High School Love On Episode 3 PART 2

5/08/2016
   

Woo Hyun masuk ke kelas sementara Seul Bi di perpustakaan membereskan buku-buku sendirian dan langsung duduk di bangkunya, di dalam kelas hanya adan mereka berdua dan murid berkacamata yang sedang belajar, Ki Soo menghampirinya dan meledeknya sambil memperagakan “tururuuuu tuuu turutuuuu ......” Woo Hyun berkata “ku pikir kau bilang kalau dia itu tipemu” sambil membereskan buku-bukunya, Ki Soo nengajaknya bermain video game.
   

tiba-tiba Seul Bi masuk kelas dan menghampiri bangkunya membereskan buku-bukunya dan bersiap untuk pulang, Woo Hyun berkata “kau tak akan ikut ? kita kan akan ke...” keburu terpotong oleh Seul Bi “hei! Aku gak bisa pulang denganmu” dan langsung pergi, Woo Hyun langsung memegang kepala seperti biasanya Ki Soo mengatakan sesuatu pada Woo Hyun, si kacamata itu menoleh pada mereka dan  berkata “hei! Maaf” mungkin karena ia merasa terganggu karena mereka berisik, mereka pun minta maaf lalu pergi.
   


Seul Bi berlari terburu-buru eits di depannya ada si gendut m gadis yang selalu bersamanya itu sedang ngobrol eits Seul Bi pun berhenti dan sembunyi dibelakang pohon ssambil terus melihat mereka, Seul Bi berkata “kenapa aku bersembunyi! Aku gak melakukan hal yang salah” sambil bengong dan menendang-nendang pohon lalu memarahi pohon itu (padahal kan pohon gak salah apa-apa) dan selalu melibatkan karta drama. Tiba-tiba Seong Yeol terbangun karena mendengar Seul Bi mengoceh pada pohon dan langsung membuka EarPhone-nya sambil terus memperhatikan Seul Bi, Seul Bi mengelus-elus pohon itu dan minta maaf lalu pergi berlari Seong Yeol pun terus memperhatikannya.
   


Woo Hyun dan Ki Soo sedang becanda saling melemparkan tas sambil berlari Woo Hyun posisi waktu itu sedang berlari mundur dan tiba-tiba ada guru etika sedang berjalan ditangga yang sebentar lagi akan sampai ke koridor eits Woo Hyun menabraknya tanpa disengaja karena ia sedang berlari mundur otomatis tidak akan kelihatan ada orang, Woo Hyun  meminta maaf dan guru etika tetap memarahinya “aku sudah bilang, jangan berlari di koridor” Ki Soo pun terkena pukulan juag hehe kasian dan mereka terus meminta maaf, guru etika pun pergi dengan muka kesal.
    


Seul Bi pergi ke kolam renang sekolah dan ternyata kolam renang terkunci ia mencoba membukanya tapi tetap tak bisa, Seong Yeol lewat ke arah pintu kolam dan ia melihat Seul Bi lalu menghampirinya sambil melihat-lihat sekitaran kolam renang dan menanyakan “ada apa” Seul Bi berkata “aku perlu mencari sesuatu kupikir menghilangkannya di kolam renang” “pintunya terkunci” Seong Yeol menyuruh Seul Bi untuk menunggunya depan pintu kolam renang.
   


Suasana di ruang guru, guru etika sedang melihat kalunya itu sambil melamun (ternyata ia selalu membawa kalung tersebut kemana-mana” dan guru olah raga sedang bersin-bersin. Tiba-tiba Seong Yeol datang menghampiri guru olah raga guru etika pun bergegas menyembunyikan kalunya dan mengatakan “aku ketinggalan sesuatu di kolam renang, bolehkan aku meminjam kuncinya?” pak guru memberikan kuncinya dan berkata “lihat betapa pucatnya kau, karena terus belajar seharian di kelas” dan menyuruh pergi keluar bersenang-senang bersama teman-temannya mengatakan juga “belajar bukan segalanya dalam hidup” 
  

