High School Love On Episode 4 PART 2

5/08/2016
Episode 4 Part 1 ...
Bagaimana ya kelanjutan dari part sebelumnya, Kita mulai saja yuk cerita di part 2 nya taraaaaa ....


Jae Sok mengambil ponsel milik Seon Hook lalu membuka file jawaban yang dia pindahkan dari Flash Disk punya guru matematika, Seon berkata “kembalikan!” Jae sok mengatakan “hei! Kalau ada yang bagus bagi-bagi dong” Seon Hook terus meminta Jae sok untuk mengembalikan ponselnya dan ia pun ketakutan Jae Sok membocorkan kecurangannya, Jae Sok mengatakan “toh kau tak akan diperingkat 2 dengan tindakan gak jujur seperti ini” Seon Hook menghalalkan segala cara untu mengalah kan Seong Yeol di peringkat pertama, Jae Sok berkata “aku jug ingin keberuntungan ini, biar peringkatku sedikit lebih naik” Seon Hook hanya melihatnya tak berkutik sedikitpun, Jae Sok memperingatkan dia sambil menepukkan ponsel ke kepalanya“simpan dan ingat baik-baik di otakmu. Salin seperti aslinya” Seon Hook pun mengambil ponselnya dan menunduk.


Woo Hyeon dan Seul Bi sedang belajar, tapi Woo Hyeon tidak serius dan berkata “aku gak pernah belajar kalau ujian” Seul Bi pun melihatnya dan berkata “sama kayak renang kapan hari, kamu masih bisa malas-malasan?” Woo Hyeon menyanggahnya “hei! Tujuan ujian untuk mengetahui kemampuan pengetahuanmu” Seul Bi menjawabnya “hal itu memang untuk orang berpengetahuan tinggi” Seul BI menyuruhnya untu belajar, eits tiba-tiba Woo Hyeon mengagetkan Seul Bi “hati-hati kalau ada petir, bisa-bisa kamu tersambar petir!” Seul Bi ketakutan, 


Woo Hyeon meniup permen karet sampe besar tiba-tiba Seul bI mendekatinya dan berkata “aku juga mau coba bikin itu” Seul Bi pun mengunyah banyak permen karet, Woo Hyeon menyuruh mengunyah permen karet sampe gak terasa manis lalu membuat bulatan “terus bersatulah dengan permen karetnya, konsen!” “lalu tempel dilidahmu dan lakukan seperti ini” sambil memperagakannya Seul Bi pun terus memperhatikan sambil terus mencoba apa yang di perintahkan, ia merasa sulit melakukannya sampe dagu Seul Bi sakit mereka berdua berkata hal yang sama “kamu tahu” dalam waktu yang bersamaan, mereka saling berkata kamu duluan dengan giliran, 


Seul Bi yang berkata duluan “kamu dan Ye Na teman dekat ?“ “kalian berdua couple?” (ternyata si gadis HeadBand itu namanya Ye Na) Woo Hyeon tertawa sambil bilang “couple? Kamu tahu apa artinya?” Seul Bi marah dan berkata “kamu bisa mengeja Couple?” Woo Hyeon berkata “kamu ini cemburu ya ?” Seul Bi “aku? Cemburu ? bahkan aku gak tau apa itu cemburu” Woo Hyeon tetap mengira kalau Seul Bi cemburu padanya, Seul Bi berkata “pasti ada hal yang gak beres di otakmu, karena kamu tiba-tiba belajar banyak hal” Seul Bi terus mengalihkan pembicaraan dan Woo Hyeon semakin yakin kalau Seul Bi cemburu. Seul Bi menanyakan “tadi kamu mau ngomong apa?” Woo Hyeon menjawan “aku? Sudah lupa” 


seperti biasa Seul Bi memperhatikan mulutnya Woo Hyeon yang sedang ngomong, Seul Bi mengatakan “pantas saja kamu gak rangking, dasar oon!” sambil berdiri, Woo Hyeon malah meledeknya, Seul Bi memecahkan Permen karetnya dan pergi berlari, Woo Hyeon berkata “sepertinya aku yang cemburu”


pak polisi sedang menyiapkan sarapan karena istrinya sedang kurang sehat, istrinya pun keluar dari kamar dan menghampirinya dan berkata “oh! Ya tuhan” suaminya menyuruh ia duduk dan menanyakan kondisinya sekarang dan istrinya itu sudah merasa baikan “sudah, berkatmu juga” Suaminya berkata “tidak ada kepitingnya kok , ayo makan” Seong Yeol menuju ruang makan dan melihat ibu dan ayahnya sedang berbicara, ibunya mengajak Seong Yeol makan bersama, dia berkata “tak usah!” langsung pergi,


ibu dan ayahnya mengejar dan membujuk Seong Yeol untuk makam bersama, Ayahnya berkata “papa sudah susah-susah masaknya, makanlah sedikit” “kamu ada ujuan hari ini?” “kamu harus sarapan dulu, biar kuat nanti pas ujian” Seong Yeol melihat papanya dan berkata “justru karena ujian, aku yang gak biasa sarapan akan skit perut”, ibunya mengatakan “Seong Yeol! Papamu sangat memperhatikanmu” dia menjawab “kalo papa memperhatikanku, maka papa gak akan berpisah dengan mamaku” “bahkan papa gak pernah masak ramyeon untuk mama” papanya terdiam sambil terus melihat Seong Yeol.


Seul Bi sedang mengiris bawang bombay dan ditemani boneka putih miliknya, dia mengeluarkan air mata larena kepedihan, Woo Hyeon baru bangun langsung pergi ke bawah dia terkejut melihat Seul Bi melihat kearahnya dengan tatapan yang tajam sambil menangkat tangannya yang memegang pisau yang sangat tajam (air matanya tak henti keluar) dan bertanya “ada apa?” Woo Hyeon berkata “pagi-pagi gini ngapain, mau syuting film horor?” Seul Bi mengatakan “dari kemarin malam Halmeonni sakit” “setidaknya aku mau membantu beliau mengiris bawang, jadi halmeoni bisa istirahat dulu” Woo Hyeon bertanya “Miss Gong sakit?” iya, Seul Bi mengatakan “nenek semalam sakit, sekarang dia tak bisa tidur” Seul Bi terus mengusap air matanya karena kepedihan, Woo Hyeon melihat kearah helm lalu mengambilnya dan memakaikan pada kepala Seul Bi sambil berkata “pake helm biar gak nangis saat iris bawang” ini rahasia kuberitahu padamu. Mereka terus membicarakan soal menangis, 


Woo Hyeon masih mengantuk dan mau ke atas lagi sambil menggesekan matanya eits pas balik kanan dia terkejut sewaktu melihat neneknya, si nenek langsung betanay “kau bikin kesalahan apa ? kenapa takut sekali?” Woo Hyeon berkat “Miss Gong, nyaris saja aku kena serangan jantung gara-gara anda” mereka terus bebicara sementara Seu Bi sedang membuka helmnya, Woo Hyeon bertanya “Miss Gong, kudengar anda sakit, sudah baikan?” nenek “kau berharap halmeoni sakit?” Woo Hyeon “enggaklah, samapi aku mati, aku gak mau halmeoni sakit” sambil memeluknya. 


Halmeoni bertanya pada Seul Bi “kamu belajar hingga larut malam, jam berpa kamu bangun ?” “sudahlah biar aku saja!” Seul Bi menyanggahnya “halmeoni istirahatlah” Woo Hyeon memijit pundaknya nenek, sambil nenek berkata “orang tua kalau tubuhnya tidak gerak justru akan sakit-sakitan” “jangan khawatirkan aku, kerjakan ujianmu dengan baik” Seul bi pun tersenyum kearah nenek, dan nenek menanyakan “Woo Hyeon belajar rajin kan?” Seul Bi malah balik nanya pada nenek “Woo Hyeon benar sudah lulus SD?” Woo Hyeon marah pada Seul Bi sambil melihatnya “tapi kenapa Woo Hyeon gak ngerti bahasa korea? Halmeoni marah dan berkata “kalau kalian gagal, halmeoni tidak akan memaafkan kalian” kemudian Halmeoni mengambil peralatan dapur dan mengejar mereka sambil lari-lari dan berkata “buruan sana siap-siap sekolah” Tiba-tiba nenek sakitnya kambuh lagi.


Pagi-pagi disekolah, ada mobil silver kesekolah orang yang di mobilm itu kelyar, dan ternyata di dalam mobil itu Seon Hook yang datang, sambil membawa buku catatan dia terus membaca buku tersebut.


Seperti biasa guru olah raga sedang menghukum anak-anak yang berpakaian ngetat, tidak berkancing, rok kependekan dan yang lainnya, eits tiba-tiba Yo datang dan langsung lewat saja dan pak guru melihatnya, kemudian pak guru memanggailnya dan menarik rambutnya dan berkata “Hei! Rambut bebas seperti rambutmu” “kebebasan bukan seperti rambutmu, mengerti !” pak guru itu menyuruh para murid masuk kelas karena hari ini ujian. Seon Hook tiba dan pak guru menghampirinya sambil berkata “yang ini memang penting, semoga berhasil”.


Seon Hook masuk ke kelas sambil terus membaca buku, Jae Sok melihatnya kemudian ia menghampiri Seon Hook dan berkata “kita bicara sebentar” mereka pun pergi keluar, tiba-tiba Jae Sok mendorong Seon Hook ke pinggir pintu lalu memegang dagunya dan berkata “Hei Brother! Kau begadang semalaman ?” Seon Hook melepaskan tangan Jae Sok, Jae Sok bertanya sambil melihat-lihat situasi “sudah kau siapkan?” dia menjawab “tapi ini ...” Jae Sok marah sambil menekan papan di depannya dan berkata “lakukan saja! Jangan mundur! Apa ? aku mencoreng reputasimu?” dia menamparnya dan berkata “kalau kau masih mau sisa reputasimu, jawaban yang ditanganmu berikan padaku” Seon Hook “Mengerti!” 


Tiba-tiba Seul Bi menabrak Jae Sok karena ia berjalan mundur jadi tak melihat ada siapa di belakangnya, Jae Sok pun menyuruh Seon Hook pergi dan menyapa Seul Bi “Pagi” Seul Bi aneh mendengarnya dan Woo Hyeon hanya melihat ae Sok mereka pun masuk kelas.


Suasana di dalam kelas anak-anak sedang menghapal untuk persiapan ujiannya, Seon Hook sedang berlatih mengerjakan soal dengan raut muka yang ketakutan, Si Gendut, Ki Sook mereka terlihat sedang berlatih dengan keras termasuk Seul Bi dan Woo Hyeon juga, Seul Bi menyemangati Woo Hyeon, Woo Hyeon marah pada Seul Bi karena dia terus mengunyah permen karet dalam kelas dan menyuruh membuangnya, 


Woo Hyeon melihat kakinya Seul Bi yang sedang di hentak-hentak dan berkata “kau gugup” Seul  Bi pun melihatnya dan berkata “enggak, gak gugup” sambil terus mengunyak permen karet, Woo Hyeon menyuruh Seul Be menghentikan hentakannya dan berkata “jangan gugup, kerjakan yang kamu bisa dulu, lompati yang gak tahu jawabannya, Oke?” Seul Bi optimis karena dia sudah belajar dan yakin 100% bisa mengerjakan semua soal, Seul Bi melihat Ki Sook dan berkata “dia belajar serius sekali, baru kali ini aku melihat dia seperti itu” Woo Hyeon menepak punggungnya Ki Soo dan berkata “kosongi saja kalau kamu gak tahu” dia menjawabnya “enggak, kalau salah akan ku betulkan” Woo Hyeon merebut pensil Ki Soo mereka pun berebutan.


Guru etika masuk kelas sambil berkata “taruh buku kalian di laci meja, tangan letakkan dikepala” anak-anak pun bergegas kembali ke tempat duduknya msing-masing, Guru etika langsung menuju mejanya menyimpan buku dan soal yang dibawanya, kemudian bu guru mengecek semua anak-anak, guru etika mengangkat sedikit Rok-nya Si gendut karen terlihat ada plester nempel, ternyata di atas plester itu rumus-rumus semua bu guru langsung mencabutnya Si Gendut pun kesakitan, Bu Guru pun menakol kepala Si Gendut, 


Bu Guru melihat minuman yang ada di atas meja murid yang lain ia pun menghampirinya dan melihat tulisan yang ada di botol minuman tersebut dan berkata “sejak kapan komposisi menuman menajdi persamaan matematika, bu guru kembali ke mejanya dan berkata “dan ujian belum dimulai, akan kubiarkan” “tapi mulai sekarang, kalau ketahuan nyontek kalian akan dapat nol” “dapat nol dipelajaran utama” dan berkata “ucapkan saja selamat tinggal pada tes masuk kuliah” “sebisa mungkin jawab dengan benar, mengerti?” semua murid menjawan “ya” Bu guru menyuruh murid yang berada di baris depan untuk membagikan Soal pada murid yang lain dan berkata “letakan jawaban disebelah kanan, akan ki stempel” ”sah bila lembar jawaban akan ku stempel, oke? Seon Hook menyembunyikan 1 lembar jawaban dan di simpan dibawah soal, 


Jae Sok angkat tangan dan berkata “Bu Guru! Saya tidak kebagian lembar jawaban” bu guru pun memberikan lembar jawabannya dan menyuruh murid meng-estafet sampai ke Jae Sok, Bu Guru meng-Stempel lembar jawaban para murid dan berkata “sudah semua?” ujian pun berlangsung, Seon Hook mengisi lembar jawaban dua dengan punya Jae Sok, Jae Sok menenadang perlahan kursi Seon Hook dia pun semakin gugup dan terlihat oleh Woo Hyeon, 


bu guru berkata “kau?” melihat ke arah Woo Hyeon, Woo Hyeon meminta lembar jawaban baru, Seong Yeol melihat kearahnya, bu guru memberikan jawaban baru pada Woo Hyeon dan meng-stempelnya, Seong Yeol sudah selesai mengerjakan Soal lalu ia pun tidur, Bu guru terus melihat Woo Hyeon, Woo Hyeon pun melihatnya bu guru itu pun gugup dan kembali ke kejanya, ketika bu guru berjalan Seon Hook memberikan lembar jawaban pada Jae Sok dengan tergesa-gesa, Jae Sok pun menyalinnya, 


Bu guru mengerok nama tipe-ex pada nama di lembar jawaban para murid “enggak boleh menggerutu lebih giat belajar” bu guru tertawa kecil sambil berkata “dasar” BU Guru menyuruh Choi Jae Sok menaruh tangannya dikepala bu guru pun menghampirinya dan membuka lembar jawaban Jae Sok ternyata ada 2 lembar jawaban dan berkata “siapa yang kasih lembar jawaban ini? Jae Sok berkata “ini punya saya” anak-anak melihat kearah mereka, bu guru pun berkata “siapa yang menatap mataku, ku anggap nyontek” anak-anak pun meneruskan mengerjaka soal mereka, sedangkan Seong Yeol masih tertidur, Bu guru masih menanyakan hal yang sama pada Jae Sok, Seon Hook ketakutan, tiba-tiba Jae Sok mengatakan “Hwang Seong Yeol” anak-anak pun langsung melihat ke arah  Seong Yeol semua.


Guru etika membawa Jae Sok dan Seong Yeol ke ruang Guru, tiba-tiba wali kelas mereka datang dn berkata “di kelasku ada yang nyontek!” ”Hwang Seol Yeol, Choi Jae Seok, kalian berdua!” dengan nada keras, guru etika terus memerikasa lembar jawaban mereka dan melihat Guru musik menghampiri dan memarahi mereka, Wali kelas bertanya kepada Seong Yeol “kenapa Seong Yeol?” Bu guru mengatakan “belum pasti dia, Seong Yeol masih belum mengaku” “dan Jae Sok punya 2 lembar jawaban”, Jae Sok mengatakan dengan tegas “Hwang Seong Yeol yang memberikannya pada saya” wali kelas mereka hanya mengangguk dan berkata “Jae Sok, kita harus bicara” mereka pun pergi, Guru etika meminta Seong Yeol mengikutinya, mereka pun pergi.


Woo Hyeon, Seul Bi dan Ji Sok sedang berjalan mau pulang, Seul Bi pun berkata “Seong Yeol nggak mungkin begitu kan?” “ada yang aneh, kalian ngerasa gak?” Ki Soo mengatakan “saat itu aku juga nyontek Young Wo” “Choi Jaek Sok menyelamatkanku” Woo Hyeon mengingat ketika ia melihat Jae Sok menendang-nendang kursinya Seon Hook dan berkata “kalian pulang duluan saja, aku mau kesuatu tempat” ia pun langsung berlari, Seul Bi berteriak “kita pulang bareng” Woo Hyeon meminta Gi Soo untuk mengantar Seul Bi pulang, ia pun langsung lari.


Seong Yeol berada di suatu ruangan bersama ibunya (guru etika), Guru etika bertanya “kenapa kamu biarkan hal ini terjadi?” Seong Yeol berkata “umumnya orang akan bilang, kamu gak melakukannya kan?” Bu guru bertanya “kamu dibuli Jae Seok ?” “kamu harus bilang yang sebenarnya supaya aku bisa membantumu” Seong Yeol mengatakan “gak usah membantuku lakukan saja tugasmu dengan benar” Guru etika langsung berdiri dan mengatakan “kamu sengaja melakukannya, kalau memang benar kamu dapat nol” dia menjawabnya “aku gak peduli” Bu guru berkata sambil membentaknya “kamu lebih bodoh dari yang ku kira” ‘tapi kamu akan menghancurkan hidupmu sendiri” Seong Yeol berkata “nilai ujianku dapat nol, akan menghancurkan hidupku, begitu ?” “hanya karena kau adalah seorang guru?” “karena kehadiranmu dalam kehidupanku, entah aku dapat nilai 100 atau dapat rangking 1 di sekolah, aku tak akan merasa bahagia” Guru etika menyuruh untuk membawa orang tuanya “papamu pasti akan sangat kecewa” Bu guru langsung pergi keluar membawa buku-bukunya Seong Yeol masih tetap diam di ruangan.


Woo Hyeon datang menghampiri BU Guru yang sedang berjalan di tanggan lalu mengatakan “Bu Guru! Bukan Seong Yeol, saya melihatnya” “sepertinya ada yang aneh antara Jae Seok dan Seon Hook” bu guru menanyakan “apa yang aneh?” “kamu melihat Seon Hook memberi Jae Seok jawabannya ?” Woo Hyeon menjawabnya “tidak, satak tidak melihat itu, tapi Seong Yeol tak memiliki alasan untuk melakukannya” bu guru menanyakan pada Woo Hyeon kalau ia berteman dekat dengan Seong Yeol, dia menjawabnya “tidak juga, anda tak boleh menyalahkan orang begitu saja” BU guru mengambil nafas dalam-dalam dan berkata “kalau kamu tak punya bukti, sebaiknya kamu jangan ikut campur” “bisa jadi kamu yang disalahkan” Woo Hyeon mengatakan “tangan kanan Seong Yeol terluka, jadi dia menulis dengan tanagn kirinya” BBU guru menanyakan Ssoal tangan Seong Yeol terluka dan berkata “tangannya terluka ? kapan? Parah?” Woo Hyeon akan mencari bukti kalau Seong Yeol tak bersalah lalu pergi, Bu Guru memanggilnya Woo Hyeon dan bertanya “kamu sudah baikan ? alergi ... kamu sering mengalaminya ?” Woo Hyeon “iya kadang-kadang, saya baik-baik saja” Bu guru menyarankan dia untuk minum obat anti-histamine an saat darurat minumlah obat flu Di mengangguk dan berterima kasih, Bu guru berkata “dia tumbuh dengan baik”.


Woo Hyeon sedang berjalan di luar sekolah, dia melihat Jae Sok sedang berjalan tiba-tiba ada mobil Jae Sok pun menghampiri mobil itu ia pun bersembunyi dibelakang tembok tapin tetap melihatnya, Orang yang di dalam mobil itu keluar dan menghampiri Jae Seok lalu ia mau menampar Jae Seok tetapi tidak jadi oarng itu langsung mengatakan “kau belajar caranya menyontek?” “kau sungguh membuat malu!” Jae Seok menjawabnya “papa bilang peringkatku harus bagus” ”kalau tidak aku akan dihapus dari kartu keluarga” papahnya mengatakan “kalau kau benar-benar putraku, kau tak perlu menyontek” “meskipun menyontek jangan sampai ketahuan!” dan menyuruh Jae Seok untuk tak membuat masalah dia harus diam saja dan masalahnya bisa diselesaikan dengan baik, papahnya melakukan tes DNA dan dia tak menemukan bukti kalau Jae Sok adalah anak kandungnya, dia pun memanggil papahnya dengan mata yang berkaca-kaca” namun papahnya tak menghiraukan dia dan langsung pergi, 


tiba-tiba Jae Sok melihat kaki di belakang tembok, Woo Hyeon berkata “keluarga macam apaan itu?” Jae Sok menghampirinya lalu menarik kerah baju Woo Hyeon dengan tatapan penuh amarah samapi tas Woo Hyeon terlepas.


Seong Yeol berjalan sendirian, tiba-tiba ponselnya nyala ternyata Seul BI yang kirim Message “telpon aku, pliss!” dia pun tak membalasnya dan melanjutkan berjalan, tiba-tiba ponselnya nyala lagi ia pun membukanya lagi dan masih tetap dai Seul Bi “makan adalah terbaik kalau kamu dapat masalah, ayo makan Ddokibboki” dia pun langsung pergi.


Seul Bi sedang menunggu balasan dan sedang menunggu seseorang datang ke kedai-nya dia terus menengok ke arah pintu dan memainkan ponselnya lagi, Tiba-tiba Seong Yeol datang dan berkata “aku mau yang paling pedas”, Seul Bi pun buru-buru menghampirinya, mereka pun duduk berhadapan Seong Yeol mengtakan “banyak betul kirim smsnya” Seul Bi pun meminta maaf “aku khawatir sekali” Seong Yeol menanyakan “kamu menghawatirkanku?” Seul Bi pun mengangguk dan menyuruhnya menunggu sebentar dan akan membawakan Ddokibboki, Seul Bi pun pergi menyiapkan Ddokibboki untuk Seong Yeol,


Ia pun melihat Seul Bi menyiapkan Ddokibboki untuknya” Seul Bi selesai menyiapkannya dan membawakannya pada Seong Yeol “makan yang banyak, semangatlah” Seong Yeol kelihatan Bingung, Seul Bi pun mengambikan 1 sendok Ddokibboki dan akan menyuapi Seong Yeol sambil berkata “beneran! Ini akan memberimu kekuatan dang menghangatkan hatimu” “eh bukan menghangatkan hati” Seul Bi pun  berpikir .... Seong Yeol mengambil garpu yang di pegang Seul Bi dan makan dengan tangannya sendiri lalu berkata “menenangkan hati” benar, menenangkan hati, sambil tersenyum ria Seul Bi berkata “jangan khawatir, aku yakin kamu tak melakukannya” Seong Yeol berkata “darimana kamu tahu?” Seul Bi menjawabnya “karena kamu anak yang baik yang meminjamiku payung” “menemaniku saat akiu lapar, saat aku gak mood kamu menghiburku” dia bertanya “aku begitu? Yakin aku gak salah ?” Seul BI menjawab “aku percaya, Woo Hyeon juga percaya padamu” tiba-tiba Seong Yeol menanyakan Halmeoni Woo Hyeon kemana, Seul Bi mengatakan Halmeoni istirahat, kalau Woo Hyeon dia gak bales sms-ku sama sekali, sambil terus melihat ponselnya.


Woo Hyeon sedang dikeroyok oleh Jae Sok dan teman-temannya di sebuah taman dia terus dipukuli, Jae Sok bertanay “kenapa kau nguping masalah keluarga orang lain ?“ ia pun menampar Woo Hyeon sambil mengatai “dasar tukang nguping!” Woo Hyeon menyuruh Jae Sok untuk bilang pada bu guru bukan Hwang Seong Yeol pelakunya, Jae Sok berkata “akan ku katakan” “kau merekam apa yang ku katakan, kalau bukan Hwang Seong Yeol yang melakukannya ?” Woo Hyeon menjawab “katakan pada bu guru, katakan itu perbuatanmu dan Seon Hook” “ini kesempatan terakhir yang kuberikanpadamu” Jae Seok berkata “kesempatan? Kau memberiku kesempatan?” “benar-benar terhatu aku!” sambil ketawa, tiba-tiba ponsel Woo Hyeon bunyi teman Jae Seok mengambilnya dan membaca siapa yang menelponnya “otak udang? Siapa otak udang?” ia berusaha mengambilnya, Jae Seok mengangkat telponnya, 


Seol Bi berkata “kau dimana ? Woo Hyeon mana?” di kedai masih ada Seong Yeol, Jae Seok menjawabnya “Lee Seul Bi? Woo Hyeon sedang bermain denganku ditaman” “kau kesini saja pasti akan tambah seru” Woo Hyeon teriak menyuruh Seul Bi jangan datang. Seong Yeol bertanya “ada apa?” Seul Bi menjawabnya “kurasa Woo Hyeon dalam bahaya” 


ia langsung lari dan pergi untuk menemui Woo Hyeon, Seong Yeol pun mengikutinya. Jae Seok sedang menyalakan motor temannya menahan Woo Hyeon yang sudah tak berdaya dengan memagang kedua tangannya. Seul Bi dan Seong Yeol terus berlari tuk menghampiri Woo Hyeon.
Gimana ya nasib Woo Hyeon ... akankah terselamatkan atau tidak ? akankah Seul Bi dan Seong Yeol berhasil menyelamatkan Woo Hyeon ? pada penasaran kaaaaaaaannnnn ? SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 5 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »