Advertisement
Advertisement

Ye Na memakan rotinya di kamar mandi sambil menangis, dia duduk di atas kloset dia ingin minum kareana makanannya tersendat, tiba0tiba ada yang mengetuk pintu kamar mandi, dia langsung menutup mulitnya agar tiadk ada yang mengetahui kalau dirinya di dalam, ternyata ada orang yang memberikan minuman kotak untuknya entah siapa yang berbaik hati padanya. Ye Na pun heran dan siapa yang masih peduli padanya.


Seong Yeol, Woo Hyeon dan teman-teman sekelasnya sedang piket membersihkan ruangan kelas termasuk mengelap kaca dan mengepel lantai, tiba-tiba Gi Soo datang memberitahu Woo Hyeon kalau guru etika mengundurkan diir dari sekolah, Seong Yeol mengundurkan diri tapi dia tak menghiraukannya, Woo Hyeon langsung menghampirinya.
Woo Hyeon : apa ini yang kau inginkan?
Seong Yeol : menurutmu? (menaruh alat pembersih kacanya).
Jae Seok datang dan langsung duduk manis di atas bangku dan ngomel-ngemol “sebagai saudara kalian sering seklai berantem, siapa yang lebih tua? Kau? Kau?” sambil menunjuk pada Woo Hyeon dan Seong Yeol, Woo Hyeon emosi dengan perkataan jae Seok, Seong Yeol langsung melemparkan alat pembersih kaca dan keluar kelas, Jae Seok repot sendiri menyuruh Seong Yeol untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun tak Seong yeol hiraukan.


Tae Wook dan Byung Hoo masuk kelas, Tae Wook begitu kesal pada Jae Seok “Choi Jae Seok aku akan membunuhmu” Byung Hoo menahannya.
Jae Sok  : kenapa baru nongol sekarang? 
Amarah Tae Wook tak terkendali dan langsung memukul Jae Seok dengan keras, Woo Hyeon memisahkan perkelahian mereka namun Tae Wook berusaha melepaskan pegangan Woo Hyeon dan ingin terus memukul Jae Seok sampai meti, Tae Wook terus teriak-teriak pada Jae Seok “gara-gara kau aku tak bisa melihat papa di operasi” dan memperingatinya kalau papanya tak sadar dia yakin akan membunuh Jae Seok.
Byung Hoo terus menahan Tae Wook dan bilang kalau dia yang akan membunuhnya, namun Woo Hyeon juga menahan emosi Byung Hoo.
Byung Hoo : kau tahu apa yang telah dia lakukan padanya?
Woo Hyeon : harusnya jangan kau biarkan seperti itu! Dengan begitu dia akan sadar, kau pergi saja dan tenangkan Tae Wook.
Jae Seok hanya terbaring kesakitan tanpa ada perlawanan, Byung Hoo pun membawa Tae Wook untuk di tenangkan, Jae Seok bilang kalau Woo Hyeon pasti senang melihatnya berkelahi namun Woo Hyeon tidak begitu, dia tidak menyukai bencanda Jae Seok yang membuat orang lain terluka.
Jae Seok : kecebong! Beraninya kau mengguruiku!
Woo Hyeon : levelmu bahkan lebih kecil dari kecebong. Belajarlah cari teman, harus! (langsung pergi meninggalkan Jae Seok dan Gi Soo pun mengikutinya).


Seul Bi dan teman-temannya sedang membahas tentang guru etika yang mengundurkan diri, mereka membuat startegi agar guru etika tidak dikeluarkan, Gi Soo beranggapan kalau demi Woo Hyeon itu bagus. Seul Bi memberi penjalasan pada anak-anak tentang guru etika yang sebenarnya.
Joo Ah  : guru etika memang dingin orangnya, tapi beliau sangat peduli sama anak-anak
Chun Shik menanyakan Woo Hyeon apda Seul Bi, Seul Bi memberitahunya “mungkin dia lagi agk mood, kita ssaja yang menegrjakannya” jika kalian semua setuju ayo kita lakukan. Mereka akan membuat informasi di papan pengumuman sekolah, web dan pusat informasi lainnya bahkan mereka akan meyakinkan apra orang tua murid di sekolah mereka.
Gi Soo bangga dengan Chun Shik dan teman yang lainnya, mereka pun mulai membuat kertas partisinya, mereka begitu semangat membantu guru etika untuk tidak mengundurkan diri.


Seong Yeol melihat informasi di website sekolahnya, dia membaca semua posstingan para murid dan orang tua murid yang berisi “keluarkan guru etika yang tak beretika” namun di website itu ada juga yang memposting yang baik tentang guru etika seperti  “guru etika memang dingin orangnya tapi dia sangat peduli pada anak-anak”.
Seperti biasa setelah pulang sekolah Jae Seok juga selalu pergi ke warnet untuk bermain game, dia melihat kalau Seong yeol khawatir apda mama tirinya, Jae Seok memberitahu sesuatu pada Seong Yeol.
Jae Seok : kurasa aku jadi kecebong lagi.
Seong yeol : selamat, kunyuk!
Jae Seok menundukan kepalanya pada meja warnet, dia merasa takut hidup sendirian lagi tanpa ada orang yang menemani dan mengerti keadaannya.


Woo Hyeon sedang menunggu guru etika di parkiran, akhirnya guru etika datang dan turun dari mobil, Woo Hyeopn pun menghampirinya dan menanyakan sesuatu “apa benar anda mengundurkan diri?” guru etika menjawabnya dengan berbagai alasan.
Guru etika : ak muak dengan para murid juga kalian berdua, aku tak ingin melihatmu di sekolah.
Woo Hyeon : saya dengar anda menjadi guru, berharap bisa punay kesempatan bersamaku
Guru etika menjelaskannya lagi, kerna waktu itu tidka ada Seong yeol dan merasa berat dengan kehadiran berdua disekolah, Guru etika menyuruhnya untuk ikut campaur masalahnya karena hanya akan membuat Woo Hyeon terluka, setelah itu guru etika langsung pamitan pergi.


Disaat suaminya sedang membereskan pakaian karena akan dinas dan tidak akan pulang untuk malam ini, guru etika malah bengong dengan tatapan kosong. Suaminya begitu kasian melihat istrinya begitu terpukul, dia pun menyuruhnya untuk bersitirahat dan mengingatkannya untuk nanti saja mencari sekolah baru.
Suami : tak nyaman bagi Woo Hyeon dan Seong yeol, benar kamu tak bisa menghubungi papanya Woo Hyeon?
Suaminya merasa kalau menyatukan Woo Hyeon dan Seong Yeol itu bukan keputusan yang tepat, guru etika baru angkat biacara setelah mendengar perkataan suaminya mengenai Woo Hyeon “kamu hanya melihat Seong Yeol saja? Woo Hyeon yang pura-pura tak apa-apa, tidak kamu melihatnya?
Suami : kalau begitu jangan kau biarkan mereka menderita dan cari solusinya.
Guru etika : maksudmu pilihan mencari papanya di amerika dan mengirim Woo Hyeon kesana? Baik untuk Seong Yeol tapi Woo Hyeon terluka, apa itu yang aku maksud?
Suami : kalau tahu Seong yeol akan menderita aku tidak akan mengijinkan Woo Hyeon tinggal dirumah kita.
Guru etika menegaskannya kalau dia tidak akan mengirim Woo Hyeon kemana-mana dan akan membesarkannya sendiri, tanpa pamitan suaminya langsung pergi dinas. Ternyata Woo Hyeon mendengarkan percakapan antara mama dan suaminya..


Seong Yeol sedang asyik membaca buku di kamarnya, Woo Hyeon pun masuk dan duduk di kursi, tiba-tiba Seong yeol membahas tentang mama tirinya.
Seong Yeol : kalau di dipecat dari sekolah, kalaian berdua bisa jalankan kedai ddeokbokki bersama.
Woo Hyeon : bukan ide yang buruk, makasih atas masukannya
Seong yeol malah melemparkan bantal pada Woo Hyeon dan menyuruhnya untuk keluar, meraka malah saling melemparkan bantal dan menyur untuk keluar dari kamar, Woo Hyeon merasa ini gak ail karena Seong yeol juga pernah tinggal dirumahnya dan bertingkah seperti dirumah sendiri, mereka terus saja berantem dan akhirnya Woo Hyeon lah yang mengalah dan keluar dari kamar Seong yeol.


Woo Hyeon tidur depan pintu kamar Woo Hyeon, dia begitu lelap walau hanya tidur di lantai dan tak beralaskan apapun hanya ditemani bantal yang dia peluk, tiba- tiba mamanya keluar kamar dan melihat putranya tidur depan pintu tanpa beralaskan apapun bahkan selimbut, mama Woo Hyeon pun langsung kembali ke kamar untuk membawa selimut dan memakaikannya pada Woo Hyeon.


Para orang tua murid masih berdemo depan sekolah agar guru etika di pecat dari sekolah dan berhenti mengajar, Seul Bi dan temannya juga membuat patisi untuk guru etika, meraka meminta para murid untuk menandatangan kolom yang telah disediakan agar guru etika tidak di keluarkan, Seul Bi dan temannya meminta para murid untuk menandatanganinya namun belum ada yang mau menandatanganinya stu muridpun.
Ketika Woo Hyeon datang, dia melihat sudah bnyak orang tua murid berdemo di depan sekolahnya gar guru etika dikeluarkan, saat dia melihat Seul Bi sedang mengadakan petisi untik guru etika dia lngsung membawa Seul Bi ke belakang, dan Seong Yeol juga terkejut melihat Seul Bi yang bersusah paya membuat petisi untuk guru etika. Woo Hyeon membicarakan sesuatu dibelakang.
Woo Hyeon : kau berangkat pagi-pagi untuk ini?
Seul BI : gak adil membiarkan beliau pergi seperti ini.
Woo Hyeon membetritahunya kalau ini semua keputusan guru etika tanpa ada paksaan dari siapapun, Seul BI juga memberitahu Woo Hyeon kalau guru etika pergi agar Seong Yeol dan Woo Hyeon tidak menderita dan yakin kalau guru etika melakukan semua ini untuk menyelamtkan Woo Hyeon dari semua masalah, Seul Bi meminta Woo Hyeon untuk menandatangani petisinya karena belum mengjasilkan banyak tanda tangan dan belum memenuhi Syarat. Woo Hyeon ingin guru etika pergi, tapi Seul Bi merasa kalau guru etika pergi Woo Hyeon akan terluka.


Joo Ah sedang mengambil minuman dan tae Wook menunggu sambil memperhatikan orang yang dia sukai, ternyata Joo Ah mengambil minuman untuk Tae Wook dan menanyakan keadaan papanya, Tae Wook memberitahu Joo Ah kalau papanya baru sadarkan diri, Joo Ah pun senang dan tidak terlalu khawatir lagi, 
Taae Wook : kamu ikutan cemas?
Joo Ah : (pura-pura tak mencemaskan papanya) aku mau kasih ini makanya aku cemas.
Tae Wook : kalau aku tanda tangan kamu mau kasih apa?
Dengan polosnya Joo Ah bilang “kan aku sudah kasih jus, Tae Wook merasa kalau itu semua dogokannya dan pura-pura mengembalikan minumannya, Joo Ah langsung marah dan pamitan pergi, karena Joo Ah marah Tae Wook mau menandatangani petisinya


Gi Soo sedang menunggu Young Eun dan dia mau minta tanda tangannya, akhirnya Young Eun keluar dari kamar mandi, Gi Soo pun langsung menmberikan papan patisinya agar Young Eun tanda tangani, Young Eun marah karena Gi Soo mengagetkannya.
Gi Soo : habis BAB ya? Tolong tanda tangan ini
Young Eun jujur padanya kalau dia tidak suka guru etika, Gi Soo berusaha memberi pengertian karena guru etika mama Woo Hyeon juga mamanya Seong Yeol.
Young Eun : kunyuk satu itu pasti setuju guru etika di pecat.
Gi Soo : dia jahat sekali pada mama tirinya, Woo Hyeon bahkan tidak bisa memanggilnya mama, benar-benar jahat dia.
Young Eun : kau gak ngerasa terlalu ikut campur urusan orang lain.
Gi Soo hanya tidak ingin Woo Hyeon susah dan kembali meminta tanda tangan Young Eun, akhirnya Young Eun mau menandatangani petisinya, Gi Soo senang menerima tanda tangan Young Eun dan berterima kasih, Young Eun bilang dia hanya ingin balssa dendam pada Seong yeol.


Seul Bi meminta tanda tangan apda Da ye Ri dan si gendut yang sedang asyik ngobrol.
Da ye Ri : aku gak tertarik pada para guru, sama seperti mereka tak peduli pada kita.
Seul Bi : aku gak tanya masalah pribadi, ini hanya untuk menghentikan pemecatan yang tak adil.
Si gendut : Woo Hyeon dan Seong Yeol tanda tangan? Apa dia akan menandatanganinya?
Mereka ingin Woo Hyeon dan Seong Yeol yang menandatangani duluan baru mereka mau menandatanganinya, Seul Bi pun tak menghasilkan apa-apa. Tiba-tiba Ye Na datang dan mengambil papan petisinya itu, tapi dia akan menandatangani yang berlawanan dengan Seul Bi.
Ye Na : kau bertindak sejauh ini mau mengesankan Woo Hyeon? Sudahlah... Woo Hyeon akan tanda tangan dimana?
Seul Bi menunjukkan di kolom “penolakan pemecatan” Ye Na pun menandatangani di kolom penolakan pemecatan dan mknta Seul Bi untuk memastikan Woo Hyeon kalo dia tau perasaannya sama dengan Woo Hyeon.
Seul Bi meminta ye Na untuk makan siang besok, Ye Na langsung berhenti “jadi kau? Yang meberikan susu?” ternyata yang meberikan susu pada ye Na sewaktu di kamar mandi kemarin adalah Seul Bi.
Seul Bi : harusnya kau makan siang denganku dan akan ku traktir
Ye Na menolaknya dengan alasan dia sedang diet, Seul BI hanay tersenyum melihat semua kebohongan yang terpancar dimuka ye Na.


Seul Bi mencari mangsa lagi untuk dimintai tanda tangan banyak murid yang menolak untuk mendukung guru etika, Woo Hyeon melihat usaha Seul Bi yang sudah sejauh ini memperjuangkan guru etika.
Pak Han makan roti sendirian sambil menangis “kenapa aku harus makan roti seperti ini?” tiba-tiba ketua direksi menepuk pundaknya, pak Han mengira kalau itu muridnya dan dia pun langsung memarahinya.
Pak Han : hei! Kau tak tahu apa ? gurumu sedang makan. Jangan ganggu yang sedang makan, bahkan anjing sekalipun tidak boleh diganggu, kau taidak tahu? Apa alasan kau melakukan ini padaku? Ingin dipukul atau apa?
Ketua direksi kesal dengan tingkah pak Han yang selalu kese[pian dan tak bergairah, akhirnya ketua direksi angkat bicara “5. kau duduk kaget dan duduk menahan rasa malu?” pak Han kaget melihat ketua direksi dna langsung melemparkan rotinya, sayangnay ketuia direksi tidak suka melihat orang yang membuang makanan dan membuat sampah sembarangan.
Pak Han : saya hanya menyimpannya, oh oh saya senang sekali jika mencarinya kembali
Pak direksi menanyakan hal yang dilakukan anak-anak terhadap guru etika, pak Han pun menjelaskan apa yang dilakukan anak-anak, pak direksi mendukung aksi anak-anak yang semakin dewasa mengambil keputusan, pak direksi juga meminta saran dari pak Han, pak Han pun juga meneyetujuai apa yang pak direksi putuskan (pak Han selalu melakukan apa yang pak direksi sukai).


Gi Soo kesal pada guru etika karena dia tidak mempedulikan popularitasnya selama ini, banyak siswa yang setuju guru etika dikeluarkan karena mereka mengira kalau petisi ini tidak akan mengubah keputusan orang dewasa.
Joo Ah : inilah sakitnya ketidakpercayaan terhadap orang dewasa.
Seul Bi : kita harus perlihatkan lebih kalau kita bisa melakukannya, kita harus coba lagi
Woo Hyeon dan Seong Yeol masuk kelas, Seong Yeol menendang kursi Jae Seok yang sedang tidur dan mengatakan “kau tak tanda tangan?” Jae Seok pun terbangun dan langsung memanggil Seul BI untuk menandatangani petisi yang dibuat Seul Bi dan temannya.
Seong Yeol : 1 untuk pengunduran diri, iya kan?
Seul Bi kaget mendengar perkataan Seong Yeol, Jae Seok pun l;angsung menandatangani apa yang Seong Yeol katakan, Tae Wook terbangun saat mendengar Jae Seok mau menandatangani petisi.
Tae Wook : tuh anak kelelawar? Sejak kapan dia temanan dengan Seong yeol?
Byung Hoo : makin pengecut, kau akan tahu bagaimana caranya bertahan
Banyak murid yang ingin guru etika meengundurkan diri, Seul Bi pun langsung angkat bicara “ini bukan salah guru etika dan kita harus menggalang kekuatan” saat Seul Bi bicara Woo Hyeon menghentikannya, semua murid pun banyak yang membicarakan Seong Yeol dan Woo Hyeon yangsering berantem padahal mereka saudara, Woo Hyeon pun angkat bicara.
Woo Hyeon : aku tak punya seseorang yang bisa kupanggil mama, seperti halnya kalian, kalian bisa memanggil mama setidaknya 10x sehari. Tapi bagiku rasa itu serasa tersangkut di tenggorokan, aku tak bisa menelan atau memuntahkannya, itu sebabnya aku merasa selalu tercekik, satu-satunya dimana aku bisa melihat wajahnya dan mendengarkan beliau bicara itu hanya dikelas ini.
Woo Hyeon memohon pada teman-temannya untuk membiarkan dia tetap bisa melihat mamanya, Gi Soo terharu mendengar Woo Hyeon dan bahkan dia sampai menangis “Hei! Bukannya Woo Hyeon teman kalian? Woo Hyeon menganggap kalian sebagai temannya” dan meminta teman-temannya untuk menandatangani petisinya, akhirnya Byung Hoo mulai menandatanganinya dan menawarkan pada yang lain-nya sampai semua murid menandatangani-nya.
Seul Bi bangga atas keberanian dan kedewasaan Woo Hyeon, melihat semua itu Seong Yeol malah keluar kelas, saat keluar dia melihat guru etika sedang menangis depan kelasnya, dan ternyata gurur etika mendengarkan semua perkataan para murid dan Woo Hyeon.


Kepala sekolah mengadakan rapat soal pengunduran diri guru etika bersama ketua direksi dan para guru, kepala sekolah meberitahu para guru bahwa para orang tua menentang kalau guru etika tetap mengajar dan hal yang terbaik adalah membiarkan guru etika tetap pergi.
Ketua direksi : guru hebat, bisa mengubah para siswa, benar kan? Tapi hari ini aku menyadari hal lain. Bahkan guu yang berkehidupan sangat menyedihkan bisa mengubah hidup siswa, ini buktinya (menunjukkan bukti pada guru etika) anak-anak telah menghimpun kekuatan, kurasa itu artinya mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk saling menyayangi sebagai tim. Kupikir para guru saat ini punya kesempatan untuk menjadi guru yang hebat.
Pak Han : tapi kalau para orang tua tetap protes di depan gerbaang bagaimana?
Ketua direksi : apaaku harus serahkan uang sogokan padamu? Lawan balik menang dan cinta, ajari anak-anka dengan tindakan.
Ketua direksi mengambil surat pengunduran diri lalu merobeknya, ketua direksi akan menerima surat pengunduran diri kalau guru etika benar-benar mengundurkan diri bukan karena situasi yang mendesak, guru etika mencoba menghentikannya namun tidak ditanggapi.
Ketua direksi : butuh waktu lama untuk mendapatkannya kembali
Kepala sekolah tidak berkutip sedikit pun dengan keputusan ketua direksi, pak Han terkejut saat ketua direksi membuka pintu sudah ada pak Shik dan langsung menghampirinya, dia juga curhat dan mengeluh soal anak-anak yang membulinya dan dia juga menanyakan keadaan pak Shik yang bisa berubah begitu drastis.


Woo Hyeon berterima ksaih dan bangga dengan kerja keras teman-temannya, mereka mengadakan pesta kecil-kecilan setelah keberhasilannya, Seul Bi senang guru etika masih bisa di sekolah, meskipun belum tahu apa yang terjadi kedepannya mereka tetap harus merayakan keberhasilannya.
Joo Ah : lega rasanya telah menghasilkan sesuatu yang membanggakan
Tiba-tiba selera makan mereka berkurang saat Woo Hyeon membahas soal percintaan, karena mereka Syirik hanya Seul Bi dan Woo Hyeon yang berpacaran yang lainnya tidak (kasian pada jomblo hahaha)


Seong yeol benar-benar mendalami buku tentang malaikat, tiba-tiba guru etika mengetuk pintu dan masuk untuk bicara berdua dengannya, Seong Yeol tidak mempedulikannya.
Guru etika : Seong Yeol aku akan berubah, karena itu kita tidak usah betengkar lagi.
Seong yeol mengucapkan selamat atas tidak jadi dipecatnya dari sekolah, dia penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, guru etika tidak tau harus berbuat apa lagi supaya Seong Yeol bisa memaafkannya, Seong Yeol tidak mau memaafkannya namun guru etika tetap memohon agar bisa di maafkan.
Seong Yeol membuka lacinya dan membawa kalung guru etika, guru etika kaget kalau kalungnya masih ada.


Guru etika mengejar Seong yeol dan memintanya untuk mengembalikan kalungnya yang sudah lama hilang “tidak ada gunanya kalung itu untuk mu, itu hanya sampah” 
Seong Yeol : karena ini sampah, jadai aku harus membuangnya
Woo Hyeon baru pulang dan meminta guru etika untuk membiarkan Seong Yeol membuangnya karena miliknya juga sudah dibuang.
Seong Yeol : anda dengar kan ? anak yang anda buang seperti sampah menyuruhku membuangnya
Guru etika : jangan berkata begitu (sambil berusaha mengambil kalungnya)
Seong Yeol menahannya sampai mendorong mama tirinya ke lantai, Seul Bi membantu guru etika bangun dan mengambil kalunya yang sudah rusak.
Seong Yeol : baguslah, sekarang buang dengan tanganmu sendiri
Woo Hyeon kesal dan langsung menarik kerah Seong Yeol “ aku hanya bisa mentolelir segini”
Seong yeol : tak ada batasan menghentikanku untuk menghancurkanmu dan bu guru
Woo Hyeon : aku tak akan membiarkan aku mencuri Seul Bi dan bu guru lagi
Saat Seong Yeol mencoba mengungkap tentang Seul Bi, papanya datang dan melihat semuanya, Woo Hyeon semakin kesal dan menyuruhnya untuk berhenti bicara dan bertindak semua hal, dia ingin menonjokknya untungnya papa Seong Yeol langsung menghampirinya dan menahan aksi Woo Hyeon.
Guru etika menahan suaminya dan akan menjelakan semuanya, papa Seong yeol meminta Woo hyeon untuk meninggalkan rumahnya sekarang juga.  SELANJUTNYA || SINOPSIS High School Love On Episode 17 PART 1