High School Love On Episode 8 PART 1

5/08/2016
Episode 8 Part 1.


Setelah Seul Bi bersumpah diatas Black-Notenya cahaya muncul daaaaannn apa yang terjadi Seul Bi membuka matanya sudah ada Seonbae dihadapannya dengan mengatakan “Bagus. Dalam seminggu lagi kamu akan kembali jadi malaikat” Seul Bi terdiam dan melihat Black-Notenya sudah ada tanda 7hari menunjukkan kalau Seul Bi akan menjadi manusia selama 7hari lagi dan dimulai hari ini, Seul Bi tekejut mendengarnya dan ia harus menyelesaikan semua urusannya di dunia manusia salama seminggu.


Seul Bi masuk ke kamar melihat Halmeoni sedang sakit, ia pun menghampirinya mengecek keadaan Halmeoni lalu ia selimuti, Seul Bi berharap tidak ada yang sakit dirumah ini dan ia merasa gara-gara Seul Bi datang jadi begini dan Seul Bi meminta maaf.


Seul Bi sedang berjalan ke sekolah bersama Woo Hyeon namun Seul Bi masih belum tersenyum, Woo Hyeon menyuruhnya untuk rajin belajar dan jangan tidur ketika ia tak ada, Woo Hyeon melihat Seul Bi belum tersenyum juga ia pun menarik bibir Seul Bi supaya tersenyum walaupun tersenyum sedikit Woo Hyeon merasa bahagia, Gi Soo datang menghampirinya an menawari bantuan padanya dan berkata “Seul Bi! Yang ceria keadilan akan menang” Gi Soo mengantar Woo Hyeon ke ruang BP mereka malah becandaan dulu dijalanan.


Seul Bi melihat mereka berjalan sambil merenung, tiba-tiba teman piket Seul Bi menghampirinya dan bertanya “kamu tanggal 29 bertemu Ye Na kan?” Seul Bi pun berkata ia dan teman Seul Bi menceritakan kalau Ye Na dan Young Eun datang ke restoran tempat ia bekerja, Seul Bi mengalihakan pembicaraan dan menanyakan “kamu tahu buku tentang malaikat yang jatuh cinta? Apa yang terjadi pada malaikat setelah dia jadi manusia?” ia pun menceritakannya “dia menyelamatkan manusia yang dicintainya yang jadi malaikat kembali” dan menyuruhnya cari di perpustakaan buku mengenai malaikat dia keberatan kalau meminjamkan kepada orang lain dan langsung pergi. Seul Bi sudah menduganya kalau dia akan kembali menjadi malaikat.


Setelah pelajaran selesai pak Kim menanyakan pada anak-anak “ada pertanyaan lagi?” Seul Bi memnggil pak Kim ia pun berdiri dan meminta maaf anak-anak terkejut dan melihat Seul Bi “saya minta maaf pada semuanya. Kalau saya membuat hidup kalian susah, saya mohon maaf” “saya pastikan hal ini tak akan terjadi lagi”.


Woo Hyeon sedang menjalani hukumannya di ruang BP sekolah, ia menulis surat permintaan maaf tenyata diluar ada Ye Na ingin menemuinya untuk meminta maaf namun ia ragu-ragu untuk membuka pintu dan menemui Woo Hyeon.


Seul Bi menghampiri Ye Na di depan pintu ruang BP “kamu khawatir soal Woo Hyeon?” Ye Na menyanggahnya “bukan urusanmu” sambil menyembunyikan amplop yang dibawanya, Seul Bi pun meminta maaf pada Ye Na.
Ye Na : apa yang kamu rencanain? Kenapa kamu terus minta maaf?
Seul Bi : aku minta maaf sudah membuatmu patah hati dan jadi begini.
Ye Na : (senyum asem) hentikan akting sok lugumu itu! Kau pikir orang akan percaya pada maling?
Seul Bi mengatakan kalau Ye Na tahu yang sebenarnya dan memberi saran kalau kamu sungguh menyukai Woo Hyeon “Lihat isi hati Woo Hyeon dan cari tahu apa yang sebenarnya dia inginkan” dari pada ngelakuin hal kayak begini yang merugikan banyak orang. Ye Na malah marah-marah sambil memberikan amplopnya dan langsung pergi, Seul Bi membaca tulisannya “aku ingin mengembalikan uang ini maafkan aku Woo Hyeon” Seul Bi baru mengetahui hal ini.


Chun Shik dibuli lagi sama Jae Seok dan temannya, Tae Wook mengatakan “masalah selesai kami yang memutuskan” tiba-tiba seorang murid turun dari tangga melihat kejadian itu ketika Jae Seok dan temannya melihatnya dia pun langsung pergi. 
Jae Seok : aku merasa jahat karena Seul Bi minta maaf, gak ada cara untuk mengatakan kalau kau yang melakukannya (dia menyuruh temannya untuk mengurus Chun Shik) duit club di aku!
Tae Wooh dan Byung Ho senang karena akan bersenang-senang kembali, Beuuuukkk Chun Shik di tonjok tiba-tiba Seul Bi datang menghentikan aksi mereka, mereka meledek Seul Bi dan memperlihatkan apa yang akan terjadi dengan Chun Shik. Seul Bi pun mengeluarkan kekuatannya Byung Ho terkejut melihatnya dan bertanya-tanya “teknik baru? Kau punya kekuatan super?”
Jae Seok : kau tahu tingkahmu terkadang lucu (meraba kepala Seul Bi).


Seong Yeol datang melepaskan tangan Jae Seok dari kepala Seul Bi, ketika mereka mau menghajar Seong Yeol Seul Bi menghalanginya “tak akan ku biarkan ini berlanjut kalau kau cari gara-gara dengan orang yang kusuka aku tak akan tinggal diam”.
Jae Seok : Hwang Seong Yeol ... Lee Seul Bi bilang dia menyukaimu
Tae Wook : cinta segitiga? Kurasa kau akan dicampakkan.
Mereka berusaha mengajar Seong Yeol Lagi namuuuunnn ada suara pluit dan mereka pun langsung kabur karena mereka kira yang datang itu guru olahraga ternyata yang meniup pluit itu teman piket Seul Bi dan siswa yang tai lewat di tangga.


Seong Yeol membawa minuman pada Seul Bi yang sedang duduk dibawah pohon dan menanyakan “kenapa kamu minta maaf”.
Seul Bi : bohong tuh gak boleh, tapi kalau kepepet sih gak papa
Seong Yeol : menurutmu gak adil ?
Seul Bi : awalnya aku gitu, tapi kamu dan Woo Hyeon gak percaya padaku, jadi gak apa-apa
Seong Yeol memberutahunya jangan mendekati Jae Seok karena dia berbahaya, tapi hari ini Seul Bi merasa senang meski menurut dia hari ini cuman menghadang, Seong yeol berterima kasih karena sudah menghadang, Seul Bi bilang kalau ia masih punya banyak hutang padamu, Seong Yeol heran “hutang padaku?” untuk melunaasi hutangnya Seul Bi memberikan permintaan pada Woo Hyeon apa yang harus dia lakukan dan dia akan melakukannya untuk Woo Hyeon apapun yang dia minta, Seul Bi mengatakan “lebih cepat lebih baik” Seong Yeol memikirkannya.


Teman piket Seul Bi memberitahu pak Kim bahwa bukan Seul Bi yang mencurinya “saya rasa Ye Na merencanakannya karena dia suka Woo Hyeon” “ini bukan pertama kalinya Chun Shik dibuli Jae Seok” pak Kim benar-benar tidak mengetahui semuanya “Seul Bi disalahkan demi orang lain, saya pikir anda harus tahu” dia langsung pergi dan pak Kim sedang memikirkan hal itu.


Guru kesehatan sedang asyik berjalan tiba-tiba dia melihat Pak Kim dan raut mukanya beerubah jadi asem dia pun sengaja berjalan menghampirinya namun pak Kim tak menghiraukannya dan langsung masuk ke ruang guru, guru Kesehatan heran karena Pak Kim tak bertingkah aneh padanya “kok bisa dia gak perhatikan kalau aku pake baju baru” dan berpikir yang lain-lain mengenai pak Kim.


Seul Bi merasa kehilangan Woo Hyeon karena biasa duduk bersama Woo Hyeon dikelas, dia pun melanjutkan belajarnya. Ye Na juga melihat ke bangku Woo Hyeon dan merasa kehilangan Young Eun menegurnya “pikirin urusanmu sendiri” Ye Na “memangnya aku kenapa?”
Young Eun : kau mau buat pengakuan juga? Aku mengawasimu!.


Seul Bi berjalan membawa buku catatanya sendirian, Seong Yeol memanggilnya lalu menghampiri Seul Bi, Seul Bi melihat Seong yeol membawa catatannya juga dan bertanya “kamu memberi catatanmu ke Woo Hyeon juga?”
Seong Yeol : dia gak butuh ya? Dia kan gak pernah belajar.
Seul Bi : justru dia sangat membutuhkannya, dia bilang kalau dia berusaha dia pasti akan bisa
Seong Yeol : ada kamu disisinya pasti bikin semangat dia.
Seul Bi : enggak, dia selalu dapat masalh dekat denganku, gak ada yang bisa kulakukan
Seong yeol : teman sejati selalu ada disisimu.
Seul Bi : kutipan yang bagus, Woo Hyeon punya teman pintar sepertimu jadi dia pasti akan senang.


Woo Hyeon datang mengagetkan Seul Bi dan mengira mereka ngomongin dia, Seong Yeol meledeknya “kamu bukan harimau, lebih pas tikus atau ikan lele” Seul Bi mengambil buku Seong Yeol dan memberikannya pada Woo Hyeon “teman sejatimu Seong Yeol memberimu ini” Woo Hyeon mengetakan ini gak berguna kecuali makanan.
Seul Bi : harusnya kamu berterima kasih, makanlah
Woo Hyeon menyulapnya menjadi makanan (eits gak bisa itu kan buku m bukan pesulap) “lainkali ku kasih saran bawa yang bisa dimakan” Seong Yeol mengajak Seul Bi masuk kelas, Woo Hyeon cemburu melihatnya mereka jalan berdampingan dan menyulap “menjauh!” eits tiba-tiba Seong Yeol terpeleset.


Guru kesehatan sedang menuju ruang guru para murid pun menyapanya, Pak Kim keluar dari ruang guru guru kesehatan pun langsung menghampirinya dengan melebarkan kardigannya dan memamerkan baju barunya itu namun pak Kim tak menghiraukannya dan langsung pergi. Guru olahraga menghampiri guru kesehatan “ini lagi tren” guru kesehatan kebingungan dengan yang dia bicarakan, mereka terus berbincang sampai guru kesehatan masuk keruangan namun guru olahraga masih mempromosikan dirinya.


Chun Shik berada di depan pintu ruang BP dia mau menemui Woo Hyeon, ketika mau membuka pintunya Chun Shik ragu-ragu eits Jae Seok pun datang “aku sangat cemburu” tiba-tiba Woo Hyeon membuka pintunya daaaannnn mereka pun terjatuh, Woo Hyeon bertanya pad Chun Shik “Ko Chun Shik, ada yang ingin kau katakan padaku?” Chun Shik berkata tidak karena ada Jae Seok dan langsung berlari.


Woo Hyeon : kamu kesini mau nulis surat permohonan maaf? Semoga berhasil.
Jae Seok : gak lihat apa yang terjadi? Aku korban dan kau pelaku.
Woo Hyeon : akan kuungkap kesalahnmu, tunggu saja.
Jae Seok meberitahunya kalau Seul Bi sudah mengakui kalau dia malingnya, Woo Hyeon terkejut mendengarnya ia pun menarik kerah bajunya Jae Seok, tiba-tiba guru olahraga datang “kalian memanggilku?” “Shin Woo Hyeon bukannya kau lagi dihukum?” dia mengtakan sudah muak melihat muka Jae Seok dimana-mana dan menyuruhnya pergi. Guru olahraga mengambil kertas yang Woo Hyeon tulis “puisi ya? Lee Seul Bi tak melakukannya, Woo Hyeon berusaha membela diri.
Guru olahraga : kau merasa ini tak adil? Woo Hyeon hidup selalu tak adil, yang paling mudah adalah kau terima saja.


Halmeoni menemui ibu Woo Hyeon lagi di di restoran yang sama dengan sebelumnya dan mengataka “suamimu kelihatan baik, putramu jug tampan” dan berterima kasih “berkatmu Woo Hyeon tidak dikeluarkan”
Ibu Woo Hyeon : aku hanya mengikuti aturan.
Halmeoni : aku tidak memintamu tinggal bersamanya, tapi tolong awasi dia
Ibu Woo Hyeon : anda mau kemana? Dia dan Seong Yeol tak tahu, mereka mengira dia tinggal di amerika bersama papanya.
Helmeoni meminta untuk merawat Woo Hyeon baik-baik karena dia putra kandungmu, namun mama Woo Hyeon meminta Halmeoni untuk memindahkannya ke tempat lain. Halmeoni marah “kenapa? Dia tak sepaddan denga putramu yang pandai itu? Kamu khawatir dia beteman baik dengan putramu? Kamu benar-benar tak mengenali putramu” mama Wii Hyeon tetap tidak mau mengawasi Woo Hyeon namun Halmeoni mengancamnya “akan meberitahu suami dan putramu kalo Woo Hyeon putra kandungmu” dia ketakutan akan bercerai lagi.
Mama Woo Hyeon : dia sakit kalau aku bersamanya, hanya menacari Eomeonim kalau menangis saat dia kecil, dan sekarang anda ingin aku tinggal bersamanya?
Mama Woo Yyeon ingin menjalani hidupnya sendiri dan meminta Halmeoni untuk tidak menemuinya lagi dan langsung pergi, Halmeoni memanggilnya namun tak dia hiraukan “kau dan Woo Hyeon sungguh menyedihkan” Halmeoni merasa kasihan pada Woo Hyeon.


Woo Hyeon dan Seul Bi sedang makan siang bersama disebuah restoran, Woo Hyeon menanyakan kenapa dia meminta maaf Seul Bi menanyakan balik “kenapa kamu ngasih Ye Na uang? Kamu gak melakukan kesalahan”
Woo Hyeon : bukannya gak mau mengakui, aku hanya muak.
Seul Bi : aku gak ingin membuat segalanya susah untukmu, aku gak apa-apa.
Woo Hyeon : akan kuungkap, kamu gak percaya padaku?
Seul Bi : aku sangat mempercayaimu, kamu mempercayaiku kan? Semuanya akan baik-baik.
Manjanya Woo Hyeon kumat lagi dia minta dipijit karena lengannya sakit kelamaan nulis surat, Seul Bi pun memijatnya dan menanyakan “surat permintaan maaf tuh apa coba?” menurunya itu pertanyaan yang konyol, Woo Hyeon keenakan dipijit dia pun menyuruh Seul Bi untuk memijat tangan kirinta namun Seul Bi berkata “kamu gak nulis pake tangan kiri” Woo Hyeon mengakuinya kalau Seul Bi pintar, setelah makan Seul Bi meminta Woo Hyeon untuk ikut dengannya.


Seul Bi membawa Woo Hyeon ke toko pakaian mereka mencari pakaian yang diinginkannya, Woo hyeon menemukan baju couple dan menunjukkannya pada Seul Bi, Seul Bi bilang “kaos sama? Ummm aku pernah liat di drama, kaos cople” Woo Hyeon tidak suka dengn penjelasan Seul Bi. Mereka mencoba kaosnya sambil bergaya depan cermin dan mereka menyukai kaos itu, Seul Bi mengusulkan untuk membelikan Halmeoni kaos yang sama.


Woo Hyeon dan Seul BI sedang menemani Halmeoni memasak Ddokibokki, Halmeoni menyuapi Seul Bi masakannya, Seul Bi heran kenapa masakannya tak seperti buatan Halmeoni ia pun meminta untuk diajarkan memasakdan Halmeoni juga menawarkan Woo Hyeon untuk belajar masak, Woo Hyeong memuji dirinya kalau dia bisa masak sekalipun pake kaki karena dia sudah melihat resep rahasia Halmeoni, Halmeoni bilang “kenapa kamu tak mengatakannya dari tadi kalau sudah bisa”. Mereka mencoba masakan Halmeoni, Halmeobi hanya melihatnya tak ikut makan bersama dan bilang “kedainya akan dijual!” Woo Hyeon terkejut dengan alasan Halmeoni sudah semakin tua ingin berlibur dan hidup tenang.
Woo Hyeon : Miss Gong. Anda benar-benar punya pacar? Anda sakit ?
Halmeoni : sakit? Aku masih segar bugar! Saat ini aku berpikir soal pensiun untuk beberapa tahun, dan kebetulan ada yang ingin membeli kedainya.
Woo Hyeon : pikiran bagus. Aku gak akan mendengar halmeoni mengigau saat tidur.


Woo Hyeon menanyakan akan punya penghasilan darimana Halmeoni akan pensiun, Halmeoni pun menunjukkan tabungan untuknya Woo Hyeon terkejut mendengarnya “kuhabiskan waktuku untuk mempersiapkannya”
Woo Hyeon : ada apa? mau pamer semua uang Halmeoni? Aku gak mau apartemen, aku ingin tinggal bersama Halmeoni disini.
Halmeoni : ini harus kamu putuskan dengan istrimu kelak. 
Halmeoni meminta Woo Hyeon untuk hidup mandiri menurutnya hidup itu susah, Seul Bi mengatakan “ternyata Halmeoni kaya” Halmeoni tidak ingin ada yang susah dia mempelajari semua ini dari giatnya bekerja dan membantu orang, Woo Hyeon merasa Halmeoni aneh saat ini, Seul Bi mengira kalau Halmeoni akan pergi.
Halmeoni : aku gak akan pergi. Sudah kubilang mulai sekarang aku akan liburan!
Woo Hyeon : tapi kalau Halmeoni pergi sendirian lagi aku akan marah.
Seul Bi mengajak Halmeoni piknik dan menunjukkan kaos couple mereka, Halmeoni tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca.


Pak Kim dan Pak Han sedang makan malam bersama disebuah cafe, pak Kim merasa kalah bersama murid-muridnya.
Pak Han : kami semua besar seperti itu, anak-anak jaman sekarang memang susah diatur. Seleksi alam namanya. Memang begitu di SMA, bahkan mereka ada dibbagian atas rantai makanan.
Pak Kim : sudah tahu tentang ini? Jadi aku satu-satunya yang tak tahu, muridku sakit aku tak tahu. (menyalahkan dirinya sendiri). Berteriak pada pak Han kenapa tak memberitahunya.
Pak Han : kau hanay lihat yang ingin kau lihat, dan percaya yang kau inginkan saja, mempercayai anak-anak tanpa penilaian tepat buka percaya namanya. Itu lalai.
Pak kim meminta saran pada pak Han, pak han menyarankan untuk menyelesaikannya dengan baik sebelum semuanya semakin buruk, pak Kim pun merenunginya.


Ibu tiri Seong Yeol sedang mengambil air minum, Seong yeol juga mau mengambilnya dan Ibu tirinya memberikan segelas air pada Seong Yeol.
Ibu tiri : kenapa kau terus ikut campur masalah Woo Hyeon?
Seong Yeol : karena dia temanku (langsung pergi ke kamar membawa minumannya).


Seong Yeol masuk ke kamar dan melanjutkan belajarnya, ia mengingat perkataan Seul Bi “aku masih punya banyak hutang padamu) dia mengatakan “ kulakukan karena aku menyukaimu tapi kamu menganggapnya hutang” dia pusing memikirkannya dan belajarnya pun terhambat.


Halmeoni sedang membereskan baju-bajunya yang sudah terpakai, tiba-tiba Woo Hyeon datang merebut pakaian yang dipegang Halmeoni “mau dibuang?
Halmeoni : apa aku harus minta izin membuang abjuku sendiri?
Woo Hyeon : lagian ini yang paling bagus. Mau pake apa kalau dibuang semuanya?
Halmeoni : rumah ini akan meledak dengan semua pakaianku, biar kutata selagi ada waktu
Woo Hyeon mencium bau bajunya Halmeoni dan mengatakan “tingkah lakumu sungguh mencurigakan” meminta Halmeoni untuk jujur, Woo Hyeon memeluk Halmeoni dan berkata “Halmeoni harus panjang umur supaya aku bisa balas budi atas sakit hati yang kusebabkan” Halmeoni menangis dan meleoaskan pelukan Woo Hyeon dengan alasan bau keringat. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 8 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »