High School Love On Episode 17 PART 2

6/13/2016

Seul Bi melihat surat yang menentukan sampai kapan Seul Bi bisa tinggal sebagai manusia, dan seperti yang sering dia lakukan dia sering melihat tandanya yang selalu bersinar, setelah itu Seul Bi pergi dengan membawa banyak barang untuk pindahan ke rumah SeonG Yeol. Seong Yeol sudah menunggunya diluar, senelum benar-benar pergi Seul Bi melihat gembok yang dia pasang bersama Woo Hyeon di pagar depan kedai, sebenarnya Seong Yeol berat membawa Seul Bi karena dia sudah banyak salah dan berprilaku bodoh terhadap Seul Bi, saat Seul Bi siap untuk pergi Seong Yeol membawakan tas Seul Bi.
Sementara itu Woo Hyeon menangis karena berat ditinggal Seul BI dan tidak akan bersama lagi seperti dulu dan meningat kembali apa yang telah dia bicarakan apda Seul Bi “apa yang aku ceritakan padamu akan seperti kebohongan. Tapi itu tidak bohongdan kau harus percaya” dan Seul Bi juga berjanji akan selalu mepercayainya, Woo Hyeon merasa sulit untuk selalu tinggal bersama Seul Bi, disana lah saat Woo Hyeon menyuruh Seul Bi untuk pergi.
Woo Hyeon : ini semua memuakkan dan menyusahkan, kau tahu bagaimana bencinya au pada ganggun kan?
Seul Bi : kau berkata kalau ini akan aman saat aku bersamamu.
Woo Hyeon : apa yang terjadi hari ini sering terulang-ulang, anak-anak mencurigaimu juga, aku khawatir sesuatu menjadi bahaya karenamu, jadi pergilah!
Seul Bi : aku akan percaya kebohonganmu, kemana aku harus pergi?
Woo Hyeon merasa bersalah dan menyesal telah menyuruh Seul BI untuk pergi dan menjauh darinya, Woo Hyeon terus menangis menyesali perbuatannya, Seul Bi melihat Woo Hyeon yang sedang menangis dari kejauhan.


Seul Bi menangis saat mengeluarkan barang-barangnay dari tas sambil memikirkan Woo Hyeon, dia tisak biasa hidup tanpa Woo Hyeon seperti sekarang, saat Seong Yeol massuk ke kamarnya Seul Bi langsung mengusap air matanya agar tidak ketahuan ssedang menangis.
Seong Yeol : kenapa kau menangis? Kenapa kau datang di tempat yang pertama?
Seul Bi : ini lemah, aku ingin berhenti menangis, tapi mataku tidak bisa menahannya.
Seong Yeol meminta Seul Bi untuk tidak menangis di hadapannya, saat Seong Yeol udah keluar Seul Bi menangis lagi, dia tidak bisa menahan air matanya yang terus bercucuran, ternyata Seong Yeol masih berdiri di depan kamar Seul Bi dan mengtakan “jangan pernah kau memaafkanku”


Sebelum berangkat sekolah Woo Hyeon melihat kalender yang telah di hiasinya bersama Seul Bi, Woo Hyeon tidak tahu akan seperti apa hari ini dan seterusnya tanpa Seul Bi dan bagaimana menghadapinya.


Pagi-pagi di kelas udah pada sibuk maen game aja anak-anak, saat Woo Hyeon datang Seul Bi da Seong yeol sudah sampai duluan, Woo Hyeon dan Seul Bi hanya ssaling bertatapan tanpa ada percakapan sedikitpun, setelah itu Woo Hyoen ikutan anak-anak maen game di ponselnya, sebelumnya Woo Hyeon ngajak Gi Soo untuk pergi makan biar pintar katanya Gi Soo, namun Gi Soo tidak mau karena sedang asyik maen game.
Woo Hyeon : kamu suka makan, tapi kenapa gak pintar pintar?
Gi Soo : Hei! Aku sebenarnya pintar tapi aku simpan buat nanti, iya kan Seul Bi?
Seul Bi gugup harus menjawab apa, biar gak merasa gugup akhirnya Woo Hyeon mulai bergabung men game kembali yang sudah lama pakum, Woo Hyeon terus menang dan mengalahkan Tae Wook, Byung Hoo dan Gi Soo yang sering maen game.
Tiba-tiba Jae Seok datang dan dipagi-pagi gini sudah melihat anak-anak asyik maen game yang membuatnya kesal karena tidak ada yang menemaninya seperti dulu.


Saat Woo Hyeon sedang memijat muka-nya di kamar mandi, Chun Shik menghampirinya dan menanyakan sesuatu, karena dari tadi dai melihat Woo Hyeon terlihat gelisah meskipun kamu tersenyum.
Woo Hyeon : aku tidak pernah tahu bisa membuat wajah seperti itu.


Woo Hyeon keluar dari kamar mandi masih sangat sedih, begitupun dengan Seul Bi juga sama masih sangat sedih menghadapi kenyataan harus hidup tanpa mereka, eits ternyata mereka berpapasan di tengah jalan, mereka saling menghindari tapi selalu terhalangi, Seul BI ke kanan Woo Hyeon juga sama.
Tiba-tiba Seong Yeol datang, mereka bertiga saling bertatapan satu sama lain dan akhirnya Seong Yeol membawa Seul Bi pergi.


Saat Seong Yeol sudah membawa Seul Bi, tiba-tiba ye Na menghampiri Woo Hyeon dan menanyakan hubungan mereka, Woo Hyeon merasa kalau Ye Na tidak perlu mengehtahuinya.
Ye Na : kau tahu? Aku menangkap hal-hal beitu cepat, kau dapat menggunakan bantuanku.
Woo Hyeon : aku tidak membutuhkan bantuanmu.
Setelah Woo Hyeon pergi Ye Na berteriak kalau dia bisa membantunya kapan pun Woo Hyeon membutuhkan bantuannya karena Ye Na merasa tidak enak dengan Woo Hyeon.


Guru etika menceritakan soal lembar jawaban yang hilang pada pah Shik dan tidak menemukan bukti apa-apa d camera cctv jika ada yang mengambilnya, guru etika merasa kasihan pada anak-anak kalau sskor tes-nya tidak ada.
Pak Shik : ini akan terlihat buruk di transkip mereka, ini benar-benar buruk.
Guru etika bingung harus mencari kemana lagi.
Saat Seul Bi mau ke atas tiba-tiba Seul Bi melihat pak Shik dan guru etika membahas lembar jawaban yang hilang, dia langusung pergi untuk mencarinya.


Ternyata Seul Bi mencari Seonbae terlebih dahulu, dia mencari ke setiap sudut perpustakaan, aula sekolah, lapang olah raga hampir ke  semua tempat di sekolah Seul Bi cari sampai akhirnya Seul Bi pergi ke ruangan basket dan menunduk karena kecapaen mencari Seonbae tiba-tiba berjatuhan kertas dan tenrnyata kertas sobek yang berjatuhan itu lembar jawaban anak-anak. Seonbae pun muncul dan memberitahunya kalau hidup anak-anak akan hancur karena Seul Bi.
Seul Bi : itu tidak akan terjadi, aku akan melakukan apapun untuk mereka karena kami adalah teman! Kau gak punya teman kan? Aku punya banyak ajdi bawalah!
Karena Seul Bi kesal dengan Seonbae, dia mengambil semua sobekan lembar jawab anak-anak untuk dia perbaiki,
Seonbae : jika kau bisa mengembalikanmu ke tempatmu, aku akan melakukan sesuatu yang lebih buruk.


Gi Soo menanyakan soal Seul Bi yang tinggal lagi bersama Seong Yeol, karena Woo Hyeon merasa dirinya pengecut dan murahan jadi menyuruh Seul Bi untuk kembali ke rumah Seong Yeol.
Gi Soo : apa bukan karena Seong Yeo? 
Woo Hyeon langsung memberikan tas kresek pada Gi Soo untuk mengirimkan pesanan, Woo Hyeon malah memasukan boneka kecil bukan ddeokbokki untuk pelanggan, Gi Soo marah apdanya “Hei! Apa yang aku pikirkan di kepalamu?” kerena sangat kesal Gi Soo langsung memasukan ddeokbokkinya dan langsung pergi mengantarkan pesanan.
Setelah Gi Soo pergi Wo Hyeon baru menyadari kalau yang ada di pikirannya hanya Seul Bi bahkan dia sampai salah memakai sepatu.


Gi Soo sedang menunggu pelanggannya, dan ternyata yang memesan adalah Seong Yeol, Seong yeol malah menyuruhnya untuk kembali karena dia akan pulang, Gi Soo menahannya dulu.
Gi Soo : apa itu Seul Bi? Kenapa kau memesannya?
Karena Seong yeol tidak mau mendengar ocehannya, dia langsung menyalakan musiknya, Gi Soo memberitahunya kalau Seong yeol bisa membuat mereka tidak bisa istirahat dengan tenang, 


Setelah Seong Yeol pergi Gi Soo massih kesal padanya, tiba-tiba Jae Seok datang dan menanyakan kejadian barusan, dan Jae Seok membawa Gi Soo karena sekarang dia tidak mempunyai teman untuk dia buli sepuasnya.
Jae Seok membawa Gi Sook ke suatu teman dan memukulinya sampai babak belur dan tidak berdaya lagi, saat mau memukuli lagi tiba-tiba Byung Hoo datang menghentikannya untuk menolong Gi Sook, Jae Seok begitu ketakutan apalagi Tae Wook juga datang, dia takut dihabisi habis-habisan sama mereka.
Tae Wook : aku mendengar bahkan anak nakal mengigit kucing ketika dibiarkan tanpa pilihan. Aku ingin tahu apa ini baik apa ayng akan bocah ini lakukan.
Jae Seok sangat ketakutan dan berusaha mengusir mereka dengan melemparkan kardus pada mereka “pergi!”
Byung Hoo : jnagan takut aku tidak akan memukulimu.
Tae Wook : aku pikir telah menyia-nyaikan waktuku beberapa hidupku karenamu, jadi aku mengubah mottoku.
Byung Hoo membatu Gi Soo untuk bangun.
Byung hoo : aku mengatakan ini untuk waktu yang lama, jangan pernah biarkan aku mwelihatmu lagi.
Setelah mereka selesai memperingati Jae Seok mereka semua pergi, namun Jae Seok merasa dirinya sangat di injak-injak oleh temannya yang dulu adalah teman dekatnya. 


Gi Soo duduk di depan toko yang biasa diajdikannya tempat mangkal, tiba-tiba Young Eun datang dan mengingatkannya kembali untuk tidak pernah datang lagi ke daerahnya, Gi Soo tidak menjawabnya dan hanya terdiam, Young abru melihat luka di mukan Gi Soo dan merabanya bahkan dia sudah mengetahui kalau itu semua ulahnya Jae Seok.
Young Eun : dia seperti harimau tanpa giginya sekarang dan kau masih membiarkannya menghabisimu.
Gi Soo : aku melindungi persahabatanku.
Young Eun : nah melindungi wajahmu saat kau berada disitu, ingi sangat berantakan (sambil memberikan telur lalu pergi)
Gi Soo merasa Young Eun begitu perhatian dan mengkhawatirkan dirinya, saat Gi Soo mengusapkan telur ke mukanya dai baru merasakan betapa sakitnya bekas pukulan Jae Seok.


Woo Hyeon sedang melihat-lihat tulisan yang dia tuliss bersama Seul Bi bersamaan, Joo Ah menanyakan rahasia tentang Seul Bi setelah melihat buku-buku yang suka dibaca Woo Hyeon belakangan ini.
Woo Hyeon : apa kau menyimpan rahasia?
Saat itu Joo Ah sedang menyelesai kan membaca buku tentang “segala sesuatu tentang malaikat yang telah menjadia manusia” dan Joo Ah merasa tidak cukup kalau hanya menjaga rahasia saja, Woo Hyeon sangat takut kehilangan Seul Bi dan bahkan tidak bisa melihatnya lagi, Joo Ah mengajak Woo Hyeon untuk mencari jalan keluarnya.
Joo Ah : jika buku ini benar, ini harus menjadi buku lain dengan cara mencari buku yang lain (bersiap untuk pergi mencari buku yang lain tentang malaikat).
Woo Hyeon merasa sangat terbantu dengan adanya Joo Ah yang ternayta sudah lama mengetahui tentang Seul Bi dan bisa menyembunyikannya sampai sekarang.


Setelah Joo Ah pergi, Woo Hyeon kembali memikirkan Seul Bi, akhirnya mamanya pulang dan bisa menemani kesepiannya.
Guru etika : kau tahu kau akan menderita. Bisakah kau ceritakan tentang Seul Bi? Tentang apa yang terjadi pada hari tes, 
Guru etika menceritakan keanehan Seul Bi saat konsultasi yang ingin menjadi manusia, lembar jawaban yang hilang, dan terus menanyakan apa ada hubungannya dengan Seul Bi pada Woo Hyeon. Woo Hyeon berharap kalau mamanya berhenti bertanya soal Seul BI karena dia harus tetap menjaga rahasianya. Guru etika yakin kalau Seul Bi mencari lembar jawabannya karena guru etika ingin tahu apa Seul Bi bisa menemkannya atau tidak, setelah mendengar semua itu Woo Hyeon langsung pergi mencari Seul Bi.


Seul Bi sedang menyataukan kembali lembar jawaban yang sudah sobek (gak kebayang ya potongan kertas yang hancur terpecah belah disatuin lagi menjadi utuh, entah kapan kelarnya), Seul Bi menyatukannya satu persatu meskipun sulit Seul Bi tetap berusaha menyatukannya karena dai merasa bersalah jika masa depan teman-temannya akan hancur.
Woo Hyeon akhirnya menemukan Seul Bi di ruangan kelasnya yang sedang menyatukan lembar jawaban yang sudah terpotong-potong akibat ulah Seonbae, saat Seul Bi tertidur karena sudah kelelahan Woo Hyeon membantunya, Woo Hyeon begitu kesulitan saat menyatukannya karena harus menyesuaikan kertasnya dan tulisan siapa harus tepat.
Saat Woo Hyeon sedang melakukan pekerjaannya tiba-tiba Seul Bi terbangun dan melihat Woo Hyeon menggantikan pekerjaannya, namun Seul Bi tidak memberitahunya dan dia kembali tidur dan disaat tidurnya Seul Bi mengeluarkan air mata, saat Seul Bi sudah meneteskan air mata Woo Hyeon baru melihatnya dan semakin merasa bersalah dan kasian pada Seul Bi.


Ternyata Woo Hyeon memberitahu keberadaan Seul Bi di sekolah pada Seong Yeol, Seong Yeol langsung berlari menuju sekolah takut terjadi apa-apa dengan Seul Bi, saat Seong yeol baru sampai sekolah Woo Hyeon juga baru keluar dan mereka saling bertatapan tanpa bicara sedikitpun.
Tiba-tiba ada angin topan menghantam mereka dan akhirnya mereka saling berdekatan berusaha menghindari angin tersebut, Woo Hyeon teriak-teriak.
Woo Hyeon : kau pikir kamu bisa menghentikan aku? Kau tidak akan pernah bisa membawanya!
Woo Hyeon menyuruh Seong Yeol berlari dan masuk temui Seul Bi di kelas dalam hitungan tiga begitupun sebaliknya dan Woo Hyeon, akhirnya mereka bisa menghindari angin tersebut, saat anginnya berhenti Woo Hyeon berharap kalau Seong yeol bisa menjaga Seul Bi dengan baik.


Seong Yeol akhirnya sampai di kelas dan langsung menanyakan sesuatu “kenapa kau melakukannya samapi sejauh ini?” karena Seul Bi mendengar kalau nilai tes-nya kan di terapkan ke transkip dan sangat penting untuk bisa masuk ke oerguruan tinggi.
Seong yeol : setelah yang mereka lakukan untukmu, tidak kah kau merasa dendam?
Seul Bi tidak ingin teman-temannya menderita karenanya dan merasa semuanya tidak akan terjadi jika bukan karena dirinya, Seul Bi menyuruh Seong yeo untuk pulang duluan dan dia akan menyusul setelah pekerjaannya selesai, Seong yeol tidak mendengar perkataan Seul Bi dan dia membantu mengerjakannya, walaupun Seong yeol sudah melarangnya untuk berterima kasih Seul Bi tetap mengtakan terima kasih pada Seong yeol.


Sesampai dirumah Woo Hyeon menelon Seong Yeol dan menanyakan keadaan Seul Bi, Seong yeol memberitahunya kalau Woo Hyeon tetap melanggar peraturannya meskipun dia meberitahunya, setelah memattika telpon Woo Hyeon, Seong yeol pergi ke kmar mandi untuk cuci muka dan merenungi perbuatannya yang selama ini begitu kejam terhadap orang-orang yang sebenarnay dia sayangi.


Seong Yeol melamun di ruang TV sendirian tidak seperti biasanya menyendiri di luar kamar, akhirnya papa Seong yeol pulang dan kaget saat melihat putranya duduk sendirian dalam keadaan gelap.
Papa : apa yanng kau lakukan disana? Bagaimana dengan Seul Bi apa dia sudah tidur?
Ternyata Seong Yeol sedang menangis dan bilang kalau dia ketakutan, papanya pun langsung menghampiri putranya dan menanyakan keadaannya, Seong Yeol merasa sudah mennjadi monster dan meminta papanya untuk mengontrol dia jika melakukan kesalahan lagi.
Papanya akan berusaha selalu mengontrol Seong Yeol, Seong Yeol terus merenungi kesalahannya selama ini sambil meneteskan airmata yang tak ada hentinya.


Seul Bi menyerahkan semua lembar jawaban yang telah ia perbaiki semelaman dengan bantuan Woo Hyeon dan Seong Yeol, bu guru kaget kalau Seul BI bisa menemukannya.
Seul BI : aku menemukannya dan aku berusaha dengan baik untuk menempatkan potongan kertas agar bisa kembali utuh dan terbaca kembali.
Guru etika : apa rahasia ayng kau sembunyikan? Dan siapa sebenarnya Kamu Seul BI? Kenapa Woo Hyeon mengirimmu ke Seong Yeol?
Tiba-tiba Seong yeol menghetikan pertanyaan konyol guru etika dan menyuruhnya untuk berhenti mengetahui apapun tentang Seul Bi dan putra-putranya, setelah itu langsung membawa Seul Bi pergi dari hadapan guru etika.


Si gendut memberitahu anak-anak kalau Seu Bi sudah menemukan lembar jawabannya, anak-anak heran bagaimana Seul Bi bisa menemukannya, ketika Woo Hyeon akan keluar kelas Seong Yeol dan Seul Bi masuk bersamaan, mereka saling bertatapan dan merasa tidak nyaman dengan situasinya saat ini berbeda dengan dulu yang tidak ada kecanggungan sedikitpun dan saling terbuka satu sama lain.


Seul Bi sedang mencari buku di perpustakaan dan dia kesulitan saat mengambil buku-bukunya karena buku yang dia butuhkan berada di lemari yang paling atas, ternyata Woo Hyeon juga pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku, tiba-tiba mereka bertabrakan saat mau keluar dari ruang perpustakaan, mereka masih belum melakukan percakapan sedikitpun.
Woo Hyeon sengaja tidak membawa buku yang terjatuh semuanya, Seul BI pun mengambil buku itu dan memberitahu Woo Hyeon kalau dia makan dengan baik, tidur dengan baik juga berharap kau melakukan hal yang sama, walaupun Woo Hyeon sudah tidak terlihat lagi tapi Seul BI yakin Woo Hyeon masih berada disekitarnya.
Woo Hyeon bersembunyi dibalik lemari buku dan mendengarka semua perkataan Seul Bi, saat Seul Bi sudah keluar Woo Hyeon masih belum keluar karena memastikan dulu kalau Seul Bi benar-benar sudah keluar dari perpustakaan.


Ketika sampai kedai Woo Hyeon kembali melamun dan tidak pernah bicara sama siapapun, Joo Ah khawatir meninggalkannya dalam kondisi seperti itu, Gi Soo merasa kalau Woo Hyeon di sekolah tetawa seperti orang gila kemudian pergi ke toko hanya melamun bahkan dia tidak makan dan tidur dan lama-lama membuatnya Gila, saat mendengar perkatan Gi Soo, Tae Wook mengahmpiri mereka.
Tae Wook : apa seseorang memanggilku? Kau tahu Seul BI...?
Saat Tae Wook akan membahas Seul Bi, Joo Ah langsung menutup mulutnya dan menghentika Tae Wook si raat Kepo, Tae Wook tetap mengulanginya dan akhirnya Joo Ah marah besar sampai memberi peringatan “jika kau membahas gadis lain maka kau harus pergi dan menjauh dariku”
Tae Wook akan mengajak Jaoo Ah ke suatu temapt namu Joo Ah menunggunya sebentar karena masih ada waktu 5 menit lagi, Gi Soo menyuruh mereka untuk segera bersiap pergi dan mereka pun akhirnya pergi, Gi Soo memikirkan untuk menghubungi Seul Bi setelah keputusannya matang akhirnya Gi Soo menghubungi Seul Bi.


Seul Bi merasa kalau guru etika kan segera mengetahuinya karena berbohong begitu sulit,
Seong Yeol : ada saat-saat aku harus berbohong demi orang lain.
Seul Bi : demi orang lain...
Seong Yeol : sebagaimana aku harus berbohong padamu dan selalu berbohong kepadamu (dalam hati)
Tiba-tiba Seul BI menerima pesan dari Gi Soo kalau Woo Hyeon sedang sakit dan langsung pamitan, Seong Yeol memanggilnya dan mengejar Seul Bi, Seul BI begitu terpukul saat mendengar Woo Hyeon sakit.


Akhirnya Seul Bi tiba di depan kedai, Seong Yeol mencoba menghalanginya tapi Seul Bi tetap ingin menlihat Woo Hyeon karena dia sedang sakit. Seong Yeol berusaha melarangnya.
Seong Yeol : lalu kau akan melihatnya lebih lama, lalu kau akan melihat dia lagi bseok dan kau akan kehilanga dia sehari setelah itu, dan aku tidak akan berada dihatimu
Seul BI : ini hanya sebentar, dia lagi sakit.
Seong Yeol menyuruhnya untuk diam dan hanya dia yang akan melihat Woo Hyeon, saat Seong Yeol menuju tangga Seul Bi berusaha mengejarnya namun Seong Yeol malah melepaskan tangan Seul Bi sampai terjatuh dan tidak sadarkan diri, Seong Yeol khawatir takut terjadi apa-apa dengan Seul BI dan berusaha menyadarkannya.
Saat Seul Bi pingsan Woo hyeon juga merasakan sakit di dadanya dalam waktu bersamaan, saat mendengar Seong Yeol memanggil-mangil Seul Bi, Woo Hyeon langsung turun dari tangga samapi terjatuh dan berusaha menemui Seul Bi meskipun keadaannya lagi sakit parah tidak bisa berbuat apa-apa. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 18 PART 1

Artikel Terkait

Previous
Next Post »