Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Go Back Couple EPISODE 4 BAGIAN 2

Ditempat latihan seo-young, dia berjuang keras hari ini. Mentornya menyuruhnya untuk menurunkan berat badan karena badannya terlalu gemuk. Beberapa anak laki-laki mengintip dari pintu.Mereka adalah pengemar seo-young. Setelah selesai latihan, seo-young kembali ke ruang istirahat, disana sudah ada Ban-do. Ban-do membawa donat untuk mereka dan dengan polosnya memberikan ke seo-young
Bando: Duduklah disini. Ini aku membawakan makanan manis untukmu karena kamu perlu gula untuk latihan.
Seo-yong: Tida usah, perutku bisa sakit
Beberapa anak anak laki laki yang mengintip dipintu, disuruh masuk oleh Ban-do untuk  makan bersama. Setelah selesai acara makan-makannya, Ban-do beranjak pergi. Belum keluar dari ruangan, tiba tiba seo-young pingsan. Ban-do menggendongnya dan membawa ke unit kesehatan.


Penulis Sinopsis: Prabandari
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 4 PART 1
Diperpustakan univeristas, mahasiswa baru fakultas sejarah sedang di briefing oleh seniornya. Seniornya berkata bahwa perpusataan ini anker karena dulu ada mahasiswa gantung diri disini.Jadi untuk mahasiswa baru yang berani mengambil amplop merah, senior akan mentraktir minum.Jadi riuhlah ruangan itu karena mahasiswa baru senang sekali. Tetapi lanjut seniornya, selama ini, tidak ada pernah yang berhasil, semua mahasiswa baru selalu gagal. 
Dua laki laki lari ketakutan keluar dari perpustakaan, semua mejadi  ketakutan. Ketika senior ada yang mau mencoba lagi, semua tidak berani. And finnaly Jin-jo maju. Dia melangkah dengan pede masuk ke perpustakaan, jalan lurus saja padahal disana ada hantunya hantuan.Dia masuk ke lorong rak rak buku,tiba tiba buku buku berjatuhan sendiri...
Flashback
Jin-jo yang dulu juga masuk keperpustakaan, dan dia lari ketakutan ketika ada buku berjatuhan. Dia lari keruangan yang lain dan disana menunggu hantu yang lain. Jin-jo hampir menangis karena saking ketakutannya.
Flashback End
Karena jin-jo sudah mengetahui jika itu hanya hantu-hantuan, dia balik mengerjai mereka. Buku yang dilorong sebelah hantu, dijatuh-jatuhkan Jin-jo


Sampai hantu palsu itu lari ketakutan sendiri
Sekarang Jin-jo pergi ke ruangan yang lain, dia menakuti hantu satunya dari belakang. Hantu itu lari ketakutan. 


Dua hantu hantuan itu keluar perpustakaan dengan ketakutan.


Sekarang Jin-jo sendirian diperpustakaan
Jin-jo: Bagus, sekarang mereka sudah keluar semua. Saatnya untuk mencari amplop merah.
Jin-jo tidak tau, sebenarnya masih ada satu hantu lagi dan itu adalah Nam-gil. Nam-gil akan keluar dari persembunyiaannya tetapi dia melihat Jin-jo yang sedang berjalan ke arahnya. Jin-jo mencari-cari amplop merah itu dan akhirnya ketemu ada di rak atas


Jin-jo menggunakan tangga untuk mengambil amplop itu. Dia naik tangga dengan gembira tetapi pada saat turun, dia terpeleset. Nam-gil melihat hal itu dan dia berlari menangkap Jin-jo (slow motionnya booo)



Jin-jo cepat cepat melepaskan diri dari Nam-gil.Jin-jo berjalan kebelakang tanpa menyadari ada tangga dan kakinya mengenai tangga. Tangga itu roboh dan akan menimpa Jin-jo. Dengan gentle nya, nam-gil melindungi Jin-jo dan membiarkan punggungnya terkena tangga.


Diunit kesehatan, terlihan seo-young yang terbaring disana.Seo-young terbangun gara gara perutnya bunyi. Disebalahnya ternyata ada Ban-do yang menjaganya. Ban-do mengajak seo-young kesuatu tempat


Ban-do mengajak seo-young ke restoran samgyeoplsal. Ban-do makan dengan lahapnya
Seo-young: Aku tidak akan makan
Ban-do: Baiklah, jangan makan.Perawat memberitahuku jika kau sedang menjaga berat badan. Aku tidak ingin disalahkan, Jadi jangan makan.
Seo-young: Jadi kenapa aku harus duduk disini?
Ban-do: Menemaniku. Aku ingin makan samgyeopsal. Bukankan kita teman. Kamu ingin mencobanya?
Seo-young terlihat mulai tergoda dengan makanan yang ada didepannya
Seo-young: Makan satu tidak akan ada masalah
Seo-young makan dengan lahapnya.
Ban-do: Makanlah dengan bahagia karena itu akan membuat kalori menjadi nol


Diperpustakaan, Nam-gil dan Jin-jo masih saling diam dalam keadaan duduk dilantai. Jin-jo hanya bisa membatin dalam hatinya, kenapa ada Nam-gil disini dan ini hatinya menjadi berdebar.
Jin-Jo: Aku tidak pernah sejauh ini. Kenapa kamu tidak bilang sedang bersembunyi?
Bam-gil: Sudah kubilang jangan menggodaku.
Jin-jo: Kurasa aku tidak melakukannya. Kamu yang berlari dan menyelamatkanku. Terimakasih banyak
Jin-jo pun berdiri dan mengajak Nam-gil pergi dari sana.
Nam-gil: pergilah dulu
Jin-jo melihat Nam-gil memegang pergelangan kakinya. Secara reflek Jin-jo memeriksa kaki Nam-gil
Jin-jo: Kamu terluka?
Awalnya Nam-gil menolak, Jin-jo memaksa untuk memeriksa kaki Nam-gil. Kaki Nam-gil terlihat bengkak.


Jin-jo: Seharusnya kamu harus lebih berhati hati. Pergelangan kaki yang terkilir bisa mengganggumu selamanya.
Nam-gil: Tidak apa apa. Aku tidak merasa sakit. Kenapa bicaramu seperti lebih tua dariku?
Nam-gil mencoba berdiri sendiri dan ternyata dia tidak bisa. Jin-jo tanpa berpikir panjang langsung merangkulkan tanggannya dan membantu Nam-gil berjalan


Direstoran. Ban-do dan Seo-young sudah selesai makan. Seo-young terlihat stress karena makan banyak. Dia terus memegang perutnya. Ban-do sudah selesai membayar tagihan dan mengeluarkan sepatu dari dalam tasnya.
Ban-do: Pakailah. Kita sudah makan dan saatnya membakar kalori.


Seo-young menggunakan sepatu kets itu dan mereka berjalan bersama.


Ban-do: Bukankah lebih baik melakukan yang kamu inginkan dan membereskannya kemudian daripada stress menahan diri. Semua yang kita lakukan itu untuk hidup.
Seo-young: Kurasa bukan masalah lagi setalah aku melakukannya.
Ban-do: Selalu ad acara untuk menyelamatkan diri dari kekacauan yang telah kita lakukan.
Mereka terus berjalan
Seo-young: Kenapa kamu tiba tiba melakukannya? Maksudku beberapa hari yang lalu, kamu selalu bersembunyi dan lari dariku.
Ban-do: Kamu tau aku memperhatikanmu?
Seo-young tersenyum ke Ban-do dan berjalan lagi. Mereka sampai di puncak dan melihat kota seoul dari ketinggian. Ban-do terpesona melihat Seo-young dan terus memandangnya.


Direstoran, Fakultas sejarah sedang berkumpul merayakan keberanian Ma Jin-Jo. Mereka meneriakkan slogan” Negara tanpa sejarah tidak punya masa depan”


Jin-jo dan lainnya sedang minum minum, seniornya memuji keberanian Jin-jo
Jin-jo: Hanti tidak menyeramkan, manusia lebih menyeramkan
Jin-jo menatap Nam-gil dan beberapa waktu kemudia, Jin-jo membawakan Nam-gil es batu untuk mengkompres lukanya. Nam-gil merasa heran dengan Jin-jo, dia mulai tertarik.Jin-jo sudah kembali bersama teman-temannya.
Jin-jo: Sul, kenapa kamu minum jus dan bukan bir?
Chun-sul: Kita tidak terbiasa minum bir.
Jin-jo: Tetap saja, minumlah walaupun sedikit. Begitu kamu menikah, kamu tidak akan sempat mabuk meskipun ingin
Chun-sul:Aku tetap tidak suka melihat orang lepas kendali saat mabuk
Jin-jo: Sul, setelah sekian lama aku hidup, aku menyadari tidak apa apa lepas kendali.Jika kamu tidak berpesta karena memperdulikan orang lain, itu hanya buruk untukmu. Dalam hidup, ada waktunya kamu bisa lepas kendali, jika kamu lepas kendali saat usiamu lebih tua, itu lebih parah.
Chun-sul mengangguk mengiyakan dan menyakinkan dirinya untuk minum bir. Jadilah mereka minum sampai mabuk.
Akhirnya acara minum minum itu selesai. Jin-jo berpesan ke seniornya agar memastikan chun-sul pulang dengan selamat. Jin-jo meninggalkan mereka dan pulang sendirian.Sepanjang jalan Jin-jo mabuk dan dia meikmatinya tanpa menyadari kehadiran Nam-gil yang menjaganya dari kejauhan.
Ketika ditrotoar, Nam-gil ada disebarangnya


Ketika dibis, Nam-gil duduk dipaling belakang


Dibis, Jin-jo membuat embun dikaca dan membuat kaki kecil, hal itu mengingatkan dia dengan seo-jin. Kaki kecil itu membuat Jin-jo menangis


Dibelakang, Nam-gil hanya melihatnya
Nam-gil membuntuti Jin-jo sampai Jin-jo masuk rumah dan memastikan Jin-jo masuk kamarnya.


Ditempat lain, Ban-do menemani seo-young menunggu bis.


Ban-do: Jika ada hal lain yang ingin  kamu lakukan, beritahu aku. Aku akan membantumu mengembalikannya ke nol kalori. Kamu terlalu muda untuk hidup dengan menahan diri.
Seo-young: Terima kasih untuk hari ini tapi jangan pernah melakukannya lagi. Aku tidak pernah melewatkan posisi pertama dikompetisi remaja. Aku bisa sampai sejauh ini karena aku menahan diri meski sangat sulit. Itu tidak terjadi begitu saja. Aku ingin mengenalmu lebih jauh.
Ban-do yang mendengarnya gembira sekali dan tersenyum bahagia. Seo-young pamit pergi karena bisnya sudah datang. Setelah bisnya pergi, Ban-do meluapkan kegembiraannya, tapi tiba tiba dia berhenti melihat orang yang ada didepannya. Orang itu adalah orang tua Ma Jin-Jo. Ban-do membeku ditempatnya berdiri, dan mencekram tasnya kuat-kuat (Mereka belum mengenal satu sama lain pada saat ini)


Hari sudah berganti pagi, Jin-jo bangun dari tempat tidurnya dan dia masih mendapatkan dirinya berada ditahun 1998. Jin-jo mulai merindukan kehidupan masa depannya. Jin-jo bangun dan membantu Ibu mencuci piring. Mereka belanja ke pasar bersama-sama.


Ibu belanja buah dan membelikan semangka untuk keluarga.Jin-jo berkata seharusnya mereka belanja anggur juga karena ibu sangat menyukai anggur. Mereka berjalan pulang, ditengah jalan , ibu baru ingat jika harus mengambil foto dipasar.


Jin-jo:Ibu pulang saja dulu, aku yang akan mengambilnya.
Jin-jo berbalik kepasar dan ibu pulang sendirian.Sesampainya didepan rumah, ibu terkejut ada sekotak anggur.
Ibu: siapa yang meninggalkan ini?
Ibu celingukan mencari cari siapa yang menaruh disini dan yang sedang dicarinya bersembunyi di balik tiang.Karena ibu tidak memperhatikan, ibu menabrak seorang laki laki sehingga membuat barangnya berserakan. 


Ibu: Pak, kamu harus meminta maaf jika menabrak seseorang. Tidak lihat aku menjatuhkan barang barangku karena kamu?
Laki-laki itu malah marah ke ibu dan membuat ibu takut. Ban-do muncul dan mendorong laki-laki itu.
Ban-do: Seharusnya kamu meminta maaf atau memberi ganti rugi. Dasar berandal.
Laki-laki itu mulai mengomel dan meninggalkan mereka.
Ban-do: Anda tidak apa-apa bu?
Ban-do membantu ibu mengambil barang barangnya

Flasback
Pada hari pernikahannya, ibu bahagia sekali karena sekarang dia punya seorang putra. Dia memperkenalkan ban-do keseluruh tamunya.


Falshback end

Ban-do memperhatikan ibu dengan seksama sampai lamunannya buyar karena ada Jin-jo yang datang langsung mendorongnya ke tembok.
Jin-jo: Beraninya kau datang kemari untuk melihat ibuku
Jin-jo marah melihat Ban-do menemui ibunya. Tatapan Jin-jo membuat Ban-do terdiam.

Flash back
Ketika kematian ibu, Ban-do menangis dan terus meminta maaf. Jin-jo memukul-mukul Ban-do