Shuk Hoon pun datang “benarkan Shuk Hoo” ternyata murid berkacamata itu namanya Shuk Hoon, Seong Yeol mengatakan “ia lebih baik bermain bola dan mendapatkan nilai yang lebih baik” guru olah raga terus menasehatinya supaya ia berlibur adn jangan terus-menerus belajar karena butuh liburan juga guru etika pun ikut angkat bicara. Kedua guru itu terus berdebat mengenai persoalan itu, Seong Yeol pun pergi dan Shun Hok menaruh buku di atas meja guru olahraga, Guru olah raga berkata pada  Shuk Hoon “ Shuk Hoon kau hanya perlu melakukan yang terbaik, semoga beruntung” ia menjawab “aku akan mendapatkan di posisi utama” guru itu pun terus menyemangatinya. Guru etika berdiri dan berkata “hasrat semangatmu berasal dari dirimu” dan langsung pergi.
   

Kolam renang sudah bisa dibuka, Seul Bi dan Seong Yeol masuk, Seul Bi terus melihat-lihat ke dasar kolam tiba-tiba Seong Yeol bertanya “apakah itu penting?” Seul BI “ya” sambil terus mencarinya Seong Yeol mengatakan “siapa yang membelikannya? Pacarmu?” Seul Bi berkata tidak dan menatakan kalo ibunya yang membelikan kalung itu dan bertanya “kapan mereka membersihkannya?” Seong Yeol mengataka “sekitar sebulan sekali mereka menguras dan membersihkannya” Seul BI pun terdiam dan berlari ke belakang lalu mengambil kacamata renang ia memakainya dan melihat-lihat kedalam air namun ia kesulitan bernafas. 
    


Seong Yeol melihatnya dan bertanya “apa kau yakin menghilangkannya disini?” ia menjawab dengan memelas “mungkin bukan disini, aku gak melihatnya sambil membersihkan matanya Seong Yeol mengambil handuk berwarna coklat dan memberikannya pada Seul Bi sambil berkata “bukankah kau harus bekerja?”, Seul Bi mengambilnya dan mengusapkan pada mukanya sambil bilanhg “makasih, aku berhutangv lagi padamu, apa yang harus aku lakukan?” ia menyuruh untuk membayarnya dan ia akan memikirkannya dan berkata lagi “pergilah duluan, aku akan mengembalikan kuncinya” Seul Bi berterima kasih lagi lalu pergi.
  

Suasana kolam yang sangat sepi tiba-tiba Seong Seol muncul dari dalam kolam sambil membawa sebuah kalung, ia pun membuka kacamata renangnya dan melihat kalung itu yang ia kira itu adalah kalung Seul Bi.
   

Disebuah cafe ada seorang pelayan bersragan merah yang sedang melayani pelanggannya, setelah pelanggannya pergi ia membaca-baca buku, Ada orang yang sedang ngobrol dan berkata “apakah itu tempat Seul Bi atau Woo Hyun-ku? Harus kah aku yang menelpon atau kau saja?” pelayan itu terus memperhatikan orang yang sedang ngobrol tersebut ternyata orang itu Si gendut dengan teman sebangkunya Si HeadBand putih, Si Gendut berkata “dia akan mengenali suaramu” Si gadis Head Band itu menelpon sambil memjit hidungnya karena biar gak ketahuan “apa ini Ddokibokki? Dan memesan dua Combo kesini, cepat” Ternyata pelayan itu teman sekelasnya juga yang duduk di depan kursi Si gendut. Si gendut berkata sambil memegang minumannya “apa Seul Bi akan kesini?” Ya “apa beneran ia Sepupu Woo Hyun?” dan berfikiran mungkin Seul Bi berbohong dan berkencan denga Woo Hyun Si gadis itu marah dan berkata “jangan sembarangan” mereka terus memperbincangkannya.
  

Pelayan itu datang membereskan meja dan berkata “aku akan kena masalah jika kalian membawa makanan dari luar” dan menyuruh mereka untuk makan diluar, Si gendut menjawab “apa kau mau membunuhku sebelum bosmu memberikan kotoran?” pelayan itu melanjutkan membersihkan mejanya Si gadis itu berkata “jangan khawatir kita tak akan memakannya” Seorang pria datang sambil pura-pura batuk, ia melihatnya kebelakang dan terkejut.
    



Di sebuah warnet Woo Hyun bersama Ki Soo sedang bermain game, tapi Woo Hyun malah memainkan mousenya sambil meraba-raba lehernya yang biasanya ada kalung yang selalu dikenakannya kemana-mana, Ki Soo melihatnya dan bertanya “kau ma sih belum menemukan kalungmu?” ia hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Ki Soo, Ki Soo mengajak pergi dan berhenti main game, Woo Hyun bertanya “kemana?” Ki Soo mengatakan “berapa kali kau mengunyahnya sekarang?” “apa yang kau lakukan dengan peermen karet itu?” Woo Hyun menawari Ki Soo permen karet namun ia tidak mau, Ki Soo menghiburnya “Hei teman! Kau kelihatan sedih, tapi aku lapar” “waktunya makan” dengan nada kipop, Woo Hyun memainkan permen karetnya dan Ki Soo mengajaknya makan.
   

Woo Hyun dan Ki Soo pergi ke restoran, Woo Hyun berkata “giliranmu mentraktirku” Ki Soo pura-pura gak dengar, dan ternyata ia pergi ke tempat yang sama dengan si gendut, Gadis HeadBand itu melihat Woo Hyun sambil minum mereka berusaha bersembunyi dan pergi sambil jongkok karena tidak mau ketahuan Woo Hyun, sementara Woo Hyun sedang pesan makanan dan minuman bersama Ki Soo, ketika Seul Bi datang membawa pesanan melihat orang sedang berjalan jongkok sambil menutupi mukanya. 
   

Seul Bi pun masuk kedalam Restoran dan berkata “siapa yang memesan Ddokbboki? Kau melacak GPS-ku?” si gendut melihat kearahnya Woo Hyun pun juga melihatnya, Tiba-tiba Ki Soo Melihat Si gendut dan Si gadis Headband pergi berlari terburu-buru, Woo Hyun berkata “kau memesannya sekarang? Dia sudah biasa melakukannya”, 
   


Tiba-tiba mereka mendengar keributan dan melihat kearah samping mereka ternyata Pelayan itu sedang berebutan tas dengan pria yang tadi datang kemudian mengeluarkan semua isi tas pelayan itu ia mencoba menghalanginya sampai-sampai pria itu mau menamparnya, Woo Hyun menghampirinya langsung menahan tangan yang mau menampar dan berkata “apa yang kau lakukan?” pria itu melawan sampai Woo Hyun terjatuh.
  

Polisi dna temannya sedang berjalan dan memperbincangan makan, polisi itu berkata “jangan makan ramen lagi” ditengah perjalanan ada seseorang yang meberikan brosur temennya berkata “ayo makan gaya amerika hari ini” tiba-tiba mereka mendengar keributan dan mereka pergi meghampirinya.
  

Pelayan itu memohon pada pria tadi untuk megembalikan uang makannya Seul Bi pun ikut-ikutan memohon, tiba-tiba polisi dan temannya datang dan menghampiri mereka “apa yang kau lakukan ?apa kau memalak anak ini?” pria itu melawannya kemudian mereka mengeluarkan kartu identitasnya “kita ini detektif” pria itu berkata “aku ayahnya, pikirkan urusan kalian” 
  


pelayan itu berkata “bawa dia!” ayahnya berkata “apa kau gila, aku ini ayah kendungmu” polisi memberikan dompet dan uang yang telah ayahnya ambil dan bertanya “apakah dia sunggu ayahmu?” ia menjwab “aku gak kenal dia” sambil menundukan kepalanya. Anak dan ayah itu terus berdebat ayahnya itu menjudikan uang yang ia dapat dari hasil kerja paruh waktunya ia makan dan berpakaian bagus sedangkan gadis itu yang bekerja keras “aku tumbuh dewasa sendirian, aku tak punya ayah” polisi itu membawa ayahnya ke kantor polisi.
    


Mereka berempat tinggal bertiga di restoran, dan Seul Bi menenangkan pelayan itu sambil memegang tangannya, ia melepaskan tangan Seul Bi dan berkata “apa kau sudha selesai menontonnya? Apa kalian akan pergi sekarang?” Seul Bi menjawab “aku hanya ...” Woo Hyun memotong pembicaran mereka “Ki Soo ayo pergi beli eskrim, kenapa aku ingin hot dog” mereka pun pergi untuk membeli hot-dog dan menarik Seul Bi.
    



Mereka pergi keluar, Seul Bi berkata “aku belum mendapatkan uang dDokibboki” Woo Hyun menjawab “jangan khawatir, aku akan memberitahu nenek” Tiba Woo Hyun menerima telepon ternyata ia mau ke Seul Bi Woo Hyun memberikan ponselnya pada Seul BI dan memberikan waktu 10 detik, Seul Bi pun pergi setelah menerima telpon Woo Hyun menghalanginya dan berkata “kemana kau pergi” aku perlu menemui si payung” Seul Bi bilang kalau nenek menyuruhku membelikan barang ini dan meminta Woo Hyun untuk membelikan untuknya sambil memberikan List belanjaannya dan langsung pergi. Woo Hyun terus memanggil Seul Bi, Ki Soo berkata “dia kelihatan seperti menemui boyband, Seong Yeol?” dan berkata “Astaga! Cinta segitiga” sambil menunjuk ke muka Woo Hyun, ia pun mengatakan “bahkan belum dimulai”.
   


Seong Yeol sedang berada di kamarnya sambil melihat-lihat kalung yang ia ambil dari kolam renang, ibunya mengetuk pintu dan masuk ke kamar membawakan makanan dan menyuruh Seong Yeol makan dan beristirahat kau perlu vitamin, ibunya melihat kalung yang sedang dipegang Seong Seol dan berkata “itu ? bagaimana ?” sambil membawa kalung itu, Seong Yeol mengambil kembali kalung itu dan berkata “ini punya temanku” ibunya terus bertanya “siapa? Siapa temannya?” dan Seong Yeol pun pergi tanpa menjawab pertanyaan itu.
  

Seul Bi sedang duduk disebuah teman menunggu Seong Yeol, Seong Yeol pun datang dan menghampirinya Seul Bi tersenyum sambil melihat ke arah tangan yang Seong Yeol sembunyikan kebelakang sambil berputar-putar Seong Yeol pun mengikutinya, kemudian Seong Yeol menunjukan kalung itu sambil berkata “apakah ini yang kau cari?” 
    


Seul Bi mengambilnya sambil berkata “Ya, bagaimana kau menemukan ini?” ia menjawab “sulit sekali untuk mendapatkannya” Seul Bi berterima kasih padanya, Seong Yeol meminta Seul Bi untuk membelikan teh (red:mobil) Seul Bi menjawabnya dengan ragu “aku mempunyai kenangan buruk soal mobil” Seong Yeol “kenangan buruk/” Seul Bi menyuh mengabaikannya dan merek pergi berjalan. Seong Yeol melihat kedepan tiba-tiba didepan ada ibunya, dan mereka pun terus berjalan tanpa menghiraukannya.
   


Mereka pergi ke tempat bermain, dan Seul Mengendarai mobilnya Seong Yeol melihatnya dan ketiak Seul Bi berteriak (aaa aaa a.. a... a... aaaa) ia berusaha mengendalikan setirnya merek pun saling bertatapan lalu mereka pun melepaskan tatapanya dan bertingkah kaku dan melanjutkan permainannya, mereka asyik bermain itu, dan Seul Bi berhenti mengendarainya dan berkata “kecepatan menyebabkan kecelakaan”
   


Mereka bermain lagi diluar dan melihat sebuah mobil mainan dalam box kaca ia pun menunjuk mobil tersebut Seong Yeol melihatnya, Seul Bi memainkan permainan itu dan memilih mobil yang berwarna kuning lalu mendorongnya daaaaannn apa Seul Bi berrhasil membaw pulang mobil itu, ternyata Seul Bi berhasil menjatuhkan mobil itu.
    


Seul Bi memberikannya pada Seong Yeol dan berkata “aku akan memberikanmu mobil” dan terus berjajlan ia berterimakasih karena telah menemukan kalungnya sambil mengangkat menunjukkan kalunhya itu, Seong Yeol berakata “tidak, aku yang berterima kasih, aku menikmati hari burukku” Seul Bi bertanya “kenapa? Seseorang menyiksamu ? beritahu aku! Aku akan melawn mereka” Seong Yeol “apa kau akan menendangnya lagi?” tiba-tiba Seul Bi bersin-bersin Seong Yeol menanyakan “apa kau demam ?” ia menyuruh Seul Bi minum Obat sambil meihat-lihat toko obat yang ada disekitaran sana, Seul Bi berkata “tidak, aku akan beristirahat dirumah” Seong Yeol terus meyakinkan Seul Bi kalau ia benar-benar tidak apa-apa, Seong Yeol menanyakan “berapa lama kau akan tinggal bersama Woo Hyun?” Seul Bi “sampai aku menemukan sesuatu” Seong Yeol mengatakan “kenapa kau sering kehilangan sesuatu” Seul Bi menjawabnya “kau benar, aku ceroboh” Seong Yeol mengatakan kalau ia akan mengantarkannya pulang Seul Bi “tak apa-apa aku akan pulang sendiri, makasih” sambil melambaikan tangannya. 
  

Ia pun pergi berlari, Seong Yeol mengatakan tentang Seul Bi “dia sangat cepat”sambil melihat mobil mainan yang diberikan Seul Bi.
  

Woo Hyun sedang berbelanja di supermarket bersama Ki Soo, Woo Hyun mencacri barang-barang yang tertera di List belanjaannya dan mengambil lalu di masukan ke keranjang namun Ki Soo menaruhnya lagi, Woo Hyun melihat kebelakang eits dikeranjangnya tak ada barang belanjaan satu pun dan berusaha menangkap Ki Soo. Ki Soo pergi berlari Woo Hyun pun mengata-ngatai dia,


ia pun sekarang berbelanja sendiri, eits ketika ia mengambil tahu tiba-tiba tangannya berpapasan dengan tangan ibu-ibu pas ia melihatnya ternyata dia guru etika mereka kaget, Woo Hyun mengatakan “kau bisa mengambilnya” Ki Soo datang lagi dan mengatakan “nenek menunggumu” dan menyapa gurunya, mereka pun pergi eits guru etika itu menanyakan nama Woo Hyun dan ia pun menjawabnya. Guru etika itu terus mengulang-ulang nama Woo Hyun sambil menghembuskan nafas perlahan.
   


Woo Hyun dan Ki Soo tiba di rumahnya dan membawa barang-barangnya masuk kedalam nenek pun menghampiri mereka tapi Woo Hyun mengacuhkan neneknya, guru etika itu ternyata mengikuti Woo Hyun dan melihatnya dari kejauhan, tiba-tiba nenek melihat kearahnya iapun bergegas sembunyi dibelakang tiang listrik, nenek pun masuk ke dalam, namun guru etika itu masih berdiam diri.
   


Woo Hyun dan nenek sedang membersihkan restorannya, Woo Hyun berkata “kenapa Seul Bi lama sekali” dan meneruskan mengelap mejanya, Guru dari sekolahnya datang dan bilang “nenek aku sangat lapar” Woo Hyun menyapanya dan mempersilahkan duduk, nenek menghampirinya dan berkata “kenapa makan dDokbboki untuk sarapan, kau perlu makan nasi” nenek juga menawarkan “apa kau mau makan nasi?” ia bilang “kau satu-satunya orang yang peduli denganku” 
  

guru musik dan suster sekolah pun datang menyusul, nenek pun menyapanya, Woo Hyun berkata “pak guru” nenek bertanya pada Woo Hyun “apa ini gurumu?” nenek belum bisa mengunjungi sekolahnya setelah mengurus kepindahan sekolahnya, nenek terus berkata-kata pada Woo Hyun, pak guru yang tadi datang lebih awal menawarkan suster sekolah duduk dismapingnya ia pun kege’eran, guru musik menanyakan pada nenek “kau kenal pak philip kan? Nenek terkejut bahwa mereka adalah guru, dan pergi menyiapkan makanan.
   

mereka pun duduk dan Woo Hyun membawakan air minum untuk mereka. Mereka membicrakan soal ini. Guru musik memberikan sendok dan sumpit pada suster dari suster ke pak philip dari dia ke guru musik lagi terus diputer lagi, suster berkata “apa kita sedang bermain tukar sendok?” suster menanyakan pada pak philip “apa kau sudah minum vitamin? Guru musik melihatnya pak philip berkata “aku kan memvberikannya pada guru musik, aku belum membutuhkannya” ia pun berkata “aku sudah merasa lesu saat ini” menegluh pada suster, suster pun menjawabnya “itu yang terjadi jika kau menyendiri, mulialah kencan” setelah berkata sseperti itu suster bertatapan dengan pak philip, guru musik pun berkata “aku harus makan lebih baik ketika aku beranjak tua” setelah itu minum air yang sudah disediakan.
   


