High School Love On Episode 9 PART 1

5/09/2016

Seul Bi berjalan mengikuti Seonbae tiba-tiba Seul Bi berhenti dan Seonbae menengok kebelakang “kenapa kamu berhenti?” Seul Bi mengtakan dia tak bisa pergi karena dia tidak mau bilang selamat tinggal, Seonbae menegaskan “kamu sudah bersumpah! Kembali jadi malaikat lagi!” namun Seul Bi malah mengembalikan Black-Notenya dan meminta maaf “meskipun aku tak bahagia atau takkan pernah bisa jadi malaikat lagi, aku ingin tetap bersama Woo Hyeon.
Seonbae : meski kamu akan hilang selamanya setelah hidup jadi manusia?
Seul Bi berani menerima semua resikonya, Seonbae bilang kalau dia akan menyesali semua keputusannya, Seul Bi pun menyimpan Black-Note di tangannya Seonbae dan berkata “terima kasih atas semuanya Seonbae, aku tak akan melupakanmu.
Seonbae : aku... akan melupakanmu dn Seul Bi pun meninggalkan Seonbae untuk menemani Woo Hyeon.


Seul Bi pun berjalan untuk menghampiri Woo Hyeon, setiba depan Woo Hyeon dia melakukan apa yang Halmeoni suruh dia memukul-mukul Woo Hyeon sambil menangis dan berkata “menangis. Setidaknya menagislah bego!” Seul Bi terus menyuruh Woo Hyeon tuk menangis sekeras-kerasnya sampai Woo Hyeon pun menangis. Seul Bi memeluk Woo Hyeon dan berjanji akan selalu bersamanya dan tidak akan pergi kemana-mana, mereka berdua menagis tersedu-sedu sambil berpelukan.


Woo Hyeon akhirnya pulang dari pemakaman sambil terus memeluk foto Halmeoni dan dia belum berhenti menangis, Seul Bi mengikutinya dari belakang.


Seul Bi masuk ke kamar Woo Hyeon dan melihat dia sedang mengigau “jangan pergi, kumohon jangan pergi” sambil keringatan, Seul Bi pun menghampirinya dan memegang tangan Woo Hyeon “tak apa kan kalau aku tetap bersamamu?”.


Seul Bi duduk di balkon atas sendirian sedang memikirkan sesuatu dna berkata “apa aku tak akan pernah melihatmu Seonbae? Kalau begitu harusnya kuucapkan selamat tinggal. Akhirnya kukatakan selamat tinggal pada Halmeoni dan Seonbae”. Dia melambaikan tangan ke atas langit sambil berkata “selamat tinggal, jaga diri baik-baik” Seonbae muncul melihat Seul Bi dari kejauhan.


Pak Han masuk ke ruangan guru dan langsung ke meja pak Kim ia melihat surat pengunduran diri di mejanya. Pak Han pun langsung melapor kepada kepala sekolah, Bu kepsek terkejut mendengarnya dan Pak Han pun menjelaskan alasan-alasan Pak Kim “dia cuti dengan alasan kesehatan, karena selama ini kesehatan belia menurun drastis, dia minta maaf karena tak sempat menemui anda sebelum pergi” Bu Kepsek menekankan padanya “nama prosedur ya prosedur, secepatnya kau harus cari guru musik pengganti” dan menyuruhnya untuk mengambil alih sebagai walikelas 203, pak Han pun alhirnya setuju dengan keputusan Bu Kepsek.


Suasana dikelas seperti biasa, Chun Shik melihat kerah bangku Seul Bi dan Woo Hyeon karena mereka tak masuk sekolah, Gi Soo sedang melamun tiba-tiba Young Eun menghampirinya dan menendang bangku Gi Soo dia menanyakan Seong Yeol dia teruss menendang0nendang bangku Gi Soo karena dia belum menjawab juga, akhirnya Gi Soo menjawab, tidak mengetahuinya malah menyuruh dia untuk bertanya sendiri, Young Eun marah-marah karena tidak suka dengan jawabannya.
Ye Na : bahkan sekarang hatiku pun merasa sakit sekali. Pasti sangat menyakitkan bagi Woo Hyeon.
Young Eun pun melihat Ye Na yang sedang merasa kasihan pada Woo Hyeon, Ye Na bilang “bahkan kau tak merasa khawatir” Young Eun “ khawatirkan saja dirimu sendiri, sekarang ini aku membencimu!” mereka pun terus memperbincangkan soal Woo Hyeon.


Byung Ho dan Tae Wook sedang asyik memainkan ponselnya, pak Han melihatnya dari luar ia pun langsung masuk dan menjabel ponsel mereka, Tae Wook berusaha mengambil ponselnya “ini masih baru” namun pak Han tak mempedulikannya, pak Han memberitahu para murid kalau dia akan menggantikan pak Kim sebagai walikelas mereka untuk sementara, anak-anak berkata “oh my gog” serentak semua, Seorang siswi menanyakan “kenapa dengan pak Kim?” namun pak Han bilang “ini yang ingin kutanyakan, kalian pasti sudah menyusahkannya” pak Han menanyakan kenapa bangku Woo Hyeon kosong dan siapa ?.

Seon Heon : Lee Seul Bi dan Hwang Seong Yeol, Seul BI dipanggil lagi dan Seong Yeol tak ada pemebritahuan.

Pak Han heran karena 3 murid tidak masuk bersamaan dan memberi peraturan baru “mulai sekarang tidak masuk tanpa izin, dan meninggalkan sekolah dilarang! tak boleh tidur! tak boleh ngobrol! Tak boleh pacaran!” semua murid bersorak dan menggerutu “tak boleh menggerutu!”.


Woo Hyeon masih terpuruk kehilangan Halmeoni dia tak berangkat sekolah, Seul BI pun masuk ke kamar Woo Hyeon melihat keadaannya namun Seul Bi keluar lagi dan pergi kebawah melihat foto Woo Hyeon bersama Halmeoni.


Guru kesehatan heran Pak Kim tiba-tiba mengundurkan diri, Pak Han memberitahunya “dia tidak berhenti, dia hanya cuti sementara” guru kesehatan bilang “sepertinya pak Kim tidak sakit, tak masuk akal! Bisa-bisanya dia lepas tanggung jawab”.
Pak Han : anda tahu siapa yang bertanggung jawab malah bertingkah begini (melanjutkan minum kopinya).


Guru etika masuk dan meminta Tylenol pada guru kesehatan, guru Choi menanyakan “kenapa bisa sakit kepala? Anda sering sakit kepala belakangan ini” guru etika pun meminum obatnya dan guru kesehatan bertanya pada Pak Han “menurutmu pak Kim akan dipecat?” Pak Han berpikiran kalau dia mengkhawatirakan Pak Kim namun dia mengelaknya “dia gak punya bakat, gak punya nyali, gak ganteng lagi! Gawat kalau dia kehilangan kerjaan, dia kan sudah tua gawat kalau dia nganggur, siapa yang akan mengurusnya?” Pak Han “harusnya anda baik padanya” guru kesehatan pun terdiam dan pak Kim merasa kasihan Seul Bi dan Woo Hyeon masih sangat berduka “tapi kenapa Hwang Seong Yeol tak masuk sekolah” guru etika heran kenapa Seong Yeol tak masuk sekolah Pak Han hanya mengangguk.
Guru kesehatan : Seong Yeol bikin masalah belakangan ini, dia anak yang sempurna.
Pak Kim : aku haruss lakukan sesuatu sebelum dia jadi teman baiknya Shi Woo Hyeon.
Guru Etika : dia bukan tipe anak yang gampang terpengaruh temannya, lagian Woo Hyeon juga bukan anak yang nakal (langsung pergi keluar).
Pak Han : anda gak ngerasa kalau Bu Ahn agak sensi kalau menyangkut Seong Yeol ? menurutmu adda sesuatu antara mereka?
Guru Kesehatan : karena Seong Yeol dan Woo Hyeon sama-sama tampan, mereka berdua seperti idol.
Pak Han pura-pura batuk dan tak mendengar perkataannya, guru kesehatan heran dengan tingkah laku Pak Han.


Guru etika berusaha menelpon Seong Yeol namun ponselnya tidak aktif, dia teus berusaha menghubungi Seong Yeol. Seong Yeol sedang duduk ditaman mendengarkan musik sendirian dia baru menyadari kalau ponselnya bunyi ternyata yang nelpon itu ibu tirinya namun dia tak mengangkatnya, dia mengambil tasnya lalu berdiri dia masih teringat kalau mama kandungnya mau menikah lagi dia pun duduk kembali melanjutkan mendengarkan musiknya.


Tae Wook dan Byung Ho pergi ke supermarket memilih cemilan, Tae Wook menggerutu “dia kan bisa suruh orang lain, kenapa malah kita?” Byung Ho berkata “menurutmu dia tahu?” 
Tae Wook : tidak mungkin! Tapi aku merasa kasihan pada Woo Hyeon, saat Halmeon-ku meninggal aku menangis, tapi dia tak menangis.
Tiba-tiba Jae Seok datang dan menepuk punggung Tae Wook dan berkata “ kalau memang begitu, harusnya kau nangis untuknya” mereka terkejut Byung Ho bilang “kita tanya Chun Shik, siapa tau dia mau bicara” mereka akan mengawasinya, Jae Seok pun mengambil cemilannya dan membawa ke kasir, tiba-tiba Jae Seok melihat Chun Shik masuk dan menyuruhnya untuk membayar cemilan yang mereka beli dan menanyakan “Woo Hyeon nangis atau tidak” dia kebingungan untuk menjawabnya dan menlihat Tae Wook dan Byung Ho yang memberikan klu padanya “tidak menangis, tidak menangis” Jae Seok pun melihat kebelakang dan mereka pun pura-pura memilih makanan.


Young Eun sedang berjalan dibelakang sekolah tiba-tiba dia melihat Jae Seok Cs sedang memukul Chun Shik, Beuuuuk Jae Seok menonjok Chun Shik namun dia heran kenapa Tae Wook dan Byung Ho tidak ikut memukulinya dia pun menyuruh mereka untuk mengurus Chun Shik, ketika Byung Ho akan memukul Chun Shik dia bilang “aku akan katakan pada semuanya kalau Seul Bi bukan pencurinya” mereka membekamnya Jae Seok menampar Tae Wook dan Byung Ho dan ia pun langsung pergi, mereka memukuli Chun Shik. 


Ye Na datang menghampiri Young Eun dan bilang tangannya sakit gara-gara nulis, Young Eun melihat yang ditulisnya, Ye Na melihat Chun Shik sedang dipukuli dia takut kalau Chun Shik bilang dan dia akan kena masalah.
Young Eun : enggak, selama kau tutup mulut, kuperingatkan kau kalau berkhianat. Awas kau! (langsung pergi).
Ye Na terlihat ketakutan mendengar perkataan Young Eun.


Seul Bi sedang mengelap meja di kedai-nya Seong Yeol lewat lalu berhenti melihat Seul Bi, ketika dia mau pergi lagi Seul Bi membuka pintu melihat ada Seong Yeol, Seong Yeol pun masuk membantu Seul Bi mengelap meja dan melihat Seul Bi yang terlihat sangat lemas dan berkata “kenapa kau membersihkan tempat yang sama terus-terusan?”.
Seul BI : katanya kalau dibuat kerja pikiran sedih akan hilang.
Seong Yeol menanyakan pemakaman kemarin dan keadaan Woo Hyeon, Seul Bi bilang “dia masih tidut, entah pura-pura tidur” Seong Yeol juga mengatakan “ yang kutahu tidur juga salah satu cara tetap sehat, kapan kamu mau kembali?” 


Seul Bi sebenarnya tidak mau pergi “keputusan untuk tidak pergi” duduk di meja yang sama dengan Seong Yeol.
Seong Yeol : baguslah. Kamu sudah bilang pada orang tuamu?
Seul Bi tidak mempunyai siapa-siapa, Seong Yeol melamun dan berpikir “sama sepertiku” Seul Bi menanyakan “kenapa gak sekolah?” dia tidak mau pergi ke sekolah, Seul Bi terus bertanya-tanya Seong Yeol hanya menjawab “hari ini aku hanya tak ingin sekolah” Seul Bi merasa lega kala tak ada apa-apa dengannya dan menyuruhnya untuk sekolah besok dia mengancam kalau tidak mau sekolah Seul Bi akan marah, Seong Yeol tersenyum nendengarnya.


Woo Hyeon baru keluar dari kamarnya, dia pergi menunju kamar Halmeoni sebelum membuka pintunya dai berkata “Miss Gong, anda di dalam? Halmeoni sedang tidur siang kan?” dia terus menangis dan menginginkan bertemu Halmeoni sekali saja “Halmeoni bahkan aku belum mengatakan, kalau aku menyayangimu” ternyata Seul Bi ada di kamar Halmeoni dia mau membuka pintunya namun dia melepaskan pegangannga lagi.


Seong Yeol sedang berjalan pulang, tiba-tiba dia melihat mama tirinya sedang memegang ponsel dan terlihat sangat cemas. Akhirnya mama tiri Seong Yeol melihatnya dan menahan Seong Yeol “hari ini kamu gak masuk sekolah, kamu kemana?” Seong Yeol membuka Ear-Phonenya dan berkata “harus kujawab?”.
Mama tiri : setidaknya kamu menelpon, aku khawatir. Kalau kamu tak mau sekolah, istirahatlah beberapa hari aku akan bicara pada papamu, oh ya, sudah makan?.
Seong Yeol : berhentilah bertingkah jadi mamaku! Kalau anda terus begini, aku malah ingin bersama mama kandungku.
Mama tiri : aku akan berada disisimu sebagai wali, kamu bisa katakan apa saja padaku, jadi tak perlu kamu simpan.
Seong Yeol menegaskan kalau dia tak berbuat apa-apa lalu pergi lagi, mama tirinya khawatir kalau dia belum makan.


Woo Hyeon sedang tidur, Seul Bi masuk ke kamarnya dan membawa makanan Seul Bi pun membangunkan Woo Hyeon untuk makan, Woo Hyeon akhirnya terbangun daaaaaannn apa yang terjadi, Woo Hyeon melempar makanan yang dibawa Seul Bi. Seul Bi pun langsung membersihkan lantainya.
Seul Bi : aku tahu sedih itu seprti apa. Sedih bagiku kalau aku tak bisa berbuat apa-apa untukmu. Aku juga ingin lihat Halmeoni, aku akan biarkan Halmeoni tahu apa yang ingin kamu katakan padanya, jadi bangunlah Woo Hyeon (dia massih tetap tertidur dan tak mau berkata sedikit pun).


Seong Yeol berjalan menunju kedai Halmeoni sambil membawa makanan, tiba-tiba Seul Bi keluar dari kedai dan berlari kencang entah mau kemana, Seong Yeol mengejarnya tanpa diketahui Seul Bi, ternyata Seul Bi pergi ke Rumah Sakit mencari Seonbae untuk menemui Halmeoni, dia mencari Seonbae disemua juru rumah sakit namun tak ia temukan, Akhirnya Seonbae ditemukan sedang membawa arwah yang baru saja meninggal, Dia menahan Seonbae “jadi aku bisa melihat Seonbae” tapi Seonbae mengatakan kalau dia tak akan melihatnya lagi dan menyuruh Seul Bi minggir. Seul Bi minta tolong padanya.
Seonbae : manusia tidak bisa minta tolong pada malaikat.
Seul Bi memegang tangan Seonbae namun sekarang pegangannya tembus tak seperti biasanya dan meminta untuk melihat Halmeoni sekali lagi, Seonbae tidak mengijinkannya karena itu melanggar aturan, Seul Bi memaksanya walau dipertemukan hanya dalam mimpi dan jika diperbolehkan biarkan Woo Hyeon melihat Halmeoni sekali lagi.
Seul Bi : bahkan dia belum  mengucapkan salam perpisahan. Bagi Woo Hyeon Halmeoni adalah segala-galanya, sekarang dia kehilanagn semuanya (terus memaksa Seonbae untuk bisa menemui Halmeoni sekali saja).
Seonbae : (marah) kenapa kamu lakukan semua ini untuknya?
Seul Bi : aku tak tahu. Aku ingin lakukan sesuatu untuknya, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.
Seonbae tidak menyanggupinya karena semua itu diluar kuasanya, Seul Bi menahannya dan minta untuk menyampaikan sesuatu pada Halmeoni “kalau Woo Hyeon sangat mencintainya, Woo Hyeon akan baik-baik saja, kumohon!”.
Seonbae : kalau orang yang kamu cintai berubah, maka kamu akan kehilangan milikmu yang paling berharga, hukuman meninggalkan dunia kita, dan itu aturan di dunia ini.
Seul Bi tidak mengetahui maksud yang dimilikinya yang paling berharga, Seonbae memberitahunya “ketika kamu menyerah jadi malaikat setelah bersumpah, seharusnya kamu sudah siap dengan semua ini”.
Seul Bi : kalaupun aku harus kehilanagn semuanya selama Woo Hyeon bahagia, kurasa aku akan baik-baik saja, Seonbae semakin kesal pada Seul Bi.


Seong Yeol melihat Seul Bi bicara sendirian dan ia pun mendengarkan perkataan Seul Bi, akhirnya Seong Yeol menghampirinya dan menanyakan “kamu bicara dengan siapa?” Seul Bi kaget dan menjawab dengan gugup “bukan siapa-siapa” tapi Seul Bi masih tengok kemana-mana mencari Seonbae yang membuat Seong yeol semakin penasaran.
Seong Yeol : ngapain disini ?
Seul Bi : disini? Aku ingin bertemu Halmeoni (langsung pergi keluar).
Seong Yeol masih merasa aneh dengan Seul Bi.


Woo Hyeon keluar dari kamarnya mencari Seul Bi ke kamar mandi, Ke kamar Halmeoni tapi dia tak menemukannya, dia terus mencari dan memanggil-manggil Lee Seul Bi.


Seong Yeol sedang melihat kenangan pemberian dari Seul Bi, sambil melamun memikirkan perkataan Seul Bi tadi di Rumah Sakit “kalaupun aku harus kehilangan semuanya, selama Woo Hyeon bahagia, kurasa aku akan baik-baik saja”
Seong Yeol : kehilangan? Meskipun di kehilangan segalanya, dia masih menyukai Woo Hyeon?.


Seul Bi sedang melamun di kedai sendirian “kehilangan miliknya yang paling berharga?” tiab-tiba Woo Hyeon datang menemukan Seul Bi dai pun terkejut.
Seul Bi : kamu lapar? Mau makan?.
Woo Hyeon : kupikir kamu sudah pergi, tanpa pamitan padaku!
Seul Bi : pergi kemana aku?
Woo Hyeon tak berkata lagi dan langsung masuk ke kamarnya, Seul Bi pun duduk lemas dan memikirkan sesuatu.


Woo Hyeon sedang melamun sambil tiduran, telepon dibawah bunyi namun Woo Hyeon membiarkannya sampai dia menutupi wajahnya dengan selimut karena terus mendengar bunyi telpon, akhirnya Seul Bi datang mengangkat telpon ternyata yang menelpon pelanggan minta pesanan, namun Seul Bi bilang “untuk sementara ini kami tidak membuka pesanan karean Halmeoni sedang liburan”. Ia pun menutup telponnya.


Seorang pria datang memesan Ddeokibokki, Seul Bi mengatakan kalau kedainya belum buka, pelanggan bilang “kenapa enggak? Pintu kedai buka dan bahan-bahannya juga ada kalian tinggal masak”. Seul Bi mengenali orang itu “bukannya anda PNS ya?” dia ketawa dan terkejut kalau Seul Bi masih ingat dengannya dan berkata “senang bertemu denganmu, selamat sudah jadi manusia” Seul Bi terkejut dia mengetahui identitas yang sebenarnya. Dia pu memberitahu Seul Bi kalau dia dulunya juga malaikat “sekarang aku ketua komite manusia malaikat” dengan gagahnya dia bilang pada Seul Bi, dia menceritakan semua pekerjaannya dan langsung duduk. Seul Bi masih belum percaya kalau doa dulunya malaikat. Dia bilang “mengagetkanmu? Kamu belum pernah melihat malaikat setampan aku. Dia mengambil ponselnya dan bilang “ada telpon masuk tuh” Seul Bi pun membuka ponselnya dan benar ada telpon yang masuk “cowok tampan” itu nomorku, kami ada rapat, aku akan meberitahumu tempat dan tanggalnya, Seul Bi bebas bertanya apapun dan menelpon kapanpun.
“satu lagi yang penting. Manusia tak akan pernah bisa menemukan identitas kita, berhati-hatilah, mengerti?” dia pun bersiap-siap peri namun Seul Bu menahannya dan bilang masih banyak yang ingin dia tanyakan “saat sedih apa yang dilakkan manusia, dia bilang manusia suka minum-minum eits keceplosan kalau Seul Bi kan masih SMA “tetaplah berada disisinya” “menghiburnya tidak susah ko, tetap bersamanya” tiba-tiba orang itu (malaikat kim) menerima telpon dan langsung pamitan pergi, namun Seul Bi masih memikirkan perkataannya (bersamanya?). SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 9 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »