelas yang sama, kita akan sering ketemu sekarang” sambil tersenyum dan berjabatan tangan Seong Yeol pun menerimanya dan tersenyum, Seul Bi tidak percaya kalau ia bisa satu kelas dengannya menurut dia ini persis seperti di drama, Si gendut menghembuskan nafas sangat kencang melihat mereka bercakap sangat akrab, Ki Soo berkata “aku menolak melihat pertunjukan ini” sambil menutup mata dengan telapak tangannya.
    

Para murid bersiap untuk olah raga, Seu Bi pun sama dan membuka lokernya untuk mengambil sepatu olah raga ia menyimpannya dibawah lalu membuak sepatu yanng sednag dipakainya untuk segera diganti dengan sepatu olah raga, eits tiba-tiba gadis HeadBand itu menghampirinya dan menendang sepatu Seul Bi dan berkata “ oops, maaf” ketika Seul Bi mengambilnya si gendut datang dan mengambil Sepatu satunya lagi dan berkata “milikmu?” ia pun melemparnya lebih jauh Seul BI mau mengambilnya eh kakinya malah di tikung olehnya Seul Bi pun terjatuh, Gadis Headband itu menghampirinya lagi dan berpura-pura mau menolongnya dan memberikan tangannya eits ia lepas lagi terjatuh lagi Seul Bi-nya si gendut mengtakan “ayo bersenag-senag hari ini” lalu mereka pergi. Seul Bi berkata “ada apa dengan gadis itu” Woo Hyun melihatnya.
   

Suasana diruang basket murid dan laki-laki dan perempuan dipisah, perempuan disebelah kanan dan laki-laki disebelah kiri, Seul Bi Berada di tengah-tengah antara murid perempuan si gendut mempermainkannya dan melempar-lempar bola kesana-kemari Seul Bi pun mengikuti arah bola itu karena ingin menangkapnya, Seul Bi pun menangkap bola itu sambil di mainkan dan dilihatnya sambil di putar-putar, si gendut bertanya “apa yang kau lakuakan? Seul Bi pun melihat kearahnya dan melempar bola itu pada si gendut dengan menekuk mukanya dan pergi ke arah lain, 
   


Si gendut pura-pura batuk sebagai klu pada anak-anak untuk menjahili Seul Bi mereka pun pada mengambil posisi dan saling melemparkan bola pada Seul Bi ia pun melindungi tubuh dan mukanya dengan tangan ia berada ditengah-tengah para siswi, tapi mereka tak henti melemparkan bola pada Seul Bi Si gendut pun tersenyum senang, Seul Bi pun berdiri dan apa yang terjadi ..... wooooooooooowwww hidung Seul Bi berdarah ia mengusapnya, anak-anak pada bilang “oh dia berdarah” tapi mereka membiarkannya, gadis HeadBand bersiap-siap melemparkan bolanya 
    
daaaaannn tiba-tiba Woo Hyun menghalanginya lalu mengenai punggungnya Seul Bi pun sekarang terselamatkan dari bola itu, Seul Bi terkejut melihat Woo Hyun ada di depannya, Si gadis HeadBand itu terdiam dan terkejut melihat Woo Hyun orang yang ia sukai menolong gadis lain, Seul Bi Berkata “Woo Hyun!” Woo Hyun melihat ke arah si gadis Head Band putig itu ia pun berkata “Woo Hyun! Bukan aku” sambil ketakutan, Woo Hyun melihat ke semua murid perempuan dan membawa Seul Bi pergi, anak pengacau itu berkata sambil melihat kearah mereka “apa mereka menunjukan keromantisan mereka di sekolah ?” Seong Yeol hanya melihatnya, guru olah raga pun data dan menanyakan “ada apa” lalu pergi keluar mengikuti Woo Hyun dan Seul Bi.
   

Woo Hyun dan Seul Bi berada diluar, Woo Hyun mengatakan “kau bodoh! Mereka semua menyerangmu dengan cara mengajakmu” Seul Bi tak mengerti apa yang dibicarakannya Woo Hyun berkata “hah, bilang saja itu sakit, ketika kau sakit berhentilah tersenyum” sambil meberikan tisyu, Seul Bi pun mengusap darahnya dengan tisu itu dan berkata “kehidupan manusia pasti berat kalo semudah ini terluka” Woo Hyun mengambil tisu nya dan menggulungnya lalu dimasukkan ke hidung Seul Bi lalu menagtakan “kalau kau tak bisa melakukannya dengan benar, jangan coba mencari masalah” Seul Bi tak bisa bernafas sambil terus bicara Woo Hyun mengatakan “manusia tak semudah itu mati” 
   


Seul Bi melihat guru olah raga menghampirinya sambil tersenyum, guru itu tiba-tiba berhenti karena kaget dan berkata “ketahuan kalian” sambil menjewer kuping Woo Hyun dan menyuruhnya membersihkan perpustakaan, toilet dan gedung seba guna selama seminggu, Seul Bi mengikutinya dengan hidung yang masih terhalang tisu, Woo Hyun mencoba membela diri namun pak guru mengatkan “tambahan satu jam setiap kata yang kau ucapkan”  Seul Bi mengatakan “ini akan cepat selesai kalau kita bekerja sama” Woo Hyun komplain lagi dan guru itu pun memperingatkannya lagi sambil ters menjewernya.
   


Woo Hyun dan Seul Bi mulai membereskan perpustakaan, Woo Hyun sedang membereskan buku-buku ke tempat yang sudah disediakan ketika Seul Bi mengepel lantai ia melihat Woo Hyun lalu ia menghampirinya dan berkata “apa kau kena masalah algi gara-gara aku?” Woo Hyun hanya melihat  Seul Bi dan mendorong jidatnya kemudian melanjutkan merapihkan buku-bukunya, 
   
Seul Bi pun membantu meletakan buku-buku dan berkata “maaf, maaf” Woo Hyun melihatnya dan berkata “kau membuat hidupku berat” Seul Bi mencari buku dan menunjukan pada Woo Hyun yang sudah di tempel di kedua sisi mukanya sambil berkata “aku lapar! Makan dengan baik, hiduplah dengan baik” Woo Hyun berkata “seperti orang bodoh” sambil tersenyum, Seul Bi senang melihat Woo Hyun tersenyum, Woo Hyun menutup mulut Seul Bi karena berbicara keras di ruang perpustakaan, 
   
Seul Bi menanyakan “apa kau sudah menemukan kalungmu?” ia menjawab “aku gak butuh itu, dari seseorang yang bahkan aku gak mengingta wajahnya” Woo Hyun terus berkata-kata seakan-akan ia tak mempedulikan kalung itu lagi namun Seul Bi tetap memperhatiakan dari gaya bicaranya dan berkata sambil memegang dada Woo Hyun “bilang saja kalau itu sakit ketika sakit, jangan berbohong” Woo Hyun melepaskan tangan Seul Bi dan berkata “aku tidak bohong” ia berkata “tapi kenapa aku mendengarmu berbohong?” “ini aneh! Aku selalu bisa mencertakannya” Woo Hyun mengatakan pada Seul Bi “kau aneh! Jadi jangan pernah menyentuhku lagi” dan menyuruh Seul Bi membereskan semuanya ia pun berkata “baiklah” sambil membereskannya sendirian sementara Woo Hyun pergi. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 3 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »