Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Go Back Couple EPISODE 5 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Prabandari
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 4 PART 2
Ban-do sedang berada didepan computer, dia sedang browsing diinternet. Dia mencari berita tentang penari Min Seo Young.Tiba-tiba Jin-jo membuka pintu.
Jin-jo: Kamu sedang apa?aku menyuruhmu mengasuh…
Ban-do yang terkejut langsung menutup laptopnya.Jin-jo berjalan mendekat ke Ban-do mencoba untuk melihat laptop Ban-do. Ban-do mencoba menghalanginya.Jin-jo mengira Ban-do sedang melihat film porno.
Ban-do: Kamu pikir ini porno.Bukan. Aku tidak pernah menonton itu
Jin-jo: Aku selalu berpikir, kamu itu pria tua mesum. Aku ingat pernah menemukan folder rahasia.
Ban-do memperlihatkan laptopnya ke Jin-jo. Jin-jo membaca berita yang di website heran.


Ban-do: Ada yang namanya privasi dan itu harus dijaga antara pasangan dan aku penasaran dengannya.
Jin-jo: Kenapa kamu penasaran dengannya?
Ban-do merasa hal yang wajar jika penasaran dengan cinta pertamanya. Bagi laki laki cinta pertama selalu melekat dihati (Ban-do menepuk dadanya). Bagi dia cinta pertama seperti PR yang tidak pernah bisa diselesaikan.
Jin-jo hanya menanggapinya dengan acuh dan menutup laptop Ban-do
Jin-jo: Persetan dengan cinta pertama. Memangnya sesedih apa kita tanpa cinta pertama?
Ban-do: Apa yang kamu tau tentang cinta pertama karena cinta pertamamu ada disini. 
Ban-do memamerkan badannya, karena setau dia, cinta pertama Jin-jo adalah dirinya.
Ban-do bertanya bagaimana rasanya menikah dengan cinta pertama, apakah menyenangkan?apakah bahagia?
Jin-jo bosan mendengar ocehan cinta pertama Ban-do. Dia kembali kedapur dan mengingatkan Ban-do untuk mengasuh seo-jin.Ban-do mengikutinya dari belakang.
Ban-do: Dengar, semua orang mempunyai cinta pertama.Aku adalah cinta pertamamu?
Jin-jo yang mulai emosi berkata kenapa Ban-do yang menentukan cinta pertamanya. Dia sudah tidak mengubris Ban-do yang mengoceh soal cinta pertama. Seo-jin hanya memandang mereka berdua.
Ban-do: Orang pertama yang membuatmu gemetar hanya dengan melihatnya dan membuatmu berdebar hanya saat memikirkannya.itulah cinta pertama.

“Cinta Pertama pastilah lebih dramatis, murni dan sejati daripada cinta jenis apapun didunia ini”


Episode 5
Standar Cinta Pertama


1999
SEOUL
Ban-do sedang membantu ibu mengambil barangnya yang berjatuhan.Ban-do menatap ibu dengan lekatnya sampai Jin-jo datang dan mendorong Ban-do ketembok.Jin-jo meminta ibu masuk rumah duluan.
Jin-jo: Jangan menemui ibuku lagi.
Jin-jo meninggalkan Ban-do diluar. Jin-jo berkata ke ibu untuk tidak menemui bedebah itu lagi.
Ibu: Jangan begitu, dia membantu ibu tadi. Dia terlihat pria baik-baik dan dapat diandalkan.
Jin-jo ke kamar meninggalkan ibu dengan perasaan marah sementara diluar Ban-do masih berdiri didepan pintu.


Ditempat lain, jae-woo sudah selesai latihan, dia gemetaran karena tidak kuat latihan. Dia berusaha keras untuk latihan ini. Bo-reum datang menyapanya dan langsung mengajaknya pergi. Bo-reum melatih Jae-woo lagi kwkwwkwk..gerakan Jae-woo memang payah, sepertinya Bo-reum menyerah dengan muka yang menahan kesal lol…
Jae-woo: Kapan aku bisa melakukan seperti partner priamu itu? (Jae-woo mempraktekkan bo-reum yang diangkat oleh cowok tadi)
Bo-reum tertawa kemudian dia melangkah maju dan berbalik dan lari ke Jae-woo. Jae-woo tidak kuat mengangkat bo-reum dan akhirnya terjatuh. Bo-reum mencium jae-woo.Reaksi jae-woo karena ciuman bo-reum kaki kejang, tangan gemetaran dan badan kaku kwkwkwkwkk


Keluarga Jin-jo berkumpul menonton show di tv tentang cinta pertama dimana seorang laki laki mencari cinta pertamanya dan setelah sekian lama, cinta pertamanya tidak seperti yang dibayangkan.
Ayah: Cinta pertama itu indah saat kamu mengenangnya
Ibu berkata bahwa ayah mempunyai cinta pertama yang anak tukang kebun, sedangkan ibu, terlalu sibuk mengurus paman sampai melupakan cinta.
Jin-jo: Itu tidak adil, seharusnya ibu punya cinta pertama
Ibu: Cinta pertama itu tidak berguna. Yang dianggap itu adalah cinta terakhirmu

Flashback
2010
Setelah kematian ibu, belum ada setahun, ayah meminta ijin Jin-jo untuk menikah lagi. Jin-jo marah ke ayah, kenapa ayah cepat sekali mengiklaskan ibu.Jin-jo merasa ibu masih ada dirumah,tega sekali ayah begitu cepat melupakan ibu. Jin-jo pamit pulang


Flashback End


Setelah menonton tv, keluarga jin-jo makan malam. Jin-jo terus melihat ayah, dia menatap ayah tidak suka. Dia mengambil makanan yang akan diambil ayah dan memberikannya ke ibu. Dia menatap ayah dengan marah. Ayah dan ibu sampai binggung dengan sikap Jin-jo. Ayah berpikir apa yang terlah membuat Jin-jo sampai begitu marah. Ibu menebak apa ayah diam-diam membaca buku harianya lagi. Ayah hanya mendesah.
Ayah: Aku sudah melakukannya diam-diam. Aku kuatir jika ada laki laki yang mendekatinya. Dia tidak boleh asal memilih pacar. 

Ban-do ditempat minum minum, dia terlihat sedih. Dia mengingat seo-jin. Ditempat yang lain, Jin-jo juga merindukan seo-jin..sedih banget..



Dipagi hari, Jin-jo bangun dan memanggil nama seo-jin, dia sedih masih ada ditempat itu.Ibu masuk dan bertanya kenapa Jin-jo masih ada dikamarnya. Ibu melihat Jin-jo menghapus air matanya.


Ibu: Ada apa?Tingkahmu aneh belakangan ini.
Jin-jo langsung memeluk ibunya dengan erat, mata jin-jo berkaca-kaca. 


Siang harinya, Jin-jo ingin ikut ibu ke rumah sakit karena hari ini adalah jadwal ibu cek kesehatan. Jin-jo berbicara dengan dokternya agar dokternya ibunya tidak sampai ada komplikasi dipenyakitnya ini.
Jin-jo: Dia baik-baik saja saat ini tapi tidakkah dia akan mengidap kompilasi dalam 10 tahun yang akan datang?
Dokter:Komplikasi dapat terjadi dalam 10 tahun atau besok. Kamu tidak bisa menghentikan dialysis karena hal ini.
Jin-jo keluar ruangan dokter dengan perasaan kacau, dia bersandar didepan pintu kamar perawatan ibunya.
Jin-jo: Kata siapa ibuku akan hidup lama, dia hanya akan bertahan 10 tahun lagi


Jin-jo menatap ibunya dengan sedih, ayah yang menemani ibu dengan sabar mengusap dan merawat ibu.
Dokter ibu berkata kesuster bahwa anak ibu itu pasti sudah mencari cari info karena mengetahui akan ada kompilasi.
Dokter: Ibu itu sungguh beruntung mempunyai anak yang perhatian. Anak laki-lakinya kemarin menjengguknya.
Perawat:Anak laki-laki? Ibu itu hanya punya mempunya dia 2 anak perempuan.


Dirumah Choi ban-do, Ban-do sudah bangun bersiap siap berangkat kuliah.Keluar kamarnya, ibu sudah menghadang dengan jus kubis. Ban-do menceramahi ayahnya yang kikir dan dia langsung meminum jus kubisnya. Ayah dan Ibu ban-do binggung karena akhir akhir ini ban-do jadi aneh.


Diparkiran kampus, Nam-gil sedang mengambil barang barangnya di kursi belakang, disaat itulah dia melihat dompet,dia sepertinya ingat jika itu dompet Jin-jo. Nam-gil pergi ke lapangan untuk melatih juniornya. Di lapangan latihan dia menyuruh juniornya berlari keliling, dari kejahuan datanga rector dan berbasa basi dengannya terutama tentang ayah Nam-gil. Nam-gil hanya merespon rector dengan wajah tidak suka. Kucing oranye tiba tiba menggosok-gosok kakiny dan dia mencoba mengusirnya.
Cafetaria kampus sedang ramai, Nam-gil menambil makanannya dan dia melihat Jin-jo duduk sendiri. Dia langsung duduk depan Jin-jo.


Nam-gil: Rasanya akan lebih lezat jika kamu makan bersama seseorang.
Jin-jo dengan heran melihat Nam-gil didepannya: Aku tidak makan sendirian
Nam-gil malu dan pelan pelan mengunyah makanannya. Meraka melihat Bo-reum dan Chun-sul datang, Bo-reum dan chun sul binggung kenapa ada Nam-gil disana.


Bo-reum: Nam-gil. Kamu pasti mendapatkan masalah gara gara Jin-jo. Ini kali pertama dia pacaran. Dia sedikit kuno.
Jin-jo yang mendengarnya langsung menjelaskan:Bukan begitu, dia tidak mengajakku berkencan.
Nam-gil: Aku tidak mengajaknya berkencan, aku sedang menggoda dia
Jin-jo langsung menatap Nam-gil, Bo-reum terkejut dan Chun-sul senang.Nam-gil merapikan napannya dan berdiri.
Nam-gil: Ayo ikut aku


Bo-reum dan chun-sul menyuruh Jin-jo pergi saja.Jin-jo berdiri dann mengikuti Nam-gil. Mereka berjalan bersama, Nam-gil masih terpincang pincang. Mereka berdiam diri. Jin-jo memberanikan diri bertanya ke Nam-gi


Jin-jo: Kamu memintaku untuk tidak menggodamu, kenapa kamu menggodaku?
Nam-gil: Bukan aku tapi kamu.kamu yang menggodaku
Jin-jo menghadangnya dan tertawa
Jin-jo: Astaga, aku sering digoda tapi aku tidak pernah menggoda siapapun selama hidupku. Kejadian digerbang sekolah itu kecelakaan, begitu juga diperpustakaan.
Jin-jo melihat kaki Nam-gil: Apakah masih sakit?kamu harus sering mengompresnya agar tidak sakit jika bagian tubuhmu cidera dan tidak ditangani dengan benar, itu tidak akan sembuh selamanya.
Nam-gil melihat Jin-jo dengan terpesona,dia tersenyum selama Jin-jo berbicara
Nam-gil: Lihatlah, kamu sedang menggodaku.
Jin-jo: Ya ampun, kenapa dari tadi kamu berbicara seperti itu
Nam-gil: Seperti inilah contoh menggodaku
Jin-jo mendesah binggung
Nam-gil: Jika kamu menggodaku, kamu boleh membawakan tasku lagipula kamu turut bersalah.
Jin-jo: Kamu tidak terlihat cukup sakit untuk membutuhkan bantuanku
Nam-gil: Memang terlihat tidak sakit, tetapi kulitku terkoyak tiap kali aku berjalan. Ini sungguh sakit
Jin-jo reflex jongkok mau memeriksa kaki Nam-gil, Nam-gil otomatis mengangkat kaki menghindar dari pegangan Jin-jo.
Nam-gil: Bisa tidak kamu tau kapan harus berhenti
Jin-jo menjadi tidak enak dengan Nam-gil, Nam-gil berjalan pergi.


Ditempat duduk taman, seo-young sedang mendengarkan musik menggunakan ear phone, dari belakang Ban-do merebut ear phonenya.
Seo-young: Kamu  mengejutkanku
Ban-do yang memasang ear phone ditelinganya kaget dengan music yang didengarnya
Seo-young: Kenapa?Aneh?
Ban-do: Ini keren.sungguh keren.perpaduan music balet dan hip-hop. Aku kira kamu hanya mendengarkan music klasik saja. Rupanya kamu menyukai music seperti ini.
Seo-young: Musik hip-hop mempunyai irama yang menyenangkan. Tidak seperti music klasik yang membosankan. Menari dengan music ini pasti menyenangkan.
Ban-do: Lakukanlah..
Seo-young: Aku tidak bisa menari semacam itu
Ban-do: Balet. Tidak bisakah kamu menari balet dengan music hip-hop
Seo-young bilang itu tidak bisa, itu akan terlihat aneh. Ban-do hanya mengiyakan saja 
Ban-do: Mulai sekarang, kita harus saling mengenal lebih jauh

Ban-do sekarang sudah ada diasrama mahasiswa kamar Jae-woo dan Dok-jae. Jae-woo sedang membuat origami bunga. Dok-jae yang datang menggunakan bandana menutupi kepalanya.


Ban-do: Ada apa dengan pakaian dikepalamu?
Dok-jae: Ini bandana H.O.O
Jae-woo yang dikursi menyela dok-jae: Kamu menggunakanya karena kamu tidak mau orang orang tau kamulah yang kepalanya tersangkut
Dok-jae yang diledek langsung marah: Hei, Jae-woo tidak sikat gigi 2 hari gara gara ciuman dengan bo-reum
Ban-do yang menerima gingseng dari Jae-woo langsung membuannya karena Jae-woo jorok sekali. 
“Apa kamu pacaran dengan bo-reum?” tanya Ban-do yang dijawab sikap malu  malu jae-woo
Dok-jae yang disana langsung menasihati Jae-woo: Kecupan itu belum tentu pacaran,diluar negri, kecupan itu biasa apalagi Bo-reum yang orangnya bebas.
Kata-kata Dok-jae terngiang ngiang dikepala Jae-woo, ditempat latihan, Jae-woo tidak konsentrasi sampai Bo-reum datang. Bo-reum menghampirinya
“Kukira kamu kabur”sapa bo-reum dan menunju lengan Jae-woo dan meninggalkannya. Jae-woo binggung dengan sikap Bo-reum. Saat latihan, Bo-reum berlatih dengan teman prianya, Bo-reum diangkat seperti sebelumnya dan Jae-woo cemburu melihat itu. Dia keluar ruangan dengan membanting pintu.


Nam-gil dan jae-woo masih berjalan berdua.


“Sebaiknya aku membawakan tasmu juga, aku tidak enak jika hanya membawa jaket saja” Jin-Jo memandang Nam-gil memelas.Datang seorang wanita yang mau memberi Nam-gil roti tetapi Nam-gil menolaknya dengan kasar, jin-jo yang melihat itu tidak terima, dia mengejar Nam-gil. Jin-jo mengacungkan biscuit 
Jin-jo:”Ini makanlah, aku mengambilnya dari tempat sampah. Dia membuatkanmu roti semalaman untukmu. Kenapa kamu tidak ambbil?”
Nam-gil:”Bagaimana jika aku mengambilnya?Tidak ada yang gratis didunia ini. Jika aku menerima sesuatu, aku harus memberi sesuatu juga”. Untuk apa aku melakukan itu dengan orang yang tidak aku sukai?”
Jin-jo: “Aku ragu dia menginginkan sesuatu. Dia hanya menyukaimu.”
Nam-gil merebut cokelat jin-jo yang akan dimasukkan ke tasnya.Nam-gil berjalan pergi dengan tersenyum sambil memandangi cokelat.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Dia berbalik mengahadap Jin-ji: “Kita ketemu disini jam 7 malam. Aku tidak bisa mengemudi karena kakiku.”
Nam-gil pergi dengan hati gembira tanpa menyadari jalannya sudah tidak pincang sampai Jini-jo berteriak sepertinya kakinya baik-baik saja.