Advertisement
Advertisement
SINOPSIS GO BACK COUPLE EPISODE 3 PART 1

TAHUN 2004


Penulis Sinopsis: Ratih
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 2 PART 2
Jin-Jo sedang dimeja makan, dia terlihat bosan, dia makan dengan menuangkan air ke mangkoknya, sepertinya untuk dijadikan kuah nasinya. Dia melihat lihat tagihannya.Jin Jo mengeluh tentang tagihan itu apalagi sebentar lagi ulang tahun ayahnya, uangnya tidak akan cukup untuk menutupi semua itu dan mendesah..
Jin-Jo: mengapa aku tidak pernah bisa hidup layak seperti yang lainnya?
Dok-Jae dan Jae-Woo sedang mengoda gadis gadis di restoran dan Ban-do sedang dirumah sakit menawarkan barang ke dokter
Saat berumur 20 tahunan, saat untuk menikmati masa remaja yang ceria, penuh semangat dan dinikmati semua orang, tapi bagi kami, musim remaja itu bagaikan musim semi yang berlalu tanpa memberi kami kesempatan untuk melihat bunga mekar. 

Episode 3:
Musim Semi Kembali

1999


Masa muda seperti cherry blossom yang bertahan hanya semusim, sebelum masa mudamu berlalu, mengapa kamu tidak melakukan apa yang ingin kamu lakukan, pergi dengan teman, berpergian atau jatuh cinta.


Bae-rum dan Jae-Woo sedang ada di café, bae-rum terlihat lebih mendominasi. Mereka makan dan minum, Jae-woo terlihat malu malu dengan bae-rum. Jae-woo akan menuangkan minum, tetapi bae rum langsung mengintimidasi dengan menahan tangan jae-woo
Bae-rum: Apa yang akan kau lakukan?
Jae-woo: Apa?
Bae-rum: Kamu tidak boleh menuangkan minuman untuk seorang wanita dan sebaliknya. Tuang sendiri sendiri.
Bae-rum menuangkan ke mangkoknya, dan tiba tiba terdengar lagu, dia seperti menikmati lagu itu. Jae-woo yang memperhatikannya mencoba untuk merayu dan bilang lagu yang bagus, tiba tiba bae-rum bilang saya benci lagu itu..Jae-woo kaget
Bae-rum: Lagu ini bercerita seorang laki-laki yang lupa apa yang dilakukannya. Apakah mereka menjadi dementia karena alcohol? Tidakkah mereka begitu?
Jae-Woo: benar, aku setuju.aku juga benci lagu ini. Aku benci melihat orang orang menyatakan cinta setelah mabuk. Aku tidak permah melakukan itu.
Kemudian mereka kembali minum minum dan ternyata Jae-Woo mabuk duluan.Bae-rum menggendongnya sampai asrama pria dan meletakkannya dilobi.


Pagi Tiba
Jin-Jo dan ban-do begitu senang menyadari bahwa mereka tidak kembali ke masa depan
Mata Jin-Jo yang sembab membuat kaget keluarganya (ini seperti orang mati kwkwkw, kayak mayat hidup). Keluarganya binggung dengannya. Jin-Jo kekamarnya, ayah datang.Ayahnya mengira jin jo marah karena tidak dibelikan HP.Jin Jo keluar kamar dengan begitu saja. Ayah diam diam menyelipkan uang di saku jaket Jin-Jo



Ban-do senang sekali karena ternyata tidak kembali ke masa depan. Dia melihat sekeliling kamarnya, tumpukan CD, dia berjoget joget ria. Ban-do mengumpulkan seluruh keluarganya, dia meminta semua asset keluarganya untuk berinvestasi, dia menyakinkan seluruh keluarganya.Ayahnya terkejut, dia berdiri menuju ke kamarnya. Ban-do berpikir bahwa ayahnya akan mengambilkan uang, ternyata ayahnya membawa palu..kwkwkwkwk


Ibu menahan ayah yang akan menghajar Ban-do, mereka berkejar kejaran di ruang tamu.Sepertinya ini hal yang biasa terjadi karena kakak Ban-Do duduk tenang..kwkwkw 
Ban-Do menjual semua harta karunnya yang ada dikamar CD dll, termasuk computer, keluarganya melonggo tidak percaya.
Sekarang Ban-do punya uang, dia melihat bis yang meninggalkannya, Ban-Do mengejar bis, dari dalam bis, Dae-jae melihatnya dan meminta supir menghentikan bisnya. Setelah bis berhenti,ternyata ban-do terus berlari dan senyum diwajahnya ‘’saya menang’’
Ban-do terus berlari dengan gembira
 Ada taxi datang yang ditumpangi Jin-Jo
Jin-Jo mau membayar taxi, ternyata taxinya tidak bisa menerima kartu kredit
Jin Jo: Tapi aku melakukannya kemarin (Pas mengira nam-gil taxi)
Supir taxi: tidak ada taxi yang menerima kartu, apa kamu melakukan ini untuk menghindari pembayaran?kamu harus membayar dengan cash.
Jin-Jo mencari cari dompetnya, dan seketika itu ingat kejadian kemarin malam pada waktu naik mobilnya nam-gil yang dikiranya taxi, dompet terjatuh disitu. Jin-Jo memeriksa sakunya dan menemukan uang yang diselipkan ayahnya.
Mobil Nam-Gil datang, dan diperlihatkan didalamnya ada dompet Jin Jo.Nam-Gil memakai seragam (sumpah, ini ganteng bgt),semua cewek melihatnya. Jin jo berjalan sendirin ‘’supir taxi itu  mengembalikan kartu karena pasti tau dompetku ketinggalan’’gerutunya.


Tiba tiba dia melihat nam-gil, dia sembunyi dibalik tong sampah’’ Aku tidak mungkin menyapanya setelah aku mencampakkannya secara kasar, gosh…’’
Bae-rum dan Chun sul tiba tiba ada disampingnya
Bae-rum: Oh, kamu malu, ya kan, aku merasa kamu bukan gadis seperti gadis dari masa depan.
Bae-rum dan Chun sul ikut jongkok dengan Jin-jo
Tiba tiba datang Dok-jae dan Jae-woo
Dok-jae: Hai, kemarin kita bertemu, dan itu Jae-woo, tetapi kenapa kalian ada di dekat tempat sampah?
Jae-Woo dan Bae-rom hanya saling melirik saja
Jin-Jo menendang Dok-jae agar menjauh agar tidak terliha Nam-Gil

Setelah Nam-Gil pergi, Jin-jo dan teman temannya berdiri, dengan muka sebal Jin-jo melihat Dok-Jae
Bae-rum: apa yang kamu pakai? Kamu bruce lee? 
Dok-jae dengan pedenya berputar dengan bergaya sambil berkata ini picke radish
Bae-rum: apa yang ada di dahimu? Itu pukulan yang kemarin kan?
Dok-jae: bagimana kau tau?
Bae-rum: aku melihatnya kemarin
Bae-rum mengajak Jin Jo dan Chun sul pergi, kemudian berbalik dan berkata kepada Jae-Woo’’ kita akan bertemu kembali’’
Jin Jo balik ke arah Jae-woo dan Dok Jae apakah mereka melihat Ban-Do, mereka menjawab dengan mengangkat bahu saja pertanda tidak tahu.
Ternyata Ban-do ada ditempat min seo-young, dia memperhatikan seo-young dan membantin dia masih sama perti dulu, seperti seorang peri.
Ban-Do inget percakapannya dengan Jae-woo dan Dok-jae jika waktu bisa kembali kemasa muda, dia akan berkencan dengan Seo-Young. 
Dengan tekad bulat Ban-do memberanikan diri berjalan menuju sae young
Don-Bo: hai, aku minta maaf soal kejadian kemarin, aku begitu gembira saat bertemu denganmu. Namaku Ban-Do, aku mahasiswa teknik sipil


Ban-Do mengeluarkan kaleng minuman dan memberikan ke seo-young, dia memberikan juga ke temannya seo-young. Teman teman seo-young berbisik bisik. Ban-Do pergi tetapi sebelum itu dia berbalik dan bertanya ke seo-young ‘’apakah aku bisa minta nomormu, dan lain kali akan menyapamu sebagai teman’’

Di Kelas
Ban-Do dikelas dengan Jae-woo dan Dok-Jae, mereka tidak percaya Ban-Do bisa mendapatkan nomor telepon seo-young, karena sebelum sebelumya Ban-Do tidak berani mendekatinya. Dok-Jae merebut nomor itu dan menelponnya dan terkejut, ternyata itu benar seo-young


Jin-Jo datang dan berteriak memanggil Ban-Do sehingga menjadi perhatian dikelas, Jin-Jo malu sendiri
Jin-Jo: hei, kita harus bicara
Ban- Do: Denganku? Ada yang ingin kamu bicarakan?tetapi aku tidak
Tangan Ban-Do mengusir Jin-Jo


Kelas Dimulai
Hari ini mahasiswa harus menulis beberapa hal tentang orang yang ingin di teliti
Jin-Jo menuliskan Choi Ban-do
Setelah selesai, kertas dibagikan ke pemilik nama kertas itu, Dok-Jae syok liat hasilnya sendiri sampai merobek kertasnya…(kasihan ini emang..tulisannya kejam)


Ban-Do juga menerima punya dia, dan hasilnya : Pelit


Hal itu mengingatkan dia pada Jin-jo, dan yang sedang dipikirkan menoleh padanya dengan senyum mengejek.
Kelas selesai
Ban-Do menghadang Jin-Jo
Band-Do: Ada yang harus kita bicarakan
Jin-Jo: Tidak ada yang perlu dibicarakan
Jin-jin menirukan gaya Ban-do waktu mengusirnya tadi. Ban-Do langsung menarik Jin-Jo keluar. Hal itu membuat heran teman teman mereka
Ban-Do membawa Jin-jo ketempat yang sepi


Ban-Do: Kau berusaha membodohiku. Sejak kapan kamu tau kalau itu aku?
Jin-Jo: Bukankah kamu bilang, aku harus belajar degan baik. Dasar Pelit. Sekarang ini kenapa kita ada disini?
Ban-Do hanya mengangkat bahunya bertanda dia juga tidak tau
Jin-Jo: Aku pikir ini hanya kejadian semalam saja dan kita akan kembali dipagi hari.bagaimana kalau kita disini selamanya?
Ban-do: Selamanya…aku akan bahagia jika ini selamanya..Ayo kita jalanin hidup kita masing masing
Jin-jo sepertinya kecewa dengan perkataan Ban-do dan Ban-Do juga merasakan hal yang sama