High School Love On Episode 20 PART 2

6/14/2016

Cheon Sarang (Seul Bi) mencoba melepaskan gembok-gembok yang ada di pagar kedai dengan alat berat, Woo Hyeon langsung keluar dan menghentikan aksi Cheon Sarang (Seul Bi), Seul Bi merasa pagarnya akan jatuh jika banyak gembok yang menempel di pagar.
Woo Hyeon : bagi orang yang saling mencintai, mengunci cinta dan hati mereka itu adalah lambang kedai ini, kamu gak ingat ini? (berusaha mengingatkan Seul Bi kembali)
Cheon Sarang : aduh, ngomng soal ingatan lagi. Kamu bicara tentang kenangan dan memikirkan sesuatu yang terjadi, tapi sungguh aku baru pertama kali bertemu denganmu. Dan juga ada yang mengatakan cinta tak berubah hanya dengan hal ini?
Seul BI merasa kalau Woo Hyeon tidak pernah pacaran karena tidak mempercayai kalau cinta akan selalu berubah, dia menyimpulkan itu karena sering terjadai di drama yang dia lihat, setelah itu dia kembali memotong gembok-gembok tersebut, Woo Hyeon mengancam Cheon Sarang kalau terus melakukan itu dai akan di pecat, Cheon sarang kesal karena Woo Hyeon selalu mengancam seperti itu. Lagi-lagi Seul Bi menemukan hal-hal yang menurutnya aneh, sekarang dia melihat sayap yang menempel di kaca dan menurutnya itu tidak cocok untuk ditempel di kedai.
Woo Hyeon : Lepaskan saja, jika kau mau di pecat.
Cheon Sarang : kamu ini benar-benar bos manusia yang picik, dasar (langsung masuk kedai).
Woo Hyeon tersenyum saat Cheon Sarang mengatakan “manusia” lagi dan tak berubah saama sekali, dia berharap kalau Seul Bi akan mengunci kenangannya di gembok itu.


Joo Ah sekarang bekerja di sebuah cafe, ketika pelanggan lagi sepi dia mengepel lantai dan membersihkan meja-meja yang ada disana, tiba-tib ada seseorang yang menginjak lap pelnya dan ternyata orang itru Tae Woo, Joo Ah sangat terkejut melihat Tae Wook ada di cafe dimana dia bekerja.
Tae Wook : aku kalah, aku kalah lagi. Bagaimana bisa kamu tak seklaipun mengubungiku?
Joo Ah : kamu gak kuliah?
Tae Wook : kamu harus pergi lagi tanpa permisi? (sambil merebut lap dari tangan Joo Ah)
Joo Ah bekerja keras sampai tidak bisa menghubungi Joo Ah karena dia butuh uang untuk membayar kuliahnya dan tidak ingin mempunyai tunggakan selama kuliahnya, Joo Ah merasa aneh kenapa cafenya sepi sekali taka da satupun pengunjung yang datang. Ternyata Tae Wook menyewa cafe itu selama 1 jam namun Joo Ah salah paham terhadapnya.
Joo Ah : kamu mau pamer uangmu lagi?
Tae Wook : tiap haria ku gak bisa melihat wajahmu bahkan untuk  satu jam saja karena kerja paruh waktumu.
Joo Ah kesal dengan tingkah Tae Wook dan bahkan dia menyarankan Tae Wook untuk menyumbangkan uangnnya ketimbang dihambur-hamburkan gak jelas seperti sekarang ini “cepat keluar”. Saat Joo Ah mengusirnya, dia langsung berlutut sambil mengeluarkan buku tabungan.
Tae Woo : ini uang yang kutabung selama kerja bersamamu.
Joo Ah : kamu mau pamerkan uangmu?
Tae Wook merasa kalau uang yang dia hasilkan bersama Joo Ah bukan uang semata tapi itu semua kenangan, dia memberikan seluruh tabungannya agar Joo Ah kembali kuliah dengan lancar, Joo Ah menyuruh Tae Wook berdiri dan mengembalikan tabungannya lagi.
Joo Ah : aku tak butuh uang, aku mampu melakuaknnya sendiri sampai saat ini.
Tae Wook : selama ini aku selalu ada disisimu.
Joo Ah aneh dengan perkataan Tae Wook tadi, dan ternyata dia pamitan untuk kuliah diluar negeri selama dua tahun , dia tidak ingin Joo Ah menderita selama dia taka da disisinya, dia ingin kalau Joo AH menggunakan uangnnya dan bisa mengurangi beban yang Joo Ah pikul selama tak berada disisinya.
Tae Wook ; meski kau hanya kasihan padaku, tapi mohon tunggu aku
Joo Ah : kamu mau wajib militer?
Tae Wook meminta Joo Ah untuk tidak senyum pada semua cowok, duduk dipojokkan saat di perpus dan menutupi wajahnya dengan topi saat jauh darinya. Joo Ah langsung memluk Tae Wook sambil menangis karena tidak mau ditinggal pergi.
Tae Wook : menunggu itu sulit kamu tahu kan? Tapi kalau kamu tak mau menungguku aku yang akan menunggumu hingga kamu kembali paddaku.
Joo AH berjanji akan menungguny sampai kapanpun, Tae Woo berharap Joo Ah jangan sampai sakit selama jauh darinya.


Seonbae memperbaiki lampu gerbang rumahnya sampai kembali normal, dia juga memperbaiki kunci gerbang yang sudah rusak, setelah selesai memperbaiki semua kerusakan yang ada dirumahnya dia berharap kalau Seul Bi akan lebih berhati-hati lagi saat mengunci pintu, dia juga berharap Seul BI akan hidup baik-baik saja. Dia akhirnya menyerah karena pada kahirnya tetap tidak bisa mendapatkan hati Seul Bi dan meminta maaf karena selama ini telah membuat Seul BI susah. Tiba-tiba Woo Hyeon datang menghampiri Seonbae di depan rumahnya.


Seonbae dan Woo Hyeon pergi ke taman untuk membicarakan sesuatu.
Woo Hyeon : kau mau kemana?
Seonbae : sudah saatnya bagiku sekarang untuk pergi, tolong jaga Seul  Bi dengan baik.
Sebelum Seonbae benar-benar pergi, Woo Hyeon berterima kasih padanya karena telah menyelamatkan Seul Bi dari kecelakaan waktu itu.
Seonbae : karena cintamu yang telah menyelamatkan Seul BI, ingatannya akan kembali meskipun dia bersamaku, tapi Seul Bi selalu bersamamu. Woo Hyeon berjanji akan lebih mencintai Seul Bi sampai kapanpun.


Seonbae pergi entah kemana tempat yang akan dia tuju sambil melamun dan memikirkan Seul Bi, tiba-tiba Ye Na berlari sampai menabrak Seonbae yang sedang melamun, saat Ye Na terbangun dari jatuhnya dia langsung marah karena akan telat masuk kuliah, tapiiii Ye Na terpaku saat melihat kegantengan Seonbae dan tidak melanjutkan marah-marahnya.


Seul Bi mengiris bawang bombai sampai bercucuran air mata karena kepedihan “mataku terus berair saat aku mengiris bawang”. Woo Hyeon terus memperhatikannya karena air mata Seul Bi terus mengalir dia langsung membawa helm dan memakaikannya di kepala Seul Bi.
Woo Hyeon : aku berbagi yang kutahu itu karena kamu terlalu kotor.
Seul Bi : aku gak tahu kenapa tapi sepertinya kata itu biasa ku katakan.
Woo Hyeon pun langsung terdiam, disamping itu mama dan Seong Yeol membicarakan mereka, karena dia begitu mirip dengan Seul Bi.
Mama : melihat bagaimana dia tertarik padaku, aku tahu itu bukan Seul Bi, Seul Bi hanya melihat Woo Hyeon.
Mamanya langsung terdiam dan melihat Seong Yeol dengan tatapan yang tajam, Seong Yeol takut dengan tatapan mamanya yang begitu tajam “jangan menatapku seperti itu! Dia bukan lagi tipeku, tipeku benar-benar sudah berubah”.
Mama : kamu punya 100 tipe kan?
Seong Yeol : bukan, tipeku sekitar 1000 mungkin (mama dan Seong Yeol pun tertawa setelah membuat guyonan di dapur).


Saat Jae Seok pulang kuliah dia melihat temannya yang sedang dibuli oleh geng di kampusnya, dia langsung menghampiri mereka.
Jae Seok  : teman-teman sekarang ini, gak ada peraturan, tak seharusnya kalian merobek uang seperti itu, apa kalian tidak tahu?
Karena Jae Seok terus mengomentari mereka, akhirnya mereka jga meminta dompet Jae Seok namun dia tak mau memberikannya sampai mereka mencoba merebut dompet dari sakunya, saat anak-anak geng mencari dompet Jae Seok tiba-tiba ada suara sirine polisi dan mereka pun langsung kabur karena ketakutan.
Ternyata Da Ye Ri yang mengeluarkan suara sirine itu dari ponselnya, dia tidak mau Jae Seok kena masalah karena menyentuk anak-anak geng sekolahnya, saat mereka bercanda tiba-tiba Seon Hook lewat dan heran melihat mereka pacaran. Da Ye Ri tidak suka karena Seon Hook sangat belagu, tapi sekarang Jae Seok mengalahkan kepintarannya karena inggrisnya lebih baik dari pada Seon Hook.
Jae Seok : bagaimana audisimu?
Da Ye Ri memperlihatkan muka memelas karena pertanyaan Jae Seok, Jae Seok pun memberinya semangat karena msih banyak kesempatan lain untuk ikut audisi, ternyata ekspresinya tadi hanya bohongan dan Da Ye Ri sekarang lulus audisi, dia diminta datang ke studio untuk latihan, karena Jae Seok sangat senang pacarnya lulus audisi, dia langsung memeluknya dengan erat.


Woo Hyeon sekarang selalu mengantar Seul Bi pulang, malam itu Woo Hyeon membantu membawakan tas Seul Bi dan mengatakan untuk makan dan hidup dengan jerih payah sendiri itu tidak mudah.
Seul Bi : memang tak mudah tapi menyenangkan, sepertinya kau meresa benar-benatr hidupu (saat Woo Hyeon menatap matanya dia langsung ngomel-ngomel) kamu-kamu! Tatapan matamu seakan membuat seoarng cewek jatuh hati padamu.
Woo Hyeon : apa? Aku?
Seul Bi : melihat betapa malunya dirimu, mungkin benar? Aku melihatnya di drama, aku fans-nya drama.
Woo Hyeon sudah mengetahuinya, Seul Bi heran kenapa dia bisa tahu sampai berpikiran kalau Woo Hyeon menyelidikinya diam-diam, Woo Hyeon melihat tali sepatu Seul Bi lepas dan dia pun langsung mengikat tali sepatu Seul BI. Saat Woo Hyeon mengikatnya, Seul Bi langsung menarik kembali kakinya dan teringat hal itu pernah terjadi dengannya, Woo Hyeon kembali menarik dan mengikat tali sepatunya Seul BI.
Woo Hyeon : dulu aku sering melakukannya, kamu bisa jatuh jadi ikat tali sepatumu, kalau kamu jatuh pegang tanganku.
Seul BI : (masih terbayang kejadian yang sama ada dalam ingatannya) dengan begitu kamu juga kan jatuh
Woo Hyeon : kalau kita jatuh bersama, malunya hanya sedikit dan kita bisa bangkit bersama.
Seul BI : kurasa aku gak boleh jatuh, kamu seharusnya gak terluka.
Woo Hyeon kaget dengan perkataan Seul BI, Seul BI pun langsung mengalihkan perkataanya “karena kamu bosku dan sumber uangku jadi aku mengatakan hal itu padamu” langsung berjalan dan Woo Hyeon masih terdiam.
Woo Hyeon : jadi aku ada di salah satu ruang dalam hati dan ingatanmu.


Akhirnya mereka sampai depan gerbang rumah Seul Bi, Seul Bi merasa tidak enak karena bosnya selalu mengantarkan pulang, tapi dia tetap berterima ksaih. Tiba-tiba Woo Hyeon menanyakan kalung yang dipakai Seul BI.
Seul Bi : aku gak tahu kapan aku memilikinya, tapi selalu melekat dileherku.
Woo Hyeon : ada yang mengatakan ini adalah kalung yang akan membawamu kembali pada orang yang kamu cintai.
Seul Bi : lagi? Jadi maksudmu aku akan bertemu seseorang yang pernah kutemui? Tapi aku ingin jatuh cita pada seseorang yang baru. Kurasa ku harus melepasnya (kalung)
Woo Hyeon menahannya dengan alasan kalau kalung itu akan membuat Seul Bi bertemu orang-orang baru, Seul Bi pun percaya dengan perkataan Woo Hyeon dan tidak jadi melepas kalungnya, dia juga mengetahui kalau Woo Hyeon mempunyai kalung yang sama dan Seul Bi heran kenapa banyak orang yang percaya dengan mitos-mitos seperti itu padah semua itu hanya bohong dan pamitan untuk masuk rumah.


Woo Hyeon kebangun dari tidurnya, dia lsngusng turun kebawah dan melihat papan impian yang ada tulisan Seul BI dulu, Woo Hyeon  tidak mempermasalahkan Seul Bi yang dulu atau yang sekarang, dia juga tidak peduli mau Seul Bi malaikat atapu pun manusia, dia hanya ingin Seul Bi selalu berada disisinya.


Di halte kampus Seul Bi memijat tombol minuman sekaligus dua, dia sangat gembira saat minumannya keluar bersamaan, Woo Hyeon datang dan memberinya selamat. Seul Bi memberitahunya kalau oppanya mendapatkan pekerjaan bagus, dia ingin memberinya dua hadiah, Seul BI merasa akan ada hal yang terjadi hari ini.
Woo Hyeon : meniru apa yang orang lain katakan, kamu masih punya kebiasaan itu.
Seul Bi : dunia begitu kecil, karena aku satu sekolah denganmu.
Woo Hyeon : jadi kamu tak suka?
Seul BI kesal karena bosnya (Woo Hyeon) selalu membuatnya seeprti telah melakukan kesalahan, Woo Hyeon menceritakan ke-populerannya di sekolah mulai dari nyanyi, dance sampai olahraga, saat dia membicarakan hal tentang didrinya Seul Bi malah pergi, Woo Hyeon pun mengejarnya karena masih banyak hal yang ingin dia tunjukkan pada Seul Bi.


Seul Bi berjalan sendirian sambil melamun, tiba-tiba dia melihat Seong Yeol yang sedang dikerumuti banyak cewek, Seong Yeol baru menyadarinya dan langsung menghampiri Seul Bi.
Seong Yeol : Hei! Aku sudah menolakmu selama ini, kamu bukan style-ku.
Seul Bi : aku gak akan menyuruhmu melakukan apapun, aku gak bisa suka sepihak.
Seong Yeol melarang Seul Bi meyukainya karean Woo Hyeon yang mencintaimu dan selalu melindungimu, dia memberitahunya kalau gara-gara Seul BI menykainya Woo Hyeon menunggu.
Seong Yeol : kalau kamu tidak segera menemukan ingatanmu, lebih baik kau pergi saja.
Seong Yeol merasa keren karena telah berani berkata seperti tadi pada Seul Bi, saat Seong Yeol kembali berkumpul dengan para cewek, Seul Bi menyumpahinya agar jatuh, karena Seong Yeol benar-benatr jatuh Seul BI langsung berlari kencang.


Ternyata Woo Hyeon dari tadi memperhatikan Seul Bi yang terus memperhatikan Seong Yeol, sampai Seul Bi pergi dia terus memperhatikannya, Woo Hyeon merenungi semua apa yang Seong Yeol dan Seul BI bicarakan tadi.


Ketua membawa Seonbae ke sekolah, mereka diikuti banyak cewek karena melihat Seonbae yang begitu ganteng dan gagah, semua murid cewek terus mengambil gambar Seonbae. Mereka berpapasan dengan pak Han dan pak Kim, ketua meminta Seonbae untuk memberi salam pada mereka selaku guru disekolah, Seonbae pun memperkenalkan dirinya.
Seonbae : Halo, saya guru sastra baru, Chung Chang Go.
Pak Kim : iya, iya, anda seperti orang yang bersal dari dunia yang berbeda dengan kami.
Pak Han : iya sekarang akhirnya kita mempunyai seorang guru yang punya effort (F4)
Sambil menyebutkan diri mereka masing-masing, ketua membisikkan sesuatu mengenai guru-guru yang ada di sekolahya, dia meminta Chung Chang Go untuk tidak khawatir karena guru-guru disana pada baik hanya saja kelakuannya agak sedikit konyol.
Sekarang Seonbae mejadi seorang guru sastra di sekolah Seul Bi dulu dan namanya sekarang Chung Chang Go, seperti biasa pak ketua selalu membuat pak Han berbunga-bunga dnegn pujiannya sampai dia tertawa begitu senangnya dipuji oleh ketua direksi.


Saat Seul Bi membersihkan meja di kedai tiba-tiba dia melihat tulisan love bersinar seolah-olah itu hidup, dia pun langsung menghampiri papan impian itu sambil meraba tulisannya dulu, dia merasa ada seseorang disampinya, saat Seul BI mencoba mengingatnya tiba-tiba kepalanya sakit karena dipaksa memirkan sesuatu.


Seul Bi pulang dari kedai lebih awal dan ternyata Woo Hyeon mengikutinya diam-diam, Seul Bi memikirkan semua yang telah dia lupakan selama ini. Seul Bi kaget melihat Woo Hyeon tiba-tiba ada disampingnya.
Seul Bi : karena aku gak bisa mengingta, sakit ya rasanya?
Woo Hyeon : menunggu itu sakit
Seul Bi : seburuk itukah rasanya sendirian.
Woo Hyeon tidak merasa buruk tapi dia merasa sakit dengan kesendiriannya, Seul Bi memberitahunya kalau dia gagal menyatakan perasaannya pada Seong Yeol, Woo Hyeon hanya terdiam saat Seul Bi berkata seperti itu, Seul Bi tidak akan menyerah karena itu baru pengakuan pertamanya dan masih banyak kesempatan lian untuk mengungkapkan perasaannya pada Seong Yeol.
Saat lampu merah Seul Bi langsung berlari menyeberang jalan namun tiba-tiba ada mobil sedan berwarna merah melaju sangat kencang, Woo Hyeon pun menarik dan menyelamatkan Seul Bi untuk menghindari mobil tersebut, saat Woo Hyeon memeluknya Seul Bi merasakan detak jantung yang tidak aneh pada tubuh Woo Hyeon, saat itu Woo Hyeon langsung melepaskan pelukannya, saat Woo Hyeon sudah pergi Seul BI mulia mengingat masa lalunya bersama Woo Hyeon.


Seul Bi berjalan sambil mengingat masa lalunya, Woo Hyeon masih mengikuti Seul Bi diam-diam, Seul Bi menangis saat mengingat kembali masa lalunya, saat dia hampir tertabrak, merasakan ciuman pertamaa bersama Woo Hyeon, mempunyai pacar yang baik seperti Woo Hyeon, saat mendapatkan kalung pertamanya dari Woo Hyeon dan masih banyak hal lain yang Seul Bi ingat tenatng dirinya dan Woo Hyeon, Seul Bi menangist tersedu-sedu saat mengingat semua kenangannya, saat Woo Hyeon mengetahui kalau Seul BI menangis dia meminta maaf karena sudah memarahinya.
Woo Hyeon : pulanglah sudah larut malam dan istirahat.
Saat Woo Hyeon mulai berjalan pulang, tiba-tiba Seul Bi memanggilnya “Kang Sae-i!” sambil terus menangis, Woo Hyeon langsung berhenti dan merasakan bergai macam sedih, hareu senang semuanya campur aduk, perlahan dia membelikan badannya dan melihat Seul Bi yang tak henti menangis.
Seul Bi : aku... aku.... maafkan aku karena terlambat mengingat semuanya.
Woo Hyeon : Seul Bi .... (belari memeluk Seul Bi)
Akhirnya Seul Bi mengingat kembali semua kenangan bersama Woo Hyeon, Seul Bi terus meminta maaf karena telat mengingat semuanya dan sudah membuat Woo hyeon menunggu begitu lama, Woo Hyeon memeluk Seul Bi begitu erat karena dia sangat merindukan Seul Bi yang bertahun-tahun tak berjumpa.


Anak-anak merayakan ingatan Seul Bi yang telah kembali, Jae Seok dan Da Ye Ri pacaran dan Jae Seok sekarang sudah berubah drastis menjadi anak yang baik, GI Soo berpasangan dengan Young Eun, Joo AH dengan Tae Woo, Byung Hoo dengan Si gendut, hanya Ye Na yang tidak mempunyai pasangan tapi sekarang dia terlihat begitu senang. Dan sudah jelas kalau Seul Bi berpasangan dengan Woo Hyeon, Seong Yeol datang terlambat ke pesta Seul BI. Karen asemuanya sudah kumpul Tae Wook pun membuaka pestanya.
Tae Wook : ayo bersulang atas kembalinya ingtan Seul BI (semua anak-anak terlihat begitu gembira dengan kebersamaannya sekarang)
Ye Na : Hei, cobalah hilangkan ingatanmu sekali lagi, cukup bagiku untuk tak mengingatnya.
Young Eun : Hei. Itu bukan karena kamu tak ingat, itu karena kamu tak punya otak.
Semuanya menertawakan Ye Na namun dai tak mepedulikan ocehan anak-anak, Woo Hyeon menanyakan kadol ultanya Seul Bi, dia tidak mempersiapkan kado apapun di hari natalnya sekarang, Woo Hyeon mengatakan “kamulah kado natalku!”
Anak-anak iri dengan gombalan Woo Hyeon pada Seul BI, mereka berteriak karena Woo Hyeon terus menggombal, Woo Hyeon memasukkan tangannya untukm mengambil lado dan ternyata kadonya adalaaaaahhhh seperti biasa gombalan dan tingkah konyolnya Woo Hyeon “hahahaha semuanya tertipu” semuanya kembali bersulang merasakan natal sekaligus kembalianya ingatan Seul Bi, setelah acaranya selesai mereka mengambil foto berpasangan kecuali Seong yeol dan Ye Na karena mereka tidak mempunyai pasangan seperti yang lain (huhu kasian banget ya mereka).


Seul BI dan Woo Hyeon berjalan menikmati musim gugur brsama, Seul BI merasa pertemuannya seperti takdir dan cinta.
Seul BI : bersemayam dipikiran seseorang dan cinta.
Woo Hyeon : hanyalah sebutan saat usia 20th kami, kami merasakan jatuh cinta.
Mereka sangat bahagia bisa kembali seperti dulu, dan sekarang tidak ada orang yang mencurigai soal Seul BI adalah malaikat yang menjadi manusia.
Happy Ending... SELESAI!!!

Artikel Terkait

Previous
Next Post »