High School Love On Episode 6 PART 1

5/08/2016

Woo Hyeon memegang tangan Seul Bi dengan tatapan yang membuat Seul Bi deg-degan, lalu Woo Hyeon menarik Seul Bi ke pelukannya Seong Yeol pun melihat mereka tanpa berkata sedikitpun, Ye Na menangis melihat mereka dari kejauhan, Seul Bi melepaskan tangan dan pelukan Woo Hyeon
Seul Bi : kalau kamu semakin mengenal manusia mereka akan semakin aneh (menepuk-nepuk kerah bajunya)
Woo Hyeon : Hei! Aku..... Hei! Lee Seul Bi!
Seong Yeol : Gak lihat dia bingung begitu ?
Woo Hyeon : aku terlalu terus terang ya ?
Seong Yeol : kalau kamu bilang begitu pada orang yang belum siap, itu namanya curang (langsung pergi nyusul Seul Bi)
Percakapannya belum selesai namun Seul Bi keburu lari, ketika Woo Hyeon Seong Yeol menahannya, Woo Hyeon merasa waktunya sudah pas untuk menyatakan perasaannya.


Ye Na dan Young Eun sedang duduk disebuah kursi, Ye Na terus menangis tak ada hentinya Young Eun menenangkan dia 
Young Eun : Hei! Jangan nangis! Hentikan! (sambil memberinya tisu)
Ye Na : Aku hanya setia Woo Hyeon selama 3 tahun, aku hanya .... (terus menangis semakin keras)
Young Eun : yang bener il pyun dan Shim (setia) sepertinya kamu bukan pertama kalinya ditolak
Ye NA : ini pertama kalinya!


Seul Bi berada di pinggir jalan untuk sepedaan dengan menepuk-nepuk pipinnya ia merasa pipinya panas dan detak jantungnya begitu cepat, Seong Yeol datang menghampiri Seul Bi
Seong Yeol : kamu gak papa ?
Seul Bi : bohong soal kami sepupu, aku minta maaf ..
Seong Yeol : mungkin kamu gak akan memaafkan aku
Seul Bi :aku gak menipumu kok, sebetulnya .... (dia mau menceritakan identitas yang sebenarnya tapi dia berpikir lagi dan mengalihkan pembicaraan) sudahlah! Toh kamu gak akan percaya meski ku katakan padamu
Seong Yeol : Tiap orang punya masalah
Seul Bi berterima kasih padanya dan mereka pun meneruskan perbincangannya dengan arah ke danau.


Seong Yeol sampai dirumahnya, ibu tirinya menghampiri dia dan mengatakan gurumu tadi menelpon bilang hari ini kamu gak les, Seong Yeol tak menghiraukannya dan lanjut pergi tapi ibu tirinya menahan Seong Yeol.
Bu Guru : sama siapa kamu ngeluyur seharian ?
Seong Yeol : kenapa ? menurutmu aku keluyuran bikin maslah dengan orang yang ku kenal ?
Bu Guru : apa ?
Seong Yeol : urus aja dirimu sendiri. (langsung pergi ke kamarnya)


Seong Yeol masuk ke kamar langsung duduk di kasur, ia melamun sambil mengingat pertama kali bertemu Seul Bi, menangkap Seul Bi yang mau pingsan dan ketika tadi berseppeda boncengan dengannya, dan ia pun langsung tiduran.


Seul Bi dan Woo Hyeon sedang berjalan namun tak bergandengan seperti biasa, mereka terlihat malu-malu dan jaim, Seul Bi melirik Woo Hyeon
Seul Bi : dalam situasi begini, aku harus gimana ? (dalam hati)
Woo Hyeon : aku gak tau harus ngapain (dalam hati) 
Woo Hyeon langsung menyusul Seul Bi dan pergi mendahuluinya.


Young Eun dan Ye Na datang ke restoran yang biasa sambil terus ngoceh, Da Ye Ri bersama temennya melihat mereka, temennya mengangguk dan menawariya tuk pergi
Young Eun : wow ... aku gak percaya, sudah gila kali ya ? mereka bukan saudara sepupu ? (terus mengoceh mengenai Seul BI dan Woo Hyeon)
Ye Na : rahasiain ya kalo Woo Hyeon mengungkapkan isi hatinya pada Seul Bi
Ye Na melihat ada Da Ye Ri dan temannya sedang menguping mereka, Young Eun pun ikut melihat mereka, ketika Young Eun melihat kearah mereka Da Ye Ri dan temannya langsung menunduk
Young Eun : matiin dulu gih perhatianmu
Da Ye Ri : kita makan Hot Dog dulu (mengangguk-ngangguk)
Young Eun ke tempat pemesanan, kebetulan teman sekelasnya yang sedang jaga, dia bertanya-tanya gak penting padanya.
Young Eun : Shifmu jam segini ? pasti menyenangkan
Pelayan : silahkan pesan pelanggan! (nada kesal)
Young Eun : pekerja paruh waktu disini tak diajarkan sopan santun ya ? (marah-marah)
Ye Na : minta 2 paket Hot Dog (langsung mengeluarkan uangnya)
Kepala Pelayan datang memarahi pekerja paruh waktu itu dan meminta maaf apada mereka, Da Ye Ri melihat kearah mereka sambil berbisik-bisik pada temannya. 


Halmeoni sedang bercermin dikamarnya kemudian memakai lipstik pemberian Seul Bi (Halmeoni terlihat segar dan cantik) ia memajang informasi kalo kedai-nya hari ini tutup, Halmeoni sudah menyiapkan tas berwarna hitam dan topi, ia memakai topinya.


Woo Hyeon datang menghampiri Halmeoini dan menanyakan Seul Bi pada Halmeoni yang terlihat gugup
Halmeoni : dia sudah berangkat, katanya ada piket atau apa tadi
Woo Hyeon : Dia sudah pergi ? gak bilang aku ?
Halmeoni : kalian bertengkar ?
Woo Hyeon : bertengkar apaan ? Oh ya , Miss Gong ... (melihat Halmeoni dari atas kebawah) kenapa pake baju sperti itu ?
Halmeoni : aku sudah bekerja keras, aku mau pergi liburan
Woo Hyeon : kenapa tiba-tiba mau liburan ?
Halmeoni : jalan-jalan harusnya memang tanpa woro-woro
Woo Hyeon : Halmeoni gak akan tahan kangen padaku, meski satu hari, anda selingkuh ya ?
Halmeoni : apa ? aku gak boleh punya pacar ? (dengan gugupnya menjawab seperti itu)
Woo Hyeon : aku mau lihat dulu, baru kasih izin
Mereka terus memperbincangkannya, Halmeoni menyuruhnya untuk jaga Seul  Bi dan jaga rumah dan menyuruhnya untuk berhati-hati
Woo Hyeon : Miss Gong anda juga harus hati-hati pada mobil, air terutama pada pria
Halmeoni menepuk-nepung pundah Woo Hyeon  dan menatakan “cucuku sayang”


Da Ye Ri dan temannya sedang memberikan informasi mengenai Woo Hyeon menyukai Seul Bi pada murid yang lain dan mereka berfikir kalau Seul BI dan Woo Hyeon saudara sepupu, dan mengatakan untuk menyebarkan kesemua murid, Jae Seok melihat dan mendengarkan para perempuan sedang bergosip, eits tiba-tiba Gi Soo : mereka bukan sepupu
Da Ye Ri : Serius ? kenapa mereka bilang sepupuan ?
Gi Soo : Woo Hyeon sepertinya gak rumit dan menyebalkan gitu deh
Mereka terus bertanya-tanya pada Gi Soo, Gi Soo : Hei! Dia tau kalau kalian bakalan begini, makanya dia bohong, Seong Yeol hanya mendengarkannya, tiba-tiba Young Eun dan Ye Na datang memarahi mereka dan menyuruh anak-anak untuk membicarakannya
Young Eun : Hei! Kang Gi Soo, gara-gara kau nih ngerusak acara kemarin, mau tanggung jawab kau ?
Gi Soo : aku juga gak nyangka bakalan kayak begini, aku hanya bicara yang sebenarnya
Young Eun hampir mau menampar Gi Soo namun ditahan Ye Na, ia pun gak jadi menampar Gi Soo


Woo Hyeon datang anak-anak pada melihat kearahnya, ada  yang bilang “Hei! Couple baru” “pacaran, pacaran, pengumuman!” Woo Hyeon hanya melihat kembali anak-anak dan belum ada reaksi apapun.
Seul Bi datang membawa keranjang berwarna hijau dan dia melihat kearah Woo Hyeon, 
Byung Ho : Dia sering nongol, sejak mereka pisah (sambil menertawakannya)
Tae Wook : sejauh mana mereka ? (memijat Jae Sok daaaaannnn ia dicekik Jae Seok)
Woo Hyeon berdiri dan berkata pada anak-abak untuk menghentikan ocehan-ocehan mereka, anak-anak bersorak lebih kencang, Woo Hyeon lebih menegaskan lagi “kubilang diam!”


Seul Bi masih berdiri depan pintu masuk melihat Woo Hyeon, guru Kim mulai masuk kelas ia melihat Seul Bi berdiri depan pintu dan menyuruhnya untuk masuk kelas, tiba-tiba tae Woo angkat tangan dan berkata.
Tae Wooh : Pak Guru! Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon pacaran 
Byung Ho : Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon bukan saudara sepupu!
Guru Kim : apa? Kalian bukan saudara sepupu? (melihat Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon)
Seul Bi pun menaruh keranjangnya depan pintu dan langsung duduk di bangkunya tanpa berkata sedikitpun dan melihat Woo Hyeon dia hanya menunduk dan diam. Woo Hyeon hanya melihatnya sebentar dan langsung fokus pada pak guru
Guru Kim : yang pertama bilang mereka sepupu adalah aku kan ? (meminta maaf pada para murid)


Halmeoni yang sudah berdandan cantik (dengan topi dan bibir yang merah) pergi ke rumah sakit, sebelum masuk ke RS Halmeoni membersihkan lipstiknya sambapi bersih dan tak terlihatan sudah memakai lipstik.


Suasana dikelas yang sedang belajar tak ada yang berulah atau apa hanya ada saja para murid yang tertidur, namun Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon masih belum bertanya tau apa, Woo Hyeon terus melihat Seul Bi, Seul Bi tak menghiraukannya.


Pak Guru Kim sedang menguping depan ruang kesehatan, kemudian dia mengintip untuk memastikan ada atau tidak guru kesehatan tersebut, tiba-tiba guru olah raga datang dan ikut mengintipnya.
Guru Olah Raga : mau minta maaf ? (tertawa) kenapa datang dengan tangan kosong?
Pak Kim : aku tak tahu harus bawa apa
Guru olah raga menyarankan untuk membawa makanan dan malah meldek pak Kim “itu sebabnya kamu jomblo selamanya” Pak Kim pun bergegas pergi, 
guru olah raga : pasti ada jalan (sambil berpikir) ohooo dalam keadaan begini lumrahnya anda .... menyuruh pak kim untuk mendekatinya dan membisikkan idenya. Pak Kim pun merasa aneh.
Pak Kim : Hei! Memangnya masuk akal itu ?
Guru Olah Raga : baiklah! kalau begitu jangan. (langsung pergi)
Pak Kim : tunggu! Yakin ? (sambil menahannya)
Guru Olah Raga :anda jomblo selamanya, dan aku kembali jomblo (terus bicara yang gak jelas)
Pak kim mendengarkannya dengan teliti dan menyetujui ide dari yang tadi, mereka bersiap guru olah raga mengeluarkan sapu tangan dan digulung, kemudian menyurh pak kim buka mulut daaaaaaannnn apa yang terjadi ? sapu tangan itu dimasukkan kedalam mulut pak kim lalu menonjoknya (oooowwwww sakiiiittt).


Pak Kim masuk ke ruang kesehatan terus mencari perawat yang dia sukai untuk meminta maaf, ia mencari ke setiap sudut, pak kim mendengar ada yang berkata “pak philip anda jangan begini! Jangan lakukan itu” ternyata itu guru kesehatan yang sedang bermimpi
Guru kesehatan : aku menyukaimu, kamu milikku (sambil tertidur)
Pak Kim melihatnya, dengan darah di hidungnya pak kim menangiss tersedu-sedu sambil mengelap darah di hidungnya.


Pak kim datang menemui guru olah raga dengan hidung di tutupi tisu, guru olah raga hanya melihatnya.
Pak Kim : maslahnya apa ?
Guru olahraga :anda tak tahu ? biasanya kalau anda sudah begini, anda tampak menyedihkan, seperti wajah anda (langsung terdiam melihat pak kim yang sedangn bersedih)


Seul Bi terburu-buru keluar dari sekolah, di depannya ada Seong Yeol yang sedang berjalan juga tapi dia tak melihatnya, Seong Yeol menyadari kalau Seul BI barusan melewatinya ia langsung membuka EarPone-nya dan memanggil Seul Bi, Seul Bi langsung melihat kebelakang.
Seul Bi : maaf Seong Yeol, aku pergi dulu (langsung pergi tanpa mengajak bareng Seong Yeol)
Sseong Yeol pun terdiam melihat dan meratapi sikap Seul Bi  yang tak seperti har-hari sebelumnya.


Woo Hyeon berlari kencang dari kelas untuk mengejar Seul Bi, namun Seong Yeol menahannya
Seong Yeol : kalau kamu gak ingin namamu urutan #1, sudah hentikan
Woo Hyeon : apapun yang kulakukan selalu jadi #1 dalam pencarian
Seong Yeol : kamu gak lihat Seul Bi dapat masalah gara-gara kau ?
Woo Hyeon : kenapa ? kau juga mau jadi #1 di pencarian ? hal ini benar-benar berbahaya, siapapun dapat mengorek  siapa kau (langsung pergi dan memanggil Seul Bi)


Seul Bi sampai di kedai sekaligus rumahnya, dia tidak bisa membuka pintunya dan memanggil-manggil Halmeoni “dia pergi kemana ?”, tiba-tiba Woo Hyeon datang dan menghampirinya
Woo Hyeon : beliau pergi liburan
Seul Bi : kok tiba-tiba sekali, kenapa ?
Woo Hyeon : apa tujuanmu datang kesini padahal kamu gak punya kuncinya
Seul BI pulang lebih awal bermaksud untuk membantu Halmeoni di kedai, Woo Hyeon mengtakan pada Seul Bi kalu dia bohong, Seul Bi tetap mengatakan kalau dia tak bohong.
Woo Hyeon : aku bisa dengar kamu bohong sekarang ini (langsung membuka pintu )


Halmeoni sedang berada di ruang kemo terapi, beliau sudah berbaring dan siap menjalani perawatan kemo terapi.


Seong Yeol sedang bmembaca buku di kamarnya, ibu tirinya mengetuk pintu dan masuk membawa teh dan vitamin untuknya, ia langsung duduk di kasur dan membawakan minuman pada Seong Yeol
Seong Yeol : kamu mau berperan jadi mama yang baik ? kalau memang begitu, jangan ganggu dan cepat keluar
Ibu : soal kejadian mencontek maafkan aku, lain kali ketidak adilan seprti itu tidak akan terulang lagi
Seong Yeol : bagiku, gak bisa tinggal bersama mamaku itu yang tak adil
Ibu tiri : mau sekeras apapun kamu meenolakku, mama akan bahagia tinggal disini bersamamu, apapun yang terjadi aku akn tinggal bersamamu, aku akn bilang pada pihak sekolah tentang hubungan kita.
Seong Yeol : supaya bisa santai ? seorang mama akan menghkawatirkan perasaan dan kegelisahan anaknya dan berusaha mendendam yang tidak disukainya begitu ?
Seong Yeol menegaskan pada mamanya kalau dia bukan mamaku, bu guru hanya mengangguk dan selama ini dia hanya berpura-pura dan akan mulali menjasdi mama yang sebenarnya pada Seong yeol dan mengijinkan Seong Yeol menemui ibu kandungnya jika dia kangen ibunya, Seong Yeo hanya terdiam, ibu tirinya menyuruhnya untuk makan dan langsung keluar dari kamar.


Woo Hyeon keluar dari kamar mandi sambil menepuk-nepuk kakinya dengan handuk, ketika ia mau pergi keatas melihat Seul Bi yang sedang minum.
Seul Bi : kenapa aku lelah banget ? tidur saja ah
Woo Hyeon : tentu saja kamu lelah, lelah kabur dari ku.
Seul Bi : aku gak pernah kabur darimu (langsung pergi ke kamar)
Woo Hyeon melihat Seul Bi yang bertingkah aneh sambil berteriak “ Halmeoni minta kedainya ditutup dan bergegas pergi ke atas.


Seul Bi membuka pintu kamar Woo Hyeon pelan-pelan dan ia menyangka kalau Woo Hyeon sudah tidur, Seul Bi pun kembali setelah mengintip Woo Hyeon. Woo Hyeon melamun sambil guling-guling diatas kasur, ia pun duduk lalu membuka ponselnya dan mengirim message pada Seul Bi.


Seul BI sedang melamun sambil duduk sendirian dibalkon atas, ia menerima message dari Woo hyeon “met tidur” Seul Bi mengetikan “kamu juga met tidur” eits tapi Seul Bi menghapusnya lagi dan tidak membalas pesan dari Woo Hyeon, berkata “maaf” Woo Hyeon melihat ponselnya kembali.
Woo Hyeon : kamu baca pesany-nya tapi gak bales ?.


Woo Hyeon pergi ke balkon atas menemui Seul Bi, Seul Bi melihatnya dan langsung duduk disampiny Seul Bi
Woo Hyeon : Lee Seul Bi kau gak balas di talk?
Seul Bi : aku gak mau membangunkanmu
Woo Hyeon : bagus kamu ya ...
Seul Bi : Woo Hyeon yang kemarin kamu katakan ....
Woo Hyeon : kalo ditolak, tolak saja (sambil menutup telinganya)
Seul Bi : aku gak menolak kok  Woo Hyeon : jadi ... kamu menerimaku ?
Seul Bi mau menjelaskan yang sebenarnya tentang dirinya, Woo Hyeon banyak bertanya Seul Bi menjawab “saat bersamamu rasanya menyenangkan dan indah” mereka terus berbincang-bincang samapi Seul Bi tersenyum untuk pertama kalinya untuk Woo Hyeon. Dan menyuruh Seul Bi besok untuk terus bersamanya.


Woo Hyeon sedang menyiapkan makanan di dapur sendirian untuk bekalnya dan Seul Bi yang belum diketahui Seul Bi akan dibawanya kemana, dia memanggil Seul Bi untuk cepat keluar dan mengatakan kalau acara hari ini pada banget.


Woo Hyeon sedang bersepedaan dan menghampiri Seul Bi yang sedang berdiri didepannya
Woo Hyeon : kayak gini nih lihat (sembari membetulkan jok sepedanya) harusnya kamu tersanjung, kamu gak akan bertemu guuru sebiak aku
Seul Bi : apa aku bisa naik ? aku gugup nih (langsung menaiki sepeda)
Woo Hyeon memberikan intruksi pada Seul Bi mengenai berkendara sepeda dan Seul Bi pun memahaminya, Woo Hyeon mendorong Seul Bi, eits eits ternyata Seul Bi sudah lancar bersepedanya ia mengendarai sepeda dengan cepat tanpa ada hambatan apapun, Woo Hyeon pun terkejut melihatnya.


Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon sedang duduk santai menikmati makanan yang dibekalnya sambil ngomongin Seul BI bersepeda, Seul Bi memuji Woo Hyeon kalau dia bisa masak dan naik sepeda
Woo Hyeon : tuh tuh, kamu meniru Miss Gong, apa yang bisa kulakukan
Seul Bi : lebih bagus lagi kalau Halmeoni ikutan juga, sekarang aku mulai mengerti, ramalan Halmeoni benar-benar tepat! Beliau bilang kan kalau kita akan piknik.
Woo Hyeon : benar juga. Halmeoni juga bilang kalau aku akan bertemu seseorang yang tepat
Mereka pun terdiam dan saling bertatapan, Woo Hyeon mengalihkan pembicaraan dan menaykan Halmeoni lagi ngapain, Woo Hyeon pun menelponya, 


Halmeoni sednag berada di ruang dokter dan dokter pun menanyakan pada Halmeoni “anda tak kesini dengan wali anda ?” Halmeoni pun terdiam dan melihat ponselnya nyala ternyata Woo Hyeon menelponnya tapi Halmeoni tak mengangkatnya dan mengingat kata-kat Woo Hyeon.
Halmeoni : saya sendiri, silahkan katakan.
Dokter : anda harus rawat inap, perkembangan lebih cepat dari yang diperkirakan, gejalnaya makin memburuk.
Halmeoni meminta dokter untuk membuatnya tidak sakit dalam beberapa hari kedepan, ia tak minta untuk sembuh tapi ia hanya meminta sedikit waktu.


Halmeoni sudah keluar dari ruang dokter, ia berjalan sendirian dengan membawa tsa hitam dan topi yang tadi dikenakannya di lorong RS dan berhenti menyender ke tiang, Halmeoni kelelahan merasakan sakitnya, Halmeoni mengingat sesuatu kemudian membuka ponselnya sambil menyesuaikan suaranya lalu menelpon Woo Hyeon.
Halmeoni : aku lagi senang-senang kenapa telpon ? dan ngobrol banyak hal lagi
Halmeoni menghentikan pembicaraannya dengan alasan “teman-temanku menelpon mau foto-foto” dan menutup telponnya. Halmeoni menangis sambil melihat foto Woo Hyeon dan menahan rasa sakitnya.


Woo Hyeon baru selesai telponan sama Halmeoni dan mengatakan “Beliau benar-benar menikmati liburannya, lagian beliau gak bisa keluar jalan-jalan, selalu saja kerja, Beliau kerja untuk membesarkanku” mulai sekarang dia kan melakukan semuanya untuk Halmeoni.
Seul Bi : kang Sae-i sudah dewasa
Woo Hyeon : aku tuh lebih tua darimu (mereka pun tersenyum menikmati senja pinggir pantai)


Di taman ada yang sedang menyatakan cinta, Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon pergi kearah mereka dan ikut melihatnya, orang-orang bersorakan melihat seorang pria sedang melamar pacarnya, Lee Seul Bi dan Shin Woo Hyeon pergi setelah melihat itu.


Shin Woo Hyeon membawa Lee Seul Bi ke suatu tempaat dengan menutup matanya Seul Bi, daaaaaaannn apa kejutan dari Woo Hyeon, ia memberi kejutan pada Lee Seul Bi melihat kembang api, Seul Bi terpana melihat keindahan kembang api.
Woo Hyeon : butuh waktu lama tuk pilih lokasi ini
Lee Seul Bi : banayk hal cantik di tempat yang didiami manusia
Woo Hyeon : ngomong manusia lagi! Aku kasih tahu ini khusus padamu
Lee Seul Bi : kalau begitu akan kulihat lekat-lakat untukmu.
Woo Hyeon menawarkan cara untuk bisa melihat kembang api agar terlihat lebih cantik, dan Seul Bi pun mau mengikuti cara itu, eits ternyata cara itu ..... Woo Hyeon menutup telingan Lee Seul Bi dan mengangkatnya sambil Seul Bi teriak-teriak “sakit ... sakit ...”
Woo Hyeon : makin sakit, makin cantik lihatnya
Lee Seul Bi : kayaknya begitu (dengan polosnya dan bisa dibohongi)


Woo Hyeon sedang serching mengenai “gimana caranya bisa deket dengan gebetanmu” dia pun menemukan hasil pencariannya “1. Siapkan pop corn dan cola, 2. Lihat film horor di hape, 3. Terus perlahan geser dudukmu, makin dekat dengan cewek itu” dia pun berpikir sambil tersenyum dan bilang “cara yang bagus”.


Woo Hyeon melakukan cara dari internet untuk mendekati Seul Bi, dengan menyiapkan pop Corn dan cola kemudian nonton fil horor di ponsel dalam keadaan gelap gulita.
Woo Hyeon : film horor memang yang terbaik saat musim panas
Lee Seul Bi : benar ini menakutkan ?”
Woo Hyeon : tenang, ada aku disini
Lee Seul Bi : tapi kenapa gak lihat di TV, malah di layar kecil begini ?
Woo Hyeon kebingungan mau jawab apa dan akhirnya menjawab “liah kayak gini lebih menakutkan.


Seorang pria berpakaian kotak-kotak masuk kerumah Woo Hyeon anenhnya pria itu tau code kunci pintu padahal yang mengetahui code tersebut hanya Woo Hyeon dan Halmeoni, Woo Hyeon ketakutan melihat hantu yang muncul dari air sampai menjauhkan ponselnya dengan mata merem Seul Bi malah sengaja mendekatkan ponselnya pada Woo Hyeon.
Lee Seul Bi : ternyata penakut Kang Sae-i
Woo Hyeon : Hei ! aku tuh jauh dari kata penakut, penggerutu, pembuat onar.
Lee Seul Bi : anggap saja begitu (sambil ngangguk-ngangguk)
dan membuka pusat pengendali listrik dengan menyorotkan senter ke semua bagian kabel yang ada didalamnya, daaaaaaannn ternyata pria itu mematikan saklarnya (mati lah lampu disana). Woo Hyeon dan Lee Seul Bi lirik kesana kemari karena heran lampunya mati, ketika di film hantunya muncul daaaaannnn Woo Hyeon pingsan ketakutan, Seul Bi membangunkannya dan akhirnya Woo Hyeon terbangun karena melihat muka Lee Seul Bi yang tersorot lampu ponsel dia mengiranya hantu Woo Hyeon pingsan lagi.
Lee Seul Bi : Dia--- dia pingsan 2 kali, Hei! Yang ingin nonton film horor kan kamu! (sambil terus membangunkan Woo Hyeon)


Pria yang tadi melihat keatas yang sudah mati tak ada cahaya dan berkata “dua sodara dirumah dengan lampu mati, bagus sekali!” “ keren- keren!” (sambil ketawa terbahak-bahak) ketika dia balik kanan eits dia kaget karena ada Seonbae dihadapannya samapi hampit terjatoh.
Seonbae : anda ?
Pria kotak-kotak : kenapa aku ...? terus ketahuan! (sambil nyanyi dan joged-johged gak jelas) ia pun langsung pergi menghindari Seonbae.


Pak polisi sedang patroli malam bersama pak Kim, pak kim “anda pasti sibuk kerja, terima ksih”
Pak polisi : sudah tugasku, orang tua sudah sepantasnya! Ada banyak tempat berbahaya di tempsst sekitar sekolah
Pak Kim : benar (mengangguk). Dan meneruskan patroli mereka.


Pria yang tadi msih terus berlari-lari sambil nyanyi-nyanyi gak jelas eits pas lagi enak-enak jalan ada Seonbae dihdapannya terus kearah manapun diikuti Seonbae dan dia pun terus menghindar sampai masuk kedalam taksi. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 6 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »