Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Back to the 90's PART 3


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Movie Thailand

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Back to the 90's PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Back to the 90's PART 4

Kong mengajukan syaratnya, ia akan ngajarin Som main gitar, tapi Som nggak boleh menghubungi Tum. Som keberatan, kenapa dia nggak boleh menghubungi Tum? Kenapa juga ia harus nurutin Kong. Kong nanya apa Tum belum ngasih tahu? Tum perlu vokus.


Kalo Som peduli sama Tum. Kong harap Som bisa ngerti. Som menyanggupi. Dan tentang tempo hari, Som nanyain Kong yang manggil dia tukang tikung, artinya apaan? Kong menjelaskan kalo itu ungkapan buat cewek yang sangat cantik. Som jadi tersipu. Benarkah??? Tapi genit, tambah Kong yng seketika bikin Som berhenti senyum.


Malam harinya Tum lagi duduk-duduk. Ia melihat Kong dan memanggilnya. Tum nyuruh Kong buat duduk. Ia menanyakan bagaimana mengajari gitarnya? Kong menjawab lancar. Tum tanya lagi apa Kong yakin Som bakalan menjauhinya? Kong nyuruh Tum agar nggak khawatir tentang hal itu. Kong pikir Tum akan lebih khawatir soal gimana dia balikan sama Mam. Mam itu wanita, kalo Tum nggak segera bertindak, Mam mungkin akan membenci Tum selamanya. Tum nyuruh Kong buat nggak usah khawatir. Ia punya rencana yang sempurna.


Tum mengambil secarik kertas dari dalam sakunya. Ia memberikan kertas itu pada Kong. Kong membacanya sambil tersenyum. Apa Tum serius? Tanya Kong nggak yakin.

Mam lagi sama teman-temannya di luar kelas. Tiba-tiba ada anak kecil yang ngasih Mam sebuah kaset yang ada suratnya. Ia memperlihatkannya pada teman-temannya. Sebuah surat pernyataan. Tak jauh dari sana ada Tum dan juga Kong yang ngintip Mam dan teman-temannya.

Temanya malah nuduh anak kecil itu mau merayu Mam. Anak kecil itu memberikan selembar pesan buat temannya Mam. 'Jangan ikut campur' kata kertas itu. Mam tanya surat apa itu? Temannya Mam memperlihatkan tulisan itu.

Mam dan anak itu sama-sama ketawa. (Aku juga ketawa) temannya Mam kesal banget sampai mau nimpuk tuh anak rasanya, tapi Mam menahannya. Dia hanya anak kecil, biarin aja. Menurut Mam itu lucu banget.


Mam membaca surat itu. Lembar pertama, surat pernyataan. Aku nggak ingin berbicara panjang lebar. Aku tertarik padamu. Aku ingin mengenalmu dan menjadi temanmu. Lembar yang kedua, jika kau setuju, maka tersenyumlah.biarkan aku mengenalmu. Mam membalik kaset itu. Disana tertera tulisan, masih ingat, Tum.


Mam menemani mamahnya menonton TV. Ia hanya duduk di samping mamahnya sambil mendengarkan lagu dari kaset yang dikirimkan oleh Tum tadi siang.


Itu adalah lagu Tum dan Mam saat masih bersama dulu. Mendengarkan lagu itu kembali mengingatkan Mam akan kenangan mereka dulu saat masih mesra-mesranya. Kayaknya, sih itu lagu ciptaannya Tum yang khusus buat Mam. (Duh, romantisnya punya pacar musisi, ngerayunya nggak pakai kata-kata tapi pakai lagu ciptaan sendiri)
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. 😁

Di rumahnya Tum lagi cemas banget nungguin telpon dari Mam. Kong yang duduk di sampingnya cuman bisa melihatnaya aja. Tum yang udah nggak sabar akhirnya berinisiatif nelpon duluan. Dan lagi-lagi yang ngangkat adalah papanya Mam.


Seperti biasanya Tum mengaku sebagai May yang ingin bicara sama Mam. Kong yang duduk disebelah Tum sampai nggak bisa berhenti ketawa. Papa menanyakan suara May, yang kedengaran serak. Apa May lagi sakit? Ia meminta May buat tunggu sebentar. Papa manggil Mam.


Mam mengangkat telponnya dan langsung tanya ada apa, dikiranya itu memang May. Tum ngasih tahu kalo itu dia. Tum minta agar Mam nggak menutup telponnya. Tum meminta maaf atas apa yang udah terjadi. Terserah Mam mau percaya apa enggak, Tum hanya ingin bilang bahwa ia nggak punya perasaan sama Som. Ia menganggap Som seperti adik sendiri. Cintanya hanya untuk Mam. Mam udah senyum mulu dari tadi.


Dan besok, Tum bakal tampil di pembukaan konser Proud. Ia berharap Mam datang. Mam pura-pura madih marah. Apa sudah? Tanyanya pura-pura ketus. Tum masih mau ngomong. Ia menayakan maukah Mam mendengarkan kaset yang ia berikan? 


Mam pura-pura nggak ngerti. Kaset apa? Kenapa juga dia harus mendengarkannya? Cuma itu yang mau Tum katakan? Bye! Mam menutup telponnya. Habis itu dia lanjut lagi memakai headphonnya mendengarkan lagunya Tum


Di rumahnya Tum udah lemes aja. Dikiranya Mam masih marah sama dia. Kong yang penasaran nanyain apa yang tadi Mam bilang. Tum malas meladeni Kong. Ia menyuruh Kong buat tutup mulutnya dan tutup juga tokonya. Kong bangkit dan menurutinya. Sebelum benar-benar menutup toko, Kong memandangi telpon umum yang membawanya ke masa lalu.


Kong Lagi ada di rumahnya Som. Ia masih ngebantuin Som, membuat lagu. Som membaca lirik lagu yang Kong tulis, tapi liriknya cuman malay doang.Som tanya apa itu malay pada Kong. Kong nggak ngejawab malah nyanyi. Malay...malay....malay. Kong ngasih tahu kalo didaerahnya itu sangat populer. Som nanya dimana rumahnya Kong.


Som tanya apa Kong nggak pernah ngerasain memiliki seseorang yang jatuh cinta padanya, atau menjalani hubungan yang serius? Kong cuman ketawa. Ya banyaklah, tapi nggak ada yang serius. Karena itulah Som merasa Kong sangat payah dalam menulis lirik lagu. Kong harus merasa seperti merasa nyaman dengan seseorang dan mempunyai cinta terpendam. Som tersipu malu. Ia ingat dengan cinta terpendamnya kepada Tum.


Kong berpikir kalo ia punya satu. Tatapannya mengarah pada Som. Kayaknya dia udah ada rasa sama Som. Som tersenyum. Itu dia, perasaan seperti itu yang Som maksud. Som memberikan bukunya pada Kong dan nyuruh dia buat nulis. Kong menerima buku itu tapi ia nggak tahu mesti nulis apaan.


Oops, Som lupa ngasih makan bayinya. Kong kaget, dikiranya Som punya bayi. Tambah kaget lagi pas lihat Som ngambil bayinya dari dalam tas. Rupanya itu hanya sebuah tamagochi.


"Dalam dinginnya malam, hujan tetap turun. 
Seperti air mataku yang terus menetes. 
Aku ingin bercinta, aku ingin kenangan indah.
Aku ingin seseorang memikirkanku."
Kong menulis lirik lagunya sambil terus menatap Som. (Kalo kita udah suka sama seseorang, inspirasi itu akan mengalir dengan sendirinya)


Kong berlari menghampiri Som yang lagi duduk di taman kampus. Kong mengatur nafasnya terlebih dulu sebelum bilang sesuatu. Som nanya kenapa Kong telat. Som nggak bisa ngehubungin Kong karena Kong nggak punya pager.


Kong sudah agak tenang. Ia nggak bisa beli pager karena nggak punya uang. Kerja sama paman bayarannya kecil. Kong udah bersyukur banget itu cukup buat makan. Som mendesah, ia tahu. Ia lalu memberikan pager lamanya pada Kong. Ia udah ada yang baru. Sekarang Kong bisa membawanya, daftarkan dirinya.


Kong menerima pager itu dan langsung ngenalin kalo itu pager miliknya yang hilang di telpon umum. Som menyindir Kong yang nggak tahu malu. Baru aja beberapa detik diberikan, Kong udah langsung bilang kalo itu miliknya. Som langsung ngambil pagernya lagi kalo emang Kong nggak membutuhkan.


Kong mengambilnya lagi. Tentu aja dia mau. Ia berterima kasih. Begitu pager itu ada ditangannya,  Kong langsung memeriksa pager itu. Som ngasih tahu kalo ia udah menghapus semua pesannya jadi Kong nggak bisa membacanya. Kong kaget, dihapus semua? Som mengiyakan. 


Kong bingung gimana dia bisa kirim pesan kerumah? Som tanya kenapa Kong buru-buru, padahal dia baru sampai. Som menagih lagunya. Ia menanyakan genrenya, alternative apa alternajibe? Kong malah tanya kenapa mesti alternative? Som mengira Kong nggak tahu. Kong menggeleng. Som tersenyum. Ia akan ngajak Kong ke sebuah konser malam nanti. 


Malamnya som ngajak Kong nonton konser. Ternyata yang lagi manggung adalah band-nya Tum yang jadi band pembukanya Proud. Tum udah selesai tampil dan semua orang bertepuk tangan. Terakhir Tum berterima kasih pada penonton dan memperkenalkan nama band-nya, TTNK. Ia ngajak penonton buat menyambut Proud. Tum dan teman-temannya turun dari panggung setelah memberi salam pada penonton.


Penampilan yang luar biasa. Som menghampiri Tum. Ia memuji Tum yang sangat hebat. Som memberikan kamerap pada Kong, minta difotoin sama Tum. Kong nggak ngerti cara pakainya. Som nyuruh cepetan. Kong asal jepret. Ia nggak sadar kalo jarinya nutupin lensa kamera yang membuat wajah Som nggak kelihatan. 


Som mengambil kameranya kembali dan balik ke barisan peninton buat lihat penampilan band Proud. Kong hendak menyusul Som tapi Tum menahannya. Tum menanyakan apakah Kong melihat Mam? Kong nggak tahu. Tum heran Kong nggak tahu. Som balik lagi dan menarik Kong buat lihat konser lagi. 


Proud mulai beraksi di atas panggung. Semua penonton histeris sambil loncat-loncat dan bertepuk tangan. Kong dan Som larut dalam lautan manusia itu. Mereka kelihtannya seneng banget. Lagu tiba-tiba jadi pelan dan penonton jadi lebih tenang.


Som ngasih tahu Kong bahwa itu dia alternative, musik rasa baru. Tapi Kong pikir nggak selamanya akan begini, itu akan berubah. Kalo itu berubah, apa yang bakalan Sim katakan? Som rasa itu nggak penting. Karena itu adalah kenangan terindahnya. Kong menatap wajah Som. Apa Som nggak akan nyesel? Som menjawab enggak. Waktunya akan terbuang percuma untuk penyesalan. Lebih baik dia mengenag kenangan indah ini. Kong terus menatap Som. Dia kagum banget kayaknya. 


Tum menemukan Mam diantara banyaknya penonton. Mereka saling lihat. Tum menirukan nyanyian vocalist Proud.


"Ku kan memberi cintaku seperti yang biasa orang lain lakukan
Hanya saat aku mulikmu"
Mam tersenyum melihat Tum. Ia merasa seolah-olah Tum bernyanyi untuknya. Disaat yang sama Som juga melihat Tum bernyanyi. Ia tersenyum.


Sepulang dari konser. Kong mengangkat gagang telpon, ia ragu lalu meletakkannya kembali. Sebentar kemudian ia meraihnya lagi dan nggak jadi lagi. Sampai yang ketiga kalinya. Paman yang melihatnya menegur Kong karena sangat berisik. Telponnya bakal rusak. King meminta maaf. Ia ingin mengirim pesan tapi nggak tahu harus berkata apa. 


Paman menyarankan agar Kong mengikuti kata hatinya. Kirim semua yang ada di dalam pikirannya. Apa paman perlu ngajarin Kong? Pamanmeletakkan korannya. Ia memarahi Kong. Apa Kong nggak tahu? 3 baht untuk setiap kali Kong mengangkat telpon. Dari tadi udah 3 kali berarti 9 baht. Tagihan bulan ini udah 603 baht.


Kong terdiam sambil menepuk dadanya. Ia meyakinkan diri dan mantap mengangkat gagang telpon kembali. Akhirnya jadi juga dia mengirim pesan, meskipun agak terbata-bata saat menyebutkan nomor yang ia tuju. Dan pesannya adalah; Som, hari ini kau luar biasa.


Kong merasa sangat lega saat selesai mengirim pesan. Ia mau pindah ke kamar tapi tiba-tiba pagernya berbunyi. Pesan dari Som. Ia juga bahagia. Selamat malam. Som senang sampai terus memandangi pesan itu. Ia sampai nggak nyadar Tum ada dibelakangnya dan ikut membaca pesan itu. Aku juga sangat bahagia. Bahagia kenapa? 


Kong jadi salah tingkah. Tum meledeknya yang berubah jadi malu. Kong dengan gugup mengelak. Ia nggak malu. Tum tersenyum. Kong tanya kenapa Tum ketawa? Tum menjawab kalo itu urusan orang dewasa. Tum menepuk punggung Kong, dia akan tidur dulu. kong nggak tidur? Tum akan keatas. Kong mengatakan kalo dia akan tidur di ruang tamu. Tum mengucapkan selamat menikmati. Seperginya Tum, Kong membaca kembali pesan dari Som. Dia seneng banget dan melompat setinggi-tingginya. 


Koran yang tadi dibaca paman memberitakan kalo akan terjadi topan. 

Bersambung...

Komentar:
Suka banget sama caranya Kong. Pelan-pelan dia mulai menarik perhatian Som dari Tum menuju dirinya sendiri. Cinta memang datang karena terbiasa.

Suka juga sama caranya Tum mengambil kembali hati Mam, lewat kaset yang berisi lagu yang Tum buat khusus buat Mam. Wah, musisi emang punya caranya sendiri buat naklukin orang yang dicintai. Nggak perlu pakai bunga, nggak perlu pakai cokelat, cukup pakai lagu aja.

Lihat hasil foto Kong, ngingetin ke foto yang di temuin Kong pas di gudang. Nggak nyangka tuh foto hasil jepretan Kong sendiri. Kong sendiri juga udah berbunga-bunga kayaknya. Tapi ada satu masalah. Berita di koran yang mengabarkan bakalan ada badai. Ih, serem....sebelumnya Kong kelempar ke masa lalu kan gara-gara ada badai. Jangan-jangan kali ini badai juga yang bakal melemparkan Kong kembali ke masa depan. 

1 komentar:

lanjut kak.. semangat