High School Love On Episode 5 PART 2

5/08/2016

Halmeoni mengambil sebuah amplop putih dan menyuruh Woo Hyeon untuk memberikannya pada Seul Bi, Woo Hyeon berkata “apa ini?” dia melihat isi amplop tersebut “bayarannya?” Halmeoni hanya melihatnya “kenapa upahnya banyak sekali, dia kan sudah dapat makan dan tinggal disini?” dia pun mengulurkan tangannya dan meminta upah juga, Halmeoni mengatakan “apa Halmeoni harus memberimu makan, tempat tinggal dan membayarmu?” Halmeoni pun tertawa, dan akhirnya dari beberapa hari ini Halmeoni bisa tertawa, dia mengajak Halmeoni untuk pergi ke dokter besok, tapi Halmeoni mengatakan kalau dia sudah merasa baikan.


Seul Bi keluar untuk membuang sampah, dia melihat Pro Lee sedang duduk di teras kedai menyender ke pagar, Seul Bi terus melihat Pro Lee yang sedang melamun dan kelihatan sangat sedih.


Seul Bi dan Pro Lee pergi k taman, Pro Lee bertanya “Woo Hyeon dan kamu ... kalian bukan saudara sepupu kan?” Seul Bi berkata “sebenarnya....” sambil ketakutan tapi kepotong oleh Pro Lee “kamu menyukai Woo Hyeon?” Seul Bi mengatakan dia gak pernah mikir kesana, dia berharap kalau Seul BI gak pernah punya pikiran seperti itu seterusnya “aku suka Woo Hyeon” sampai dia curhat mengenai kehidupannya dan mengenai Woo Hyeon “Woo Hyeon salah satunya pelarianku, dialah massker oksigenku” “kamu bisa mati demi Woo Hyeon?” Seul Bi berkata dengan polosnya “mati?” Pro Lee mengatakan “demi Woo Hyeon aku bersedia mati” tiba-tiba nyala ia pun menlihatnya siapa yang menelpon, dan ternyata Woo Hyeon yang menelpon tapi tak dia angkat, mereka pun terdiam tanpa ada percakapan lagi.


Woo Hyeon pergi keluat mencari Seul Bi, Seul BI pun datang dia menayakan “darimana saja kau?” Seul Bi pun melihatnya dan berkata “cari udara segar” dengan raut muka yang sedih tak seperti biasanya, dia mengatakan “bilang kek kemana!, paling gak angkat telponmu!” “apa yang terjadi denganmu” wajahmu kenapa?” Seul BI merasa lela, Woo Hyeon mengeluarkan amplopnya dan berkata “jeng-jeng, bayaranmu” Seul BI mengambilnya dengan reaksi polosnya, Woo Hyeon bertanya “kenapa reaksimu data gitu? Ini gajimu” Seul Bi tak menjwabnya dia pun langsung masuk kedalam. Woo Hyeon berpikir kenapa dia tidak senang, apa dia sakit lagi.


Pro Lee berjalan sendirian di tengah malam dia terlihat sangat sedih dan memikirkan sesuatu, tiba-tiba ponselnya bunyi dia tidak langsung mengangkat telponnya, dia pun mengangkatnya, ternyata ibunya yang nelpon “waktunya kamu latihan, kamu dimana?” dia menjawab “ma... aku sakit” dia meminta libur latihan untuk hari ini, eits ibunya malah berkata “libur  sehari akan merusak latihanmu seminggu, masa kamu gak tahu?” “supaya bisa lihat masa depan yang cerah kamu harus rajin” Pro Lee mengtakan “meskipun aku mati hari ini?” ibunya menjawab “tentu saja!” (tega banget ibunya) saudara-saudaranya juga mengalami hal yang sama, dia menagis sambil berkata “ma... aku benar-benar sakit” ibunya menyuruh dia cepat-cepat pulang dan merayu dia akan membelikan dompet yang Pro Lee inginkan" Pro Lee terus menangis.


Seul Bi sedang duduk ditangga dengan boneka putihnya, dia melamuni sesuatu dan berkata sambil memegang dadanya “ rasanya aneh di dalam sini” dia terus melamun.


Di ruang olah raga Seul Bi sedang memasukan bola kedalm keranjang, Woo Hyeon memanggilnya, dia hanya melihatnya sekejap dan melanjutkan membereskan bola-bola kembali, Pro Lee dan Youn Eun melihat Woo Hyeon ketika memanggil Seul Bi, Woo Hyeon berkata “ada apa dengannya” sambil terus melihatnya tiba-tiba Gi Soo menghampirinya dan berkata “kalian bertengkar? Pertengkaran cinta?” Woo Hyeon menyuruh Gi Soo untuk diam, Gi Soo berkata “Oh ya kalian kan saudara sepupu” sambil bisik-bisik Woo Hyeon memarahinya, Seul BI mengangkat keranjang bola untuk disimpan, ketika berjalan dia kesulitan karena berat anak-anak yang lain menyimpan bola di keranjang yang dibawa Seul Bi, Da Ye Ri melemparkan bola ke keranjangnya sambil berkata “punyaku juga” eits karena tidak seimbang dan berat keranjangnya tumpah bola-bolanya pun berceceran kemana-mana, anak-anak yang lain melihatnya termsuk Woo Hyeon dan berkata “dia begitu lagi” “Lee Seul Bi!” ia mau menghampirinya, Pro Lee berdiri membawa keranjang dan pura-pura jatuh di depan Woo Hyeon dia mengusap-ngusap tumitnta, Woo Hyeon menanyakan “kamu tak apa-apa?” dan membawa Pro Lee ke klinik.


Seul Bi melihat Woo Hyeon sedang menggandeng Pro Lee untuk mengantarkannya ke klinik sekolah, ia pun terdiam sambil melihat mereka, Seong Yeol datang membantu Seul Bi untuk menyimpan keranjang bola tersebut dan berkata “ayo” Seul Bi pun terus melihatnya.


Woo Hyeon dan Pro Lee sedang berada di klinik sekolah, Pro Lee sambil memainkan ponselnya Woo Hyeon sedang menunggu guru kesehatan sambil melihat-lihat keluar dan berkata “bu guru lama sekali” Pro Lee mengatakan “kita tunggu saja” sambil senyum-senyum, Woo Hyeon minta maaf padanya “ini salahku” dia berkata “ini lebih baik malah, aku bisa libur latihan kalau cidera” Woo Hyeon menanyakan “kamu latihan, latiha apa?” Pro Lee menceritakan tentangnya, Woo Hyeon berkata “harusnya kamu gak cidera” dan menanyakan “segitu kerasnya ya supaya kuliah?” tiba-tiba ponsel Pro Lee nyala ternyata ibunya yang menelpon tapi dia rijex, dia menceritakan lagi tentang mamanya nyuruh dia kuliah di jniversitas bergengsi dengan berbagai tekanan dan tuntutan yang diberikan padanya, Woo Hyeon berkata “mau nyombongin diri kamu punya mama?” dia berkata tidak,tidak dan meminta maaf, Woo Hyeon mentakan “serius amat aku hanya bercanda” Pro Lee tersenyum malu, Woo Hyeon masih terus menunggu bu guru.


Seul Bi pulang sekolah sendirian dia terlihat lelah dan memikirkan sesuatu, Seong Yeol juga pulang sendirian dia dibelakang Seul Bi namun mereka tak menyadarinya, tiba-tiba Seong Yeol melihat Seul Bi berjalan sendirian dia pun lari menghampiri Seul Bi, mereka pun saling bertatapan dan berkata “hari yang panas” Seul Bi mengatakan “iya panas banget” Seong Yeol menawarkan “kamu mau Es Krim?” Seu Bi mengatakan “kalau aku membelikanmu es krim, kamu mau temani aku ke suatu tempat?” Seong Yeol berkata “ayo” mereka pun pergi.


Seul Bi dan Seong Yeol pergi ke sebuah toko make-up, mereka melihat-lihat barang yang disana, mereka memilih lipstik Seul Bi mencoba memakainya, Seul Bi menyuruh Seong Yeol mencoba maemakai lipstik di bibirnya, ketika lipstiknya dipakai Seul Bi menertawakannya.


Halmeoni sedang membereskan meja di kedai, tiba-tiba sakitnya kambuh ia pun terdiam, ada seseorang yang masuk Halmeoni berkata tanpa melihat kearah pintu dulu “selamat da...”belum selesai menyapa orang tersebut Halmeoni melihat kearah pintu, Halmeoni terkejut karena yang datang guru etika (ibu kandung Woo Hyeon” guru etika memberi hormat padanya.


Adda penjual es krim sedang berteriak-teriak menawarkan eskrimnya, Seng Yeol berlari melewatinya, tiba-tiba penjual eskrim itu melihat Seong Yeol lalu memanggilnya “nak!” dia pun berhenti sambil berkata “aku?” penjual eskrim “ya kamu pemenangnya! kamu pembeli pertamaku!” ternyata dia sedang menunggu orang lewat untuk diberikan eskrim gratis, dia pun langsung membawa 2 eskrim kehadapan Seong Yeol dan berkata “ini pialamu” dia memberiaknnya pada Seong Yeol dan berkata “beli 1 gratis 1” “makanlah bersama temanmu” Seong Yeol terdiam melihat keanehan itu lalu pergi membawa eskrim yang diberikan penjual itu, penjual itu terus berkata “tunggu kembalilah” Seong yeol pun kembali lagi ke penjual itu, Si Penjual mengatakan “aku kan sudah ksih gratis, apa ada yang ingin kamu katakan?” ia pun memberi hormat pada penjual itu tanpa berkata sedikit pun, penjual berkata “baiklah, makan sebelum meleleh” “waffle cone-nya jangan ditelan ya” Seong Yeol melihat kearahnya dan terus berlari.


Seong Yeol memberikan eskrim pada Seul Bi, Seul Bi minta maaf “harusnya kan aku yang mentraktirmu” Seong Yeol pun tersenyum dan berkata “lain kali saja” Seul Bi mengatakan “kamu membantuku membeli hadiah untuk Halmeoni, kamu benar-benar manusia pria baik hati” Seong Yeol tersenyum dan meminta Seul Bi untuk mentraktirnya lain kali. Seul Bi meminta Seong Yeol untuk datang ke tempatnya dan nanti akan mentraktir Ddokibboki, eits Seul Bi memukul manja Seong Yeol tanpa sadar dia sedang memegang eskrim seragam Seong Yeol jadi kotor, Seul Bi berkata “giman nih? Maaf” Seong Yeol berkata “makan saja, akan kubasuh sebentar” EsKrimnya pun di titip pada Seul Bi.


Ketika Seong Yeol pergi membasuh seragamnya Senior berada di sisi  Seul Bi, Seul BI kaget dan berkata “Seonbae!” ia berkata “akhirnya kamu sednirian” Seul Bi berterima kasih “yang tempo hari maksih ya, yang angkat tutup gotnya Seonbae kan?” dia mengatakan “sudah kubilang jangaa gunakan kekuatanmu” Seul Bi terdiam dan merasa kekuatannya hilang, dia berkata “semua manlaikat yang tinggal di dunia manusia berakhir tak bahagia” Seul Bi amnanyakan “memangnya ada sebelum aku?” dia hanya mengangguk sambil melihat eskrim yang meleleh, Seul Bi menanyakan “kenapa jadi manusia membuatku tak bahagia?” Seong Yeol melihat Seul Bi ngomong sendirian, Seonbae mengtakan “kamu gak tahu betapa lemahnya manusia? Mereka gak tahan sakit atau tak bissa hidup selamanya” Seul Bi “benar juga, tapi...” dia bertanya “apa kamu ingin meleleh seperti eskrim begitu?” mereka melihat pada eskrim yang meleleh “jangan jatuh cinta pada manusia, aku sedang cari cara supaya kamu bisa kembali” ia pun langsung menghilang.


Seong Yeol sudah selsai membasuh seragamnya dan bertanya pada Seul Bi “sedang apa?” Seul Bi pun langsung memberika eskrim miliknya dan langsung terdiam, Seonbae melihat mereka yang sedang ngobrol dari kejauhan, tiba-tiba Si Penjual eskrim tadi datang menghampiri Seonbae sambil memakan eskrimnya dan berkata “enak! Eskrim Ternyata kalau meleleh” “itu sebabnya eskrim itu enak, kenapa anak-anak gak ngerti soal itu?” ia langsung pergi, Seonbae pun terdiam sambil memikirkan sesuatu.


Halmeoni dan guru etika sedang ngobrol dan menyuruh Woo Hyeon pindah sekolah, Halmeoni marah “apa? Pindah?” “kok bisa kamu ngomong begitu?” bu guru mengatakan ini demi kebaikan Woo Hyeon, Halmeoni bilang padanya “mungkin kamu tak membesarkannya, tapi kamu mamanya, kamu lupa hal itu?” bu guru berkata “tak untungnya dia tau tentang aku” dan memberitahu Halmeoni kalau dia sudah menikah dan mempunyai anak, Hameoni menyuruhnya jalani hidup ayng baik dengan putramu “tinggalkan cucuku sendirian!” dia mengatakan kalau putranya satu sekolah dengan Woo Hyeon, Halmeoni “putramu? Suruh saja dia yang pinda” “hidupnya sudah susah tanpa seorang ibu, dan sekarang dia harus pindah ?, tidak!” Halmeoni terus marah-marah padanya, bu guru mengatakan kalau dia bisa merasakan kebahagiaan dihidupnya dan mengeluarkan sebuah amplop putih “kumohon” Halmeoni semakin kesal dan mengguyur muka Bu guru dengan air yang ada di gelas dan berkata “kau pikir uang bisa menyelesaikan segalanya?” “kau hancurkan hidup putramu demi kebahagaianmu sendiri” “jangan pernah kembali!”.


Seul Bi dan Seong Yeol sedang berjalan berdua, tiba-tiba Woo Hyeon datang dari belakang dan langsung berdiri ditengah-tengah mereka sambil berkata “Hwang Seong Yeol! Kamu pindah kesini?” Seul Bi berkata “tenyata kamu disini, aku minta menemanikau makan Ddokibboki, sebagai rasa terima kasih. Woo Hyeon bertanya “berterima ksaih untuk apa?” Seong Yeol memotong pembicaraan mereka dengan menanyakan keadaan Ye Na, Woo Hyeon “apa? Iya” “kamu beli Ddeokbokki? Aku makan banyak” mereka pun pergi menunju kedainya.


Guru etika keluar dari kedai Halmeoni, Halmeoni menyusulnya untukmemberikan amplop putih yang telah ia berikan tadi, tiba-tiba Seong Yeol, Woo Hyeon dan Seul Bi datang dan melihat mereka, Woo Hyeon berkata “Miss Gong! Bukannya itu Si penyihir?” Halmeoni memaksa untuk mengmebalikan amlpop itu tapi dia tak mau menerimanya, Seul Bi mengatakan “dia kesini mau makan Ddeokbokki?” Woo Hyeon memanggil Halmeoni sambil berlari menghampirinya, mereka terkejut meelihat Woo Hyeon menghampirinya dia langssung bertanay “Halmeoni, sedang apa?” Halmeoni berkata “dia meeninggalkan ini, jadi Halmeoni kembalikan” Woo Hyeon nengenalkan Halmeoninya dan berkata “apa kabar? Lain kali saya pasti bawa mesin kartu kredit dan membawa kamblian” mereka saling melirik satiu sama lian, Halmeoni mengajak Woo Hyeon masuk ke kedai.


Gi Soo turun dari rumahnya lalu menaiki motornya, Tiba-tiba Young Eun dan Ye Na datang menghampiri dia dengan tatapan kejam mereka Gi Soo terkejut dan ketakutan “kalian ngapain disini?” dan mereka pun melakukan perbincangannya.


Gi Soo datang ke kedai dengan ketakutan dan menampar mukanya sendiri terus-menerus dan langsung mengambil air minum, Woo Hyeon menanyakan “habis dikejar singa ?” Gi Soo berkata “iya, kayak gitulah” langsung menanyakan acara besok pada Woo Hyeon, dia menjawabnya “gak main sama kamu pastinya” Gi Soo memaksanya untuk bermain sepeda besok, tapi Woo Hyeon tidak mau karena cuaca yang pans, Gi Soo pun terdiam sambil mengingat yang tadi Yong Eun katakan.


Gi Soo ketakutan dan langsung duduk depan Woo Hyeon dan terus memakasanya “Woo Hyeon! Kau harus iut, tolong aku” dai malah mau menyuapi Gi Soo, Seul BI mengatakan “sepertinya menyenagkan, aku boleh ikut?” Gi Soo panik ketika Seul Bi mau ikut, Seul Bi mengajak Seong Yeol juga, Woo Hyeon mengatakan “bukannya kamu banayk ekskul, gak belajar apa?” Seong Yeol menerima tawaran Seul Bi, Gi Soo kebingungan dan berkata “waduh berantakan!”.


Guru etika sedang melihat kalungnya depan cermin, dan mengingat masalalunya ketika terakhir bersama anaknya (Woo Hyeon) dia mengatakan pada Woo Hyeon “ini kunci dan ini gemboknya” sambil memperlihatkan kalungnya dan menempelkan gembok dan kunci tersebut “ini harus bersama-sama, dia memakainkan kalung kunci pada Woo Hyeon dan berkata “kalau kamu pakai kalung ini meski kita berpisah kita akan bersama, Woo Hyeon kecil bertanya “bersama?” ibunya berkata “kau dan mama akan bertemu lagi sambil memeluknya “jangan sakit” “dengar kata Halmeoni ya?” dia menagis tersedu-sedu setelah mengingat masa lalunya san terus berkata “maafkan aku!”.


Halmeoni dan Woo Hyeon sedang bermain karu di atas kain berwaran merah mudan, Woo Hyeon bertanya “tujuannya apa main ginian?” Halmeoni mengatakan “ada hari-hari keberuntungan” tiba-tiba Halmeoni menanyakan bu guru yang tadi datang ke kedai “apa dia baik padamu?” Woo Hyeon menjawab “oh.. guru etika? Enggak” Halmeoni “dia jahat padamu?” “kenapa dia jahat padamu? Apa dia membencimu?” Woo Hyeon mengatakan “kenapa Halmeoni emosi begitu, kelihatannya dia gak suka anak-anak, panggilannya penyihir” Halmeoni berkata “panggilan itu cocok untuknya”.


Seul Bi datang memanggil Halmeoni mengatakan pada Woo Hyeon “kamu disini juga” Woo Hyeon menjawab “kenapa? Aku gak boleh kesini?” Seul Bi menghiraukannya dan memberikan hadiah apda Halmeoni “ini untuk gaji pertamaku” halmeoni langsung mebuka hadiahnya, Woo Hyeon berkata “aku gimana? Dasar pelit!” Seul Bi menyuruh Halmeoni untuk memakainya, Halmeoni pun memakai lipstiknya eh Woo Hyeon mengatakan “Miss Gong, itu sih kayak pesta cabe” “selera warnamu payah” Halmeoni langsung menjewer kupingnya dan berkata “jahat sekali pada wanita” Seul Bi memberiakn ponselnya agar Halmeoni bisa berkaca, Halmeoni berkata “cantiknya, wajahku jadi berseri-seri” “terima kasih untuk kemewahan ini” Halmeoni mengajak Seul Bi main kartu dan berkata “Halmeoni bisa meramalmu” mereka terus bicara mengenai masalah kartu. Sampai Seu Bi berkata “aku gak mau melihatnya” Halmeoni memarahi Woo Hyeon dan berkata “hanya untuk main-main saja!” Halmeoni berkata pda Seul Bi “jangan khawatir soal itu, pilih satu dari yang lain” 


Seul Bi pun memilih gambar yang ada bunga-bunganya Halmeoni mebuka kartu pilihan Seul Bi “kartunya bilang akan ada tamu yang datang” “artinya Seul Bi adalah tamu yang berharga dirumah ini” Seul Bi “sunggu?” Woo Hyeon mengatakan “berharga apanya?” dan menyuruh Halmeoni untuk membaca Peruntunganku” Halmeoni mengatakan “ingat kalau kamu bilang tak pernah benar?” “pilih satu gih” Woo Hyeon memilih kartunya dan Halmeoni pun membaca kartu pilihannya “artinya kamu akan bertemu seseorang yang tepat” “apa kamu sedang dekat seseorang?” Seul Bi dan Woo Hyeon saling bertatapan , Woo Hyeon bilang pada Halmeoni “seseorang? lihat punyamu!” Halmeoni pun membacanya lalu terdiam, Seul Bi melihat Halmeoni yang sedang membaca kartu” Woo Hyeon bertanya “apa? Apa artinya ?” Halmeoni mengatakan “piknik” “artinya aku haruss piknik ke tempat yang ada beot kkot (Cherry Blossom)-nya Woo Hyeon “wah bagus kalau begitu” Seul Bi berkata  “Halmeoni mau piknik? Pasti menyenangkan! Aku ikut ya!” Woo Hyeon menekankan kalau Halmeoni tidak boleh pergi sendiri, merekapun membicarakan soal piknik.


Halmeoni pergi ke kamar madi dan muntah-muntah dai kesusahan untuk membuka air kerannya, Halmeoni lemas lalu menyender ke pintu.


Mereka pergi ke tempat untuk bersepeda, Woo Hyeon berjalan di garis putih yang kecil, Young Eun menarik bajunya Gi Soo dan berkata “kenpa mengajak dia? mau mapus ya?” Gi Soo meminta maaf padanya “maafkan aku nyonya.


” mereka pun tiba di tempat penyimpanan sepeda, Woo Hyeon langsung memilih sepeda, Seul BI dan Seong Yeol sedang ngobrol, Seong Yeol pun menyusul Woo Hyeon memilih sepeda. Seul Bi ditarik Ye Na untuk di ajak ngobrol,  Ye Na mint atolong pada  Seul bi untuk tidak mendekati Woo Hyeon karena dia mau menyatakan perasaannya pada Woo Hyeon “kamu mau bantu?” Seul Bi mengatakan ”kenapa mesti aku?” Ye Na meminta Seul Bi menjauh dari Woo Hyeon dan jangan sampai kelihatan olehnya. Woo Hyeon memanggil Seul Bi mereka pun melihatnya, Ye Na berkata “kumohon” sambil lari menghampiri Woo Hyeon dan berkata “Woo Hyeon! tumitku masih sakit” “boleh aku naik denganmu?” Woo Hyeon hanya melihat Seul Bi, Ye Na pun juga melihat Seul Bi, Seul BI hanya bisa melihat mereka tak bisa berbuat apa-apa, Seong Yeol menghampiri Seul Bi dan menawarkan boncengan padanya. Seul Bi boncengan dengan Seong Yeol.


Mereka pun mulai bersepeda dengan sepeda pilihan mereka, Seul BI dibonceng Seong yeol tapi dia tetap melamun, Woo Hyeon membonceng Ye Na dan Ye Na mengatakan “Woo Hyeon! Ada yang ingin ku katakan padamu” Woo Hyeon berkata “katakan saja”Ye Na mengatakannya “aku sangat menyukaimu, selama ini ... karenamu, aku bisa makan Ddeokobokki pedas” karenamu, aku ingin terlihat cantik” “karenamu, aku punya suntikaan energi hidupku” Ye Na berharap kalau Woo Hyeon merasakan hal yang sama dengannya “karena aku” dia pun memeluk Woo Hyeon dan berkata “kurasa ini cara yang tepat untuk mengataknnya padamu, karena kau tak bisa melihat wajahmu, gak terlalu malu jadinya” Woo Hyeon hanya terdiam tak berkata sedikitpun, Ye Na menyadari Woo Hyeon hanya terdiam dia pun melepaskan pelukannya dan berkata “ jawabnnya gak harus sekarang kok, pikirkan saja dulu baru kasih jawaban. 


” Woo Hyeon menghentikan sepedanya dengan rem mendadak dan berkata “jawabannya akan ku katakan sekarang” “maaf” Woo Hyeon menolaknya Ye Na Sedih dan tak berkata-kata lagi. Seong Yeol menanyakan pada Seul Bi “Halmeoni suka hadiahnya?” tai ia tak mendengarnya karena melamun, Seong Yeol memanggil Seul Bi baru dia sadar dari lamunannya dan berkata “kamu bilang apa? Maaf” Ye Na terus melihat Woo Hyeon, tiba-tiba Woo melihat Seul BI yang sedang di bonceng Seong Yeol.


Woo Hyeon menghampiri mereka, dan menghentikan mereka sampai mau terjatuh Seong Yeong marah dan berkata “apa-apaan sih” Woo Hyeon tak menghiraukannya ia langsung menghampiri Seul Bi lalu menarik tangannya dan berkata “Seul Bi, datanglah kesisiku” Seul Bi pun kaget dia hanya melihatnya Seong Yeol Pun juga melihat mereka yang sedang pegangan tangan. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 6 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »