High School Love On Episode 6 PART 2

5/08/2016

Pria berbaju kotak-kotak itu masuk ke mobil dan keluar lagi karena masih diikuti Seonbae, dia pun terus berlari-lari daaaaaaann pas keluar dari mobil ia berpapasan banget dengan Seonbae (kayak yang mau ngapain aja ya hehe) dia pun terdiam lalu memainkan hidungnya dengan hidung Seonbae, ia meneruskan bernyanyi dan pergi menghindari Seonbae.


Jae Seok, Byung Ho dan Tae Wook sedang membuli teman sekelasnya (Chun Shik)
Tae Wook : kau gak bayar di PC juga bulan ini ? (memukul-mukul perutnya)
Chun Shik : mama memblokir uang pulsaku
Tae Wook : kalau gitu gunakan kartu, atau kau bisa memberi kami uang tunai, buang-buang waktuku sja, tapi akan kulakukan sendiri (menarik pundaknya).
Chun Shik kesakitan, Byung Ho dan Tae Wook merencanakan untuk mengguling-guling Chun Shik.
Byung Ho : kau akan mulai berguling juga kan ?
Jae Seok : kenapa diam ? gak mulai ? (mendorong Chun Shik untuk mulai berguling)
Mereka terus menyuruh Chun Shik guling-guling di depannya sampai mereka merasa puas.


Pak Kim dan pak polisi yang sedang patroli malam lewat kearah mereka dan meilhat ada para remaja sedang berkumpul, polisi mernyorot mereka dengan senter dan berkata “kayaknya mereka biang kerok” (langsung berlari kearah mereka), Jae Seok langsung merangkul Chun Shik.
Pak Kim : ada apa ? (nada tinggi)
Jae Seok : hei! Kok bisa tiba-tiba jatuh, padahal jalanmu biasa saja
Polisi : bisa bicara sebentar (mengangkat tangan Chun Shik)
Chun Shik : tak apa, saya tidak dipukul kok (gemeteran, Jae Seok kesal dan memegangnya dengan keras)
Pak kim marah pada jae Seok “Jae Seok!” pak polisi pun menunjuk kearah Jae Seok “kau massih ingat aku kan” dia mengangguk dan masih mengenali polisi itu, pak kim menanyakan kenapa bissa kenak Jae Seok.
Polisi : dia berteman dengan Seong Yeol sejak SMP.


Pria berpakaian kotak-kotak lewat dan melihat mereka, ia pun langsung menghampiri daaaannn tiba-tiba dia memukul pak Kim dengan sangat keras dan berkata “hei! Senang bertemu denganmu” anak-anak dan polisi kaget, polisi membantu pak kim dan anak-anak pun pada kabur, pak polisi berusaha mengejar mereka namun keadaan pak kim tidak memungkinkan. Pria berpakaian kotak-kotak meminta maaf karena salah lihat orang dan dia hanya melihat dari belakang, dia meminta pak polissi untuk menahannya, ia terus meminta maaf, Seonbae melihatnya dari kejauhan.


Seul Bi dan Woo Hyeon masih berada diruang tengah lampunya pun belum nyala juga, mereka menyalakan lilin untuk menerangi mereka, Woo Hyeon menanyakan keadaan hari ini bagaimana, Seul Bi merasa sangat senang.
Seul Bi : pas kamu pingsan itulah yang paling menyenangkan.
Woo Hyeon : Hei. Itu sih karena aku tiba-tiba ngantuk
Seul Bi : baiklah, akan ku anggap kamu ngantuk, lilin dan musik seperti di drama.
Woo Hyeon : kata-katamu itu apa sedikit gak berbahaya ? kalau ada 2 orang dengan lilin dan musik, apa yang akan terjadi di drama ?
Seul Bi dengan polossnya menjawab “mereka berciuman” mereka terus membicarakan itu sampai Seul Bi ketakutan, Woo Hyeon pun pergi tidur duluan, Seul Bi masih berada di ruang tengah sendririan.


Woo Hyeon masuk ke kamarnya dan berkata “ kalau saja aku gak pingsan, pasti bakalan keren banget dan sempurna” ia pun menyesalinya.


Seul Bi duduk sendirian diruang tengah ditemani dengan adik perempuannya (bonneka) dan mengajak ngobrol bonekanya “pass pingsan Woo Hyeon cakep, ya ?” sambil senyum-senyum sendirian.


Woo Hyeon baru bangun dan langsung pergi kebawah masih menguap-nguap mengantuk, ia melihat kearah meja yang sudah ada kotak makanan dan sebuah note dari Seu Bil “dia pergi duluan lagi!” dan membaca note dari Seul Bi “aku duluan, ada tugas piket, aku bikin nasi ikan gulung (susi)” dia penasaran seperti apa susi buatannya dan membukanya dan berkata “sudah kuduga, memangnya bisa dimakan?” ia langsung mencicipinya dan langsung menutupi hidungnya (gak yakin dengan rasanya seperti apa) dari mimik muka Woo Hyeon tidak memungkinkan kalau itu enak.


Seul Bi datang ke kelas lebih awal dan belum ada siapapun, ia langsung membereskan kurssi dan bangku, Seonbae dengan 2 black-note ditangannya melihat Seul Bi yang sedang merapikan kursi dan meja (belum diketahui Seul Bi) ia melihat Seonbae dan menghampirinya, Seonbae bertanya “haru menata semuanya ...?”
Seul Bi : Seonbae tak mudah hidup sebagai manusia
Seonbae hanya mendengarkannya lalu merapikan meja dan kursi dengan kekuatannya, cukup dengan menggerakan tangan semuanya langsung rapi, Seul Bi senang dan menyuruhnya untuk membantu lagi besok. Seonbae memberikan black-note pada Seul Bi ia bertanya “sudak ketemu ? dimana ?” namun itu bukan milik Seul Bi yang sebenarnya 
Seonbae : kudapatkan dari malaikat yang mengembalikan black-notenya karena ingin jadi manusia, kalau kamu pilih mau jadi malaikat lagi, black-notenya akan jadi milikmu, kamu akan menerima hak-hakmu sebagai malaikat kambali,
Seul Bi terdiam dan mengatakan “aku bisa kembali ?” Seonbae melihat Seul Bi merasa tidak senang setelah menerima penawarannya.


Seul Bi : senang, terima kasih. Tapi kenapa malaikat itu mengembalikan black note-nya dan jadi manusia? 
Seonbae : (erdiam) bersumpahlah! Setelah kamu bersumpah, seminggu kemudain kamu akan jadi malaikat lagi, kau punya waktu satu minggu, jangan berikan hatimu pada manusia.
Seul Bi hanya diam dan mencoba bllack note-nya kembali dan Seul Bi masih bisa menggunakannya walaupun belum sepenuhnya seperti malaikat yang lain. Ketika Seul Bi mencobanya ada murida yang masuk Seonbae langsung menghilang.


Seul BI langsung menyembunyikan Black note-nya “oh kamu ternyata, aku sudah menat kelasnya” temannya “lain kali sama aku ya”
Seul Bi : siapa yang bpedulia aku yang kerjakan ? kita kan piket bersama
Ia akan menyelesaikan sisanya, dan dia tidak suka berhutang pada orang lain, ia terus melihat Seul Bi yang kelihatan aneh olehnya.


Pak Kim sedang menunggu guru Choi dengan membawa 2 cangkir kopi, tiba-tiba guru Choi datang namun pak kim langsung bersembunyi di pinggir tangga (tetap aja masih kelihatan) guru kesehatan pun menghampirinya, pak kim meminta maaf soal yang kemaren aku tak berniat menarik rok-mu, guru Choi mendengar ada orang yang sedang berjalan dan ia langsung menyuruh pak kim untuk mengatakan hal itu “anda mau bikin pengumuman?” pak kim menawarkan kopi padanya namun guru Choi menolaknya karena merasa udaranya panas.


Ternyata guru olah raga yang sedang berjalan di tangga itu, ia pun menghampiri pak kim yang sedang minta maaf pada guru Choi, ia berkata pada guru Choi “hati yang terluka, apa tak ingin anda sembunyikan juga untuk bisa jadi guru kesehatan yang sesungguhnya”
Guru Choi : anda ini ngomong apaan sih ? (marah dan membentaknya)
Guru Olahraga : menurut peengalaman hidupku wajah anda tak mudah tuk diingat
Guru Choi : pak guru anda mempunyai kemapuan yang sangat hebat, kepribagian yang sangat macho! Bertanggung jawab juga.
Guru olah raga merasa dirinya yang paling perfect, guru Choi terus berbicara dengan guru olahraga tapi perkataan guru Choi sebenarnya menjatuhkan guru olahraga dan langsung pergi, guru olahraga menahannya.
Guru olahraga : dia bela-belain memberikan ini untuk anda, harusnya anda menerimanya (mengambil kopi yang dibawa pak kim)
Mereka saling menolah, daaaaaaaan apa yang terjadi!!! Kopinya tumpah ke baju guru Choi ia marah besar, guru olah raga langsung lari guru Choi pun juga ikut lari menghindari kemarahan guru Choi.


Guru Choi sedang membersihkan bajunya di toilet sekolah sambil ngomel-ngomel sendiri, ketika guru etika datang untuk cuci tangan guru Choi mengatakan “kemanapun aku pergi, cukup populer ternyata, sungguh melelahkan” namun guru etika tak menghiraukan ocehannya sampai ia pergi dia hanya berkata “iya” pada guru Choi, ada guru lagi yang datang ke toilet untuk cuci tangan ia masih terus ngomel mengatakan hal yang sama seperti tadi dan tak dihiraukan juga (kasian banget ya).


Guru olahraga sedang menerangkanmateri  pelajaran, tapi Seul Bi melihat black-notenya diam-diam Woo Hyeon memperhatikannya tapi black-notenya tak terlihat Woo Hyeon seolah-olah Seul Bi tak memegang apa-apa, Woo Hyeon membuat gambar di meja Seul Bi dan menegurnya “kalau belajar konsen dong!” Seul Bi pun mengangguk dan langsung meyimpan black-notenya, mereka malah ngobrol. 


pak guru melihatnya lalu menghampiri mereka lalu menegurnya “jangan bikin ulah dikelas juga, kalian tak memperhatikan karena pelajarannya dikelas ?” dan menyuruh mereka beerdiri, para murid bersorak ria Seong Yeol hanya melihatnya ia tak ikut bersorak ketika guru sedang memarahi mereka.


Teman piket Seul Bi keluar kelas membawa keranjang hijau sambil membaca buku, Seul Bi datang dan membantunya membawa keranjang, ia terdiam melihat Seul Bi dan berkata “bissa kulakukan sendiri” tapi Seul Bi membalikan omongannya.
Seul Bi : daripada sendirian, aku lebih suka mengerjakannya bersama.
Dia melepaskan oegangan tangan Seul Bi dari keranjang itu dan berkata “aku benci hal yang menyebalkan” Seul Bi menarik keranjangnya kembali dan menyamakannya dengan Woo Hyeon karena tidak suka hal yang menyebalkan, mereka terus ngobrol, tiba-tiba Seul Bi melihat buku yang sedang dibacanya dan bertanya.
Seul Bi : tapi apa malaikat jatuh cinta? Bagaimana ? malaikat tak bisa meraskan emosinya manusia
Teman piket : ini kasus spesial, malaikat jatuh cinta pada manusia, dia akan jadi manusia
Seul Bi : jadi manusia setelah jatuh cinta pada manusia ? (terkejut)
Temannya melihat Seul Bi tertarik mengenai malaikat, Seul Bi terus bertanya-tanya soal kelanjutan ceritanya, tapi dia gak tau akhirnya kayak gimana karena belum selesai membaca semuanya ia langsung pergi dan Seul Bi menyusulnya.


Young Eun dan Ye Na cream sedang memperhatikan Seul Bi yang sedang berjalan di tangga sendirian, mereka merencanakan untuk menjahili Seul Bi, mereka menghampirinya.
Young Eun : kamu pasti lelah mengerjakan semua PR-ku dan aku gak memberimu apa-apa
Ye Na memberi Seul Bi cola dan ice Cream, Seul Bi menerimanya dan berterima kasih
Young Eun : kalau kamu makan keduanya, kamu pasti bakalan suka banget.
Ye Na membukakan cola dan Young Eun membukakan Ice Cream untuk Seul Bi dan menyuruhnya untuk makan ice cream lebih dulu, Seul Bi pun memakan sesuai dengan intruksi dari mereka daaaaaaannnn apa yang terjadi Seul Bi muntah mengenai baju Ye Na, YounG Eun malah meledek Ye Na dan Seul Bi hanya terdiam.


Woo Hyeon melihat Seul Bi sedang bersama Young Eun dan Ye Na, Seul BI minta maaf dan merasa bersalah, Woo Hyeon menghampiri mereka dan menanyakan keadaan Seul Bi, Ye Na bersikap manis pada Seul Bi seolah-olah tidak disengaja karena ada Woo Hyeon, Woo Hyeon pun ikut minta maaf dan membawa Seul Bi pergi. Seong Yeol lewat dan berkata “kalian keterlaluan” 


Woo Hyeon pergi ke toilet untuk cuci tangan, Seong Yeol ketoilet juga dan melihat Woo Hyeon.
Seong yeol : kalau kamu menyukainya sana bersamanya, atau minggir sajalah
Woo Hyeon : ketertarikanmu pada Seul Bi, cinta atau persahabatan ?
Seong Yeol : karenamu, mungkin akan sulit bagi Seul Bi
Woo Hyeon : jangan pikirkan dia, kalau ada yang harus melindungi dia, akulah orangnya, kau minggir saja (langsung pergi).


Seul Bi sedang membawa pakaian olahraga dilokernya, Seul Bi melihat Ye Na dilokernya yang masih kesal karena tadi, Seul Bi pun menghampirinya dan meminta maaf lagi sambil menawarkan untuk mencuci seragam Ye Na dia malah marah-marah, Ya Na membuka ponselnya lalu mngeluarkan uang dari dalam ponselnya, Sul Bi melihatnya karena aneh “uangnya keluar dari sana!” Ye Na memberi uang pada Seul Bi untuk ongkos Laundry Seul Bi menolaknya karena ia merasa bersalah dan seharusnya dia yang mengeluarkan uang.
Ye Na : lain kali gak usah bilang apa-apa, ambil saja.
Seul Bi : aku mau pinjam deulu pada Woo Hyeon, tunggu sebentar ya! (langsung lari)
Ye Na berteriak “gak usah!” Seul Bi pun berhenti dan melihat kearah Ye Na, ia mengulurkan tangannya dan menyuruh Seul Bi untuk mengambil uangnya, tiba-tiba Young Eun datang mengambil uang itu “dia bilang gak perlu! Thank you! Ia pun langsung pergi membawa uang Ye Na, Ye Na menutup lokernya dengan kencang dan pergi, Seul Bi masih merasa bersalah.


Gi Soo, Woo Hyeon dan Seul Bi berjalan bersama, Gi Soo menanyakan kapan Halmeoni pulang karena tidak ada yang mempekerjakannya.
Gi Soo : ayo main games! Kau yang bayar game dan ramyeonnya.
Woo Hyeon : Seul Bi ikut juga ya ? 
Gi Soo : Seul Bi kenapa ? dia kan gak bisa main (langsung mengalihkan pembicaraan) udaranya gak bagus.
Seul Bi : aku gak ikut, aku mau pulang dan istirahat.
Woo Hyeon mengira Seul Bi sakit dan ia mau langssung pulang juga, Gi Soo meledeknya “dasar kunyuk, kau begini karena punya pacar” ia langsung pergi, Seul Bi menyuruhnya main bersama Gi Soo, Woo Hyeon pun menyusul Gi Soo dan akan bermain bersama.


Depa pintu kedai ada kakek yang sedang melihat-lihat kedai tapi tak ada orang didalamnya, Seul Bi melihat kakek itu dan langsung menghampirinya “siapa ya?”
Kakek : apa Halmeoni pergi ? beliau gak angkat telponnya
Seul Bi : beliau pergi jalan-jalan, ada apa ?
Kakek : dia kasih tanda dijual di kedai-nya dan ada pelanggan yang ingin membelinya
Seul Bi terkejut mendengar kedai-nya akan dijual. Kakek memberi pesan pada Seul Bi untuk Halmeoni jika ia sudah kembali. Kakek pun langsung pergi Seul Bi heran kenapa Halmeoni mau menjualnya.


Halmeoni menerima telpon dari Seul Bi, ia menerima kabar mengenai kedai yang akan ia jual.
Halmeoni : aku akan kesana dan mengurusnya, jangan bilang Kang Sae-i (langsung menutup telp)
Seul Bi : kenapa dirahasiakan pada Woo Hyeon “aneh!” suaranya Halmeoni lemah sekali, ia ingin menemui Halmeoni, Seul Bi langsung menjemur seragamnya.


Halmeoni melihat-lihat ponselnya diruang rawat inap, ia mencoba mau nelpon guru etika (ibu Woo Hyeon) tapi ia ragu dan berkata “mencoba melindungi anak yang bukan darah dagingnya” “dia ingin Woo Hyeon pindah!” “aigoo, tidak mungkin aku akan hidup tanpa harus melihatnya” halmeoni berpikiran kalau dia harus hidup tanpa Kang Sae-i? Halmeoni menangis sendirian.


Woo Hyeon dan Gi Soo sedang bekerja paruh waktu membuat boneka, mereka membuatnya sambil ngobrol.
Woo Hyeon : Hei! Kuharap kau tahu, bayaranku mahal untuk jadi karyawan (sambil melihat boneka yang dibuatnya dan merasa pernah melihatnya disuatu tempat).
Gi Soo : kerjakan seperti orang professional, mengerti ?
Woo Hyeon menanyakan jam berapa pada Woo Hyeon, ia malah curhat mengenai adiknya “adikku jadi kapten sebelasan disekolah, keren kan dia ?” Woo Hyeon “terus kenapa?” ia menjawabnya “dia butuh sepatu sepak bola” Woo Hyeon memberitahu Gi Soo untuk berhati-hati menggunakan jarum karena mudah bengkok.
Woo Hyeon : Hei! Kuambil sebagai upah
Gi Soo : tidak  bisa, aku harus bayar untung barang yang hilang, kau memberikan pada Seul Bi ?
Woo Hyeon tersenyum “gak usah tanya kalau aku sudah tahu (memperhatikan bonekanya).


Seul Bi sedang melihat black-notenya dan mencoba menggunakannya kembali lalu akan bersumpah sesuai dengan yang Seonbae katakan untuk menjadi malaikat kembali (Seul Bi masih ragu-ragi) tapi ia terus melakukannya, hampir saja Seul Bi bersumpah diatas black-notenya tiab-tiba Ye Na nelpon ia mneyuruh Seul Bi untuk menemuinya dengan alasan-alasan yang seperti biasa ujung-ujungnya menjatuhkan Seul Bi.


Seul Bi berlari kencnag untuk menemui Ye Na, Ye Na sedang duduk dikursi taman sendirian dan terlihat sedih, akhirnya ia menemukan Ye Na dan menghampirinya ia langsung menanyakan keadaannya karena khawatir, Ye Na “jangan kasihani aku”
Seul Bi : aku tak mengasihanimu, kamu menyedihkan, kamu gak bisa melihat Woo Hyeon Kalu kamu mati, kalau sangat menyukainya harusnya kamu tetap hidup.
Ye Na : gak masalah tak melihatnya, toh Woo Hyeon gak peduli padaku, dia hanya memperhatikanmu, aku bahkan gak ada dalam injongnya (injong= cekungan dibawah hidung)
Suara ayam mulai berdatangan karena Ye Na salah mengucapkan, Seul Bi pun memberitahunya (harunya anjong=penglihatan) ia pura-pura kesusahan untuk batuk dan mengatakn “aku menyukainya sebelum kamu) kalau bukan karena kamu, cintaku, ungkapan isi hatiku tak akan menyedihkan seperti ini” (sambil terus menangis)
Seul Bi : jadi manusia menangis kalau menyukai seseorang
Ye Na curhat mengenai perasaannya, Seul Bi menenangkannya supaya berhenti menangis dan terus meminta maaf, menurut Ye Na kata maaf tak cukup dan meminta Seul Bi untuk membelikan tissu dan air, Seul Bi pun langsung berdiri dan mau membelikannya, namun Ye Na menghentikannya menyuruh dengan uangnya, dan menyuruh Seul Bi jangan membawa tasnya (akal-akalannya saja).


Woo Hyeon baru pulang dan membawa boneke yang dibuatnya tadi, tapi gak bersama Gi Soo ia pulng sendirian. Ye Na dan Seul Bi pulang bareng sambil berbincang-bincang.
Seul Bi : sudah kubilang gak usah nganterin aku pulang, aku khawatir tahu.
Ye Na : jangan khawatir, aku gak punya pikiran buruk, Woo Hyeon bukan satu-satunay cowok di dunia ini, ku rasa butuh waktu untuk melupakannya.
Seul Bi : kamu akan ketemu cowok keren, secara kamu adalah cewek yang cantik.
Ye Na : Di dunia ini gak ada cowok sekeren Woo Hyeon 
Seul Bi : suatu saat nanti Woo Hyeon akan menyadari perasaanmu padanya
Ye Na : kenapa suatu saat ? lalu kamu ?
Karena Seul Bi harus kembali, Ye Na menanyakannya karena heran tiba-tiba Seul Bi berkata seperti itu, Seul Bi mengalihkan pembicaraannya “rumah, aku harus pulang kerumahku, mungkin Woo Hyeon menungguku” Ye Na meminta Seul Bi untuk tidak bilang pada Woo Hyeon kalau ia sudah bertemu dirinya dan meminta Seul Bi untuk berjanji padanya.


Ditempat kerjanya teman piket Seul Bi ada Young Eun yang sedang minum namun ia menutupi mukanya, tiba-tiba Ye na datang menghampirinya, pelayan itu melihatnya dan melanjutkan pekerjannya, Ye Na merebut minuman Young Eun, Ypung Eun menanyakan “sudah kamu masukin?” ia pun sudah selesai memasukan suatu barang ke tasnya Seul Bi.
Ye Na : kurasa Seul Bi tuh baik orangnya
YounG Eun “ Hei! Dia tuh berpura-pura
Ye Na : dia oon lagi! Woo Hyeon suka cewek kayak gitu (hahaha Ye Na mengakui kalau dirinya oon)
Young Eun meledeknya, Ye Na merasa gak nyaman karena gak memegang ponsel, teman piket Seul Bi terus memperhatikannya dari kejauhan.


Seul Bi sedang berjalan dijembatan sednirian berkata “sakit saat kamu menyukai seseorang ? kamu juga menagis?” “kalau aku gak nangis memangnya aku gak suka cowok?” ia mearasa ribet dengan kondisi yang dia alami sekarang. Ia melihat Woo Hyeon yang sedang berjalan sendirian ia pun langssung menghapirinya, Woo Hyeon melihat Seul Bi terlihat lapar
Seul Bi : kenapa kamu baru pulang
Woo Hyeon : oooo kamu menungguku ? kamu darimana?
Seul Bi terdiam dan mengingat apa yang dibilang Ye Na dia tak boleh bilang pada Woo Hyeon kalau sudah menemui Ye Na dan terikat oleh janjinya, Seul Bi pun berbohong “aku jalan-jalan”
Woo Hyeon : kamu jalan-jalan untuk menemuikau ? harusnya kamu telpon, jadi aku bisa pulang lebih awal
Seul BI melihat boneka yang dibawanya dan bertanya “ apa itu ?” Woo Hyeon bilang :ini hadiah untukmu” Seul Bi terkejut dan mengiri itu teman adiknya, ia senang karena adiknya (boneka) punay teman sekarang dan tak akan sendirian lagi. Woo Hyeon menyuruhnya untuk pegangan tangan, mereka pun pergi bergandengan tangan via boneka barunya Seul Bi.
Apa yang akan terjadi dengan Seul Bi besok di sekolah karena ulah Ye Na dan Young Eun ? kita lihat di episode berikutnya nanti ya bye ...... SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 7 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »