Advertisement
Advertisement

Setelah papa Seong Yeol menyuruh Woo Hyeon pergi dari rumahnya akhirnya dia pun langsung angkat kaki dari rumahnya, ternyata guru ikut keluar dari rumahnya dan memutuskan untuk tinggal bersama Woo Hyeon dirumah Halmeoni-nya dulu, Seul Bi membantu membawakan barang-barang guru etika dan Woo Hyeon. Guru etika merasakan hal yang berbeda dan banyak perubahan ditumah Halmeoni-nya dan terus melihat setiap sudut rumah. 
Seul Bi : kau bisa berbagi kamar denganku.
Guru etika bersedia tidur sekamar dengan Seul Bi, begitu guru etika mau ikut ke kamar bersama Seul Bi, Woo Hyeon menahannya dan menyuruhnya untuk kembali kerumah-nya dulu bersama papa Seong yeol karena tidak ada tempat untuk guru etika di rumahnya.
Woo Hyeon : Mr. Hwang dan Seong Yeol sedang menunggumu.
Guru etika : bisakah kau menungguku juga?
Woo Hyeon terdiam saat mendengar permintaan mamanya untuk pertama kali memintanya menunggu demi dirinya.


Guru etika memasuki kamar Halmeoni-nya dulu yang sekarang akan ditempatinya bersama Seul Bi, dia melihat foto-foto Woo Hyeon waktu kecil, dia serasa kembali ke masa lalunya dimana masih merasa bahagia dan tidak ada masalah besar seperti saat ini yang menimpanya dan Woo Hyeon. Setelah semua ruangan dan foto yang terpajang ia lihat dia membuka kotak yang ada dilaci, di dalam kotak tersebut terdapat Foto Woo Hyeon dan perlengkapan bayinya dulu.
Dia mencium aroma Woo Hyeon dari bajunya saat bayi dulu, ternyata Halmeoni masih menyimpan semua kenangan Woo Hyeon semasa kecilnya, tiba-tiba Seul Bi masuk dan melihat guru etika sedang membuka kotak yang berisi perlengkapan bayi dan foto Woo Hyeon sejak bayi.
Seul Bi : apa kau mengkhawatirkan Seong yeol ? aku berharap Seong Yeol dan Woo Hyeon bisa hidup bersama dengan damai. Ini adalah dua orang asing yang menjadi keluarga.
Seul Bi berharap Woo Hyeon dan Seong Yeol bisa hidup bersama dengan damai tanpa ada perpecahan seperti sekarang ini, guru etika tidak yakin kalau mereka bisa hidup akur namun Seul BI meyakinkannya kalau mereka bisa hidup bersama dengan akur.


Seong yeol dan papanya sedang merenungi kehidupannya yang sekarang tanpa seorang istri yang selalu menemaninya dan sekarang menjadi sepi lagi tak seperti biasanya.
Papa : apapun yang kau inginkan jangan menghancurkan dirimu untuk mendapatkannya
Seong merasa kalau dia berhenti akan sia-sia semua hal yang dilakukannya sejak dulu dan memintanya untuk tidak berusaha lagi untuk menghentikannya dan juga meminta papanya untuk mengangap kalau dirinya tidak ada, setelah mengatakan itu dia langsung pergi ke kamarnya tanpa mendengarkan pembicaraan papanya, papanya terus berteriak.
Papa : kau pikir aku dapat berpikir kalau anakku tidak ada dan menghilang? 9sambil meneteskan air matanya dia terus memikirkan apa yang harus dia lakukan)


Woo Hyeon bisa berangkat sekolah bareng lagi dengan Seul Bi, Seul Bi membujuk Woo Hyeon untuk tetap membiarkan mamanya tinggal bersama karena dia telah memberi tempat tinggal selama ini dan membiarkan kita tinggal bersamanya.
Woo Hyeon : kemungkinan diberikan oleh mereka yang berkuasa.
Seul Bi merasa kalau ini semu salahnya dan Woo Hyeon dan dia tidak perlu mempunya uang atau rumah untunya tinggal dan harus membuarkan guru etika tinggal bersama, Woo Hyeon tetap menolaknya karena rumahnya bukan hanya untuk orang yang datang dan bisa menginapa kapan saja seperti penginapan.
Seul Bi : dia bukan orang lain, dia adalah ibumu
Woo Hyeon : dia buka ibuku.
Seul Bi : kau tahu? Kalian berdua mengerikan, kau dan Woo Hyeon mengtakan kalau guru etika bukan ibumu.
Seul Bi meyuruh Woo Hyeon untuk membayangkan bagaimana perasaan guru etika yang tidak diakui sebagai ibu oleh putra-putranya, Woo Hyeon juga menyuruh Seul BI untuk membayangkan jika dia menganggap ibunya maka bagaimana dengan nasib Seong Yeol, Seul Bi terdiam setelah itu mencoba menanyakan hal lain tentang Seong Yeol namun Woo Hyeon memotong pembicaraannya karena Seong Yeol lebih membutuhkan seorang ibu.
Seul BI : kau juga membutuhkan seorang ibu! Bisakah kalian saling berbagi mama, karena kau begitu baik sampai-sampai orang lain yang bukan siapa-siapa bisa memanggilnya ibu, manusia begitu aneh!


Woo Hyeon menghampiri Seong Yeol depan loker untuk memberinya selamat karena semua orang telah pergi meninggalkannya, Seong Yeol merasa tidak semua orang meninggalkannya karena masih ada Seul Bi, dia menanyakan bisnis Seul Bi dan apa saja kegiatan yang selalu Seul Bi lakukan namun Woo Hyeon tidak menjawabnya dan memintanya untuk menghentikan niat buruknya terhadap Seul Bi.
Seong Yeol : akankah sesuatu terjadi, jika aku mengatakan sesuatu tentang Seul Bi pada semua orang?
Tiba-tiba Jae Seok datang menghampiri mereka dan merasa kalau apa yang dia dengar tentangSeul BI itu sangat menarik untuknya, Woo Hyeon menekankan Seong yeol untuk tidak melakukan apapun dan jika tetap melakukannya dia pastikan kalo Seong Yeol akan menyesal dan langsung pergi, ketika Jae Seok ingin mengomeli Seong Yeol, dia langsung pergi meninggalkannya begitu saja, Jae Seok kesal dengan sikap mereka terhadapnya dan akan melakukan sesuatu terhadap mereka.


Wali ketua kelas 203 sekarang kembali lagi dan akan mengajar seperti dulu lagi, pak Shik sangat bahagia bisa melihat dan mengajar muridnya lagi, semua murid juga merasakan hal yang sama karena sewaktu digantikan oleh pak Han mereka sangat tertekan dan banyak peraturan yang tidak massuk akal bahkan mersa seperti di neraka, wali kelas mereka meminta maaf karena pergi tanpa pamitan bahkan ngasih kabar sedikitpun.
Para murid minta di traktir pizza dan ayam goreng, semua murid pun berteriak meminta di traktir karena melihat wali kelasnya bengong, akhirnya pak Shik pun berjanji akan mentraktir mereka tapi dia memberikan syarat terlebih dahulu, dia meminta hasil yang bagus di tes-nya nati, raut wajah anak-anak berubah saat dimintai hasil tes yang bagus karena mereka semua malas belajar dan masih memilih bermain daripada belajar.


Wali kelas 203 memberikan upah Joo Ah yang kurang selama bekerja, karena dia ditipu 31.500 saat bekerja, Joo Ah heran kalau pak Shik bisa tahu kasus yang ditimpanya selama ini. Dia pun mengeluarkan alasan yang tak sebenarnya.
Pak Shik : bosmu di toko merasa kasihan dan bersalah atas perbuatannya.
Joo Ah berterima kassih karena dia telah membantunya dan Joo Ah bilang selalu merindukannya disaat pak Shik tidak ada dulu, wali kelas juga selalu merindukan murid-muridnya.


Di kelas semua anak-anak sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, namun Seong Yel curat-coret di bukunya dan menuliskan kata “malaikat!” di setiap kertas yang masih kosong dan dia juga melihat pergelangan tangan Seul Bi, karena Seul Bi menyadarinya dia pun langsung menyembunyikan tangannya ke belakang.
Karena sinar di tangan Seul Bi bersuara, semua anak-anak melihatnya termasuk Ye Na, Tae Wook, Gi Soo dan Woo Hyeon langsung melemparkan kertas pada Seong Yeol. Seong Yeol marah karena dia tidak menerima atas perlakuan Woo Hyeon.
Jae Seok : jangan bertengkar dengan saudara.
Seon Hook : apa yang salah dengan mereka?
Semua murid merasa kasihan pada guru etika karena anak-anaknya selalu bertengkar dan tak pernah akur.


Pelajaran guru etika pun akan segera dimulai, guru etika menyuruh semua murid untuk tenang dan segera duduk di kursinya masing masing, mengisi soal pun dimulai, semua anak-anak fokus mngerjakannya namun berbeda dengan Seong Yeol, dia malah tiduran sambil terus memperhatikan tangan Seul Bi, Woo Hyeon juga menyadari kalo Seong Yeol terus mengawasi Seul Bi namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang ujian dan ada guru etika yang terus mengawasi. Guru etika menghampiri Seong Yeol dan menyuruhnya untuk duduk yang benar dan kembali mengerjakan soal tes.
Saat Seul Bi mengertahui Seong Yeol memperhatikannya dia langsung menyembunyikan pergelangan tangannya namun tiba-tiba kertas lembar soalnya tiba-tiba menghilang menjadi putih tak ada sedikitpun coretan begitupun dengan anak-anak yang lain juga mengalami hal yang sama.
Seul Bi heran dan langsung melihat ke sekelilingnya, saat anak-anak ribut karena tidak bisa melihat permasalahannya guru etik mencoba melihatnya dan benar kertasnya menjadi bersih, tiba-tiba mereka bisa melihat kembali permasalahannya dan melanjutkan mengisi tesnya, ternyata semua itu ulah Seonbae, dia terus memperhatikan gerak-gerik Seul Bi dan orang-orang di sekitarnya.


Waktu pengisian soal tes pun berakhir, semua murid yang dibelakang mengkolektif soal dan mengumpulkannya kedepan, saat Seul Bi menyimpan soal di meja guru etika tiba-tiba semua lembar soal menghilang entah kemana, pasti itu semua ulah Seonbae lagi. Ketika guru etika menghampiri mejanya dia baru meyadari kalo lembar soalnya menghilang entah kemana sebelum dia memberitahu anak-anak dia berusaha mencarinya dulu.
Akhirnya semua anak-anak mengetahui kalau lembar jawaban mereka hilang, ada yang senang adan kebanyakan dari mereka merasa sedih karena harus mengisinya kembali jika tidak mereka tidak bisa masuk ke perguruan tinggi, tiba-tiba Jae Seok menyalahkan Seul Bi, semua anak-anak pun jadi terpaku pada Seul Bi.
Woo Hyeon : bagaimana bisa salahnay Seul Bi kalau lembar jawabannya hilang?
Jae Seok : aku dengar kau memiliki kekuatan super, pergi dan temukanlah.
Saat Jae Seok menyuruh Seul BI untuk menemukan lembar jawabannya, Seul Bi pun langsung kedepan dan mencarinya, Woo Hyeon kesal dengan ulah Jae Seok sekarang ini, tiba-tiba saat Seul Bi mencarinya kedepan soal itu langsung ada lagi dan memberitahu guru etika, yang tadinya dia sangat panik sekarang tidak lagi karena soalnya sudah ditemukan lagi, semjua murid merasa banyak keanehan hari ini, begitu pun dengan Seong Yeol, dia semakin yankin dengan apa yang telah dia cari kebenarannya tentang Seul Bi.


Gi Soo merasa aneh dan melihat kalau pergelangan tangan Seul Bi tadi bersinar, Woo Hyeon menutupinya dengan guyonan.
Woo Hyeon : Hei! Itu efek dari cerminku yang selalu membuat Seul Bi silau.
Gi Soo : aku tahu! Tapi tunggu Tae Wook juga tidak dapat memalingkan matanya dari Seul Bi.
Saat Seul Bi melihat Ye Na berjalan sendirian meuju kantin, dia langsung pamitan untuk makan bersama dengan Seul Bi di kantin, saat Seul Bi berlari mengejar Ye Na, Woo Hyeon mengajak Gi Soo untuk makan di kantin juga, tapi sbelum berangkat Woo Hyeon malah menjahili Gi Soo terlebih dahulu.


Kasian Ye Na makan sendirian di kantin, Young Eun ternyata memperhatikan Ye Na dari kejauhan, sebenarnya dia mau menemani Ye Na seperti dulu namun dia gengsi karena tanggung orang-orang tahu kalau dia membeci Ye Na sekarang ini. 
Seul Bi pun datang menemani Ye Na makan, Ye Na malah memarahi Seul Bi yang datang baik-baik untuk menamninya makan namun Ye Na merasa kalau Seul BI mendekatinya itu hanya pura-pura saja, tiba-tiba Ye Na mengecek pergelangan tangan Seul Bi yang tadi bersinar saat di kelas dan membuatnya aneh terhadap Seul Bi, Seul Bi pun menghentikannya dengan alasan kalau kuku Ye Na cukup tajam dan menyakiti tangannya.
Seul Bi : apa kau melakukan membersihkan kukunya sendirian?
YE Na : ibuku yang melakukannya? Dia bertindak seperti dia memberiku dunia setelah melakukanhal ini padaku.
Seul Bi merasa kalau Ye Na sangate dengan ibunya, namun Ye Na tidak merasa nyaman dengan ibunya karena dia tidak bisa melakukan apa-apa saat ibunya sudah ngomel, eits tiba-tiba Ye Na baru menyadari kalo Seul Bi mengalihkan topik pembicaraannya dan mencoba melihat pergelangan tangan Seul Bi lagi namun Seul Bi terus mencegahnya.
Joo Ah ikut bergabung makan dengan Ye Na dan Seul Bi, tiba-tiba Tae Wook juga ikut makan dengan mereka karen dia ingin memastikan apa yang telah dilihatnya tadi pada pergelangan tangan Seul Bi, Seul Bi pun langssung menyembunyikan tangannya karena Tae Wook dan Ye Na terus memperhatikan tangan Seul Bi, akhirnya Woo Hyeon datang dan mehnetikan mereka yang terus memperhatikan tangan Seul Bi, Woo Hyeon dan Gi Soo membawa Seul Bi untuk minum bersama di tempat lain.
Karena rasa penasaran Tae Wook yang begitu besar, dia berusaha mengikuti Seul Bi diam-diam tanpa pamitan pada yang lain termasuk Joo Ah orang yang dia sukai, Joo Ah juga akhirnya mengikutinya karena takut dia berbuat apa-apa terhadap Seul Bi.
Ye Na pun kembali makan sendirian, dia malah teriak-teriak seperti anak kecil sambil melemparkan sendok dan garpunya “ibu anak-anak ini terus menggodaku!”.


Saat Seul Bi sedang melamun sendirian dibawah tangga, tiba-tiba Tae Wook menghampirinya dan langsung menarik tangan Seul Bi untuk memastikan apa yang dia lihat di kelas karena pas makan siang dia gagal memastikannya, Seul Bi berusaha melepaskan tangannya namun Tae Wook tidak akan melepaskan sebelum dia benar-benar melihat seperti apa yang dia lihat tadi, Seul Bi berusaha menendang Tae Wook namun tak berhasil, dia semakin yakin kalau tadi melihat sinar di tangan Seul Bi.
Akhirnya Joo Ah datang dan berhasil menghentikan aksi Tae Wook “Hei! Ada sesuatu yang ingin keberitahu” Tae Wook akan mendengarnya tapi dia meminta waktu satu detik untuk melihat sinar di tangan Seul Bi, karena Tae Wook terus ngotot ingin melihat sinar pada tangan Seul Bi akhirnya Joo Ah pun terpaksa mengungkapkan perasaannya “Aku menyukaimu!”.
Saat Tae Wook telah mendengarkan isi hati Joo Ah dia menjadi tak berdaya karena tidak menyangka kalau Joo Ah juga menyukainya dan meminta dia untuk mengulanginya lagi, disamping itu Joo aH menyuruh Seul Bi untuk segera pergi sebelum Tae Wook mengerti maksud Joo Ah. Joo Ah pun sangat gugup karena tidak bisa mengatakannya lagi dan dia pun langsung pergi, Tae Wook berteriak dan menganggap kalau hari ini adalah hari jadiannya bersama Joo Ah.


Seul Bi memberi kutek pada tangan guru etika, dia melakukannya dengan sangat telaten seperti manusia pada umumnya, guru etika bertanya pada Seul Bi “bagaimana kau bisa melakukannya?” dan Seul BI pun menjelaskannya.
Seul Bi : temanku bilang bahwa ibunya mengomelpadanya saat dia melakukan hal seperi ini pada ibunya. Dia mengatakan hal itu adalah bagaimana bagaimana cara untuk membuat ibunya lebih baik.
Guru etika : kenapa kau ingin mengenalku lebih jauh?
Seul Bi : karena kau mamanya Woo Hyeon dan Seong Yeol
Guru etika merasa seperti mempunyai anak perempuan, tapi dia merasa tidak pentas menjadi seorang ibu, Seul Bi bilang kalian tidak perlu menjadi satu tapi selama kau memiliki cinta kau akan mencntai mereka, setelah selesai tiba-tiba guru etika melihat sinar di tangan Seul Bi, namun Seul BI tak menjawabnya dia langsung pamitan untuk mencari Woo Hyeon.


Setelah berhasil menemuka Woo Hyeon dia langsung memberi kutek di tangan Woo Hyeon yang sedang tertidur lelap di taman saat belajar, ketika Seul Bi sedang asyik memberi kutek tiba-tiba Woo Hyeon terbangun dan heran apa yang Seul Bi lakukan dengan tangannya, Seul Bi pun tersenyum sambil menghentikannya dan menyuruh Woo Hyeon untuk tidak menghapusnya.
Seul Bi pun langsung berlari menghindari Woo Hyeon yang akan memarahinya, ketika Woo Hyeon mengejar Seul Bi tiba-tiba guru etika keluar dari kamar dan memberitahunya kalau Seul Bi mempunyai kekuatan membaut orang bahagia dan berpikiran kenapa Seong Yeol juga menyukainya.
Guru etika : jangan merasa buruk, suatu saat nanti dia akan mengerti dan berubah.
Woo Hyeon hanya terdiam dan tidak menanggapi semua perkataan mamanya.


Woo Hyeon memikirkan kalau Seong Yeol membuat anak-anak lain melihatnya dan petanda bahaya besar akan datang, dia sangat takut kalau Seul Bi menghilang dan pergi jauh, tiba-tiba Seul Bi masuk ke kamar Woo Hyeon, dia membawa cairan penghapus kutek, Woo Hyeon pun langsung meminta Seul Bi untuk menghapusnya, namun Seul BI tidak langsung menghapusnya begitu saja, dia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Woo Hyeon, Seul Bi ingin Woo Hyeon meminta tolong dengan lucu, Woo Hyeon pun melakukannya dengan amat lucu tapi Seul BI tidak mau melihatnya karena itu terlalu lebay dan berlebihan dan memintanya untuk tidak melakukannya lagi.
Seul BI pun akhirnya mulai menghapus kutek Woo Hyeon, Woo Hyeon sangat senang Seul Bi begitu peduli dan perhatian terhadapnya, setelah selesai Seul Bi langsung mengelap tangannya dan berharap kalau tanda di tangannya bisa dia hapus, saat melakukan itu air mata Seul Bi terus menetes namun Woo Hyeon berusaha menghentikan dan menenangkannya.
Woo Hyeon : jangan khawatir, semua ini akan baik-baik saja (sambil meniup tanda di pergelangan tangan Seul Bi).


Guru etika kehilangan lembar jawaban yang kemarin sempat hilang di kelas, dia pun terus berusaha mencarinya di semua tempat yang ada di sekelilingnya, pak Han kaget saat mendengar lembar jawabn hilang lagi.
Pak Han : kau tidak mengunci lemari saat kau meninggalkannya kemarin?
Guru etika menguncinya denan rapi tapi tetap saja tidak ada, pak Han bingung dan akan memeriksa cctv, dia menanyakan apa ada yang bertindak aneh saat lagi ujian, guru etika pun langsung terdia memikirkan sesuatu dan pamitan untuk melihatnya ke dalam kelas, ternyata Seon Hook ada di ruangan guru dan terus memperhatikan percakapan antara guru etika dan pak Han.


Semua murid merempug Seul Bi di kelas karena lembar jawabn hilang lagi, dan mereka membahas kalau ada orang yang melihat sinar muncul dari tangannya.
Seon Hook : kau pasti bertingkah aneh karena kau yang mengambil lembar jawabannya kan?
Seul Bi ketakutan dengan sikap anak-anak terhadapnya, semua anak-anak yakin kalau Seul Bi pasti memiliki kekuatan super, Joo Ah datang menolong Suel Bi.
Joo Ah : apa ini Harry Potter? Apa kau memiliki bukti kalau Seul Bi yang melakukannya?
Semua anak-anak menarik tangan Seul BI dan meminta lembar jawabannya kembali lagi, Jae Seok senang melihat kejadian seperti itu dan penasaran apa yang akan terjadi dengan Seul Bi, tiba-tiba Seong Yeol datang.
Seong Yeol : aku melihat guru etika membawanya kemarin pergi dengannya.
Jae Seok : dia adalah ibuma pergilah dan bertanya padanya.
Seong yeol tidak menanggapi Jae Seok, dia langsung menarik Seul Bi dan membawanya, depan pintu kelas mereka berpapasan dengan Woo Hyeon, namun Woo Hyeon tidak menahannya dan Seong Yeol pun terus membawa Seul Bi.
Jae Seok : mungkin anak bioligis harus bertanya langsung pada mamanya.
Woo Hyeon : ini sebenarnya baik untukmu, kau akan mendapatkan tempat terakhir pula. Bukankah itu lebih baik daripada mengatakan pada orang tuamu?.


Seong Yeol membawa Seul Bi ke ruang kesehatan dan meminta Seul BI untuk diam dan tidak kembali ke kelas dulu sebelum semuanya kembali tenang, Seul Bi pun berterima ksih karena Seong Yeol telah menyelamatkannya, namun Seong Yeol meminta Seul BI untuk tidak berterima kasih padanya karena dia tidak merasa membantu Seul Bi.
Seul Bi : tapi aku tetap akan berterima kasih.
Seong Yeol : jangan berterima kasih padaku atau meminta maaf kepadaku mulai sekarang.
Setelah Seong yeol pergi, Seul BI melamun dan melihat pergelangan tangannya yang terus bersinar, Seul Bi kebingungan entah dimana dia harus mencari lembar jawabannya.


Woo Hyeon dan Seong Yeol mengadakan pertemuan di taman sehabis pulang sekolah.
Seong Yeol : anak-anak mulai mengetahuinya, tidak kah kau berpikir ada seseorang membantuku?
Woo Hyeon aku pikir dia juga ungin melakukan hal yang sama denganmu.
Seong yeol : lalu dia akan segera mengambil Seul BI? Menyerahlah dan berikan Seul Bi padanya, itu cara yang terakhir dan kita bisa hidup senang bersama-sama.
Seong Yeol merasa gara-gara Seul Bi hidupnya menjadi kacau dan banyak masalah, Woo Hyeon semakin kesal dengan tingkah dan perkataan Seong yeol yang semakin semena-mena terhadap Seul Bi dan dirinya.


Seul Bi pergi ke toko perhiasan untuk mnegmbil kalung guru etika yang waktu itu rusak dan dia perbaiki di toko perhiasan, Seul Bi senang melihat kalunya kembali utuh dan bagus seperti semula, dia membawanya pulang kerumah.


Woo Hyeon mempunyai ide membuat papan buletin dan dia berpikir kalau anak-anak akan menuliskan impianmereka di papan ini, disana sudah terdapat banyak tulisan anak-anak dan sudah ada tulisan Woo Hyeon juga “ayo kita tinggal bersama” Woo Hyeon tersenyum saat Seul Bi membacakan tulisannya, semua orang menuliskan harapannya di papan itu dan Seul Bi juga harus menuliskan seperti teman-teman yang lain.
Seul Bi pun mulai memikirkan apa yang ingin dia tulis, saat Woo Hyeon mulai menuliskan bentuk hati Seul Bi pun ikut menggambarkan seperti apa yang Woo Hyeon gambar, mereka membuat gambar yang sama dan berakhir di titik tengah yang sama, Woo Hyeon menyulap semua harapan akan menjadi kenyataan “yap!” Seul BI pun juga ikut-ikutan menyulap seperti Woo Hyeon.


Gi Soo dan temannya sedang menempelkan sayap malaikat di jendela kedai, mereka melakukan dengan sangat telaten, saat Woo Hyeon dan Seul BI keluar dia memarahinya karena dia berpikiran orang-orang akan menganggap kalu Seul BI itu malaikat.
Gi Soo : ini adalah foto zone kedai dan ini adalh ide temannya
Woo Hyeon heran dari semua gambar kenapa harus lambang malaikat yang mereka tempel, Gi Soo mengajak Seul BI untuk mencoba berdiri disana, saat Gi Soo mencoba menggambil gambarnya Woo Hyeon langsung menutup matanya karen takut Seul BI bersinar dan langsung menghilang.
Seul Bi : siapa yang datang dengan gagasan bahwa malaikat akan memiliki sayap?
Yo Han : ini hanya dalam dongeng, mereka perlu sayap untuk bisa terbang
Seul Bi : aku yakin kalau mereka bisa terbang tanpa sayap.
Gi Soo : malaikat membutuhkn sayap mereka, atau mereka malaikat 
Woo Hyeon menghentikan mereka yang terus membahas tentang malaikat bahkan sampai menyuruh Gi Soo untuk menempelkan sayap dimulutnya.


Saat mereka masuk ke kedai Seul BI masih berdiri di zona foto sayap malaikat, Joo Ah datang dan kaget melihat Seul BI yanag sedang berdiri disana, Seul Bi memberitahunya kalo Gi Soo dan Yo Han yang membuat Zona foto seperti itu.
Seul BI : apa kau menyukainya?
Joo Ah tidak menjawabnya, Seul BI pun berterima kasih karena dia telah menolongnya kemarin. Tiba-tiba Tae Wook datang dan memanggil Joo Ah “sobat! Biarkan aku membantu pekerjaanmu, Joo Ah memang membantu Seul Bi tapi dia dalam masalah besar karena Tae Wook semakin mengejar-ngejarnya.
Tae Wook bersedia melakukan apapun untuk Joo Ah, eits tiba-tiba Tae Wook teringat dengan Seul BI dan menanyakan hal yang sama seperti sebelum-sebelumnya, Joo Ah pun langsung memarahinya dan langsung masuk ke kedai, Tae Wook merasa kalao Joo Ah terlalu dingin padanya, lalu dia bertanya apda Seul BI.
Tae Wook : apa kau melakukan hal yang salah?
Seul Bi : beberapa manusia tidak mengungkapkan banyak terima kasih dan cinta.


Woo Hyeon pergi ke taman sendirian, dia memikirkan banyak hal seperti perkataan Seong Yeol tentang Seul Bi “saat aku katakan tentang dia, kau dan Seul Bi selamanya aka...” perkataan papa Seong Yeol yang memintanya untuk selalu menjaga Sseong Yeol “aku tidak dapat melepaskan mataku dari Seong Yeol, kalau dia melakukan sesuatu kau adalah satu-satunya yang bisa aku tanyakan, aku minta maaf” dan Seul BI yang menangis ingin tandanya hilang dan hidup tenang seperti manusia biasa.


Woo Hyeon pulang ke kedai dan sudah ada mamanya yang dari tadi menunggu kedatangannya, guru etika menanyakan hal yang terjadi di sekolahnya kemarin dannahri ini soal kehilangan lembar jawaban, guru etika belum menemukannya dan dia khawatir karena ana-anak hidupnya tregantung pada lembar jawaban yang hilang.
Woo Hyeon : ini sangat menyedihkan bahwa hidup bergantung pada lembar jawaban. Aku ingin tahu apa itu jawabannya, apa ada jawaban yang tepat untuk hidup?
Guru etika : katakan apa yang terjadi? Mari kia temukan jwabannya bersama-sama
Woo Hyeon : aku memiliki keinginan untuk bertanya sesuatu papa Seong Yeol...


Guru etika pergi makan siang dengan suaminya, suaminya meminta keputusan dari guru etika yang pasti dan tidak membuat semua pihak tersakiti dan menunggu.
Guru etika : aku tidak dapat membiarkan Woo Hyeon hidup begitu saja, atau membiarkannya hidup bersama Seul Bi saja.
Suami : bagaimana dengan Seong yeol, bukannya kau mengkhawatirkannya?
Guru etika merasa kalau mereka berdua putranya dan akan menunggu sampai mereka bisa menerima mamanya kembali, guru etika menanyakan pertanyaan yang diminta Woo Hyeon tentang Seul Bi pada suaminya.


Woo Hyeon meminta Seong Yeol untuk tinggal bersamanya kembali dan Seong yeol harus menjaganya dengan baik, Woo Hyeon meberitahuanya kalau Seul BI menghilang semuanya tidak bisa melihat Seul Bi lagi, Seong Yeol merasa adil dengan keputusan yang Woo Hyeon ambil.
Woo Hyeon : ini lebih baik daripada dia menghilang selamanya
Seong yeol meyakinkan Woo Hyeon kalau dia benar-benar mempercayainya sampai menitipakan Seul Bi padanya. Woo Hyeon yakin karena  Seong yeol juga menyukai Seul Bi.
Woo Hyeon : karena kau juga ingin tinggal dengan dia, bahkan dengan cara ini atau yang lain
Woo Hyeon memintanya untuk tidak membiarkan Seul Bi kembali lagi padanya tak peduli apa yang terjadi diantara mereka. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 17 PART 2