High School Love On Episode 7 PART 1

5/08/2016
Episode 7 Part 1


Seul Bi sedang siap-siap berangkat ke sekolah, ia bercermin merapikan seragamnya sambil senyum-senyum bahagia, ia pamitan pada bonekanya Woo Hyeon manggil Seul Bi untuk cepet-cepet karena ia sudah menunggu dari tadi, Seul Bi pun langsung memasukan buku dan dompetnya kedalam tas.


Woo Hyeon sedang bermain-main dijalanan bersama Seul Bi tiba-tiba Gi Soo datang menghampiri mereka dan mengajak Woo Hyeon main basket dan makan pizza.
Seul Bi : aku ikut, aku jadi wasitnya, yang kalah traktir aku juga.
Gi Soo : Aku udah ngerasa kasihan padamu, tahu kan dia makannya banyak.
Seong Yeol lewat Seul Bi memanggilnya, dan mengajak bermain basket bersama Seul Bi juga mengatakan kalau dia wasitya. Gi Soo menyebutnya “Si atlet Seong Yeol” dan menawari untuk gabung dengan timnya, tapi Seong Yeol gak mau ikut, eits Woo Hyeon malah senang kalo dia gak ikut, Seong Yeol pun pergi duluan dan mengatakan “sampai nanti ketemu makan siang” Seul Bi meledek Woo Hyeon lalu lari mengejar Seong Yeol, Woo Hyeon marah-marah Gi Soo pun dengan polosnya mengatakan “beneran cinta segitiga ya?” Woo Hyeon tambah marah dan menaha Gi Soo.


Ye Na dan Young Eun mendatangi Jae Seok yang sedang duduk di taman sekolah, mereka meminta Jae Seok untuk membuli Seul Bi namun ia tak mau melakukannya, Young Eun mengancamnya tapi ia tetap tak meu dipaksa, Ye Na pun angkat bicara dan membahas kalau dia melakukan ini karena ia suka Woo Hyeon sampai Jae Seok menyetujuinya.


Ye Na membuka lokernya dengan pura-pura mencari barang yang hilang, Young Eun mengawasinya seolah-olah memberitahu anak-anak yang lain, Da Ye Ri menghampiri mereka menanyakan “ada apa?” Young Eun bilang kalau ponselnya Ye Na hilang dan didalam ponselnya ada uang untuk bayar uang sekolah “200.000 won”.
Young Eun : bukannya kamu bilang ketemu Seul Bi kemarin ?
Ye Na : aku yakin semuanya masih ada sebelum beremu dia, tapi aku kehilangan setelah itu.
Young Eun : aku lagi mikir, bukannya Seul  Bi tertarik gimana kamu menyimpan uang di hape ? (melihat Seul Bi kemudian memanggil Seul Bi yang sedang duduk santai)
Seul Bi pun menengok kebelakang, Ye Na menanyakan padanya “lihat hapeku gak saat kamu bertemu aku kemarin malem? Seul Bi tidak melihatnya dan menanyakan “kenapa?” semua murid melihat Seul Bi, Seul Bi : kenapa hepemu hilang? Ye Na menghiraukannya dan menyuruhnya untuk tak memikirkan kehilangan hapenya.
Young Eun : apaan ini ? dikelas kita ada maling? (sambil berjalan menuju bangkunya) teman piket Seul Bi memperhatikan mereka dan mengingat sesuatu.


Chun Shik sedang buang aoir kecil di toilet, setelah selesai ia mau keluar dari toilet tiba-tiba Byung Hoo, Tae Wook dan Jae Seok menahannya, Chun Shik pun langsung memberikan uangnya, Tae Wook mengulurkan tangan padanya namun Chun Shik hanya mempunyai uang segitu tidak ada lagi, Jae Seok meminta dia untuk mengelyarkan ponselnya namun Chun Shik tidak memberikannya dan berkata “jangan ambil hapeku”.
Tae Wook : Hei! Tak akan kita ambil kok (memukul kepala Chun Shik) 
Chun Shik pun memberikan ponselnya, Tae Wook membuka ponsel Chun Shik dan memasukan uang ke ponselnya, Chun Shik masih terdiam ketakutan.


Chun Shik diam-diam masuk kedalam kelas yang sedang kosong sambil mengingat apa yang di katakan Jae Seok CS “taruh di tasnya Seul Bi, jangan sampai ada yang tahu”, ia pun menghampiri bangkunya Seul Bi dan memasukan ponselnya kedalam tas Seul Bi dan berkata “bukan salahku, gara-gara kau hidupku makin susah” ia pun langsung pergi meninggalkan kelas.


Woo Hyeon dan Seong Yeol sedang bermain basket dan Seul Bi yang menjadi wasitnya sambil berteriak menyemangati tim-nya, Gi Soo pun tak mau kalah ia menyemakati tim-nya.
Woo Hyeon : kau tak akan bisa merebut bola dari tanganku (terus memainkan bolanya)
Mereka terus berkata-kata dengan tatapan yang tajam, Seong Yeol pun merebut bola dari Woo Hyeon dan membawa lari Woo Hyeon pun mengejarnya untuk merebut bolanya kembali namu ia malah menggelitik ketiaknya Seong Yeol sampai Seong Yeol merasakan gelinya ia pun ketawa-ketawa, Seul Bi meniup pluitnya “kalian berdua keluar!” karena berbuat curang dan mengeluarkan kartu merah.


Guru olah raga masuk ke kelas dan merasakan bau-bau apaaaaa gitu “baunya enak!” pak guru menyukainya anak-anak langsung berlarian menempati bangkunya masing-masing “bau wangi anak muda!” Seon Hook berdiri menyiapkan anak-anak untuk memberi salam pada gurunya namun pak guru mengatakan “duduklah, tak perlu kasih salam” pak guru menyuruh anak-anak belajar sendiri karena untuk kebaikan mereka, anak-anak pun bersorak ria, ketika pak guru sedang duduk dengan hayalannya Tae Woo memanggil Chun Shik untuk menjalankan aksinya.


Chun Shik angkat tangan dan mengatakan “pak guru hape saya hilang?” pak guru terkejut mendengarnya ia pun meyakinkan Chun Shik kalo hapenya dibawa kesekolah, Chun Shik mengatakn “saya yakin membawanya, saat makan siang masih ada, ada uang didalam” pak guru menyuruh anak-anak mengangkat tasnya keatas meja dan mengeluarkan barang-barangnya (dengan tegas) anak-anak pun membuka tasnya masing-masing.
Seon Hook : kami punya hak-hak sipil, anda tak boleh menggeledah tanpa memberitahu sebelumnya
Pak guru menyadarinya bahwa ada hak-hak sipil, Young Eun berkata “kami harus segera tangkap malingnya!” Pak guru terus menegaskan anak-anak untuk mengeluarkan isi tasnya, ketika Seul Bi membuka tasnya tiba-tiba ia menemukan ponsel ia terkejut Woo Hyeon pun terkejut melihatnya,
Byung Ho : lah itukan hapenya Chun Shik.
Anak-anak dan pak guru terarak ke Seul Bi semuanya, pak guru pun menghampiri Seul Bi dan ia menerima hape dari tangan Seul Bi lalu diberikan pada Chun Shik untuk dicek, semuanya masih komplit anak-anak bersorakan pak guru pun marah dan mengamankan mereka, Seul Bi merasa tidak bersalah.
Seong Yeol : Seul Bi terus bersama kami selama makan siang
Woo Hyeon : ia siapa yang melakukannya ?.


Tiba-tiba Ye Na angkat tangan ddan bilang pada pak guru “pak guru! Sebenarnya hape saya juga hilang” Young Eun juga berkata “hilang setelah bertemu Seul Bi kemarin malam” Da Ye Ri “di hapenya ada uang 200.000 won” Seul Bi bingung karena ia tak melakukan apa-apa, pak guru menyuruh Seul Bi membuka tasnya dan mengeluarkan semua yang ada di dalam tas, Seul BI pun membuka tasnya Woo Hyeon membantu membuka dompet warna pink dengan gambar barbie daaaaaaannnn apa yang ada di dalamnya ...... ada hape! Seul Bi semakin bingung “apa-apaan ini “ aku enggak mencurinya” Woo Hyeon kecewa pada Seul Bi karena belum mengetahui kebenarannya, pak guru mengambil ponselnya dan memberikan pada Ye Na, Ye Na mengecek dan membongkar ponselnya namun uangnya tidak ada, pak guru mengamankan anak-anak, Seul Bi mengatakan “sungguh bukan saya” pak guru menyuruh Seul Bi untuk mengikutinya.


Seul Bi, Chun Shik dan Ye Na di panggil ke ruangan, pak Kim (wali kelasnya) berkata “Seul Bi! Sebuah kesalahan bukanlah kejahatan, akui sajalah dan jujur pada kami”
Seul Bi : saya tidak melakukannya (kemudian melihat kearah Ye Na Dan Chun Shik) namun mereka malah membuang muka pada Seul Bi.
Pak Kim : mengambil barang temanmu, bukanlah lelucon, itu kejahatan
Guru olahraga : pak kim! Kenapa malah bicara buktinya kan ada? Kau meu ke kantor polisi (bertanya pada Seul Bi)
Seul Bi : sungguh saya tak melakukannya.
Ye Na : toh sudah ketemu tak apa,ssalahku juga tak hati-hati meletakannya.
Mereka saling menatap, guru olahraga menanyakan pad Chun Shik, ia mengtakan hal yang ssma dengan Ye Na, guru olahraga pun menganggap permasalahannya selesai, dan akan menyelesaikannya dengan kerja sosial, pak kim kenyanggahnya “tak semudah itu!”
Pak Kim : kalau sulit buatmu minta maaf sekarang, kami akan kasih waktu
Guru olahraga keceplosan membahas istri yang suka kabur eits, Seul Bi tetap mengatakan kalau ia tak berbuat salah, pak kim menyuruh Seul Bi untuk ikut kerja bakti selama satu minggu, dan memikirkan kembali kesalahan yang telah dilakukan Seul Bi.


Woo Hyeon dan Gi Soo sedang cemas menunggu Seul Bi, sementara anak-anak yang lain sedang bergosip, Gi Soo berkata “ada apa? Lee Seul Bi mencuri?” Woo Hyeon menyuruhnya diam.
Da Ye Ri : tadi lihat gak? (berarah ke Young Eun) Dia sok pura-pura gak tahu, artis dia (senyum ledekan)
Seong Yeol mengentikan anak-anak yang sedang membicarakan Seul Bi “diam kalian” Woo Hyeon pun keluar kelas.


Pak kim keluar ruangan bersama Seul Bi, Ye Na dan Chun Shik, pak kim memanggil Seul Bi dan mengatakan kalau dia mempercayai Seul Bi dan akan menunggu kebenarannya. Pak kim dan Chun Shik langsung pergi, ye Na pun ikut pergi namun Seul Bi menahannya dengan menarik tanga Ye Na.
Seul Bi : yang kamu katakan tadi malam padaku semuanya bohong ?
Sebelum Ye Na melepaskan tangan Seul Bi ia melihat-lihat sekitar takutnya ada orang yang lihat dan berkata “ngapain kamu?” Seul Bi menanyakan “kenapa kamu lakukan ini padaku ?”
Ye Na : kamu sungguh gak tahu malu ? benar kamu gak tahu ? aku gak meenyukaimu!
Seul Bi : apa aku melakukan kesalahan ?
Ye Na : pikirkan, apa yang kau ambil dariku, kehadiranmu adalah kesalahan
Seul Bi : betapa menyesalnya aku terhadapmu ?
Ye Na : berhentilah bersikap seolah kau malaikat, menyebalkan sekali. (membentak Seul Bi )


Woo Hyeon melihat Seul Bi yang sedang dibentak Ye NA, ia pun membawa Seul Bi ke tangga dekat mading dan berkata “kenapa kau melakukannya?” Seul Bi “ apa?” dia gak merasa bersalah
Seul Bi : kamu juga gak percaya padaku ?
Woo Hyeon : aku hanya ingin tahu kebenarannya. Kenapa hapenya bisa di tasmu ?
Seul Bi : hape Chun Shik aku gak pernah tahu, kurasa Ye Na sendiri yang taruh hapenya di tasku.
Woo Hyeon : kenapa gak bilang kamu ketemu Ye Na kemarin malam ?
Seul Bi menjelaskan semuanya pada Woo Hyeon, Woo Hyeon terus bertanya pada Seul Bi, Seul Bi pun pergi tapi Woo Hyeon tahan “Seul Bi kamu gak lihat apa yang terjadi?” Seul Bi “aku lihat akmu gak percaya padaku” ia langsung pergi.


Halmeoni bersiap-siap mau pulang ke rumah untuk sementara, disana ditemani dokterr dan perawat
Dokter : anda pasti akan kesulitan untuk bernafas, cepatlah kembali.
Halmeoni : aku sungguh tak akan bisa bernafas kalau tak melihat cucuku, aku harus melihatnya supaya bisa terus hidup, aku cukup istirahat disini.


Jae Seok, Byung Ho dan Tae Wook membawa Chun Shik ke gudang, mereka mengintrogasi Chun Shik, Chun Shik “kalau Seul Bi bertanya padaku aku harus gimana?”
Jae Seok : kenapa tanya aku? Kau kan yang memulainya.
Mereka pun memukul Chun Sshik dengan leluasa karena jauh dari keramayan.


Woo Hyeon berlari mencari Chun Shik sampai ke toilet namun tadk ditemukannya, ia meneruskan pencariannya lalu ia pergi ke gudang dan menemukan Chun Shik duduk dalam kegelapan gudang ia ketakutan, Woo Hyeon menanyakan “apa kau dipukul lagi?” “yang taruh hapemu di tasnya Seul Bi apakah Jae Seok orangnya?” ia mengatakan “bukan”
Woo Hyeon : apa Jae Seok memaksamu melakukannya ? jawab!
Ia mengatakan beneran hapenya hilang seolah-olah tak tahu apa-apa, Woo Hyeon terus menanyakannya dan Chun Shik pun menjawabnya samapi ia mengatakan “yang jadi korban tuh aku” Woo Hyeon mengangkat kerah bajunya Chun Shik “kau selalu dipukul tiap hari karena kau selalu lari” “gak lihat kau? Bikin orang lain jadi korban” tiba-tiba Seul Bi datang.
Seul Bi : kamu baik-baik saja ? siapa yang melakukannya? (melihat kearah Woo Hyeon)
Woo Hyeon melepaskan kerahnya Chun Shik (bukan aku) Seul Bi hanya melihatnya, Seul Bi mencoba menenangkan Chun Shik agar bisa mengatakan apa yang sebenarnya.
Chun Shik : mana mungkin kau bisa membantu? Kau kan mencurinya.
Woo Hyeon dan Seul Bi masih berdebat soal pencurian itu, Seul Bi menawarkan Chun Shik untuk ke klinik namun Chun Shik langsung pergi Seul Bi pun menyusulnya. Woo Hyeon tinggal sendirian dalam gudang dan berkata “bisa gila aku”.


Ketika pelajaran sedang berlangsung Seul Bi mengatakan “saya tidak mencurinya” pak guru dan anak-anak terarah padanya, pak kim meminta Seul Bi untuk untuk meminta maaf pada teman-teman yang lain.
Seong Yeol : kebenarannya belum terungkap, tidak adil kalau anda hanya percaya pad Ye Na dan Chun Shik
Pak Kim : aku bukannya tak percaya Seul Bi, buktinya ada.
Woo Hyeon : kalau buktinya dipalsukan bagaimana?
Pak Kim : ragu... hanya akan membuat keraguan lain, Seul Bi kau dikeluarkan ... (pak kim langsung pergi keluar kelas).


Para murid berbondong-bondong melihat Seul Bi keluar dari kelas semuanya tertuju kearah Seul Bi, mereka hanya memberi sedikit jalan untuk Seul Bi, Seul Bi pun membuka lokernya daaaan apa yang terjadi .... di loker Seul Bi terdapat banyak sampah dan gulungan kertas yang berisi coretan-coretan untuk Seul Bi “Seul BI... dasr maling, kenapa masih hidup?, mati saja” dan masih banyak lagi Seyl Bi hanya membacanya beberapa, 


diantara para murid ada beberapa yang menghampirinya dan berkata “sekarang kau bahkan nyuri sampah?” Seul Bi pun berdiri dan mengatakan “ini bukan tempat sampah” setelah meledek Seul Bi merekapun pergi. Seong Yeol datang membantunya membersihkan sampah.
Seul Bi : aku harus membersihkan lokerku, kotor banget iya kan?
Seong Yeol : aku tahu bukan kau pelakunya.
Seul Bi pun senang mendengarnya karena Seong Yeol masih mempercayainya ia pun berterima kasih.


Halmeoni baru sampai di rumahnya, ia menyalakan lampu di kedai ia pun melihat-lihat konndisi kedai, ia meraba-raba kusrsi dan berkata “kalian bekerja begitu keras” sambil menangis.


Seul Bi pulang bersama Woo Hyeon tanpa bicara sedikit pun, tiba-tiba Woo Hyeon mengatakan kalau ia telah memukaul Chun Shik, Seul Bi langsung berhenti.
Seul Bi : aku gak pernah mengira kau akan memukul Chun Shik.
Woo Hyeon : terus kamu tadi tuh terlihat ragu kenapa ?
Seul Bi : maksudmu kok bisa kamu gak percaya padaku?
Woo Hyeon berusaha menjelaskannya Seul Bi menjawab dengan kata-kata yang membuat Woo Hyeon Berpikir, Seul Bi melihat kedai terbuka ia pun langsung berlari dan memanggil “Halmeoni!” Woo Hyeon memanggil-manggil Seul Bi.


Mereka sedang makan siang bersama setelah Halmeoni pulang, Woo Hyeon bertanya-tanya kenapa Halmeoni pulangnya lama, sementara Seul Bi terlihat lemas dan banyak pikiran makannya pun sedikit-sediki.
Halmeoni : Halmeoni pulang karena kangen kalian, (tiba-tiba lihat Seul Bi) tapi Seul Bi kamu gak enak badan ?
Seul Bi mengatakan ia tak sakit atau tidak enak badan, ia berkata “terima kasih makanannya” ia langsung pergi, Halmeoni heran karena Seul Bi tak biasa menyisakan makanan dan mengira kalau mereka sedang bertengkar, Woo Hyeon berkata “tidak” dan langsung mengalihkan pembicaraan sambil melanjutkan makannya.


Seul Bi sedang tiduran di balkon atas sambil melihat fotonya dengan Woo Hyeon, ia pun terbangun tanpa lepas dari fotonya itu dan berkata “psiko Shin Woo Hyeon aku benci kamu” eits tiba-tiba gambar Seul BI menghilang perlahan ia menggosok-gosok layar ponsel itu ia heran kenapa bisa menghilang. Seonbae duduk disampingnya dan berkata “digosok begitu gak akan ngaruh” Seul Bi kaget “Seonbae!”
Seonbae : artinya perlahan kamu akan menghilang
Seul Bi masih belum mengerti dengan apa yang seonbae bilang, ia terus menjelaskannya.
Seonbae : aku menyuruhmu menandatangai Black-note secepatnya,sekarang ini kamu bukan malakikat ataupun manusia, kamu akan menghilang kalau tidak kamu tandatangani, kenapa masih ingin tinggal di dunia, padahal mereka menganggapmu pencuri?
Seul Bi : itu hanya salah paham (dengan polosnya)
Seonbae membahas kembali pertanyaan Seul Bi tentang “kenapa malaikat mengembalikan black note-nya” Seul Bi sendiri yang menjawabnya “karena jatuh cinta” seonbae berkata “semuanya tak akan berakhir bahagia”
Seul Bi : kenapa kamu gak bahagia, kalau kamu mencintai seorang manusia?
Ia menjelaskan kalau cinta manusia selalu berubah, Seul Bi heran dan berpikir kenapa berubah.


Woo Hyeon sedang membuka celengannya untuk mengganti uang Ye Na dan berkata “aku bisa mengembalikan uangnya, tapi bagaimana luka dihatimu?”


Seul Bi sedang piket merapikan kursi dan meja dikelas setelah selesai ia langsung duduk di atas meja, Woo Hyeon melihat Seul Bi sedang melamun dari luar, Seul Bi melamun memikirkan yang semalam Seonbae katakan.


Halmeoni sedang mengecek buku tabungan Woo Hyeon untuk biaya kuliah, biaya hidup, biaya pernikahan dan biaya rumah, Halmeoni berusaha nelpon ayahnya Woo Hyeon namun nomornya sudah tidak aktif, Halmeoni marah-marah karena nomonya tidak aktif.


Seul Bi ke kelass membawa keranjang berwarna hijau iapun meletakkannya di belakang pintu, tiba-tiba Woo Hyeon masuk dan ia hanya melihat Seul Bi mereka tak berkata sedikitpun, mereka langsung menuju kursinya, tapi meja dan kursi Seul Bi tidak ada anak-anak terarah pada Seul Bi, Woo Hyeon marah dan berkata “kalian keterlaluan!” ia langsung pergi keluar.
Ye Na : omo! Kau pulang saja, bangkumu sudah gak ada
Young eun : kenapa capek-capek kuliah, kau bisa kaya dari hasil nyuri!
Seul BI : berhubung susah memindahkan bangkunya dan sulit bagiku tuk membawanya kesini, tolong kalian jangan begini.
Seong Yeol masuk ke dalam kelas smentara Seul Bi mau keluar, Seong yeol melihat bangkunya Seul bI sudah tidak ada ia pun llangsung menghampiri Ye Na dan Young Eun, ia menakan mereka untuk mengatakan yang sebenarnya.
Young Eun : sebenarnya ? kenapa kamu selalu berpihak padanya, liihat buktinya!
Seong Yeol : bukti? Hati0hati dengan permainan kekanak-kanakanmu, ini kejahatan
Young Eun tetap bersikeras mengatakan kalau Seul Bi adalah penjahat, Seong Yeol menjelaskan kenapa ia hanya menyukai Seul Bi “karena dia benar-benar berbeda dari kalian, puas dengan jawabanku?” ia langsung pergi.


Woo Hyeon pergi kelapangan, ia melihat bangkunya Seul Bi dan mendudukinya sambil meratapi coretan gambar buatannya, Seul Bi datang menghampirinya, Woo Hyeon menyuruh Seul Bi untuk pulang.
Seul Bi : aku gak akan lari dari masalah ini, karena aku gak berbuat salah.
Woo Hyeon : masalah gak akan selesai.
Seul Bi : kabur juga gaka kan menyelesaikan semuanya. Kau bikin semuanya makin rumit dengan ikut campur, tolong minggir (ia langsung menarik bangkunya untuk dibawa ke kelas)
Woo Hyeon menahannya “ini terlalu berat” Seul Bi mengatakan “berat memang, karena kamu gak percaya padaku” (berkaca-kaca) Woo Hyeon berteriak “bukan gak percaya padamu, oon!”


Seul Bi membawa bangkunya sendirian Seong Yeol datang membantunya, tapi Seul Bi menolaknya “krasa aku harus melakukannya sendiri” Seong Yeol hanya terdiam tak bisa berkata-kata.


Guru etika masuk kelas sementara Seul Bi, Woo Hyeon dan Seong Yeol belum pada datang, Seon Hook berdiri menyiapkan anak-anak untuk memberi slam pada guru mereka, guru etika melihat mereka belum pada datang, Seu Bi pun masuk dengan menggusur bangkunya bersama Seong Yeol dibelakangnya bu guru memepringati mereka “yang tepat waktu ya!” Seul Bi meminta maaf pada guru etika dan langsung merapikan bangkunya, anak-anak pada bengong bu guru menyuruh membuka buku mereka, tiba-tiba Woo Hyeon masuk kelas.
Guru Etika : senangnya kalau masuk telat pelajaranku?”
Woo Hyeon pun meminta maaf, dan guru etika menyuruhnya kelaur untuk tidak mengikuti pelajrannya, ia pun langsung keluar lagi, anak-anak yang lain tearah kepadanya seakan-akan dia jadi perhatian para murid. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 7 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »