High School Love On Episode 5 PART 1

5/08/2016

Seul Bi dan Seong Yeol datang dan melihat Jae Sok sedang siap-siap tarik gas motornya Woo Hyeon sudah tidak berdaya, Seul Bi mencoba menggunakan kekuatannya untuk menolong Woo Hyeon, tiba-tiba motor Jae Seok mati teman-temannya pun menghampiri Jae Seok, eits tiba-tiba Seul Bi pingsan dan tertahan oleh Seong Yeol, karena Seul Bi telah menggunakan kekuatannya untuk mematikan motor Jae Seok, Seong Yeol membawa Seul Bi ke sebuah kursi ynag ada di taman dan menidurkannya sambil menanyakan keadaan Seul Bi, 


Seong Yeol pun pergi menghampiri Woo Yeon yang sedang dikeroyok da menyelamatkannya ia pun berkelahi dengan Jae Seok beserta teman-temannya, ada seorang bapak-bapak sedang membaca koran mungkin karena dia merasa terganngu ia pun menghentikan membaca korannya, Woo Yeon melawan Jae Seok dan berkata “keparat! Sekali lagi kau menyentuh Seul Bi” dia menjawab “justru ini membuatku ingin mengusiknya lagi” WooHyeon “keparat!” 


tiba-tiba bapak-bapak yang sedang membaca koran tadi menghampiri mereka sambil membawa barang-barangnya dan meniup peluit sambil mengamankan mereka, mereka terkejut melihat bapak—bapak itu datang, dia pun bersiap-siap untuk memainkan sulingnya dengan meberi kode kepada Seong Yeol dan Woo Hyeon untuk pergi menolong Seul Bi mereka pun pergi menghampiri Seul Bi, Jae Seok berusaha untuk mengejar mereka tapi orang itu mencegahnya dan terus memainkan Sulingnya sambil mengusir Jae Seok dan temannya.


Seong Yeol dan Woo Hyeon menghampiri Seul Bi dan menyadarkannya, Seul Bi pun bangun sadarkan diri mereka menanyakan hal yang sama berbarengan “kamu tak apa-apa?” (kompak banget ya mereka) Seul Bi pun menjawabnya sambil tersenyum “aku lapar”.


Mereka bertiga pun jalan, Seul Bi berada di tengah di dampingi oleh mereka, Seul Bi berkata pada Woo Hyeon “kalau Halmeoni tau, kau akan kena masalah” dia menjawabnya “cowok tuh jadi dewasa dengan berkelahi” Seong Yeol berkata “aku besar tanpa berkelahi” Woo Hyeon mengatakan “baguslah kolor pintar” “memangnya aku minta bantuanmu? Tanganmu saja terluka” sambil melihatnya mereka pun terus berbincang-bincang tentang masalah perkelahian tadi. Tiba-tiba Woo Hyeon membahas soal masalah nyontek tadi siang di sekolah, dia mengatakan pada Seong Yeol untuk bilang kalau kamu dirinya gak nyontek “kamu harus bersikap keren”, tiba-tiba Seong Yeol berhenti dan berkata “itu alasan kamu berkelahi?” Woo Hyeon menjawab “Gila apa! Aku terlalu sibuk untuk berkelahi” dan “aku tak tertarik untuk berkelahi” Seong Yeol berkata “being nosy will get yaou in trouble/usil akan membuat kamu dalam kesulitan” 


Woo Hyeon mengatakan kalau kamu punya hutang satu padanya kemudian mengepalkan tangannya dan di dekatkan ke muka Seong Yeol “mau digunakan sekarang?” dia menjawab kata “maaf” Seul Bi kebingungan melihat kesana kemari kemudian menyatukan tangan mereka untuk bergandengan tangan mereka pun langsung melepaskannya sambil berkata “apaan sih?” Seul BI mengatakan “cowok habiss berantem jadi teman” biasanya di drama jadi teman” Woo Hyeon mengatakan “Dasar mesum! Dia bakal bikin kita jadi aneh, ayo” mereka pun pergi dan Seul Bi menggandeng tangan mereka.


Seul Bi sedang mengobati luka Wooo Hyeon, dia berteriak kesakitan, Seul BI menyuruhnya diam agar Halmeoni tidak terbangun dan menanyakan “kamu juga percaya pada Seong Yeol ?” dia menekankan bahwa Seul Bi yang mengatakan dia tak melakukannya dan Woo Hyeon pun setuju, Seul Bi berkata “anak baik” sambil mengelus kepalanya Woo Hyeon mengatakan “kamu bukan Halmeoni-ku” dia memegang lukanya yang masih sakit, Seul Bi menegaskan kalau dia jangan berkelahi lagi, mereka pun terdiam tiba-tiba Woo Hyeon menanyakan “Btw kamu saki?” Seul Bi “aku? Enggak tuh” Woo Hyeon “terus kenapa kau sering pingsan?” dia berkata “iya juga, ada apa dengan-ku?” Woo Hyeon cemburu karena Seul Bi selalu terjatuh kepelukan Seong Yeol, Seul Bi merasa aneh juga kenapa Seong Yeol yang selalu menangkapnya saat ia pingsan “besok aku harus berterima kasih padanya” dia marah “berterima kasih untuk apa? Dia kebetulan saja ada di dekatmu” Seul Bi menanyakan “apa ... aku dan Seong Yeol Berjodoh?” dia semakin marah “jodoh palelu! Kebetulan itu! kebetulan!” “lain kali jangan pingsan di dekatnya, Seul Bi mengatakan “gak bakalan, jangan khawatir” 


Seul Bi membereskan obat lukanya dan menaruh di meja. Wo Hyeon melihat tulisan di cream itu lalu berkata sambil mengambilnya “eksim dan jamur?” dia berteriak “hei! Apaan ini?” Seul Bi menutup mulutnya dan berkata “Halmeoni memakai ini tiap malam, aku mencurinya untukmu” dan menyuruhnya untuk dia, Woo Hyeon melepaskan tang Seul bI dan berkata “pantesan saja aku mencium bau kaki”.


Woo Hyeon Serching mengenai hal-hal yang selalu tertidur kapan saja, dia menemukan jawaban dari internet “narkolepsi? ? itu adalah semacam gangguan tidur, penderita kesulitan untuk tetap terjaga dalam jangka waktu lama” dan makanan yang bagus bagi penderita Narkolepsi adalah apel cina dan kiwi dia langsung mencatatnya.


Pagi-pagi Woo Hyeon sudah membuat sarapan untuk Halmeoni dengan menu Jus Kiwi, salad Kiwi dan yang lainnya serba kiwi, sayuran dan apel cina, setelah masakannya selesai dia mencicipi lalu menyimpannya di meja makan, 


tiba-tiba nenek dan Seul Bi datang dan berkata “apaan ini?” Woo Hyeon menjawabnya “Miss Gong terlihat lelah belakangan ini jadi kubuatkan sarapan” nenek berkata “baiklah, Halmeoni takut ini, kamu bikin salah apa?” mereka pun duduk di meja makan, nenek baru memperhatikan wajah Woo Hyeon dan bertanya “wajahmu kenapa?” Seul Bi menjawabnya “dia--- olah raga” Woo Seon pun juga menjawabnya “aku jatuh saat pelajaran olah raga” nenek melihat kearah Seul Bi ia pun mengangguk-ngangguk nenek menyuruhnya untuk berhati-hati, Seul Bi menata makanan yang dibuat Woo Hyeon dan bertanya “kenapa kiwi?” Woo Hyeon menjawab “apa? Biar kamu tambah tinggi” Seul Bi bertanya “kiwi bikin tambah tinggi ya?” nenek melihatnya sambil tersenyum memegang juice kiwi dan berkata “kamu percaya begitu saja” Seul Bi melihat-lihat Juice Kiwi dengan teliti dan berkata “kamu gak menambah sesuatu yang anehnkan?” “di drama tokoh utama yang selalu di racun” Woo Hyeon mengatakan “hanya untuk pemeran utama, kamu tak perlu khawatir” ia pun menyuapi Seul Bi dan berkata lagi “kamu makan sajalah, gak bakalan gigit kok” Miss gong juga disuapi olehnya si nenek sedang meresapi makanannya, Woo Hyeon bertanya pada nenek “enak tidak?” nenek mengatakan “kamu mewarisi bakat masak dari Halmeoni” Seul Bi pun ikut menyuapi Halmeoni, setelah disuapi Seul Bi nenek mengatakan “aku lebih suka Seul Bi” Seul Bi dan Woo Hyeon pun tersenyum.


Guru etika sedang berada di ruang guru sambil memperhatikan lembar jawaban Jae Seok sampai membolak-balik lembar jawaban tersebut, tiba-tiba guru etika terdiam dan mengingat apa yang dikatakan oleh Woo Hyeon.


Seul Bi, Woo Hyeon dan Gi Sook sedang berjalan depan sekolah sambil ngobrol Gi Sook melihat-lihat luka di mukanya Woo Hyeon, tiba-tiba Jae Seok dan temannya datang dan menghampiri mereka sambil berkata “ya iyalah.. kunyuk beruntung” mereka pun berhenti lalu melihat ke arah Jae Seok, Jae Seok terus mengoceh “kau beruntung, keberuntunganmu berakhir kemarin” “awas kau!” Woo Hyeon hanya melihatnya tanpa berkata sepatah katapun.


Semua guru sedang rapat bersama kepala sekolah membahas persoalan menyontek kemarin, para guru dan kepala sekolah memutuskan untuk tidak memperpanjang masalh menontek itu, guru etika terkejut “tak memperpanjang masalah contekan?” guru olah raga menyanggahnya “hanya akan menyebabkan rumor tak sedap” dan mengatakan “kemarin malam aku benar-benar tersentuh oleh ayahnya Jae Seok” “dia mengakui piutranya bersalah dan minta putranya diksih nilai nol” ia terus memuji ayahnya Jae Seok, para guru dan kepala sekolah melihat dan mendengarkan guru olah raga sedang bicara, Guru musik berkata “ayahnya Jae Seok kemarin kesini? Tapi aku wali kelasnya kenapa dia malah menemui anda?” kepala sekolah angkat bicara “anda sibuk waktu itu, jadi saya minta dia untuk menemuinya” dia hanya terdiam tak menyanggah perkataan kepala sekolah, guru olah raga berkata pada bu kepsek “bu kepsek, saya benar-benar mengurusnya” Guru musik mengatakan”tapi kan hal ini terjadi di kelasku jadi seharusnya aku yang mengurus” guru olah raga hanya tersenyum-senyum dan berkata “pak kim, ada kalanya diam itu lebih baik” semua guru yang terlibat dan bu kepsek terus memperdebatkannya, rapatnya pun selesai mereka siap-siap untuk keluar, tiba-tiba bu kepsek mengatakan “bu Anh, anda lumayan cukup campur tangan dalam kasus ini” “anda pasti sangat berempati pada murid ini” guru etika hanya terdiam saja.


Woo Hyeon keluar dari kelas Pro Lee () mengikutinya menanyakan luka di wajahnya. tiba-tiba walik kelas mereka datang melihat Woo Hyeon, Woo Hyeon langsung membelakangi wali kelasnya, namun wali kelas memanggilnya dan bertanya “wajahmu kenapa?” Woo Hyeon menjawab “terjatuh” wali kelas menyuruhnya hati-hati “dasar ceroboh! Jae Seok dan temannya keluar karena melihat walikelas mereka balik lagi kelas namun keburu ketahuan akhirnya mereka di panggil dan suruh baris di hadapannya, Woo Hyeon pun ikut gabung berbaris dan menanyakan “kalian berkelahi?” mereka kompak menjawab “kami jatuh” wali kelas berkata “terjatuh? Bersamaan? Kalian pikir aku percaya?” sambi ketawa terbahak dan menyuruh mereka mengulurkantangan dia memberi para murid tersebut vitamin termasuk Pro Lee juga kebagian dan langsung menyuruh diminum sekarang juga, mereka pun langsung meminum vitaminnya, walikelas memberitahu “kalian punya waktu 100 hari untuk tes bakat, ini hadiahku supaya kalian bisa persiapkan ujian dengan baik”.


Wali kelas mengajak ngobrol Jae Seok di taman, wali kelas mengatakan “kau kuberi nilai nol di ujian, aku ingin kau merenung” Jae Seok berkata “saya dengar papa yang bayar perbaikan lantai ruang olah raga, boleh saya pergi?” ia langsung berdiri tanpa mendengarkan terlebih dahulu walikelasnya mengijinkan atau tidak. Wali kelasnya berkata “kau mau menjual kejujuranmu dengan lantai ruang olah raga?” “kejujuranmu dan lantai ruang olah ragamu toh akan diinjak-injak” Jae Seok langsung pergi walikelas mengatakan lagi”aku percaya padamu” daia pun berhenti dan mengatakan “kalauyang dipercaya berkhianat, hanya akan tambah menyakitkan” dia pun langsung pergi, walikelasnya hanya terdiam dan tersenyum.


Seon Hook sedang melihat papan pengumuman <pemberitahuan hukuman selama 7 hari embersihkan sekolah> tiba-tiba Jae Seok datang dan berkata “kau hutang padaku” dia menjawab “kau yang letahuan” dan langsung pergi namun dihalangi oleh Jae Seok dan mengatakan “kau tahu kenapa bom menakutkan?” “kapan akan meledak, kau tak akan pernah tahu” sambil terus menatapnya dan mendorong Seon Hook, Ia berkata “kau selalu dapat rangking terendah dan terlibat masalah” “siapa yang akan percaya padamu?” dan langsung pergi, Jae Seok terdian dengan muka kesalnya.


Para murid yang di hukum (Jae Seok, Byung Ho dan Tae Wook) sedang membersiihkan taman sekolah namun Jae Seok sedang asyik memainkan ponselnya ia tak menjalankan hukumannya sedikitpun, ketika sedang menyapu taman Byung Ho dan Tae Wook menghampiri Da Ye Ri yang sedang latihan drama dengan temannya dan berkata “kalian mau audisi drama ya?” mereka terus ngomong pada Da Ye Ri, dia langsung berdiri dan berkata “sono balik ke asalmu!” mereka pun tersenyum dan berkata “kau tak akan dapatkan perannya” temannya Da Ye Ri memarahinya “berani betul! Lancang sekali kalian!” Da Ye Ri mengatakan “aku benci ngomong sama orang rendahan kaya kalian” dengan sombongnya berkata seperi itu “minggir kalian!” Jae Seok datang dan menyuruh Byung Ho dan Tae Wook memberi jalan untuknya, eits Da Ye Ri malah berkata lebih pedaas lagi pada Jae Seok “kau minggir, kau yang paling rendah” “salahmu kalau aku tak masuk audisi” sambil pergi melewatinya. Temannya mengata-ngatai Da Ye Ri dan bilang kalau mereka sudah sselesai bersih-bersih, dan pamiatan pergi.


Jae Seok sendirian di taman, Tiba-tiba Si gendut dan Pro Lee datang menghampirinya dia bertanya “ada apa lagi ini?” Si gendut berkata “wajah Woo Hyeon terluka, karenamu kan?” Pro Lee terlihat takut adn berdiri di belakang Si Gendut, Dia menjawab “kalau iya kenapa ?” Si Gendut pun menjawabnya “kupastikan Da Ye Ri tak akan pernah bisa ikut audisi” Pro Lee meengajak Si Gendut makan mereka pun langsung pergi.


Tiba-tiba Seul Bi memanggil Jae Seok dan menghampirinya dia menjawab “apa lagi?” Seul Bi berkata “kau jangan membuli Woo Hyeon lagi” Di mengatakan “jangan! Kau begini pasti karena tinggal dengan Woo Hyeon” dia pun pergi, Seul Bi mengatakan “tak masalah buatmu menyakiti orang lain?” dia pun berhenti dan berkata “mau lihat bagaimana aku menyakitimu?” Seul Bi langsung menghampirinya dengan mengulurkan tangannya yeng mengepal “kau anak baik atau jahat, yang namanya sakit itu sama saja” Seul Bi memberi Jae Seok Plester “lain kali jangan berkelahi lagi” sambil menepuk tangannya kemudian pergi. Jae Seok meliha plester yang di tangannya dan melihat kearah Seul Bi.


Seul Bi sedang bersiap untuk kerja kelompok dalam kelas, anak-anak satu kelompoknya sedang menggeser kursi dan meja mereka, Woo Hyeon dan Gi Sook sedang mengambil buku dari lokernya msaing-masing, mereka pun berkumpul dalam kelompok itu Si gendut pun masuk kedalam mereka, Gi Sook menjatuhkan bukunya ke meja dekat Si Gendut, Si Gendut pun marah pada Gi Sook kemudian Si gendut membatasi mejanya dengan tipe-ex dan melarang Gi Soo untuk melewati batsanya, Woo Hyeon mengatakan “gak lihat ya, apa dia enggak malah ingin melewati garisnya?”  Seul Bi pun berkata “Kamu ingin Gi Soo melewati garisnya ? kamu suka padanya ?” anak-anak yang lain berkata “kita dapat Couple deh sambil menunjuk kearah Gi Soo dan Si gendut sambil menertawakan mereka, Si Gendut terus marah-marah dia pun mengambil tugasnya dan menyuruh Seul Bi untuk mengerjakannya, tiba-tiba murid yang lain ikut-ikutan nyerahin semua tugasnya pada Seul Bi dan pergi keluar nyusul setelah Si Gendut, 


Eits Gi Soo pun ikut-ikutan juga sambil berkata “aku harus kerja” ketika Seul Bi dan Woo Hyeon mengomelinya dia langsung menaruh bukunya di depan Seul Bi dan langsung lari, Woo Hyeon ngomel-ngomel sendirian sambil berdiri. Seul Bi menariknya tuk duduk kembali Seul Bi meniru Si Gendut membatassi mejanya dengan membuat karisan pada mejanya dia hanya pengen tau kalau dia membuat garis apa Woo Heyon akan melewatinya “kamu jangan lewati garisnya!” sambil menunjuk kearahnya, Woo Hyeon berkata “gak bakalan” eits tapi dia malah sengaja melemparkan pensilnya melewati batas tersebut Seul Bi melihatnya, Dia berkata “pensilnya punya kaki” dan mengambilnya lagi Seul Bi mengatakan padanya “barusan kamu lewati garis” Woo Hyeon tidak mengakuinya, eh dasar Woo Hyeon dia melemparkan penghapusnya dan berkata “penghapusnya juga punya kaki” Seul Bi melihatnya lalu menepak tangannya dan berkata “kamu bilang gak bakalan melewati garis” “jadi benar kalau kamu ingin melewati garisnya” Woo Hyeon malah mengatai Seul Bi oon.


Si Gendut dan Pro Lee sedang berjalan pulang sambil ngobrol dan bergandengan tangan, tiba-tiba ibunya Pro Lee datang untuk menjemputnya kemudian memanggilnya, mereka pun menghampirinya, ibunya mengatakan bahwa dia harus latiha golf, Pro Lee mengatakan “omma Young Eun rumahnya sejalur dengan kita, boleh kita kitan ?” ibunya tidak bisa mengajak pulang bareng Young Eun sekarang karena pelatih sudah menunggu Pro Lee untuk latihan, Young Eun bertanya pada Pro Lee “kapan kamu latiha golf?” dia menjawab sambil garuk kepala “sebulan lalu, kurasa” ibunya menyuruh Pro Lee cepat-cepat masuk mobil, ia pun langsung masuk mobil dan berkata “maaf ya, nanti aku telpon. Young Eun mupeng melihat Pro Lee naik mobil.


Pro Le dan ibunya berada di dalam mobil, ibunya memberikan obat dan air minum pada Pro Le dia mengatakan “makan ini semua bikin aku gemuk? Ibunya bertanya “cuman itu temanmu ? gak ada yang lebih baik ?” dia menjawabnya dengan lemas “dia memang kayak gtu, tapi dia teman yang baik” ibunya tidak menyukai Young Eun kemudian ibunya mengeluarkan buku-buku dan menyuruhnya untuk membacanya, mereka pun terus melakukan perbincangan, Pro Lee pun meminum obatnya.


Guru etika dan suaminya sedang berada di dokter gigi mereka sedang menunggu panggilan, suaminya sedang sakit gigi, guru etika bertanya “sakitnay sudah lama kan?” dia menjawab “kamu tahu sakitnya seperti apa?” sambil terus memegang pipinya, istrinya menanyakan “yakin kamu gak takut?” suaminay menjawab “enggak, tapi sebenarnya aku takut, aku benci dokter gigi! Kamu tahu Seong Yeol menurun hal ini dariku” sambil memegang tangan istrinya, istrinya menenangkan dia. Akhirnya tiba di ruang dokter gigi dai sedang melakukan implan gigi dia kesakitan ditemani oleh istrinya dan akhirnya selsai, dokter mengatakan “sesibuk apapun anda, harusnya rutin periksa ke dokter.


Dia terus merasakan sakitnya sambil memegang pipinya, istrinya bertanay “sakkit sekali ya? Implan gigi sakitnya minta ampun”dai pura-pura tidak merasa sakit dengan alasan karena istrinya ada di samping dia, ia menyuruuh untuk tidak memberitahu Seong Yeol karena dia impaln gigi, dia tidak mau kalau Seong Yeol mengtahui kalau papanya sudah tua, istrinya mengatakan “kamu tuh papa yang baik” Suaminya bertanya “suami yang baik, tidak?” dia akan berusaha untuk menjadi suami yang lebih baik, “aku bersyukur kamu selalu berusaha akrab dengan Seong Yeol” “aku akan coba bicara padanya” istrinya berkata “jadi papa yang baik itu lebih penting” istrinya memberitahu masalah Seong yeol disekolah pada papanya dan papanya akan ngobrol dan menemui Seong Yeol, “janagn cemaskan aku! Nikmati waktu kebersamaan kalian.


Dia sedang menunggu Seong Yeol di jembatan dan kelihatannya dia masih merasa sakit, Seong Yeol sedang berjalan dan melewatinya, papanya pun melihat dia dan memanggilnya “Hei! Anak murid ganteng” Seong Yeol tak mendengarnya, dia pun menghampiri Seong Yeol dan langsung memborgolnya sambil berkata “kau harus ikut bersamaku” dia pun membawa Seong Yeol pergi.


Mereka berada di tempat makan dan memesan ramen, mereka kesulitan untuk makan karena tangan mereka di borgol, Seong Yeol berkata “aku gak akan kabur, bisa ddilepas tidak?” dia tidak menjawab pertanyaannya tapi dia mengatakan “makan bersama anak, ternyata lebih enak rasanya” mereka pun terus memakan ramennya papanya mengatakan “mamamu sudah cerita, papa tau kamu tak melakukannya” dia makannya belepotan Seong Yeol mengambil tisu kemudian mengusapnya dan berkata “lepasin dong” ayahnya berkata “gak masalah meski tak nyaman, yang penting papa dekat denganmu” mereka sambil terus berbincang-bincang walau kesulitan makannya, tapi papanya merasa bahagia karena bisa makan bersama walau dalam keadaan diborgol.


Guru etika sedang duduk melamun di ruangan rumahnya, ia pun melihat foto keluarganya dengan senyuman, setelah itu dai terdiam dan memegang fotonya sambil memikirkan sesuatu.


Guru olah raga, guru musik dan guru kesehatan sedang berkumpul makan diluar, guru musik menanyakan “kanapa makan diluar tiba-tiba begini?” sambil memasukan minuman di gelasnya guru olah raga, dia menjawab “dari papanya Jae Seok” eits keceplosan dia “maksudku... aku tersentuk oleh papanya Jae Seok, makannya aku mau traktir anda semua makan malam” “dia melihat jam dan berkata “harusnya bu kepsek sudah datang kesini” guru kesehatan menayakan pak Philip dalam kondisi mabuk, guru musik mengatakan “katanya mau datang kok” guru olah raga terus memberi guru kesehatan minuman, tiba-tiba guru musik membahas masalah muridnya “lain kali, biarkan aku saj yang menangani masalah di kelasku” guru olah raga menjawabnya “pak kim! Tak ada kelasmu-kelasku, mereka semua murid yang harus kita rangkul” mereka terus membahasnya dan guru olah raga memberhentikannya lalu mengajak pak kim minum,


Guru kesehatan terus minum dan terus menanyakan pak philip, guru etika pura-pura menerima sms dan berkata “dia bilang tak bisa datang karena diare, katanya sih gak serius tapi dia harus istirahat” guru kesehatan berkata “diare? Itukan bau banget dengan mimik muka yang gak enak dan berkata “aku harus lihat philip, aku tak bisa membiarkan dia sendirian” “aku guru kesehatan” guru olah raga bertanya “anda mau kemana? Anda kan gak tau dia tinggal dimana” sambil menarik roknya dan oooooowwwww roknya terlepas sampai celana polkadotnya keliahatan mereka terkejut dai langsung merapikan rok-nya dan berkata “gila ya?” daaaannn guru etika pun di tampar olehnya oooh sakiiiit dia pun langsung pergi berlari, guru olahraga terus mengoceh pada pak kim dan menasehatinya.


Pro Lee datang ke kedai Ddokibboki membawa box berwarna biru muda-putih untuk menemui Woo Hyeon dia terlihat senang dan berkata “aku harus melindungi suamikau”


Seul Bi sedang membuat makanan Woo Hyeon datang membawa gelas kotor dan berkata “aku menyuruhmu bersih-bersih bukan berantakin” “lapar lagi?” dia menjawab “aku mau bikin bubur untuk Halmeoni” manusia makan bubur kalau pencernaannya gak lancarkan?” Woo Hyeon berkata “manusia lagi ... Halmeoni sakit lagi?” beliau keras kepala dia gak mau dibawa ke RS, Seul Bi menata membuat bubur, Woo Hyeon mengambil celemek dan memakaikannya pada Seul Bi, di memutarkan Seul Bi lalu mengikatnya dari belakang, Seul Bi menahan nafasnya Woo Hyeon mengatakan “Napaslah! Kau bisa mati” Woo Hyeon membahas kalau mereka sepupu, Seul Bi menanyakannya “kenapa kamu bilang kita sepupu?” Woo Hyeon mengataka karena dia benci ditanya-tanya banyak hal.


Ketika Seul Bi dan Woo Hyeon sedang membuat bubur, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, mereka melihat kearah pintu tapi tak melihat apa-apa dan menghiraukannya. Ternyata Pro Lee yang mengetuk pintu, ia pun bersedih karena tak ada yang membuka apalagi Woo Hyeon tidak keluar.


Woo Hyeon menyuapi Halmeoni bubur, Halmeoni berkata “tanpa Halmeoni kamu tak akan kelaparan” Woo Hyeon “tapi Halmeoni aku akan kelaparan” Halmeoni “jangan begitu! Halmeoni sudah tua” tanpa Halmeoni Woo Hyeon tak bisa makan, tak akan sekolah, gak bisa tidur “karena itu sehatlah” Halmeoni mengalihkan pembicaraan “enak sekali” “halmeoni jadi lebih kuat” Woo Hyeon mengtakan “aku hanya punya Halmeoni saja, jadi jangan sakit” Halmeoni bilang ia sudah merasa baikan. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 5 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »