Advertisement
Advertisement

Papa, Woo Hyeon dan guru etika melihat kondisi Seong Yeol yang masih koma, Woo Hyeon merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekararang ini melihat saudaranya terbarung tak sadarkan diri, mamanya menenangkan dia kalau semua ini bukan salah Woo Hyeon. Woo Hyeon takut kalau Seong Yeol tidak bangun seperti biasa lagi.
Mama : dia akan sadar kembali karena kamu ada disamping dan menjaganya.
Woo Hyeon : harusnya aku yang sakit bukan malah Seong Yeol.
Papa : justru kamu yang suda menyelamatkan Seong Yeol.
Mama : benar, hal ini bukan salahmu Woo Hyeon (sambil memeluk putranya)


Dua tahuk kemudian Woo Hyeon sudah masuk perguruan tinggi, waktu itu tiba-tiba hujan dan Woo Hyeon pun berteduh sambil merasakan air hujan, ada seorang gadis berpayung yang berteduh di tempat yang sama dengannya, Woo Hyeon pun melihat gadis tersebut mengenakan kalung yang sama dengan Seul Bi dan Woo Hyeon pun langsung memegang kalungnya “kalung itu...” dia yakin kalau gadis itu adalh Seul Bi karena kalung yang mereka miliki hanya ada satu di dunia itu, ketika dia mau memanggil dan bertanya sesuatu gadis itu keburu pergi.
Woo Hyeon : untuk sehari saja, bukan untuk satu jam saja atau bahkan satu detik saja, kalau akiu bisa melihatmu.
Woo Hyeon semakin yakin kalau itu adalah Seul Bi karena merasakan ada hal yang berbeda dekat dengan gadis itu.


Seong Yeol dan Woo Hyeon sangat akur sekarang, seperti biasa Seong Yeol punya karisma yang menarik banyak cewek dan semua cewek di kampunya pun terpesona olehnya, Seong Yeol merasakan nikmatnya surga dunia yang dikelilingi banyak cewek, Woo Hyeon meminta Seong Yeol untuk menghentikan karismanya menarik banyak cewek.
Woo Hyeon : Hei, hentikan cari tipe wanita idealmu hari ini, ayo masuk kelas, dasar kunyuk.
Seong Yeol : mataharinya cerah, anginnya sejuk, itulah tipe idamanku. Kamu juga wakilku hari ini, oke? Aku sibuk hari ini, tolong lakukan untukku, kunyuk!
Seong Yeol malah menemani para gadis yang mengaguminya, Woo Hyeon kesal dengan kelakukan saudaranya tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena tidak ada yang bisa melarangnya. Woo Hyeon telat masuk dan langsung buru-buru pergi.


Sekarang kedai ddeokbokki di kelola oleh papa Seong Yeol dan juga menjadi papa Woo Hyeon, Gi Soo dan Young Eun masih menjadi pelayan paruh waktu di sela-sela kuliahnya, saat Woo Hyeon datang papanya langsung menanyakan Seong Yeol karena tidak pulang bersamaan,  dia memeberitahu papa kalau Seong Yeol sedang kencan dan menuruntnya itu juga salah satu keahliannya.
Gi Soo : bisa-biasanya dia tak melewatkan seharipun untuk berkencan, masa kencan tiap hari dan seenggaknya dia ngajak aku sekali-kali.
Young Eun : dasar tak setia! Mau kena pukul kau?
Gi Soo tidak mau di pukul lagi karena sudah sering kena pukul pacarnya (Young Eun) dan langsung mengajak Young Eun nonton film karena Woo Hyeon sudah datang. Young Eun akal memukul sisa yang kemarin terhadap Gi Soo, GI Soo malah mempermainkannya.
Gi Soo : kalau memungkinkan pukul aku dengan bibirmu (langsung lari takut kena pukulan lagi).
Setelah para pelanggan pergi Woo Hyeon langsung membersihkan meja dan bekan makanannya, papa Seong Yeol menghentikannya dan dia sendiri yang akan membersihkan semuanya, saat papa menyuruhnya untuk ganti pakaian dia menanyakan mamanya dan mamanya sedang mengajar di sekolah.


Guru etika sedang mewawancarai para murid yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, dia menghadapi murid yang amat bandel dan pemalas, mereka tidak mempunya mimpi apapun dan dalam mimpi tidurpun menurut mereka itu adalah hal yang sangat menjengkelkan, guru etika kesal dengan para murid yang tidak mempunyai mimpi.
Guru etika : kalian bisa dapatkan apapun dengan mewujudkan mimpi kalian.
Murid : kami tak punya uang ataupun dukungan, dan tali tas kami akan pendek. Wajah kami tak punya harapan sebelum kami melakukan operasi plastik, kami harus menghadapi kenyataan.
Guru etika : kamu bisa beli tas dengan uang yang kamu hasilkan (mengambil banyak tissu) kalian juga bisa beli tas dengan tali yang panjang (mengelap lipstik para murid) lihat betapa cantinya kalian.
Para murid sangat kesal dengan apa yang dilakukan guru etika barusan, guru etika malah lebih bosan dengan para murid yang tak mempunyai mimpi, guru etik memberikan setumpuk buku untuk mereka tulis sampai para murid mempunyai banyak mimpi.
Gur etika : meskipun awalnya sesuatu hyang terlihat gelap, pada akhirnya bila saatnya tiba akan ada cahaya.
Para murid kesal dengan bimbingan menunju perguruan tinggi dan bersiap-siap untuk keluar ruangan, sebelum para murid benar-benar keluar guru etika mengeluarkan foto putra-putranya yang sangat ganteng, mereka pun terpesona melihat kegantengan Woo Hyeon dan Seong Yeol. Kalau kalian ingin satu kampus dengan mereka kalian haruss banyak belajar dan mempunyai mimpi yang tinggi, guru etika berterima ksih pada putra-putranya karena sudah membuat muridnya memiliki mimpi.


Seong Yeol kencan dengan dengan seorang gadis berambut pendek di sebuah cafe, gadis itu menanyakan hobi Seong Yeol, dia menjawab hobinya dengan sangat polos tanpa takut dibenci cewek itu.
Seong Yeol : bertemu cewek-cewek, tebar pesona, main dan putus dengan mereka.
Gadis itu terkejut dengan kejujuran Seong Yeol dan dia pun menyukai kejujurannya (mungkin dalam hatinya tidak suka, kepaksa karena kegantengannya haha), namun Seong Yeol tidak suka dengan cewek yang tidak punya intuisi (langsung pergi). Sebelum pergi Seong Yeol melihat seorang pelayan yang mirip dengan Seul Bi, sebelum dia menghampiri pelayan itu dia mendapat telpon dan tak sempat menghampiri pelayan tadi.


Seul Bi pulang dari cafe dalam keadaan hujan dan di jalan yang sama Seong Yeol berlari mencari tempat untuk berteduh dan Seong Yeol pun berteduh di depan sebuah cafe, Seul Bi ternyata sudah di tunggu Seonbae depan cafe, Seonbae mengajak Seul Bi untuk makan siang di cafe itu.
Saat Seul Bi masuk toko Seong Yeol melihat mereka masuk ke toko dan yakin kalau dia adalah Seul Bi, mereka pun mulai makan siang di toko tersebut.
Seonbae : kau gak bikin maslah lagi kan? Gak mecahin mug lagi kan?
Seul Bi : aku gak mecahin mug, tapi numpahin kopi ke pelanggan.
Seonbae sudah menebak kalau Seul Bi pasti akan membuat ulah lagi di tempat kerjanya, saat Seul Bi sedang makan siang Seong Yeol terus memperhatikan dan memastikan kalau gadiss itu benar-benar Seul Bi, Seul Bi merasa aneh dengan Seong Yeol yang terus memperhatikannya, ketika Seonbae ikut melihat Seong Yeol dia langsung mengalihkan pandangan Seul Bi dan mengajaknya pulang, Meskipun Seul Bi belum selesai makan Seonbae tetap membawanya pulang, Seong Yeol ingin menghampirinya namun mereka berjalan begitu cepat, Seong Yeol pun melihatnya dari kejauhan tanpa mempedulikan tubuhnya kehujanan.
Tiba-tiba Seul Bi berbalik badan dan melihat Seong Yeol yang masih memperhatikannya , Seul Bi pun kembali menghampiri Seong Yeol dan memberinya payung “kamu bisa kena flu”. Seong Yeol heran dengan tingkah Seul Bi yang masih sama seperti dulu namun Seul BI terlihat tidak mengenalinya, setelah Seul BI pergi, Seong Yeol memikirkan orang yang mirip dengan Seul Bi itu dan mengingat kejadian dulu waktu bertemu dengan Seul Bi untuk pertama kalinya dan memberinya payung, kejadian hari ini sama persis dengan waktu dimana ketemu Seul Bi untuk pertama kalinya.


Seong Yeol minum soju di bar dan ditemani Woo Hyeon, Woo Hyeon khawati dia sakit dan rambutnya keriting karena saat ini sedang hujan asam, Seong Yeol masih melamun sambil memegang gelas sojunya.
Woo Hyeon : ada alasanmu mengenakan payung tapi masih kehujanan?
Seong yeol merasa kalau dirinya sudah gila karena memikirkan tentang Seul Bi yang dia lihat tadi, saat Woo Hyeon sudah minum Seong Yeol memberinya soju lagi dan minum bersama.
Woo Hyeon : apa alasanmu memberiku soju?
Dalam skeadaan mabuk Seong Yeol merayo Woo Hyeon “aku akan menangkapmu” sambil memegang-megang dagu Woo Hyeon, dan Woo Hyeon langssung menangkisnya dan meminta Seong Yeol untuk memanggilnya “Hyeong” karena ultahnya lebih dulu, Seong yeol langsung terdiam dan Woo Hyeon berpikir kalo akting Seong Yeol semakin hebat, dia takut Seong Yeol merasa kesakitan karena tangannya dia tangkis dan langsung memijat tangannya.
Sseong Yeol : Hyeong, kau ingin bertemu Seul Bi, iya kan? (Woo Hyeon langsung terdiam) Hyeong kau sangat ingin bertemu Seul Bi kan?
Woo Hyeon tak menjawab pertanyaan Seong Yeol sepatah katapun dan dia langsung memegang kalung pemebrian mamanya.


Woo Hyeon membawa Seong Yeol pulang dalam keadaan mabuk berat, Woo Hyeon heran dengan Soeng Yeol yang tak tahan minum soju tapi malah banyak minum sampai mabuk berat seperti ini, disamping mereka Seul Bi berjalan melewatinya dan Seul Bi melihat ada informasi lowongan pekerjaan di kedai mereka “Miss Ging Deokbokki” Seul Bi merasa aneh dengan nama kedai itu namun ia tetap menyimpannya dan akan mencoba melamar kesana.


Woo Hyeon membuka kotak yang berisi kenangan tentang Seul Bi selama menjadi manusia dan membuka surat yang di tulis Seul Bi 2th lalu yang di masukkan ke kotak pos, isi surat tersebut “saat kamu menerima surat ini, berada disampingmu dan membacanya bersamamu, hari ini aku berdoa seperti itu. Tapi meskipun aku tak ada disampingmu, meskipun kita tak bisa saling mengenali nantinya, kalau kita memakai kalung ini kita akan bertemu lagi. Dan kita akan saling mencintai dan memulai segalanya dari awal lagi, selamat tringgal aku Lee Seul Bi yang sangat mencintai Shin Woo Hyeon. Woo Hyeon? Apa kau pernah mengatakan hal ini padamu? Aku sangat mencintaimu meskipun semua kenangan tak bisa aku ingat nantinya, aku mencintaimu” saat menulis surat itu Seul BI menangis tersedu-sedu begitupun dengan Woo Hyeon, dia juga menangsi saat membaca surat dari Seul Bi.
Woo Hyeon : setelah meninggalkanku sendiri, kamu dimana? 
Woo Hyeon begitu merindukan Seul Bi yang sekian lama tak berjumpa, sekarang bisa melihat Seul BI namun dia terlihat tidak menegnalinya.


Guru etika memarahi mereka yang hanya minum bukannya kuliah, papanya juga memarahi Seong Yeol karena pulanga selalu dalam keadaan mabuk dan di poyong Woo Hyeon, mereka tak menghiraukan perkataan mama dan papanya.
Seong Yeol : kamu membawaku pulang tanpa menyeret lengan atau kakiku kan?
Woo Hyeon : kubersihkan seluruh lingkungan disini dengan kakimu, sampai bersih!
Seong Yeol kesal pada Woo Hyeon, karena Seong Yeol berkata tidak sopan terhadap saudaranya papa pun memukul kepalanya dengan sendok.
Guru etika memarahi suaminya karena memukul Seong Yeol dengan sendok, papanya teringat saat menjaga Seong Yeol yang sedang koma, dia memberitahu istrinya kalau dia sekarang pengagguran, guru etika pun bersedia merawat Seong Yeol dengan gaji yang dia dapatkan meskipun sedikti.
Papa : mulai saat ini aku ingin jadi seorang papa yang baik, bagi Seong Yeol dan bagi Woo Hyeon.
Guru etika terkejut plus senang saat mendengar perkataan suaminya yang ingin menjadi ayah yang baik bagi Seong Yeol dan Woo Hyeon. 


Seul Bi melamar kerja ke kedai Ddeokbokki dengan muka polosnya, papa Seong Yeol terkejut dengan kedatangan Seul Bi, karena saking senangnya papa melontarkan banyak pertanyaan namun Seul BI malah plenga-plengo saat papa Seong Yeol banyak bertanya.
Papa : Seul Bi! Kamu kemana saja? Kenapa baru kembali sekarang?
Seul BI : Lee Seul Bi? Namaku Cheon Sarang.
Papa : Seul Bi... (heran dengan sikap Seul Bi yang tak lagi mengenalinya)
Seul BI : aku tak diterima kerja paruh waktu disini krena nama margaku bukan Gong dan karena namaku bukan Lee Seul Bi, kan? (mulai memelas) aku harus cari uang untuk biaya pendidikanku juga biaya asramaku.
Papa : kamu ini ngomong apa? Kamu diterima kerja disini.
Seul BI sangat senang karena telah diterima bekerja, dia langsung meminta apa yang harus dia kerjakan dihari pertamanya bekerja dan berjanji akan giat bekerja. Woo Hyeon baru pulang, dia terkejut melihat Seul BI ada di kedai-nya dan langssung memeluk Seul Bi namun Seul BI malah mendorong dan menamparnya karena belum mengingat apapun tentang Woo Hyeon, setelah menampar Woo Hyeon, Seul Bi sangat menyesal.
Seul BI : kenapa semua orang sseperti ini? Siapa Seul BI? (Woo Hyeon atk menjawabnya, dia malah menangis karena Seul BI tak lagi mengeanlinya) maaf. Kenapa kamu memeluk orang yang tak kamu kenali? (mengelap air mata Woo Hyeon)
Saat Seul Bi mengelap air mata Woo Hyeon dia teringat saat dulu mengelap air mata Woo Hyeon “air mata Kang Sae-i begitu hangat” dia mengingat kejadian-kejadi saat Woo Hyeon menangis bersamanya, kepalanya sangat sakit saat mencoba mengingat masa lalunya.
Lalu Seul BI melihat tulisan yang dulu dia tulis bersama Woo Hyeon di papan impian “aku gak perlu ke pusat kajian. Biarkan aku masuk ke universitas Seol” “biarkan aku tidur” setelah Seul BI selesai membacanya dia langsung berbalik badan.
Seul BI : coretan kacau dan menyebalkan apaan ini? Sebagai peringatan di hari pertamaku kerja di kedai, akan kuhapus semaunya.
Woo Hyeon : itu kenangan seseorang. Meski kamu mencoba menghapusnya, kamu gak akan bisa menghapus kenangannya.
Seul Bi : keren banget. Bilang saja kalau kamu mau menyuruhku menghapusnya.
Tiba-tiba Seong Yeol pulang dan Seul BI pun terkejut melihatnya “payungmu waktu di toko itu” dan lasung menghampiri SeonG yeol.
Seul Bi : darimana kau tahu aku kerja disini?.
Papa : Seul BI, kamu ingat Seong Yeol?
Seul Bi : jadi namanya SeonG Yeol, bahkan namanya begitu keren.
Woo Hyeon, Seong Yeol dan papa heran dengan sikap Seul BI sekarang ini.


Woo Hyeon dan Seong Yeol pergi ke ruang tengah, Seong Yeol meyakinkannya kalau gadis itu bukan Seul Bi. Woo Hyeon hanya berdiam saja saat Seong Yeol mengatakan tentang gadis yang mirirp Seul Bi.
Seong Yeol : menurutmu apa Seul Bi akan melupakanmu? Dia saja gak ingat aku, jadi kenapa dia akan mengingatmu? Dia hanya mirip, namanya saja Cheon Sarang.
Woo Hyeon tetap yakin kalau gadis itu benar-benar Seul BI, Seong Yeol tak habis pikir kenapa Woo Hyeon begitu yakin kalau gadis itu adalah Seul Bi.


Seonbae makan siang bersama ketua direksi, sekarang Seonbae meiliki tanda di pergelangan tangannya sama seperti Seul BI karena dia telah menjadi manusia, dia menyelamatkan Seul BI waktu kecelakaan hanya untuk selalu berada bersama Seul BI namun kenyataannya Seul BI tidak menghilang dari dunia manusia.
Ketua : dia bukan manusia yang kehilangan ingatannya, dia adalah Seul Bi. Apa yang akan kamu akukan pada Seul Bi?
Seonbae : aku tak bisa melepaskan Seul Bo.
Ketua : kamu tahu bahwa sekarang ada cita yang tak pernah berubah?
Seonbae : cintaku tak berubah, aku ingin tetap seperti ini meski hanya sekedar penjaganya Seul Bi.
Ketua memberitahunya kalau Woo Hyeon yang merasakan sakitnya Seul Bi seorang diri, sudah jelas cinta Woo Hyeon dan Seonbae jauh berbeda, Seonbae hanya membuat orang-orang di sekeliling Seul BI menderita.
Ketua : kita di dunia ini untuk membuat manusia bahagia.
Seonbae : aku berharap Seul Bi tidak akan pernah mengingat semua kenangannya.
Ketua : meskipun tak mengingatnya tapi mereka berdua yang memiliki kenangan itu akan segera merasakannya. Mereka terhubung oleh benang yang tak terlihat.
Ketua meminta Seonbae untuk merelakan Cheon Sarang Kembali menjalani kehidupannya sebagai  Seul BI, Seonbae masih memikirkan apa yang dikatakan ketua padanya.


Semua orang yang di kedai terus memperhatikan Seul Bi yang sedang mengelap meja, Seul BI merasa tidak enak dengan tingkah semua majikannya jika dia melihat kebelakang semua orang yang ada di kedai pura-pura sedang beraktivitas, karena jam kerjanya ssudah selesai Seul BI langsung berispa-siap dan papa Seong Yeol pun berterima kasih karena hari ini Seul BI sudah bekerja keras “hati-hati saat pulang”.
Mama : kamu tinggal dimana?
Seul BI tinggal di sekitaran kedai, mama pun langsung meminta Woo Hyeon untuk mengantarkan Seul BI pulang, namun Seul Bi menolaknya dan langsung pergi, Woo Hyeon buru-buru mengamil jaketnya dan pergi mengikuti Seul BI. Mama masih bertanya-tanya soal gadis itu.
Papa : aku tidak tahu, caranya ngomongn dan tatapannya sama persis seperti Seul BI.
Seong Yeol : dia gak mungkin pura-pura gitu kan?
Mereka bertiga benar-benar penasaran dengan Cheon Sarang yang mirip banget dengan Seul Bi


Woo Hyeon pun mengatarkan Seul Bi pulang samapi depan pintu gerbang rumahnya Seul Bi, rumahnya horor banget lampu depan gerbang hidup-mati terus.
Woo Hyeon : kamu tinggal disini?
Seul BI : iya, kamu harusnya tak mengantarkanku, maaf sudah merepotkanmu,
Woo Hyeon : kamu merasa tak nyaman ya dengan keberadaanku?
Seul Bi : kita kan baru pertama kali bertemu.
Woo Hyeon langsung terdiam saat Seul Bi mengatakan kalau dia hari ini pertama kali dia bertemu, tiba-tiba Seul Bi menanyakan tentang Seong Yeol, rupanya Cheon Sarang diam-diam menyukai Seong Yeol meskipun baru pertama kali bertemu, tapi dia tidak suka dengan sikap Woo Hyeon yang so akrab padahal baru pertama kali bertemu.
Seul Bi melontarkan banyak pertanyaan pada Woo Hyeon sampai Woo Hyeon mejwab pertanyaannya kalau dia berumur 20th, Seul BI kesal karena dalam umur yang sama tapi posisinya Bos dan pegawai, Seul BI merasa tidak adil dengan semua itu, Woo Hyeon memintanya untuk bicara lebih sopan lagi.
Seul BI : apa kau berencana untuk memecat atau memotong gajiku? Hal yang paling adil di dunia sepertinya adalah umur.
Woo Hyeon hanya mengangguk-ngangguk saja dan akhirnya dia memperkenalkan diri pada Cheon Sarang, saat Seul BI menggapai tangannya Woo Hyeon merasakan hal yang sama seperti dulu namun Seul BI tak merasakan hal apapun, tiba-tiba Seonbae keluar dan meminta Seul BI untuk ssegera masuk, Seul Bi pun memperkenalkan Woo Hyeon bahwa dia adalah bos-nya. Seonbae terkejut saat melihat Woo Hyeon ada bersama Seul BI dan langsung membawa Seul Bi masuk rumah. Woo Hyeon masih berdiam diri depan gerbang dan kaget Seul BI tinggal dengan seorang laki-laki dan bahkan memanggilnya “oppa”.


Woo Hyeon bertemu dengan ketua di tempat biasa, ketua langsung menebak kalo Woo Hyeon sudah bertemu Seul Bi, dan Woo Hyeon juga sudah menduganya saat bertemu Seul BI kalau dia benar-benar Seul BI.
Woo Hyeon : kalau anda tahu akan begini, kenapa anda tak memberitahuku?
Ketua : kami butuh waktu untuk semuanya kembali seperti dulu. Menunggu juga wujud dari cinta.
Woo Hyeon menceritakan kalau Seul Bi sekarang tidak mengingat apapun tentang dirinya, ketua juga memberitahunya kalau Seul Bi mengalami kecelakaan saat menolong Woo Hyeon dulu, Woo Hyeon baru mengetahui hal itu, Seul BI mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Woo Hyeon, Seul BI dan makhluk lain yang menyelamatkan Woo Hyeon dan Seong Yeol dari kecelakaan 2th yang lalu.
Woo Hyeon : makhluk lain? Jadi... apa mungkin oppa itu?
Ketua : iya, dia adalah malaikat pelindung, malaikat lain byang jadi manusia
Ketua tidak bisa memberitahunya saoal ingtan Seul BI karena dia hanya mengetahuinya sampai situ namun dia berharap Cinta Woo Hyeon yang akan membuat ingatan Seul Bi kembali. Woo Hyeon pun memikirkan perkataan ketua.


Gi Soo terus memperhatikan Cheon Sarang (Seul BI) dan mereka saling bertatapan, Gi Soo ingin menanyakan sesuatu namun takut salah, Seul Bi menghampiri Gi Soo karena tidak nyaman terus diperhatikan.
Seul BI : apa ada sesuatu di wajahku?
GI Soo merasakan keakraban dari wajah Cheon Sarang dan mengingatkannya pada Cheon Sarang (Seul BI) saat Seul BI meulai mengingatnya Gi Soo kegeeran duluan, Cheon Sarang hanya ingat kaalu Gi Soo ketua yang memegang pesanan ddeokbokki.
Seul Bi : sejak kapan kamu mulai kerja disini?
Gi Soo : Hei! Jangan becanda mulu, kau akan membuatku sedih saja.
Seul Bi : kamu temannya Bos? Mereka membayar gajimu tepat waktu kan?
Gi Soo heran dengan ingatan Seul Bi sekarang, saat Seong Yeol datang Seul Bi langsung menghampirinya dan menawarkan Ddeokbokki pada Seong Yeol.
Seul BI : ddeokbokki manis pedas? Yang bisa menambah semangatmu.
Seong Yeol : sekarang kamu ingat?
Seul BI : ingat! Ingat! Ingat! Apa ada yang harus aku ingat?
Seonhg Yeol meminta Seul BI untuk tidak bersikap seperti itu karena membuatnya merasa aneh, Gi Soo heran kenapa Seul Bi menjadi aneh seperti itu.


Chun Shik sekarang menjadi pelayan disebuah cafe, dia hampir menumpahkan minuman karena fokus melihat teman-temannya yang sedang kumpul, Byung Hoo pun mengingatkannya untuk lebih berhati-hati. Anak-anak membahas Seul Bi yang tidak ingat apapun termasuk pada Woo Hyeon orang sangat dia cintai.
Gi Soo : kalau liat Seong Yeol matanya langsung bersinar sepenuh hati, ini sih benar-benar pengkhianatan.
Young Eun : apa ingatannya gak akan kembali aklau kepalanya dipukul? Di drama selalu terjdai hal sseperti itu, aku siap untuk memukulnya.
Woo Hyeon meminta Gi Soo untuk menenangkan pacarnya karena omongannya sudah ngawur, dia meminta saran pada yang lain agar ingatan Seul BI kembali, Ye Na tiba-tiba nomong “kita harus mengembalikan ingatannya” semua anak-anak terkejut dengan Ye Na “apa kau punya ide?”
Ye Na : bukannya kita disini untuk membahas ingatan Seul Bi?
Anak-anak kesal dedang Ye Na karena dari tadi tidak mendengarkan apa yang dibahas dan hanya makan saja gak ikut memikirkan apa yang harus dilakukan.


Joo Ah peulang bersama Tae Wook, Tae Wook meminta Joo Ah untuk tidak bekerja karena dia sedang demam dan ingin dirawat oleh pacarnya, Joo  Ah tetap akan bekerja karean Tae Wook kebanyakan minum bukan demam, Tae Wook pun memberikan pertanyaan yang sulit baginya “pekerjaan atau aku yang lebih penting?” dengan gampangnya Joo Ah menjawab kalau pekejaannya yang lebih penting, Tae Wook terkejut dengan jawaban Joo Ah.
Tae Wook : kenapa kamu biasa saja ngomong seperti itu padaku? Cukup untuk tidak meragukan aku, apa aku tidak berarti apa-apa bagimu?
Joo Ah : kenapa kamu marah?
Tae Wook : meski hanya sekali kamu bisa menahanku, harusnya paling tidak tanyalah padaku, kenapa aku ingin bersamamu.
Tae Wook langsung pergi meninggalkan Joo aH, Joo Ah tidak percaya kaalau Tae Wook bisa sampai seperti itu karena perkataannya, Joo Ah pun menyesali perbuatannya yang selalu menyepelekan Tae Wook.


Seonbae menunggu Seul Bi yang belum pulang juga, Seul Bi bersembunyi dibalik tembok, dia ingin mengagetkan Seonbae namun tak berhasil karena Seonbae sudah mengetahuinya karena Seul BI sering melakukan hal itu padanya.
Seul BI : kenapa kau tak pernah sekalipun terkejut? Kesal jadinya.
Seonbae menanyakan pekerjaannnya hari ini, Seul BI memberitahunya kalau bos-nya di kedai sedikit mengganggunya.
Seonbae : tatapannya?
Seul Bi : kadang tatapannya begitu lembut tapi lebih sering tatapannya begitu sedih.terkadang sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu padaku.
Seonbae pun mengingat perkataan ketua kalau mereka tidak akan terpisah karena terikat oleh benang yang tak terlihat, Seul Bi merasa malam ini akan begadang karena banyak lapoaran yang harus ia selesaikan untuk besok.


Seetalah Seul BI dan Seonbae masuk rumah, ternyata Woo Hyeon mengikuti Seul BI dan menghampiri gerbang, saat dia ingin memanggil Seul Bi dia ingat kalu Seul Bi belum mengingatnya dan kembali pulang. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 20 PART 2