High School Love On Episode 9 PART 2

5/09/2016

Seong Yeol sedang membawa makanan dari dalam kulkas dan memasukkan kedalam tas jinjingnya, mama tirinya datang dan menanyakan “sedang apa kamu?” Seong Yeol gugup menjawabnya karena kepergok mama tirinya ia pun langsung pergi dengan membawa makanan.


Seul Bi melamun di kedai sendirian, Gi Soo datang dan menanyakan Woo Hyeon “dia msih belum makan apapun?” dia berteriak “Halmeoni selalu bilang kalau kamu gak makan hari ini, rezeki itu tak akan pernah kembali” Woo Hyeon hanya tertidur dikamarnya sambil melamun dan ingat kata-kata Halmeoni “kalau hari ini kamu tak makan, rezeki tak akan datang padamu” Miss Gong bilang begitu! 


Gi Soo mau pulang lagi tiba-tiba wakil ketua kelas datang memberikan bingkisan “boss ku kasih banyak banget”.
Gi Soo : wakil ketua kelas kau baik sekali, kau tahu kan aku memilihmu, makasih sudah datang! (dia langsung pergi dan menyuruh Seul Bi untuk ngobrol dengannya).
Wakil ketua kelas memberi pinjam buku pada Seul Bi “saat kau kecewa buku adalah pelarian terbaik” Seul Bi berterima kasih untuk hotdog dan bukunya, wakil ketua kelas mengingatkan “saat baca jangan ngemil, jangan sampai tertidur, jangan lipat halamannya” okeh Seul Bi mengerti, dia melihat jam daaaaannn dia berkata “bisa telat aku!” dia pun pamitan pergi dan berpapassan dengan Seong Yeol depan pintu.


Seong Yeol pun masuk dan Seul Bi menyambutnya, Seong Yeol pikir dia yang pertama datang Seul Bi bilang “sayangya kamu paling akhir, hari ini kamu gak sekolah lagi?” Seong Yeol “sekolah, aku gak mau kamu memarahiku” Seul Bi langsung membuka tas yang dibawanya “mamamu yang masak?”.
Seul Bi : kamu beruntung masih punya mama, juga punya papa ganteng.
Seong Yeol : semua orang punya orang tua, gak ada yang spesial tuh.
Seul Bi : tentu aja spesial, Woo Hyeon dan aku tidak punya! Woo Hyeon bahkan tidak bisa menghubungi orang tuanya, jadi Halmeoninya.... bersyukurlah orang tuamu maih hidup, kamu masih bisa melihat mereka kapan saja.
Seong Yeol merenungi perkataan Seul Bi.


Seul Bi mencoba membuat Ddeokibokki dan melihat langkah-langkahnya dari buku resep warisan Halmeoni, Woo Hyeon memakaikan celemek pada Seul Bi dia mengingat dulu Woo Hyeon juga pernah memakainkan celemek padanya, dia pun langsung meminta dia sendiri yang akan mengikatnya, Seong Yeol mengiranya kalau Seul Bi canggung dan menawari bantuan untuk membuat Ddeokibokki “apa yang harus aku lakukan?”
Seul Bi : aku terima banyak pesanan, bagaimana ini? Rasanya aneh.
Seong Yeol pun mencicipi buatan Seul Bi dan benar rasanya aneh. 


Seong Yeol pun membaca bahan-bahan dan langkah-langkah membuat Deokibokki dia pun langsung membuat sesuai dengan yang ada di catatan Halmeoni, Seul Bi melihat Seong memotong bawang dengan sangat telaten, Seong Yeol pun mulai memasak Seul Bi memujinya “kamu benar-benar hebat”
Seong Yeol : orang tuaku masih sangat muda, jadi aku harus mandiri
Seul Bi berpikir anak-anak akan hebat kalau orang tuanya sibuk, Seong Yeol hanya tersenyum Seul Bi pun memcicipi masakan Seong Yeol dan rasanya lezat.


Seul Bi memberikan pesanannya pada Gi Soo untuk di antar ke pelanggan, Gi Soo menanyakan “apa tak ada masalah dengan masakannya?” Seul Bi bilang Seong Yeol membantunya tapi Gi Soo tak membuat Seul Bi menyerah dia menyemangatinya “kalau pelanggan tidak suka kita coba lagi” “Woo Hyeon yang harus mencicipinya. Dia pun langsung pergi membawa pesanan.


Seul Bi kembali ke dapur dan bilang pada Seong Yeul “Aku tak akan bisa selesaikan kalau bukan karenamu, kenapa yang kubuat gak enak?”.
Seong Yeol : tak ada yang langsung enak saat membuatnya petama kali, tentu saja rasanya beda dengan buatan Miss Gong.
Seul Bi : tapi mirip! Kamu hebat!
Seong Yeol menanyakan kedainya mau di apakan, Seul Bi bilang “disinilah semua kenangan Woo Hyeon terukir, kurasa akan kita lanjutkan” Seong Yeol terkejut “kamu dan Woo Hyeon?” Seul Bi mengatakan “untuk sementara ini, iya” “Woo Hyeon tak mau bangun, aku jadi khawatir” mereka yakin Woo Hyeon pasti akan bangun, mereka melanjutkan mencuci piring dan gelas kotor ketika mereka mau ambil piring kotor eits mereka mengambil piring yang sama mereka pun saling bertatapan karena grogi akhirnya piring yang mereka pegang terjatuh dan pecah, ketika Seul Bi mau mengambil piring yang pecah itu Seong Yeol menghalanginya.
Seong yeol : jangan! Tanganmu bisa terluka! Biar aku saja!


Tiba-tiba ada orang datang dan berteriak “Shin Young Chul keluarlah? Cepat keluar kau!” Seong Yeol dan Seul Bi pun menghampiri mereka “bukan anak-anak, panggil orang tua kalian” Woo Hyeon bertanya “ada apa?” orang itu pun menarik kerah Seong Yeol “kau, kaukah cucunya?” 
Seong Yeol : tiba-tiba melakukan hal ini ilegal namanya.
Pemberontak : ambil uang orang lain memangnya legal? Dengar baik-baik nak! Sekarang ini dia sedang ngomongin hukum, mereka masuk ke ruangan tengan dan mengacak-ngacak semua barang yang ada di dalam, Woo Hyeon pun turun dari kamarnya “anda mau apa?” orang itu menanyakan “siapa kau? Apa kau anaknya Shin Young Chul?” dan terus berteriak memanggil “Goong Mal Sook kau dimana?” Woo Hyeon marah “jangan panggil nama Halmeoni seperti itu!”  mereka menunjukkan surat jaminan “Shin Young Chul kasih jaminan bangunannya Miss Gong untuk pinjaman” “ dia tak mau bayar dan kami tak bisa menghubunginya”.
Woo Hyeon : kenapa aku yang harus bayar hutangnya! Keluar!
Orang itu menyuruh Woo Hyeon untuk cepat-cepat keluar namun dia tetap tidak mau oarng itu pun mau menghajarnya namuan Seul Bi menggigit tangan orang itu sampai dia kesakitan.


Mereka dibawa ke kantor polisi, papa Seong Yeol bertanya “malam-malam begini kau mengancam anak-anak supaya bayar hutang?” mereka mengatakan “Hei pak polisi! Tak bayar hutang pinjaman bukannya itu salah? Kami sudah berusaha sabar” pak polisi minta diperlihatkan surat kontrak IOU-nya mereka pun memperlihatkan surat kontraknya, polisi memeriksa surat kontrak tersebut dan ternyata bunganya lebih tinggi dari batas yang ditetapkan oleh hukum, dengan alasan yang bermacam-macam mereka bilang “tidak mengambil bunga sepeserpun, mereka hanya mengambil pinjaman pokoknya saja. 
Orang itu menarik bajunya Woo Hyeon dan meminta untuk mengembalikan uangnya tapi Woo Hyeon tak berkata sedikitpun samapai polisi memarahi orang itu. Papa Seong Yeol memintanya untuk membaw Woo Hyeon keluar dari kantor polisi, Seong Yeol mengajak Woo Hyeon pergi keluar. Ketika mereka pergi keluar orang itu berdiri dan mau pergi juga namun polisi menahannya karena membutuhkan identitasnya.


Seong Yeol dan Seul Bi merapikan pakaian yang diacak-acak oleh oarng tadi sementara Woo Hyeon melamun di tangga. Gi Soo datang dan menanyakan keadaan mereka.


Papa Seong Yeol menceritakan tentang papanya Woo Hyeon yang memberi jaminan rumah dan kedai kepada rentenir pada istrinya, istrinya terkejut dan suaminya berkata “sepertinya kkedai itu akan dipindah tangankan” “aku sama sekali tidak bissa menghubungi papanya Woo Hyeon” “kita harus cari mamanya” istrunya semakin tegang dan langsung mengalihkan pembicaraan “bagaimana dengan warisan Halmeoninya, pasti ada warisan” suaminya bilang itu semua tak akan cukup dan untuk sekarang anak-anak ini sudah tidak punya uang, istrinya terus memihak dan terus menanyakan soal Woo Hyeon sampai suaminya mengatakan “kau cemas begitu, apa karena dia muridmu?” suaminya menceritakan tentang Seong Yeol meminta hutang untuk biaya kulaih Woo Hyeon dan dia akan berusaha keras mengejar beasiswa “persahabatan mereka makin dalam setelah semua masalah ini” istrinya masih terus melamun dan ketakutan.


Mama tiri Seong Yeol sedang menyiapkan makanan untuk dirumah dan Seong Yeol bawa ke rumah Woo Hyeon, dia terlihat khawatir dan lelah.


Gi Soo, Seong yeol dan Seul Bi sedang mencemaskan Woo Hyeon, Gi Soo terus mondar mandir dan berkata “jadi semua bangunan akan diberikan?” Seong Yeol menanyakan “papa Woo Hyeon tak bisa dihubungi?”.
Gi Soo : kalau bisa dihubungi mungkin dia akan datang ke pemakaman, dia meninggalkan Woo Hyeon sendirian. Bagaimana bisa orang tua bertindak sepert itu?.
Seong yeol : kalau mamanya Woo hyeon bagaimana? Dia tinggal dimana?.
Gi Soo : mereka bercerai saat Woo Hyeon masih kecil. Sudah lamau dia tak melihat mamanya, Woo Hyeon hanya memiliki Halmeoni-nya saja, aku kasihan sekali padanya, dari mana kita bisa mendapatkan banyak uang?
Seul Bi : rumah dan kedai tak boleh diambil, kenangan mereka ada disini.


Woo Hyeon mencari buku yang ada nomor papanya, akhirnya ketemu dia langsung menghubungi papanya namun nomornya sudah tidak akatif dia marah-marah sendirian “kenapa kau harus jadi papaku? Kenapa?” ia melemparkan ponselnya.


Gi Soo sedang bekerja tiba-tiba Seul Bi datang menghampirinya, Gi Soo heran Seul Bi datang menghampirinya pagi-pagi sekali “mereka balik lagi?” ternyata Seul Bi mau bekerja juga seperti Gi Soo, Gi Soo ketakutan gajinya dibagi dua.
Seul Bi : aku tak bisa menyerahkan kedai dan rumahnya, tolong carikan aku kerjaan.


Hari pertama Seul Bi bekerja di restoran, dia menunggu pelanggan yang sedang makan sambil merapikan meja setelah pelanggan selesai makan dia langsung merapikan piring-piring dan makanannya sambil mengingat perkataan Gi Soo “hal tersulit memiliki pekerjaan adalah bertahan, kamu harus makan karena kamu tak dibayar mahal, Seul Bi pun memakan sisa makanan pelanggan dibelakang.


Di toko pakaian Seul Bi bekerja, pelanggan sedang mencoba baju yang akan dibelinya pasangannya berkata itu bagus cocok buat kamu namun Seul Bi berkata tidak, pelanggan pun mengganti dengan baju yang lain Seul Bi masih tetap berkata tidak, pelanggan pun mencari baju yang lain lagi dan mencobanya kembali Seul Bi masih tetap tidak sependapat dengan pelanggan samapai akhirnya pelanggan itu melemparkan baju-bajunya pada Seul Bi dan pergi tanpa membeli baju satupun, dia baru ingat perkataan Gi Soo “meskipun pelanggannya jelek kamu harus bilang cantik.


Sekarang Seul Bi bekerja di tempat bermain anak, semua anak ingin bermain dengannya tangan Seul Bi di tarik-tarik sama anak-anak sampai Seul Bi kelelahan, anak-anak banyak yang melempar bola kearahnya, Seul Bi punmemarahi anak-anak tersebut sampai pada menangis, mama anak-anak pun langsung mengambil anak-anaknya dan memarahi Seul Bi, Seul Bi pun dipecat lagi dia di usir keluar uang gajinya pun di lempar ke mukanya, tapi Seul Bi tetap mengambil uang yang sudah di lantai itu, dia mengingat perkataan Gi Soo “ketiga kamu harus senyum kapan saja, kalau tidak akan mengganti gurunya”.


Papa Seong Yeol datang menemui Woo Hyeon dan memeriksa keadaannya, dia pun membujuk Woo Hyeon supaya mau sekolah lagi, Woo Hyeon masih terdiam, dia menanyakan keberadaan papanya dan akan minta tolong temannya yang di amerika. Woo yeon bertanya “apa benar papa pinjam uang?” papa Woo Hyeon mengtakan tetap saja karena ada bukti surat jaminan, dan menanyakan identitas mamanya agar bisa bantu mencarinya juga.
Woo Hyeon : bagi orang lain orang tua itu adalah pelindung, namun bagiku mereka tebing. Tebing yang amat curam hingga aku tak bisa melihat dasarnya. Begiu terjatuh justru akan membunuhmu. Jadi tolong tak usah cari mereka. Malah dengan begitu anda membantuku.
Papa Seong Yeol mengerti apa yang diinginkannya dan meminta “kalau kedua orang tua nya kembali tolong menghubungunya (dia langsung berdiri) dan yakin orang tuanya pasti punya alasan melakukan semua ini.


Seul Bi dan Gi Soo baru pulang bekerja merekapun saling bercerita, Gi Soo Bilang “kita dalam masalah, kok bisa dalam sehari dipecat 6kali, 24jam apa gak cukup?”.
Seul Bi : nah itu dia, gak ada hal laij yang bisa aku kerjakan?
Gi Soo : sudahlah. Aku gak nyangka kamu dapar rangking bagus
Seul Bi bilang dia gak punya banyaka waktu untuk pelajaran, Gi Soo mengatakan “kalau dia punya banyak waktu untuk belajar dia akan lulus semua pelajaran” mereka pun peergi dan akan mampir ke apotek dulu.


Seong Yeol sedang menunggu Seul Bi pulang, akhirnya Seul Bi pun pulang dan menanyakan “kemana saja Seul Bi?” Seul Bi bilang “Gi Soo mencarikanku kerja paruh waktu, aku hanya ingin bantu sedikit” Seong yeol takut Seul Bi kenapa-kenapa, Seul Bi langsung menyembunyikan tangannya dan berkata “tidak”.
Seong Yeol : apa kamu gak terlalu memaksakan diri?”
Seul Bi merasa kuat dan tidak direpotkan sama seklai “kenapa kamu kemari?” Seong Yeol tadi lewat jadi dia mampir dulu “aku juga lagi berusaha cari cara untuk dapatkan uang. Jadi kamu jangan keluyura sendiri” Seul Bi berterima kasih padanya. Seong Yeol pun menyuruh Seul Bi untuk masuk dan beristirahat.


Seul Bi baru nyampe dan mau masuk ke kamarnya tiba-tiba Woo Hyeon menanyakannya “ngapain kamu seharian ini?” dengan polosnya Seul Bi berkata “kamu menungguku?” Woo Hyeon langsung berdiri dan amrah-marah “jagan lakukan hal bodoh, tak ada yang bisa kamu lakukan. Kamu mauy cari papaku? Kamu mau bayar semua hutangnya! Kamu juga gak bisa kan! Jadi tolong kamu gak usah ngapa-ngapain” Seul Bi yakin bisa keluar dari masalah ini.
Seul Bi : aku juga gak tahu! Kenapa sulit sekali? Padahal hanya memberimu makan! Memberimu makan ternyata susah! Betapa sakitnya kamu, aku benar-benar tak tahu.
Woo Hyeon : makanya diam! 
Seul Bi : tapi kamu tak boleh begini tersu!.


Seul Bi tertidur sangat lelah seharian melakukan banyak pekerjaan di berbagai profesi. Woo Hyeon melihat Seul Bi yang sedang tidur dan berkata “itu sebabnya kuminta kamu pergi. Bego” dia pun langsung kembali ke kamarnya.


Seong Yeol baru keluar dari kamarnya dan melihat mama tirinya yang tertidur di kursi dan terlihat sangat lelah. Seong Yeol pun membuka kulkas untuk membawa makanan dia terkejut melihat banyak makanan dalam kulkas tidak seperti biasanya, dia pun mengambil makanan seperlunya dan mengambil vitamin yang selalu dibelikan ibu tirinya untuk dia, akhirnya dia meminum vitaminnya.


Sebelum berangkat kerja Seul Bi menyiapkan makanan terlebih dahulu untuk Woo Hyeon dan berharap dia turun untuk makan, Seul Bi berangkat kerja dengan pundak di temepli koyo.


Seul Bi tiba untuk mengantarkan pesanan susu kotak, dia pun alngsung membawanya dan masuk ke dalam rumah, eits tiba-tiba Seul Bi melihat info anjing hilang dan siapa yang menemukannya akan dikasih upah sebesar 500ribu. Seul Bi pun langsung mencari anjing tersebut kemana-mana sampai ke bawah mobil dan ke taman bermain anak, dia terus berjalan Seul Bi kembali lagi dan terdiam karena mendengar suara anjing ia pun mencarinya ke tempat pembuangan samapah dimana suara anjing itu ditemukan, akhirnya Seul Bi menemukan anjing itu dai langssung membawa dan menggendongnya, eits tiba-tiba tumpukan kardu disampingnya jatuh menimpa Seul Bi, Seul Bi malah melindungi anjingnya demi uang 500ribu. (Kasihan banget Seul Bi).


Woo Hyeon berada di dapur ia masih bersedih dan mengingat masa lalunya bersama Halmeoni di dapunya, tiba-tiba Seong Yeol masuk mencari Seul Bi dan memberikan obat pada Woo hyeon untuk diberikan pada Seul Bi dai tak amu menerimanya dan menyuruh Seong Yeol sendiri yang memberiikannya.
Seong Yeol : aku gak menyangka kau ternyata pecundang. Seul Bi kerja siang malam untuk membayar hutangmu. Baunya sudah seperti koyo! Berhentilah bersikap ke kanak-kanakan!
Woo Hyeon : kekanak-kanakan? Apa aku terlihat kekanak-kanakan? Karena kau punya segalanya?
Seong yeol : gara-gara aku Seul Bi tak bisa kembali ke sekolah.
Woo Hyeon : aku gak pernah memintanya.
Seong Yeol : kau gak pernah bisa bilang padanya untuk pergi. Berhentilah bertingkah jadi oarng sok menyedihkan di dunia. Setidaknya Halmeoni mencinyaimu. Aku...
Woo Hyeon : kalau ngomelnya sudah. Pergilah !
Seong Yeol menahannya dan bilang “masih banyak yang ingin dibicarakan” dia menyuruh Woo Hyeon untuk menjauhi Seul Bi, Woo Hyeon hanya melihatnya dan langsung pergi. Seong yeol berteriak “aku kasihan sama Seul Bi, dia keerja mati-matian untukmu”.


Seul Bi senang karena sudah mendapat uang dari hasil mencari anjing, dia berkata “kalau aku bisa menemukan anjing tiap hari hutangnya bisa kulunasi” walaupun tangannya kesakitan Seul Bi tetap tersenyum.


Woo Hyeon membuka lipstik milik Halmeoni yang terakhir dia pakai sebelum pergi piknik dan meneyesali dia tak bilang kalau Halmeoni cantik. Dia mengambil dompet Halmeoni yang berisi tabungan masa depan untuk Woo Hyeon “Halmeoni kerja keras mengumpulkan uang hingga tak memperhatikan kesehatannya. Kita bisa pergi, bisa jalan-jalan deng uang ini. Ke jeju saja gak kesampaian, bodoh sekali kita. Banyak uang tapi kita tak punya kenangan bersama” terus merenungi kepergian Halmeoni dan belum ada keinginan untuk bangkit.


Orang yang menagih hutang papanya Seong yeol datang lagi dan memotret kedai-nya. Tiba-tiba Seul Bi datang dan menghalangi mereka dia memberikan uang “sisanya akan kubayar” mereka mengambil uangnya dan melihat uangnya tak cukup “kau tak bisa melunasinya. Namun Seul bi akan terssu berusaha untuk melunasi semua hutangnya. Orang itu menunjukan bekas gigitannya “nih. Mau bayar yang ini juga” Seul Bi meminta maaf atas kejadian waktu itu.


Orang itu mengtakan “kau lumayan cantik” sambil memegang dagunya Seul Bi, Seul Bi hanya terdiam tak berbuat apa-apa “anak manis sebetulnya ada banyak cara untuk mendapatkan banyak uang” Woo Hyeon datang dan melepaskan tangannya, oarng itu melemparkan uang yang dari Seul Bi Woo Hyeon masihh terdiam, Seul Bi pun mengambil uang-nya yang sudah bercecaran di tanah karena itu hasil jerih payahnya orang itu mengatakan “lihat! Uang bisa bikin orang berlutut” dan meminta Woo Hyeon untuk membayar hutang papanya kalau tidak mereka akan mengambil Sul Bi. Mereka pun langsung pergi.


Setelah mereka pergi Seul BI bilang “kalau kita berusaha pasti akan ada jalan” “menyelamatkan rumah dan kedai ”Seul Bi bilang banyak tempat untuk anak SMA bisa mendapatkan uang kau dan aku....” Woo Hyeon memotong pembicaraannya “melunasi hutang seumur hidup? Itu impanmu? Itu harapanmu? Kalau gitu lakukan saja sendiri” Seul Bi menahan Woo Hyeon dai tetap saja keras kepala dan mendorong Seul bi sampai terjatuh, Seul Bi terjatuh dan diam ssambil memegang tangannya yang sakit.
Seul Bi : bayangkan betapa terlukanya Halmeoni, kalau beliau melihatmu.
Woo Hyeon : aku juga terluka. Aku amat terluka hingga rasanya mau mati!
Seul Bi berdiri dan bilang “kamu gak melihat aku? Kamu gak sendirian, aku bagaimana? Aku hanya gak ingin kamu sendirian jadi aku merelakan semuanya, kumohon jangan begini” Woo Hyeon berterika menyuruh Seul Bi untuk pergi. Ketika dia naik tangga Seul Bi melihat poto bunga terbang dan akan menimpa Woo Hyeon, Seul Bi pun langssung mendorong Woo Hyeon sampai mereka terjatuh.
Akankah Seul Bi jadi di usir Woo Hyeon? Siapa yang mengangkat pot bunga itu? SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 10 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »