High School Love On Episode 16 PART 1

6/13/2016

Seong Yeol masih terus memegang tangan Seul Bi dan memintanya untuk menceritakab apa yang sebenarnya pada diri Seul Bi.
Seong Yeol : sbenarnya kau ini siapa? Apa yang kau sembunyikan?
Seul Bi : tak ada yang kusembunyikan. (sinarnya semakin terang)
Woo Hyeon akhirnya menemukan Seul Bi
Seong Yeol : jangan-jangan kau....
Woo Hyeon langsung berlari dan menutup mulut Seong Yeol “tutup mulutmu” sinarnya pun semakin terang sampai Seong Yeol dan Woo Hyeon menutup matanya karena amat silau. Seong Yeol melepaskan tangan Woo Hyeon yang menutup mulutnya dengan sangat kencang dan memperingatinya untuk mencari kebenaran yangh sebenarnya jika Woo Hyeon tak mau ngasih tahu, saat mereka sedang sibuk bicara Seul Bi langsung pergi.
Seong Yeol : sinar apa yang dipergelangannya? kau tahu belakangan ini sering bertingkah aneh, kau juga melihatnya!
Woo Hyeon : yang kulihat kau menganiaya Seul Bi! Kalau kau ganggu Seul BI lagi aku akan membunuhmu.
Saking kesalnya Seong Yeol teriak “aku akan mencaritahunya sendiri”


Saat Seong Yeol sedang mealmun dikamarnya tiba-tiba dia melihat buku di tasnya Woo Hyeon, dia pun mengambilnya dan ternyata buku yang dibawa Woo Hyeon tentang malaikat “semua hal tentang malaikat yang jadi manusia” Seong Yeol membuka dan membaca buku tersebut “tanda malaikat bersinar saat dicurigai atau dalam bahaya” saat Seong Yeol membuka halaman berikutnya buku itu tiba-tiba terbang dan Seong Yeol begitu sangat ketakutan. Ketika buku itu sudah terjatuh Seong Yeol langsung melemparkan bukunya dan Woo Hyeon pun masuk kamar.
Woo Hyeon : hei! Kenapa kau melihta barangku?
Seong Yeol : akhirnya aku tahu.
Woo Hyeon tak menanggapinya dan langsung menyuruh Seong Yeol untuk tidur karena sudah larut malam, dia tak lupa memperingatinya untuk tidak menindihnya saat tidur, Seong Yeol tak menanggapinya lagi dan Woo Hyeon pun melamun sambit tiduran.


Seul Bi melihat tanda di tangannya, dia takut kalau Seong Yeol memberitahukan pada orang lain dan semua orang pun mengetahui tentang dirinya, Seul Bi bicara dengan bonekanya “tolong jangan terjadi sesuatu pada kami”. Seul Bi sangat sedih dengan apa yang sudah terjadi dengannya tadi siang.


Woo Hyeon baru bangun dan langsung pegi ke kamar mandi untuk mandi, namun kamar mandinya diisi karena masih ngantuk dia pun tidur lagi depan pintu kamar mandi (gilla depan kamar mandi aja bisa tidur dia haha), Seong Yeol sudah beres mandi namun dia lupa tak membawa handuk, akhirnya dia pun berteriak meinta papanya untuk mengambilkan handuknya, Woo Hyeon mendengarnya dan dia pun malah menjahilinya dulu “bilang ‘tolong berikan’” dia menyuruhnya harus pake kedua tangan, Seong yeol pun membuka pintu dan memintanya untuk meberikannya handuk, eits pas dia lihat Woo Hyeon yang memberikan handuknya dia sangat kaget.
Woo Hyeon : lain kali bilang yang lebih imut saat minta tolong, menegrti?
Seong yeol langsung menarik handuknya dan tidak menanggapi permintaan Woo Hyeon, sesudah Woo Hyeon melihat Seong Yeol tak memakai baju dia malah membanggakan dirinya sendiri karena tubuh Seong Yeol tidak sebagus tubuhnya (haha dasar). Seong Yeol merasa kalau Woo Hyeon ingin main-main dengannya.


Joo Ah memberitahu Seul Bi untuk konsultasi cita-cita karena itu selalu dilakukan disekolahnya setiap tahun, Seul Bi baru mengetahui hal semacam itu dan menurutnya hal itu aneh (mungkin di dunia malaikat tidka ada kali ya hihi).
Seul Bi : memangnya kita akan ganti impian tiap tahun?
Joo Ah : lugu banget, apa tujuannya mimpi, kalau sebenarnya sungguh bikin pusing.
Seul BI mengagumi Joo Ah karena dia baik, cantik dan pandai, dia juga mengatakan kalau Joo Ah akan berhasil, Joo Ah pun tersenyum mendengar semua perkataan Seul Bi.


Saatnya Joo Ah berkonsultasi dengan guru etika, guru etika menanyakannya kenapa tidak melanjutkan kuliah dan jika alasannya karena keuangan masih bisa karena ada beasiswa untuk para siswanya.
Joo Ah : rumah saya akan bocor meski saya kuliah
Guru etika : mungkin saat hujan memang bocor, tapi setidaknya bisa kamu coba menutupny dengan pelapis anti bocor.
Joo Ah pun merenungi apa yang dikatakan guru etika, sekarang giliran Woo Hyeon yang konsultasi, jawaban Woo Hyeon begitu mengetjutkan impiannya hanya ingin cepat dewasa, guru etika mengatakan kalau hal itu kerap terjadi di kalangan siswa.
Woo Hyeon : karena jika ssaya dewasa, saya tak membutuhkan seseorang untuk merawat saya, karena setidaknya saya bisa perhitungkan pilihan yang saya buat.
Guru etika tak menanggapi lagi jawaban Woo Hyeon, yang lebih mengejutkan lagi adalah impian Seul Bi, di mempunya impian ingin menjadi manusia, saat mendengar apa yang Seul Bi inginkan guru etika langsung tertawa.
Guru etika : memangnya sekarang ini kamu bukan manusia?
Seul Bi pun tersenyum malu dan guru etika berterima kasih padanya karena sudah membuatnya tertawa.


Dikelas Seong yeol terus memperhatikan pergelangan tangan Seul Bi, Seong Yeol pura-pura menumpahkan air karena dia ingin melihat reaksi tanda ditangan Seul Bi “kamu tak apa? Maaf” Seul Bi langsung berdiri dan menjauh darinya, Seong Yeol pun langsung menghampuri Seul bI sambil memegang tangannya “aku tak bisa memalingkan pandanganku darimu” huuuuuu semua murid menggerutu, tiba-tiba Pak Han masuk kelas saat Woo Hyeon begiitu dekat dengan Seul Bi.
Pak Han : jaga jarak, tak boleh pacaran, apa tidak tahu ? Ini sangat memalukan, cepat lepaskan!.


Seong Yeol dan Woo Hyeon pergi ke taman sekolah, mereka membahas soal apa yang disembunyikan Seul Bi dan Woo Hyeon sudah mengetahui apa yang ingin dia lakukan dengan rahasia Seul Bi, Seong Yeol tidak akan melakukan apa-apa jika Woo Hyeon memberitahunya dari awal, ketika Seong Yeol pergi baru beberapa langkah, Woo Hyeon memperingatinya untuk menutup mulutnya apapun yang dia ketahui, Seong Yeol langsung berhenti dan berbalik.
Seong Yeol : kalau begitu mau aku ungkap saja?
Disamping itu Seonbae berada di raung informasi, entah apa yang akan dia perbuat di ruangan informasi.


Saat Tae Wook sedang memainkan ponselnya tiba-tiba Jae Seok mengambil ponselnya dan mengatakan “sekarang kau adalah pemberi dataku” Tae Woo kaget dan berusaha mengambil ponselnya, Jae Seok bilang padanya kalau Tae Wook sekarang berbeda dan menjadi tidak peka, jae Seok menyuruhnya nanti keluar bersama Byung Hoo (sambil menunjuk pada Byung Hoo yang sedang tidur pulas dikelas).


Ternyata seonbae mengaktifasi semua jaringan speaker di semua tempat yang ada di sekolah, dia ingin membuat semua orang yang berada di sekitar Seul Bi menderita dan merasakan apa yang dia rasakan saat di tinggalkan oleh Seul Bi, entah apa yang akan terjadi dengan rencana Seonbae.


Tae Wook memeluk Jae Seok, ternyata itu tak tik-nya supaya Jae Seok mengembalikan ponselnya lagi sambil bilang “kau bisa mengamnil semua dataku, aku akan mengupgrade milikku, gunakan dan tenang saja” di saat rayuan tae Wook pada Jae Seok tiba-tiba speaker berbunyi “haruskah kuungkap guru etika itu mama tiriku dan mama kandungmu? Kau pegang seolah-olah senjatamu dan ternyata tidak berhasil” semua percakapan antara Seong Yeol dan Woo Hyeon mengenai guru etika terdengar oleh semua murid dan semua guru di sekolahan, Seul Bi sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya karena itu semua terdengar oleh semua warga sekolah.
Seong Yeol dan Woo Hyeon heran kenapa bisa semua percakpannya masuk ke pusat informasi sekolah, Seong Yeol malah mengambil kesempatan itu untuk mengungkap semuanya dan menjatuhkan guru etika “guru etika yang bertanggung jawab atas konseling siswa, dia malah menelantarkan anak kandungnya dan merawat anak tirinya” Woo Hyeon menghentikan semua perkataannya.
Guru etika sangat terkejut dan lemas saat mendengar semuanya, Woo Hyeon memintanya untukk menghentikan semuanya namun Seong Yeol malah bilang “aku belum melakukan semuanya dengan sadar”.
Woo Hyeon : untuk kebaikan siapa aku harus menutup mulutku? Kau atau mamamu?
Woo Hyeon : Hwang Seong Yeol! (Seong Yeol langsung pergi) demi kebaikanmu kunyuk!
Setelah mendengar apa yang dikatakan Woo Hyeon, Seong Yeol berhenti di tengah perjalanan sejenak dan meneruskan kembali perjalanannya, Seonbae pun meng-non aktifkan kembali speaker untuk informasi.


Seul Bi mencari Woo Hyeon di semua tempat, akhirnya dia menemukan Woo Hyeon dan menyuruhnya untuk menegakkan badan, Woo Hyeon malah menyuruh untuk menjauhinya karena semua orang melihatnya karen akan menjadi pusat perhatian semua murid sekolah,
Seul Bi : tak masalah, kau juga kan terbiasa
Woo Hyeon pun tersenyum, Seul Bi kaget melihat Jae Seok dan Tae Wook menghampirinya, Jae Seok mengatakan kalau kisahnya seperti drama
Tae Wook :  akan menjadi saudara antara Seong Yeol dan Woo Hyeon jika benar guru etika mama kandung Woo Hyeon dengan seorang cewek di keliling kalian.
Woo Hyeon : bahkan mendongkrak rating kan? Semangat! (langsung pergi)
Seul Bi mengejek mereka dengan kata “kalian bertiga sseperti saudara buruk rupa, mana yang terakhir? Semangat!” (menyusul Woo Hyeon), Jae Seok kesal dengan perlakuan mereka dan akan memberinya pelajaran.
Tae Wook : bruk rupa? Mamaku bilang aku yang apling ganteng se-dunia.
Jae Seok menyuruh Tae Wook untuk membawa Byung Hoo sekarang juga ke hadapannya, Tae Wook saat kaku saat menerima perintah seperti itu karena Byung Hoo adalah teman dekatnya.


Tae Wook akhirnya menemukan Byung Hoo, Byung Hoo melepaskan tangan Tae Wook dan memberitahunya kalau dia lebih suka dipukul daripada harus terus menjadi budak jae Seok.
Tae Wook : Hei! Aku gak mau melihat kau di pukul.
Byung Hoo tersenyum sambil menepak punggung Tae Wook “bego! Aku juga tak mau dipukul” Tae Wook mengajaknya untuk kabur dan memberitahu Byung Hoo kalo ponselnya di jabel Jae Seok jadi tidak bisa menghubungi Byung Hoo, eits tiba-tiba Jae Seok ada di antara mereka.
Jae Seok : aku akan menukar ponselmu dengan milik Byung Hoo (sambil menunjukkan ponselnya)
Mereka salling bertatapan, daaaaannnn mereka pun langsung kabur dengan arah yang berbeda namun Jae Seok memilih untuk mengejar Byung Hoo.


Ketika Woo Hyeon sedang merenungi apa yang telah terjadi hari ini, teman-temannya datang.
Gi Soo : Hei Friend! Bisa kupukul kau hari ini, kalau Kau mau mati hari ini? 
Woo Hyeon menanggapinya dengan tenang, namun Gi Soo begitu kesal denga semua rahasia Woo Hyeon, Woo Hyeon mengatakan “kalau aku tahu dari dulu, biasakah kalian buat guru etika menjadi bukan mamaku?”
Joo Ah : benarkah aku di terlantarkan?
Woo Hyeon : bukan di terlantarkan, aku hanya bukan pilihannya.
Gi Soo menganggapnya itu sama saja dengan di terlantarkan dan mama macam apa yang bersikap seperti itu terhadap anaknya, Woo hyeon bilang kalau guru etika sekarang adalah mama Seong Yeol.
Chun Shik : kau dan Seong Yeol baik-baik saja?
Setelah mereka duduk dan melakukan banyak percakapan Woo Hyeon greget dengan apa yang dikatakan mereka, dia malah mencubit pipi mereka (hehe lucu), Gi Soo menanyakan “selama tinggal dirumahnya apa papa Seong Yeol baik” dia menayakan banyak hal tentang itu, Joo Ah merasa kalau gur etika tidak seburuk yang kalian pikir.
Joo Ah : aku senang setidaknya kau bisa tinggal bersama Seul Bi.
Gi Soo : kalau Seong yeol mengganggumu katakan apdaku, aku akan menonjoknya.
Woo Hyeon meminta mereka untuk membantunya agar tidak kena masalah, tiba-tiba Byung Hoo datang dengan sangat ketakutan dan khawatir, dia mencari Tae Wook, namun Gi Soo malah berpikiran Tae Wook dan Jae Seok akan ke kedai dan membuat keributan lagi.
Byung Hoo : papa Tae Wook kecelakaan, dan dia sekarang lagi di operasi, ini ponselnya ada padaku.
Suasananya berubah menjadi penuh ke khawatiran.


Seul Bi meghampiri Seong Yeol yang sedang berjalan sendirian dan menanyakan keadaannya, dia begitu khawatir dengan Seong Yeol, Seong Yeol malah menanyakan yang terjadi tadi di sekolah.
Seong Yeol : tadi bukan kecelakaan siaran, kan?
Seul Bi tidak mengetahuinya, Seong yeol menuduhnya kalau semua masalah yang sering terjadi itu gara-gara Seul Bi.
Seul Bi : jusru kau lah yang membuuat semuanya jadi aneh, kasih Woo Hyeon kesempatan untuk memanggil mamanya, kau harus berterima kasih pada beliau, kenapa kau ambil darinya.
Seong yeol : (membentaknya) justru dia yang mengambilnya dariku.
Seul Bi : aku akan mendengarkanmu, aku akan melihatmu sampai kau merasa baikan, jadi tolong hentikan.
Seul Bi meminta Seong Yeol menghentikan semua ke konyolannya namun Seong yeol tidak menanggapi semua permintaan Seul BI.


Joo Ah menunggu Tae Wook di depan kedai sendirian, dia begitu khawatir dengan papa tae Woo, Tae Wook pun datang sambil membawa buku Joo Ah “ta taaaa....” Joo Ah langsung menyuruhnya untuk pergi kerumah sakit dan memberitahu kalau papanya kecelakaan, dari raut wajah yang begitu gembira berubah menjadi penuh kesedihan, Tae Wook langsung lemas dan berlari ke rumah sakit.
Joo Ah mengambil buku yang tadi dibawa Tae Wook terjatuh, Woo Hyeon da Byung Hoo datang dan menanyakan apa tae Wook sudah  datang, Joo Ah hanya mengangguk dan masih khawatir, Byung Hoo emosi “aku akan membunuh Jae Seok” saat Byung Hoo mau mencari Jae Seok, Woo Hyeon menahannya dan menyuruhnya untuk pergi ke rumah sakit menemani Tae Wook, Joo Ah menangis karena papa dari orang yang dia sukai sedang kritis di RS.


Ketika Woo Hyeon sedang melamun di kedai sendirian tiba-tiba semua barang yang di kedai bergerak mendekatinya dan berjatuhan, Woo Hyeon berteriak “siapa kau? Kalau berani muncul, aku tak akan menyerahkan Seul Bi” “ Seul Bi dan aku tida akan berpisah” “akan kulindungi dia dengan nyawaku jadi kau menyerah saja” saat semuanya berhenti Woo Hyeon langsung beralri keluar.
Sesampai di luar Seul Bi baru pulang, dia pun langsung membawa lari Seul Bi, Seul Bi aneh dengan sikap Woo Hyeon yang tiba-tiba membawa lari dirinya tanpa berbicara sedikit pun.


Woo Hyeon membawanya ke seuatu tempat, sesampai disana Seul Bi menanyakan “apa yang terjadi?” dia menjawabnya dengan alsana yang tak masuk akal “aku hanya ingin olah raga, belakangan ini kondisi tak bagus” Seul Bi terus melihat ke arah kedai dan melihat Woo Hyeon yang begitu kelelahan efek lari barusan.
Woo Hyeon : jangan melototiku, wajhku bisa memudar (sempat-sempatnya ya dia becanda).
Seul Bi memrasa bersalah, belakangan ini Woo Hyeon sering kehabisan nafas karenanya, Woo Hyeon menenagkannya dengan perkataan “ini bagus, dan berartia ku sehat”, Seul BI pun senang mendengarnya, Woo Hyeon melihat kedai-nya dari kejauhan.


Saat makan malam hanya ada Seul Bi, Woo Hyeon dan mama nya, mereka khawatir dengan Seong Yeol dan papanya karena tak ada kabar dari mereka, mamanya Woo Hyeon memutuskan untuk mencarinya dan menyuruh mereka untuk makan malam duluan, Woo Hyeon menahannya karena mamanya belum makan seharian dan Woo Hyeon lah yang akan mencari mereka.
Woo Hyeon minta maaf pada Seul Bi karena malam ini tidak bisa membantu mencuci piring, Seul Bi tidak papa walaupun Woo Hyeon tidak bisa membantunya dan menyurunya untuk cepat kembali menemukan Seong Yeol dan papanya. Guru etika menyuruh Seul BI untuk makan padahal dirinya belum makan dan malah melamun.


Seong Yeol membuat onar di jalanan dan sekarang dia dibawa ke kantor polisi karena sudah memuukul orang tanpa alasan, polisi teman papanya heran dengan kelakuan putra temannya sekarang karena dia orang yang sangat baik dan lugu, dia meminta kejelasan dari Seong Yeol namun Seong Yeol tidak mau berdamai dan minta di proses, orang yang kena pukul marah marah “Hei! Begini caramu di besarkan?” Seong Yeol kesal dengan perkataanya.
Seong Yeol : tidak, aku di ajari melawan, kalau ada orang yang menyumpahi orang tuaku
Orang itu semakin kesal, begitupun dengan Seong Yeol, dia langsung mengangkat kursi dan ingin memukulinya, polisi pun langsung mengehntikan aksi Seong Yeol.
Seong Yeol : aku boleh menginap setelah melemparkan kursi ini?
Polisi itu menenangkan Seong Yeol dan orang yang kena pukul sudah bisa pulang, papa Seong yeol menemui orang yang kena pukul dan meminta maaf atas kelakuan putranya dan sangat merasa malu atas apa yang telah dilakukan Seong yeol.


Papa Seong Yeol menemuinya dan sudah tertidur di penjara, dia merasa khawatir dengan apa yang putranya lakukan, temannya menanyakan hal yang tak wajar “kenapa? Bukannya dia nak yang baik?” papanya tidak menjawab namun dia menyuruhnya untuk membiarkan putranya menginap di penjara karena iitu semua kemauannya.
Temannya merasa kalau ini bukan solusi yang baik, dia merasa tidak enak dengan tindakannya yang telah mengijinkan anaknya untuk menginap di penjara, dia berteriak-teriak “kapten!”


Papa Seong Yeol masuk ke ruang tahanan dengan membawa selimut, dia menyelimuti putranya dan membuka earphone-nya, papa Seong yeol menyenderkan kepala Seong Yeol di pundaknya, dia merenungi apa yang terjadi dengan dirinya dan putranya.
Papa : setelah masa pubermu berlalu, benarkan ini tempat pertama yang bisa papa nikmati bersamamu,
Papa Seong Yeol merasa bersalah atas kejadian yang menimpa anaknya dan meminta maaf, ternyata Seong yeol terbangun dan mendengar semua perkataan papanya namun papanya tidak mengetahui hal itu.
Woo Hyeon datang ke kantor polisi mencari papa dan Seong Yeol, akhirnya dia menemuka mereka, dia terkejut dan berkaca-kaca saat melihat Seong yeol tidur dalam ruang tahanan bersama papanya, dia tidak mau mengganggu mereka, karena sudha melihat Seong yeol dengan kondisi baik-baik akhirnya Woo Hyeon pulang.


Seul Bi menunggu Woo Hyeon di luar, tiba-tiba dia melihat Seonbae disekitar rumahnya, Seul Bi pun memanggil dan menghampiri Seonbae.
Seonbae : mereka bilang pengakuan bisa dilakukan kapan saja, tapi penolakan harus dikatakan dengan lentang dan jelas, jangan sakiti siapapun dan kembalilah ke tempatmu, kumohon.
Seonbae : aku juga tak tahu kenapa aku melakukan ini, mana bisa aku kembali. Aku gak bisa kembali gara-gara kau. Aku mengenakan baju malaikat tapi aku bukan lagi malaikat.
Seul Bi mengetahui bagaimana perasaan Seonbae-nya tapi menurutnya itu semua tindakan yang salah, dia tidak bisa menghentikan karena menurutnya menolak dan kembali tidak semudah yang Seul Bi bayangkan. Seonbae melihat Woo Hyeon datang dan akan melakukan sesuatu, Seul Bi juga melihatnya, saat Seonbae mau melakukan sesuatu Seul Bi berteriak ‘Seonbae hentikan!’. Woo Hyeon menghampiri Seul Bii “ada apa?” Seul BI tidak memberitahunya dan terus menghentikan Seonbae, Woo Hyeon langsung melindungi Seul BI dan teriak-teriak untuk memperlihatkan wujudnya dan tidak mengganggu Seul BI lagi, saat Woo Hyeon mengatakan “aku akan baik-baik saja selama Seul BI baik-baik saja” Seonbae langsung mengurungkan niat buruknya dan menghilang


Saat guru etika datang dengan mobilnya semua orang tua murid langsung mengejar mobilnya yang sudah terparkit, guru etika sangat terkejut dengan apa yang dia lihat saat itu, Woo Hyeon dan Seul BI melihat mobil guru etika sudah dirempug para orang tua dan Woo Hyeon langsung menghampiri mobil guru etika dan mencoba melindunginya, para orang tua terus berteriak-teriak “bagaiamana bisa dia mengajar etika setelah cerai dan menelantarkan putranya? Dia pasti menikah demi uang”.
Guru etika begitu shock, Woo Hyeon dan guru etika saling bertatapan dan akhirnya guru etika keluar Woo Hyeon dan teman-temannya pun membantu guru etika untuk keluar dengan selamat tanpa lecet sedikitpun, semua murid mem-video kejadian itu, saat Seong Yeol datang guru etika sudah diawa Woo Hyeon masuk sekolah, Seong Yeol tidak menyangka akan seperti ini.


Semua murid membicarakan dan melihat video yang barusan terjadi, saat Seong yeol masuk kelas semua murid langssung melihatnya namun Seong yeol tak menanggapinya, sesampai di bangkunya Seong Yeol menatap Woo Hyeion dengat sangat tajam, Seul Bi langsung menggeserkan kursinya dan menghalangi Seong Yeol yang terus menatap Woo Hyeon.
Bel pelajaran pun bunyi, Jae Seok memukul mejanya dan teriak “ini kelas etika yang tak elit, kalian semua tak mau keluar?” Jae Seok mendorong bangku Chun Shik dan menyuruhnya untuk segera keluar, ketua kelas langsung berdiri “sekarang sekolah dijadikan guyonan” dan langsung keluar kelas, Jae Seok memintanya untuk bilang sesuatu pada papanya, Jae Seok salut dengan ketua kelasnya karena ssudah berani memulai keluar kelas.
Saat semua murid hampir keluar semua, Gi Soo menahan Young Eun untuk keluar kelas namun Young Eun tak mendengarkannya kerena dai tidak mau melihat Gi Soo, Guru etika masuk kelas dan meminta muridnya untuk kembali dduduk.
Jae Seok : anda harusnya pulang dan beristirahta demi kebaikan. (langssung keluar berssama teman-temannya).
Guru etika memulai pelajaran-nya, Seong yeol malah menggunakan Earphone-nya namun Seul Bi memberitahunya untuk tidak menggunakan earphone saat pelajaran berlangsung, guru etika langsung menghampirinya dan membuka earphone-nya sambil “lepas atau keluar?” Seong yeol merebut kembali earphone-nya dan keluar kelas, teman-temannya yag tersisa 7 orang langsung melihat Seong yeol. Guru etika tak menghkiraukan-nya dan memulai pelajaran.


Istirahat oun tiba, Da Ye Ri mengikuti Young Eun dan si gendut mengajak Da Ye Ri untuk  jajan di kantin, Da Ye Ri menolaknya karena dia ingin mengejak makan berdua sama Young Eun namun Young Eun menolaknya, ditengah perjalanan mereka melihat Ye Na membawa roti kesukaan Young Eun sendirian.
Ye Na langsung menyembunyikan rotinya dan Young Eun pun berubah pikiran dengan penawaran Da Ye Ri, dia langsung amu dan mengajaknya untuk nonton setelah makan, mereka langssung pergi dan melewati Ye Na dengan amat sombong, Young Eun berbalik kebelakang melihat Ye Na namun si gendut menahannya dan melanjutkan perjalanan mereka.
Seul Bi melihat Ye Na yang begitu sedih tanpa ada yang menemaninya. SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 16 PART 2

Artikel Terkait

Previous
Next Post »