Advertisement
Advertisement
SINOPSIS GO BACK COUPLE EPISODE 4 BAGIAN 1

Musim dingin tahun 1998, Choi Ban Do usia 19 tahun


Penulis Sinopsis: Prabandari
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 3 PART 2
Hari ini hari pendaftaran masuk kuliah, Ban-do tidak mau masuk jurusan sipil. Ibunya menggerutu ini semua salah dia karena dia tidak lulus ujian masuknya. Ban-do hanya mendesah didepan pintu pendaftaran. Petugas pendaftaran meneriakkan jika pendaftaran akan ditutup.

Dari jauh terdengar suara untuk menunggu, cewek cantik bersyal merah berlari. Ban-do terkagum kagum melihatnya. Dia menahan petugas untuk menutup pintu pendaftaran. Cewek itu seo-young


Seo-young: Terimakasih banyak


Ban-do melonggo melihatnya, dia seperti melihat seorang peri yang cantik. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama!!!Detak jantungnya berdebar…


Mulai hari itu ban-do  selalu mencoba untuk mendekati seo-young tetapi karena jantungnya yang terus berdebar setiap melihat seo-young membuatnya selalu salah. Dia mengintip seo-young untuk memberikan botol minuman dan terjatuh didepan pintu ruangan balet..minumannya mengelinding ke kaki seo-young


Ban-do: Ambilah minuman itu 
Ban-do langsung berlari pergi karena malu
Ternyata seo-young mengikutinya dan berterima kasih untuk minumannya. Senyum Ban-do mengembang…..


Kembali ke masa pernikahan Ban-do


Senyum mengembang untuk cinta pertama sudah tidak ada lagi. Senyumnya sekarang untuk para dokter yang menjadi pelanggannya. Ban-do berkata ketika dia beranjak dewasa dia sudah bisa mengkontrol jantungnya tetapi nampaknya debaran itu sudah tidak ada atau mungkin jantungnya sudah mati….(Jadi selama ini dia tidak berbedar ketika bersama Jin-jo donk, begitulah laki laki ya…)



Episode 4
Jantungku berdebar lagi

1999
Jae-woo memapah Dok-jae pulang ke asrama, sepanjang jalan Dok-jae sempoyongan. Dok-jae tidak percaya ada wanita yang mampu minum seperti itu tapi bagi jae-woo itu hal keren..dia tersenyum mengatakan hal itu..


Sesampainya didepan gerbang asrama, mereka terkejut karena gerbang asrama sudah dikunci. Mereka binggung apa yang harus dilakukan. Jae-woo takut dia bisa dikeluarkan jika tidak absen lagi
Dok-jae: Tenang saja, aku puny acara untuk masuk


Dok-jae jongkok dan perlahan lahan memasukkan  kepalanya ke jeruji pagar dan berhasil masuk kepalanya tetapi ketika memasukkan badannya, dok-jae tersangkut karena tidak muat. Dok-jae mencoba untuk keluar lagi dan tidak berhasil. Jae-woo melihat sekeliling, ternyata pintu kecilnya tidak dikunci dan dia masuk. Dok-jae minta tolong untuk dikeluarkan. Mereka mencoba berbagai cara


Menarik


Mendorong wajah dok-jae dengan kaki


Kwkwwwk(ini lucu banget)
Susana berubah menjadi haru dicampur putus asa dan dramatis seperti perpisahan seorang kekasih


Dok-jae : Ini tidak akan berhasil, pergilah. Kamu harus apel malam dan kembali untuk menyelamatkanku
Jae-woo dengan lebay: Tidak Dok-jae. Tidak…..
Dok-jae kekeh menyuruh Jae-woo pergi dengan dramatisnya…mereka tangis tangisan dan tanpa disadari Dok-jae, Jae-woo sudah meninggalkannya…
Jae-woo berlari ke asrama dan disana ada seorang laki laki yang akan menutup pintu. Jae-memberitahu jika ada temannya tersangkut pagar tapi laki laki itu cuek saja (poor dok-jae)
Tiba tiba pager jae-woo berbunyi dan dia menuju telepon umum dipojok ruangan.Dia menelpon nomor itu dan terdengar suara
“ini aku, Yoon Bo Reum. Datanglah ke balai mahasiswa ruang 201 pukul 14.00”
Jae-woo senang sekali karena mengira bo-reum mengajaknya berkencan


Diluar, dok-jae memanggil manggil nama jae-woo berharap Jae-woo datang. Petir menyambar nyambar, dok-jae ketakutan dan berharap tidak hujan. Ternyata hujan deras, dok-jae terus memanggil manggil nama Jae-woo sampai dia tertidur..




Hari sudah berganti pagi, dan dok-jae masih tetap ada disitu. Petugas loper koran datang dan dia melihat Dok-jae. Dia berusaha membangunkan Dok-jae, dia memeriksa dok-jae apakah terluka.Dok-jae reflek bangun
Dok-jae: Air..berikan aku air…
Tangannya memegang jaket loper koran, loper koran itu ketakutan dan dia lari meninggalkan dok-jae


Kita berpindah ke rumah Nam-gil


Nam-gil sedang memilih milih bajunya, dia akan berangkat kuliah. Ayahnya duduk membaca koran. Ayahnya berkata nam-gil harus pindah jurusan ke bisnis atau administrasi, jurusannya sekarang tidak akan menghasilkan uang. Sepertinya Nam-gil tidak akur dengan ayahnya. Ayahnya marah karena Nam-gil selalu menentang dia. Ibu datang untuk melerai mereka dan membawa tas, ternyata kemarin adalah hari ulang tahun nam-gil, itu hadiah ibu untuk nam-gil.
Nam-gil mengendari mobilnya dan melihat mahasiswa yang demo, nam-gil teringat kejadian kemarin.
Dia sedang menyetir dan ada telepon masuk, dia memarkirkan mobilnya dipinggir. Itu adalah telepon dari ibu kandungnya (ternyata yang tadi bukan ibu kandungnya). Ibu kandungnya perlu uang, dia meminta nam-gil untuk meminta ke ayahnya. Nam-gil begitu kecewa karena ibunya sendiri tidak ingat hari ulang tahunnya, Nam-gil marah dan menangis, disaat itulah, Jin-jo masuk yang dikiranya mobil itu taxi.


Kita melihat ke nasib Dok-Jae kembali


Dok-jae sudah dikelilingi banyak orang. Ada petugas pemadam kebakaran juga, dok-jae meminta supaya dipotongnya dengan hati hati. Petugas pemadam mengeluarkan gergaji listrik..Dok—jae ketakutan..kehebohan itu menjadi sunyi ketika terdengar suara pertengkaran Jin-jo dan Ban-do. Semua langsung menoleh ke radio yang ada di dekat sana.
Jin-jo dan Ban-do masih terus bertengkar tanpa menyadari bahwa pertengkarannya didengar diseluruh kampus. Ban-do mengejar Jin-jo yang meninggalkan ruang siaran.
Ban-do: Jangan mendekati orang yang memberimu nomor telepon. Dokter park it seorang bajingan
Jin-Jo: Dokter?Dia seorang dokter?Kalau begitu aku akan merubah nasibku. Terimakasih atas infonya
Tanpa mereka ketahui, disitu ada chun-sul yang yang mendengar semuanya.


Kelas Ban-do


Semua orang sedang menggosipkan wanita dan laki laki yang masih mahasiswa tapi sudah punya anak dan bercerai. Ban-do yang tidak mengetahui bertanya ke jae-woo
Jae-woo: Dikampus kita, ada pasangan mahasiswa yang sudah menikah tetapi sudah bercerai, yang menjadi masalah, pasangan itu sudah punya anak
Ban-do: Mengerikan sekali anak zaman sekarang. Manusia sampah itu
Emosi Ban-do meledak tanpa dia ketahui orang yang dimaksud itu dia
Jae-woo: Wanitanya menuntut tunjangan tetapi laki laki itu tidak bisa memberikannya. Wanita itu memanggilnya pelit
Seketika itu juga Ban-do mulai menyadari jika yang dibicarakan itu adalah dia dan Jin-jo
Ban-do: Darimana kau mengetahui gossip itu?
Jae-woo menunjuk radio yang ada di ruangan itu “ Seluruh kampus mendengarnya”
Ban-do Shock


Dikelas Jin-jo,  mahasiswa lain juga membicarakan hal yang sama, membicarakan wanita itu. Jin-jo merasa tidak enak hati. Bo-reum melabrak sekelompok laki laki dibelakang mereka yang membicarakan hal itu. 
Bo-reum: siapa yang terus menghina wanita itu?
Katanya dengan galak ke mahasiswa itu.Jin-jo dan Chun-sul mencoba menenangkan Bo-reum. Menurut Bo-reum wanita itu keren sekali, dia ingin menjalani hidupnya sendiri. Chun-sul terus melihat ke Jin-jo



Dikantin kampus Ban-do dan Jae-woo sedang antri untuk membeli makanan.Mereka melihat Jin-jo dan chun-sul sedang duduk makan. Mereka duduk berempat. Yang paling menyeramkan, chun-sul memandang terus ke Ban-do


Dalam duduk diam, ban-do dan Jin-jo saling berkomunikasi (mereka menggunakan kode kode lol)
Jin-jo: Bagaimana ini?
Ban-do: Mau bagaimana lagi
Mereka berdua bicara dalam diam dan wajah mereka serba salah. Disekelilingnya, semua mahasiswa membicarakan mereka. 


Akhirnya mereka duduk berdua untuk membicarakan hal itu, tapi duduknya tidak berhadap-hadapan.


Jin-jo: hanya suara kita yang terdengar kan
Ban-do: Kurasa tidak ada yang mengenali suara kita
Jin-jo: Aku tidak percaya mereka menyebutku mata duitan
Ban-do: Mereka menyebutku tukang memukul istri, Kamu yang memukulku. Aku tidak pernah memukul
Jin-jo: Kita jangan bertengkar didepan orang lain
Ban-do: Baiklah
Ditengah pembicaraan mereka, datang chun-sul dan jae-woo, jadilah mereka berdua seolah olah akrab.Chun-sul masih menatap Ban-do dengan seramnya. Jin-jo mengajak chun-sul untuk pergi.

Jin-jo sedang berjalan didepan tangga, tidak sengaja berpapasan dengan hyun-seok. Hyun-seok menyapa Jin-jo, tetapi sepertinya Jin-jo tidak mengenalnya. Setelah hyun seok mengatakan club malam, barulah Jin-jo ingat.
Hyun-seok:Penampilan panggungmu kemarin luar biasa. Tapi sepertinya membuat kesalahan kemarin?
Jin-jo: Apa?
Hyun-seok: Nomor telepon.Baiklah berikan aku nomor teleponmu.
Jin-jo malu malu, tetapi ketika dia melihat Ban-do memperhatikannya dari tangga, Jin-jo langsung cepat cepat memberikan nomor teleponnya ke Hyun-seok. Jin-jo mau pamer ke Ban-do. 


Nam-gil sedang berenang, dia teringat kejadian dijalan menurun kemarin.Dia menjadi tidak konsentrasi. Nam-gil binggung kenapa Jin-jo ada dipikirannya dan mengakhiri acara berenangnya.


Dikelas jin-jo ada senior yang sedang memberi briefing, senior meminta mereka berkumpul diaula setelah kelas selesai.Ini diperuntukkan untuk mahasiswa baru, jadi semua harus hadir.


Setelah senior pergi, tiba tiba nam-gil datang dan mengajak jin-jo pergi ke suatu tempat.Jin-jo senyam senyum melamun.
Nam-gil: Aku menanyakan, kamu tidak berpikir aku menyukaimu bukan?
Jin-jo binggung harus menjawab apa, nam-gil menyimpulkan bahwa Jin-jo menyukainya. Jin-jo beralasan karena Nam-gil mengajaknya berkencan dulu tempo hari.
Nam-gil: Aku mengajakmu berkencan tapi tidak pernah bilang suka.
Jin-jo menjawab harus ada rasa suka dulu baru sesorang itu mengajak berkencan. Nam-gil mengajaknya berkencan karena waktu itu hanya Jin-jo yang ada didepannya. Jin-jo tambah binggung.
Nam-gil: Jika pada waktu itu bukan dirimu, aku juga akan mengajaknya berkencan. Sudah jelas bukan, kalau begitu, jangan menempel padaku.
(dia membicarakan yang memeluk kemarin, nih cowok tidak bisa menjelaskan dengan jelas.lol)
Nam-gil meninggalkan Jin-jo. Jin-jo mengomel omel sendiri, dia terluka, karena selama ini dia mengira Nam-gil menyukainya. Nam-gil berjalan pergi dengan hati yang dag dig dug.


Jae-woo mendatangi ruangan yang dibilang bo-reum ditelepon kemarin. Jae-woo membuka pintu dan melihat ada latihan pemandu sorak.Jae-woo binggung kenapa dia bisa mendaftar pemandu sorak itu.Kita lihat diflasback, Jae-woo menandatangani itu ketika mabuk bersama Bo-reum. Jae-woo dikerjain nich
Mulailah jae-woo berlatih dengan susah payah


Kemudian dilanjutkan latihan bo-reum dan teman temannya. Jae-woo terpesona dengan bo-reum. Bno-reum menari dengan lincahnya dan cantik..ketika bagian bo-reum diangkat oleh pemandu sorak pria, jae-woo tidak kuat melihatnya, cemburu dia. Bo-reum diangkat dan memutar terus turun dan lari kedepan ke tempat jae-woo..Sederet laki laki termasuk Jae-woo langsung ambruk karena kaget.kkwkkwkw