Advertisement
Advertisement
SINOPSIS GO BACK COUPLE EPISODE 3 BAGIAN 2

Dikelas Jin-Jo merenung, terlihat sedih. Dosen sedang mengajar bagaimana menikmati masa muda. Masa muda tidak datang dua kali, buatlah daftar list yang ingin dilakukan.


Penulis Sinopsis: Prabandari
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 3 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 4 PART 1

Jin-Jo membuat daftar keinginannya.
Jin-Jo, Bae-rum dan Chun sul berkumpul dikamar. Jin-jo merasa ingin melakukan sesuatu seperti anak remaja lainnya
Bae-rum: Mam, anak remaja sekarang itu minum dan berdansa
Akhirnya mereka memutuskan ke club malam. Mereka berdandan dan menjadi perhatian orang.


Mereka menggunakan sepatu high heels dan ternyata ada jalanan menurun. Jadilah mereka binggung.
Jin-Jo: Sudah aku bilang seharusnya kita pakai sepatu flat
Bae-rum: Aku tidak tau akan jadi begini



Akhirnya mereka memberanikan diri menurunin jalan itu. Jin-Jo turun dengan pedenya sampai dia tidak bisa mengerem larinya. Sedangkan Bae-rum dan Chun Sul turun pelan pelan.
Jin-Jo yang tidak bisa mengerem, teriak teriak minta semua orang minggir. Dari bawah ada Nam-Gil yang akan keatas, dengan reflek dia menangkap Jin-Jo, dia seperti memeluknya



Nam-gil hanya diam membeku
Nam-Gil: Aku bau (kata kata ini yang dikatakan Jin-Jo pada saat menolaknya dulu)
Jin-Jo: maaf, sebenarnya ini pertama kali menggunakan high heels
Kemudian Nam-Gil melanjutkan naik keatas lagi. Nam-Gil terlihat gugup dan kaku


Ban-Do, Dok-Jae dan Jae- Woo melihat hal itu dari bawah.
Dok-Jae: Sepertinya kita harus disini setiap hari
Jae-woo: Ide bagus


Mereka sudah ada di club, bae-rum tidak percaya Jin-jo ada di club.
Bae-rum: Ada apa denganmu? Tumben
Jin-Jo: Kapan lagi aku bisa kesini.
Bae-rum: Benar, kapan lagi? Chun sul, kau terlihat cantik jika tidak memakai kacamata


Jin-jo melihat beberapa orang mengangkat lampu, dia mengangkat lampu yang di mejanya
Pelayan laki laki kemudian datang
Bae-rum: Letakkan itu, itu untuk memanggil pelayan.Jangan bertingkah seperti belum pernah ke club
Karena baru pertama kali ke club, pelayan itu menyarankan mereka untuk mencoba”booking”
Jin-jo yang tidak tau apa apa, langsung antusias mendengar itu. Bae-rum dan Chun-sul pun mengikutinya
Pelayan itu membawa mereka ke tempat lain


Dokter Park (Hyun seok) ternyata juga ada disana, dia sedang ada ditoilet. Dia menelpon pacarnya,dia mengaku sedang berada di perpustakan, dia menyuruh pacarnya untuk cepat tidur. Dokter park keluar menemui temennya. Mereka mencari cari siapa yang bisa diajak. Temannya kemudian melihat sekeliling, saat itu dia melihat Jin-Jo and the genks. Temen dokter park lebih suka Bae-rum, kuat dan tanggung katanya. Mereka sepertinya tertarik dengan Jin-jo and the genks

Ban-Do, Dok-Jae dan Jae-woo sedang berada di club itu juga. Mereka menyewa ruangan sendiri
Karena mereka jarang ke club, mereka harus melakukan sesuatu seperti di film film. Mereka akan memesan minuman keras yang mahal (minol) dan berhura hura. Mereka menyepakati Minol khusus untuk cantik, jika jelek, diberikan bir saja


Akhirnya cewek cewek itu datang, dan ternyata ada yang gendhut..kwkwkwwk
Dok-jae duduk dengan cewek gendhut ini, dengan pelan pelan Dok-jae menyingkirkan minol dan akan menuangan bir ke cewek ini, ternyata cewek ini merebut minol dari Dok-jae dan meminumnya wkwkwkwk…(mukanya Dok-Jae itu lho LOL)




Jae-woo duduk dengan kaku, dia bercerita tentang jurusannya dan sebagainya sampai cewek yang menemaninya bosan..Cewek yang menemani jae-woo sampai berganti 4 kali dan semua tidak tertarik pada cerita Jae-woo





Semua cewek yang ada diruangan itu lebih tertarik ke Ban-do, semua mengerubunginya. Ban-do main tebak tebakan dan tertawa terbahak bahak. Dok-Jae dan Jae-woo melihat dengan sebal



Diruangan yang lain, JIn-Jo, Bae-rum,Chun-sul, Hyun-seok dan temen hyun-seok. Awalnya chun-sul mengajak jin-jo pergi dari ruangan, tetapi Jin-jo tidak mau, mereka jarang pergi seperti ini, jadi perginya nanti saja..(Jin-jo ini polos atau bagaimana ya?)
Hyun-seok: Berapa umurmu sekarang?
Jin-jo: Sekitar 38 tahun
Semua melihat ke Jin-jo, Jin-jo yang sadar dia salah, mencoba tertawa dan berkata ke hyun-seok untuk memperkirakan umurnya.
Hyun-seok: umurmu sekitar 20 tahun, aku 26 tahun. Jadi aku lebih tua darimu
Jin-jo hanya mengangguk malu malu


Bae-rum terlihat tidak suka dengan Hyun-seok
Bae-rum: Hei, beraninya kamu bicara sesantai itu kepada temanku’’
Hyun-seok minta maaf ke bae-rum jika dia menyinggungnya
Jin-Jo mencoba untuk mencairkan suasana, bagi dia tidak masalah hyun-seok bicara santai dengannya


Temen hyun-seok mengajak bae-rum untuk minum karena bae-rum masih 20 tahunan, jadi harus belajar banyak minum, tetapi yang terjadi malah temen hyun-seok teler duluan dan bae-rum segar bugar. Hyun-seok Cuma melonggo



Bae-rum mengajak Jin-jo dan Chun-sul untuk menari diluar karena musiknya adalah music tekno
Chun-sul setuju, tetapi Jin-jo merasa lebih baik diruangan itu lebih lama. Jin-jo minta maaf pada hyun seok. Hyun-seok tidak masalah dan memberikan nomor teleponnya ke Jin-jo


Mereka bertiga menari dilantai dansa (kenapa menarinya kepala diputar putar gak jelas gt, apa tahun itu club malam seperti itu..gak pusing apa itu ya)


Ternyata Ban-do, Dok-Jae dan Jae-woo juga menari perputar putar dan mereka saling menabrak. Ban-do menari mendorong dorong Jin-jo untuk keluar dari lantai dansa. Ban-do mulai mengejek Jin-jo


Ban-do: astaga, kini kamu di kelab, nanti kamu keseleo wanita tua
Jin-jo: kamu bilang ingin kehidupan baru dan nampaknya kamu sedang menikmatinya. Bagaimana kau menahannya selama ini heh?
Ban-do:Benar sekali, aku kemari untuk menemui wanita untuk kehidupan baruku. Kamu pikir pria akan menyukaimu jika berpenampilan seperti ini?Sadarlah wanita tua
Kata kata itu membuat Jin-jo marah, dia menggerutu kesal. Sedangkan ban-do kembali menari bersama teman temannya



Ditempat yang lain
Nam-gil memandang jalanan menurun yang dilaluinya tadi siang. Dia mengingat kejadian ketika menangkap Jin-Jo
Sepertinya dia punya rasa dengan Jin-jo. Teman Nam-gil datang dan bertanya apa yang Nam-gil lihat
Nam-gil: pernahkah kamu memeluk seseorang?
Teman Nam-gil tidak mengerti apa yang dimaksud Nam-gil. Mereka kemudian berjalan pergi dari tempat itu


Kembali ke kelab
Ban-do,Dok-jae, Jae-woo, Bae-rum dan Chun-sul berkumpul bersama. Bae-rum bertanya apakah Ban-dol ada masalah dengan Jin-jo sampai dia tidak mau berkumpul dengan mereka. Jae-woo juga merasakan hal yang sama, sepertinya Jin-jo membenci Ban-do
Ban-dol: Baguslah, aku senang jika begitu


Bae-rum duduk dengan cueknya sambil makan camilan
Ban-do berpikir jangan sampai dia minum dengan bae-rum, apalagi memprovokasinya..(Ban-do pasti tau kemampuan minum bae-rum)
Tetapi tiba-tiba, Dok-jae meremehkan bae-rum jika dia tidak kuat minum..
Ban-do mendelik mendengar Dok-jae bicara seperi itu
Dok-jae terus bicara jika wanita pasti tidak kuat minum dan itu tidak baik jika ada wanita lebih kuat minum dari laki-laki
Semua yang disitu udah ketar ketit, terutama Ban-do. Ban-do memberi isyarat ke Dok-jae untuk menghentikan omongan ngawurnya




Diluar Jin-jo duduk sendirian, dia minum sendiri. Dia mengeluh kenapa Ban-do harus datang kesini juga, padahal dia tadi sudah bersenang senang. Dia merogoh sakunya untuk mengambil nomor telepon hyun seok. Dia senang sekali mendapatkan nomor telepon dari laki laki…(abg lagi lol). Jin-jo melihat pelayan yang memaksa cewek untuk ke ruangan tetapi cewek tidak mau, tiba tiba Jin-jo mengangkat lampu merahnya, memanggil pelayan itu (sepertinya Jin-jo menawarkan diri kwkwkw)



Kembali ke ruangan Ban-do
Dok-jae meminum semangkok bir dengan susah payah sampai muntah muntah sedangkan bae-rum langsung menegaknya. Ban-do sampai melotot tidak percaya. 


Dok-Jae mengaku kalah ke bae-rum
Dok-jae: kamu menang
Seketika dia langsung tepar
Bae-rum: baiklah, tapi lain kali aku tidak akan mengampunimu



Ban-do  tersenyum simpul (sepertinya sudah tau kalau akan berakhir seperti ini) , bae-rum melihatnya apa Ban-do menantangnya juga..ban-do langsung gugup ketakutan dan memuji bae-rum kalau bae-rum peminum yang hebat…setelah itu dia bernafas lega…@_@


Bae-rum berbicara dan semuanya diam…(bae-rum ternyata ditakuti kwkwkwkw)
Bae-rum: Kini aku bertemu denganmu disini
Mereka bertiga binggung, bae-rum bicaranya ditujukan kesiapa. Bae-rum menunjuk Jae-woo
Jae-woo langsung salah tingkah dan Ban-do melihatnya binggung
Bae-rum: kamu ingat kejadian kemarin kan? 
Jae-woo yang takut takut: ya aku..kurasa mengingatnya (tapi sepertinya dia tidak ingat lol)
Bae-rum tau jika jae-woo tidak ingat hanya melihatnya marah
Bae-rum: kamu harus menepati janjimu
Jae-woo: janji?
Jae-woo beneran tidak ingat (wah bisa bahaya ini)


Tiba tiba pelayan datang dan memberi tahu jika ada temannya mabuk berat. Semua lari keluar


Jin-jo mabuk berat sempoyongan. Dia ke tempat music (aku gak tau namanya apa)
Dia mengambil mic nya, dia berjalan ke tengah panggung
Ban-do dan bae-rum melihat dari atas dan memanggil Jin-jo
Jin-jo: bae-rum kemarilah!!!
Bae-rum berlari turun sedangkan Ban-do mengela nafas,,
Jin-jo dibah meneriaki Ban-do
Jin-jo: hai pelit, kemarilah!!
Semua orang melihat ke Ban-do, Ban-do pura pura tidak menyadarinya dengan menoleh ke kanan dan ke kiri
Jin-jo:Pelit, bukan cuma kamu yang masih muda. Aku juga
Jin-jo menunjukkan kertas yang bertuliskan nomor telepon hyun-seok dan memamerkannya ke Ban-do
“Seseorang memberiku nomornya dan bilang aku cantik”
Ban-do melihatnya dari atas (tatapan matanya itu lho…melting)
Jin-jo melihat sekelilingnya dan melihat hyun-seok, dia menunjuk hyun-seok
Jin-jo: Kamu yang menyukaiku, benar bukan?
Hyun-seok hanya mengangkat minumnya bertanda setuju perkataan Jin-jo
Ban-do mengikuti arah tangan Jin-jo dan kaget jika orang itu adalah dokter park. 
Jin-jo yang masih mabuk diatas panggung melihat ke Ban-do
Jin-jo: hai pelit,hidupku benar benar hancur karenamu. Tapi bagaimana dengan seo jin?
Seketika itu juga Ban-do terdiam dan menoleh ke Jin-jo
Jin-Jo mukanya seperti ingin menangis, mungkin dia mengingat seo jin
Jin-Jo: apa yang akan kau lakukan dengan seo jin?
Ban-do matanya berkaca kaca mendengar itu, dia hanya memandang Jin-jo dan terus memandangnya dalam diam


Suasana haru berubah jadi kacau gara gara Dok-jae. Dok-jae muntah mengenai pelayan bar dan seluruh pengunjung, suasana jadi kacau. Hanya Bon-da yang masih memperhatikan Jin-jo dengan mata berkaca kaca



Bae-rum datang ke panggung dan memapah Jin-jo pergi dan Ban-do masih melihatnya…
Jae-woo, Chun-sul, Ban-do meninggalkan Dok-jae, pura pura tidak kenal karena semua orang sedang mengumpat Dok-Jae. Dok-Jae diusir keluar oleh satpam. Ban-do dan Jae-woo masih pura pura tidak mengenalnya. Setelah satpam pergi, Jae-woo menolong Dok-Jae. Ban-do melihat Bae-rum dan Chun sul memapah Jin-jo pergi. Ban-do pergi meninggalkan Dok-jae dan Jae-woo. Dia berjalan sendirian, dia mengingat perkataan  Jin-jo tadi (so sad…trenyuh litany, insting seorang bapak). Dia berjalan terus dan matanya berkaca kaca.




Pagi sudah datang, suasana kampus seperti biasanya, penuh canda tawa anak remaja. Musim semi sudah tiba, akan seperti apa musim panas tahun ini
Diradio kampus sedang siaran
2 penyiarnya akan memutarkan lagu, setelah memasukkan CD, tiba tiba penyiarnya kebelet dan berlari keluar. Penyiar satunya juga kebelet, jadilah ruangan itu kosong
Ban-do mencari Ma Jin-jo, setelah bertemu Ban-do ingin bicara dan dia melihat lihat sekeliling dan membawa Jin-jo ke ruang siaran itu, saat itu lagu sedang diputar
Jin-Jo: kenapa kamu bertingkah seakan-akan mengenalku?
Ban-do: Kamu tidak tahu dia seperti apa
Jin-jo: Apa?
Ban-do: berikan itu
Jin-jo: berikan apa?
Ban-do: Nomor yang kau dapatkan dari klub malam itu. Kamu sungguh berpikir masih berusia 20 tahun?
Jin-jo: Apa yang kamu lakukan?Kenapa kamu mau mengambil nomornya?Bukan urusanmu jika aku mendapatkan nomor seorang pria.
Ban-do: kamu sudah punya anak. Bisa-bisanya kamu mabuk dan membuat keributan. Jangan menelpon dia. Dia benar benar busuk
Jin-jo: Apa urusanmu jika aku bertemu dengan orang busuk?
Lagunya ternyata sudah mau berhenti dan mereka tidak menyadari hal itu sehingga pembicaraan mereka terdengar diseluruh kampus
Ban-do merasa Jin-jo mau mengiklankan perceraiannya dan sekalian saja pasang poster jika mereka sudah punya anak. Tamatlah mereka jika semua orang tau kalau mereka sudah menikah.



Pembicaraan mereka terdengar diseluruh kampus, tetapi tidak ada yang tau siapa yang berbicara di radio siaran. Diluar ruangan itu ada chun-sul, dan hanya chun-sul yang tau jika itu Ban-do dan Jin-jo

Epilog
Fase bulan madu di tahun 2004
Ban-do sedang berbaring dipangkuan Jin-jo dikursi. Mereka membicarakan jika mereka sudah menghabiskan biaya hidup bulan ini. Ban-do binggung bagaimana mereka bertahan bulan ini dan jin-jo bilang mereka bertahan dengan cintanya. Mereka saling mencium satu sama lain.Ban-do bertanya apa aktivitas Jin-jo hari ini, Jin-jo menjawab hanya bersih bersih, memasak dan menata buku besar.Sedangkan Ban-do hari ini mendapatkan kontrak besar, dia mengangkat pantatnya untuk minta ditepuk Jin-jo sebagai bentuk penghargaannya. Mereka berandai-andai jika mereka tidak menikah apa yang akan mereka lakukan. Menurut ban-do mereka pasti sedang berfoya foya seperti yang lainnya. 
Jin-jo: Aku ingin berfoya foya seperti mereka sekali saja. Kalau kamu apa?
Ban-do: Aku? Mari kita ucapkan bersama sama..
Dan mereka menjawab “Pergi ke club”
Ternyata keinginan mereka sama, dan hal itu terwujud ketika mereka kembali ke masa lalu…..



Diakhir drama diperlihatkan, jika ibu mengambil bunga kaktus yang sudah dibuang Jin-jo. Ibu merasa jika bunga itu masih ada harapan untuk hidup..seperti cinta Jin-jo dan Ban-do