Advertisement
Advertisement

Gi Soo menanyakan soal Seong Yeol putranya guru etika pada Woo Hyeon, dia merasa tak diangap sebagai teman biasa karena Woo Hyeon tidak memberitahunya soal Seong Yeol, Woo Hyeon tak mendengarkannya dan dia malah langsung mengalihkan pembicaraannya untuk cepat-cepat mengantar pesanan agar tidak cepat dingin. Gi Soo masih tetap memikirkan Seong Yeol yang tinggal serumah dengan Seul Bi meski Woo Hyeon tak menanggapinya, Gi Soo dan Woo Hyeon malah membicarakan yang enggak-enggak dan saling meledek dan akhirnya Gi Soo pergi mengantarkan pesanan karna Woo Hyeon memarahinya. 
Seul Bi datang ke kedai tanpa pemberitahuan dulu pada Woo Hyeon dengan alasan Seong Yeol yang menyuruhnya untuk membantu di kedai, tapi Woo Hyeon tak mempercayai alasan Seul Bi, walaupun Seul Bi membuat alsan yang berbohong Woo Hyeon tak memarahinya dan menyuruh Seul BI untuk membantu Joo Ah.
Seul Bi menyapa Joo Ah di hari pertamanya kerja, Joo Ah menayakan perasaan Seul Bi tinggal di rumah Guru Etika, Seul Bi tidak merasa sedih tinggal dengan mereka hanya dia merasa terus diperhatikan dan diawasi oleh mereka. 
Joo Ah : tinggal dirumah orang memang begitu, kau harus bangun paling pagi dan tidur larut malam
Seul Bi tidak mengetahui soal itu sebelumnya padahal sebelum menerima informasi dai Joo Ah dia selalu melakukan hal-hal yang Joo Ah katakan.


Seperti biasa pulang sekolah Seong Yeol selalu pergi ke warnet, dia ke warnet hanya unruk merenung dan bermain game, tJae Seok datang dan duduk disampingnya dia langsung membahas soal guru etika tapi Seong Yeol tak menanggapinya, dia malah menyuruh Jae Seok untuk bermain game karena sudah datang ke warnet. 
Tiba-tiba Jae Seok menanyakan mimpi Seong Yeol, Seong Yeol heran tiba-tiba orang seperti Jae Seok menanyakan soal itu, sebelum Seong Yeol membahasnya Jae Seok mengeluarkan alasan hanya ingin tahu mimpi cowok yang rajin belajar, ketika Seong Yeol mau pergi Jae Seok memanggil Seul Bi dan ternyata itu benar Seul Bi mengantarkan Ddeobokki pesanan Jae Seok, Seul Bi kaget melihat Seong Yeol karena dia telah berbohong padanya, Jae Seok pun membayar pesanannya, sebelum Seul Bi pulang dia meminta maaf dan mengatakan “sampai bertemu dirumah” pda Seong Yeol. Lagi-lagi Jae Seok ngomel “perkataannya kaku seperti pasangan yang baru menikah”, Seong Yeol tak meresponnya sedikitpun namun dia hanya meminta bantuan pada Jae Seok, entah minta bantuan apa pada Jae Seok.


Ternyata Seong Yeol minta bantuan Jae Seok untuk mengajak teman sekelasnya makan di ddeokbokki, Tae Wook sudah gak nyaman aja karena ada Joo Ah bekerja disana, Jae Seok pun memberitahukan pada teman-temannya untuk makan yang banyak karena Seong Yeol yang akan membayarnya. Woo Hyeon dan temannya sudah siap untuk melayani mereka namun mereka masih terdiam karena heran dengan tingkah dan kedekatan Seong Yeol dengan Jae Seok, Seong Yeol ngomel karena belum dilayani akhinya Woo Hyeon pun turun tangan dan menanyakan apa yang akan dipesan dengan muka kesal dia terpaksa melayani Seong Yeol.
Byung Hoo dan Tae Wook membicarakan mereka karena bingung apa yang terjadi dengan mereka sampai sedingin itu, entah cemburu pengkhianatan atau cinta segitiga, Seong Yeol memesan semua menu makanan yang ada di kedai. Woo Hyeon memikirkan kalo pelanggan adalah Seul Bi dan caranya mencari makan karena dia tidak tahan melayani mereka dan harus ekstra bersabar (kalo yang dipikirannya Seul Bi pasti akan Woo Hyeon lakukan).
Semua yang di kedai sibuk melayani pelanggan, Joo Ah membawa minuman dan dia sangat kerepotan akhirnya Tae Wook membantu membawa dan membagikan pada temannya, Seul Bi melayani Seong Yeol namun mereka malah bertatapan dan sangat kaku. Jae Seok terus memperhatikan Byung Hoo, ketika Byung Hoo menyedari kalau dirinya diperhatikan Seong Yeol dia langssung menaruh uangnya dan langsung pergi keluar, Tae Wook dan teman lainnya heran kenapa Byung Hoo pulang duluan bahkan makanannya pun belum ia makan. Jae Seok menyuruh Tae Wook untuk menghabisi Byung Hoo namun Tae Wook tidak tega menghabisi temannya sendiri akhirnya dia tidak merespon perkataan Jae Soek.


Teman sekelas Woo Hyeon pun udah pada pulang tinggal Seong Yeol yang tersisa, Woo Hyeon berterima kasih karena pendapatannya sekarang bertambah dan menghitung jumlah yang harus dibayar Seong Yeol namun Seong Yeol malah menyuruhnya untuk minta uang pada mamanya (guru etika) dan memberitahunya kalau kedainya sekarang milik mamanya.
Woo Hyeon dan Seul Bi terkejut mendengar kenyataan itu, Seong Yeol malah menyuruhnya untuk betnanya langsung pda mamanya, namun Woo Hyeon hanya terdiam.
Seong Yeol : karena kau anak kandungnya, dia mengeluarkan banyak uang.
Woo Hyeon tak mempedulikan kedai atau uangnya milik siapa yang penting dia meminta Seong yeol untuk membayarnya. Dia menyombongkan dirinya kalau dia ada di kartu keluarga dan mengajak Seul BI untuk pulang, Seul Bi pun pamitan dan pulang duluan bersama Seong Yeol, Woo Hyeon merasa terpukul dengan tingkah Seong Yeol yang semakin kekanak-kanakan.


Seul Bi dan Seong Yeol berjalan tanpa ada perbincangan, akhirnya Seul Bi pun memulai percakapan dengan menayakan Hal apa yang paling menyakitkan untuk Woo Hyeon, Seong Yeol pun tiba-tiba berhenti.
Seong Yeol : akan kupikirkan sampai akhir, aku tak tahu akan seperti apa ujungnya, jadi kau jangan tanya.
Seul Bi : kau memberi luka pada Woo Hyeon dan kau sama sepertinya.
Seong Yeol pura-pura tidak merasa sakit dengan sikap dan kelakuannya, tiba-tiba seorang anak yang terhatuh untuk membawa bola yang terlempar ke arah Seong Yeol, Seong Yeol pun membantu membangunkannya dengan senyuman yang sudah lama tidak ia keluarkan, Seul Bi senang melihat senyuman hangat dan manis Seong Yeol yang dulu dan berharap bisa seperti dulu lagi, ketika Seul Bi mengusap kepala anak itu tiba-tiba pergelangan tangannya mengeluarkan cahaya lagi dan Seong Yeol melihat semua itu.
Setelah anak itu pergi, Seul BI meminta maaf karena telah berbohong, dia mempunyai alasan karena bahu Woo Hyeon lagi sakit dan akan membuatnya kesakitan jadi aku tak bisa membiarkannya sendirian.
Seong Yeol : meskipun kamu berbohong aku tak akan membiarkanmu disana.
Seul BI : akan lebih baik jika Woo Hyeon bisa tinggal dengan mamanya, dia selalu merindukannya akan berapa hari atau berapa bulan dia tinggal dirumah, hanya kau yang akan memutuskannya.
Selagi Seul Bi berjalan Seong Yeol masih terus memperhatikan pergelangan tanagn Seul BI yang terus menyala.


Seong Yeol memikirkan lambang yang selalu bersinar  yang ada di tangan Seul BI, akhirnya dia mencoba mengingat-ingat lambang tersebut dan menggambarkannya, setelah selesai digambar tiba-tiba lambang tersebut bersinar seperti di tangan Seul Bi dan Seong Yeol sangat terkejut, ketika dia sedang memperhatikan cahaya tersebut tiba-tiba papanya memanggil Seong Yeol untuk makan malam karena yang lain sudah siap.


Seong Yeol pun keluar untuk makan malam bersama, dia meperhatikan pergelangan tangan Seul BI lagi, akhirnya Woo Hyeon datang dan langsung menutupi tanagn Seul BI, namun pas dia Woo Hyeon datang tiba-tiba dia bilang tidak mau makan sekarang, akhirnya Woo Hyeon bilang kalau dia akan makan nanti saja silahkan Seong Yeol makan duluan, karena papanya tidak mau mendengar mereka bertengkar dia menyuruh mereka untuk segera makan bersama selagi makanan belum dingin, dengan terpaksa mereka pun kembali duduk.
Papa : aku tak tahu apa yang terjadi dengan kalian, tapi saya mohon kalian jangan membuat orang dirumah ini menjadi canggung karena dirumah ini bukan hanya kalian berdua, ayo segera makan janagn makan ramyeon terus (pada Seong Yeol)
Papa Seong Yeol meminta meraka untuk mencoba berbagi tugass dan tidak merasa canggung lagi, Woo Hyeon pun menanggapi dan mengerti apa yang diinginkan papa Seong Yeol.


Papa Seong Yeol dan Woo Hyeon pergi ngobrol ditaman, papa Seong yeol menanyakan kedai-nya hari ini,  Woo Hyeon bilang kalo kedai-nya lumayan rame, Woo Hyeon akan bekerja lebih giat lagi supaya bisa mendapatkan kedainya kembali.
Woo Hyeon : saya tak bisa membayar uangnya sekarang, tapi saya harus berpura-pura mengabaikannya meski itu sikap seorang pengecut, tolong anda tunggu.
Papa : bagi seorang mama itu hal yang wajar, aku juga akan melakukan hal yang sama jika hal itu terjadi padaku. Jujur saja saya merasa tak nyaman.
Woo Hyeon juga berkata hal yang sama dan susah tersenyum di tempat yang sekarang ini, dia lebih suka tinggal dirumahnya meski hanya menunggu mamanya beda dengan sekarang meski tinggal dengan mamanya dia malah tak bahagia. Papa juga memberitahunya kalau Seong Yeol juga tak bisa melupakan mama kandungnya.
Woo Hyeon : saya berlari terus menuju jurang tebing juga dengan Seong Yeol, kalau Seong Yeol jatuh duluan saya pasti akan menangkapnya, anda jangan mengkhawatirkannya.
Papa menayakan jika hal tersebut terjadi padanya apa yang akan terjadi, Woo Hyeon dengan percaya diri dia mengatakan kalau dirinya tidak akan jatuh karena ada seseorang yang harus dia lindungi, setelah pembicaraannya selesai dia berterima kasih karena sudah mengijinkannya tinggal bersama.


Setelah perbincangan dengan Woo Hyeon selesai papa Seong yeol pergi minum sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan, dia sangat terpukul dengan kehidupan yang dia alami sekarang.


Papa Seong Yeol pulang dalam keadaan mabu berat, Seong Yeol membukakan pintunya dan membantu papanya jalan, Woo Hyeon mencoba membantunya namun Seong Yeol malah mendorongnya karena dia merasa bisa melakukannya sendiri. Guru etika khawatir dan  mencoba membantunya namun suaminya tidak mau dibantu oleh istrinya dia malah mendorongnya, mama Woo Hyeon menyuruhnya untuk beristirahat dan jangan mengkhawatirkan papa Seong Yeol.


Seul Bi dan Woo Hyeon main ayunan di taman bermain, Seul Bi bilang kalau manusia minum alkohol berarti manjsia sedang sedih, Woo Hyoen merasa kalau papa Seong Yeol, guru etika dan Seong Yeol merasa sedih karena keberadaannya.
Seul BI : walaupun semua orang di dunia tak senang karenamu, akan ada 1 orang, satu orang yang bahagia karenamu.
Woo Hyeon : siapa?
Seul BI menjawabnya sambil teriak “aku! Aku!” akhirnya Woo Hyeon tersenyum setelah mendengarnya dan mengatakan hal yang sama “aku juga bahagia” tiba-tiba bahu Woo Hyeon terasa sakit lagi, Seul BI memarahinya karena Woo Hyeon tak pernah bilang kalu terjadi apa-apa dengan dirinya namun Woo Hyeon merasa sudah baikan sekarang ini.
Seul BI : sakit di tubuhmu akan sembuh oleh waktu, tapi sakit di hatimu kapan sembuhnya? Kamu dan seong Yeol juga.
Tiba-tiba Seong Yeol lewat dan melihat mereka sedang asyik ngobrol, ketika Seong Yeol lewat Woo Hyeon memanggilnya karena ada hal yang ingin dia bicarakan berdua, Woo Hyeon pun menyuruh Seul BI pulang duluan. Sebelum Seul Bi pergi dia mengingatkan mereka untuk tidak berkelahi


Woo Hyeon ternyata mengajak Seong Yeol untuk beradu angkat badan dan siapa yang bertahan paling lama dia yang akan menang, karena Woo Hyeon bosan dan seudah sering berlomba basket dan olahraga lainnya, Seong Yeol menanyakan apa yang dia dapatkan kalau dirinya yang menang.
Woo Hyeon : kalau aku menang, hubungan antara aku, kau dan bu guru akan tetap jadi rahasia.
Seong Yeol : kalau aku menang, aku akan ungkap rahasianya Seul Bi.
Woo Hyeon : apa rahasia Seul Bi?
Seong Yeol : apapun yang dia sembunyikan, bukannya kau lebih tahu?
Woo Hyeon tidak menjawab pertanyaan Seong Yeol, dia hanya diam dengan tatapan mata yang fokus pada Seong Yeol, walapun bahu Woo Hyeon sedang sakit dia tetap memutuskan untuk beradu angkat badan. akhirnya mereka pun memulai angkat badannya, mereka sudah ssangat lelah tapi mereka mempertahankan apa yang jadi tujuan mereka kalau mereka menang.
Uuuuuhhhh Seong Yeol jatuh duluan dan yang menjadi pemenangnnya adalah Woo Hyeon, Woo Hyeon menyuruh Seong Yeol untuk tutup mulut soal guru etika.
Seong Yeol : kalau kau harus menang dengan banyak tujuan begitu pasti ada sesuatu tentang Seul Bi
Woo Hyeon memperingatkannya untuk tidak berkelahi gara-gara Seul Bi karena itu sangat menyakitkan (langsung pergi), Seong Yeol merasakan sakit di tangannya bekas tadi dan merenungi perkataan Woo Hyeon.


Seong Yeol sudah tertidur lelap dikasurnya dan berbeda dengan Woo Hyeon, dia sedang kesakitan karena sakit di bahunya semakin parah, akhirnya dia pergi keluar mencari obat pereda rasa sakit disetiap laci namun tak dia temukan, Woo Hyeon pun terbaring kesakitan di kursi. Tiba-tiba mamanya datang, dia sangat khawatir melihat Woo Hyeon kesakitan seperti itu, dia langsung menanyakan keadaan putranya, Woo Hyeon meminta obat pereda rasa sakit dan mamanya langsung mengambil obat tersebut, dia memberikan obat dan air minum pada Woo Hyeon.


Tengah malam ketika orang lain udah tidur lelap, Seong Yeol keluar kamar dan mengecek apakah Seul BI sudah tidur atau belum, karena dia sudah yakin kalu Seul Bi sudah tidur akhirnya dia pun masuk kamar Seul Bi, ternyata dia sangat penasaran dengan sinar yang selalu muncul di tangan Seul Bi.
Seong Yeol menggerakkan tangan Seul Bi smapai mengeluarkan sinarnya, Seong Yeol pun semakin yankin dengan apa yang telah dia cari dari berbagai informasi, tiba-tiba Seul Bi terbangun dan kaget melihat Seong Yeol ada di kamarnya, sebelum Seul Bi teriak dia menutup mulutnya dan langsung keluar, Seul Bi sangat ketakutan saat Seong Yeol ada di kamarnya dan melihat lambang yang adi pergelangan tangannya itu.


Woo Hyeon terbangun dan dia aneh melihat mamanya tidur diluar menunggunya dan bahkan samapi mengimpresnya, ketika Woo Hyeon mendengar ada yang keluar kamar dia pura-pura tertidur, ternyata Seong Yeol yang bangun lebih awal, dia melihat mama tirinya yang masih sangat peduli pada putra kandungnya sampai-samapi dia rela tertidur diluar tak beralaskan apapun, Seong Yeol semakin kesal terhadap mereka berdua. 
Seul Bi keluar kamar dan kaget melihat Seong Yeol berdiri depan ruang TV dengan muka kesal seperti itu, Seul Bi pun memahami apa yang Seong Yeol rasakan saat melihat guru etika dan Woo Hyeon yang masih tertidur, Seul Bi melihat Seong Yeol dang ingin menanyakan sesuatu, sebelum Seul Bi berkata, Seong Yeol langsung mengatakan kalau dia yang ayak masak hari ini.


Makanan pun sudah siap disajikan dan semua orang sudah berkumpul di meja makan, Seul Bi memberitahu papa Seong Yeol kalau Seong Yeol yang masak hari ini.
Seul Bi : kamu tahu beberapa hari ini, pasti sulit bagi ajussi.
Papa pun hanya berkata “benarkah?” dan berterima kasih pada Seong Yeol yang sudah membuat sarapan, tidak ada yang mengucapkan selamat makan satu pun, akhirnya Seul Bi mengtakan hal itu “selamat makan” karena dia merasa orang-orang dirumah sangat canggung.
Ketika Woo Hyeon mau makan dia melihat ada makanan laut di mangkuknya, dia sangat kesal dan pasti itu semua ulah Seong Yeol, saat dia mau menanyakannya pada Seong Yeol tiba-toba mamanya memanggil Woo Hyeon dan mengambil sup Woo Hyeon, guru etika pun langsung memakan makanan Woo Hyeon.
Semua yang duduk di meja makan melihat guru etika yang terus makan, Seul Bi naru menyadari kalau ada makanan laud di menu sarapannya, karena Seong Yeol kesal dan disisi lain dia tidak mau terjadi apa-apa dengan mama tirinya karena sebenarnya dia sayang dan tidak mau melakukan hal-hal yang merugikan tapi apa daya, dia langsung membentak guru etika “hentikan!” papanya pun langsung memarahinya karena hal itu tidak sopan.


Seong Yeol dinasehati oleh papanya dan meminta Seong Yeol untuk bersikap seperti biasanya, Seong Yeol hanya terdiam tak berkata sedikitpun.
Papa : kamu jadi seperti ini, karena semua ini salahmu. Tolong pikirkan papa dan hentikan tindakanmu.


Woo Hyeon diam-diam masuk ke kamar mamanya, dia menghampiri mamanya yang sedang terbaring sakit efek makanan laut tadi, mamanya pun terbangun dan heran melihat ada Woo Hyeon di sampingnya, mamanya malah menanyakan keadaan Woo Hyeon padahal dirinya sedang sakit.
Woo Hyeo : kenapa anda makan? Kenapa tidak bilang alergi makanan laut?
Mamanya pun terbangun dan langsung meminta maaf karena hanya alergi yang bisa dia berikan pada putranya bukan suatu hal atau barang yang berharga bagi Woo Hyeon, Woo Hyeon menyuruh mamanya uintuk beristirahat, sebelum Woo Hyeon pergi mamanya menceritakan kisahnya dulu.
Mama : saat kamu 6 tahun, pernah sekali kamu menyeberang jalan yang ramai, kamu menyeberang sendirian untuk menyusul Halmeoni, begitu aku menangkapmu aku malah memukulimu. Bilang betapa tanpamu semuanya sulit, tapi kenapa kamu menambah kesulitanku? Kenyataannya aku bercerai, mebesarkan dan merawatmu seorang diri, itu sangat memalukan.
Mamanya berpikir kalau Woo Hyeon mengetahui semuanya dai akan menangis sampai tertidur dan takut untuk membawanya karena Woo Hyeon akan mati dan semua itu sangat sulit baginya, Woo Hyeon mengerti semua perkataan mamanya dan itu semua adalah alasannya, dan memang benar itu semua adalah alasan mamanya.
Mama : kamu haruss tetap hidup, aku pun harus melanjutkan hidupku, kamu pasti menderita.
Mama Woo Hyeon menceritakan semua alasannya sambil bercucuran air mata, dan seharusnya dia mengambil semua derita putranya tapi dia menyadari kalau semua itu sudah terlambat, mamanya bersyukur Woo Hyeon sakit karena dia bisa melihat lebih lama putranya yang sudah lama tidak bersamanya.
Woo Hyeon merenungi cerita mamanya dan mulai memahami sberapa sulit mamanya menyembunyikan dan bersikap seperti itu terhadap dirinya.


Seul Bi meminta Seong Yeol untuk jujur kenapa dia melakukan hal itu padanya, Seong Yeolmasih belum memberikan alsanannya. Seul Bi ingin membahsa soal semalam dan kenapa Seong Yeol selalu bersikap berlebihan pada keanehan dirinya, tapi apa yang Seul Bi tanyakan tidak sesuai dengan rencananya.
Seul BI : kalau kamu tetap merahasiakannya, meneurutmu apa yang akan terjadi? Kalau kamu terus marah, kalian berdua akan semaki terluka.
Seong Yeol masih belum bicara apapun, Seul Bi memperingatinya untuk tidak mengganggu Woo Hyeon lagi dan dia tidak akan diam kalao Seong Yeol terus mengganggu Woo Hyeon. Seong Yeol mendekati Seul BI sampai Seul Bi ketakutan, disamping itu Woo Hyeon sedang mencari Seul Bi di taman, saat Seong Yeol memegang tanagnnya Seul Bi begitu ketakutan dan tanda yang di tangannya pun mulai menyala.
Seong Yeol : sbenarnya kau ini siapa? Apa yang kau sembunyikan?
Seul Bi : tak ada yang kusembunyikan. (sinarnya semakin terang)
Woo Hyeon akhirnya menemukan Seul Bi
Seong Yeol : jangan-jangan kau....
Woo Hyeon langsung berlari dan menutup mulut Seong Yeol “tutup mulutmu” sinarnya pun semakin terang sampai Seong Yeol dan Woo Hyeon menutup matanya karena amat silau.
Penasaran kan apa yang akan terjadi dengan Seul Bi, apa Seul Bi akan menghilang? Kita lihat di episode berikunya, jangan sampai ketinggalan yaaaaa...... SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 16 PART 1