High School Love On Episode 18 PART 1

6/14/2016

Seong Yeol membawa Seul BI pulang dan merawatnya dirumah, Seul Bi sangat pucat dan begitu kelelahan, belakangan ini Seul Bi sering merasakan sakit dan pingsan tanpa sebab, Seong Yeol merasa bersalah dengan keadaan Seul Bi sekarang ini karena dia tidak mengijinkannya untuk menemui Woo Hyeon yang sedang sakit.


Saat guru etika pulang dia sudah melihat putranya tebaring dilantai merasakan rasa sakit di jantungnya, guru etika sangat mengkhawatirkan putranya yang sedang kesakitan dan takut terjadi apa-apa.
Guru etika membawa Woo Hyeon ke kamar dan mengompresnya karena deman Woo Hyeon belum turun juga, Woo Hyeon bermimpi melihat Seul Bi memakai jubah hitam tertabrak olehnya dan Seul Bi begitu kesakitan di abgian dadanya sama seperti yang dia rasakan sekarang.
Guru etika : kau selalu sakit saat bersamaku, apa yang harus aku lakukan jika kau sakit lagi (terus merasa bersalah terhadap putranya).


Dalam tidurnya Seul Bi teringat saat mama Woo Hyeon (guru etika) membawa putranya ke kolam berenang, tapi guru etika tidak ikut berenang dia hanya melihat Woo Hyeon ynag sedang belejar berenang dari kejauhan dan memberi semangat pada Woo Hyoen, saat itu guru etika menerima telpon bahwa dia keterima menjadi seorang guru karena signal nya jelek dia langsung mencari signal ke tempat lain dan meninggalkan putranya sendirian.
Di samping itu Woo Hyeon tenggelam karen abelum bisa berenang, dia berusaha memanggil mamanya namun tidak bisa karena susah untuk bernafas, saat mamanya sedang asyik menerima telpon karena dia senang sudah lulus menjadi guru tiba-tiba Seul Bi datang menjatuhkan telponnya, mama Woo Hyeon berusaha memanggil si penelpon tadi namun tidak nyambung. Setelah itu mama Woo Hyeon melihat putranya tenggelam dan langsung loncat ke kolam renang namun orang sudah membantunya mengangkat Woo Hyeon ke darat.
Woo Hyeon akhirnya sampai di darat dan ada orang yang memberikan nafas buatan agar air yang masuk ke tubuh Woo Hyeon segera keluar, mama Woo Hyeon begitu khawatir melihata anaknya seperti itu dan merasa bersalah karena kecerobohannya Woo Hyeon bisa tenggelam, Woo Hyeon pun akhirnya sadarkan diri dan langsung menangis memanggil mamanya, mamanya pun memeluk Woo Hyeon dengan erat karena takut terjadi apa-apa lagi dengan putranya.
Guru etika : maafkan aku tak bisa menolongmu, aku karena selalu menyakitimu, maafkan mama Woo Hyeon.
Seul BI masih terus mengawasi mereka dari kejauhan, akhirnya Seul Bi pun terbangun dan melihat Seong yeol yang sudah menemani dan merawatnya saa Seul BI sakit, Seong Yeol pun langsung memastika kesehatan Seul Bi sekarang ini dan memintanya untuk istirahat, tapi Seul Bi sudah merasa baikan dang ingin pergi ke sekolah karena dengan pergi ke sekolah Seul BI bisa melihat Woo Hyeon walaupun dari kejauhan.
Seong yeol : dia akan khawatir jika mengetahui kamu sakit
Seul Bi : apa kau mengkhawatirkan Woo Hyeon juga?
Seong Yeol mengelaknya dan dengan berat hati mengijinkan Seul Bi pergi ke sekolah walaupun keadaannya masih belum sehat total.


Saat Woo Hyeon terbagun dia melihat mamanya yang tidur menemaninya dan merawat dia semalaman, mamanya langsung mengecek keksehatan Woo Hyeon sekarang namun Woo Hyeong sudan merasa baikan, walaupun mamanya melarang dia pergi ke sekolah tapi dia tetap memaksanya untuk pergi ke sekolah karena hanya di sekolah bisa melihatnya.
Saat Woo Hyeon berdiri dan akan bersiap-siap pergi ke sekolah tiba-tiba barang-barang ayng ada di kamar Woo Hyeon berjatuhan bahkan tempat gantungan baju mengenai mamanya, saat mamanya kena benturan Woo Hyeon begitu khawatir namun mamanya malah menanyakan keadann Woo Hyeon tanpa mempedulikan kondisinya yang tertimpa gantungan baju.


Gi Soo menanyakan kabar Woo Hyeon karena dia terlihat sangat pucat dan tidak baik-baik saja, Woo Hyeon malah menanyakan keadaan Gi Soo karena melihat luka di wajahnya.
Gi Soo : terima kasih atas semua hal baik yang terjadi apda temanku.
Woo Hyeon : aku mengajarimu untuk menjadi, lebih baik jangan hanya menggeretak.
Gi Soo : anak-anak tetap memukuliku, itu membuat hatiku patah
Woo Hyeon : jangan memukulku, saat ini aku sedang sakit.
Gi Soo malah mepermainkan perkataan Woo Hyeon, saat Seul BI dan Seong Yeol datang dan melihatnya Woo Hyeon langsung mengajak Gi Soo untuk segera masuk kelas, Seul Bi dan Seong Yeol pun akhirnya menyusuk masuk kelas.


Seul Bi meratapi nasibnya sekarang depan jendela sekolah dan selagi anak-anak tidak ada dia melihat luka di tangannya, tiba-tiba Woo Hyeon melewat dan melihat Seul BI yang sedang melihat pergelangan tangannya, Seul Bi pun langsung menyembunyikan lukanya, saat Seul Bi akan memulai pembicaraan Woo Hyeon menyuruhnya untuk tidak melihat ke belakang dan jangan menunggunya.
Woo Hyeon : karena kau tidak akan kesana.
Seul Bi terkejut mendengar perkataan Woo Hyeon yang begitu menyekitkan baginya.


Woo Hyeon menemui Seong Yeo di tangga dan menanyakan soal tanagn Seul Bi yang terluka lalu mengungkit janji Seong Yeol yang akan selalu melindungi Seul Bi. Seong meberitahunay kalau itu sebuah kecelakaan.
Woo Hyeon : kau datang ke toko kemarin, kan? Apa itu sungguh kecelakaan
Seong yeol : apa kau mengatakan aku melukainya?
Woo Hyeon : seberapa buruk lukanya? Apa ada gejala lain?
Seong Yeol : aku tidak akan menghargaimu karena melakukan ini (langsung pergi)
Woo Hyeon masih sangat mengkhawatirkan Seul Bi meskipun Seong Yeol sudah menjelaskannya.


Semua murid membuli Seul BI lagi mereka memnumpahkan bola basket dari keranjang dan menyuruh Seul BI untuk merapihkannya kembali ke tempat semula.
Ye Na : Seul Bi! Bisakah kau membersihkannya untukku?
Jae Seok : Seul Bi menggunakan kekuatan supernya untuk menemukan lembar jawaban, lakukan lai untuk itu.
Young Eun : kalaian berdua bisa membersihkannya bersama-sama, kalian pasangan yang sempurna.
Seul Bi : aku harap aku punya kekuatan, kembalilah jika kau sibuk, aku akan mebereskannnya sendiri.
Ketika Seul Bi mulai meberereskan bola basket Joo Ah mulai membantunya dan yang lain juga ikut membantu Seul Bi, Tae Wook meminta Joo Ah membiarkan Seul Bi sendirian karena dia penasasan sama dengan yang lain, Joo Aha langsung melemparkan bola padanya dan menyuruh Tae Wook untuk membantunya.
Tiba-tiba Seul Bi merasa pusing dan akhirnya pingsan, Gi Soo langsung membangunkan Seul Bi dan yang lainnya sangat kawatir, ketika yang lain ingin membantunya Seon Hook menyuruh anak-anak untuk tidak mendekatinya karena berbahaya dan akan membuat kalian terluka.
Woo Hyeon langsung berlari untuk membantu Seul Bi namun Woo Hyeon menghalanginya dan langssung membawa Seul Bi ke ruang kesehatan, setelah Seul Bi pergi tiba-tiba Woo Hyeon merasa kesakitan di bagian jantungnya lagi, Chun Shik melihat Woo Hyeon sangat kesakitan namun Woo Hyeon pura-pura tidak merasa kesakitan.


Saat pelajaran berlangsung tiba-tiba jantung Woo Hyeon kesakitan lagi, Woo Hyeon dan Seong Yeol melihat kursi Seul Bi yang kosong dan mereka merasa hampa tidak melihat Seul Bi sekejap saja, setelah itu Woo Hyeon tidak bisa menahan rasa sakitnya sehingga teman-temannya bisa melihat Woo Hyeon kesakitan, Gi Soo pun langsung membawa Woo Hyeon ke runag kesehatan, Seong Yeol merasa aneh karena Woo Hyeon selalu sakit berdampingan dengan Seul Bi.


Seul Bi sedang tertidur di ruang kesehatan dia terlihat sangat pucat, saat Woo Hyeon masuk ruangan Seul Bi langsung membalikan badannya dan berusaha untuk tidak melihat Woo Hyeon sedikitpun.
Gi Soo : kau biasanya sangat sehat, kenapa belakangan ini kau sering sakit, apa yang terjadi?
Woo Hyeon : jantungku bocor.
Gi Soo : lalu sewa tukang ledeng untuk memperbaikinya (haha Gi Soo malah membuat guyonan disaat Woo Hyeon sedang kesakitan)
Woo Hyeon : aku hanya takut. Kupikir menambal lukanya malah akan membuat lubanynya ssemakin besar.
Gi Soo menyuruh Woo Hyeon untuk istiraht lalu pamitan pergi kembali ke kelas, Woo Hyeon mengatakan “Seul BI jangan sakit” Seul Bi meneteskan air mata saat Woo Hyeon memintanya seperti itu tanpa melihat dirinya sendiri yang sering sakit-sakitan.
Seul Bi menghampiri Woo Hyeon yang sedang tidur, saat Seul Bi mencoba meraba tangannya namun Woo Hyeon menggerakan tangannya dan Seul Bi pun langsung pergi keluar. Setelah Seul BI pergi Woo Hyeon terbangun dan merasa ada yang aneh ketika dia tidur.


Ketua direksi bersama pak Han sedang mengecek buku-buku yang ada di perpustakaan dan kenyamanan agar semua murid senang pergi ke perpustakaan untuk membaca, tiba-tiba Woo Hyeon juga ada disana dan kaget melihat ajussi ada di sekolahnya, pak Han menjelaskan keberadaan ajussinya.
Pak Han : dia ketua dewan pendidikan, apa kau gak lihat darah kaum bangsawannya? Dia terlihat lebih tampan dari seoranga ktor film
Ketua direksi merasa tidak nyaman dengan perkataan pak Han yang berlebihan dan pak Han pun meminta maaf atas kesalahannya.
Woo Hyeon : ketua dewan pendidikan? Jadi namamu ketua?
Pak Han bingung dan rupanya Woo Hyeon tidak menegrti dengan perkataan gurunya tadi, pak Han pun menjelaskan kembali dari maksud pembicaraannya tadi (hehe Woo Hyeon tersipu malu)
Ketua : kau mencariku kan? Kau menemukanku di waktu yang tepat
Pak Han tidak menegrti kenapa Woo Hyeon bisa mencari ketua direksi sekolah, pak ketua pun menjelaskannya “mungkin Woo Hyoen ingin membicarakan sesuatu” karena Pak han terus bertanya-tanya akhirnya ketua mengajak Woo Hyeon ke suatu tempat untuk berbincang.


Ketua membawa Woo Hyeon ke tangga sekolah dan langsung membahas pokok pembicaraan mereka, pak ketua sudah mengetahui maksud Woo Hyeon mencarinya untuk menanyakan tentang sakit Seul Bi akibat tanda di pergelangan tangannya, Woo Hyeon terkejut pak Ketua sudah mengetahui semua pertanyaannya.
Ketua : ceritanya panjang, jangan bertanya bagaimana, tapi bagaimana denganmu?
Pak ketua melihat Woo Hyeon sedang tidak sehat dan memberitahunya “saat kau mencintai, ‘sakit untuk yang lainnnya’ tapi kalian malah berbagi sakit, ah ini pasti cinta sejati”
Woo Hyeon : jadi saat Seul Bi sakit aku juga sakit?
Ketua : Seul Bi sangat beruntung memilikimu!
Woo Hyeon : tapi aku tak bisa bersamanya lagi
Ketua : tapi hatimu selalu bersam Seul BI dan berada disampingnya
Woo Hyeon menceritakan soal anak-anak yang mulai curiga dengan Seul Bi dan tandanya semakin terlihat jelas “apa kau punya ssaran?” ketua baru menemukan kasus seperti ini selama menjadi manusia dan ketua meminta Woo Hyeon menunggu sampai tandanya memudar dan jika tandanya tidak menghilang maka Seul Bi akan menghilang.


Woo Hyeon meminta Seong yeol untuk terus memperhatikan Seul Bi jika dia sakit dan memebertitahu tentang Seul Bi “karena dia tipe orang yang suka menyembunyikan rasa sakit walaupun dia terrluka”
Seong Yeol : seperti itukah Seul BI? Aku tidak akan pernah melepaskan pandanganku darinya
Woo Hyeon berterima kasih karena Seong Yeol berjanji akan selalu mengawasi dan menjaganya, setelah Seong yeol pergi Jae Seok langsung meghampiri Woo Hyeon dan memberitahunya kalau dia tidak bisa mengelihkan pandangannya dari Woo Hyeon dan Seong Yeol (dasar Mr. Keppo)
Woo Hyeon : kenapa kau memukul Gi Soo?
Jae Seok : Gi Soo ? aku melakukannya untuk melindungi temanku.
Woo Hyeon : apa cara melindungi temanmu hanya dengan cara memukul orang lain? Aku merasa kasihan denganmu karena pemikiranmu sangat dangkal.


Pak Han meminta Ye Na untuk memberitahunya soal rumor aneh tentang Seul Bi,namun Ye Na pura-pura tidak mengetahui soal rumor itu sampai pak Han kesal dengan jawaban Ye Na yang tidak pas dengan yang dia inginkan, tiba-tiba pak Shik masuk dan menanyakan apa yang di maksud dengan pak Han memberikan pekerjaan pada Ye Na, karena takut Ye Na pun langsung keluar.
Pak Han : kelas 203 mempunyai banyak masalah, ayo kita mengumpulkan banyak informasi untuk menyelesaikan masalah ini.
Pak Shik : jangan membuat anak-anakku melakukan hal itu!  Mereka tidak bisa saling mencurigai untuk mendapatkan sesuatu demi kepintaran.
Karean emosi pak Han malah menyalahkan pak Shik yang telah menelantarkan anak-anaknya, pak Shi membentaknya kalau dia tidak akan meninggalkan anak-anaknya lagi “jadi jangan lakukan itu pada anak-anakku”.


Guru etika menunggu Seul bI di depan rumahnya, akhirnya Seul BI keluar dan guru etika memberikan makanan dan memintanya untuk menjaga Seong Yeol “Seong Yeol tidak bisa tidur kalau kamarnya panas dan tas suamiku dikemas dibawah lemari” krena suaminya punya banyak pengintaian jadi tasnya harus selalu dikemas, Seul Bi mengerti dengan apa yang harus dia lakukan selama tinggal dengan Seong yeol, guru etika merasa tidak enak karena merepotkan Seul Bi terus menerus.
Seul Bi : jangan katakan itu, aku bisa melakukan yang terbaik (sambil mengembalikan kalungnya sang waktu itu rusak dan sudah diperbaiki) apa Woo Hyeon sakit?
Guru etika : ada ada dengan wajahmu apa kau juga sakit? Bagaimana bisa kalian berdua sakit bersamaan.


Setelah pulang menemui Seul Bi dia melihat suaminya di parkiran, dia berusaha menghindarinya namun suaminya keburu menghampiri dia.
Suami : memasak dan mencuci tidak menjadikan seorang ibu.
Bu Ahn : biarakan aku melakukan ini untuk terakhir kalinya.
Suaminya meminta istrinya untuk bisa mengerti keinginannya, guru etika tidak ingin kalau hanya membuang Woo Hyeon demi mempertahankan Seong Yeol dan suaminya, suaminya jujur kalao selama ini dia hanya melihat Seong Yeol saja tanpa memperhatikan yang lainnya.
Suami : aku ayah yuang mengerikan, aku selalu memintanya untuk mengerti. Dia akhirnya mulai mempercayaimu, dan itu mematahkan hatiku saat semuanya terjadi. Woo Hyeon hidup dengan baik tanpamu, saat waktunya tiba kitta bisa mempertimbangkannya kembali.
Bu Ahn : siapa yang mengatakan kalau Woo Hyeon hidup dengan baik tanpa aku? Dia hidup tanpa ibunya, aku yakin dia harus membuat keputusannya sendiri. Seperti Seong Yeol yang penting bagimu, Woo Hyeon juga penting bagiku
Saat istrinya sudah berjalan, dia menganggap kalau istrinya memutuskan untuk mengakhiri semuanya tapi tidak seperti itu, guru etika terserah dengan apa yang suaminay putuskan, tapi sebenarnya papa Seong yeol tidak mau berpisah dengan istrinya.


Woo Hyeon membuat Ddokbokki sambi melamun tanpa menyadari kalau dirinya sedang masak, sampai Gi Soo pergi ke dapur karena mencium bau gosong “Hei! Apa kau ingin mmbakar kedai? Kita harus bangun dari keterpurukan”
Joo Ah : kita akn membersihkannya
Woo Hyeon langsung membuka celemeknya dan berterima kasih sudah menyadarkannya lalu pergi entah kemana tujuannya, Gi Soo merasa harus mengkahiri semuanya karen aini bukan sebuah kehidupan.


SeonG Yeol membawakan makanan dan obat untuk Seul Bi, namun Seul BI masih tertidur, karena tidak berani membangunkan Seul Bi yang sedang istirahat Seong yeol pun membawa makanannya kembali dan segera meninggalkan Seul Bi istirahat.


Seul Bi terbangun dan langsung pergi ke dapur, karena Seul Bi masih sakit dia berjalan begitu lemas sampai hampir terjatuh, Seong Yeol pun langsung membantunya berjalan “apa kau masih sakit?”
Seul Bi : aku punya mimpi.
SeonG yeol : mimpi seperti apa yang kau punya saat tidur sepanjang hari?
Seul Bi : mimpi mengenai seseorang yang hanya bisa kulihat di mimpi.
SeonG yeol terdiam saat mendengar itu, Seul Bi akan melakukan sesuatu hari ini bahkan dai menayakan makanan favorit Seong Yeol dan akan membuatkannya, Seong yeol menyombongkan dirinya kalau ia lebih pandai dalam memasak dibanding Seul Bi. Seul Bi mengakui keahlian Seong Yeol dan dia ingin makan nasi omlet dan potongan daging babi juga beberapa kimichi (Seul Bi makannya banyak amat ya)
Seul BI : aku lapar. Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu
SeonG yeol : apa kau pikir tetap bisa ikut kunjungan luar sekolah besok?
Seul Bi : aku akan terisi dengan makanan yang kau buat untukku dan pergi. Aku sangat suka drama jadi aku ini kesana, Seong Yeol senang dengan semangat Seul Bi dan mengijinkan Seul Bi untuk pergi besok, saat SeonG Yeol membuka lemari es dia terkejut melihat banyak makanan dan Seul Bi langsung memberitahunya kalau itu guru etika yang membawakannya, SeonG Yeol meminta Seul Bi untuk membuangnya.
Seul Bi : itu bukan hanay makanan, itu perasaannya, dai hanya ingin kau makan dengan baik, dia sangat mengkhawatirkanmu.
Seong Yeol : itulah sebabnya aku menyuruhmu untuk membuangnya, aku tidak akan menerimanya
Seul Bi : bu guru bilang jangan membuang makanannya, jangan khawatir aku akan memakan semuanya, akan lebih baik jika kau makan bersamaku
Akhirnya Seong yeol pun luluh dengan perkataan Seul Bi dan tidak akan memaksanya untuk membuang makanan dari guru etika.


Seul Bi melihat ke keluar lewat jendela berharap Woo Hyeon ada di bawa seperti biasa yang selalu menemaninya sebelum tidur, namun Woo Hyeon tidak adan, Seul Bi mengkhawatirkan Woo Hyeon takut belum minum obat dang ingin Woo Hyeon selalu sehat, ternyata Woo Hyeon ada dibawah namun tak muncul dihadpan Seul BI, dia juga mendengar semua perkataan Seul BI menegnai dirinya.
Wpp Hyeon : apa yang harus aku minum untuk sakit jantun? Seul Bi, cara agar aku tidak sakit adalah dengan kau menjadi sehat. Cepatlah sembuh, sebelum pulang Woo Hyeon berusaha bisa melihat Seul BI walaupun dari kejauhan.


Saat Woo Hyeon pulang melihat mamanya sedang repot mencuci piring, dia sekarang merasakan kasih sayang dan dirawat oleh seorang mama, setelah melihat mamanya kelelahan Woo Hyeon akhirnya menghampiri mamanya, mamanya kaget melihat putranya sudah ada di depan matanya tannpa sepengetahuan dia.
Mama : kau baru pulang? Apa kau ingin sesuatu untuk dimanan?
Woo Hyeon tidak menjawabnya tapi dia memberikan sesuatu untuk mamanya, mama Woo Hyeon sangat senang diperhatikan oleh putranya.
Woo Hyeon : makin lama kau tinggal disini akan makin lama kau bisa pulang
Mama : kau ingin aku segera pergi?
Woo Hyeon tidak menjawab pertanyaannya dan langsung megelihkan pembicaraan “terima kasih untuk pagi ini” dan langsung pergi ke kamar
Mama : itu seperti hal-hal yang selalu dilakukan oleh seorang ibu, tapi kau hanya berterima kasih padaku, bagimu aku masih gurumu.


Kunjungan luar sekolah pun tiba, pak Shik memberikan pengarahan terlebih dahulu pada anak-anak, pak guru meminta anak-anak untuk berhati-hati dalam segala hal dan kembali pulang dengan selamat.
Anak-anak pun mulai berpencar mencari susana yang mereka sukai, pak guru heran dengan Woo Hyeon, Gi Soo, Seul Bi dan Seong Yeol yang masih berdiam diri seperti tidak mempunyai tuujuan, setelah pak gurunya mengatakan hal seperti itu, akhirnya mereka berpencar seperti anak-anak yang lain.


Yon Ha dan Chun Shik sedang selfi, mereka begitu menikamti harinya tanpa ada bulian dari Jae Seok, mereka merasa kalau sekarang sudah merdeka dari penjajahan jae Seok. Tae Wook dan Byung Hoo melihat mereka sedang selfi dan mereka menawarkan diri untuk membantu mengambil gambar mereka, mereka tiadak membutuhkan bantuan orang lain karena tidak ingin merepotkan temannya selagi mereka bisa, tapi mereka masih terlihat takut dengan Tae Wook dan Byung Hoo/
Tae WooK : kalian boleh memukul kami kecuali wajahku (taku mukanya babak belur kali ya dan tidak ada yang menyukainya lagi haha)
Chun Shik : apa yang kalian lakukan?
Byung Hoo : kita akan seperti ini mulai sekarang, karena kita mempunyai perasaan yang sangat tidak enak.
Akhirnya mereka semua berdamai dan mengambil gambar bersama, mereka terlihat sangat bahagia dan begitu menikmati kebersamaannya.


Seul Bi tertidur di kamar mandi, disamping itu teman-temannya mecari dia termasuk Joo Ah yang pergi mencari Seul BI ke kamar mandi, namun Seul BI tetap tidak mendengra teriakan Joo Ah yang terus menerus memanggilnya.
Seong Yeol dan Woo Hyeon menunggu di luar, Joo Ah memberitahu mereka “sepertinya Seul BI ada di dalam tapi dia tertidur sangat lelap” Seul Bi pun akhirnya terbangun dan keluar menghampiri mereka yang dari tadi mencarinya, ketika Seul BI datang Woo Hyeon langsung menghindar dan mengajak Joo Ah untuk melihat sesuatu.
Seong Yeol : apa kau baik-baik saja? Apa kau tertidur algi?
Seul Bi : aku mengantuk, aku akan pergi ke taman, aku kembalilah dan nanti menyusul
Seong Yeol akan menamani Seul BI kemana pun karena dia bosan dan tidak suka dengan tempatnya, namun Seul Bi tetap menyuruh Seong Yeol untuk pergi keliling dengan anak-anak lain, Seong Yeol menegaskan Seul Bi kalau mengantuk lagi harus egera menelponnya.


Woo Hyeon sedang membahas sesuatu mengenai Seul Bi dengan Joo Ah di taman, Joo Ah takut terjadi sesuatu dengan Seul Bi tapi dia yakin tidak akan terjadi sesuatu dengan Seul Bi. Dia mempunyai ide untuk melakukan sesuatu untuk Seul Bi.
Woo Hyeon : tapi bagaimana seseorang menyentuh pergelangan tangannya hanya untuk lelucon setelah kita mengungkap kebenarannya?
Joo Ah : seperti anak-anak menolongmu saat kau dalam kesulitan mereka akan menolong kita lagi, aku tahu itu tidak akan mudah, tapi jika kita membujuk mereka akan menyadari betapa Seul Bi memikirkan kita semua.
Gi Soo : (memeluk Woo Hyeon) apa yang kau rahasiakan sehingga tidak memberitahuku? Jika aku menjadi yang terakhir tahu lagi, kau sungguh buka seorang teman!
Gi Soo terus memaksa Woo Hyeon untuk memberitahuya, karena kesalnya pada Gi Soo, Woo Hyeon meniup mata Gi Soo perlahan (apa itu pelet Woo Hyeon ya ? haha).


Di taman Seul Bi melihat tanda di tangannya terus bersinar bahkan sekarang sinarnya semakin kelihatan meskipun terhalang perban, Seul Bi udah mulai mengantuk  dan tidak bisa ditahan-tahan lagi, akhirnya Seul BI pun tertidur di taman sendirian, Seonbae terus mengawassi Seul Bi dan berusaha ingin membawanya pergi dari dunia manusia.


Woo Hyeon dan yang lainnya memberitahu rahasia soal Seul Bi, Gi Soo memberikan selebaran yang di dalamnya rahasia Seul Bi agar teman-temannya bisa mengerti soal Seul Bi dan selalu menjaga Seul Bi disaat dia tertidur.
Gi Soo : jangan mengatakan apapun soal Seul Bi sekarang, menegrti! Aku minta bantuan pda kalian sebagai seorang teman.
Setelah membaca selebaran itu teman-teman sangat terkejut kalau Seul BI adalah seorang “malaikat”, Joo Ah meminta bantuan pada anak-anak untuk merahasiakannya dan jangan bersikap aneh-aneh lagi apda Seul Bi.
Gi Soo : Woo Hyeon hampir mati, bantu kami menyelesaikannya.
Joo Ah : ini sepertinya bukan salah Seul Bi, pikirkan apa yang sudah Seul Bi lakukan untuk kita, Seul Bi selalu menjadi teman kita.
Ye Na, Tae Wook dan yang lainnya keceplosan menyebut “Seul Bi bukan manusia dia adalah malaikat”, Tae Woo langsung menutup mulutnya karena takut dimarahi Joo Ah, namun Joo Ah sekarang tidak melarang ana-anak untuk mengtakan hal itu dan dia tidak akan menghilang, tapi jika ada seseorang yang yang mencurigai dan menyentuh tandanya Seul Bi akan menghilang untuk selama-lamanya.
Joo Ah : tapi jika kalian membicarakan itu lagi, akan banayk orang yang mencurigainya.
Woo Hyeon : tolong bantulah aku mohon pada kalian.
Young Eun : dia satu0satunya orang yang harus kita jaga.
Byung Hoo : menarik! Aku tidak tahu bagaimana itu mungkin, ibuku menceritakan hantu setiap waktu.
Woo Hyeon : dia bukan hantu
Joo Ah mengingatkan Tae Wook untuk berada di pihak mereka dan tidak Keppo lagi “kudengar kau sangat sulit menemukan orang yang bisa nyambung denganmu, aku sunggu tidak ingin kehilangan Seul Bi” akhirnya Tae Wook pun luluh dengan perkataan Joo Ah.
Tae Wook : Hei! Pacarku membutuhkan bantuan kalian, siapa yang tidak ingin membantu pergi saja!
Tiba-tiba Ye Na lari dan Young Eun menyusulnya, Jae Seok melihat pembicaraan anak-anak tentang Seul BI dari kejauhan “apa yang mereka lakukan tanpa aku!” merasa tidak pernah di anggap oleh teman-temannya. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 18 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »