Advertisement
Advertisement

Ye Na pergi mencari Seul Bi, dia melihat ke setiap tempat untuk mencari Seul Bi, Young Eun akhirnya menyusul dan menghentikan Ye Na untuk mencari Seul Bi, Ye Na heran tiba-tiba ada Young Eun di hadapannya.
Young Eun : aku tahu apa yang kau pikirkan, jadi tolong hentikan.
Ye Na : apa yang aku pikirkan? Bagaimana kau tahu apa yang aku pikirkan?
Young Eun : bukankah itu sudah jelas? Kau melihat tandanya begitu kau melihat Seul Bi, jadi kau bisa membuat Seul Bi menghilang.
Ternyata Ye Na tidak akan melakukan semua hal itu, Young Eun memperingatinya apapun yang kau lakukan dengan cara membuat Seul Bi menghilang itu semua tidak akan membuat Woo Hyeon menyukai Ye Na.
Ye Na : apa yang aku katakan bukan seperti itu, bicara pada dirimu sendiri, mengapa kau tiba-tiba berada di pihak Seul Bi? Apa kau sudah menyerah denga Seong Yeol ?
Young Eun : aku takut akan menjadi sepertimu, aku akhirnya menyerah pada Seong Yeol.
Setelah Young eun pergi meninggalkannya kembali sendirian, matanya berkaca-kaca ingin menangis dengan perkataan dan tindakan Young Eun terhadapnya.


Joo Ah dan yang lainnya membagikan selebaran tentang Seul Bi pada semua teman sekolahnya dan juga memberitahu mereka untuk tidak mengatakan dengan keras, isi selebaran itu tentang “Suel Bi adalah malaikat, jika dia tidak bisa melindungi simbol yang bersinar yang kau lihat di pergelangan tanagnnya selama setahun” “dia tidak akan menjadi manusia ataupun malaikat” “dia akan menghilang dari ingatan kita”.
“jika simbol itu bersinar tutup mata kalian dan katakan kalau kalian tidak melihatnya” “jika tidur tolong tetap berada disisinya” “jika dia lupa dan kehilangan ingatannya, ingatkan dia alau kau akan tetap berada disampingnya”
Woo Hyeon meminta teman-temannya untuk membantu Seul Bi tetap berada disampingnya dan juga disamping kalian semua.


Seul Bi masih tertidur di taman dan belum ada yang mengetahui kalau Seul Bi etrtidur di taman sendirian, tiba-tiba Jae Seok menemukan Seul BI dan dia heran kenapa Seul Bi tidur di taman, Jae Seok pun berusaha membangunkannya namun Seul Bi tetap tidak bangaun.
Jae Seok teringat dengan sinar yang ada di tanagn Seul Bi, karena penasaran dan selagi tidak ada orang yang akan mencegahnya dia pun memanfaatkna situasi itu untuk melihat sinar di tangan Seul Bi, Seonbae senang melihat ada orang yang berusaha melihat sinar di tangan Seul Bi karena dia tidak perlu mengotori tangannya untuk membawa Seul Bi.
Akhirnya Seong Yeol menemukan Seul Bi dan langsung menarik Jae Seok karena dia berusaha melihat sinar di tangan Seul Bi.
Seong Yeol : aku tidak ingat aku mengatakan kau bisa menyentuh tubuh Seul Bi dengan jarimu.
Jae Seok : ada sesuatu yang bersinar dibawah lengannya dan aku hanya.
Seong Yeol tidak mau mendengarkan alasannya lagi dan menyuruh Jae Seok untuk menjauh dari Seul Bi dan pergi, Jae Seok minta maaf dan berjanji tidak akan menyentuh Seul Bi lagi,
Seong Yeol : akua mengatakan pergi, pergi kau bajingan!.
Seonbae menghilangkan Seul Bi, Seong Yeol baru menyadarinya kalu Seul Bi telah menghilang, Jae Seok kaget Seul Bi menghilang, Seong Yeol langssung menarik Jae Seok dan memintanya untuk mencari Seul Bi dan jika tidak menemukan Seul Bi, Seong Yeol benar-benar akan membunuhnya.


Seong Yeol memberitahu yang lain untuk mencari Seul Bi yang hilang, semua anak-anak pun langsung pergi mencari Seul Bi ke semua tempat namun mereka belum juga menemukan Seul Bi, ternyata Seul Bi ada di dalam gudang dan masih tertidur, Seonbae menghampiri Seul Bi.
Seonbae : aku tidak akan membiarkanmu kembali, apapun yang terjadi.
Seonbae berusaha membawa Seul Bi namun dia menghentikan niatnya karena mendengar ada suara orang-orang yang sepertinya akan masuk ke gudang.


Ternyata yang masuk ke gudang adalah Seon Hook dan temannya yang lain, akhirnya mereka menemukan Seul BI sedang tertidur tapi mereka penasaran denga sinar di tangan Seul Bi.
Young Eun : kenapa? Kau pikir bisa mendapatkan tempat kedua tanpa dia lagi?
Seon Hook : bukankah kau membenci Seul Bi?
Young Eun : iya, tapi yang lebih ku benci kehilngan orang yang bisa aku buli 
Seon Hook tetap egois ingin mencaritahu kebenaran tentang Seul Bi, Young Eun berusaha menghentikannya dan tidak berhasil, tiba-tiba Woo Hyeon memanggil Seul Bi dari televisi dan akhirnya mereka mengulurkan niatnya.


Woo Hyeon kesakitan di ruang siaran sendirian dan dia juga mengatakan sesuatu pada Seul Bi “dimana kau?” Woo Hyeon takut kalau Seul Bi sudah menghilang tapi dia masih berharap kalau Seul Bi masih ada dan belum hilang.
Woo Hyeon : kenapa kau membuatku mencintaimu jika kau akan menghilang? Mengapa kau membuatku sangat menyedihkan aku tak bisa hidup tanpamu! Kau sudah berjanji padaku kalau kau akan selalu ada disisiku.
Semua teman-temannya menyaksikan Woo Hyeon dan terharu dengan apa yang Woo Hyeon rasakan termasuk Seong Yeol juga menyaksikan semuanya. Tiba-tiba Seonbae datang dan mencoba mematikan TV yang sedang menyiarkan Woo Hyeon tanpa sengaja namun dia tidak bisa menggunakana kekuatannya, Seonbae heran kekuatannya tidak berfungsi.
Pak ketua datang menghentikan aksi Seonbae dan mengajaknya untuk bicara di suatu tempat.
Woo Hyeon : meskipun kau melakukan segala hal tentangku, meskipun aku melupakanmu, tidak papa, jadi tolong jangan pergi.


Woo Hyeon masih di ruang siaran, sekarang dia menangis dan merasa belum melakukan apapun untuk Seul Bi “bawa aku bersamamu, aku merindukanmu. Jangan membiarkan aku hidup sendirian di dunia ini tanpamu”
Tiba-tiba Seul BI datang dan memeluk Woo Hyeon, dia juga menangis melihat Woo Hyeon seperti itu dan tidak mau kehilangan dirinya, Woo Hyeon terkejut Seul BI dantang dan memeluknya.
Seul Bi : aku dibelakangmu. Di depanmu, aku selalu disini bersamamu.
Woo Hyeon akhirnya melihat Seul BI dan juga memeluknya dnegan sangat erat “dari mana saja kau?” Seul Bi melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Woo Hyeon.
Seul BI : air matamu sangat hangat
Woo Hyeon : (kembali memeluk Seul Bi) jangan meninggalkanku lagi, jangan pernah meninggalkan aku sendirian.
Saat Seon Hook, Yeoung Eun dan yang lainnya berkumpul dan melihat keharuan Seul BI dan Woo Hyeon bersama temannya yang lain Seong Yeol malah pergi, mungkin Seong Yeo tidak tahan melihat mereka yang begitu saling mempedulikan tanpa saling menyakiti, semua orang terharu dan bahkan ada yang sampai mengeluarkan air mata melihat mereka.
Ye Na : ada apa dengan mereka? Mengapa mereka sangat terluka.?
Tae Wook : apa cinta membuat air matamu hangat, kawan?
Joo Ah : aku yakin hangatnya seperti sebesar kau mencintai seseorang.
Chun Shik : Woo Hyeon sudah menemukan apa itu cinta.
Ye Na : hanya memberitahunya kalau aku mencintainya, aku kalah.
Ye Na tak berhenti menangis, tiba-tiba Young Eun menerima pesan dan langsung pergi, Gi Soo berusaha menahannya namu Young Eun berlari begitu cepat entah kabar apa yang dia terima. 
Joo Ah tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena tidak bisa membiarkan Seul Bi seperti ini dan Chun Shik mempunya ide bagus untuk melindungi Seul Bi.


Pak ketua membawa Seonbae ke restoran dimana semua pelayan dan pengunjung disana adalah malaikat yang telah menjadi manusia jadi tidaka da yang akan mengetahui apa yang mereka bicarakan, pak ketua kesal dengan apa yang selalu Seonbae perbuat dan membuat banyak sedih.
Ketua : apa kau sudah lihat betapa besar bedanya cintamu dengan mereka? (Seonbae belum mengetahuinya) kau hanya bisa melihat lukamu saja, kan? Mereka bisa melihat luka yang lainnya, itulah sebabnya mereka tidak bisa membaginya walaupun itu menyakitkan, jadi ayo hentikan tindakanmu!
Seonbae : kupikir aku juga terluka.
Ketua : tentu saja karena kau hanya bisa melihat lukamu saja. Kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu lagi pada mereka, banayk orang yang mengatakan kalau cinta manusia itu sepele tapi ada cinta yang tidak akan pernah berubah.
“peraturan itu berlaku untuk manusia dan malaikat, kau mendapatkan sesuatu, kau juga akan kehilangan sesuatu” ketua juga memperingatkannya kalau Seonbae mendapatkan Seul Bi dia akan kehilangan segalanya tapi Seonbae yakin kalau dirinya tidak akan kehilangan apapun, Seonbae menyesal tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi.


Seul Bi : aku sakit tapi Woo Hyeon tersenyum, aku berjuang tapi Woo Hyeon tersenyum. Awalnya aku sangat kecewa lalu mulai menyakitkan saat melihatmu tersenyum, karena aku bisa melihat kalau kau terpaksa tersenyum dan aku terluka tidak bisa membuatmu tersenyum sungguhan.
Woo Hyeon hanya terdiam saat Seul BI mengungkapkan perasaannya selama ini sejak tidak tinggal dan selalu menghindar darinya, Woo Hyeon bilang kalau dia tidak akan tersenyum lagi kalau Seul Bi menghilang, Seul Bi terkejut dengan apa yang Woo Hyeon inginkan.
Woo Hyeon meminta Seul Bi untuk tidak menghilang dan berjanji akan selalu baik-baik saja, Seul Bi mengangguk dan mengerti dengan apa yang Woo Hyeon inginkan juga akan berusaha membuat Woo Hyeon kembali tersenyum.


Seul Bi dan Woo Hyeon kembali ke gedung untuk menemui anak-anak yang dari tadi mengkhawatirkannya, anak-abak sudah menunggu mereka dengan membawa syal kuning entah apa yang mereka rencanakan, Seul Bi dan Woo Hyeon terkejut melihat ana-anak sudah berjajar di depannya lalu menghampiri mereka.
Joo Ah : aku tahu ini tidak akan merubah apapun tapi....
Anak-anak memakai Syal warna kuning di pergelangan tangan mereka dan memperlihatkannya pada Seul Bi demi kebersamaan dan melindungi Seul Bi meskipun tidak akan merubah apapun, Seul Bi terharu dengan apa yang anak-anak lakukan untuknya.
Gi Soo : terlepas dari semua ini kita semua adalah satu.
Woo Hyeon mengambil syal dan memakaikannya pada pergelangan tanagn Seul Bi untuk menutupi sinar di tangan Seul Bi begitupun dengan Seul Bi memakaikannya di tanagn Woo Hyeon, anak-anak meminta tos lima dengan Seul Bi, Seul BI pun mengijinkan mereka untuk tos lima dengannya sambil meteskan air mata, Woo Hyeon takut terjadi apa-apa saat melihat tangan Seul Bi kembali bersinar.
Tae Wook : persahabatan dimulai!
Seul BI : aku menyadari kalau persahabatan adalah kata lian dari cinta. Kami hanya bisa menjadi teman setelah kami membagi menjadi persahabatan.
Seul BI tak henti meneteskan air matany karena terharu atas kebersamaan dan kepedulian anak-anak tehadapnya.


Seong Yeol pulang sendirian sambil menangis teringat apa yang tadi liat menegnai Seul Bi, disamping itu Seul Bi sedang mencari Seong Yeol disekitar taman, tiba-tiba Woo Hyeon datang menanyakan Seong Yeol dan akan mencarinya sampai ketemu, saat Seul BI menengok kebelakang dia melihat Ye Na sedang menangis dan menghampirinya.


Seul BI : Ye Na kenapa kamu menangis? (sambil melihat tanagn Yee Na yang juga memakai Syal untuknya).
Ye Na : aku hanya menggunakannya untuk membersihkan air mataku janagn salah paham.
Seul BI : ngomong-ngomong apa kamu melihat Seong Yeol?
Ye Na : aku tidak tahu, mungkin dia lagi menangis di suatu tempat seperti aku sekarang ini, karena kalian teman. Kau jangan pernah membuat Woo Hyeon menangis lagi
Seul BI akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Woo Hyeon dan yang lainnya, tiba-tiba Gi Soo datang dan memberitahu mereka kalo adik Young Eun kerumah sakit dan dia tidak bisa membayar biaya rumah sakit untuk tes adiknya “apa yang haris kita lakkan?” Ye Na tambah parah menangisnya karena dia merasa bersalah dengan Young Eun.
Ye Na : aku merasa tidak enak pada Young Eun, sedih sekali hari ini.


Jae Seok pergi ke warnet lagi, dia kesepian karena biasanya ada Seong Yeol di sampingnya dan bersedia mendengarkan semua keluhannya selama ini, dia melihat Yon Ah di sebelah ujung dan mengampirinya, Jae Seok menyuruhnya untuk naik level dan jika tidak dia mengancam akan membunuhnya, tapi Yeon ah tidak melakukan apa yang Jae Seok perintahkan.
Tae Wook dan Byung Hoo berbalik dan mengatakan “kami meberitahunya untuk tidak melakuakn hal itu” wah wah Jae Seok sekarang dirempug mantan teman dekatnya, dia begitu ketakutan.
Tae Wook : biarkan dia main game sesukanya.
Byung Hoo : oh, apa kau sudah dengar mengenai Seul Bi? Kau harus menepati janjimu.
Jae Seok : kau lucu sekali, kenapa aku harus menepati itu?
Tae Wook : apa kau akan membuktikannya? Maka kami hanya akan menginjak-injakmu nanti.
Byung Hoo mendegungkan kepala Jae Seok dan setelah itu pergi, setelah mereka pergo Yeon Ah mengajak Jae Seok bermain game bersama, Jae Seok malah membentaknya untuk tidak mengatakan apapun lagi.
Jae Seok : Seul Bi! Aku akan membuatmu menyesal.


Kejadian tadi saat Seul Bi memeluk Woo Hyeon dan berjanji akan selalu bersamanya masih terbayang dipikiran Seong Yeol, dia terus melamun dan memikirkan apa yang harus dia lakukan, apa yang telah Seong Yeol lakukan untuk mendapatkan Seul Bi itu percuma karena Seul Bi hanya menyukai Woo Hyeon saja. Setelah itu Seong Yeol membawa tas Seul Bi dari kamarnya entah akan dia kemanakan.


Saat Seong Yeol keluar kamar Seul Bi mengajaknya untuk makan siang namun Seong Yeol tidak mendengarkannya dan langsung pergi keluar dengan tas Seul Bi, Seul BI menyusulnya.
Seul Bi : Hei! Kemana kau akan pergi ayo makan, akub lapar!
Seong Yeol langsung melemparkan tasnya dan menyuruh Seul BI untuk pergi dari rumahnya dan kembali pada Woo Hyeon, Seul BI heran kenapa tiba-tiba Seong Yeol menyuruhnya untuk kembali pada Seong Yeol, Seong Yeol sekarang sudah merasa tidak nyaman tinggal bersama Seul Bi “jadi tolong pergilah!” Seul Bi tetap tidak akan meninggalkan Seong Yeol dia akan tinggal bersama Seong Yeol, tapi Seong Yeol yakin kalo Seul BI tidak bisa melakukannya setelah melihat Seul Bi memeluk dan berjanji pada Woo Hyeon.
Seul BI terus mengetuk pintu dan berjanji tidak akan pergi kemanapun meski Seong Yeol tidak menerimanya lagi, Seong Yeol juga tak kalah egois, dia tetap ingin Seul Bi pergi sambil terus menangis.
Seong Yeol : pergi saat aku menyuruhmu, atau aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi.
Seul Bi : Seong Yeol, kau Woo Hyeon dan aku adalah kita, aku suka kata itu “kita” aku bisa merasakan sebuah hati disitu. Hatiku, hatimu dan Woo Hyeon semuanya ada disini. Biarkan aku tetap tinggal bersamamu sampai lukamu sembuh.
Seong Yeol : tinggalkan hatimu untuk Woo Hyeon dan jangan tinggal disisiku, apa kau mudah bagimu? Aku mengatakan aku akan membiarkanmu pergi! Aku tidak suka padamu! Jangan libatkanku dalam cinta kalian, karena itu menyakitkan bagiku.
Seong Yeol tak henti menangis saat mengatakan banyak hal pada Seul Bi, namun Seul Bi tetap tidak bisa menerima cinta Seong Yeol dan meminta maaf, Seong Yeol terus menangis tidak bisa menerima semua kenyataannya.


Guru etika membuatkan makanan untuk Seul BI dan Seong Yeol, beliau meminta Woo Hyeon untuk mengantarkannya dan ingin Woo Hyeon selalu bisa bertemu Seul Bi dan itu salah satu alasan mengapa guru etika menyuruhnya mengantarkan makanan pada Seong Yeol.
Guru etika : jadikan ini sebagai alasan untuk bertemu Seul Bi, Seong Yeol selalu terkena flu disaat seperti ini setiap tahun, beritahu dia untuk menggunakan sesuatu yang hangat
Guru etika memakaikan Syal pada Woo Hyeon agar tidak terkena flu saat musim dingin ini dan memintanya untuk mengingatkan Seong Yeol juga, Woo Hyeon berjanji akan selalu baik-baik saja, Woo Hyeon pun berangkat dengan membawa banyak makanan untuk Seong Yeol dan Seul BI.


Seong Yeol demam tinggi dan mengeluarkan banyak keringat karena dirumah tidak ada siapa-siapa jadi tida ada yang mengurusa dan memperhatikannya, sementara Seul Bi masih duduk diluar menunggu papa Seong Yeol pulang agar dia bisa masuk kerumah lagi tapi papa Seong Yeol belum pulang juga, Seul Bi tidak bisa masuk karena Seong Yeol menguncinya dari dalam sampai Seul BI kedinginan karena menunggu terlalu lama tanpa menggunakan jaket yang tebal di musim dingin seperti ini. 
Tiba-tiba Jae Seok datang menghampiri Seul Bi “apa aku menungguku?” sambil menunjukkan selebaran yang anak-anak buat “semua orangn menyembunyika rahasiamu, kenapa bukan aku” Seul Bi terkejut dengan kedatangan Jae Seok dan marah-marah pdanya.
Jae Seok : Seong Yeol benar-benar berubah padaku, ini semua gara-gara kau! Dan semua anak-anak akan menjaga rahasiamu, tapi aku memikirkan sebaliknya dan aku akan membuktikan semuanya.
Jae Seok mendekati Seul Bi, Seul BI begitu ketakutan disamping itu Woo Hyeon sedang berjalan menuju rumah Seong Yeol, dan tiba-tiba jantung Woo Hyeon sakit lagi karena Seul BI dalam bahaya, walaupun jantungnya semakin sakit Woo Hyeon meneruskan perjalanannya krena takut terjadi apa-apa dengan Seul Bi.


Jae Seok terus mendekati Seul BI dan berusaha melihat tanda di lengan Seul Bi, Seul BI terus mengetuk Seong Yeol dan meminta bantuannya karena Seul BI tidak tahu kalau Seong Yeol sedang sakit parah.
Jae Seok : aku akan membuktikannya Seul Bi!
Seong Yeol mendengar teriakan Seul Bi dan dia berusaha bangun, dai sungguh tidak berdaya untuk bangun karena gak kuat menahan rasa sakitnya, Seul BI mulai mengantuk dan lemas, Jae Seok malah senang karena semuanya akan berjalan dengan mudah untuk membuktikannya, Seul Bi pun terjatuh dan Seong Yeol masih berusaha keluar kamar meskipun terjatuh dan terus berusaha mengesot untuk membuka pintu.
Jae Seok berusaha memgang tanda di tangan Seul Bi, tiba-tiba tandanya bersinar sangat terang sehingga membuat Jae Seok tidak bisa melihat karena silau dan sampai terjatuh, Woo Hyeon sudah melihat sinar keliuar dari rumah Seong Yeol, dia sangat terkejut dan takut Seul Bi menghilang. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 19 PART 1