Nenek sedang menyiapkan masakan di dapur dan berkata “aku sungguh ceroboh” ia berfikir apa mereke tak aan kasar pada cucuku karena aku gak sopan pada mereka, terus berfikiran seerti itu. Woo Hyun datang membawa gelas kotor dan menghampiri neneknya meminta maaf sambil memijit pundak nenek, nenek juga berkata “aku yang minta maaf, aku tak memahamimu” Woo Hyun pun memeluk neneknya sewaktu neneknya berbicara, nenek bertanya “kenap Seul Bi lama sekali” kemudian menyuruh Woo Hyun pergi untuk mencari Seul Bi. Woo Hyun mengatakan kalau Seul Bi bisa datang sendiri.
  


Woo Hyun menelpon Seong Yeol dan menanyakan Seul Bi, ia berfikiran “bagaimana jika dia bertanya, kenapa aku menghubunginya?” ia pun bergeletak dia di aksur sambil berkata “apa yang mereka lakukan?”
   


Ia pergi keluar untuk mencari Seul Bi dan berkata “bukankah dia harus menelpon, kalau dia datang terlambat?” “oh iya ya dia kan gak punya ponsel” “dasar” sambil teriak-teriak, ia pun pergi membeli ponsel untuk Seul Bi.
    


Seul Bi sedang berlari sambil memutar-mutar kalung Woo Hyun sampai ia tertabrak sepeda dan terjatuh, ia mencari kalung itu dan ternyata kalung itu tersangkut di besi penutup selokan ia pun mengambilnya eits tiba-tiba ada seseorang yang membuang air dan kena ke Seul Bi, kalung yang sudah ia dapatkan pun terjatuh ke pipa pembuangan itu, ia berusaha mengambilnya namun tak bisa karena lubangnya sangat kecil, ia pun kepikiran kekuatannya dan mencoba menggunakan kekuatannya lagi namun tak bisa, ia terus mencobanya.
    


Woo Hyun  mencari Seul Bi sampai malam tapi belum juga ia temukan, Seul Bi pun sedang berjalan dengan muka cemong dan tempak kelihatan lemas tidak jauh dengan Woo Hyun namun ia belum melihatnya, Woo Hyun pun melihat Seul Bi, Seul Bi melihat Woo Hyun dan berusaha berlari menghampirinya tapi ia kecapean dan tidak bisa meneruskan jalannya itu, lalu Woo Hyun menghampirinya langsung bertanya “kenapa kau?, kemana kau saat ini?” “dia mengantarmu pulang dalam kondisi seperti ini?” Seul Bi pun menunjukkan kalunnya “tada! Aku menemukan kalungmu” sambil tersenyum Woo Hyun hanya terdiam, 
    




Seul Bi pun memakaikan kalungnya dan berkata jangan hilangkan lagi ya, itu sangat sulit” Woo Hyun “kau...!” Seul Bi “bukankah kau senang menemukanya?” Woo Hyun mengelus-elus kepala Seul Bi dan berteima kasih, Woo Hyun mencium tangannya dan berkata “bau apa ini? Kau terjatuh dimana?” Seul Bi mengatakan “bagaimana kau bisa tahu kalau aku terjatuh?” Woo Hyun dengan tegas menanyakannya lagi “dimana kau jatuh?” Seul Bi tidak menjawabnya Woo Hyun bertanya lagi “apa kau jatuh cinta?” Seul Bi terkejut mendengarnya, Woo Hyun “kalau kau akan jatuh, kalau jatuh cintalah”, Seul Bi melihat senior dan menghampirinya, Woo Hyun bengong melihat keanehannya lagi. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 4 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »