High School Love On Episode 7 PART 2

5/08/2016
Episode 7 Part 2.


Woo Hyeon keluar dan tidak mengikuti pelajaran etika, ia pun bersandar di dinding kelasnya sambil memikirkan sesutau, sementara Seul Bi berada di dalam kelas dengan perasaan tidak nyaman memikirkan Woo Hyeon dan kasus yang sedang ia alami sekarang anak-anak terus melihat kearah Seul Bi.


Ye Na sedang asyik memainkan ponselnya di teras sekolah, tiba-tiba Woo Hyeon datang menghampirinya dan mengganti uang lesnya yang telah hilang, Ye Na tak menghiraukannya ia pun terus berjalan.
Woo Hyeon : kalau kamu butuh permintaan maaf, aku yang akan minta maaf, maafkan aku.
Ye Na : kau kenapa ? slahku tak menyinpannya baik-baik. (tiba-tiba Ye Na berhenti dan berbalik badan pada Woo Hyeon) kamu terkejutkan ? karena Seul Bi seperti ini.
Woo Hyeon : hari itu kenapa kamu bertemu Seul Bi ? kenapa kamu meminta Seul Bi merahasiakannya?
Ye Na gelagapan menjawab pertanyaan Woo Hyeon, dia bilang tidak minta Seul BI untuk merahasiakannya ia malah membalikkan fakta, Woo Hyeon pun menaruh uang di tangannya Ye Na dan meminta dia untuk tidak mengganggu Seul Bi lagi, Woo Yeon pun langsung pergi dan Ye Na memanggil Woo Hyeon tapi tak dihiraukannya.


Seul Bi membawa keranjang yang di depan kelas, tiba-tiba anak-anak melempar-lempar susu kotak ke Seul Bi, Seul Bi tak menentang atau memarahi anak-anak ia malah membersihkan sampah bekas Susu kotak itu tapi anak-anak terus melemparakannya, Woo Hyeon datang dan melindung Seul Bi dari lemparan itu dan akhirnya Woo Hyeon yang terkena lemparan susu kotak tersebut anak-anak tak ada hentinya melemparkan susu kotak itu, Woo Hyeon berbalik dan melihat anak-anak yang membuli Seul Bi dengan kesalnya ia mengatakan “kalian apa-apaan sih? Sudah pada gila apa? Ye Na baru datang dan melihat kejadian dikelas.


Byung Ho : aku hanya ingin dia minum susu dan jadi putih (tak bersalah) (menahan Gi Soo)
Young Eun : dia udah ambil hape gak minta maaf lagi, udah gila kali dia ? 
Seul Bi hanya diam tak membantah sedikitpun, Jae Seok mengatakan yang melindung maling ia juga maling, Woo Hyeon marah besar pada Jae Seok dan langsung berlari ke atas meja laluuuuu ia langsung menghajar Jae Seok tanpa ada perlawanan oooowww dikelas langsung histeris dengan teriakan gadis-gadis, tiba-tiba Seong Yeol datang menghentikan Woo Hyeon tapi Woo Hyeon tetap berusaha memukul Jae Seok sampai akhirnya bisa terpisahkan, Seul Bi merasa bersalah dan hanya melihat mereka.


Guru olahraga datang ke kelas dan menghentikan mereka sambil teriak “Everybody, STOP!” dan membawa Woo Hyeon, Seong Yueol dan Jae Seok ke ruangan, pak guru menasehati mereka dan bilang “kau rangking satu (Seong Yeol), kau ranging terakhir (Jae Seok) dan kau tengah-tengah (Wooo Hyeon) lihat satu set ini seprti pohon natal saja”. Jae Seok mebela dirinya “lihat wajah saya, Woo Hyeon memukul saya duluan” pak guru pun langsung memegang luka Jae Seok dengan perhatiannya kepada anak seorang penyumbang terbesar disekolah dan betanya pada Woo Hyeon “kenapa kau memukulnya?”.
Woo Hyeon : karena dia kurang ajar, pak guru : terus nonjok orang itu gak kurang ajar?
Seong Yeol : seandainya pak guru adalah Woo Hyeon, anda pasti juga akan menonjoknya
Pak guru : Seong Yeol ada apa ? kau pikir sekolah jadi gampang karena wali kelas suka padamu?
Meraka terdiam, pak guru menyuruh orang tua mereka datang kesekolah besok.


Seul Bisedang meratapi masalahnya sendirian depan jendela, tiba-tiba teman piket Seul Bi datang menghampirinya Seul Bi pun terkejut karena takut seperti anak-anak lain membulinya, ia mengatakan tak akan melakukan apa-apa, Seul Bi pun meminta maaf, temannya mempercayai Seul Bi kalau bukan dia yang melakukannya “tapi karena bermaksud melindungimu,Shin Woo Hyeon akhirnya ikut berkelahi” menurutnya maslah akan tambah rumit.


Woo Hyeon sedang ngobrol dengan Seong Yeol pinggir lapang sepak bola, Seong Yeol memberitahu Woo Hyeon kalau dia akan membuat semuanya jadi sulit baik untuk kamu maupun Seul Bi.
Woo Hyeon : kamu ingin aku diam saja, saat mereka membulinya?
Seong Yeol : kau gak tahu Jae Seok, sengaja membiarkanmu memukulinya?
Woo Hyeon : untuk mengacaukan aku? Begitu juga Seul Bi?
Mereka pun terus membicarakannya samapi Woo Hyeon mau memukuli Seong Yeol setelah ia menyadari ia pun meiminta Seong Yeol untuk melanjutkan pembicaraannya, Seong Yeol memberitahu “Lee Ye Na menyukaimu, jadi dia pasti akan membenci Seul Bi” “Jae Seok sangat membencimu, jadi dia akan membuli Seul Bi seperti saat ini” “makannya Jae Seok lebih pintar darimu!” Woo Hyeon marah-marah gak jelas sambil teriak


Pak kim menanyakan “kenapa anda meminta mereka membawa orang tua ?” “aku walikelasya biarkan aku yang menangani masalah ini”.
Guru olahraga : anda benar-benar belum mengerti, bagaimana kalo papanya Jae Seok menghentikan pemberian sponsor disekolah ini ? kita harus menyelesaikan masalah ini dulu
Pak Kim : mereka bahkan bisa dikeluarkan
Guru olahraga : itu karena anda tak tegas pada mereka
Pak Kim meminta saran pada gur olahraga eits dia malah memberi saran “bilang saja kalau semuanya salah Woo Hyeon” ternyata Seul Bi mendengarkan pembicaraan mereka.


Halmeoni bertemu dengan ibunya Woo Hyeon di sebuah restoran, ibu Woo Hyeon menanyakan “ada apa sebenarnya ?bukannya anda bilang tidak ingin melihat saya lagi? Halmeoni memberikan tabungan Woo Hyeon dan meminta dia untuk melihatnya.
Halmeoni : ini yang kamu kirimkan padaku dan yang kutabung, ini untuk biaya kuliah dan buka kedai
Ibu Woo Hyeon merasa aneh dan menanyaka “kenapa diberikan padaku?” Halmeoni memintanya untuk mengurus Woo Hyeon walau Halmeoni tahu dia sedang diposisi sulit dan Halmeoni mengatakan “hanya kau yang bisa melakukannya” ibu Woo Hyeon “kenapa anda tiba-tiba minta semua ini?”
Halmeoni : aku ada masalah, aku harus pergi jauh untuk waktu yang lama.
Ibu Woo Hyeon tidak memahami apa yang Halmeoni alami dan menyuruh untuk menghubungi papanya Woo Hyeon ia langsung berdiri untuk pergi, Halmeoni mencegahnya dan mengtakan dia sudah mencoba menghubunginya tapi tak bisa, Halmeoni terus meminta untuk menjaga Woo Hyeon
Ibu Woo Hyeo : bagaimana aku bisa, kalau papanya sendiri tak bisa? Aku baru saja mulai dengan keluarga baru setahun lalu, kalau anda bisa mengerti papanya anda juga bisa mengerti aku (ia pun langsung pergi)
Halmeoni berusaha menahannya namu tak bisa, Halmeoni pun langsung duduk kembali merasakan sakitnya sambil megelap keringat yang tak ada hentinya.


Ibu Woo Hyeon sedang memikirkan apa yang tadi Halmeoni bicarakan, sampai tak ingat dia meninggalkan masakannya yang sudah mendidih, ia pun mematikaan kompornya dan tangannya terluka kena panasnya masakan yang mendidih.


Seong Yeol sedang bicara dengan papahnya dan meminta dia untuk ke sekolah besok, papahnya malah tertawa dan berkata “papah harus ke sekolah karena kau berkelahi?” “apa kau benar putraku?” “papa harus pergi dan melihat siapa yang mengubahmu” dan menanyakan tentang mamanya.
Seong Yeol : kupikir dia akan khawatir, jadi aku tak bilang padanya.
Papa : toh akhirnya dia akan tahu, begitu papa ke sekolah
Seong Yeol : mama akan mengajar kalau tahu papa datang, mungkin mama tak memperhatikan.
Papa : mau berapa lama kau mau merahasiakan hubungan dengan mamamu?
Seong Yeol tidak menjawabnya, papanya pun berdiri dan akan menunggunya samapi kapanpun, eits tiba-tiba papanya melihat sesuatu terjepit di laci lalu membukanya dan berkata “anak ini.... mamamu membeli ini semua untukmu!” lalu mengambil air minum dan menyuruh Seong Yeol untuk meminumnya, ketika Seong yeol mau mengambil gelas dan meminumnya ibu tiri Seong Yeol memanggil mereka untuk segera makan karena makanan sudah siap papanya bilang “ia akan segera turun, akhirnya papa Seong Yeol yang meminumnya setelahnya bilang “minumlah semanya, aku membantumu jadi kamu juga bantu papa” dan memintanya untuk adil.


Seul Bi sedang melamun dengan kedua bonekanya di tangga ddan mengatakan “di drama kenapa pemeran utamanya tak melkaukan apa-apa, seungguh menyebalkan” “ tapi sekarang aku menyukainya” “aku benar-benar tak bisa berbuat apa-apa” “Woo Hyeon dapat maslah gara-gara aku”.


Woo Hyeon memainkan kalungnya di kamar dan berkata “di drama aktor cowok selalu mebuat yang wanita senang” apa yang kulakukan sekarang ini?” ia pun bersandar menyesal.


Woo Hyeon turun dari kamarnya sambil merapikan kancing seragamnya, Halmeoni memberitahunya kalau Seul Bi sudah berangkat tapi Woo Hyeon malah memainkan ponselnya dan mengirim sms pada Halmeoni (padahal berdampingan ya, aneh! Takut dimarahin kali ya ? hehe) Halmeoni pun membuka smsnya namun ia kesulitan untuk membaca ia pun menyuruh Woo Hyeon untuk membacakan smsnya, dengan rasa takutnya ia pun terpaksa membacakan sms darinya “Halmeoni, tolong ke sekolah ya hari ini jam 2, aku dapat masalah karena berbuat seenaknya.” Halmeoni mulai marah Woo Hyeon pun berjalan mundur sambil berkata “pak guru ingin bertemu Halmeoni” ia memberikan ponselnya dan langsung kabuuuuuuuurrrr, Halmeoni berkata “dasar biang kerok!” ia pusing meladeni cucunya ini.


Seong Yeol sedang membuka lokernya Woo Hyeon menghampirinya dan bertanya “apa orang tuamu datang?” ia mengatakan kalau papa ingin bertemu dengannya dan terus membicarakan soal kedatangan orang tua mereka, tiba-tiba Woo Hyeon mencekik lihernya sendiri “Miss Gong akan membunuhku” Jae Seok datang menghampiri mereka dan meberitahukan “kau akan tamat kalau papaku datang” Woo Hyeon juga punya jagoannya yaitu Halmeoni “beliau gak semudah itu kalah, bilang papamu, dia pasti gugup” Woo Hyeon menepak punggungnya dan langsung pergi. Seong Yeol menanyakan pada Jae Seok “kau mau apa? Woo Hyeon, Halmeoni itu hebat” Jae Seok semakin kesal.


Halmeoni tiba di sekolah Woo Hyeon, ia kecapen dan akhirnya berhenti sejenak dan mengelap keringatnya setelah itu Halmeoni melanjutkan perjalanannya.


Halmeoni membuka pintu ruangan, ia pun masuk dan memberi salam pada guru-guru dan tamu yang ada di dalam ruangan “aku betul-betul minta maaf”
Pak Kim : tolong tak perlu anda sebut, saya minta maaf panas-panas begini meminta anda datang
Papa Seong Yeol (polisi) menyapa Halmeoni dan menanyakan kabarnya Halmeoni pun terkejut melihatnya dan ingat padanya “ada apa anda datang kesini?” polisi itu mengatakan kalau putranya kena masalah, Halmeoni juga mengatakan hal serupa dengannya
Polisi : jadi yang diceritakan Seong Yeol adalah Woo Hyeon?
Pak Kim memotong pembicaraan mereka “ternyata kalian sudah saling kenal” polisi menanyakan Seul Bi, Helmeoni bilang kalu Seul Bi masih tinggal dirumah bersamanya, Halmeoni khawatir apa yang dilakukan cucunya, mereka pun membicarakan masalah perkelahian, Halmeoni berkata “tak apa-apa! Anak-anak biasa berkelahi” guru olahraga langsung berdiri setelah mendengar perkataan Halmeoni dan berkata “itu sama sekali tak baik, papanya Jae Seok tak akan bilang begitu, Woo Hyeon memukul Jae Seok” pak kim menahannya nenek pun lebih khawatir, papa Jae Seok pun datang para guru menyapanya.


Woo Hyeon, Seong Yeol dan Jae Seok sedang berjalan bersama, guru etika baru turun dari tangga dan melihat mereka ia pun langsung menghampiri mereka menanyakan “kalian berdua yang berkelahi? Seong Yeol juga? Mereka terdiam tak berkata sedikitpun.


Halmeoni sedang meminta maaf pada papanya Jae Seok tapi diacuhkan olehnya, pak Kim memberitahu papa Jae Seok kalo Woo Hyeon sudah menyadari kesalahannya, tiba-tiba guru etika masuk ke ruangan rapat membawa Woo Hyeon, Seong Yeol dan Jae Seok, Halmeoni terkejut melihat mereka begitupun guru etika terkejut melihat Halmeoni dan suaminya berada disana, Halmeoni marah pada Woo Hyeon sambil memukulinya, guru etika tak tahan melihat mereka, Halmeoni meminta maaf lagi tapi masih tak dihiraukannya.
Papa Seong Yeol : pak Choi, kumohon maafkan beliau. Dengarlah permintaan maaf wanita tua ini.
Papa Jae Seok : anak macam dia akan jadi biang keladi kejahatan nantinya, sekolah adalah institusi untuk mendisiplinkan mereka.
Papa Seong Yeol : pak Choi kata-kata anda kasar sekali.
Halmeoni tetap memaksa pak Choi untuk memaafkan cucunya samapi ia bersujud, Woo Hyeon menghentikan Halmeoni lalu ia bersujud dan meminta maaf pada pak Choi dan ia mengakui kalau dia yang bersalah.
Seong Yeol : Jae Seok bukan anak yang gampang dipukul, dia pantas dipukul, kalau bukan Woo Hyeon aku sudah memukulinya.
Papa Seong Yeol memarahinya karena menurutnya ia tak sopan bicara seperti itu pada yang lebih tua, guru olahraga menyuruh para muridd keluar ddan masuk ke kelas.


Mereka bertiga pun keluar, Jae Seok berkata “Halmeonimu keren abis, apa dia tak tahu kapan menyerah?” Woo Hyeon dan Seong Yeol melihatnya, Jae Seok mengatakan “tak ada yang tak bisa dibeli dengan uang, kau tahu itu ? memangnya dia punya uang?” mereka kesal akhirnya Sseong Yeol memukul Jae Seok dengan sangat keras “ dasar bajinagn!” “apa hanya uang yang kau pikirkan?” Seong Yeol langsung pergi, Woo Hyeon pun berkata “sia-sia tinjuku ke mukamu.


Guru olahraga memastikan kalau Woo Hyeon akan minta maaf dan meminta pak Choi untuk tenang.
Pak Choi : mana bisa aku tenang!
Guru etika : saya guru etika sekolah ini, seperti yang anda katakan Shin Woo Hyeon memukul Choi Jae Seok, tapi mengeluarkan dia terlihat seperti balas dendam (guru olah raga berbisik untuk berhenti bicara, tapi guru etika meneruskan pembicaraannya. Insiden mencontek Choi Jae Seok begitu mudah dilupakan.
Guru olahraga : bu Ahn anda kenapa? Pak Choi memberi dana untuk renovasi lantai Gym dan lapang bola.
Pak Choi : pak Han. diamlah!
Ia pun langsung berpura-pura kehabisan nafas, tiba-tiba Seul Bi masuk dan memberi hormat pada mereka, para guru dan orang tua murid terkejut.
Seul Bi : semua kesalahan saya, saya dituduh mencuri dan saya korban buli yang dilakukan Choi Jae Seok, Woo Hyeon dan Seong Yeol hanya ingin membantuku tapi mereka malah terlibat perkelahian dengan Jae Seok, kalau adda yang harus dikeluarkan... maka harusnya Jae Seok dan aku.
Semua yang ada diruangan terkejut dengan pernyataan Seul Bi, sampai pak Choi berdiri dan mengtakan “aku akan displinkan anakku” ia menyuruh pak Han untuk mengurus sisanya dan langsung pergi, pak Han menyusulnya, pak Kim akan mengurus semuanya dan berkata “jangan khawatir hati-hati dijalan” Halmeoni penyakitnya kambuh dan menyuruh Seul Bi untuk menemani Woo Hyeon, papa Seong Yeol juga menyuruh Seul Bi menyusul mereka dan dia yang akan mengantarkan Halmeoni, ia melihat guru Ahn dan berkata “sayang kamu keren sekali”.


Halmeoni ditemani papanya Seong Yeol dan meminta maaf karena sudah merepotkan, papa Seong Yeol tak merasa direpotkan olehnya, tiba-tiba Halmeoni menanyakan guru etika papa Seong Yeol pun tersenyum dan menjawabnya “maksud anda buguru yang cantik dan yang keren tadi? Dia istri saya” Halmeoni terkejut mendengarnya dan hampir pingsan, Papa Seong Yeol menawarkan untuk membawa kerumah sakit.


Pak Han pergi ke toilet dengan memegang perutnya dan berkata “aku bisa stress” daaaaaannn ia merasakan perutnya yang sakit ia pun langsung mencari ruang toilet eits ada orang di dalamnya semua ruangan di toilet itu diisi samapi dia udah gak kuat banget hampir membuangnya di ruang buang ari kecil (oooooooohh tidaaaakkk) namun ia pergi keluar mencari toilet lain.


Jae Seok, Byung Ho dan Tae Wook ke toilet dan buang air kecil sambil membicarakan soal Woo Hyoen, Jae Seok mananyakan soal Chun Shik, Byung Ho memberinya pelajaran.
Tae Wook : Chun Shik sendiri yang taruh hapenya di tasnya Seul Bi, jadi salah dia dong (tanpa menyadari ada guru olahraga di kamar mandi).
Pak Han keluar dari kamar mandi dan langsung memukul kepala mereka satu persatu lalu memarahinya, tiba-tiba ia kentut daaaaannn sakit perutnya datang algi ia pun langsung masuk lagi dan menyuruh mereka untuk menunggunya, eiiiiiittss Jae Sok, Byung Ho dan Tae Wook malah pada kabur.


Woo Hyein sedang melihat pengumuman hukuman, tiba-tiba Seul Bi datang dan melihatnya juga “kelas 2-3 Shin Woo Hyeon tindakan pendisiplinan: percobaan 7 hari, pelayanan masyarakat 20 jam” Seul Bi pun melihatnya tapi Woo Hyeon langsung pergi tak mengtakan apapun.


Woo Hyeon berjalan tiba-tiba Jae Seok dan temannya berada disana lalu mereka menabrak Woo Hyeon, tapi Woo Hyeon tak menghitaukannya dan melanjutkan perjalanannya, Jae Seok heran karena tak ada perlawanan darinya.


Halmeoni sendirian dirumah sambil memikirkan Woo Hyeon “apa yang terjadi dengan Kang Sae-i?” Halmeoni kebingungan, tiba-tiba Woo Hyeon dan Seul Bi pulang Halmeoni kaget dan langsung berdiri mau pergi ke kamarnya namun Woo Hyeon menghalanginya, Halmeoni “aku mengerti perasaanmu, tapi berusahalah menahan amarahmu, berhentilah bikin masalah yang tak adil” “dalam kehidupan semuanya memang tak adil, mengerti?” Halmeoni lelah dan ingin bersitirahat.


Seul Bi menyiapkan bantul untuk Halmeoni, Halmeoni pun terbaring sambil terus batuk, Seul Bi meminta maaf padanya “harusnya aku tak datang kesini” Halmeoni terkejut mendengarnya “kenapa kamu ngomong begitu?”
Seul Bi : gara-gara aku Halmeoni dan Woo Hyeon tak bahagia.
Halmeoni : bukan, kami bahagia kok. Jangan meremehkan kami, kamu sendiri juga harus bahagia, maka kita tak akan bahagia.
Seul bi pun mengerti apa yang dikatakan Halmeoni, sampai Halmeoni pun tertidur.


Seul Bi berada di balkon atas dan membawa Black-Notenya sambil merenungi apa yang harus ia lakukan, tiba-tiba Woo Hyeon datang dia terdiam sejenak lalu menanyakan “sedang apa disini?” Seul Bi mengatakan “aku hanya ingin melihat langit” meraka meminta maaf barengan.
Seul Bi : kamu gak ikut pelajaran gara-gara aku. Kamu ditimpuk susu dan terlibat perkelahian, dan pelayanan masyarakat, maaf, aku minta maaf! (menegaskannya lagi karena tak dia jawab).
Woo Hyeon : maafkan  aku juga, gak bisa melindungimu, membuatmu marah dan berkelahi, aku hanya membuatmu susah, pada akhirnya aku gak lakukan apa-apa untukmu.
Seul Bi : kamu sudah melakukan banyak hal untukku (matanya berkaca-kaca) aku tahu kamu gak mukul Chun Shik.
Woo Hyeon : dan aku tahu kamu gak nyuri apapun.
Mereka pun akhirnya berdamai duduk berdampingan seperti biasanya dan mereka membuat janji “apapun yang terjadi kita akan saling percaya”


Woo Hyeon berada di kamarnya sambil memainkan kalung kuncinya dan meencium kalungnya itu dan berkata “mulai sekarang aku akan melindungimu, dan membuatmu bahagia, kamu dan juga Halmeoni” ia pun tertidur.


Seul Bi masih berada di balkon bersama Seonbae, Seonbae mengatakan “kamu gak lihat apa yang akan terjadi kalau tetap di dunia manusia?” “orang disekelilingmu akan makin sulit melindungimu, dan malah akan lebih sakit lagi, mereka akan berubah. Kamu dan juga manusia.
Seul Bi : jadi... akankah kita tak bahagia?
Seonbae : hentikan dan kembali ke tempat asalmu (langsung menghilang).


Seul Bi mengingat kejadian dilempari susu kotak dan dilindungi Woo Hyeon sampai ia memukuli Jae Seok, Seul Bi mengambil Black-Notenya ia ragu-ragu menggunakan Black-Notenya kemudian ia berterima kasih dan meminta “tolong temukan Woo Hyeon kebahagiaan, daaaaannnnn cahaya muncul dari Black-Notenya cahaya itu samapai keselilingnya. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 8 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »